Anda di halaman 1dari 4

SOP MANAJEMEN VAKSIN PADA SUHU 2 – 8 0C

Pengertian : Vaksinasi atau imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan atau
meningkatkan kekebalan tubuh seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit,
sehingga bila suatu saat terjangkit dengan penyakit tersebut tidak akan sakit
atau hanya mengalami sakit ringan.
Tujuan : 1. Sebagai acuan dalam pengelolaan vaksin pada suhu 2-80C
2. Sebagai kerangka acuan dalam pelayanan vaksinasi covid-19
Prosedur :
A. Penyimpanan Vaksin
1. Simpan vaksin di lemari es pada suhu 20 -80C
2. Susun dus vaksin dalam  lemari es diberi jarak antara 2 jari untuk
pertukaran udara
3.  Letakkan jauh Vaksin FS (Frezee Sensitive = DPT,HB,DT,TT) dengan
bagian paling dingin dalam lemari es (evaporator). Vaksin HS (Heat
Sensitive = Polio, Campak,  BCG) diletakkan dekat dengan evaporator.
4. Buka lemari es seminimal mungkin setiap harinya untuk menjaga
stabilitas suhu penyimpanan.
5. Pantau suhu setiap hari (pagi dan sore) dan dicatat pada grafik suhu
lemari es.
6. Lakukan pemeliharaan lemari es (harian, mingguan dan bulanan).

B. Prosedur Pengeluaran vaksin dan pelarut dari lemari es


1. Tentukan seberapa banyak vial vaksin yang dibutuhkan untuk
pelayanan sebelum membuka lemari es.
2. Catat suhu di dalam lemari es.
3. Pilih dan keluarkan vaksin sesuai ketentuan yang telah ditetapkan
untuk alat pemantau botol vaksin (VVM) dan tanggal kedaluarsa.

C. Prosedur permintaan vaksin untuk pelayanan di IFRS, dan unit terkait


1. Ajukan permohonan resmi permintaan vaksin kepada petugas pengelola
vaksin IFRS.
2. BerikanVaksin yang diminta harus sesuai dengan kebutuhan sasaran
3.  Bawa vaccin dengan menggunakan vaksin carrier atau cold box yang
diisi cool pack dengan jumlah yang sesuai.

D. Prosedur pemeriksaan keamanan vaksin


1. Periksa label vaksin dan pelarut. Jika label tidak ada, vaksin atau
pelarut tidak boleh digunakan.
2. Periksa alat pemantau botol vaksin (VVM).
3. Periksa tanggal kadaluarsa.
4. Periksa alat pemantau suhu beku dalam lemari es. Jika indikator
menunjukkan adanya pembekuan atau diperkirakan vaksin yang sensitif
beku (vaksin-vaksin DTP, DT, TT,  HepB, DTP-HepB ) telah
membeku, sebaiknya dillakukan tes kocok.

E. Pemeliharaan cold chain atau sistem rantai dingin vaksin selama


pelaksanaan imunisasi
1. Simpan vaksin dan pelarut dalam vaccine carrier dengan
menggunakan cold pack, agar suhu tetap terjaga pada temperature
20-80 C dan vaksin yang sensitive terhadap pembekuan agar tidak
beku selama pelayanan imunisasi.
2. Hindari vaccine carrier yang berisi vaccine dari cahaya matahari
langsung.
3. Tutup rapat vaccine carrier sebelum sasaran datang vaksin dan
pelarut harus tersimpan dalam vaccine carrier.
4. Jangan membuka vaccine atau melarutkan vaccine bila belum ada
sasaran datang.
5. Lakukan Pada saat pelarutan, suhu pelarut dan vaksin harus sama.
6. Ingatkan Petugas imunisasi tidak  diperbolehkan membuka vial
baru sebelum vial lama habis.
7. Lindungi dari cahaya matahari dan suhu luar  untuk vaksin yang
sudah dilarutkan dengan cara diletakkan di lubang busa yang
terdapat di atas vaccine carrier bila sasaran belum datang.
8. Siapkan cool pack dalam setiap vaccine carrier sebaiknya terdapat
empat cool pack
9. Lakukan setiap  vaksin yang sudah dilarutkan sudah habis,
pelarutan selanjutnya dilakukan bila telah ada anak yang hendak
diimunisasi. 
SOP MANAJEMEN VAKSIN PADA SUHU 20 0C
SOP MANAJEMEN VAKSIN PADA SUHU 70 0C