Anda di halaman 1dari 4

RESUME ANALISA JURNAL READING

KEPERAWATAN GERONTIK

Nama kelompok :
1. Rosa Amelia 202015015
2. Fitri Nurcahyanti 202015061

Sumber Jurnal: Google scholar


Peneliti:

1. Imelda Erman, Ridwan , & Rahayu Dwi Putri


2. Anjela Bella Dora Natalia, Herlinda Darmastuti, Octaviana Ikka Sandra Susanti ,
Putu Salsabila Rida Okta , Zuhria Nurullita , Yusianti Silviani & Binuko
Amarseto

Judul Penelitian, lokasi dan tahun:


Judul Penelitian:
1. Pengaruh Senam Ergonomis Terhadap Kadar Asam Urat Pada Lansia Di Wilayah
Kerja Puskesmas Merdeka Kota Palembang Tahun 2021
2. Manfaat Senam Zumba Dalam Menurunkan Asam Urat Tahun 2020

Resume Hasil Penelitian:


Kedua penelitian ini memiliki tujuan yang sama yaitu sama-sama mencari tahu apakah terdapat
pengaruh dari masing-masing intervensi yang di berikan terhadap penurunan kadar asam urat
pada lansia . Penelitian pertama yang dilakukan Ridwan , & Rahayu (2021) memberikan
intervensi Senam Ergonomis, sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Anjela, Dkk (2020)
memberikan intervensi Senam Zumba. Peneliti pertama menggunakan metode penelitian Quasi
Eksperimental, desain yang digunakan Non Equivalent Control Group Design. Peneliti kedua
menggunakan metode pre & post test..

P (Patient, Population, Problem):

1. Pasien: Sampel penelitian adalah pasien yang menderita penyakit Arthritis Gout. Dengan
teknik pengambilan sampel Teknik pengumpulan non probability sampling dengan
pendekatan purposive sampling dengan jumlah sampel 30 responden, 15 kelompok perlakuan
dan 15 kelompok kontrol.
2. Populasi: Populasi yang diambil ialah seluruh penderita asam urat dengan Lansia yang
menderita Arthritis Gout di Wilayah Kerja Puskesmas Merdeka Palembang dari bulan
Januari sampai dengan Mei tahun 2021 sebanyak 71 orang.
3. Problem: Permasalahan yang tengah dikaji oleh penulis adalah penurunan kadar asam urat
pada lansia.

I (Intervention):

Senam ergonomis merupakan salah satu tehnik non farmakologi untuk menurunkan kadar asam
urat dalam darah. Penderita Arthritis Gout dapat melakukan senam secara mandiridirumah
dikarenakan gerakan nya seperti gerakan sholat dan bisa di lakukan di pagi hari, siang hari, atau
bahkan sore hari, Tanpa harus mengkonsumsi obat kimia yang memiliki banyak efek samping.
Kelompok eksperimen diberi perlakuan sebanyak tujuh kali, sedangkan kelompok kontrol tidak.
Kelompok kontrol diberikan edukasi serta leaflet yang menjelaskan tentang kadar asam urat dan
senam ergonomis. Pada kedua kelompok perlakuan diawali dengan pre- tes pada hari pertama
dan setelah hari ketujuh atau hari terakhir diadakan pengukuran kembali (post–tes).

Desain penelitian quasi- experimental dengan rancangan nonequivalent control group design.
merupakan desain penelitian yang tidak melakukan randomisasi pada kelompok kontrol maupun
kelompok perlakuan (LoBiondo-Wood, & Haber, 2010 dalam Komariah, 2015). Senada dengan
pendapat dari Sugiyono (2011) yang mengatakan bahwa untuk penelitian eksperimen yang
sederhana yang menggunakan kelompok perlakuan dan kontrol, maka jumlah anggota sampel
masing-masing kelompok antara 10-20 responden.

C (Comparison with other intervention) :

Judul jurnal : Manfaat Senam Zumba Dalam Menurunkan Asam Urat Tahun 2020

Tahun jurnal : 2020

Populasi dan sampel: Sample dari penelitian ini adalah warga rt 01 rw 03 Keluraan Mojo dan
Anggota Koramil Pasar Kliwon dengan rentang usia 35-55 tahun sebanyak 24 orang.

Intervensi dari jurnal kedua: Penyuluhan dilaksanakan secara langsung dengan menggunakan
metode ceramah dan demonstrasi. Sebelum dimulainya acara penyuluhan, tim penyuluhan
memberikan soal-soal pre-test mengenai pengetahuan asam urat dan senam zumba. Pre-test
sebanyak 10 soal yang harus dikerjakan. Setelah itu dilanjutkan sesi penyuluhan metode ceramah
dengan menggunakan media power point dan disetiap akhir materi diberikan kesempatan untuk
melakukan tanya jawab. Dilanjutkan dengan memberikan soal-soal post-test sebanyak 10 butir
pertanyaan. Setelah itu sesi penyuluhan dilanjutkan dengan mendemonstrasi gerakan senam
zumba yang berhubungan dengan penurunan kadar asam urat. Hasil analisis nilai pretest dan
postest menggunakan SPSS dengan uji Paired Samples Test.

O (outcomes that includes):

Hasil penelitian yang didapatkan pada jurnal pertama terdapat perbedaan kadar asam urat
sebelum dan sesudah dilakukan senam ergonomis, dilihat dari hasil yang menunjukkan kadar
asam urat pre-test pada kelompok Perlakuan 7,073 mg/dl, sedangkan kelompok kontrol 7,100
mg/dl. Kadar asam urat post test (setelah intervensi senam ergonomis) kelompok intervensi
5,733 mg/dl dan kontrol 6,993 mg/dl. Rata rata beda kadar asam urat kelompok intervensi
sebelum dan setelah intervensi sebesar sebesar 1,34 mg/dl dan kontrol sebesar 0,107 mg/dl.

Dilihat dari hasil yang diberikan pada kelompok intervensi pada kelompok eksperimen diberi
perlakuan sebanyak tujuh kali sedangkan kelompok kontrol tidak. Kelompok kontrol diberikan
edukasi serta leaflet yang menjelaskan tentang kadar asam urat dan senam ergonomis. Pada
kedua kelompok perlakuan diawali dengan pre- tes pada hari pertama dan setelah hari ketujuh
atau hari terakhir diadakan pengukuran kembali (post–tes) menunjukkan perbedaan rata rata
penurunan kadar asam urat pre dan post antara kelompok intevensi dan kontrol signifikan
(pvalue = 0,0001). Dengan menggunakan teknik analisi uji alternative Mann-Whitney pada 30
responden.

Sedangkan hasil penelitian yang didapatkan pada jurnal yang kedua hanya terdapat perbedaan
pengetahuan sebelum dilakukan pretest dan post test tentang asam urat tanpa adanya perbedaan
kadar asam uratnya, dengan uji t berpasangan dapat dilihat pada table “Paired Samples Test”,
terlihat dari nilai mean perbedaan antara pre-test dan post-test dalah 3,333 dengan standart
deviasi 7,614. Perbedaan ini diuji dengan uji t berpasangan menghasilkan nilai p yang dapat
dilihat pada kolom “Sig (2-tailed)”. Didapatkan nilai p= 0.043 (0,0001) maka dapat disimpulkan
ada perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan hasil post-test.

senam zumba dilaksanakan pada tanggal 16-17 dengan dihadiri 100% peserta undangan yaitu 24
peserta dengan rentang usia 35-55 tahun. Sebelum dimulainya acara penyuluhan, tim penyuluhan
memberikan soal-soal pre-test mengenai pengetahuan asam urat dan senam zumba. Pre-test
sebanyak 10 soal yang harus dikerjakan. Setelah itu dilanjutkan sesi penyuluhan metode ceramah
dengan menggunakan media power point dan disetiap akhir materi diberikan kesempatan untuk
melakukan tanya jawab. Dilanjutkan dengan memberikan soal-soal post-test sebanyak 10 butir
pertanyaan. Setelah itu sesi penyuluhan dilanjutkan dengan mendemonstrasi gerakan senam
zumba yang berhubungan dengan penurunan kadar asam urat.

Kesimpulan dari hasil penelitian kedua jurnal, terlihat intervensi yang paling efektif dilakukan
pada pasien asam urat yaitu senam ergonomik dengan waktu intervensi yang singkat 7 hari,
dengan perbedaan kadar asam urat dengan rata rata beda kadar asam urat kelompok intervensi
sebelum dan setelah intervensi sebesar sebesar 1,34 mg/dl dan kontrol sebesar 0,107 mg/dl.
Dibanding dengan jurnal kedua dengan waktu yang singkat 2 hari tetapi tidak disebutkan adanya
perbedaan kadar asam uratnya, hanya perbedaan pengetahuan saja.

Penerapan Penelitian dalam Asuhan Keperawatan:

Intervensi yang dapat diterapkan dalam asuhan keperawatan yaitu senam ergonomik dengan cara
pada kelompok eksperimen diberi perlakuan sebanyak tujuh kali sedangkan kelompok kontrol
tidak. Kelompok kontrol diberikan edukasi serta leaflet yang menjelaskan tentang kadar asam
urat dan senam ergonomis. Pada kedua kelompok perlakuan diawali dengan pre- tes pada hari
pertama dan setelah hari ketujuh atau hari terakhir diadakan pengukuran kembali (post–tes).

Dimana efek Gerakan Senam Ergonomis akan merangsang dilatasi atau pelebaran pembuluh
darah sehingga sirkulasi darah menjadi lancar dan mampu membuang tumpukan asam urat
melalui sirkulasi darah ke luarmelalui urin, feses dan keringat.