Anda di halaman 1dari 3

Nama : Vera E.

Souhoka Dari hasil pendekatan tersebut, didapati bahwa


NIM : 2010-42-083 siswa masih sulit dalam pembelajaran terutama
Judul : pada materi yang berkaitan dengan program linear
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XII SMA khususnya dalam membuat model matematika,
Angkasa Pattimura pada Materi Program Linear maka peneliti mencoba membuat salah satu soal
Melalui Model Pembelajaran Interaktif dengan cerita tentang sistem persamaan linear dua variabel
Setting Kooperatif yang berkaitan dengan program linear untuk
menguji pemahaman siswa
Pembimbing I : Dra. J. S. Molle, M. Pd Contohya: Diketahui dua bilangan x dan y .
Pembimbing II : Dr. A. L. Palinussa, M. Pd Jumlah dari tiga kali bilangan pertama dengan
empat kali bilangan kedua sama dengan 66. Selisih
dari empat kali bilangan pertama dengan tiga kali
BAB I PENDAHULUAN bilangan kedua sama dengan 13. Carilah bilangan-
A. Latar Belakang bilangan itu. Berikut adalah hasil kerja siswa di
Kecenderungan masih rendahnya mutu baah ini:
pendidikan di Indonesia terutama terjadi pada Diketahui dua bilangan x dan y . Jika
jenjang pendidikan dasar dan menengah dewasa dijumlahkan = 66, dikurangkan = 13
ini, tentu memerlukan kepedulian semua pihak 3× 10=30
dalam rangka upaya peningkatan mutu hasil belajar
anak didiknya. Hal ini juga terjadi disebabkan  4 ×9=36
+¿
karena pendekatan pengelolaan pendidikan selama ¿ 66
ini lebih cenderung pada education production bilangan pertama=3x,
function atau input-output production sehingga 4 × 10=40
lembaga pendidikan difungsikan sebagai pusat  3 ×9=27
produksi dan kriteria mutunya hanya dilihat dari +¿
aspek produk yang dihasilkan (Sina: 2011). ¿ 13
Sejalan dengan itu, Kunandar (2008) bilangan kedua= 4y
mengemukakan bahwa untuk mencapai hasil Selanjutnya, dari pihak guru sendiri setelah
pembelajaran yang optimal dibutuhkah guru yang diwawancarai pada tanggal 28 agustus 2014
kreatif dan inovatif yang selalu mempunyai ternyata dalam proses pembelajaran guru lebih
keinginan terus menerus untuk memperbaiki dan berperan aktif dan tidak melibatkan siswa untuk
meningkatkan mutu proses belajar mengajar di aktif dalam proses belajar mengajar dikarenakan
kelas. Karena dengan peningkatan mutu proses model pembelajaran yang digunakan guru masih
belajar mengajar di kelas, maka mutu pendidikan bersifat konvensional. Hal ini berujung pada proses
dapat ditingkatkan. pembelajaran yang hanya bersifat satu arah,
Susanti dkk, (2011) juga berpendapat bahwa sehingga dalam hal ini masalah pembelajaran tidak
dalam proses pembelajaran matematika di kelas, hanya terletak pada siswa saja melainkan juga
guru merupakan salah satu komponen penting terletak pada guru dengan model pembelajaran
dalam proses pembelajaran. Keberhasilan dari yang dipakainya.
suatu hasil pembelajaran, salah satunya ditentukan Dari hasil wawancara tersebut, peneliti
oleh guru. Kemampuan guru diperlukan dalam berpendapat perlu adanya tindakan untuk
pelaksanaan pembelajaran matematika kemampuan menyikapi permasalahan di atas, yaitu pentingnya
dalam mengelola dengan sebaik-baiknya. Kegiatan meningkatkan kemampuan belajar matematika
mengajar yang dilakukan guru matematika tersebut yang berorientasi pada aktivitas siswa, salah satu
harus dapat melibatkan seluruh siswa, dengan kata solusinya adalah meningkatkan kualitas
lain bahwa dalam belajar sangat diperlukan adanya pembelajaran dengan menggunakan model
keaktifan siswa. Tanpa aktivitas siswa, proses pembelajaran yang berorientasi pada aktifitas
belajar tidak mungkin berlangsung dengan baik siswa, agar siswa menjadi aktif dan memahami
sehingga mengakibatkan hasil belajar siswa tidak materi yang diajarkan. Salah satu model
akan tercapai secara masksimal. Itulah sebabnya pembelajarannya adalah Model Pembelajaran
keaktifan belajar siswa merupakan prinsip yang Interaktif Setting Kooperatif (PISK).
sangat penting dalam interaksi pembelajaran yang Model ini telah dipakai dalam penelitian
yang dilakukan oleh Prof. Ratumanan pada tahun
akan berpengaruh pada hasil belajar matematika. 2002 tentang Pengembangan Model Pembelajaran
Bertolak dari penjelasan di atas, maka sebelum Interaktif dengan Setting Kooperatif dan
peneliti melaksanakan penelitian ini, langkah Pengaruhnya Terhadap Hasil Belajar Matematika
awalnya adalah peneliti melakukan pendekatan Siswa SLTP di Kota Ambon. Salah satu sekolah
dengan guru bidang studi matematika di kelas XII yang menjadi tempat penelitian ialah SMP Negeri 6
IPA2 SMA Angkasa Pattimura Ambon guna Ambon dengan tujuan penelitian untuk melihat
mendapatkan informasi mengenai masalah yang perkembangan serta kemampuan siswa dalam
dihadapi siswa dalam pembelajaran matematika.
mendalami materi yang diberikan melalui model kelompok tertentu untuk mencapai tujuan
PISK. Dari hasil penelitiannya, ditemukan adanya pembelajaran tertentu.
peningkatan hasil belajar serta ada peran aktif 3. Model pembelajaran interaktif setting
siswa dalam mengkonstruksi, serta mampu kooperatif (PISK) merupakan model
melakukan interaksi antara siswa dengan siswa dan pembelajaran yang dikembangkan oleh
siswa dengan guru. Dengan demikian dapat Prof. Dr. T. G. Ratumanan dan merupakan
dikatakan model PISK merupakan salah satu model model pembelajaran yang direvisi dari
pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil pembelajaran interaktif, yakni dengan
belajar siswa. menggantikan setting belajar dengan
Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti setting kooperatif.
merasa tertarik untuk melakukan penelitian dengan 4. Program linear ialah suatu cara untuk
judul “ Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas menyelesaikan masalah dengan
XII SMA Angkasa Pattimura pada Materi menggunakan persamaan atau
Program Linear melalui Model Pembelajaran pertidaksamaan linier yang mempunyai
Interaktif dengan Setting Kooperatif (PISK)”. banyak penyelesaian dengan
B. Identifikasi Masalah memperhatikan syarat-syarat agar
Berdasarkan latar belakang yang telah diperoleh hasil yang maksimum atau
diuraikan, peneliti mengidentifikasikan beberapa minimum (penyelesaian optimum).
hal terkait masalah pembelajaran matematika siswa
, diantaranya: BAB II KAJIAN PUSTAKA
1. Siswa masih sulit dalam menyelesaikan A. Pengertian Belajar dan Pembelajaran
soal-soal yang berhubungan masalah B. Hasil Belajar
program linear seperti sistem C. Model Pembelajaran Kooperatif
pertidaksamaan linear dua variabel. D. Model Pembelajaran Interaktif Setting
2. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti Kooperatif
lakukan, proses pembelajaran di kelas E. Ruang Lingkup Materi
masih didominasi oleh guru dengan model F. Kerangka Pikir
pembelajaran konvensional (ceramah) G. Hipotesis Tindakan
3. Guru belum menciptakan suasana kelas
untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam BAB III METODE PENELITIAN
porses pembelajaran. A. Tipe Penelitian
C. Rumusan Masalah Penelitian ini menggunakan tipe penelitian
Bertolak dari latar belakang di atas, maka kualitatif dan kuantitatif yang dirancang dengan
masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
sabagai berikut: “ Apakah dengan menggunakan B. Subjek Penelitian
Model Pembelajaran Interaktif Setting Kooperatif Subjek pada penelitian tindakan kelas ini
dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa adalah siswa kelas XII IPA2 SMA Angkasa
kelas XI IPA SMA Angkasa Pattimura pada materi Pattimura Ambon tahun ajaran 2014/2015 yang
program linear?. berjumlah 19 siswa, tetapi dalam penelitian ini
D. Tujuan Penelitian hanya dipakai 15 siswa sebagai subjek penelitian.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Sampai akhir penelitian 15 siswa memiliki data
hasil belajar matematika siswa kelas XI IPA SMA yang lengkap dan digunakan untuk dianalisis.
Angkasa Pattimura pada materi program linear C. Lokasi dan Waktu Penelitian
melalui Model Pembelajaran Interaktif Setting 1. Lokasi Penelitian
Kooperatif. Penelitian tindakan ini dilaksanakan di
E. Manfaat Penelitian SMA Angkasa Pattimura Ambon, Jln
Adapun penelitian ini nantinya diharapkan Elang No II Lanud Pattimura Ambon,
dapat memberikan manfaat bagi: (1) bagi siswa, (2) desa Laha Kecamatan Teluk Ambon.
bagi guru, (3) bagi sekolah, dan (4) bagi peneliti 2. Waktu Penelitian
F. Penjelasan Istilah Penelitian tindakan ini dilaksanakan pada
Agar tidak terjadi kesalahan dalam penafsiran tanggal 18 November sampai 18
maka didefinisikan beberapa istilah: Desember.
1. Hasil belajar adalah kemampuan belajar
siswa yang telah diperoleh dari kegiatan
pembelajaran berdasarkan tercapainya
tujuan pembelajaran yang telah
direncanakan oleh guru
2. Model pembelajaran kooperatif adalah
model pembelajaran siswa dalam bentuk
kelompok yang terdiri dari 4-6 orang tiap
D. Data dan Sumber Data
1. Data
2. Sumber Data
E. Perangkat Pembelajaran
F. Instrumen Penelitian
Adapun instrumen yang digunakan dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Instrumen tes hasil belajar
2. Lembar observasi
G. Prosedur Penelitian
H. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan
sebagai berikut:
1. Tes
2. Observasi
I. Teknik Analisa Data
1. Analisa Data Kuantitatif
2. Analisa Data Kualitatif

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. HASIL
B. PEMBAHASAN

BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dan pembahasan pada bab
sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa
dengan menggunakan Model Pembelajaran
Ineraktif Setting Kooperatif (PISK) untuk
mengajarkan materi program linear dapat
meningkatkan hasil belajar siswa kelas XII IPA 2
SMA Angkasa Pattimura Ambon. Hal ini dapat
terlihat pada peningkatan hasil belajar siswa pada
nilai tes akhir siklus III. Pada siklus I, siswa yang
tuntas mencapai KKM ≥80 adalah 5 siswa atau
sebesar 33,33%, sedangkan siswa yang belum
tuntas KKM <80 adalah 10 siswa atau sebesar
66,67%. Pada siklus II, siswa yang tuntas mencapai
KKM ≥80 adalah 8 siswa atau sebesar 53,33% dan
siswa yang belum tuntas KKM <80 adalah 7 siswa
atau sebesar 46,67%. Kemudian pelaksanan
tindakan pada siklus III meningkat menjadi 66,67%
dengan 10 siswa yang mencapai KKM ≥80 dan 5
siswa yang tidak mencapai target ketuntasan atau
sebesar 33,33%
B. SARAN