Anda di halaman 1dari 8

Pengertian K3 Secara

Umum, Tujuan, Prinsip,


Ruang Lingkup, Jenis K3

Pengertian K3 Secara Umum


Daftar isi
 Pengertian K3 Secara Umum
 Pengertian K3 Menurut Para Ahli
 1. Mathis dan Jackson
 2. Ardana
 3. Flippo
 4. Hadiningrum
 5. Widodo
 6. World Health Organization (WHO)
 Fungsi K3
 Tujuan K3
 Peran K3 dalam Perusahaan
 Ruang Lingkup K3
 1. Lingkungan Kerja
 2. Alat Kerja dan Bahan
 3. Metode Kerja
 Jenis Bahaya Dalam K3
 1. Bahaya Jenis Kimia
 2. Bahaya Jenis Fisika
 3. Bahaya Jenis Pekerjaan

Apa yang dimaksud dengan K3? Pengertian K3 adalah bidang yang


berhubungan dengan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan
manusia yang bekerja pada sebuah institusi ataupun lokasi proyek.

Arti K3 (Keamanan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja) secara khusus


dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Pengertian K3 secara keilmuan; K3 merupakan ilmu


pengetahuan dan penerapannya dalam upaya mencegah terjadinya
kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
2. Pengertian K3 secara filosofis; suatu upaya yang dilakukan untuk
memastikan keutuhan dan kesempurnaan jasmani dan rohani
tenaga kerja pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya
terhadap hasil karya dan budaya menuju masyarkat adil dan
makmur.

Keamanan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan salah


satu hal penting yang wajib diterapkan oleh semua perusahaan. Hal ini
juga tertuang dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun
2003 pasal 87.

Baca juga: Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia

Pengertian K3 Menurut Para Ahli


Agar memudahkan kita dalam memahami apa arti K3, maka kita dapat
merujuk pada pendapat beberapa ahli. Berikut ini adalah pengertian
K3 (Keamanan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja) menurut para ahli:

1. Mathis dan Jackson


Menurut Mathis dan Jackson pengertian K3 adalah kegiatan yang
menjamin terciptanya kondisi kerja yang aman, terhindar dari gangguan
fisik dan mental melalui pembinaan dan pelatihan, pengarahan dan kontrol
terhadap pelaksanaan tugas dari karyawan dan pemberian bantuan
sesuai dengan aturan yang berlaku, baik dari lembaga pemerintah
maupun perusahaan dimana mereka bekerja.

2. Ardana
Menurut Ardana, pengertian K3 adalah upaya perlindungan yang ditujukan
agar tenaga kerja dan orang lain di tempat kerja selalu dalam keadaan
selamat dan sehat sehingga setiap sumber produksi bisa digunakan
secara aman dan efisien.

3. Flippo
Menurut Flippo arti K3 adalah pendekatan yang menentukan standar yang
menyeluruh dan spesifik, penentuan kebijakan pemerintah atas praktek-
praktek perusahaan di tempat kerja dan pelaksanaannya melalui surat
panggilan, denda, dan sanksi lain.

4. Hadiningrum
Menurut Hadiningrum pengertian K3 adalah pengawasan terhadap SDM,
mesin, material, dan metode yang mencakup lingkungan kerja agar
pekerja tidak mengalami kecelakaan.

5. Widodo
Menurut Widodo, definisi K3 adalah bidang yang berhubungan dengan
kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia yang bekerja di
sebuah institusi maupun lokasi proyek.

6. World Health Organization (WHO)


Menurut WHO pengertian K3 adalah upaya yang bertujuan untuk
meningkatkan dan memelihara derajat kesehatan fisik, mental dan sosial
yang setinggi-tingginya bagi pekerja di semua jenis pekerjaan,
pencegahan terhadap gangguan kesehatan pekerja yang disebabkan oleh
kondisi pekerjaan; perlindungan bagi pekerja dalam pekerjaannya dari
risiko akibat faktor yang merugikan kesehatan.

Baca juga: Pengertian SOP Menurut Para Ahli

Fungsi K3
Pada pelaksanaannya K3 memiliki fungsi yang cukup banyak dan
bermanfaat, baik bagi perusahaan maupun bagi pekerja. Berikut ini adalah
beberapa fungsi K3 secara umum:
1. Sebagai pedoman untuk melakukan identifikasi dan penilaian akan
adanya risiko dan bahaya bagi keselamatan dan kesehatan di
lingkungan kerja.
2. Membantu memberikan saran dalam perencanaan, proses
organisir, desain tempat kerja, dan pelaksanaan kerja.
3. Sebagai pedoman dalam memantau kesehatan dan keselamatan
para pekerja di lingkungan kerja.
4. Memberikan saran mengenai informasi, edukasi, dan pelatihan
mengenai kesehatan dan keselamatan kerja.
5. Sebagai pedoman dalam membuat desain pengendalian bahaya,
metode, prosedur dan program.
6. Sebagai acuan dalam mengukur keefektifan tindakan pengendalian
bahaya dan program pengendalian bahaya

Tujuan K3
Menurut UU No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja, tujuan dari
K3 adalah mencegah terjadinya kecelakaan dan sakit dikarenakan
pekerjaan. Selain itu, K3 juga berfungsi untuk melindungi semua sumber
produksi agar dapat digunakan secara efektif.

Berikut ini adalah fungsi dan tujuan K3 secara umum:

1. Untuk melindungi dan memelihara kesehatan dan keselamatan


tenaga kerja sehingga kinerjanya dapat meningkat.
2. Untuk menjaga dan memastikan keselamatan dan kesehatan
semua orang yang berada di lingkungan kerja.
3. Untuk memastikan sumber produksi terpelihara dengan baik dan
dapat digunakan secara aman dan efisien.

Baca juga: Pengertian Manajemen Risiko

Peran K3 dalam Perusahaan


<img class="wp-image-2327 size-full"
src="https://i0.wp.com/www.maxmanroe.com/vid/wp-
content/uploads/2018/03/Peran-K3.jpg?resize=600%2C303&#038;ssl=1"
alt="peran K3" width="600" height="303"
srcset="https://i0.wp.com/www.maxmanroe.com/vid/wp-
content/uploads/2018/03/Peran-K3.jpg?w=600&amp;ssl=1 600w,
https://i0.wp.com/www.maxmanroe.com/vid/wp-
content/uploads/2018/03/Peran-K3.jpg?resize=300%2C152&amp;ssl=1
300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" data-recalc-dims="1" />©
www.osha-singapore.com

Berikut ini adalah beberapa peran K3 di lingkungan kerja:

1. Masing-masing tenaga kerja memiliki hak untuk mendapatkan


perlindungan atas kesehatan dan keselamatan untuk kesejahteran
hidup dan meningkatkan produksi.
2. Semua orang yang berada di lingkungan kerja perlu dijamin
keselamatannya.
3. Semua sumber produksi harus digunakan secara efisien dan aman.
4. Harus ada tindakan antisipatif dari perusahaan sebagai upaya
untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat
kerja,

Ruang Lingkup K3
<img class="aligncenter wp-image-2329 size-full"
src="https://i2.wp.com/www.maxmanroe.com/vid/wp-
content/uploads/2018/03/Ruang-Lingkup-K3.jpg?
resize=600%2C377&#038;ssl=1" alt="Ruang Lingkup K3" width="600"
height="377" srcset="https://i2.wp.com/www.maxmanroe.com/vid/wp-
content/uploads/2018/03/Ruang-Lingkup-K3.jpg?w=600&amp;ssl=1 600w,
https://i2.wp.com/www.maxmanroe.com/vid/wp-
content/uploads/2018/03/Ruang-Lingkup-K3.jpg?
resize=300%2C189&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw,
600px" data-recalc-dims="1" />

Mengacu pada pengertian K3 di atas, ada beberapa aspek yang harus


diperhatikan oleh perusahaan dalam pelaksanaan K3, yaitu:

1. Lingkungan Kerja
Ini adalah lokasi dimana para pekerja melakukan aktifitas bekerja. Kondisi
lingkungan kerja harus memadai (suhu, ventilasi, penerangan, situasi)
untuk meminimalisir potensi terjadinya kecelakaan atau penyakit.

2. Alat Kerja dan Bahan


Ini adalah semua alat kerja dan bahan yang dibutuhkan suatu perusahaan
untuk memproduksi barang/ jasa. Alat-alat kerja dan bahan merupakan
penentu dalam proses produksi, tentunya kelengkapan dan kondisi alat
kerja dan bahan harus diperhatikan.
3. Metode Kerja
Ini merupakan standar cara kerja yang harus dilakukan oleh pekerja agar
tujuan pekerjaan tersebut tercapai secara efektif dan efisien, serta
keselamatan dan kesehatan kerja terjaga dengan baik. Misalnya,
pengetahuan tentang cara mengoperasikan mesin dan juga alat pelindung
diri yang sesuai standar.

Baca juga: Pengertian Manajemen Operasional

Jenis Bahaya Dalam K3

<img class="aligncenter wp-image-2328 size-full"


src="https://i2.wp.com/www.maxmanroe.com/vid/wp-
content/uploads/2018/03/Jenis-Bahaya-Dalam-K3.jpg?
resize=600%2C324&#038;ssl=1" alt="Jenis Bahaya Dalam K3"
width="600" height="324"
srcset="https://i2.wp.com/www.maxmanroe.com/vid/wp-
content/uploads/2018/03/Jenis-Bahaya-Dalam-K3.jpg?w=600&amp;ssl=1
600w, https://i2.wp.com/www.maxmanroe.com/vid/wp-
content/uploads/2018/03/Jenis-Bahaya-Dalam-K3.jpg?
resize=300%2C162&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw,
600px" data-recalc-dims="1" />

Terkait dengan Keamanan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja, para


pekerja harus diberikan edukasi mengenai jenis-jenis bahaya yang ada.
Berikut ini adalah beberapa jenis bahaya dalam K3:
1. Bahaya Jenis Kimia
Jenis bahaya kimia berasal dari berbagai bahan kimia yang berpotensi
merusak kesehatan jika terhirup atau terjadi kontak. Contoh bahaya K3
jenis kimia:

 Gas bahan kimia yang beracun


 Uap bahan kimia
 Abu sisa pembakaran bahan kimia

2. Bahaya Jenis Fisika


Bahaya ini berasal dari berbagai hal yang berhubungan dengan fisika dan
berpotensi merusak kesehatan dan keselamatan jika terjadi kontak.
Contoh bahaya K3 jenis fisika:

 Temperatur ekstrim (terlalu dingin atau terlalu panas).


 Suara terlalu bising yang dapat membuat pendengaran rusak.
 Kondisi udara yang tidak wajar

3. Bahaya Jenis Pekerjaan


Bahaya ini berasal dari jenis pekerjaan/ proyek yang berpotensi merusak
kesehatan dan mengancam keselamatan jiwa pekerja. Contoh bahaya K3
jenis ini:

 Penerangan di lokasi kerja sangat minim yang berpotensi


mengakibatkan kerusakan penglihatan.
 Pekerjaan pengangkutan barang/ material menggunakan manusia
yang kurang hati-hati dan mengakibatkan luka/ cedera.
 Peralatan dan pengamanan yang kurang lengkap yang dapat
mengakibatkan pekerja terluka/ cedera.