Anda di halaman 1dari 1

1.

Cheilitis Actinic
Cheilitis aktinokeratosis adalah suatu lesi klini dari bibir bawah akibat dari kerusakan radiasi
matahari yang berlebihan. Pada tahap dini, bibir bawah menderita keratotik ringan dengan
percampuran yang tak nyata darri tepi vermillion dan kulit sekitarnya. Dengan makin banyak
terpajan matahari , maka daerah-daerah putih yang mempunyai batas-batas yang jelas atau
difus menjadi nyata. Perlahan-lahan bibir menjadi keras, bersisik, sedikit membengkak dan
membalik. Ulserasi dengan keropeng adalah khas dari keadaan kronis.
2. Cheilitis Moniliasis
Adalah peradangan pada bibir yang berkaitan dengan Candida albicans dan kebiasaan
menjilat bibir. Dipercaya bahwa organisme candida dapat jalan masuk ke lapisan-lapisan
permukaan dari epitel bibir setelah mukosa rusak, yang disebabkan oleh keadaan basah dan
kering yang berulang-ulang dari jaringan bibir. Akibatnya terjadi pengelupasan epitel
permukaan dan dapat dilihat sisik keputihan halus yang terdir atas mukus liur kering.
Keadaan yang kronis ditandai oleh fissura vertikal yang sakit dan berulseras serta lambat
sembuhnya. Reaksi hipersensitivitas terhadap bahan-bahan yang terdapat di dalam balsam
bibir membuat keadaan tersebut sulit dihilangkan.
3. Cheilitis Glandularis
Merupakan penyakit yang jarang dijumpai dengan menyerang bibir terutama bibir bawah
yang ditandai dengan pembesaran dari kelenjar saliva minor dengan derajat inflamasi yang
bervariasi. Umumnya bibir bawah jauh lebih besar dari bibir atas. Penyebab dari cheilitis
glandularis ini susah dipastikan namun beberapa ahli menyatakan bahwa sipilis, infeksi
bakteri, radiasi matahari, tembakau, kebersihan rongga mulut yang buruk dan faktor
keturnan yang merupakan penyebab terjadinya cheilitis glandularis.
4. Cheilitis Granulomatosa
Cheilitis Granulomatosa merupakan pembesaran bibir kronis yang merupakan inflamasi
granulomatosa tanpa diketahui penyeubab pastinya. Cheilitis Granulomatosa ini merupakan
salah satu gejala dari Melkersson-Rosenthal Syndrome.