Anda di halaman 1dari 2

Terapi Individu

1. Terapi individual adalah penanganan klien gangguan jiwa dengan pendekatan hubungan
individual antara seorang terapis dengan seorang klien.
2. Suatu hubungan yang terstruktur yang terjalin antara perawat dan klien untuk mengubah
perilaku klien.
3. Hubungan yang dijalin adalah hubungan yang disengaja dengan tujuan terapi, dilakukan
dengan tahapan sistematis (terstruktur) sehingga melalui hubungan ini terjadi perubahan
tingkah laku klien sesuai dengan tujuan yang ditetapkan di awal hubungan.
4. Hubungan terstruktur dalam terapi individual bertujuan agar klien mampu menyelesaikan
konflik yang dialaminya. Selain itu klien juga diharapkan mampu meredakan penderitaan
(distress) emosional, serta mengembangkan cara yang sesuai dalam memenuhi
kebutuhan dasarnya.
5. Tahapan hubungan dalam terapi individual meliputi:
-Tahapan orientasi
-Tahapan kerja
-Tahapan terminasi
6. Tahapan orientasi, dilaksanakan ketika perawat memulai interaksi dengan klien.
-Pertama yang harus dilakukan dalam tahapan ini adalah membina hubungan saling
percaya dengan klien. Hubungan saling percaya sangat penting untuk mengawali
hubungan agar klien bersedia mengekspresikan segala masalah yang dihadapi dan mau
bekerja sama untuk mengatasi masalah tersebut sepanjang berhubungan dengan perawat.
-Setelah klien mempercayai perawat, tahapan selanjutnya adalah klien bersama perawat
mendiskusikan apa yang menjadi latar belakang munculnya masalah pada klien, apa
konflik yang terjadi, juga penderitaan yang klien hadapi.
-Tahapan orientasi diakhiri dengan kesepakatan antara perawat dan klien untuk
menentukan tujuan yang hendak dicapai dalam hubungan perawat-klien dan bagaimana
kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan tersebut.
7. Tahapan kerja, dengan melakukan intervensi keperawatan. Pada tahap ini klien
melakukan eksplorasi diri. Klien mengungkapkan apa yang dialaminya. Untuk itu
perawat tidak hanya memperhatikan konteks cerita klien akan tetapi harus
memperhatikan juga bagaimana perasaan klien saat menceritakan masalahnya. Dalam
fase ini klien dibantu untuk dapat mengembangkan pemahaman tentang siapa dirinya,
apa yang terjadi dengan dirinya, serta didorong untuk berani mengambil risiko merubah
perilaku dari perilaku maladaptive menjadi perilaku adaptif.
8. Tahapan terminasi, setelah kedua pihak (klien dan perawat) menyepakati bahwa
masalah yang mengawali terjalinnya hubungan terapeutik telah mereda dan lebih
terkendali maka perawat dapat melakukan terminasi dengan klien. Pertimbangan lain
untuk melakukan terminasi adalah apabila klien telah merasa lebih baik, terjadi
peningkatan fungsi diri, social dan pekerjaan, serta yang lebih penting adalah tujuan
terapi telah tercapai.
9. Terapi individu merupakan salah satu bentuk terapi yang dilakukan secara individu oleh
perawat kepada pasien secara tatap muka perawat–pasien dengan cara yang terstruktur dan
durasi waktu tertentu sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai (Akemat, 2004). Pendekatan
terapi individu yang sering digunakan adalah pendekatan strategi pelaksanaan komunikasi
diantaranya membina hubungan saling percaya perawat–pasien, membantu mengenal
halusinasi, dilakukan dengan
10. tindakan keperawatan ini adalah menjadikan individu mampu menilai dirinya sendiri tanpa
merusak suasana psikologisnya, melepaskan pikiran yang membebani serta memahami pikiran
dan perilaku salahnya
11. memberikan terapi individu dengan pendekatan strategi pelaksanaan komunikasi secara benar,
komprehensif dan berkesinambungan, hal ini akan membentuk perkembangan analisis
hubungan (transference relationship) antar individu sehingga membuat pasien melepaskan
tegangan dan menghidupkan kembali sejumlah kejadian yang mengandung emosi dalam diri
pasien. Pendekatan ini bersifat fleksibel, pasien tidak diharuskan berpastisipasi secara kaku,
tetapi pasien dapat berpartisipasi dengan cara mereka sendiri dan dengan tingkat kemampuan
berinteraksi yang berbeda
12. Kunci dari terapi individu dengan pendakatan strategi pelaksanaan komunikasi adalah
bagaimana pasien dapat mengungkapkan perasaanya, dapat mengungkapkan perilaku yang
diperankannya dan menilainya sesuai dengan kondisi realitas. Essensi dari terapi individu
mencakup seluruh aspek kehidupan yang menjadi beban psikisnya. Hal ini memungkinkan
dalam proses terapi individu masalah yang terjadi pada pasien akan dieksplorasi oleh perawat
sampai pada titik permasalahan yang krusial dan didiskusikan sesuai dengan situasi, kondisi,
serta kemampuan yang dimiliki pasien