Anda di halaman 1dari 5

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 Pembahasan

Proses humidifikasi merupakan suatu proses yang dapat menambah kadar air


dalam gas.  Dalam proses tersebut ada dua cara yaitu dengan pemanasan dan
tanpa pemanasan. Pada proses humidifikasi, aliran gas dan dan aliran air
dikontakkan secara counter current dimana air mengalir dari atas dan gas/udara
mengalir ke atas dari bawah dengan bantuan kompresor dengan laju alir sirkulasi
air tertentu.

Pada percobaan yang telah dilakukan menggunakan variasi tinggi packing (10
dan 20), beda tekanan (20,50 dan 70) dan laju alir udara (2,4,5 dan 6)

Volume liquid hold up pada proses humidifikasi dihitung berdasarkan


perbedaan tekanan dalam kolom sehingga diperoleh volume liquid hold up dan
kuantitas dari liquid hold up.

a) Kalibrasi

Kalibrasi
4.00E-05
3.00E-05
2.00E-05
Q

1.00E-05
0.00E+00
20 30 40 50 60 70 80 90
∆P
.

Gambar grafik kalibrasi


Grafik diatas merupakan grafik kalibrasi. Fungsi dari kalibrasi ini
adalah untuk menentukan laju alir cairan dengan cara volume keluaran dibagi
dengan waktu dibagi waktu yang dibutuhkan dalam 1 putaran flowmeter. Dari
grafik diatas dapat disimpulkan bahwa semakin besar tekanan maka laju alir
cairannya akan semakin besar pula. Pada delta P 30 nilai Q sebesar 1.11E-05
m3/s, pada beda tekan 50 nilai Q sebesar 2.78 E-05 m 3/s dan pada beda tekan
70 nilai Q sebesar 3.45 E-05 m3/s.

b) Perbandingan Q dengan Hout

Debit v H OUT
0.03
0.03
0.03
0.03
0.03
Hout

0.03
0.03
0.03
0.03
0.03
0.03
1.00E-06 1.10E-05 2.10E-05 3.10E-05 4.10E-05
Packing 20 cm
Q
Packing 10 cm

Gambar grafik Q vs Hout

Grafik dibawah ini merupakan grafik perbandingan antara debit (Q)


dengan Hout. Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa semakin besar laju alir
cairan (Q) maka semakin besar pula nilai Hout nya. Jika dilihat dari tinggi
kolom packing dapat disimpulkan bahwa semakin rendah kolom packing
maka semakin besar nilai Hout nya. Pada Q= 1.11E-05 m3/s nilai Hout nya
adalah 0.027, pada Q= 2.78 E-05 m3/s nilai Houtnya adalah 0.0275 dan pada
Q= 3.45E-05 m3/s nilai Hout nya adalah 0.028.
c) Perbandingan debit dengan Liquid Hold up

Debit v Liquid Hold Up


Packing 20 cm Packing 10 cm
0.35
0.3
0.25
0.2
LHU

0.15
0.1
0.05
0
1.00E-06 1.10E-05 2.10E-05 3.10E-05 4.10E-05
Q

Grafik Q Vs LHU

Grafik diatas merupakan grafik perbandingan antara debit dengan


Liquid Hold up. Liquid Hold up sendiri adalah kuantitas cairan yang masih
tertahan dalam packing atau permukaan packingnya. Liquid Hold up didapat
dengan menghitung selisih ketinggian volume kedua valve laju alir udara dan
gas terbuka juga pada saat kedua valve tertutup yang nantinya terdapat cairan
yang turun atau meneter yang disebut dengan Liquid Hold up. Dari grafik
dapat dilihat bahwa semakin besar debit maka semakin besar pula nilai Liquid
Hold upnya juga semakin besar tinggi kolom packingnya akan semakin besar
pula nilai Liwquid hold upnya dengan mengambil sampe Q pada ketinngian
kolom 10cm = 1.11E-05 m3/s , 2.78 E-05 m3/s dan 3.45 E-05 m3/s masing-
masing nilai Liquid Hold upnya adalah 0.13461 , 0.170031 dan 0.212538.
d) Perbandingan laju alir udara dengan Hout
Laju Alir Udara v Hout
0.04

0.03

0.03
Packing 20 cm
Hout

0.02 Packing 10 cm

0.02

0.01
1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5 5 5.5 6 6.5
:aju Alir Udara

Gambar grafik laju alir udara Vs Hout


Grafik diatas merupakan grafik perbandingan antara laju alr udara
dengan H out. Dari grafik terlihat semakin kecil laju alir maka semakin kecil
nilai H nya pada tinggi kolom packing 10cm laju alir udara 2, 4 dan 6 nilai
dari H outnya masing-masing adalah 0.024,0.03 dan 0.031.
e) Perbandingan laju alir udara dengan Liquid Hold up

Laju Alir Udara v Liquid Hold Up


Packing 20 cm Packing 10 cm
0.41
0.36
0.31
0.26
0.21
LHU

0.16
0.11
0.06
0.01
1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5 5 5.5 6 6.5
:aju Alir Udara

Gambar Laju alir udara Vs LHU


Grafik diatas merupakan grafik penbandingan antara laju alir udara
dengan Liquid Hold up dari grafik diatas dapat dilihat bahwa pada tinggi
packing 10cm semakin tinggi laju alir udara maka semakin besar nilai Liquid
Hold up nya sedangkan pada tinggi kolom packing 20cm sebaliknya. Halini
dapat terjadi karena kurangnya ketelitian pada saat melakukan percobaan.