Anda di halaman 1dari 5

Tugas 2 MERINGKAS

Nama : Ulfa Larasati

Nim : A1I119062

Matkul : Statistika Nonparametrik

METODE KORELASI JENJANG SPEARMAN

(Rank Correlation Method)

 Sejarah singkat

Uji Spearman merupakan metode korelasi yang dikemukakan oleh Carl


Spearman pada tahun 1904. Charles Edward spearman (10 september 1863 – 17
september 1945) adalah seorang psikolog inggris yang dkenal bekerja di bidang
statistic, sebagai pelopor analisis faktor dan untuk koefisien korelasi peringkat
spearman. Dalam statistic, spearman mengembangkan korelasi peringkat, versi
non parametric dari korelasi pearson konvensional.

Metode ini dipergunakan untuk mengukur keeratan hubungan antara dua


variabel dimana dua variabel itu tidak joint normal distribution dan conditional
variance tidak diketahui sama

 Kelebihan uji korelasi jenjang spearman

Kelebihan uji korelasi jenjang spearman yaitu tidak sensitive terhadap nilai
yang ekstrim ,serta variabel yang di ukur tidak harus mengikuti distribusi
normal

 Kekurangan uji korelasi jenjang spearman

Uji ini hanya dapat mengukur dua variable, tidak lebih


 Hipotesis

Hipotesis nihil yang akan diuji mengatakan bahwa dua variabel yang
diteliti dengan jenjangnya itu independen, tidak ada hubungan antara jenjang
variabel yang satu dengan yang lainnya.
HO : rS = 0
H1 : rS ≠ 0

 Ringkasan prosedur
1. Nilai pengamatan dari dua variabel yang akan diukur hubungannya diberi
jenjang, pemberian jenjang secara terpisah (tidak digabung). Bila ada nilai
pengamatan yang sama dihitung jenjang rata-ratanya.
2. Setiap jenjang dihitung perbedaanya.
3. Perbedaan setiap pasang jenjang tersebut dikuadratkan dan dihitung
jumlahnya.
4. Nilai rS (koefisien korelasi Spearman) dihitung dengan rumus:

d
2
6 i

rS  1 i 1

n (n
2
 1)

dimana: di : menunjukkan perbedaan setiap pasang


n : menunjukkan jumlah pasangan rank

 Kriteria uji
- Terima HO jika rS ≤  S (  )

S 
- Tolak HO jika rS > ( )

Untuk n < 30 dapat dipergunakan tabel t, dan nilai thitung sampel dapat dihitung
dengan rumus:
n 2
t  rS
1  rS
2

Kriteria pengambilan keputusannya adalah:


- Terima HO jika – t(α/2;n-2) ≤ t ≤ t(α/2;n-2)
- Tolak HO jika t < - t(α/2;n-2) atau t > t(α/2;n-2)

 Contoh
Misalkan kita ingin menentukan apakah nilai dalam suatu tes tertentu yang
diperoleh para petani mempunyai hubungan dengan hasil pekerjaan dalam
jangka waktu tertentu. Sepuluh pekerja telah terpilih dengan nilai tes yang
dinyatakan dengan A dan jumlah yang diprodusir dinyatakan dengan B.
Hasil penelitiannya ditunjukkan sebagai berikut:
Petani Nilai tes Jumlah yang di
produsir

1 80 20

2 76 25

3 65 30

4 78 40

5 81 38

6 75 28

7 79 41

8 83 35

9 84 43

10 90 50

Tentukan apakah ada hubungan yang signifikan antara nilai tes dengan jumlah yang di
produksi atau dihasilkan oleh para petani. Gunakan uji korelasi jenjang spearman, pada
 = 0,05

Penyelesaian :

Satuan yang
Nilai tes di di2
Pekerja diprodusir

A Jenjang B Jenjang

1 80 6 20 1 5 25

2 76 3 25 2 2 4

3 65 1 30 4 -3 9

4 78 4 40 7 -3 9

5 81 7 38 6 1 1

6 75 2 28 3 -1 1

7 79 5 41 8 -3 9

8 83 8 35 5 3 9

9 84 9 43 9 0 0
10 90 10 50 10 0 0

d
2
i =66
i 1

1. Ho : ada hubungan yang signifikan antara nilai tes dengan jumlah yang di
produksi atau dihasilkan oleh para petani
H1 : tidak ada hubungan yang signifikan antara nilai tes dengan jumlah yang di
produksi atau dihasilkan oleh para petani
2. Pada α = 0,05 dengan pengujian dua arah untuk n = 10 diperoleh  S ( 0 , 025 )  0 , 648

3. Nilai statistic
Dari data tersebut koefisien korelasi Spearman dapat dihitung dengan:
6(66)
rs =1 -
10(102 -1)

= 1- 396
990
= 0,6
A =πr2

Karena rs= 0,4 <  S ( 0 , 025 )  0 , 64 , maka Ho di terima

Kesimpulan:
ada hubungan yang signifikan antara nilai tes dengan jumlah yang di produksi atau
dihasilkan oleh para petani