Anda di halaman 1dari 7

Analisis Jurnal

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah


Keperawatan Maternitas

Nama Mahasiswa : Edelina Caterina Rumwarin


NIM : 30120118018K

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SANTO BORROMEUS
PADALARANG
2020
1. Pengaruh Pemberian Minuman Jahe Dan Kacang Hijau Terhadap
Frekuensi Mual Muntah Pada Ibu Hamil Trisemester I Di Wilayah
Kerja Puskesmas Ngawen Ii Kabupaten Gunung Kidul
POPULATION INTERVENTION COMPARISON OUTCOME

Penelitian ini Pemberian Pemberian obat Pemberian jahe


dilakukan minuman therapy 30 responden dan kacang
terhadap 90 komplementer dengan obat hijau
responden ibu minuman jahe pyridoxin berpengaruh
hamil trisemester kepada 30 (Vitamin B6) terhadap
I yang mengalami responden dan 30 dari puskesmas penurunan
mual muntah di di minuman sari frekuensi mual
wilayah kerja kacang hijau selama muntah pada ibu
Puskesmas 10 hari terhadap hamil
Ngawen II frekuensi mual trisemester I.
Kabupaten muntah pada ibu
Gunung Kidul hamil

Analisa Jurnal
Menurut Booth (2004), Suwarni (2007) dan Holmas (2011), mual
muntah merupakan salah satu gejala paling awal, paling umum dan paling
menyebabkan stress. Mual dan muntah merupakan ketidaknyamanan yang
umum dialami oleh 50% wanita hamil. Sedangkan menurut World Health
Organization (WHO) jumlah kejadian hyperemesis gravidarum mencapai
12,5% dari jumlah seluruh kehamilan di dunia. Mual muntah pada umumnya
paling parah terjadi di trimester pertama kehamilan. Mual dan muntah
biasanya terjadi pada usia kehamilan 8-12 minggu dan semakin berkurang
secara bertahap hingga akhirnya berhenti pada usia kehamilan 16 minggu
kehamilan (Tiran, 2009). Mual muntah pada kehamilan dapat menyebabkan
penurunan nafsu makan sehingga terdapat perubahan keseimbangan elektrolit
dengan kalium, kalsium dan natrium yang menyebabkan perubahan
metabolisme tubuh (Saifuddin,2001; Rose & Neil, 2007).Penatalaksanaan
mengatasi ketidaknyamanan mual muntah pada kehamilan trimester pertama
adalah dengan menggunakan terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Bidan
memiliki kewenangan memberikan terapi nonfarmakologis (komplementer) yang
dapat digunakan sebagai intervensi untuk mengatasi mual muntah yaitu
dengan tanaman herbal atau tradisional dengan mudah didapatkan seperti jahe,
lemon, peppermint dll (Bryer E, 2005;Ira, 2012) menggunakan bahan
makanan alami yang banyak mengandung vitamin B6 seperti kacang hijau
(Ramayulis,2015).
Puskesmas Ngawen II Gunungkidul merupakan puskesmas yang memiliki
ibu hamil trisemster I rata-rata perbulan 20 orang. Menurut data kunjungan
puskesmas tahun 2018 sebanyak 50% ibu hamil trisemester I mengalami mual
muntah.
Metode penelitian ini menggunakan desain quasy eksperiment dengan
pendekatan time series pretest-postest desain. Penelitian ini menggunakan
nonprobality sampling atau sampling jenuh.
Penentuan sampel diambil secara keseluruhan yang mengalami mual
muntah. 30 responden diberikan minuman jahe dan 30 responden diberikan
minuman kacang hijau selama 10 hari. Serta sebagai control 30 responden dengan
obat dari puskesmas (Vitamin B6).
Menurut penelitian Duke (2007), jahe mengandung minyak asitri yang
mengandung linalool, linail dan terpeniol yang memiliki fungsi sebagai penenang
(sedative) dan aroma jahe dapat menstabilkan system syaraf, menimbulakn
perasaan senang dan tenang.
Menurut suririnah (2010) pirodoksin (vitamin B6) adalah vitamin B
kompleks yang larut dalam air dan merupakan koenzim yang dibutuhkn dalam
metabolism karbohidrat, lemak dan asam amino.
Menurut Khorasani (2019) jahe lebih efektif digunakan untuk
menggurangi mual muntah pada kehamilan dibandigkan vitamin B6 pada dosis
35-500 mg. Namun, pada pengunaan jangka panjang (lebih dari 60 hari)
pengunaan vitamin B6 lebih efektif digunakan. Hal ini sesuai dengan
rekomendasi dari ACOG yang menyatakan bahwa pemberian terapi untuk mual
muntah dapat berupa farmakologis dengan vitamin B6 10-25mg per oral 3-4 kalai
sehari atau dalam bentuk kapsul sebanyak 250mg diminum 4 kali sehari.
Kekurangan dari penelitian ini adalah tidak menjelaskan
a. Aturan minum berapa kali jahe dan kacang hijau diminum dalam sehari dan
berapa takaran masak untuk jahe dan kacang hijau.
b. Efek samping bila dikonsumsi berlebih
c. Kontraindikasi

2. Pengaruh Pemberian Buah Pisang Mas Terhadap Peningkatan Kadar

Hemoglobin Pada Ibu Hamil Trimester III

POPULATION INTERVENTION COMPARISON OUTCOME

Populasi Di berikan pisang Setelah a. Setelah pemberian


penelitian ini mas diberikan buah pisang mas
adalah semua yang pisang mas sebagian besar
ibu hamil direkomendasikan apakah kadar responden
trimester III adalah hemoglobin ibu mengalami
yang 3x3 biji hamil peningkatan HB
mengalami (120gram) setiap trismester III cenderung kearah
Anemia harinya selama 1 menjadi naik rentang normal
berjumlah 20 minggu atau tidak b. Terdapat pengaruh
responden . signifikan secara
Di BPM statistic yang
Ny”B” di menunjukkan
Ngasem Kab bahawa buah pisang
Kediri Tahun mas dapat
2017. meningkatkan kadar
HB ibu hamil
trimester III
Analisa Jurnal

Hemoglobin adalah protein abung_yang kaya akan zat besi, memiliki


afinitas (daya gabudsnng) terhadap oksigen dan dengan oksigen itu membentuk
oksihemoglobin di dalam sel darah merah. Anemia dalam kehamilan adalah
konsentrasi hemoglobin (Hb) kurang dari 11g/dl. Menurut WHO, anemia
dianggap memiliki signifikansi atau masalah kesehatan masrakat.
Anemia dalam kehamilan yang disebabkan karena kekurangan zat besi,
dapat dilakukan pengobatan relatif secara mudah dan murah. Salah satu
alternatifnya adalah mengonsumsi dua buah pisang setiap harinya untuk
memenuhi asupan zat besi bagi pasien anemia. Terlebih buah pisang
mengandung asam folat yang mudah diserap janin melalui rahim. Asam
folat
(vitamin B6) 0,4 mg merupakan jenis vitamin yang larut dalam air dan secara
alami terkandung dalam makanan. Penelitian juga menunjukkan bahwa buah
pisang mas dapat meningkatkan eritrosit, hemoglobin, dan hematokrit
pada
mencit yang anemia (Cholil, 2017).
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi
buah pisang mas Musa acuminate Collaatau terhadap perubahan tingkat anemia
pada ibu hamil di BPM Ny”B”.
Jenis instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner sebelum
dan sesudah di berikan pisang mas. Dosis pisang mas yang direkomendasikan
adalah 3x3 biji (120gram) setiap harinya selama 1 minggu.
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata kadar
Hemoglobin ibu hamil trimester III sesudah diberikan buah pisang mas yaitu
10,05 g/dl. Peningkatan kadar hemoglobin tersebut terjadi karena adanya
kandungan zat besi. Pemberian buah pisang mas selama 1 minggu dilakukan
dengan baik dan reponden mematuhi anjuran yang diberikan peneliti.
Pemberian pisang mas sebanyak 3x3 biji per responden dilakukan pada pagi
hari siang hari dan malam hari dan penelitian ini sesuai dengan SOP
Berdasarkan hasil penelitian yang disajikan dalam tabulasi silang
menunjukkan bahwa dari total 20 responden (100%) yaitu pada sebelum
perlakuan rata-rata kadar Hemoglobin ibu hamil trimetster III yaitu 9,10
g/dl dan setelah diberikan diberikan pisang mas responden mengalami
peningkatan kadar hemoglobin yaitu dengan rata-rata 10,05 g/dl. Lembar
observasi di gunakan untuk mengumpulkan data dengan mengamati dan
mengetahui kepatuhan mengikuti terapi dan perubahan Anemia pada ibu hamil
trimester III.
Menggunakan pisang sebagai makanan alternatif untuk meningkatkan
zat besi dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan asupan zat
besi dalam populasi dengan asupan pisang yang tinggi dan prevalensi
defisiensi besi dan anemia yang tinggi. Penyerapan zat besi dari pisang
mentah sangat tinggi. Hal ini disebabkan karena peningkatan signifikan
karbohidrat larut yang meningkatkan kelarutan besi. Sekitar 50% zat besi
yang dikonsumsi dalam pisang mentah diserap. (Garcia, 2015).
Kelebihan dari penelitian ini adalah kita bisa mengetahui aturan
komsusmsi pisang dan berapa jumlah pisang yang harus di konsumsi untuk
menaikan HB pada ibu hamil. Kita juga tidak perlu mengkomsusmsi obat tambah
darah dengan mengkomsusmsi pisang mas saja sudah bisa membantu
meningkatkan kadar HB dalam darah.
Kekurangan penelitian ini adalah tidak mengatakan bahwa pisang mas
bisa atau tidak di komsumsi pada trisemster I, kontra indikasi bila berlebih dalam
mengkomsumsi pisang mas. Penelitian ini juga tidak menjelaskan aturan makan
pisang apakah setelah makan atau sesudah makan, hanya menulis diberikan 3x3
yaitu pagi,siang dan malam.
.

DAFTAR PUSTAKA

Handajani, S. R., & Astuti, K. E. W. (2019). Pengaruh Pemberian Extrak Jahe


Dan Kacang Hijau Terhadap Pengurangan Mual Pada Ibu Hamil Semester 1
Di Puskesmas Ngawen 2 Wonosari gunung Kidul. (JKG) JURNAL
KEPERAWATAN GLOBAL, 4(2), 95-101.

Safitri, E. K., Mualimah, M., & Riska, H. (2019). Pengaruh Pemberian Buah
Pisang Mas Terhadap Peningkatan Kadar Hb Pada Ibu Hamil Trimester
III. SEAJOM: The Southeast Asia Journal of Midwifery, 5(2), 50-54.