Anda di halaman 1dari 7

Tugas Pertama Mata Kuliah PIPK

Coral Reef Ecosytem

Disusun Oleh :
HARYA BAGUS DIGDAYA
26050118140058
Oseanografi B

Dosen Pengampu :
Dr. Ir. Diah Permata W, M.Sc
NIP 19690116 199303 2 001

DEPARTEMEN OSEANOGRAFI
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2018
Pengertian

Apakah terumbu karang itu ? Terumbu karang adalah bangunan ribuan karang. Setiap karang
merupakan kumpulan hewan-hewan kecil dari kelas Anthozoa berbentuk polip yang dapat
mensekresikan CaCO3 Anthozoa adalah kelompok hewan berbentuk bunga dari phylum
Coelenterata (Coelenterata berasal dari kata yunani, coilos dan enteron coilos) artinya rongga,
eateron berarti usus Coelenterata berarti hewan berongga.

Terumbu karang merupakan sumber kehidupan bagi biota laut lainnya dan sebagai sumber
kekayaan alam hayati yang tidak ternilai harganya. Terumbu karang adalah salah satu tumpuan
mas depan manusia. Indonesia merupakan pusat keaneka ragaman hayati terumbu karang di
dunia.

secara umum dapat dinisbatkan kepada struktur fisik beserta ekosistem yang menyertainya yang
secara aktif membentuk sedimen kalsium karbonat akibat aktivitas biologi (biogenik) yang
berlangsung di bawah permukaan laut. Bagi ahli geologi, terumbu karang merupakan struktur
batuan sedimen dari kapur (kalsium karbonat) di dalam laut, atau disebut singkat dengan
terumbu. Bagi ahli biologi terumbu karang merupakan suatu ekosistem yang dibentuk dan
didominasi oleh komunitas koral.

Dalam peristilahan 'terumbu karang', "karang" yang dimaksud adalah koral, sekelompok hewan
dari ordo Scleractinia yang menghasilkan kapur sebagai pembentuk utama terumbu. Terumbu
adalah batuan sedimen kapur di laut, yang juga meliputi karang hidup dan karang mati yang
menempel pada batuan kapur tersebut. Sedimentasi kapur di terumbu dapat berasal dari karang
maupun dari alga. Secara fisik terumbu karang adalah terumbu yang terbentuk dari kapur yang
dihasilkan oleh karang. Di Indonesia semua terumbu berasal dari kapur yang sebagian besar
dihasilkan koral. Kerangka karang mengalami erosi dan terakumulasi menempel di dasar
terumbu.

Indonesia mempunyai kondisi alam yang baik bagi pertumbuhan terumbu karang. Kondisi
terumbu karang di Indonesia dari pengukuran terhadap 371 contoh transek dari kawasan timur
tengah dan barat perairan Indonesia adalah 6,2 % baik sekali, dan 28,30% sudah mulai rusak.
Kondisi alam yang baik yang dimiliki Indonesia bagi pertumbuhan.

Struktur

Terumbu karang banyak dijumpai di daerah sub tropis. Perairan yang bersih dan sehat untuk
pertumbu-han terumbu karang dipengaruhi oleh faktor fisik lingkungan. Faktor-faktor tersebut
adalah :
1. Suhu air di atas 18 0C untuk perkembangan optimal dengan suhu rata- rata tahunan antara 23-
25 0C dan suhu maximal yang bisa ditolerir antara 36 – 40 0C.
2. Kedalaman perairan < 50 m
3. Salinitas air antara 30 – 36 %
4. Perairan bersih, bergelombang dan bebas dari sedimen.

Lokasi

Secara global terumbu karang dapat ditemukan di daerah tropis dan sub tropis. Sebagian besar
berada di sekitar 30º arah utara dan selatan khatulistiwa. Sebarannya mencakup wilayah di 100
negara dengan luas areal pada tahun 1990-an sekitar 600.000 km2. Saat ini diperkirakan 10
persen ekosistemnya dalam keadaan rusak dan sebagian tidak bisa diperbaharui. Bila keadaan ini
terus dibiarkan dalam 20 tahun kedepan diperkirakan kerusakan akan meningkat hingga 30
persen.

Dari peta,  sebaran terbesar berada di wilayah indo-pasifik dan atlantik. Wilayah indo-pasifik
merupakan tempat terumbu karang terluas dengan keanekaragaman paling banyak. Di Great
Barrier Reef Australia saja luasnya mencapai 200.000 km2. Daerah-daerah lain yang memiliki
terumbu karang luas antara lain perairan laut merah, bagian timur dan barat Samudera Hindia,
perairan Indonesia, Malaysia dan Filipna, dan di kepulauan pasifik.
Sedangkan di wilayah atlantik luas terumbu karang hanya 1/20 dibanding di indo-pasific. Dan
keragamannya pun tidak terlalu tinggi. Titik-titiknya terdapat di sekitar Bermuda dan Karibia,
kemudia ada lagi di sekitar lepas pantai Brasil dan Afrika Barat.

Fungsi

Terumbu karang mengandung berbagai manfaat yang sangat besar dan beragam, baik secara
ekologi maupun ekonomi. Estimasi jenis manfaat yang terkandung dalam terumbu karang dapat
diidentifikasi menjadi dua yaitu manfaat langsung dan manfaat tidak langsung

Manfaat dari terumbu karang yang langsung dapat dimanfaatkan oleh manusia adalah:

 sebagai tempat hidup ikan yang banyak dibutuhkan manusia dalam bidang pangan,
seperti ikan kerapu, ikan baronang, ikan ekor kuning), batu karang,
 pariwisata, wisata bahari melihat keindahan bentuk dan warnanya.
 penelitian dan pemanfaatan biota perairan lainnya yang terkandung di dalamnya.

Sedangkan yang termasuk dalam pemanfaatan tidak langsung adalah sebagai penahan abrasi
pantai yang disebabkan gelombang dan ombak laut, serta sebagai sumber keanekaragaman
hayati.

Ancaman

Indonesia merupakan negara yang mempunyai potensi terumbu karang terbesar di dunia. Luas
terumbu karang di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 60.000 km2. Hal tersebut membuat
Indonesia menjadi negara pengekspor terumbu karang pertama di dunia. Dewasa ini, kerusakan
terumbu karang, terutama di Indonesia meningkat secara pesat. Terumbu karang yang masih
berkondisi baik hanya sekitar 6,2%.Kerusakan ini menyebabkan meluasnya tekanan pada
ekosistem terumbu karang alami. Meskipun faktanya kuantitas perdagangan terumbu karang
telah dibatasi oleh Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and
Flora (CITES), laju eksploitasi terumbu karang masih tinggi karena buruknya sistem
penanganannya.

Beberapa aktivitas manusia yang dapat merusak terumbu karang:

 membuang sampah ke laut dan pantai yang dapat mencemari air laut
 membawa pulang ataupun menyentuh terumbu karang saat menyelam, satu sentuhan saja
dapat membunuh terumbu karang
 pemborosan air, semakin banyak air yang digunakan maka semakin banyak pula limbah
air yang dihasilkan dan dibuang ke laut.
 penggunaan pupuk dan pestisida buatan, seberapapun jauh letak pertanian tersebut dari
laut residu kimia dari pupuk dan pestisida buatan pada akhinya akan terbuang ke laut
juga.
 Membuang jangkar pada pesisir pantai secara tidak sengaja akan merusak terumbu
karang yang berada di bawahnya.
 terdapatnya predator terumbu karang, seperti sejenis siput drupella.
 penambangan
 pembangunan pemukiman
 reklamasi pantai
 polusi
 penangkapan ikan dengan cara yang salah, seperti pemakaian bom ikan

Fenomena Global

Banyak sudah kasus kasus tentang pencurian Karang di Indonesia.  Karang mulai dicuri untuk
dijual secara Pribadi kepada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Banyak cara untuk
mencuri nya, namun yang terparah adalah dengan cara mengebomnya. Dengan bomcoral akan
hancur menjadi bagian kecil-kecil dan mudah dibawa. Namun hal ini tentu akan mengganggu
ekosistem lainnya seperti membunuh ikan dan biota-biota laut lainnya.

Gambar
Sumber : http://www.mongabay.co.id/2018/05/09/sembilan-tahun-peringati-hari-terumbu-
karang-dunia-bagaimana-kondisi-di-indonesia/

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Common_clownfish.jpg

Sumber : https://alamendah.org/2011/05/29/koleksi-gambar-terumbu-karang-coral-
reef/terumbu-karang-coral-reef-04/

Daftar Pustaka

https://jurnalbumi.com/knol/terumbu-karang/ (9 September 2018, 17.30 WIB)


https://id.wikipedia.org/wiki/Terumbu_karang (9 September 2018, 18.00 WIB)

http://www.mongabay.co.id/2018/05/09/sembilan-tahun-peringati-hari-terumbu-karang-
dunia-bagaimana-kondisi-di-indonesia/
(9 September 2018, 19.30 WIB)

https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Common_clownfish.jpg

(9 September 2018, 19.46 WIB)


https://alamendah.org/2011/05/29/koleksi-gambar-terumbu-karang-coral-reef/terumbu-
karang-coral-reef-04/

(9 September 2018, 20.02 WIB)

https://www.tripinto.co.id/kerusakan-terumbu-karang-indonesia/ (9 September 2018, 21.34


WIB)

http://www.g-excess.com/mengenal-sifat-dan-struktur-terumbu-karang.html (9 September 2018,


21.36 WIB )