Anda di halaman 1dari 2

Manfaat

Implementasi SIPP
C. Implementasi SIPP akan membawa keuntungan langsung maupun tidak langsung bagi
Langkah selanjutnya adalah menerapkan hasil dari sistem kaderisasi parpol parpol apabila diimplementasikan secara tepat. Keuntungan yang
tersebut kedalam pekerjaan sehari-hari. didapatkan mencakup keuntungan internal dan eksternal.

D. Monitoring dan Evaluasi


Langkah ini bertujuan untuk menilai efektivitas program kaderisasi yang telah KEUNTUNGAN INTERNAL KEUNTUNGAN EKSTERNAL
dijalankan oleh parpol dan dilakukan per/tiga bulan, per/enam bulan atau • Mendorong upaya pembaruan • Meningkatkan kepercayaan
pertahun. menuju parpol modern. masyarakat terhadap parpol.

• Jaminan kader partai dalam • Memberi keuntungan bagi publik


4. SISTEM REKRUTMEN PARTAI POLITIK penerapan kode etik serta sistem untuk memperoleh preferensi
Sistem rekrutmen sebuah parpol perlu memiliki sebuah mekanisme standar kaderisasi dan rekrutmen. memilih.
bagi seluruh anggotanya. Hal ini bertujuan agar parpol dapat menghadirkan
• Parpol lebih mandiri secara • Publik berkesempatan
individu-individu yang memberikan kinerja berkualitas kepada masyarakat
finansial karena diperoleh secara mendapatkan calon pejabat
dan partai. sah dan tidak koruptif. publik yang berkompeten dan
berintegritas.

SISTEM INTEGRITAS
• Adanya kepastian prosedur dan
HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MEMBUAT proses dalam penegakan etik. • Meminimalkan biaya politik
REGULASI REKRUTMEN INTERNAL PARPOL: elektoral.
• Pengelolaan dan tata kelola
keuangan yang lebih baik. • Meningkatkan animo, persepsi, PARTAI POLITIK
dan daya tarik masyarakat untuk
Dilakukan secara Tidak bertentangan
• Pembangunan sumber daya kader bergabung di dunia politik.
demokratis dengan peraturan parpol yang kompeten, handal,
dengan melibatkan perundang-undangan dan berintegritas.
pengurus di semua yang berlaku.

Strategi
tingkat.
Tidak diskriminatif

Implementasi SIPP
Mempertimbangkan terkait pemberian akses
aspirasi dari anggota bagi para kader. Sistem Integritas Partai Politik (SIPP) adalah
parpol. seperangkat kebijakan yang dibangun oleh Partai
Implementasi SIPP diharapkan dapat memulihkan kembali kepercayaan
publik terhadap parpol yang selama ini dinodai dengan kasus-kasus negatif
Politik dan disepakati secara kolektif sebagai standar
dengan menciptakan kader-kader yang kompeten pada bidangnya. Kelima integritas yang harus dipatuhi oleh seluruh kader
5. KEUANGAN PARTAI POLITIK strategi ini dapat digunakan untuk memaksimalkan implementasi integrasi
UU Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik Pasal 39 mewajibkan parpol pada parpol.
partai untuk:
untuk membuat laporan keuangan (berupa laporan realisasi anggaran,
laporan neraca dan laporan arus kas) setahun sekali untuk diaudit dan 1 2 3 1. Menghasilkan calon pemimpin yang berintegritas
diumumkan ke publik guna memastikan pengelolaan keuangan dalam Mendorong 5 Penegakan Implementasi
parpol dilakukan secara transparan dan akuntabel. (lima) komponen aturan internal sistem 2. Meminimalkan risiko korupsi politik dan
inti integritas partai secara integritas penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power)
parpol sebagai tegas untuk dalam internal
bagian dari menjaga parpol parpol perlu 3. Instrumen kepatuhan sistem integritas partai
Mendorong Alokasi Penyusunan Pemba- Penerapan perubahan UU dan politisi dari diadopsi dalam
sistem prioritas sistem ngunan standar nomor 2 tahun kegiatan yang kebijakan
politik
kemandirian penggu- keuangan mekanisme prosedur
keuangan naan dana yang pengawasan operasional
2011 tentang merugikan parpol secara 4. Menghasilkan tata kelola keuangan yang
Partai Politik. internal parpol. menyeluruh.
partai bantuan transparan, penggu- penggu- transparan dan akuntabel.
melalui alo- parpol akuntabel, naan dana naan dana
4 5
kasi bantuan dalam dan dapat internal partai.
pendanaan penyusunan diakses partai untuk Pelaksanaan
negara yang sistem oleh publik mencegah monitoring Implementasi SIPP diharapkan dapat menjadi acuan
memadai integritas secara luas. penyalahgu- secara bulanan Sosialisasi dalam mewujudkan partai politik yang berintegritas di
dan sumber parpol naan. maupun SIPP melalui
pendanaan (rekrutmen, triwulanan untuk internal (kader) Indonesia
lainnya yang kaderisasi, memastikan dan eksternal
sah (opera- kode etik, pelaksanaan (publik).
sional dan dll). sesuai
kandidasi). perencanaan.
Latar Belakang: Persoalan
Integritas Partai Politik
Banyak praktik dari pengelolaan parpol yang belum berintegritas dan sulit Pengukuran indikator SIPP dilakukan berdasar 5 (lima) komponen 2. DEMOKRASI INTERNAL PARTAI POLITIK
mendorong terwujudnya praktik good governance. Padahal, parpol diharapkan internal yang terdiri atas 19 (sembilan belas) variabel. Segenap anggota, kader, dan pengurus parpol diharuskan untuk terlibat dan
mampu melahirkan politisi yang dapat memperjuangkan kepentingan dilibatkan dalam forum musyawarah atau pertemuan yang mengagendakan
masyarakat demi memajukan kesejahteraan sosial serta mewujudkan tata pergantian kepengurusan secara berkala sesuai konstitusi parpol untuk
kelola pemerintahan yang efektif, stabil dan demokratis. mewujudkan pengelolaan parpol yang transparan, demokratis dan akuntabel
3. Sistem Pengaduan dan
1. Dokumen Etik Parpol Whistle Blower
2. Lembaga Penegak Etik KODE 4. Pengaturan Konflik
ETIK Kepentingan
3. SISTEM KADERISASI PARTAI POLITIK
Ketiadaan Untuk mewujudkan terciptanya sistem kaderisasi yang berintegritas, parpol
Standar Etik
Partai dapat memberlakukan hal-hal dibawah ini bagi para anggotanya, baik yang
KEUANGAN DEMOKRASI
sudah bergabung sejak lama maupun bagi anggota partai yang baru
PARPOL SISTEM INTERNAL
PARPOL bergabung:
INTEGRITAS
PARTAI A. Sistem dan Panduan Kaderisasi
1. Sumber Keuangan
2. Alokasi / Penggunaan
POLITIK 1. Penentuan Pengurus
2. Pengambilan Keputu-
san Sistem dan panduan kaderisasi bersifat baku dan bertujuan untuk
Tantangan PERSOALAN Problematika Anggaran 3. Penentuan Caleg dan

Demokrasi Kaderisasi &


3. Tata Kelola Keuangan Pejabat Publik
meningkatkan kapasitas
Internal
INTEGRITAS Rekrutmen
4. Desentralisasi
Kewenangan
kader dengan menggunakan 5 (lima) prinsip utama, yaitu:
PARTAI REKRUTMEN KADERISASI • Inklusif : Memberikan akses yang sama bagi seluruh anggota parpol
• Berjenjang : Kegiatan kaderisasi dilakukan secara bertingkat mulai dari
tingkat pertama, madya (menengah) hingga utama.
1. Sistem dan Panduan 1. Sistem dan Panduan • Berkala : Proses kaderisasi harus dilakukan secara periodik.
2. Regulasi dan database
Problematika
2. Regulasi dan database
3. Implementasi 3. Implementasi • Terukur : Terjadi keselarasan antara kurikulum yang diajarkan dengan
4. Monitoring dan 4. Monitoring dan
Pendanaan Evaluasi Evaluasi output kader.
Parpol
• Berkelanjutan: Sistem kaderisasi dijadikan kegiatan rutin partai dan
dirancang dengan menggunakan metode tertentu.

Oleh karena itu, dibuatlah sebuah Sistem Integritas Partai Politik (SIPP) yang 1. KODE ETIK KOMPETENSI INTI
berisi seperangkat kebijakan untuk dibangun oleh parpol dan kemudian Standar Etik Parpol disusun baik untuk parpol maupun politisi dengan 8
disepakati secara kolektif sebagai standar integritas yang harus dipatuhi oleh (delapan) prinsip khusus. Standar tersebut menjadi penting bagi upaya
seluruh kader partai mewujudkan parpol dan politisi yang berintegritas.

Pengurus Partai
Anggota
SISTEM INTEGRITAS PARTAI POLITIK PRINSIP
President
DPR UTAMA Tingkat Pusat /
National

Organisasi atau sekumpulan orang Pengurus


Kesatuan kebijakan Anggota Partai Tingkat
sebagai badan hukum publik yang Provinsi
standar integritas oleh
seluruh kader parpol
menjalankan aktivitas politik yang Gubernur DPRD
Provinsi
MADYA
terorganisir dipersamakan oleh Pengurus
Kepentingan Partai Tingkat
kesamaan ideologi. Kejujuran Integritas Akuntabilitas
Umum Kabupaten
Anggota
Bupati / Pengurus
Walikota
DPRD
Kabupaten
PRATAMA Partai Tingkat
TUJUAN / Kota Kecamatan

Ilustrasi: Sistem kaderisasi berjenjang

Meminimalkan risiko korupsi Taat pada


Menghasilkan calon Transparansi Keadilan Profesional
politik dan penyalahgunaan Hukum
pemimpin berintegritas.
kekuasaan (abuse of power) B. Regulasi dan database
Setelah menentukan sistem dan panduan kaderisasi yang baku, parpol perlu
memberikan dukungan lanjutan dengan menentukan regulasi yang mengatur
Menghasilkan tata kelola mekanisme kegiatan kaderisasi dan memberlakukan sistem database parpol.
Instrumen kepatuhan SIPP keuangan yang transparan
dan akuntabel