100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
1K tayangan30 halaman

Panduan Stimulus Anak 6-24 Bulan

Paket Mungilmu Mini berisi panduan stimulus untuk anak usia 6-24 bulan yang meliputi berbagai aktivitas seperti membacakan cerita bergambar, permainan sensori mengantar kucing ke piring makanan, dan membuat taman sensori dengan berbagai bahan untuk menstimulasi perkembangan anak.

Diunggah oleh

Alisa - Sasa
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
1K tayangan30 halaman

Panduan Stimulus Anak 6-24 Bulan

Paket Mungilmu Mini berisi panduan stimulus untuk anak usia 6-24 bulan yang meliputi berbagai aktivitas seperti membacakan cerita bergambar, permainan sensori mengantar kucing ke piring makanan, dan membuat taman sensori dengan berbagai bahan untuk menstimulasi perkembangan anak.

Diunggah oleh

Alisa - Sasa
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Hai,

w a n
He il!
g
Mun

Mungilmu
Mini
Panduan Stimulus untuk Anak Usia 6-24 Bulan

mungilmu.com

Hak cipta Mungilmu. Dilarang menyebarluaskan, menggandakan, dan menjual kembali paket ini.
Pengantar Mungilmu Mini
Hai! Selamat bergabung di Mungilmu Mini. Paket ini berisi panduan stimulus untuk anak usia 6-24
bulan. Mungilmu Mini tentu berbeda dengan paket Mungilmu reguler yang sudah lebih dahulu hadir
untuk anak usia 2-6 tahun. Untuk anak berusia 20-24 bulan, silakan mencermati apakah kemampuan
Ananda sudah lebih cocok beraktivitas dengan paket Mungilmu reguler. Karena setiap anak berbeda
dan istimewa.

Anak memiliki keunikan masing-masing, karena itulah gaya belajar dan bermain pun berbeda.
Sekolah, kelas bermain, kurikulum apa pun tetap menekankan konsep mengikuti kemampuan, minat,
kondisi, dan aspek lain dari setiap individual anak. Kita juga perlu terus mencari ilmu tentang
pendidikan terbaik untuk setiap anak. Berpetualanglah di dunia anak dengan semangat dan rasa
ingin tahu yang tinggi, sehingga anak-anak akan antusias pula menjelajah berbagai peluang,
pengalaman, dan wawasan pengetahuan. Pun, tidak boleh dilupakan, bahwa anak menyerap
lingkungan dengan sangat cepat. Maka jadilah teladan terbaik bagi mereka. Kesantunan,
kegembiraan, kelembutan hati, kesabaran, ketekunan, dan semua sifat baik lainnya; dari mana anak
akan belajar jika tidak dicontohkan orang-orang terdekatnya?

Paket Mungilmu Mini disusun agar anak mendapatkan stimulus lengkap bagi semua indra sensori
dan aspek perkembangannya. Kita akan memasukkan target pencapaian sesuai usia secara
perlahan, dari bulan ke bulan. Sedikit demi sedikit. Tidak perlu terburu dan berpacu dengan waktu.
Karena hal terpenting bagi anak di bawah dua tahun adalah kelekatan dengan keluarganya,
terpenuhinya semua kebutuhan dasarnya, dikelilingi dengan kasih sayang. Selama kita sebagai
orangtua telah mengasihi anak dengan sebaik mungkin, maka anak pun akan tumbuh dengan
bahagia.

Untuk mengawali paket Mungilmu mini, akan ada kisah bergambar dengan sedikit teks. Karena apa
yang lebih menyenangkan dibanding memangku sang buah hati untuk kemudian membacakannya
cerita? Memintanya menyebutkan kembali beberapa kata yang baru atau menarik baginya. Meminta
anak menunjuk gambar sesuai namanya. Menyambungkannya dengan kondisi nyata di
kehidupannya, misalnya betapa orangtua pun senang bermain bersama anak. Meminta anak
menceritakan kembali gambar yang ada.

Orangtua harus mengupayakan agar anak merasa mendengarkan cerita menjadi sesuatu yang lebih
seru dibandingkan menonton video. Gunakan intonasi naik turun, suara berat dan ringan, ekspresi
wajah yang berubah-ubah, dan gerak tangan dan tubuh. Mata orangtua pun perlu tampak
berbinar-binar ketika menatap buku dan membalas pandangan anak. Tubuh orangtua sebaiknya
condong ke arah anak atau bahkan memeluknya. Sehingga anak merasa bahwa momen membaca
cerita adalah momentum menyenangkan baginya.

Akhir kata, selamat mencoba paket Mungilmu mini bersama Ananda! Selamat membacakan kisah
dengan intonasi dan ekspresi wajah yang menarik. Selamat berkisah. Selamat membuat permainan
sensori. Selamat bermain peran. Selamat melempar bola. Selamat menjelajah dunia! Terima kasih
telah memilih kami sebagai sahabat dalam mendampingi pembelajaran Ananda. Salam hangat dari
tim Mungilmu. :)
Hap!
Satu bayi beruang
memanjat punggung ibunya.
"Aku senang bermain dengan
ibu!" kata bayi beruang.

mungilmu.com
Kecipak! Kecipuk!
Dua bayi bebek belajar berenang.
"Asyik ya, Bu! Air danau segar
sekali!" kata bayi bebek riang.
Ibu tersenyum, "Iya, Sayang."

mungilmu.com
Ciap! Ciap! Ciap!
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam.
Ada enam bayi ayam yang baru
menetas. "Hore! Selamat datang,
anak-anakku!" kata Ayah Ayam
gembira.

mungilmu.com
Mengantar Kucing ke Piring Makanan
"Miaw! Miaw!" Wah, ada suara kucing. Di mana ya kucingnya? Kucing lapar. Kucing mau makan.
Kita antar yuk ke piring berisi ikan. Di mana ya piringnya? Itu dia! Wah, ada jejak kaki menuju ke
piring ikan. Ayo kita ikuti jejak kaki kucingnya. Hap! Hap! Hap! Satu kucing sudah senang.
Karena sudah diantar ke piring makanan. Terima kasih, ya! "Meong... Meong..." Lho, ada suara
kucing yang lain. Apakah kucingnya lapar? Ayo kita antar juga ke piring makanan.

Panduan kegiatan: Anak-anak biasanya senang dengan kucing. Kucing mudah ditemui di sekitar
rumah. Karena itu, kegiatan ini dapat mudah diterima anak. Caranya, gunting semua gambar
komponen untuk permainan ini. Saat menggunting jejak kaki kucing, langsung gunting saja
dengan ketiga titik kecil di atas jejaknya. Tidak perlu menggunting setiap bulatan kecilnya. Lapisi
gambar dengan kardus atau karton, lalu lapisi dengan lakban bening bagi anak yang masih
senang merobek kertas.

Kemudian, letakkan dua gambar piring makanan ke dua lokasi berbeda. Sesuaikan dengan
kemampuan anak. Bagi anak yang belum bisa merangkak, letakkan gambar kucing dan piring
makanan dalam jangkauan tangannya. Simpan saja gambar jejak kakinya, nanti ketika anak
sedang belajar atau sudah bisa merangkak, bisa digunakan kembali. Bagi anak yang sedang
belajar merangkak atau belajar berjalan, ini dapat digunakan untuk memancing anak bergerak
(aspek motorik kasar). Contohkan terlebih dahulu agar anak bersemangat mengikuti.

Ceritakan kepada anak dengan ekspresi dan suara kucing agar permainan lebih seru. Lihat juga
respons anak saat kita menirukan suara kucing atau memanggil namanya (ini adalah bagian dari
aspek memahami dan mengungkapkan bahasa). Anak 6-9 bulan akan menoleh jika mendengar
sumber suara. Anak 9-12 bulan akan menoleh jika dipanggil namanya. Untuk anak di atas satu
tahun, mulailah mengajak anak untuk tanya jawab. Misalnya, "Kucing ini lapar ya, Nak? Di mana
makanannya ya? Kucing suaranya seperti apa ya? Kucing suka makan apa?" Anak 12-18 bulan
biasanya mulai dapat menjawab pertanyaan Ya, Tidak, atau jawaban satu kata. Sementara anak
18-24 bulan mulai dapat menjawab pertanyaan dengan dua kata.

Stimulus lain yang bisa dimasukkan pada kegiatan ini adalah:


- Aspek motorik halus, melatih anak mengambil benda yang ditunjuk/diarahkan, memindahkan
barang dari satu tangan ke tangan lain.
- Stimulus indra-indra anak, anak dapat mendengar suara kucing, cerita atau lagu/nada
sederhana karangan orangtua tentang kucing, melihat dan meraba gambar kucing, melatih
keseimbangan saat mengikuti jejak kaki kucing, dan sebagainya.
- Aspek kognitif, anak belajar mengikuti perintah sederhana. "Kucing lapar. Kucing mau makan.
Ayo antar kucing ke piring makanannya." Bermain puzzle sederhana, jika sudah selesai bermain,
gambar kucing-kucingnya bisa dibelah dua, lalu contohkan kepada anak cara menyusun
pasangan puzzle. Anak juga belajar memecahkan masalah, mengikuti jejak mencari makanan
kucing. Sesuaikan tingkat kesulitan dengan usia anak. Anak yang sudah bisa berjalan, bisa
ditambah tantangannya dengan menaruh piring makanan kucing di lokasi yang agak
tersembunyi.
- Aspek moral dan sosial-emosional, melatih empati anak untuk berkasih sayang memberi
makan pada kucing yang lapar, belajar bermain bersama, dan meniru perilaku orangtua.
mungilmu.com
mungilmu.com
mungilmu.com
mungilmu.com
mungilmu.com
Taman Sensori Mungil
Nguiiing! Nguiiiing! Wah, ada suara lebah. Ada ulat, kepik, siput, capung, kupu-kupu. Siapa
yang tahu lagu kupu-kupu? "Kupu-kupu yang lucu, ke mana engkau terbang? Hilir mudik
mencari bunga-bunga yang kembang..." Kita buat taman yuk untuk semua hewan itu. Dari apa
ya buatnya?

Untuk anak yang sudah dapat berjalan, sambil berkeliling taman di sekitar rumah, kita petik
daun dan rumput liar yuk untuk menghias tamannya. Tapi, untuk anak yang belum bisa
berjalan, juga masih dalam fase oral, bita buat taman dari bahan yang tidak berbahaya yuk.
Bisa dengan beras atau pasta kering yang setelahnya bisa dicuci dan dimasak kembali. Atau
dengan edible playdough. Cara membuat playdough; siapkan satu cangkir tepung terigu,
setengah cangkir garam, setengah cangkir air, satu sdm minyak kelapa sawit, beberapa tetes
pewarna makanan. Campur semua bahan dan uleni hingga tidak lengket.

Setelah itu, kita siapkan sensory bin-nya. Bisa dengan nampan plastik atau wadah antipecah
lainnya. Susun bahan sensori di wadah. Gunting gambar hewan mungil dan bunganya. Susun
untuk menghias tamannya. Tambahkan pom-pom, balok mainan, sedotan, stik eskrim, gelas,
sendok, mangkuk kecil, dan benda-benda pelengkap permainan sensori lain. Jika ingin,
gambar boleh dilapisi lakban bening. Namun, jika tidak pun tidak mengapa. Tahukah bahwa
merobek kertas pun salah satu tahap perkembangan anak yang harus disyukuri?

Setelah semua siap, ajak anak bermain. Cukup temani dan awasi. Sesekali, bantulah dengan
bercerita tentang tokoh-tokoh hewan yang ada. Manfaatkan kesempatan ini dengan mengajak
anak bercerita, bertanya jawab, mengenal tekstur, mengenal kosa kata baru, menuang dengan
sendok ke wadah kecil, dan sebagainya.

Apa saja manfaat permainan sensori seperti ini? Banyak sekali. Untuk aspek bahasa, anak
belajar mengenai kosa kata baru dengan cara menyenangkan. Pada aspek motorik,
permainan sensori taktil dengan bantuan alat seperti sendok, penjepit, corong, dan lainnya
akan memberi kesempatan anak belajar menuang, meremas, menciduk, dan lainnya. Kelak ini
akan bermanfaat pada kecakapan dalam keterampilan hidup sehari-hari. Anak juga belajar
berkonsentrasi, berpikir logis, dan memecahkan masalah saat bermain sensori. Misalnya,
bagaimana agar menuang melalui corong tidak tumpah? Ternyata, playdough berbeda warna
jika dicampur akan menghasilkan warna baru, ya.

Permainan ini juga memberi pengalaman menenangkan untuk anak. Anak akan belajar lebih
sabar dan menikmati proses. Ini bermanfaat bagi aspek sosial emosionalnya. Dengan
menggunakan satu benda untuk kegunaan berbeda-beda, anak juga belajar menjadi lebih
kreatif. Asyik, ya. Selain dengan sensory bin, bermain sensori di alam bebas pun tidak kalah
penting dan tidak kalah seru. Jika menemukan lokasi yang aman untuk anak bermain pasir,
bebatuan, aliran air, rumput, dan lainnya, jangan ragu, ayo kita bermain!
mungilmu.com
mungilmu.com
mungilmu.com
mungilmu.com
Lukis-Lukis, Tempel-Tempel, Main Ini dan Itu
Aktivitas 1: Wah, ada bebek sedang berenang. Tapi kok airnya sedikit, ya? Ayo kita tambahkan!
Caranya, kita lukis dengan cat air berwarna biru. Boleh menggunakan kuas, boleh menggunakan
tangan dan jemari. Dengan kaki juga boleh! Mau pakai spons? Dengan kapas bulat? Pakai krayon?
Warna selain biru? Cat air ditambahkan taburan garam? Boleh. Semua boleh! Kita bersenang-
senang bersama. Bagian atas gambar bebek juga boleh diwarnai dengan warna sesuka hati.

Aktivitas 2: Ada bebek-bebek yang sedang kehujanan. Mereka senang memakai jas hujan dan
payung. Ayo kita tempel-tempel gambar payung, awan hujan, dan kubangan airnya ya. Orangtua
sebelumnya sudah menggunting dan menempel gambar-gambar kecil yang ada. Anak kemudian
menempelkannya dengan lem. Untuk anak yang masih belum bisa mengaplikasikan lem dan
menempel, orangtua dapat menuntun tangan anak. Jika anak berinisiatif menempel sendiri meski
posisinya tidak tepat, tidak apa-apa. Biarkan mereka berkreasi. Sehingga mereka dapat mengenal
aktivitas tempel-tempel yang sangat menyenangkan dan bermanfaat bagi motorik halus mereka.
Jangan lupa ajak anak bercerita dan bertanya jawab ya sambil melakukan semua aktivitas ini.

Aktivitas 3: Seekor domba sedang tertidur di kasur bulan sabit. Mari kita hiasi langit sekelilingnya
dengan bintang-bintang. Cara memainkannya sama dengan Aktivitas 2. Anak belajar mengambil
obyek kecil kemudian menempelkannya. Jika Ananda masih terlalu kecil dan senang menghambur-
hamburkan bintang, tidak apa-apa. Simpan saja kegiatan ini untuk dicoba di minggu atau bulan
mendatang.

Aktivitas 4: Kegiatan ini berjudul Cilukba di Hutan. Paduan antara berkisah dengan pernainan.
Bagaimana cara memainkannya? Tempel gambar hutan di dinding/pintu/lemari. Gunakan mask tape
atau selotip kertas jika ingin tidak ada bekas di dinding. Kemudian, gunting semua tokoh hewan dan
daun. Tempelkan pada sedotan atau stik es krim dengan bantuan selotip/double tape. Setelah itu,
pegang satu gambar hewan dan tutupi dengan gambar daun. Beri petunjuk kepada anak misalnya
dengan menirukan suara hewan atau menyebutkan ciri-cirinya. Untuk anak yang belum bisa bicara
dengan jelas, kesempatan ini bermanfaat untuk menstimulus kemampuan berbahasanya. Dengan
membuka tutup gambar, bahkan dengan gambar hewan yang tidak tertutup sepenuhnya, anak
belajar membedakan visual dari beberapa obyek.

Aktivitas 5: Minta anak menggenggam atau memegang alat tulis/alat gambar dan mengikuti
petunjuk dari setiap lembar permainan. Jika anak belum mau memegang alat tulis, cukup tuntun jari
mereka menyusuri garis. Untuk gambar anak anjing yang sedang bermain air, orangtua dapat
menjadikan ini sebagai bahan untuk dua kegiatan. Pertama, siapkan bola berwarna-warni, jika tidak
ada, remas kertas berwarna atau kertas bekas sebagai gantinya. Katakan bahwa anjing senang
bermain bola sambil mandi. Minta anak melemparkan bola untuk anjing bermain. Jauh dekatnya
gambar dengan lokasi anak melempar dapat disesuaikan dengan usia. Untuk kegiatan kedua,
jadikan sebagai puzzle. Gunting menjadi 2, 3, 4, atau berapa pun bagian sesuai kemampuan anak.
Kemudian tuntun atau contohkan cara menyatukan kepingan puzzlenya. Lapis dengan kardus bekas
agar lebih awet.
mungilmu.com
mungilmu.com
mungilmu.com
mungilmu.com
mungilmu.com
mungilmu.com
mungilmu.com
mungilmu.com
mungilmu.com
mungilmu.com

Anda mungkin juga menyukai