Anda di halaman 1dari 29

MATERI PEMBINAAN

PETUGAS KESEHATAN HAJI

NAMA : RETNO SRI HASTUTI


NR : 143800003733
INSTANSI : UPTD PUSKESMAS KANGKUNG I
NO HP : 082314762525
ALAMAT EMAIL : retnotrihastuti1966@gmail.com

TKHI / PERAWAT
SOC
NAMA : RETNO SRI HASTUTI
NR : NR143800003733
JENIS PETUGAS : TKHI PERAWAT
INSTANSI : UPTD. PUSKESMAS KANGKUNG I

HEATSTROKE

Heatstroke adalah kondisi dimana suhu tubuh dapat mencapai lebih dari 40°C atau
lebih. Heatstroke dapat disebabkan oleh karena kenaikan suhu lingkungan, atau aktivitas
tinggi yang dapat meningkatkan suhu tubuh.
Gejala umum yang menandai serangan heatstroke termasuk mual, kejang,
kebingungan, disorientasi, dan kadang-kadang kehilangan kesadaran atau koma. Sengatan
panas ini dapat memicu komplikasi mematikan atau menyebabkan kerusakan pada otak dan
organ internal lainnya.

Untuk mencegah kondisi ini, ada beberapa tindakan yang dapat Anda lakukan seperti dikutip
healthmeup berikut ini:

1. Kenali tanda-tanda heatstroke


Heatstroke memiliki beberapa gejala seperti, kelelahan berlebihan, sesak napas diikuti
dengan sakit perut, gelisah, detak jantung cepat, pingsan dan mungkin muntah parah. Apabila
Anda gagal mengatasi gejala-gejala tersebut, kondisi ini dapat menyebabkan Anda jatuh
pingsan dan masalah kesehatan serius.

2. Minum air
Bila tubuh Anda mengalami reaksi panas mendadak, minumlah air. Namun, pastikan
tidak minum air yang terlalu dingin, karena hal ini akan memicu reaksi negatif dari tubuh
Anda. Sebagai upaya pencegahan, Anda harus minum banyak air sepanjang hari.

3. Mencari tempat yang dingin


Ketika seseorang menunjukkan tanda-tanda gangguan yang berhubungan dengan
panas, langkah pertama yang harus dilakukan adalah harus bergerak ke tempat yang jauh
lebih dingin dan menghindari paparan sinar matahari langsung. Lepaskan semua atribut
pakaian yang tidak perlu. Jika situasi tidak membaik, minta bantuan dokter segera, sambil
terus mengusap keringat pada leher, ketiak dan daerah selangkangan.

4. Minumlah air sebelum olahraga


Hindari untuk mengonsumsi minuman olahraga (sport drink) dan beralihlah untuk
meminum sesuatu yang lebih bergizi dan alami seperti air kelapa. Saat melakukan latihan,
tubuh manusia membutuhkan elektrolit untuk mengganti hilangnya cairan, yaitu mineral
seperti natrium dan kalium, di mana semua itu di antaranya bisa diperoleh dari air kelapa.

5. Hindari konsumsi aspirin atau obat-obatan penghilang nyeri


Jika Anda menderita mengalami serangan heatstroke, mengambil obat-obatan seperti
aspirin tidak akan membantu mengurangi suhu tubuh yang tinggi, melainkan akan
menciptakan komplikasi.
6. Waspadai penyakit tertentu
Orang yang mengalami gangguan kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes dan
obesitas harus ekstra hati-hati karena mereka sangat rentan terhadap heatstroke, terutama
memasuki musim panas. Orang dengan diabetes dapat dengan mudah mengalami dehidrasi
jika kadar gula darahnya tidak terkendali. Sementara pada orang obesitas, dengan
menggunakan logika sederhana, semakin besar orang tersebut, maka semakin sulit untuk
menghilangkan rasa panas yang berlebih di dalam tubuhnya.

7. Cara Pencegahan
 Tetaplah di dalam ruangan yang sejuk jika memungkinkan
 Minum air putih dalam jumlah cukup sebelum melakuakn aktivitas di luar ruangan
 Kurangi mengkonsumsi minuman seperti teh, kopi, alkohol
 Pakailah pakaian yang ringan, longgar, berwarna cerah, dan menyerap keringat
 Lindungi diri dari matahari dengan menggunakan payung atau topi saat di luar
ruangan
 Jangan berada di luar ruangan pada saat matahari sedang sangat terik
 Jika melakukan aktivias di luar ruangan, usahakan untuk sering minum setiap 15
sampai 20 menit
8.Cara Penanganan Heat Stroke
 Lepaskan pakaian
 Turunkan suhu inti (internal) sampal dengan 39°C
 Gunakan pakaian dingin dan handuk
 Taruh es pada kulit sambil menyemprot dengan air biasa.
 Gunakan Selimut Pendingin
 Masase pasien untuk meningkatkan sirkulasi
 Posisikan kipas angin listrik sehiugga menghembus pada pasien
 Pantau secara konstan suhu, dan tanda tanda vital
 Berikan oksigen dan pasang infus bila ada
 Segera bawa ke unit pelayanan kesehatan terdekat
NAMA : RETNO SRI HASTUTI
NR : NR143800003733
JENIS PETUGAS : TKHI PERAWAT
INSTANSI : UPTD. PUSKESMAS KANGKUNG I

MIDDLE EAST RESPIRATORY SYNDROME-CORONA VIRUS (MERS-COV)

Novel Corona Virus yang berjangkit di Saudi Arabia sejak bulan Maret 2012,
sebelumnya tidak pernah ditemukan didunia. Oleh karena itu berbeda karakteristik dengan
virus corona SARS yang menjangkiti 32 negara didunia pada tahun 2003. Komite
International Taxonomy virus lengkapnya The Corona Virus Study Group of The
International Committee on Taxonomy of viruses pada tanggal 28 Mei 2013 sepakat
menyebut Virus corona baru tersebut dengan nama Middle East Respiratory Syndrome-
Corona Virus (MERS-CoV) baik dalam komunikasi publik maupun komunikasi ilmiah.
Pengertian MERS-CoV » MERS-CoV adalah singkatan dari Middle East Respiratory
Syndrome Corona Virus. » Virus ini merupakan jenis baru dari kelompok Coronavirus
(Novel Corona Virus). » Virus ini pertama kali dilaporkan pada bulan Maret 2012 di Arab
Saudi. » Virus SARS tahun 2003 juga merupakan kelompok virus Corona dan dapat
menimbulkan pneumonia berat akan tetapi berbeda dari virus MERS-CoV . » MERS-CoV
adalah penyakit sindrom pernapasan yang disebabkan oleh virus Corona yang menyerang
saluran pernapasan mulai dari yg ringan sampai berat. » Gejalanya adalah demam, batuk dan
sesak nafas, bersifat akut, biasanya pasien memiliki penyakit ko-morbid.

Cara penularan MERS-CoV


 Virus ini dapat menular antar manusia secara terbatas, dan tidak terdapat transmisi
penularan antar manusia secara luas dan bekelanjutan. Mekanisme penularan belum
diketahui.
 Kemungkinan penularannya dapat melalui :
Langsung : melalui percikan dahak (droplet) pada saat pasien batuk atau bersin.
Tidak Langsung: melalui kontak dengan benda yang terkontaminasi virus.

Pencegahan
 Pencegahan dengan PHBS, menghindari kontak erat dengan penderita,
menggunakan masker, menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan
dengan memakai sabun dan menerapkan etika batuk ketika sakit.

Usaha yang telah dilakukan pemerintah untuk kesiapsiagaan MERS-CoV


1. Peningkatan kegiatan pemantauan di pintu masuk negara (Point of Entry).
2. Penguatan Surveilans epidemiologi termasuk surveilans pneumonia.
3. Pemberitahuan ke seluruh Dinkes Provinsi mengenai kesiapsiagaan menghadapi MERS-
CoV, sudah dilakukan sebanyak 3 kali.
4. Pemberitahuan ke 100 RS Rujukan Flu Burung, RSUD dan RS Vertikal tentang
kesiapsiagaan dan tatalaksana MERS-CoV.
5. Menyiapkan dan membagikan 5 (lima) dokumen terkait persiapan penanggulangan MERS-
CoV, yang terdiri dari :
A. Pedoman umum MERS-CoV
B. Tatalaksana klinis
C. Pencegahan Infeksi
D. Surveilans di masyarakat umum dan di pintu masuk negara
E. Diagnostik dan laboratorium
6. Semua petugas TKHI sudah dilatih dan diberi pembekalan dalam penanggulangan MERS-
CoV.
7. Menyiapkan pelayanan kesehatan haji di 15 Embarkasi / Debarkasi (KKP).
8. Meningkatkan kesiapan laboratorium termasuk penyediaan reagen dan alat diagnostik.
9. Diseminasi informasi kepada masyarakat terutama calon jemaah haji dan umrah serta
petugas haji Indonesia.
10.Meningkatkan koordinasi lintas program dan lintas sektor seperti BNP2TKI, Kemenhub,
Kemenag, Kemenlu dan lain-lain tentang kesiapsiagaan menghadapi MERS-CoV.
11.Melakukan kordinasi dengan pihak kesehatan Arab Saudi.
HUBUNGAN EPIDEMIOLOGIS LANGSUNG
Adalah apabila dalam waktu 14 hari sebelum timbul sakit :
• Melakukan kontak fisik erat, yaitu seseorang yang kontak fisik atau berada dalam ruangan
atau berkunjung (bercakap-cakap dengan radius 1 meter) dengan kasus probable atau
konfirmasi ketika kasus sedang sakit.
Termasuk kontak erat antara lain :
Petugas kesehatan yang memeriksa, merawat, mengantar dan membersihkan ruangan di
tempat perawatan kasus
» Orang yang merawat atau menunggu kasus di ruangan
» Orang yang tinggal serumah dengan kasus
» Tamu yang berada dalam satu ruangan dengan kasus
•Bekerja bersama dalam jarak dekat atau didalam satu ruangan
•Bepergian bersama dengan segala jenis alat angkut / kendaraan Kontak erat adalah :
-Seseorang yang merawat pasien termasuk petugas kesehatan atau anggota keluarga, atau
seseorang yang berkontak erat secara fisik.
-Seseorang yang tinggal ditempat yang sama (hidup bersama, mengunjungi) kasus
probable atau kasus konfirmasi ketika kasus sedang sakit Jemaah haji yang baru pulang
dari Saudi Arabia dilakukan pengamatan selama 14 hari sejak tanggal kepulangan. Jamaah
haji diberikan K3JH dan bila dalam kurun waktu 14 hari sejak tanggal kepulangan
mengalami sakit batuk, demam, sesak napas agar datang ke petugas kesehatan dengan
membawa K3JH.

Penatalaksanaan kasus Sampai saat ini belum ada pengobatan yang bersifat spesifik,
pengobatan hanya bersifat suportif tergantung kondisi keadaan pasien. WHO tidak
merekomendasikan pemberian steroid dosis tinggi. Belum ada vaksin tersedia untuk MERS-
CoV.
Pengendalian Infeksi Transmisi penularan virus MERS-CoV belum jelas, dapat terjadi
melalui
» Langsung : melalui percikan dahak (droplet) pada saat pasien batuk atau bersin.
» Tidak Langsung : melalui kontak dengan benda yang terkontaminasi virus. Semua protokol
pengendalian dan pencegahan infeksi MERS-CoV di fasilitas kesehatan mengikuti pedoman
pengendalian infeksi pada penyakit Flu burung.
Pemeriksaan Laboratorium Spesimen yang baik untuk pemeriksaan virus MERS-CoV
adalah spesimen yang berasal dari saluran nafas bawah seperti dahak, aspirat trakea dan
bilasan bronkoalveolar. Spesimen saluran pernafasan atas (nasofaring dan orofaring) tetap
diambil terutama bila spesimen saluran pernafasan bawah tidak memungkinkan dan pasien
tidak memiliki tanda-tanda atau gejala infeksi pada saluran pernapasan bawah. Spesimen dari
saluran nafas atas dan bawah sebaiknya ditempatkan terpisah karena jenis spesimen untuk
saluran nafas atas dan bawah berbeda, namun dapat dikombinasikan dalam satu wadah
koleksi tunggal dan diuji bersamasama.
NAMA : RETNO SRI HASTUTI
NR : NR143800003733
JENIS PETUGAS : TKHI PERAWAT
INSTANSI : UPTD. PUSKESMAS KANGKUNG I

HIPERTENSI

I. Pengertian Hipertensi
Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi adalah suatu gangguan pada pembuluh
darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah, terhambat
sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkannya (Sustrani, 2006).
Hipertensi atau darah tinggi adalah penyakit kelainan jantung dan pembuluh darah
yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah. WHO (World Health Organization)
memberikan batasan tekanan darah normal adalah 140/90 mmHg, dan tekanan darah sama
atau diatas 160/95 mmHg dinyatakan sebagai hipertensi. Batasan ini tidak membedakan
antara usia dan jenis kelamin (Marliani, 2007).
Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan
sistoliknya di atas 140 mmHg dan diastolik di atas 90 mmHg. Pada populasi lansia,
hipertensi didefinisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 90
mmHg (Rohaendi, 2008).
       
II. Klasifikasi Hipertensi
1. Klasifikasi hipertensi menurut WHO (World Health Organization) dalam Rohaendi
(2008):
1) Tekanan darah normal, yakni tekanan sistolik  kurang atau sama dengan 140 mmHg
dan tekanan diastoliknya kurang atau sama dengan 90 mmHg.
2) Tekanan darah borderline (perbatasan), yakni tekanan sistolik 140-159 mmHg dan
tekanan diastoliknya 90-94 mmHg
3) Tekanan darah tinggi atau hipertensi, yakni sistolik 1ebih besar atau sama dengan
160 mmHg dan tekanan diastoliknya lebih besar atau sama dengan 95mmHg.
2. Menurut Salma Elsanti (2009), klasifikasi penyakit hipertensi terdiri dari:
Tekanan sistolik:
1)  < 119 mmHg : Normal
2)  120-139 mmHg : Pra hipertensi
3)  140-159 mmHg : Hipertensi derajat 1
4)  > 160 mmHg : hipertensi derajat 2
Tekanan diastolik
1)  < 79 mmHg : Normal
2)  80-89 mmHg : pra hipertensi
3)  90-99 mmHg : hipertensi derajat 1
4)   >100mmHg : hipertensi derajat 2
Stadium 1: Hipertensi ringan (140-159 mmHg 90-99 mmHg)
Stadium 2: Hipertensi sedang (160-179 mmHg 100-109 mmHg)
Stadium 3: Hipertensi berat (180-209 mmHg 110-119 mmHg)

III. GEJALA HIPERTENSI


Hipertensi sulit disadari oleh seseorang karena hipertensi tidak memiliki gejala khusus.
Menurut  Sutanto (2009), gejala-gejala yang mudah diamati antara lain yaitu :
a.    Gejala ringan seperti pusing atau sakit kepala
b.    Sering gelisah
c.    Wajah merah
d.    Tengkuk terasa pegal
e.    Mudah marah
f.     Telinga berdengung
g.    Sukar tidur
h.    Sesak napas
i.      Rasa berat ditengkuk
j.      Mudah lelah
k.    Mata berkunang-kunang
l.      Mimisan ( keluar darah dari hidung).
IV. FAKTOR RESIKO YANG MEMPENGARUHI HIPERTENSI
Menurut Elsanti (2009), faktor resiko yang mempengaruhi hipertensi  yang dapat atau
tidak dapat dikontrol, antara lain:
a.  Faktor Resiko Yang Tidak Dapat Dikontrol:
1) Jenis kelamin
2) Umur
3) Keturunan (Genetik)

b.    Faktor Resiko Yang Dapat Dikontrol:


1)     Obesitas
2)     Kurang olahraga
3)     Kebiasaan Merokok
4)     Mengkonsumsi garam berlebih
5)     Minum alkohol
6)     Minum kopi
7)     Stress

V. KOMPLIKASI HIPERTENSI
a.    Penyakit jantung koroner dan arteri
b.    Payah jantung
c.    Stroke
d.    Kerusakan ginjal
      e.    Kerusakan penglihatan

VI. PENCEGAHAN HIPERTENSI


Agar terhindar dari komplikasi fatal hipertensi, harus diambil tindakan pencegahan yang
baik (stop High Blood Pressure), antara lain menurut bukunya (Gunawan, 2001),dengan
cara sebagai berikut:
a.      Mengurangi konsumsi garam.
Pembatasan konsumsi garam sangat dianjurkan, maksimal 2 g garam dapur untuk
diet setiap hari.
b.      Menghindari kegemukan (obesitas).
Hindarkan kegemukan (obesitas) dengan menjaga berat badan (b.b) normal atau
tidak berlebihan. Batasan kegemukan adalah jika berat badan lebih 10% dari berat
badan normal.
c.      Membatasi konsumsi lemak.
Membatasi konsumsi lemak dilakukan agar kadar kolesterol darah tidak terlalu
tinggi. Kadar kolesterol darah yang tinggi dapat mengakibatkan terjadinya endapan
kolesterol dalam dinding pembuluh darah. Lama kelamaan, jika endapan kolesterol
bertambah akan menyumbat pembuluh nadi dan menggangu peredaran darah.
Dengan demikian, akan memperberat kerja jantung dan secara tidak langsung
memperparah hipertensi.
d.      Olahraga teratur.
Menurut penelitian, olahraga secara teratur dapat meyerap atau menghilangkan
endapan kolesterol dan pembuluh nadi. Olahraga yang dimaksud adalah latihan
menggerakkan semua sendi dan otot tubuh (latihan isotonik atau dinamik), seperti
gerak jalan, berenang, naik sepeda. Tidak dianjurkan melakukan olahraga yang
menegangkan seperti tinju, gulat, atau angkat besi, karena latihan yang berat bahkan
dapat menimbulkan hipertensi.
e.      Makan banyak buah dan sayuran segar.
Buah dan sayuran segar mengandung banyak vitamin dan mineral. Buah yang
banyak mengandung mineral kalium dapat membantu menurunkan tekanan darah.
f.       Tidak merokok dan minum alkohol.
g.      Latihan relaksasi atau meditasi.
Relaksasi atau meditasi berguna untuk mengurangi stress atau ketegangan jiwa.
Relaksasi dilaksanakan dengan mengencangkan dan mengendorkan otot tubuh
sambil membayangkan sesuatu yang damai, indah, dan menyenangkan. Relaksasi
dapat pula dilakukan dengan mendengarkan musik, atau bernyanyi.
h.      Berusaha membina hidup yang positif.
Dalam kehidupan dunia modern yang penuh dengan persaingan, tuntutan atau
tantangan yang menumpuk menjadi tekanan atau beban stress (ketegangan) bagi
setiap orang. Jika tekanan stress terlampau besar sehingga melampaui daya tahan
individu, akan menimbulkan sakit kepala, suka marah, tidak bisa tidur, ataupun
timbul hipertensi. Agar terhindar dari efek negative tersebut, orang harus berusaha
membina hidup yang positif.
Beberapa cara untuk membina hidup yang positif adalah sebagai berikut:
1)   Mengeluarkan isi hati dan memecahkan masalah
2)  Membuat jadwal kerja, menyediakan waktu istirahat atau waktu untuk kegiatan santai.
3)  Menyelesaikan satu tugas pada satu saat saja, biarkan orang lain menyelesaikan
bagiannya.
4)        Sekali-sekali mengalah, belajar berdamai.
5)        Cobalah menolong orang lain.
6)        Menghilangkan perasaan iri dan dengki.

VII. MAKANAN YANG DI PERBOLEHKAN


1.    Bayam
Bayam merupakan sumber magnesium yang sangat baik. Tidak hanya melindungi
dari penyakit jantung, tetapi juga dapat mengurangi tekanan darah. Selain itu,
kandungan folat dalam bayam dapat melindungi tubuh dari homosistein yang
membuat bahan kimia berbahaya. Penelitian telah menunjukkan bahwa tingkat tinggi
asam amino (homosistein) dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.
2.    Kacang-kacangan
Kacang-kacangan, seperti kacang tanah, almond, kacang merah mengandung
magnesium dan potasium. Potasium dikenal cukup efektif menurunkan tekanan darah
tinggi.
3.    Pisang
Buah ini tidak hanya menawarkan rasa lezat tetapi juga membuat tekanan darah
lebih sehat. Pisang mengandung kalium dan serat tinggi yang bermanfaat mencegah
penyakit jantung. Penelitian juga menunjukkan bahwa satu pisang sehari cukup untuk
membantu mencegah tekanan darah tinggi.
4.    Kedelai
Banyak sekali keuntungan mengonsumsi kacang kedelai bagi kesehatan Anda.
Salah satunya dalah menurunkan kolesterol jahat dan tekanan darah tinggi.
Kandungan isoflavonnya memang sangat bermanfaat bagi kesehatan.
5.    Kentang
Nutrisi dari kentang sering hilang karena cara memasaknya yang tidak sehat.
Padahal kandungan mineral, serat dan potasium pada kentang sangat tinggi yang
sangat baik untuk menstabilkan tekanan darah.
6.    Coklat pekat
Pecinta cokelat pasti akan senang, karena kandungan flavonoid dalam cokelat
dapat membantu  menurunkan tekanan darah dengan merangsang produksi nitrat
oksida. Nitrat oksida membuat sinyal otot-otot sekitar pembuluh darah untuk lebih
relaks, dan menyebabkan aliran darah meningkat.

VIII. MAKANAN YANG TIDAK DI PERBOLEHKAN


1.    Roti, kue yang dimasak dengan garam dapur atau soda.
2.  Ginjal, hati, lidah, sardin, keju, otak, semua makanan yang diawetkan dengan
menggunakan garam dapur; seperti daging asap, ham, ikan kaleng, kornet, dan ebi.
3.   Sayuran dan buah yang diawetkan dengan garam dapur; seperti sawi asin, asinan, acar.
4.    Garam dapur, soda kue, baking powder , MSG (penyedap rasa).
5.    Margarin dan mentega biasa.
6.    Bumbu yang mengandung garam dapur yaitu terasi, kecap, saus tomat, petis, tauco.
NAMA : RETNO SRI HASTUTI
NR : NR143800003733
JENIS PETUGAS : TKHI PERAWAT
INSTANSI : UPTD. PUSKESMAS KANGKUNG I

DIABETES MELLITUS

Diabetes mellitus, DM (bahasa Yunani: διαβαίνειν, diabaínein, tembus atau


pancuran air) (bahasa Latin: mellitus, rasa manis) yang juga dikenal di Indonesia dengan
istilah penyakit kencing gula adalahkelainan metabolis yang disebabkan oleh banyak
faktor, dengan simtoma berupa hiperglisemia kronis dan gangguan
metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, sebagai akibat dari:
 defisiensi sekresihormoninsulin, aktivitas insulin, atau keduanya
 defisiensi transporter glukosa.
 atau keduanya.
DM yaitu kelainan metabolik akibat dari kegagalan pankreas untuk mensekresi
insulin (hormon yang responsibel terhadap pemanfaatan glukosa) secara adekuat. Akibat
yang umum adalah terjadinya hiperglikemia.
DM merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kelainan kadar
glukosa dalam darah atau hiperglikemia yang disebabkan defisiensi insulin atau akibat
kerja insulin yang tidak adekuat (Brunner & Suddart)
Kadar gula darah sepanjang hari bervariasi, meningkat setelah makan dan kembali
normal dalam waktu 2 jam. Kadar gula darah yang normal pada pagi hari setelah malam
sebelumnya berpuasa adalah 70-110 mg/dL darah. Kadar gula darah biasanya kurang dari
120-140 mg/dL pada 2 jam setelah makan atau minum cairan yang mengandung gula
maupun karbohidrat lainnya.
 
Type – type Diabetes Militus
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan bentuk diabetes mellitus
berdasarkan perawatan dan simtoma:
1. Diabetes tipe 1, yang meliputi simtoma ketoasidosis hingga rusaknya sel
beta di dalam pankreas yang disebabkan atau menyebabkan autoimunitas, dan
bersifat idiopatik. Diabetes mellitus denganpatogenesis jelas, seperti fibrosis sistik
atau defisiensi mitokondria, tidak termasuk pada penggolongan ini.
2. Diabetes tipe 2, yang diakibatkan oleh defisiensi sekresi insulin, seringkali
disertai dengan sindrom resistansi insulin
3. Diabetes gestasional, yang meliputi gestational impaired glucose tolerance,
dan menurut tahap klinis tanpa pertimbangan patogenesis, dibuat menjadi:
       
Tanda dan gejala Diabetes Militus
Tanda awal yang dapat diketahui bahwa seseorang menderita DM atau kencing
manis yaitu dilihat langsung dari efek peningkatan kadar gula darah, dimana peningkatan
kadar gula dalam darah mencapai nilai 160 – 180 mg/dL dan air seni (urine) penderita
kencing manis yang mengandung gula (glucose), sehingga urine sering dilebung atau
dikerubuti semut.
Penderita kencing manis umumnya menampakkan tanda dan gejala dibawah ini
meskipun tidak semua dialami oleh penderita :
1.  Jumlah urine yang dikeluarkan lebih banyak (Polyuria)
2.  Sering atau cepat merasa haus/dahaga (Polydipsia)
3.  Lapar yang berlebihan atau makan banyak (Polyphagia)
4.  Frekwensi urine meningkat/kencing terus (Glycosuria)
5.  Kehilangan berat badan yang tidak jelas sebabnya
6.  Kesemutan/mati rasa pada ujung syaraf ditelapak tangan & kaki
7.  Cepat lelah dan lemah setiap waktu
8.  Mengalami rabun penglihatan secara tiba-tiba
9.  Apabila luka/tergores (korengan) lambat penyembuhannya
10. Mudah terkena infeksi terutama pada kulit.

Faktor penyebab Diabetes Militus


Penyakit diabetes bisa disebabkan oleh beberapa faktor pemicu,diantaranya:
  Pola makan
Makan secara berlebihan dan melebihi jumlah kadar kalori yang dibutuhkan oleh
tubuh dapat memacu timbulnya diabetes mellitus. konsumsi makan yang berlebihan
dan tidak diimbangi dengan sekresi insulin dalam jumlah yang memadai dapat
menyebabkan kadar gula dalam darah meningkat dan pastinya akan menyebabkan
diabetes melitus.
  Obesitas (kegemukan)
Orang gemuk dengan berat badan lebih dari 90 kg cenderung memiliki peluang
lebih besar untuk terkena penyakit diabetes militus. Sembilan dari sepuluh orang
gemuk berpotensi untuk terserang diabetes mellitus.

  Faktor genetis
Diabetes mellitus dapat diwariskan dari orang tua kepada anak. Gen penyebab
diabetes mellitus akan dibawa oleh anak jika orang tuanya menderita diabetes
mellitus. Pewarisan gen ini dapat sampai ke cucunya bahkan cicit walaupun resikonya
sangat kecil.
  Bahan-bahan kimia dan obat-obatan
Bahan-bahan kimia dapat mengiritasi pankreas yang menyebabkan radang
pankreas, radang pada pankreas akan mengakibatkan fungsi pankreas menurun
sehingga tidak ada sekresi hormon-hormon untuk proses metabolisme tubuh termasuk
insulin. Segala jenis residu obat yang terakumulasi dalam waktu yang lama dapat
mengiritasi pankreas.
  Penyakit dan infeksi pada pancreas
Infeksi mikroorganisme dan virus pada pankreas juga dapat menyebabkan
radang pankreas yang otomatis akan menyebabkan fungsi pankreas turun sehingga
tidak ada sekresi hormon-hormon untuk proses metabolisme tubuh termasuk insulin.
Penyakit seperti kolesterol tinggi dan dislipidemia dapat meningkatkan resiko terkema
diabetes mellitus.
  Pola hidup
Pola hidup juga sangat mempengaruhi faktor penyebab diabetes mellitus. Jika
orang malas berolah raga memiliki resiko lebih tinggi untuk terkena penyakit diabetes
mellitus karena olah raga berfungsi untuk membakar kalori yang berlebihan di dalam
tubuh. Kalori yang tertimbun di dalam tubuh merupakan faktor utama penyebab
diabetes mellitus selain disfungsi pankreas.
  Teh manis
Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah
melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira
mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa
rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita
sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk
pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Ujungnya: obesitas dan
diabetes.
   Gorengan
Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan
adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti
kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular
(PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor
risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid
yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan
trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya
proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai
makanan rendah serat dan tinggi lemak, termasuk gorengan.
  Suka ngemil
Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri
dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau
dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik
kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan
serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan
glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya
mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah.
  Kurang tidur.
Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli
dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari
mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya,
risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam
darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur
terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik.
  Sering stress
Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres
datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya
gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang
dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus
dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh
diri pelan-pelan.
  Kecanduan rokok
Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita
menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen.
Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi
kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga.
  Menggunakan pil kontrasepsi
Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan
progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar
gula darah. Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik
Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin.
Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk
memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak
berfungsi dengan baik.
  Keranjingan soda
Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses’ Health Study II terhadap 51.603
wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda
membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti
mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam
minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga
terdorong untuk minum lebih banyak.
 
Cara pengobatan dan penanganan Diabetes Militus
Penderita diabetes tipe 1 umumnya menjalani pengobatan therapi insulin
(Lantus/Levemir, Humalog, Novolog atau Apidra) yang berkesinambungan, selain itu
adalah dengan berolahraga secukupnya serta melakukan pengontrolan menu makanan (diet).
          Pada penderita diabetes mellitus tipe 2, penatalaksanaan pengobatan dan penanganan
difokuskan pada gaya hidup dan aktivitas fisik. Pengontrolan nilai kadar gula dalam darah
adalah menjadi kunci program pengobatan, yaitu dengan mengurangi berat badan, diet, dan
berolahraga. Jika hal ini tidak mencapai hasil yang diharapkan, maka pemberian obat tablet
akan diperlukan. Bahkan pemberian suntikan insulin turut diperlukan bila tablet tidak
mengatasi pengontrolan kadar gula darah.
 
PERAWATAN PREVENTIF
1.Identifikasi
     Penderita membawa keterangan tentang : jenis DM, komplikasi, regime Pengobatan
2.Vaksinasi
  Merupakan tindakan yang baik terutama terhadap pnemokokus dan influensa
3.  Tidak merokok
4.  Deteksi dan Penatalaksanaan hipertensi dan hiperlipidemia
5.  Perawatan kaki
 
 

NAMA : RETNO SRI HASTUTI


NR : NR143800003733
JENIS PETUGAS : TKHI PERAWAT
INSTANSI : UPTD. PUSKESMAS KANGKUNG I

PERILAKU HIDUP BERSIHB SEHAT

a. Pengertian PHBS

    PHBS adalah semua perilaku yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota
keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan
berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan dimasyarakat.

b. TujuanPHBS
1. Meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kemauan masyarakat untuk hidup bersih
dan sehat PHBS dalam rumah tangga
2. PHBS di rumah tangga adalah upaya untuk memperdayakan anggota rumah tangga
agar tahu, mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta
berperan aktif  dalam gerakan kesehatan di masyarakat.
3. PHBS di rumah tangga di lakukan untuk mencapai rumah tangga Ber-PHBS.
4. Rumah tangga Ber-PHBS adalah rumah tangga yang melakukan 10 PHBS di rumah
tangga yaitu :
1) persalinan di tolong oleh tenaga kesehatan
2) memberi bayi ASI ekslusif
3) menimbang balita setiap bulan
4) menggunakan air bersih
5) mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
6) menggunakan jamban sehat
7) memberantas jentik di rumah sekali seminggu
8) makan buah dan sayur setiap hari
9) melakukan aktifitas fisik setiap hari
10) tidak merokok di dalam rumah.
c. Manfaat PHBS

Bagi Rumah Tangga :


 Setiap anggota keluarga menjadi sehat dan tidak mudah sakit.
 Anak tumbuh sehat dan cerdas.
 Anggota keluarga giat bekerja.
 Pengeluaran biaya rumah tangga dapat ditujukan untuk memenuhi gizi keluarga,
pendidikan dan modal usaha untuk menambah pendapatan keluarga.

Bagi Masyarakat:
 Masyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat.
 Masyarakat mampu mencegah dan menanggulangi masalah –masalah kesehatan.
 Masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada.
 Masyarakat mampu mengembangkan Upaya  Kesehatan Bersumber Masyarakat
(UKBM) seperti Posyandu, tabungan ibu bersalin, arisan jamban, ambulans desa
dan lain-lain.

d. Peran leader dalam mewujudkan rumah tangga yang ber-PHBS


 Melakukan pendataan rumah tangga yang ada di wilayahnya dengan menggunakan
Kartu PHBS atau Pencatatan PHBS di Rumah Tangga pada buku kader.
 Melakukan pendekatan kepada kepala desa/lurah dan tokoh masyarakat untuk
memperolah dukungan dalam pembinaan PHBS di Rumah Tangga.
 Sosialisasi PHBS di Rumah Tangga ke seluruh rumah tangga yang ada di
desa/kelurahan melalui kelompok damawisma.
 Memberdayakan keluarga untuk melaksanakan PHBS melalui penyuluhan
perorangan, penyuluhan kelompok, penyuluhan massa dan pergerakan masyarakat.
 Mengembangkan kegiatan-kegiatan ang mendukung terwujudnya Rumah Tangga
Ber-PHBS.
 Memantau kemajuan pencapaian Rumah Tangga Ber-PHBS di wilayahnya setiap
tahun melalui pencatatan PHBS di Rumah Tangga.

 
NAMA : RETNO SRI HASTUTI
NR : NR143800003733
JENIS PETUGAS : TKHI PERAWAT
INSTANSI : UPTD. PUSKESMAS KANGKUNG I

PENYAKIT PERNAPASAN

Pengertian
PPOK adalah kumpulan penyakit paru yang menyebabkan gejala obstruksi saluran napas
didalam paru dan berlang$ung kroni$ atau menahun.

 Penyebab
  merokok 
  Polusi udara atau lingkungan
  alergi kronis pada saluran napas
  Infeksi saluran napas kronis atau berulang

Tanda dan gejala :


  Sesak Nafas
 Bentuk dada barel chest
 Clubbing finger
 Hipersonor dada kanan dan kiri
 Aspirasi panjang
 Bunyi jantung agak jauh

 Perawatan PPOK di rumah:


 Melakukan aktifitas perawatan diri
 Meningkatkan imunitas dengan gizi seimbang
 Menjaga lingkungan agar bebas dari polusi / rokok
 Tidak merokok
  Pengeluaran sekresi bronkial dengan cara: postural drainage fibrasi dan latihan batuk
efektif

Postural drainage
Pengeluaran sekret dengan prinsip gravitasi bumi caranya :
Posisikan klien sesuai bagian paru yang mengandung banyak secret untuk membersihkan
paru kanan maka klien miring kiri dan begitu juga sebaliknya dilanjutkan dengan prosedur
clapping dan vibrasi lakukan 1- 5 menit

Clapping dan vibrasi 


Caranya :
atur posisi klien duduk atau miring. menepuk punggung dengan kedua tangan masing –
masing 3kali tepukan sampai ada rangsangan batuk. vibrasi dilakukan dgn cara melakukan
getaran- getaran lembut disamping depan cekungn iga saat klien menarik napas dalam.

Batuk Efektif 
Caranya :
anjurkan klien menarik napas dalam tahan selama 3 detik dan batukkan Sekret ditampung
dalam sputum pot Postural drainase clapping viibrasi dan batuk efektif dilakukan secara
berurutan sebagai suatu paket manajemen pengeluaran $ekret.
NAMA : RETNO SRI HASTUTI
NR : NR143800003733
JENIS PETUGAS : TKHI PERAWAT
INSTANSI : UPTD. PUSKESMAS KANGKUNG I

MAKANAN SEHAT BAGI JEMAAH HAJI

Makanan bergizi dapat membantu para jamaah calon haji dalam mempertahankan kondisi
tubuh agar tetap sehat dan prima. Gizi adalah segala sesuatu tentang makanan dan kaitannya
dengan kesehatan. Makanan sehat dan bergizi yang seimbang adalah makanan yang cukup
zat gizinya sesuai keperluan tubuh. Setiap zat gizi mempunyai fungsi yang khusus dalam
tubuh. OIeh karena itu sebaiknya semua zat gizi harus terdapat dalam makanan sehari-hari.
Setiap orang memerlukan jumlah makanan yang berbeda sesuai dengan jenis kegiatan yang
dilakukan (kegiatan ringan, sedang dan berat), jenis kelamin, kondisi tubuh, berat badan,
tinggi badan, lingkungan udara.
Pedoman makanan jamaah calon haji sebelum berangkat ke tanah suci sebagai berikut:
1. Makanlah makanan yang beraneka-ragam dan terdiri dan berbagai bahan makanan seperti
makanan pokok, lauk pauk, sayuran dan buah dalam jumlah yang cukup sesuai kebutuhan,
2. Pilihlah bahan makanan pokok yang tinggi serat seperti beras, jagung, kentang, ubi, talas,
singkong, roti, mie dan sebagainya,
3. Makanlah lauk pauk yang bernilai gizi tinggi seperti daging, telur, ikan, ayam, kacang-
kacangan dan hasil olahannya seperti tahu, tempe dan sebagainya,
4. Makanlah sayuran berwarna seperti bayam, kangkung, wortel, labu kuning, sawi, daun
singkong, dan sebagainya,
5. Makanlah buah-buahan berwarna kuning atau kemerahan yang banyak mengandung
vitamin seperti pisang, pepaya, jeruk, nanas, peer, anggur, apel, semangka dan melon.
6. Minum minimal 10 gelas Dari pedoman di atas dapat dijabarkan kebutuhan bahan
makanan seorang sehari berdasarkan kecukupan gizinya

PENGATURAN MAKANAN UNTUK JAMAAH HAJI YANG MENDERITA


PENYAKIT RISIKO TINGGI (RISTI)
Jamaah haji yang ber-Risiko Tinggi (Risti) menderita penyakit yang dapat mengganggu
ibadah haji. Berdasarkan pengamatan TKHI tahun 2000-2001 penyakit yang terbanyak
diderita para Jamaah haji ialah penyakit Lambung dan penyakit degeneratif, antara lain:
Hipertensi, Jantung Koroner dan Diabetes Mellitus.
A. UNTUK JAMAAH DENGAN HIPERTENSI
Tekanan darah umumnya meningkat seiring dengan meningkatnya usia dan berkaitan erat
dengan terjadinya penyakit Jantung, Stroke, dan penyakit Ginjal. Secara umum nilai
normal tekanan darah bagi orang dewasa adalah 120/80 mm Hg. Apabila seseorang
tekanan darahnya telah melebihi 140/90 mm Hg, maka orang tersebut telah menderita
hipertensi. Tujuan pengaturan makanan pada Hipertensi adalah: - Menurunkan atau
mempertahankan tekanan darah sehingga mencapai batas normal. - Mencegah /
menghilangkan penimbunan garam. Cara Pengaturan Makanan:
1. Batasi Bahan Makanan sumber Natrium (garam) Garam Natrium secara alami terdapat
dalam bahan makanan hewani dan nabati. Selain itu juga merupakan bahan yang
ditambahkan pada masakan/makanan, seperti:
• Tepung Susu Penuh ( Full cream)
• Margarine
• Soda kue (Natrium bikarbonat)
• Pengawet daging (Sendawa),
• Pengawet buah (Sodium benzoat)
. Bumbu mie instan, petis, tauco, vetsin dan kecap

2. Batasi makanan yang asin atau diawetkan dengan garam: Semua makanan yang telah
diolah, seperti:
• Biskuit, krekers, bolu, kue lain yang dimasak dengan garam dapur dan margarine.
• Dendeng, abon, corned beef, ikan asin, ikan pindang, sarden, udang kering, telur asin.
• Keju, selai kacang tanah (pindakas).
• Sayuran dalam kaleng.
3. Bahan makanan yang diperbolehkan:
• Bahan makanan segar, seperti beras, ubi, mie, maizena, hunkwee, terigu, gula pasir.
• Kacang-kacangan dan hasil olahnya, seperti kacang hijau, kacang merah, kacang
tanah, kacang tolo, tempe, tahu tawar, oncom.
• Minyak goreng, margarine tanpa garam.
• Sayuran dan buah-buahan segar.
• Bumbu seperti : bawang merah, bawang putih, jahe, kemiri, kunyit, kencur, laos,
salam, sereh, dan lain-lain.

4. Meningkatkan asupan kalium, kalsium dan magnesium dengan cukup makan sayuran
dan buah-buahan.
Cara memasak yang dianjurkan:
• Dalam menumis atau memasak sebaiknya menggunakan mentega atau margarine yang
tidak mengandung (garam).
• Untuk memperbaiki rasa masakan yang tawar, dapat digunakan bumbu-bumbu seperti
bawang merah, bawang putih, gula, cuka, kunyit, daun salam, dan asam.
• Dengan menggoreng, menumis, pepes, kukus atau memanggang juga dapat
meninggikan/menambah rasa masakan sehingga tidak merasa tawar.

B. UNTUK JAMAAH DENGAN PENYAKIT DIABETES MELITUS

Diabetes Mellitus merupakan kelainan metabolik yang ditandai oleh adanya kenaikan
kadar gula dalam darah akibat berkurangnya atau tidak adanya insulin. Dengan pengaruh
insulin, yaitu suatu zat/hormon penting yang dibentuk oleh kelenjar pankreas, gula diubah
menjadi energi dan merupakan sumber kekuatan otot. Jika insulin yang dibentuk di
pankreas terlalu sedikit, maka seseorang akan menderita diabetes. Gula yang ada dalam
darah tidak termanfaatkan secara memadai, karena itu kadar gula dalam darah meningkat
dan kelebihannya terbuang melalui air seni. Metabolisme lemakpun akan terganggu.
Faktor keturunan, kegemukan/obesitas, pola makan yang salah, proses menua, setress dan
lain-lain merupakan faktor risiko atau faktor pencetus terjadinya penyakit ini.
Gejala Klinis Diabetes Melitus adalah: Sering kencing terutama pada malam hari Berat
badan yang turun dengan cepat walaupun makan-makanan dalam jumlah yang cukup atau
berlebihan.
• Di samping itu kadang-kadang ada keluhan : lemah, kesemutan pada jan tangan dan kaki,
cepat lapar, gatalgatal, penglihatan kabur, dan luka sukar sembuh. Tujuan diet
pengaturan makan pada penyakit Diabetes Mellitus:
Mempertahankan kadar gula darah sampai batas normal. Pengaturan makanan adalah
salah satu komponen utama dalam pengobatan penyakit Diabetes Mellitus, dengan
penurunan berat badan sangat membantu kerja insulin.
Cara Pengaturan Makanan:
1. Jumlah kalori ditentukan menurut umur, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan dan
aktivitas,
2. Batasi penggunaan karbohidrat kompleks seperti: nasi, lontong, roti, ketan, jagung,
kentang, dll dikurangi jumlahnya dan kebiasaan sehani-hari,
3. Hindari penggunaan sumber karbohidrat sederhana/mudah diserap seperti gula pasir,
gula jawa, sirup, selai, manisan buah-buahan, susu kental manis, minuman botol
ringan, dodol, es knim, kue-kue manis, bolu, tarcis, abon, dendeng, dan sarden,
4. Bahan makanan yang diperbolehkan:
• Lauk hewani dan nabati dalam jumlah yang cukup sesuai yang dianjurkan,
• Aneka ragam sayuran untuk memberikan rasa kenyang dan kandungan serat tinggi,
• Buah-buahan dalam jumlah cukup,
• Minyak dan garam dalam jumlah yang tidak berlebihan.
5. Jumlah makanan yang dimakan dalam satu hari dibagi dan diatur dengan baik terutama
bagi penderita yang menggunakan obat dan suntikan insulin,
6. Untuk mengganti gula dapat digunakan sakarin dengan perbandingan 1 gelas minuman
digunakan 2 tablet sakarin atau 1/4 sendok teh sakarin kristal. Bila menggunakan
sakarin jangan dipanaskan karena dapat memberi rasa pahit.

C. UNTUK JAMAAH DENGAN PENYAKIT LAMBUNG

Tujuan diet pada penyakit Lambung: Memberikan makanan secukupnya yang tidak
merangsang dan agar dapat menetralkan kelebihan asam lambung.
Cara Pengaturan Makanan:
1. Porsi makan yang diberikan kecil tapi sering,
2. Lambung tidak boleh kosong lebih dari tiga (3) jam, sehingga pembagian jam makan
harus teratur,
3. Dalam memasak sebaiknya tidak banyak memakai cabe dan bumbu yang merangsang,
4. Pilih buah-buahan yang tidak asam dan yang tidak menimbulkan gas (misalnya : nenas,
kedondong, mangga muda, durian, nangka masak),
5. Susu diberikan sesuai toleransi,
6. Hindari makanan yang merangsang sekresi getah lambung (kopi, teh kental dan
alkohol).

D. UNTUK JAMAAH DENGAN PENYAKIT JANTUNG KORONER


Tujuan pengaturan makanan pada penyakit jantung koroner adalah:
1. Memberikan makanan secukupnya tanpa memberatkan pekerjaan jantung,
2. Menurunkan berat badan bila penderita terlalu gemuk,
3. Mencegah/menghilangkan penimbunan garam/air.

E. Cara Pengaturan Makanan:


1. Batasi penggunaan garam bila ada tekanan darah tinggi (hipertensi),
2. Bagi yang terlalu gemuk, jumlah makanan pokok sebagai sumber hidrat arang
dikurangi. Contoh sumber hidrat arang: beras, roti, mie, kentang, bihun, biskuit,
tepung-tepungan, gula, dan sebagainya,
3. Bahan makanan yang berlemak sebaiknya dibatasi. Pilihlah daging tanpa lemak atau
ikan segar, ayam dan lain-lain,
4. Hindari sayuran yang mengandung gas: kool, lobak, nangka muda,
5. Semua buah boleh dimakan kecuali nangka masak, durian, alpukat diberikan dalam
jumlah terbatas,
6. Makanan yang sebaiknya dipilih yang mudah dicerna dan tidak merangsang,
7. Dalam memasak sebaiknya tidak menggunakan cabe dan bumbu yang merangsang,
8. Usahakan untuk mengurangi makanan gorengan dan yang dimasak dengan santan
kental,
9. Dianjurkan untuk tidak minum kopi, atau alkohol.

Anda mungkin juga menyukai