Anda di halaman 1dari 9

MASYARAKAT MULTIKULTURALISME

OLEH :

MANK AYU MONICA

KELAS XI IPS 1

SMA NEGERI 1 AMPANA KOTA


PENGANTAR

RAS DUNIA

Dunia ini di ciptakan oleh Allah sebagai suatu sarana pemenuhan kebutuhan bagi manusia. Dan
Allah menciptakan makhluknya selalu berpasang-pasangan, sedangkan dalam Al-Quran Allah
berfirman bahwa telah aku kami ciptakan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku. Maka dari
itu jelaslah, dalam pandangan islam suatu kemajemukan masyarakat itu memang sudah ada dari
awal penciptaan manusia.

Begitu pula dilihat dari sudut ilmu sosial, dalam Al-Quran manusia disebut sebagai “An-Nas”, yang
artinya manusia sebagai makhluk sosial. Yang mana manusia tidak akan bisa hidup sendiri tanpa
adanya dukungan dari manusia yang lain. Di beberapa ayat lain manusia disebut sebagai “AI-
insan”, ini menunjukkan bahwa manusia adalah seorang individu yang unggul. Mengapa
demikian, karena manusia di ciptakan dengan karakter yang berbeda dengan manusia yang lain,
jadi sampailah pada kesimpulan bahwa manusia adalah seorang individu sekaligus makhluk
sosial yang dengan kekarakteristikannya terbentuklah suatu masyatakan majemuk yang
menghiasi dunia ini.
PENGERTIAN MASYARAKAT MULTIKULTURAL

1. Furnivall
Masyarakat multikultural adalah suatu masyarakat yang terdiri dari dua atau lebih elemen
yang hidup sendiri-sendiri tanpa ada pembauran satu sama lain di dalam suatu satu
kesatuan politik.

2. Clifford Gertz

Masyarakat multikultural adalah merupakan masyarakat yang terbagi dalam sub-sub sistem
yang kurang lebih berdiri sendiri dan masing-masing sub sistem terkait oleh ikatan-ikatan
primordial.
3. Nasikun

Masyarakat multikultural adalah suatu masyarakat bersifat majemuk sejauh masyarakat


tersebut secara setruktur memiliki sub-subkebudayaan yang bersifat deverseyang ditandai
oleh kurang berkembangnya sistem nilai yang disepakati oleh seluruh anggota masyarakat
dan juga sistem nilai dari satu-kesatuan sosial, serta seringnya muncul konflik-konflik
sosial.

Kesimpulan
Masyarakat multikultural adalah suatu masyarakat yang teriri dari berbagai elemen, baik itu
suku, ras, agama, pendidikan, ekonomi, politik, bahasa dll. yang hidup dalam suatu
kelompok masyrakat yang memiliki satu pemerintaha tetapi dalam masyarakat itu masing-
masing terdapat segmen- segmen yang tidak bisa disatukan.

FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA MULTIKULTURALISME

1. Faktor geografis, faktor ini sangat mempengaruhi apa dan bagaimana kebiasaan suatu
masyarakat. Maka dalam suatu daerah yang memiliki kondisi geografis yang berbeda maka
akan terdapat perbedaan dalam masyarakat( multikultural).

2. Pengaruh budaya asing, mengapa budaya asing menjadi penyebab terjadinya multikultural,
karena masyarakat yang sudah mengetahui budaya-budaya asing kemungkinan akan
terpengaruh mind set mereka dan menjadikan perbedaan antara
3. Kondisi iklim yang berbeda, maksudnya hampir sama dengan perbedaan letak geografis
suatu daerah.

CIRI-CIRI MASYARAKAT MULTIKULTURAL

1. Terjadi segmentasi, yaitu masyarakat yang terbentuk oleh bermacam-macam


suku,ras,agama, pendidikan, ekonomi, politik, bahasa dll. tapi masih memiliki pemisah.
Yang biasanya pemisah itu adalah suatu konsep yang di sebut primordial. Contohnya, di
Jakarta terdiri dari berbagai suku dan ras, baik itu suku dan ras dari daerah dalam negeri
maupun luar negeri, dalam kenyataannya mereka memiliki segmen berupa ikatan
primordial kedaerahaannya.
2. Memilki struktur dalam lembaga yang non komplementer, maksudnya adalah dalam
masyarakat majemuk suatu lembaga akan mengalami kesulitan dalam menjalankan atau
mengatur masyarakatnya alias karena kurang lengkapnya persatuan yang terpisah oleh
segmen-segmen tertentu.
3. Konsesnsus rendah, maksudnya adalah dalam kelembagaan pastinya perlu adanya suatu
kebijakan dan keputusan. Keputusan berdasarkan kesepakatan bersama itulah yang
dimaksud konsensus, berarti dalam suatu masyarakat majemuk sulit sekali dalam
penganbilan keputusan.
4. Relatif potensi ada konflik, dalam suatu masyarakat majemuk pastinya terdiri dari berbagai
macam suku adat dan kebiasaan masing-masing. Dalam teorinya semakin banyak
perbedaan dalam suatu masyarakat, kemungkinan akan terjadinya konflik itu sangatlah
tinggi dan proses peng-integrasiannya juga susah
5. Integrasi dapat tumbuh dengan paksaan, seperti yang sudah saya jelaskan di atas, bahwa
dalam masyarakat multikultural itu susah sekali terjadi pengintegrasian, maka jalan
alternatifnya adalah dengan cara paksaan, walaupun dengan cara seperti ini integrasi itu
tidak bertahan lama.
6. Adanya dominasi politik terhadap kelompok lain, karena dalam masyarakat multikultural
terdapat segmen-segmen yang berakibat pada ingroup feeling (keikutsertaan dalam
kelompok) tinggi maka bila suatu ras atau suku memiliki suatu kekuasaan atas masyarakat
itu maka dia akan mengedapankan kepentingan suku atau rasnya.

RAGAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL

RAS AUSTRALOID

Ras Australoid adalah nama ras manusia yang


mendiami bagian selatan India, Srilanka, beberapa
kelompok di Asia Tenggara, Papua, Kepulauan
Melanesia dan Australia. Untuk kelompok di Asia
Tenggara, orang asli di Malaysia dan orang
Negrito di Filipina termasuk ras ini. Sebelum Ras
Mongoloid tiba di Nusantara, Ras Australoid
merupakan ras dominan yang tersebar diseluruh
pulau, samapi terdesak ke bagian timur Nusantara.
Ciri khas utama ras ini ialah bahwa mereka berambut keriting hitam dan berkulit hitam. Namun
beberapa anggota ras ini di Australia berambut pirang dan rambutnya tidaklah keriting melainkan
lurus. Selain itu beberapa orang asli di Malaysia kulitnya juga tidak selalu hitam dan bahkan
menjurus putih.

RAS KAUKASOID
Ras Kaukasoid adalah ras manusia yang sebagian
besar menetap di Eropa, Afrika Utara, Timur
Tengah, Pakistan, dan India Utara. Keturunan
mereka juga menetap di Australia, Amerika Utara,
sebagian dari Amerika Selatan, Afrika Selatan dan
Selandia Baru.
Ciri-ciri ras kaukasoid :
-    hidung mancung
 -    kulit putih
 -    rambut pirang sampai coklat kepirang kehitaman
 -    kelopak mata lurus
Anggota ras Kaukasoid biasa disebut “berkulit putih”, namun ini tidak selalu benar. Oleh beberapa
pakar misalkan orang Ethiopia dan orang Somalia dianggap termasuk ras Kaukasoid, meski
mereka berambut keriting dan berkulit hitam, mirip dengan anggota ras Negroid. Namun mereka
tengkoraknya lebih mirip tengkorak anggota ras Kaukasoid.

RAS MONGOLOID

Ras Mongoloid adalah ras manusia yang sebagian besar menetap


di Asia Utara, Asia Timur, Asia Tenggara, Madagaskar di lepas
pantai timur Afrika, beberapa bagian India Timur Laut, Eropa
Utara, Amerika Utara, Amerika Selatan dan Oseania. Anggota ras
Mongoloid biasa disebut “berkulit kuning”, namun ini tidak selalu
benar. Misalkan orang Indian di Amerika dianggap berkulit merah
dan orang Asia Tenggara seringkali berkulit coklat muda sampai
coklat gelap.
Ciri-ciri ras Mongoloid :
 -    kulit kuning sampai sawo mateng
 -    rambut lurus
 -    bulu badan sedikit
 -    mata sipit (Asia Mongoloid)
 -    ras ini juga lebih kecil dan pendek dari pada Kaukasoid

RAS NEGROID

Ras Negroid adalah ras manusia yang terutama


mendiami benua Afrika di sebelah selatan gurun
sahara. Keturunan mereka banyak mendiami
Amerika Utara, Amerika Selatan dan juga Eropa
serta Timur Tengah.
Ciri-ciri ras Negroid :
 -    rambut keriting
 -    kulit hitam
 -    bibir tebal
 -    kelopak mata lurus