Anda di halaman 1dari 3

Bab 7

Identitas Nasional
A. Pengertian Identitas Nasional
Identitas nasional merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang
dalam berbagai aspek kehidupan suatu bangsa dengan ciri khas yang melekat. Dengan ciri khas
tersebut akan tampak perbedaan dalam hidup dan kehidupan antara satu bangsa dan bangsa
lainnya.

B. Pengertian Umum Nasionalisme


Nasionalisme di Indonesia ditandai dengan lahirnya:
 Hasil politik etis (abad ke-19 – 20)
 Tumbuhnya paham nasionalisme
 Budi Utomo 1908
 Indische Partij 1912, Volksraad 1917
 Sumpah Pemuda 1928
 Proklamasi 1945

1. Proses Pembentukan Bangsa


Ada dua proses pembentukan bangsa-negara, yaitu:
 Model Ortodoks, berawal dari adanya suatu bangsa terlebih dahulu, kemudian
membentuk negara. Model ortodoks ini menghasilkan bangsa – negara yang relatif
homogen. Contohnya Israel.

 Model Mutakhir, berawal dari adanya negara terlebih dahulu, yang terbentuk
melalui proses tersendiri, sedangkan penduduk negara merupakan sekumpulan suku
bangsa dan ras. Model mutakhir ini menghasilkan bangsa – negara yang relatif
heterogen. Contohnya adalah Amerika Serikat.

2. Hakikat Bangsa
Konsep bangsa memiliki dua pengertian, yaitu dalam arti:
 Sosiologis Antropologis (Cultural Unity), adalah persekutuan hidup masyarakat yang
berdiri sendiri dan setiap anggotanya merasakan satu kesatuan ras, bahasa, agama
dan adat istiadat. Contohnya, bangsa Jawa, bangsa Batak, dll.

 Politis (Political Unity), adalah masyarakat dalam suatu daerah yang sama dan
tunduk pada kedaulatan negaranya sebagai suatu kekuasaan tertinggi ke luar dan ke
dalam. Contohnya, bangsa Indonesia, bangsa Jerman, dll.

3. Loyalitas Ganda
Setiap identitas menuntut loyalitas atau kesetiaan. Seorang warga negara yang memiliki dua
identias memiliki pula dua loyalitas atau yang biasa disebut loyalitas ganda. Kesetiaan pada
identitas nasional ini penting karena dapat mempersatukan warga bangsa sebagai satu
bangsa dalam satu negara. Oleh karena itu, sebuah bangsa – negara memerlukan national
character building yang terus menerus dalam diri warga negaranya.
4. Identitas Bangsa
Bangsa memiliki penanda, jati diri, atau identitas yang bisa membedakan atau dibedakan
dengan bangsa lain. Identitas bangsa bersifat askripif (sudah ada sejak lahir), bersifat
alamiah, primer dan etnis. Setiap anggota cultural unity memiliki kesetiaan atau loyalitas
pada identitasnya. Mislanya setia pada suku, agama, budaya, daerah asal, bahasa dan
kerabatnya.

C. Unsur – Unsur Terbentuknya Identitas Nasional


1. Suku Bangsa
Di Indonesia terdapat banyak sekali suku bangsa yang tidak kurang dari 300 dialek. Populasi
penduduk Indonesia saat ini diperkirakan mencapai 210 juta dan dari jumlah tersebut,
separuhnya diperkirakan beretnis Jawa. Sedangkan sisanya, mendiami kepulauan di luar
Jawa, seperti suku Makassar Bugis, Batak, Bali, Aceh, dll.

2. Agama
Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang agamis. Agama-agama yang tumbuh dan
berkembang di Indonesia adalah Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Kong Hu Cu.
Oleh karena itu, Indonesia rawan terhadap disintegrasi bangsa. Isu agama merupakan salah
satu isu yang mudah menimbulkan konflik. Untuk itu, sikap toleransi sangat diperlukan
untuk menjaga keutuhan dan kesatuan Indonesia.

3. Kebudayaan
Kebudayaan adalah pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang berisi berbagai
model pengetahuan secara kolektif sehingga digunakan oleh para pendukungnya untuk
menafsirkan dan memahami lingkungan serta bertindak sesuai dengan lingkungan yang
dihadapi.

4. Bahasa
Bahasa adalah sistem perlambangan yang secara arbiter dibentuk asas unsur-unsur bunyi
ucapan manusia dan digunakan sebagai sarana berinteraksi antar manusia. Di Indonesia
terdapat beragam bahasa daerah yang mewakili banyaknya suku bangsa. Pada tahun 1928
terjadi peristiwa Sumpah Pemuda. Adapun para tokoh sumpah pemuda dari latar belakang
suku dan kebudayaan menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa
Indonesia.

D. Nasionalisme Indonesia dan Konsep – Konsep Turunannya


1. Negara Bangsa
Konsep negara bangsa adalah konsep tentang negara modern, suatu negara dapat dikatakan
telah memenuhi syarat negara modern apabila memenuhi syarat kewilayahan dan faktor
kependudukan, adanya batasan territorial wilayah, pemerintahan yang sah dan pengakuan
dari negara lain.

2. Warga Negara
Menurut bab X UUD 1945 pasal 26, bahwa menjadi warga Indonesia adalah orang-orang
berbangsa asli Indonesia dan orang-orang bansa lainnya yang disahkan oleh undang-undang
sebagai warga negara.
3. Perlunya Integrasi Nasional
Integrasi Sosial adalah penyatupaduan dari kelompok masyarakat yang asalnya berbeda
menjadi suatu kelompok besar dengan cara melenyapkan perbedaan dan jati diri masing-
masing. Adapun integrasi Nasional adalah penyatuan bagian-bagian yang berbeda dari suatu
masyarakat menjadi suatu keseluruhan yang lebih utuh dan memadukan masyarakat kecil
yang banyak jumlahnya menjadi suatu bangsa

4. Akankah kita junjung Tinggi Identitas Nasional? Atau justru kita merusak dan
meniadakannya?
Berdasarkan kenyataan ini terlihat jelas bahwa identitas nasional mulai terkikis dengan
datngnya budaya-budaya barat yang tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia.