Anda di halaman 1dari 2

KB.

4 PENGUATAN INTEGRITAS

1. Sebelum melakukan perubahan, saya akan menentukan tujuan yang bisa saya
capai dengan target spesifik yang realistis. Pendekatan yang saya lakukan pertama-tama
dengan mulai memahami cara menjadi orang yang lebih konsisten dengan mendekati
kelompok orang-orang tersebut, kemudian saya akan berusaha memotivasi diri saya dan
berusaha menjadi orang yang bertanggung jawab, misalnya bisa dengan membuat catatan
kecil tentang jadwal harian, atau membuat alarm pengingat sehingga tidak mengingkari
janji pada diri sendiri. Mungkin hal ini membutuhkan proses, terutama pada perubahan
pola pikir supaya semangat tidak lemah  selama proses tersebut, namun jika dilakukan
secara terus menerus akan melekat ke dalam diri dan diharapkan akan memperoleh tujuan
yang akan dicapai.

2. Dalam setiap fase kehidupan yang kita lalui bersama masyarakat selama kita hidup,
berbagai kondisi lingkungan yang kita hadapi akan berpengaruh pada perkembangan
hidup kita. Jika kita mengelompok dengan orang-orang yang memiliki konsistensi tinggi
maka secara tidak langsung lama-kelamaan kita akan ikut masuk dalam kelompoknya.
Namun ada kalanya kita dihadapkan dengan kelompok lain yang mempunyai karakter
yang tidak konsisten terhadap dirinya sendiri. Upaya tersebut bisa kita tularkan kepada
orang-orang disekitar kita, karena perilaku kita akan menjadi contoh untuk orang lain.
Berbekal semangat yang kuat, dan terus dimotivasi, walaupun berat namun jika dilakukan
secara terarah maka akan berdampak positif dan saya yakin hal tersebut bisa merubah diri
seseorang untuk bisa meiliki intergritas sesuai tujuan yang ingin dicapai.

Kita sebagai guru di tuntut untuk menumbuhkan kedisiplinan belajar siswa. Namun
banyak seringkali siswa yang melanggar tata tertib dan kewajiban serta tugas yang
diberikan, maka mereka akan dikenakan hukuman atau sanksi. Karena guru yang
memiliki tingkat emosional yang tinngi tidak akan bertanya dan memberikan kesempatan
kedua kali kepada siswa namun yang ada adalah penerapan hukuman yang berakibat
siswa menjadi malas mengikuti pelajaran di kelas. Hukuman di sekolah di buat bukan
sebagai pembalasan, tetepi dibuat untuk memperbaiki perilaku anak-anak dari kesalahan
yang dilakukannya.
.suatu hukumah fisik belun tentu menjadi cara yang efektif untuk merubah perilaku siswa
tetapi sebaliknya akan menyebapkan penyimpangan perilaku dari siswa semakin besar
dan berlanjut kesalahan yang pada akhirnya menyebapkan tingkat kemandirian siswa
menurun.

Penerapan hukuman harus dipandang sebagai bentuk pertanggung jawaban atas


perbuatan yang melangggar batasan yang di tetapkan.
dalam memberikan suatu hukuman para guru hendaknya berpedoman pada dua prinsif,
artinya dihukum karena bersalah, dan dihukum agar tidak berbuat kesalahan lagi.
Menegakkan kedisiplinan siswa merupakan upaya membentuk perilaku siswa secara baik
melalui kepala sekolah, guru dan wali kelas.
Jangan menghukum ketika marah. b) Jangan menghukum karena ingin membalas
dendam atau sakit hati. c) Hukuman harus sesuai dengan tingkat kesalahannya. d)
Hukumlah peserta didik secara adil, jangan pilih kasih atau berat sebelah. e) Jangan
memberi hukuman yang dapat merendahkan harga diri atau martabat peserta didik. f)
Jangan sampai melukai. g) Pilihlah bentuk hukuman yang dapat mendorong peserta didik
untuk segera menyadarkan dan memperbaiki kekeliruannya.
Namun jenis hukuman itulah yang seharusnya disesuaikan dengan lingkungan sekolah
sebagai sarana pendidikan dan pembelajaran, bukan penghakiman.
Karena itu, agar pendekatan ini tidak terjalankan dengan leluasa, maka setiap pendidik
hendaknya memperhatikan syarat-syarat dalam pemberian hukuman, yaitu: 1) Pemberian
hukuman harus tetap dalam jalinan cinta, dan kasih sayang. 2) Harus didasarkan pada
alasan keharusan. 3) Harus menimbulkan kesan di hati anak. 4) Harus menimbulkan
keinsyafan dan penyesalan kepada anak didik. 5) Diikuti dengan pemberian maaf dan
harapan serta kepercayaa
Dengan disiplin, anak didik bersedia untuk tunduk dan mengikuti peraturan tertentu dan
menjauhi larangan tertentu.
Dengan disiplin, anak didik bersedia untuk tunduk dan mengikuti peraturan tertentu dan
menjauhi larangan tertentu.