Umi Muawanah, dkk.

KONSEP DASAR AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN
JILID 2 SMK

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

KONSEP DASAR AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN
JILID 2
Penulis

Untuk SMK
: Umi Muawanah Fahmi Poernawati

Perancang Kulit

: TIM

Ukuran Buku MUA k

:

17,6 x 25 cm

MUAWANAH, Umi Konsep Dasar Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Jilid 1 untuk SMK /oleh Umi Muawanah, Fahmi Poernawati ---- Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. xii, 127 hlm Daftar Pustaka : Lampiran. A Daftar Istilah : Lampiran. B ISBN : 978-602-8320-51-1 ISBN : 978-602-8320-53-5

Diterbitkan oleh

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Tahun 2008

KATA SAMBUTAN
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, telah melaksanakan kegiatan penulisan buku kejuruan sebagai bentuk dari kegiatan pembelian hak cipta buku teks pelajaran kejuruan bagi siswa SMK. Karena buku-buku pelajaran kejuruan sangat sulit di dapatkan di pasaran. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK dan telah dinyatakan memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 45 Tahun 2008 tanggal 15 Agustus 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkan soft copy ini diharapkan akan lebih memudahkan bagi masyarakat khsusnya para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri untuk mengakses dan memanfaatkannya sebagai sumber belajar. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, 17 Agustus 2008 Direktur Pembinaan SMK

Buku ini merupa-kan buku pelajaran akuntansi bagian 3 (tiga) yang melengkapi keberadaan buku 1 (satu) dan buku 2 (dua). Perlakuan akuntansi yang dimaksud meliputi: (1) pengakuan. P iii . Dan dalam menyusun buku ini. Berbeda dengan buku 1 (satu) dan buku 2 (dua) yang keduanya lebih menitik beratkan pada pembahasan tentang siklus akuntansi. dan (3) penyajian dalam laporan keuangan.KATA PENGANTAR uji syukur kehadirat Allah SWT penulis panjatkan atas dapat diselesaikannya penulisan buku akuntansi ini. Buku 3 (tiga) ini berisi tentang konsep yang mendasari perlakuan akuntansi atas suatu transaksi. buku 3 (tiga) ini akan membantu para siswa atau pembaca lainnya untuk lebih memahami bagaimana suatu transaksi itu harus diakui. Dengan demikian diharapkan bahwa para siswa dan pembaca lainnya akan lebih dapat mendalami pelajaran akuntansi mulai dari pemahaman terhadap siklus akuntansi (mulai dari proses pencatatan transaksi sampai dengan menyusun laporan keuangan) hingga pemahaman terhadap konsep dasar akuntansi keuangan. (2) pengukuran. oleh karena itu penyampaian materi dalam buku inipun disusun secara sederhana. Penulis berharap bahwa buku ini bisa digunakan oleh berbagai pihak. dan disajikan dalam laporan keuangan. penulis beranggapan bahwa para pembaca belum pernah mempelajari konsep dasar akuntansi keuangan. dinilai atau diukur.

Rancangan pada buku ini diharapkan bisa dipelajari oleh para pembaca secara umum dan para siswa SMK secara khusus secara mandiri. penulis sangat berterimakasih apabila pembaca bersedia memberikan kritik dan saran. Dengan cara ini diharapkan para siswa atau pembaca dapat menguasai konsep teori pada bab yang bersangkutan dengan lebih baik. Semoga bermanfaat! Penulis iv . Harapan penulis adalah semoga buku ini bisa melengkapi dua buku sebelumnya dan dapat digunakan sebagai bahan untuk memahami pelajaran akuntansi tingkat dasar secara menyeluruh. Hal ini dimaksudkan untuk dapat didiskusikan atau dikerjakan secara mandiri. sehingga dapat digunakan untuk penyempurnaan pada edisi berikutnya. (2) memberikan penjelasan tentang bagaimana kita akan memberikan nilai atau angka terhadap suatu transaksi. penulis mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga kepada selmua pihak yang telah membantu mulai dari menyiapkan materi buku ini hingga penyelesaian buku ini. siswa dan para pembaca lainnya diajak untuk mempelajari mulai dari pencatatan.Tujuan ditulisnya buku ini untuk: (1) memberikan pemahaman terhadap bagaimana sebuah transaksi harus dicatat dalam buku jurnal. Oleh karena itu. pemberian nilai sampai dengan penyajian sebuah akun dalam laporan keuangan. dan (3) bagaimana suatu akun dapat disajikan dalam suatu laporan keuangan. Penulis menyadari bahwa buku ini masih memiliki banyak kekurangan dan kesalahan. Pemahaman tentang proses akuntansi yang terangkai dalam siklus akuntansi dalam suatu perusahaan sebagaimana yang telah dibahas pada buku 1 (satu) dan buku 2 (dua) lebih difokuskan pada proses pencatatannya hingga disusun sebuah laporan keuangan. Sedangkan pada buku 3 (tiga) ini. seperti pada buku 1 (satu) dan buku 2 (dua). Akhirnya. Dengan demikian diharapkan bahwa para siswa dan pembaca lainnya akan lebih memahami tahapan-tahapan dalam mempelajari akuntansi keuangan pada tingkat dasar secara menyeluruh. maka pada buku 3 (tiga) inipun dilengkapi dengan sejumlah bahan pertanyaan. bagi siswa SMK program keahlian akuntansi se Indonesia dan pembaca lainnya. Oleh karena itu. dan soal pada setiap akhir bab. latihan.

F. D. B. Buku Besar dan Jenisjenis Akun dalam Perusahaan Bentuk-bentuk Akun Sifat-sifat Akun dan Aturan Pencatatan Akun Akun dan Persamaan Dasar Akuntansi Saldo Normal Akun Cara Pencatatan Transaksi dalam Akun v . C. B. Pengertian Akun. F. B. E.DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI iii v 1 1 3 5 5 8 8 10 11 12 14 14 23 27 30 38 41 43 44 46 51 52 53 BAB 1 AKUNTANSI DAN OPERASI BISNIS A. C. Pengertian dan Tujuan Akuntansi Peran Akuntansi dalam Perusahaan dan Pengguna Akuntansi Profesi Akuntansi Bidang-bidang Spesialisasi Akuntansi Jenis-jenis Perusahaan Jenis-jenis Organisasi Perusahaan Soal-soal Latihan Bab 1 BAB 2 TRANSAKSI BISNIS PERUSAHAAN DAN PERSAMAAN DASAR AKUNTASI A. D. C. D. Pengertian Transaksi Bisnis Perusahaan Persaman Dasar Akuntansi Analisis Transaksi Laporan Keuangan Contoh Soal dan Penyelesaiannya Soal-soal Latihan Bab 2 Soal Berlanjut BAB 3 AKUN (REKENING) DAN PENGGUNAANNYA A. E.

E. D. D. Memahami Langkah-langkah dalam Proses Pencatatan Menganalisis Pengaruh Transaksi Bisnis terhadap Akun Pengertian Jurnal dan Fungsinya Bentuk-bentuk Buku Jurnal (Harian) Menyiapkan Ayat-ayat Jurnal di Buku Harian Contoh Soal dan Penyelesaiannya Soal-soal Latihan Bab 4 Soal Berlanjut BAB 5 POSTING DAN BUKU BESAR A. B. B. E.Contoh Soal dan Penyelesaiannya Soal-soal Latihan Bab 3 Soal Berlanjut 56 59 69 71 72 74 75 75 78 92 94 97 101 102 105 107 114 118 125 127 128 129 132 133 137 139 148 156 BAB 4 PENCATATAN TRANSAKSI BISNIS A. C. Buku Besar dan Kegunaannya Daftar Akun (Rekening) Posting (Pemindahan) Ayat Jurnal ke Buku Besar Contoh Soal dan Penyelesaiannya Soal-soal Latihan Bab 5 Soal Berlanjut BAB 6 NERACA SALDO A. C. B. Pengertian dan Kegunaan Neraca Saldo Prosedur Menyiapkan Neraca Saldo Keterbatasan Neraca Saldo Menyiapkan Neraca Saldo Mendeteksi Neraca Saldo yang Tidak Seimbang Contoh Soal dan Penyelesaiannya Soal-soal Latihan Bab 6 Soal Berlanjut vi . C.

Jenis-jenis Laporan Keuangan Bentuk Laporan Keuangan Menyiapkan Laporan Keuangan Soal-soal Latihan Bab 9 BAB 10 PEMBALIK A. Pengertian dan Kegunaan Neraca Lajur Bentuk dan Isi Neraca Lajur Menyiapkan Neraca Lajur Contoh Soal dan Penyelesaiannya Soal-soal Latihan Bab 8 BAB 9 LAPORAN KEUANGAN A. PENUTUPAN BUKU DAN JURNAL Menjelaskan Kegunaan Jurnal Penutup Menyiapkan Jurnal Penutup Tahap-tahap Menutup Akun Nominal Jurnal Penutup untuk Perusahaan Persekutuan Jurnal Penutup untuk Perusahaan Perseroan Kegunaan Jurnal Pembalik (Reversing Entry) Menyiapkan Jurnal Pembalik Contoh Soal dan Penyelesaiannya Soal-soal Latihan Bab 10 vii . C. D. B. C. E. B.BAB 7 PENYESUAIAN DAN KOREKSI AKUN (REKENING) A. D. G. B. C. C. F. B. Kebutuhan Penyesuaian Jenis-jenis Penyesuaian Jurnal Penyesuaian Koreksi dan Ayat Jurnal Koreksi Contoh Soal dan Penyelesaiannya Soal-soal Latihan Bab 7 157 158 160 161 175 179 181 189 190 190 191 195 199 206 207 213 218 220 225 226 227 227 237 239 241 241 247 251 BAB 8 NERACA LAJUR A.

B. C. C. C. B. C. Pengertian dan Ruang Lingkup Operasi Perusahaan Dagang Laporan Keuangan untuk Perusahaan Dagang Transaksi di Perusahaan Dagang Soal-soal latihan Bab I Latihan-latihan 270 272 275 278 289 291 292 292 295 300 305 312 316 318 319 323 324 324 326 335 336 261 262 262 263 265 BAB 1 BAB 2 AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG A. D. Pengertian dan Kegunaan Neraca Saldo setelah Penutupan Bentuk-bentuk Neraca Saldo setelah Penutupan Menyiapkan Neraca Saldo setelah Penutupan Soal-soal Latihan Bab 11 KARAKTERISITIK PERUSAHAAN DAGANG A. B. B. Pengertian dan Kegunaan Neraca Saldo Perusahaan Dagang Prosedur Membuat Neraca Saldo Perusahaan Dagang Menyiapkan Neraca Saldo Perusahaan Dagang Latihan untuk Diskusi Soal viii . F. E. Jurnal Khusus dan Jurnal Umum Macam dan Bentuk Jurnal Khusus Akuntansi Pembelian Akuntansi Penjualan Akuntansi Persediaan Buku Besar dan Buku Pembantu Soal-soal Latihan Bab II Latihan-latihan Soal-soal BAB 3 NERACA SALDO A.BAB 11 NERACA SALDO SETELAH PENUTUPAN A.

Penilaian Persediaan dan Penghitungan Harga Pokok Penjualan dengan Metode FIFO Menentukan Nilai Persediaan dan Harga Pokok Penjualan dengan Metode LIFO Menentukan Nilai Persediaan dan Perhitungan Harga Pokok Penjualan dengan Metode Rata-rata Menentukan Nilai Persediaan dan Harga Pokok Penjualan Metode Identifikasi Khusus Soal-soal latihan Bab 4 Soal Latihan Soal-soal 337 338 347 350 351 353 355 355 357 358 363 366 367 370 372 372 373 376 377 379 381 382 383 383 385 387 389 BAB 5 PENYELESAIAN SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG A. C. B. C. F. B. E. D. Pendahuluan Pengertian Akuntansi Pengguna Akuntansi Karakteristik Perusahaan Bidang-bidang Akuntansi Profesi Bidang Akuntansi ix . D. D.BAB 4 PENILAIAN PERSEDIAAN DAN PERHITUNGAN HARGA POKOK PENJUALAN A. Jurnal Penyesuaian Menyiapkan Neraca Lajur Menyusun Laporan Keuangan Jurnal Penutup Neraca Saldo setelah Penutup Soal-soal Latihan Bab 5 Latihan Soal BAB 6 PRAKTEK SIKLUS AKUNTANSI Praktek Siklus Akuntansi Pertanyaan BAB 1 PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP AKUNTANSI A. B. E. C.

F. B. F. E. J. C. Pengertian Piutang Klasifikasi Piutang Pengakuan Piutang Usaha (Account Receivable) Penilaian Piutang Usaha Penagihan Piutang yang Telah Dihapuskan Disposisi Piutang Piutang Wesel (Wesel Tagih) Pencatatan Piutang Wesel (Wesel Tagih) Penilaian Piutang Wesel (Wesel Tagih) Mendiskontokan Wesel Soal-soal Latihan Bab 4 x . D. G. Pendahuluan Pengertian Kas Komposisi Kas Manajemen Pengendalian Kas Kas Kecil Rekonsiliasi Laporan Bank Soal-soal Latihan Bab 3 414 414 414 416 418 423 430 435 436 436 437 438 443 444 447 448 449 449 456 BAB 4 PIUTANG A.G. I. B. Pendahuluan Pengertian dan Manfaat Kerangka Dasar Tujuan Laporan Keuangan Asumsi Dasar Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan Unsur-unsur Laporan Keuangan Pengakuan dan Pengukuran Unsur Laporan Keuangan Soal-soal Latihan Bab 2 BAB 3 KAS A. E. D. H. D. C. E. Jenis-jenis Laporan Keuangan Soal-soal Latihan Bab 1 390 396 397 398 398 400 401 404 405 408 412 413 BAB 2 KERANGKA DASAR AKUNTANSI KEUANGAN A. C. B. G. F.

G. F. E. C.BAB 5 PERSEDIAAN A. D. Pengertian Investasi dan Tujuan Investasi Klasifikasi Investasi Saham Investasi dalam Saham Pengukuran dan Pencatatan Investasi Lancar Penilaian Investasi Saham (Pelaporan Pada Nilai Terendah antara Biaya dan Nilai Pasar) Investasi Lancar Obligasi Soal-soal Latihan Bab 6 BAB 7 ASET TETAP A. B. Pengertian Jenis-jenis Persediaan Pengukuran Persediaan Sistem Pencatatan Persediaan Penentuan Kuantitas Persediaan Penilaian Persediaan Perbandingan Metode Penentuan Biaya Persediaan dan Pengaruhnya terhadap Laporan Keuangan Metode Penilaian Persediaan Selain Harga Pokok Soal-soal Latihan Bab 5 462 463 463 464 465 468 470 485 486 487 493 494 494 495 496 497 499 501 503 504 504 505 513 BAB 6 INVESTASI JANGKA PENDEK A. F. E. C. B. H. D. B. C. D. Penilaian Aset Tetap Akun-akun yang Tergolong Aset Tetap Penentuan Harga Pokok Berbagai Jenis Aset Tetap dengan Cara Membeli Penentuan Harga Pokok Aset Tetap dengan Cara Membangun Sendiri Penyajian Aset Tetap di Laporan Keuangan Soal-soal Latihan Bab 7 516 xi . E.

Jenis-jenis Ekuitas dan Sumber Perubahannya Perlakuan Akuntansi dan Pelaporan Saham Perlakuan Akuntansi dan Pelaporan Laba Ditahan dan Dividen Soal-soal Latihan Bab 11 BAB 12 PENGAKUAN PENDAPATAN A. Pengertian Kewajiban Jangka Panjang Jenis-jenis Kewajiban/ Utang Jangka Panjang Soal-soal Latihan Bab 10 BAB 11 EKUITAS A. B. B. B. Pendahuluan Faktor-faktor Perhitungan Penyusutan Metode-metode Penyusutan Penyajian Penyusutan Aset Tetap di Laporan Keuangan Soal-soal Latihan Bab 8 519 520 520 521 527 530 533 534 535 535 543 544 547 548 548 560 562 563 568 574 579 583 584 585 586 586 BAB 9 KEWAJIBAN A. C. C. B. B. Pengertian Kewajiban Kewajiban Lancar Jenis-jenis Kewajiban Lancar Penyajian Kewajiban di Laporan Keuangan Soal-soal Latihan Bab 9 BAB 10 KEWAJIBAN JANGKA PANJANG A. C. D. Pengertian Pendapatan Pengakuan Pendapatan Pengukuran Pendapatan Penyimpangan dari Dasar Penjualan xii .BAB 8 PENYUSUTAN ASET TETAP A. C. D. D.

Soal-soal Latihan Bab 12 593 DAFTAR PUSTAKA DAFTAR ISTILAH A B xiii .

Menjelaskan tentang transaksi pembelian barang dagangan di perusahaan dagang 4. Menjelaskan tentang pajak pertambahan nilai di perusahaan dagang 6. Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup operasi perusahaan dagang 2. Menjelaskan tentang transaksi penjualan barang dagangan di perusahaan dagang 3. Menjelaskan tentang beban transportasi di perusahaan dagang 5.KARAKTERISTIK PERUSAHAAN DAGANG Tujuan mempelajari bab ini adalah: 1. Menjelaskan tentang potongan di perusahaan dagang 270 .

1: Isi dan Pengorganisasian Pembahasan Buku Dua AKUNTANSI untuk PERUSAHAAN DAGANG Pengukuran Laba atau Rugi bersih Penjualan Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Beban Operasi Laporan Laba Rugi/ Laba atau Rugi Bersih Penyelesaian Siklus Akuntansi Penggunaan Neraca Lajur Menyiapkan Laporan Keuangan Jurnal Penyesuaian dan Jurnal Penutup Neraca Saldo setelah Penutupan Bentuk-bentuk Laporan Laba Rugi 271 . Ilustrasi 1. tahapan akuntansi perusahaan dagangpun sama dengan tahapan siklus akuntansi untuk perusahaan jasa. Tidak berbeda dengan perusahaan jasa.KARAKTERISTIK PERUSAHAAN DAGANG Pada buku satu kita telah mempelajari akuntansi untuk perusahaan jasa dengan menerapkan satu siklus akuntansi secara menyeluruh. Namun yang perlu lebih diperhatikan adalah penggunaan akun dan ayat jurnal pada perusahaan dagang lebih kompleks dari pada perusahaan jasa. mulai dari pencatatan transaksi sampai dengan menyusun laporan keuangan dan menyiapkan neraca saldo setelah penutupan. Sebelum kita membahas lebih jauh tentang akuntansi perusahaan dagang. marilah kita simak ilustrasi 1.1 yang menjelaskan tentang isi dan pengorganisasian pembahasan buku dua.

Pengertian dan Ruang Lingkup Operasi Perusahaan Dagang Jenis bidang usaha adalah jasa dagang dan industri Dalam dunia usaha.A. Perbedaan aktivitas ini akan mempengaruhi pada perbedaan dalam pengukuran laba. ada tiga jenis bidang usaha yaitu bidang usaha jasa.2: Siklus Operasi Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang Perusahaan Jasa Menerima Kas Kas Menghasilkan Jasa Piutang Usaha Perusahaan Dagang Menerima Kas Kas Membeli Barang Dagangan Menjual Barang dagangan Piutang Dagang Persediaan Barang Dagangan 272 . Masing-masing usaha memiliki kegiatan yang berbeda-beda satu dengan yang lain. Ilustrasi 1. pendapatan dan beban dalam laporan laba ruginya.2 menjelaskan perbedaan siklus operasi perusahaan jasa dan perusahaan dagang dalam praktik sehari-hari. Ilustrasi 1. dagang dan industri.

Perusahaan industri kegiatan utama adalah menjual barang jadi dengan terlebih dahulu mengolah dari bahan baku menjadi produk jadi. pabrik gula dan lain-lain. Kegiatan utama perusahaan dagang adalah membeli dan menjual barang dagangan Perusahaan industri memiliki kegiatan utama untuk menjual barang jadi dengan terlebih dahulu mengolah dari bahan baku menjadi produk jadi. Contoh: perusahaan sepatu. dan perusahaan dagang kecil atau pengecer yang membeli barang dari grosir kemudian dijual kepada pelanggan perorangan dengan harga eceran. yang akan dilaporkan di neraca sebagai asset lancar. swalayan. dokter dan jasa tukang jahit. Disebut demikian karena belum dikurangi dengan beban operasi. Perusahaan dagang dibedakan menjadi dua. 273 . Beban operasi yang terjadi dikurangkan ke pendapatan jasa untuk mendapatkan laba bersih. perusahaan kue. Contoh: toko baju. Barang yang belum dijual merupakan persediaan akhir barang dagang Barang dagangan yang belum terjual pada akhir periode akuntansi disebut persediaan barang dagangan (merchandhise inventory). dan biaya dari barang tersebut disebut sebagai harga pokok penjualan/ beban pokok penjualan (cost of goods sold atau cost of merchandhise sold). akan menjadi harga Bila barang dagang tersebut telah dijual akan pokok penjualan dilaporkan sebagai penjualan. Aktivitas perusahaan dagang untuk menghasilkan pendapatan melibatkan kegiatan Barang yang telah dijual menjual barang dagangan kepada pelanggan. toko sepatu. toserba dan lain-lain. Kegiatan utama perusahaan jasa adalah menjual jasanya kepada pengguna jasa Sedangkan perusahaan dagang memiliki kegiatan utama membeli dan kemudian menjual menjual barang dagangan. Contoh perusahaan jasa adalah salon. Contoh: perusahaan sepatu. pabrik gula dan lain-lain. Perusahaan ini memperoleh pendapatan jasa dari jasa yang telah diberikan kepada pengguna jasa dan dilaporkan sebagai pendapatan jasa (fee earned). yaitu perusahaan dagang besar (grosir) yang membeli barang dari pabrik dan menjual kepada perusahaan dagang pengecer.Perusahaan jasa memiliki kegiatan utama untuk memberIkan jasa kepada pengguna jasa. konsultan. Penjualan dikurangi dengan harga pokok penjualan merupakan laba kotor (gross profit). perusahaan kue.

4: Proses Pengukuran Laba atau Rugi Bersih pada Perusahaan Dagang Penjualan Dikurangi Harga Pokok Sama Dengan Penjualan Laba Kotor Dikurangi Beban Operasi Sama Dengan Laba (Rugi) Bersih Dari ilustrasi di atas. sedangkan laba bersih perusahaan dagang dihitung sebagai berikut: 274 . Ilustrasi 1. dapat dilihat secara jelas bahwa laba bersih perusahaan jasa diperoleh dari pendapatan jasa dikurangi dengan beban operasi. pengukuran laba atau rugi dalam laporan laba rugi perusahaanpun akan berbeda satu dengan lainnya.4 menjelaskan proses pengukuran laba atau rugi pada perusahaan jasa dan perusahaan dagang.Dengan adanya perbedaan aktivitas sebagaimana dijelaskan di atas.3: Proses Pengukuran Laba atau Rugi Bersih pada Perusahaan Jasa (-) Pendapatan Beban Operasi (=) Laba atau Rugi Bersih Ilustrasi 1.3 dan 1. Ilustrasi 1.

xxx. Besarnya harga pokok penjualan bisa ditetapkan setiap kali penjualan barang dagangan terjadi atau pada akhir periode 275 . pada perusahaan jasa hanya ada satu bentuk laporan laba rugi saja.xxx. retur dan pengurangan harga serta diskon penjualan dikurangkan pada nilai penjualan kotor. Harga pokok penjualan adalah harga barang yang terjual ke pelanggan. Diskon penjualan diakui pada saat pelanggan membayar tagihan penjualan. xxx. 4. Laporan laba rugi pada perusahaan dagang terdiri dari dua bentuk. “ Rp. Retur dan potongan harga diberikan kepada pelanggan untuk barang yang rusak atau cacat.Penjualan (bersih) Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Beban Operasi Laba (Rugi) Bersih Rp. Laporan Perubahan Ekuitas. maka tentu saja kompleksitas laporan keuangan jasa tidak akan sama dengan laporan keuangan perusahaan jasa. Laporan Keuangan untuk Perusahaan Dagang Jenis laporan keuangan yang harus dibuat oleh semua perusahaan pada dasarnya sama. yang perlu kita perhatikan adalah karena adanya perbedaan sifat perusahaannya. Penjualan bersih diperoleh dengan mengurangkan retur dan potongan harga serta diskon penjualan terhadap penjualan 5. Sedangkan. Bentuk laporan laba rugi bertahap disiapkan dengan komponenkomponen sebagai berikut: 1. Penjualan adalah jumlah yang dibebankan kepada para pelanggan atas barang yang dijual perusahaan ke pelanggan yang bersangkutan.xxx. 2. yaitu bentuk bertahap (multiple step income statement) dan bentuk langsung (single step incime statement). yaitu terdiri dari Laporan Laba Rugi. penyusunan laporan keuangan relatif lebih sederhana dari pada penyusunan laporan keuangan di perusahaan dagang.- B. Pada perusahaan jasa. “ Rp. Diskon penjualan diberikan penjual kepada pelanggan untuk pembayaran lebih awal dari jumlah terutang. baik secara tunai maupun kredit. dan Neraca.xxx. Retur dan potongan harga diakui ketika barang dagangan dikembalikan atau ketika potongan diberikan oleh penjual 3. Namun. Untuk mendapatkan nilai penjualan bersih.

276 . Ilustrasi 1. dikatakan bahwa perusahaan menggunakan sistem persediaan periodik.6 adalah contoh laporan laba rugi bentuk bertahap dan ilustrasi 1. Menentukan harga pokok persediaan pada awal dan akhir periode akuntansi.7 adalah contoh dari laporan laba rugi bentuk langsung. perlu dilakukan hal-hal berikut ini: 1. Ilustrasi 1. Mencatat pembelian barang dagangan 2. Namun jika harga pokok penjualan baru dapat ditentukan pada akhir periode akuntansi.akuntansi. Harga pokok penjualan bisa ditentukan setiap kali penjualan terjadi. Ilustrasi 1.5: Perbandingan antara Sistem Persediaan Periodik dengan Perpetual Pembelian Barang Dagangan Barang yang terjual Periodik Penentuan atas penjualan Akhir Periode Perhitungan Harga Pokok Penjualan Pembelian Barang Dagangan Barang yang terjual Penentuan atas Penjualan Akhir Periode Perpetual Perhitungan Harga Pokok Penjualan Untuk menentukan harga pokok penjualan dengan menggunakan sistem persediaan periodik.5 menunjukkan perbandingan antara sistem persediaan periodik dengan sistem persediaan perpetual. semua pencatatan secara detail terhadap persediaan barang dagangan setiap saat dilakukan. Menentukan harga pokok barang yang dibeli 3. sehingga setiap saat nilai persediaan bisa diketahui. Ketika perusahaan menggunakan sistem persediaan perpetual. apabila perusahaan menggunakan sistem persediaan perpetual.

6: Laporan Laba Rugi Bentuk Bertahap Usaha Dagang Kartika Jaya Laporan Laba Rugi Untuk Bulan yang Berakhir 31 Agustus 2006 Pendapatan dari penualan: Penjualan Dikurangi: Retur dan Potongan Penjualan Diskon Penjualan Penjualan Bersih Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Beban Operasi: Beban Penjualan: Beban Gaji Penjualan Beban Iklan Beban Penyusutan-Peralatan Toko Beban Penjualan Ripa-rupa Total Beban Penjualan Beban Administrasi: Beban Gaji Kantor Beban Sewa Beban Penyusuta-Peralatan Kantor Beban Asuransi Beban Perlengkapan Kantor Beban Administrasi Rupa-rupa Total Beban Administrasi Total Beban Operasi Laba dari Operasi Pendapatan dan beban lain-lain: Pendapatan Sewa Beban Bunga Laba Bersih xx xx xx ( xx ) xx ( xx ) xx x x x x x x x x xx x x x x x x x x x x x x xx ( xx ) xx xx ( x x) ±x x xx 277 .Ilustrasi 1.

7: Laporan Laba Rugi Bentuk Langsung Usaha Dagang Kartika Jaya Laporan Laba Rugi Untuk Bulan yang berakhir 31 Agustus 2006 (dalam Rp. 000. Transaksi yang terjadi dan dicatat di perusahaan dagang sesuai dengan kegiatan utamanya yaitu transaksi pembelian dan transaksi penjualan. potongan pembelian dan retur pembelian. Demikian juga halnya yang akan terjadi pada transaksi penjualan. 278 . Transaksi utama yang terjadi di perusahaan dagang adalah pembelian dan penjualan barang dagangan. pajak pertambahan nilai. prosedurprosedur akuntansi yang dilakukan sama seperti yang dilakukan pada perusahaan jasa. yakni mulai dari mencatat transaksi sampai dengan penutupan buku.-) Pendapatan: Penjualan Bersih Pendapatan Sewa Pendapatan Bunga Pendapatan lain-lain Total Pendapatan Beban-beban: Harga Pokok Penjualan Beban Penjualan Beban Administrasi Beban Bunga Beban Lain-lain Total Beban Laba Bersih x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x (x x x x x) x C. Dalam transaksi pembelian akan timbul ongkos angkut. Transaksi di Perusahaan Dagang Pada perusahaan dagang.Ilustrasi 1.

harus ada bukti pendukung sebagai dokumen bisnis perusahaan. Pada saat perusahaan menjual barang dagangannya. Transaksi Penjualan Barang Dagang Penjualan barang dagangan bisa dilakukan secara tunai maupun secara kredit. Potongan.5 merupakan contoh faktur penjualan sebagai dokumen bisnis yang ada di perusahaan dagang. 4. n = 30. Transaksi Penjualan Barang Dagangan. akun yang digunakan untuk mencatat penjualan barang dagang disebut akun penjualan. jika pembeli melakukan pembayaran maksimal 10 (sepuluh) hari setelah tanggal transaksi. Piutang dagang terjadi akibat penjualan secara kredit Setiap transaksi penjualan barang dagangan terjadi. 2. 1. maka diperoleh pendapatan. Ilustrasi 1. maka menimbulkan piutang yang biasanya dicatat dalam akun “Piutang Dagang”. kadangkadang perusahaan harus menerima pengembalian barang atau memberi 279 . Transaksi Pembelian Barang Dagangan. Cash register merupakan contoh bukti pendukung adanya transaksi penjualan secara tunai dan faktur penjualan meru[pakan salah satu contoh bukti pendukung transaksi penjualan secara kredit. Barang yang sudah dijual dan dikembalikan disebut retur penjualan Pada waktu menjual. seringkali diikuti dengan syarat penjualan. Penjualan adalah pendapatan dari hasil penjualan Jika penjualan barang dagangan dilakukan secara kredit. misal yang menyatakan 2/ 10. Termin ini memiliki makna bahwa jangka waktu pembayaran paling lama 30 (tiga puluh) hari setelah tanggal transaksi.Pada pembahasan ini akan dibahas tiap-tiap transaksi yang terjadi di perusahaan dagang. yang meliputi: 1. 3. 6. 5. Retur. Beban Transportasi. Syarat penjualan bisa berupa termin penjualan. Untuk perusahaan dagang. Pajak Pertambahan Nilai. Dan pada saat terjadi penjualan secara kredit ini. Jumlah yang dibebankan kepada pembeli untuk barang dagang yang diserahkan merupakan pendapatan perusahaan yang bersangkutan. penjual akan memberikan potongan penjualan sebesar 2% kepada pembeli.

300 2. 280 .5: Faktur Penjualan No Faktur: 371 buana Electronic Jl. juga berasal dari setoran modal pemilik. tangerang. Uang yang diterima dari penjualan tergantung pada syarat jual beli yang telah ditetapkan.500 PENTING: SEMUA PENGEMBALIAN HARUS DILAKUKAN DALAM 10 HARI. Penerimaan uang yang sering muncul di perusahaan dagang.300 A2547Z45 Production Model Circuits 5 300 1.potongan harga. selain dari penjualan barang dagangannya. sedangkan pemberian potongan penjualan disebut pengurangan harga (sales allowances). Hal ini terjadi kalau barang yang dijual tidak sesuai dengan permintaan pembeli. pinjaman kreditur dan lain-lain.800 Penjualan diikuti dengan penerimaan uang. HARGA dalam US $ TOTAL 3. Katalog Penjual: Yoga Deskripsi Termin 2/10 n/30 Jumlah FOB Sh. jawa barat Nama Perusahaan Atas Nama Alamat Warna-warni Video Widyasari Jl. Penerimaan kembali barang yang telah dijual disebut penjualan retur (sales return). 1 Jawa Timur Propinsi Malang Kota 62121 Kode Pos 05/04/06 No. Cucur barat kav 529. Pt Harga Total X572Y9820 Printed Circuit Board-prototype 1 2. Ilustrasi 1. Taman Raden Intan E1/ No.

Debit Kredit Juni 5 Kas Penjualan (untuk mencatat penjualan tunai) 36.000 2. 36.000. Transaksi Pembelian Barang Dagangan Seperti halnya pada transaksi penjualan. transaksi pembelian barang daganganpun dapat dilakukan secara tunai dan secara kredit. Keterangan Ref.Sebagai contoh pencatatan transaksi penjualan secara tunai dengan menggunakan metode periodik: Tanggal 5 Juni 2007 UD Widya Airlangga melakukan penjualan tunai sebesar Rp.000.000 36. 281 .000 36. jika penjualan dilakukan secara kredit dengan termin: 2/10. Debit Kredit Juni 5 Piutang Dagang Penjualan (untuk mencatat penjualan kredit) 36.000 Bgaimana pencatatan transaksi tersebut di atas.000. 2=30? Pencatatan atas transaksi penjualan secara kredit sebagai berikut: (dalam rupiah) Tanggal 2007 Jurnal Umum Hal. juga meliputi pembelian aset produktif. maka transaksi ini bisa dicatat sebagai berikut: (dalam rupiah) Tanggal 2007 Jurnal Umum Hal.000. selain membeli barang dagangan.000. Pembelian inipun juga dapat dilakukan secara kredit ataupun secara tunai.-. Pembelian barang dagangan secara kredit akan menimbulkan utang yang akan dicatat dalam akun “Utang Dagang” Pembelian secara kredit akan menimbulkan utang dagang Kegiatan pembelian yang lain pada perusahaan dagang. pembelian perlengkapan dan jasa lain dalam rangka kegiatan usaha. Keterangan Ref.000.

Kapan pembelian batang dagangan itu harus dibayar akan tergantung pada syarat jual beli yang ditetapkan. 55.000.000 282 . Contoh pencatatan transaksi pembelian secara tunai dengan menggunakan metode periodik sebagai berikut: tanggal 16 Mei 2007 membeli barang dagangan kepada UD Kartika Purnama Rp. Debit Kredit Mei 16 Pembelian Kas (untuk mencatat pembelian tunai) 55.000 55. asuransi dan lain-lain. n=60? Pencatatan atas transaksi pembelian secara kredit ini adalah: (dalam rupiah) Tanggal 2007 Jurnal Umum Hal. misalnya membayar gaji. Jumlah yang dibebankan kepada perusahaan untuk memperoleh suatu barang sampai dapat dijual merupakan harga pokok barang. Harga pokok barang selain harga beli juga ongkos angkut pembelian. membayar utang atau membagikan laba kepada pemilik.000. Pembelian akan diikuti oleh transaksi pembayaran.000.000 Bagaimana jika transaksi tersebut merupakan pembelian barang dagangan secara kredit dengan termin 3/10. pembayaran dapat dilakukan untuk keperluan lain.000.Pencatatan atas transaksi tersebut adalah: (dalam rupiah) Tanggal 2007 Jurnal Umum Hal.Pada saat perusahaan melakukan pembelian barang dagang secara kredit. Disamping pembelian barang dan jasa. Keterangan Ref. seringkali perusahaan terikat dengan suatu syarat yang disebut dengan syarat pembelian. Keterangan Ref.000. Debit Kredit Juni 16 Pembelian Utang Dagang (untuk mencatat penjualan kredit) 55.000.000 55.

Dalam hal ini. Bintang Baru mengalihkan hak kepemilikan atas barang kepada Perusahaan Bulan Purnama pada saat barang dikirimkan. 283 . Hal ini menentukan pihak mana. penjual atau pembeli yang harus menanggung beban transportasi (ongkos angkut). Dengan demikian penjual membayar ongkos angkut sampai ke tujuan akhir. Misalnya: Perusahaan Bintang Baru menjual barang kepada perusahaan Bulan Purnama. Ini berarti perusahaan Bulan Purnama akan membayar beban transportasi dari tempat pengiriman (Bintang Baru) ke tujuan akhir (Perusahaan Bulan Purnama). syarat penyerahan disebut sebagai FOB tujuan (FOB destination). syarat penjualan disebut sebagai FOB (free on board) tempat pengiriman (FOB Shipping point). Beban-beban semacam itu merupakan total beban perusahaan Bulan Purnama dalam pembelian barang (persediaan) dan menambah pembelian. Pembeli menanggung beban transportasi bila syarat pengiriman adalah FOB tempat pengiriman (FOB Shipping point) Penjual menanggung beban transportasi bila syarat pengiriman adalah FOB tempat tujuan (FOB destination) Hak milik atas barang dagang bisa beralih ke pembeli pada saat pembeli menerima barang dagangan tersebut.6 menjelaskan syarat penyerahan barang dagangan dari penjual ke pembeli. Ilustrasi 1.3. Penjual akan mendebit ke beban pengiriman yang dilaporkan dalam laba rugi penjual sebagai beban. Dalam hal ini. Beban Transportasi Syarat-syarat penjualan harus menyebutkan kapan hak kepemilikan atas barang tersebut beralih dari penjual kepada pembeli. Ini berarti bahwa penjual menyerahkan barang dagang tersebut ke tempat tujuan pembeli tanpa dibebani ongkos angkut kepada pembeli. Hak milik atas barang dagang bisa beralih kepada pembeli pada saat penjual menyerahkan barang tersebut ke perusahaan pengangkut.

-. dan membayar beban transportasi sebesar Rp. Perusahaan Airlangga mencatat transaksi tersebut sebagai berikut: (dalam rupiah) Tanggal 2007 Jurnal Umum Hal.000. pada tanggal 10 Juli 2007 perusahaan Airlangga membeli barang dagangan dari UD Kartika Purnama secara kredit senilai Rp.6 : Syarat-syarat Penyerahan Barang Dagangan Syarat: FOB DESTINATION Tempat Pengiriman Penjual membayar ongkos angkut dan mendebit beban pengiriman Ongkos Angkut Hak pemilikan beralih ke pembeli Tempat Tujuan Penjual Hak pemilikan beralih ke pembeli Pembeli membayar ongkos angkut dan mendebit pembelian Barang Dagang Ongkos Angkut Pembeli Syarat: FOB SHIPPING POINT Sebagai contoh. syarat penyerahan FOB shipping point.00 dagangan) 284 .000.000.000 90.000. Debit Kredit Juli 10 Pembelian Utang Dagang (untuk mencatat penjualan kredit.000.000 10 Pembelian Kas (Membayar ongkos angkut atas pembelian barang 5. 5.000.000.000.000.-. Keterangan Ref.00 5. syarat FOB shipping point) 90.000.Ilustrasi 1. 90.

Negara Perusahaan menyetor pajak penjualan ke negara PPN-masukan terjadi akibat membeli barang . mengakibatkan terjadi utang pajak 5. Di samping syarat-syarat tersebut di atas.keluaran terjadi akibat menjual barang. Potongan Potongan tunai terjadi akibat pembayaran lebih cepat dari masa kredit macam potongan perdagangan. Sedangkan bagi pembeli pajak yang yang ditanggung merupakan pajak yang dibayar di muka sebagai aset . setiap transaksi pembelian dan penjualan barang dagangan akan dikenakan pajak pertambahan nilai sebesar 10%. Pajak Pertambahan Nilai Perusahaan memungut pajak penjualan dari pelanggan Pelanggan Di Indonesia. mengakibatkan adanya aset Sebaliknya. pajak pertambahan nilai yang dikenakan kepada konsumen disebut PPN-keluaran. PPN-Keluaran akan menimbulkan utang bagi penjual kepada pemerintah. PPN.4. Pajak yang muncul akibat penjualan barang akan dikenakan kepada konsumen. ketentuan dalam jual beli mungkin juga berhubungan dengan masalah potongan (discount). Ada dua yaitu potongan tunai dan potongan 285 . pajak yang terjadi akibat membeli barang dagangan disebut PPN-masukan. harga.

sedangkan dari segi pembeli disebut potongan pembelian (purchases discount).000.-) apabila pembeli membayar terakhir tanggal 12 Januari 2006. misalnya dinyatakan dengan 2/10. dengan syarat 2/10. maka ia harus melunasi seluruh utangnya pada tanggal jatuh tempo sebesar Rp. 286 . 9. potongan ini disebut potongan penjualan (sales discount).000. sementara jangka waktu kredit yang diberikan adalah 30 hari.000..harus dilunasi.000.000. (sepuluh hari setelah tanggal transaksi). n/30. Apabila pembeli tidak mengambil potongan yang diberikan. 10. Dari sudut pembeli. 10. 10. Dari sudut penjual. perusahaan akan memberikan potongan kepada pembeli sebesar Rp. Potongan perdagangan(trade discount) terjadi karena penjualann dalam jumlah besar Suatu contoh: pada tanggal 2 Januari 2006. selambat-lambatnya tanggal 1 Februari 2006 seluruh harga pembelian sebesar Rp.pada tanggal 1 Februari 2006. Potongan tunai Potongan tunai (cash discount) adalah potongan harga yang diberikan apabila pembayaran dilakukan lebih cepat dari jangka waktu kredit. Ilustrasi 1.-.(2% dari Rp.. Potongan tunai. Perusahaan hanya akan menerima uang sebesar Rp.800.000.7 menjelaskan adanya transaksi penjualan kredit dengan dua kemungkinan yang terjadi bahwa pembeli memanfaatkan potongan tunai ataukah tidak memanfaatkan potongan tunai. Syarat ini berarti bahwa potongan sebesar 2% diberikan bila pembayaran dilakukan dalam jangka waktu 10 hari setelah tanggal transaksi.000.-. kalau pembayaran dilakukan sampai dengan tanggal 12 Januari 2006.000. suatu perusahaan menjual barang seharga Rp. Dengan syarat ini.n/30. 200. 9.-. maka uang yang dikeluarkan hanya sebesar Rp.000. 10.800.000.a. Apabila tidak diambil.000..

penjual biasanya mengirimkan kepada pembeli sebuah kredit memo yang menunjukkan jumlah dan alasan yang menyebabkan akun piutang usaha dikreditkan.470. karena adanya kerusakan barang dagangan atau tidak sesuai dengan kualifikasi yang dipesan pemebli atau penyebab lainnya. n/30 Rp. 1.-. 1.000. 287 . Misalnya.500. Jika retur atau potongan tersebut dilakukan untuk penjualan secara kredit. Retur Penjualan Karena suatu sebab tertentu. barang dagangan yang sudah terjual mungkin akan dikembalikan oleh pembeli ke penjual (retur penjualan). 1. Potongan perdagangan Jenis potongan yang lain adalah potongan perdagangan (trade discount). pembeli akan dapat mengembalikan barang yang sudah dibelinya itu ke penjual. penjual bisa mengurangi harga jual semula (potongan penjualan). n = 30 Faktur sebesar Rp. Syarat: 2/10.000. Contoh lain adalah apabila suatu perusahaan memberikan potongan sebesar 30% apabila penjualan dilakukan kepada pedagang besar dan hanya 15% apabila menjual kepada pedagang eceran. suatu perusahaan dapat memberikan potongan sebesar 25% apabila penjualan dilakukan dengan tunai dan potongan sebesar 20% apabila penjualan dilakukan dengan kredit.Ilustrasi 1.7: Penjualan secara Kredit dengan Termin 2/10. Potongan ini diberikan karena perbedaan cara penjualan atau perbedaan langganan yang dilayani.Jumlah penuh harus dibayar dalam 30 hari sejak tanggal faktur b. Karena sebab tersebut.500.8. 6. Selain itu.000. Contoh kredit memo sebagaimana dalam ilustrasi 1.2% dari jumlah faktur diberikan sebagai diskon tunai Rp.

CM 21 buana Electronic Jl. Katalog Penjual: Yoga No. yang artinya sebagai pengurang nilai penjualan pada suatu periode tertentu. jawa barat Nama Perusahaan Atas Nama Alamat Warna-warni Video Widyasari Jl. Ilustrasi 1. Faktur 371 Deskripsi Tgl Faktur: 05/04/06 Jumlah Harga Disetujui: Ari Total A2547Z45 Production Model Circuits (Inoperative) 1 300 300 Cash Refund Credit Account x Other 288 . Karena manajemen perusahaan biasanya ingin mengetahui jumlah retur dan potongan penjualan pada suatu periode.8: Kredit Memo Kredit Memo No. Taman Raden Intan E1/ No. Cucur barat kav. yang disebut dengan akun retur dan potongan penjualan (sales return and alowances). Akun ini merupakan akun kontra (contra account) dari akun penjualan. transaksi retur penjualan juga akan mengurangi atau memperkecil nilai penjualan. 529 Tangerang. 1 Jawa Timur Propinsi Malang Kota 62121 Kode Pos 15/ 14/ 06 No. maka pencatatan terhadap retur dan potongan penjualan pada akun yang terpisah.Seperti halnya potongan penjualan.

97. Harga pokok penjualan (biaya barang yang dijual) adalah Rp.000.000. Apakah perbedaan dan persamaan antara potongan pembelian dan potongan rabat? 10.000.000. 1. Sebutkan tanggal pembayaran terakhir yang dimungkinkan oleh termin di atas! II.dengan termin 3/10. Pada tanggal 28 Juli dibeli barang dagangan seharga Rp. Apa yang membedakan perusahaan dagang dari perusahaan jasa? 2. Bagamana sifat dari ciri-ciri dari (a) kredit memo yang diterbitkan oleh penjual. 73. Mungkinkah perusahaan menghasilkan laba kotor tetapi menderita kerugian bersih?Jelaskan! 3.-. (b) FOB destination? 6. PERTANYAAN 1.tetapi terhadap barang tersebut akan diberikan potongan perdagangan sebesar 20%.I. LATIHAN Latihan 1.secara kredit.tunai dan Rp. Berapa jumlah laba kotor? b. Hitunglah jumlah yang harus dibayar : (a) jika pembayaran dilakukan padatanggal 8 Agustus. Apa yang dimaksud dengan potongan penjualan . (b) debit memo yang diterbitkan oleh pembeli barang dagangan? 5.500. (c) n/eom. terjadi penjualan barang dagang sebesar Rp. Apa manfaat digunakannya akun terpisah untuk mencatat transaksi penjualan retur dan pengurangan harga? 8. Apa arti dari (a) 2/10 .000. Hitung persentase laba kotor! 289 ... potongan tunai dan potongan perdagangan? Apabila sebuah barang dijual dengan harga Rp.1 Dalam tahun berjalan. 100. n/30. 4.000.000. Sebutkan sekurang-kurangnya tiga akun yang lazimnya akan terdapat pada bagan akun perusahaan dagang tetapi tidak terdapat pada bagan akun perusahaan jasa! 7.. bagaimana cara mencatat penjualan ini? 9. Jelaskan mengapa terdapat perbedaan jumlah yang harus dibayar dalam pertanyaan (a) dan (b) di atas. 25.500. (b) n/30. Siapa yang menanggung biaya transportasi bila syarat-syarat penjualan adalah (a) FOB Shipping point. a.

Persediaan barang dagang awal Latihan 1. Pembelian – (X + Y) = Pembelian bersih. nilai penjualan dari sebuah perusahaan dagang sebesar Rp.-. c. 20.2 Tahun 2006 perusahaan Kartika Sari melaporkan penjualan bersih sebesar Rp.3 Dari (a) sampai (c). Beban iklan Beban penyusutan peralatan Beban asuransi peralatan toko Beban bunga wesel bayar Pelengkapan kantor yang digunakan Beban sewa gedung kantor Gaji pegawai kator Gaji manajer pejualan 290 .-. d. f. 5.000..142. e. Pada bagian mana masingmasing beban harus dilaporkan dalam laporan laba rugi: (a) penjualan. Pembelian bersih + X = Harga pokok pembelian.-. atau (c) lainya? a. b. h.5 Beban berikut adalah beban yang terjadi pada sebuah perusahaan dagang dalam satu tahun. 2.-. diskon penjualan adalah Rp. 320. b.960. (b) administrasi.236. Laba kotor sebesar Rp. Berapa harga pokok penjualannya? Latihan 1.000. c. 3.dan harga pokok penjualan adalah Rp.-. a.000.000. 240.000.4 Untuk satu tahun fiskal.570. identifikasikanlah pos-pos yang dilambangkan dengan “X” dan “Y”.000. retur dan potongan penjualan adalah Rp. Berapa penjualan bersih dan laba kotor? Latihan 1. g.Latihan 1.

Menjelaskan tentang akuntansi pembelian yang terdiri dari pembelian tunai. Menjelaskan tentang akuntansi penjualan yang terdiri dari penjualan tunai. Menjelaskan dua metode pencatatan persediaan yaitu metode perpetual dan metode fisik 5. pembelian kredit. Menjelaskan jurnal khusus dan jurnal umum 2. potongan dan PPN-masukan 3. penjualan kredit. Menyajikan buku besar dan buku pembantu 291 .AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG Tujuan mempelajari bab ini adalah: 1. potongan dan PPN-keluaran 4.

Jurnal khusus adalah jurnal yang dibuat khusus untuk transaksi yang sering terjadi Karena itu untuk menghemat waktu dan memudahkan pembagian pekerjaan kepada beberapa orang maka perlu dibuat suatu sistem pencatatan yang khusus dirancang yang disebut jurnal khusus. Jurnal Khusus dan Jurnal Umum Dalam siklus akuntansi langkah pertama yang dilakukan adalah mencatat transaksi dalam jurnal. Jurnal Khusus/Memorial.AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG A. B. 292 . Jurnal Khusus Pengeluaran Kas. Macam dan Bentuk Jurnal Khusus Ada beberapa macam jurnal khusus yang senantiasa dipergunakan dalam perusahaan yang merupakan kelompok dari transaksi-transaksi sejenis dan sering terjadi. Jadi jurnal khusus merupakan jurnal untuk mencatat transaksi-transaksi yang sejenis yang sering terjadi. maka proses pencatatan tidak mungkin mempergunakan buku jurnal biasa yang dikerjakan oleh satu orang saja. e. Jurnal Khusus Penjualan. Jurnal Khusus Pembelian. f. c. d. Untuk perusahaan kecil yang tidak banyak terjadi transaksi. Jurnal khusus tersebut adalah: a. Jurnal Khusus Penerimaan Kas. Tetapi bagi perusahaan besar dengan transaksi-transaksi keuangan banyak sekali. Jurnal Umum. b. memungkinkan untuk menggunakan jurnal biasa. Dengan demikian dalam satu jurnal khusus akan merupakan satu kelompok tersendiri dalam transaksi yang sama.

000 Piutang 10. Jurnal Khusus Pengeluaran Kas Jurnal khusus pengeluaran kas adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang berkaitan dengan pengeluaran kas. Tanggal Agustus Jurnal khusus Pengeluaran kas Keterangan Ref. Jurnal Khusus Penerimaan Kas Jurnal khusus penerimaan kas adalah untuk mencatat semua transaksi yang berkaitan dengan penerimaan kas. 50. Maka jurnal yang dibuat untuk mencatat transaksi tersebut adalah sebagai berikut”: (dalam Rp.000 Terima dari Pelanggan b. Debit Akun Jumlah Bayar Utang ke UD. Sariwangi sebesar Rp.000.000. 000) Tanggal Agustus 10 Jurnal khusus Penerimaan Kas Hal: Ref Debit Kredit Keterangan Kas Akun Jumlah 101 10. Bentuk jurnal khusus pengeluaran kas beserta contoh pencatatannya ditunjukkan berikut ini: Tanggal 15 Agustus melunasi utang pada UD.000 293 .000 Hal: Kredit Kas 50.-. Sariwangi Hutang 50.000.000. Bentuk jurnal khusus penerimaan kas beserta contoh pencatatannya ditunjukkan berikut ini: ”Tanggal 10 Agustus menerima pembayaran piutang dari pelanggan sebesar Rp.a. 10.

000 Hal: Kredit Penjualan d.000.000. Misalnya transaksi yang melibatkan “debit memo” atau “kredit memo”. 6.000 10.000. Jurnal khusus Penjualan Tanggal Agustus Keterangan Per kas Kredit penjualan Ref Debit Kas 6. Bentuk jurnal khusus pembelian beserta contoh pencatatannya diberikan sebagai berikut: Tanggal 10 Agustus perusahaan membeli barang dagangan dari Distributor Permata senilai Rp. Jurnal Khusus Memorial Jurnal khusus memorial digunakan untuk mencatat transaksitransaksi yang tidak dapat dimasukkan ke dalam jurnal khusus di atas. Jurnal Khusus Pembelian Jurnal khusus pembelian adalah untuk mencatat transaksi pembelian barang dagangan secara kredit.000 Piutang 4.. Jurnal Khusus Pembelian Ref Debit Keterangan Pembelian Hal: Kredit Kas Utang Dagang Tanggal Agustus 10 Barang Dagangan Per kas Kredit 15. 10. Purnama sari senilai Rp.000.yang mana sebesar Rp.000. 15. 294 .000 dibayar tunai dan sisanya dibayar bulan depan (Pajak diabaikan).000.c..000.000 e.000. 10.000. Jurnal Khusus Penjualan Jurnal khusus penjualan adalah untuk mencatat transaksi penjualan barang dagangan secara kredit.000.000.dibayar tunai dan sisanya dibayar 45 hari lagi (pajak diabaikan).000 5.000.. Bentuk jurnal khusus penjualan beserta contoh pencatatannya diberikan sebagai berikut: Tanggal 28 Agustus menjual barang dagangan kepada UD. dimana Rp.000.000 10.

sehingga berbeda dengan perusahaan jasa. Bentuk jurnal umum perusahaan dagang sama seperti jurnal umum di perusahaan jasa. yaitu secara tunai dan kredit Dalam transaksi pembelian barang dagangan terdapat beberapa transaksi atau kejadian yang terkait dengan pembelian. Karena perusahaan dagang berfungsi menjual dan membeli barang dagangan maka isi dari jurnal yang ada di perusahaan dagang juga mencatat transaksi tersebut. Pembelian ada 2. 3. Jurnal Umum Jurnal umum mencatat transaksi secaa keseluruhan Jurnal umum atau buku harian adalah untuk mencatat transaksi secara permanen dan lengkap. 4. 5. 2.memo depresiasi. Debit Hal: Kredit C. f. Berikut ini ilustrasi jurnal umum: Jurnal Umum Tgl Keterangan Ref. pembelian secara tunai pembelian secara kredit retur pembelian potongan pembelian dan pajak pertambahan nilai (PPN) masukan 295 . yang meliputi: 1. Akuntansi Pembelian Pembelian barang dagangan yang dilakukan perusahaan ada dua cara yaitu pembelian secara tunai dan pembelian secara kredit. atau catatan memo yang berasal dari stock of name Bentuk jurnal khusus memorial sama dengan jurnal umum dan pencatatannya juga sama dengan jurnal umum. Pembelian secara tunai akan mengeluarkan kas dan pembelian secara kredit akan menimbulkan utang dagang. yang disusun secara kronologis dari semua transaksi perusahaan .

misalnya 2/10. 25..= Rp.Penjelasan dari masing-masing jenis transaksi tersebut disampaikan berikut ini. Maka kas yang dibayarkan sebesar Rp.000 Kas (Membeli barang dagang secara tunai) 2.000 PPN-masukan 25.000...yang berasal dari pembelian Rp. Apabila terjadi pembelian secara kredit maka akan mendebit pembelian barang dagangan dan mengkredit utang dagang.n/30.-. Pembelian kredit menimbulkan utang dagang Hal: Kredit 275. Jurnal yang dibuat sebagai berikut: (dalam rupiah) Jurnal Umum Tgl Keterangan Ref.ditambah PPN-masukan 10% x Rp. Sehingga apabila pembeli memanfaat masa potongan. 250.000 Akan tetapi harus diperhatikan syarat pembelian yang terjadi. 250. dan jangka waktu kredit adalah 30 hari. maka tidak akan menerima potongan.. Pembelian Secara Kredit dengan PPN Pembelian kredit terjadi jika transaksi pembelian tidak disertai dengan pembayaran uang. maka kas yang dibayarkan jumlahnya akan lebih kecil dari utang dagang. Dengan demikian. Debit 2006 Agust 7 Pembelian Barang Dagang 250. Pembelian tunai akan mengurangi kas Misalnya pada tanggal 10 Agustus 2006 terjadi pembelian tunai barang dagangan Rp. pembeli mendebit ongkos angkut 296 . artinya pembeli akan menerima potongan jika membayar paling lambat 10 hari dari tanggal transaksi. Apabila pembayaran dilakukan pada saat 10 hari setelah tanggal transaksi. Dengan demikian akun yang akan dikredit adalah potongan pembelian 2% dari utang dagang dan kas sebesar utang dagang dikurangi potongan.000. 1. terjadi pembelian secara tunai maka pencatatan dalam jurnal umum adalah mendebit akun pembelian barang dagangan dan mengkredit kas.000. Pembelian Secara Tunai dengan PPN Apabila perusahaan dalam mencatat persediaan barang dagangan menggunakan metode fisik.dengan PPN 10%. Sedangkan arti dari FOB Shipping point: adalah bahwa ongkos angkut ditanggung pembeli.000. 275. dengan kata lain pembayarannya memiliki tenggang waktu. FOB shipping point. 250.000.

n/30.dengan syarat 2/10.500 3.000 Hal: Kredit 1.500 Utang Dagang (Membeli barang dagang Secara kredit 2/10. Sebagai ilustrasi lihat kembali contoh pembelian tunai di atas. Pratama seharga Rp. 50. di Indonesia. FOB-Shipping point) 4 Ongkos angkut Kas (Membayar ongkos angkut) 125. FOB shipping point.000 + (10% x Rp. Sebagai ilustrasi berikut disampaikan suatu transaski pembelian. Tanggal 2 Agustus 2006 perusahaan membeli barang dagangan dari PT. Debit 2006 Agust 2 Pembelian Barang Dagang 1.. maka jurnal yang dibuat adalah mendebet kas dan mengkredit retur pembelian dan PPN-masukan sebesar retur dan PPN-masukan atas barang yag diretur.000 tunai.375. Retur Pembelian Return pembelian yaitu mengembalikan barang yang telah dibeli Retur pembelian terjadi apabila pembeli mengembalikan barang dagang yang telah dibeli karena rusak atau tidak cocok dengan yang diinginkan oleh pembeli.000 PPN-masukan 137. Apabila pembeliannya tunai.-. jika terjadi pembelian akan dikenakan PPN-Masukan 10%. pajak pertambahan nilai 10 %.000.. serta membayar ongkos angkut sebesar Rp. Jurnal yang dibuat untuk transaksi ini sebagai berikut: 297 .000 125.000.(50.-)). 25.000. pembeli dikenakan pajak pertambahan nilai 10% dari total pembelian dan akan mendebit PPN-Masukan.000. yang artinya dalam transaksi pembelian. 1. 50.375.Di samping syarat tersebut.512. Maka jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut: (dalam rupiah) Jurnal Umum Tgl Keterangan Ref. Misalnya pada tanggal 11 Agustus 2006 barang yang telah dibeli tersebut diretur sebesar Rp.n/30 . 125. maka kas yang diterima dari retur = Rp.

000 5. Debit 55.(Rp. Misalnya Pada tanggal 11 Agustus perusahaan meretur barang dagangan sebesar Rp. Potongan Pembelian Dalam transaksi Pembelian. 165. Pemasok biasanya memberikan potongan kepada pembeli yang membayar dalam waktu yang telah ditetapkan. 150.kepada penjual dengan PPN-masukan 10%. Debit 165. a.000 Hal: Kredit 150.000.(dalam rupiah) Jurnal Umum Tgl Keterangan 2006 8 Kas Agust Retur pembelian PPN-Masukan (Menerima retur pembelian tunai) Ref. maka syarat pembayarannya ditulis pada faktur pembelian.000 Jika pembeliannya dilakukan secara kredit dan terjadi retur maka akan mendebit utang dagang dan mengkredit retur pembelian dan PPNmasukan.000 15.000.000 Hal: Kredit 50. terdapat Potongan pembelian yang biasanya diberikan oleh penjual yaitu : Potongan tunai dan Potongan rabat.+ 10% x Rp.000... Maka dalam kasus ini akun Utang akan didebit Rp. Hal ini bisa diamati pada jurnal berikut ini: (dalam rupiah) Jurnal Umum Tgl Keterangan 2006 11 Utang dagang Agust Retur pembelian PPN-Masukan (Melakukan retur pembelian secara kredit) 4.-). 150..000 298 . Potongan tunai Apabila barang dagangan dibeli secara kredit. Potongan tunai pembelian terjadi jika membayar utang dagang pada periode potongan Ref. Pembeli mencatat dalam akun potongan pembelian (kredit). Sebagai ilustrasi lihat kasus pembelian secara kredit di atas. 150.000.

Untuk menjelaskan penerapan potongan tunai, kita lanjutkan contoh perusahaan yang lalu, yaitu pembelian tanggal 2 Agustus 2006 di atas, perusahaan membeli barang dagangan secara kredit sebesar Rp. 1.375.000,- dengan syarat 2/10;n/30, FOB Shiping Point. Pada tanggal 11 Agustus mengembalikan barang dagangan karena rusak sebesar Rp. 150.000,- dan PPN-masukan Rp.15.000,-. Sehingga saldo utang setelah transaksi ini adalah Rp. 1.347.500,- (Rp. 1.512.500,- – Rp. 165.000,-). Apabila perusahaan membayar utang tanggal 12 Agustus, maka pembayaran utang ini masih pada periode potongan yang diberikan penjual, yaitu sebesar 2%x Rp 1.347.500,- = Rp. 26.950,-. Jurnal yang dibuat untuk mencatat transaksi ini sebagai berikut: (dalam rupiah) Jurnal Umum Tgl Keterangan Ref. 2006 12 Utang dagang Agust Potongan pembelian Kas (Menerima potongan tunai pembelian) Debit 1.347.500 Hal: Kredit 26.950 1.320.000

b. Potongan Rabat Potongan rabat diperoleh dari pembelian dalam jumlah yang besar. Biasanya perusahaan akan mendapatkan potongan rabat jika membeli langsung ke pabrik. Jadi potongan rabat hanya akan terjadi pada perusahaan grosir. Potongan yang diterima berupa pengurangan harga dari daftar harga yang resmi. Tujuan potongan rabat diberikan ke pembeli adalah:
1) Menghindari pembuatan katalok baru, jika ada perubahan jumlah

potongan.
2) Mengurangi harga bagi pembeli dalam jumlah yang besar. 3) Memberikan harga yang beda untuk pembeli grosir dan pengecer.

Untuk mengilustrasikan hal ini, jika perusahaan membeli langsung ke pabrik, menurut daftar harga nilai pembelian sebesar Rp. 5.000.000,-. Karena pembelian dalam jumlah besar, perusahaan mendapatkan rabat 30%. Maka harga beli sesungguhnya barang dagangan tersebut adalah sebesar Rp. 3.500.000,- atau (Rp. 5.000.000 - (30% x Rp. 5.000.000,-)). Potongan rabat tidak akan dicatat dalam jurnal baik pembeli ataupun penjual. Potongan ini hanya digunakan untuk menetapkan harga jual barang dagangan yang sesungguhnya. Dalam contoh di atas yang akan dijurnal adalah nilai pembelian setelah dikurangi dengan rabat atau sebesar Rp. 3.500.000,-

299

(dalam rupiah) Tgl 2006 12 Agust

Jurnal Umum Ref. Debit 3.500.000

Hal: Kredit 3.500.000

Keterangan Pembelian Utang Dagang (untuk mencatat pembelian dengan rabat)

5. PPN-Masukan PPN-Masukan adalah PPN yang dikenakan atas barang-barang yang dibeli. PPN-Masukan akan dipungut oleh penjual saat terjadi transaksi pembelian. Di Indonesia PPN-masukan ditetapkan sebesar 10%. PPN-Masukan bagi pembeli adalah pajak yang menjadi kewajiban pembeli yang dibayar dulu sehingga merupakan aset oleh pembeli. PPN-masukan akan didebit sebesar 10% dikalikan dengan pembeliannya. Pada contoh kasus di atas pembelian tanggal 2 Agustus 2006 terjadi pembelian Rp. 1.375.000,- PPN-masukan 10% maka PPNmasukan = Rp. 137.500,- (Rp. 1.375.000,- - (10% x Rp. 1.375.000,-). Jika terjadi retur atas barang dagang yang dibeli maka PPN-masukan akan dikredit sebesar 10% dari barang yang diretur. Pada kasus di atas, pada tanggal 11 agustus 2006 terjadi meretur barang dagang Rp. 150.000,-, maka PPN-masukan akan dikredit Rp.15.000,- ( 10% x Rp. 150.000,-). Untuk lebih jelasnya lihat kembali transaksi pembelian ktredit pada tanggal 2 Agustus dan 11 Agustus di atas.
Pembeli akan dikenakan PPN-masukan pada saat membeli barang

D. Akuntansi Penjualan Seperti halnya pembelian barang dagangan, penjualan juga dilakukan secara tunai ataupun secara kredit. Jika penjualan dilakukan secara tunai maka akan mendebit kas dan mengkredit penjualan. Sebaliknya jika penjualan dilakukan secara kredit, maka akan mendebit piutang dagang dan mengkredit penjualan.
Penjualan bisa dilakukan secara tunai dan kredit

Transaksi-transaksi yang berkaitan dengan penjualan adalah: 1. 2. 3. 4. 5. penjualan secara tunai penjualan secara kredit retur penjualan potongan penjualan dan pajak pertambahan nilai (PPN) Keluaran

300

Berikut ini disampaikan ilustrasi untuk masing-masing jenis transaksi tersebut.
1. Penjualan Secara Tunai dengan PPN

Apabila perusahaan dalam mencatat persediaan barang dagangan menggunakan metode fisik, terjadi penjualan secara tunai maka pencatatan dalam jurnal umum adalah mendebit akun kas dan mengkredit penjualan dan PPN-Keluaran.
Penjualan tunai menyebabkan kas bertambah

Misalnya pada tanggal 1 Agustus 2006 perusahaan melakukan penjualan secara tunai sebesar Rp. 2.875.000,- dan PPN-Keluaran 10%. Maka perusahaan akan mendebit akun kas sebesar penjualan ditambah PPN-Keluaran Rp. 2.875.000,- + (10% x Rp. 2.875.000,-) = Rp. 3.162.500,-. Jurnal yang dibuat adalah mendebit kas Rp. 3.162.500,- dan mengkredit penjualan Rp. 2.875.000,- dan PPN-Keluaran Rp. 287.500,yang tampak sebagai berikut: (dalam rupiah) Tgl 2006 Agust 1 Kas Jurnal Umum Keterangan Ref. Penjualan PPn-Keluaran (Mencatat penjualan tunai) Hal: Kredit 2.875.000 287.500

Debit 3.162.500

2. Penjualan secara Kredit dengan PPN

Apabila terjadi kasus penjualan secara kredit maka perusahaan akan mendebet akun piutang dagang dan mengkredit akun penjualan dan PPN-Keluaran. Akan tetapi dalam kasus penjualan kredit ini juga harus diperhatikan syarat penjualan yang terjadi, misalnya 2/10;n/30, FOB shipping point, artinya: penjual akan memberikan potongan jika pembeli membayar paling lambat 10 hari dari tanggal transaksi, dan jangka waktu kredit adalah 30 hari. Apabila penjual menerima uang melebihi 10 hari setelah tanggal transaksi, maka penjual tidak akan memberikan potongan. Apabila penjual memberikan potongan kas, maka uang yang diterima penjual akan lebih kecil dari piutang dagang, karena penjual harus mendebit potongan penjualan 2% dan kas, serta mengkredit piutang dagang. Sedangkan persyaratan pengiriman bisa FOB shipping

301

1. FOB shipping point berarti bahwa ongkos angkut ditanggung pembeli. 1. 1.750. Namun pajak ini sebenarnya merupakan kewajiban pembeli yang akan dipungut oleh perusahaan selaku penjual.750... Dengan adanya transaksi ini perusahaan akan mendebit piutang dagang sebesar Rp.000 175. di Indonesia.000.000.000.750. Jurnal yang dibuat untuk mencatat syarat pengiriman ini adalah dengan mendebit beban penjualan dan mengkredit kas atau utang. 302 . 175.000 Hal: Kredit 1. Dengan melakukan pemungutan pajak ini kepada pelanggan.750.-)) dan mengkredit penjualan Rp.dan PPN-Keluaran Rp. maka perusahaan sebagai penjual memiliki kewajiban untuk menyetorkan hasil pungutan pajak penjualan (PPN-Keluaran) kepada Kas Negara.000 3.dengan syarat 2/10.000. 1. lihat kasus berikut: Tanggal 17 Agustus 2006 perusahaan melakukan penjualan barang dagangan secara kredit sebesar Rp. sedangkan Jika FOB destination ongkos angkut harus ditanggung penjual.925. n/30 dan PPN 10%. Yang berarti penjual dikenakan pajak pertambahan nilai sebesar 10%.+ (10% x Rp.point maupun FOB destination. Berkaitan dengan hal ini sebagai ilustrasi.000. Jurnal yang dibuat untuk mencatat transaksi ini adalah: (Dalam rupiah) Jurnal Umum Tgl Keterangan Ref. Pencatatan pemungutan PPN-Keluaran ini akan dikredit pada buku perusahaan.(Rp. jika perusahaan melakukan penjualan maka akan dikenakan PPN-Keluaran 10% atas barang yang terjual.925. 1.750.000. Hal ini terkait dengan penentuan siapa yang harus menanggung risiko kerusakaan barang pada waktu pengiriman. Retur Penjualan Retur penjualan adalah menerima kembali barang dagang yang telah dijual Retur penjualan terjadi apabila penjual menerima pengembalian barang dagang yang telah dijual karena rusak atau tidak cocok dengan yang diinginkan oleh pembeli. 2006 17 Piutang dagang Agust Penjualan PPn-Keluaran (Mencatat penjualan kredit) Debit 1.-.. Di samping syarat tersebut..

000 20.000. karena dengan potongan penjualan akan membuat pelanggan tertarik untuk melakukan transaksi. Pada contoh kasus tanggal 17 Agustus 2006 di atas apabila dijual barang dagangan secara kredit sebesar Rp.dengan syarat 2/10.750.750. yaitu kasus penjualan tanggal 17 Agustus 2006.n/30.-) dan mengkredit piutang dagang Rp. Potongan Tunai Penjualan Potongan tunai penjualan diberikan kepada pembeli yang melakukan pembelian secara tunai atau apabila Potongan penjualan tunai pembelian secara kredit..000. 2006 Agust 21 Retur Penjualan PPN-Keluaran Piutang Dagang Menerima pengembalian barang Yang telah dijual senilai 20. Syarat penjualan ditulis pada faktur penjualan..dengan syarat 2/10. pembeli terjadi karena menerima melakukan pembayaran pada masa pembayaran piutang pada periode potongan periode potongan. 200. n/30 PPN 10% dan kemudian pada tanggal 21 Agustus sebagian barang dagangan senilai Rp. Untuk menjelaskan penerapan potongan tunai penjualan kita lanjutkan contoh perusahaan yang lalu.000..000. Jurnal yang dibuat sebagai berikut: (dalam rupiah) Jurnal Umum Tgl Keterangan Ref. 1. Potongan penjualan meliputi potongan tunai dan potongan rabat a. Potongan Penjualan Debit 200. Hal ini berarti penjual memberikan potongan kepada pembeli jika penjual menerima pembayaran dalam waktu periode potongan.Apabila penjualannya tunai maka jurnal yang dibuat adalah mendebit Retur Penjualan dan PPN-Keluaran dan mengkredit Kas.000 4. 20. dimana perusahaan menjual barang dagangan secara kredit sebesar Rp.000 Hal: Kredit 220. Pada tanggal 21 Agustus menerima pengembalian barang dagangan karena rusak 303 . Maka perusahaan akan mendebit retur penjualan sebesar Rp.dan PPN-Keluaran sebesar Rp.000.000.000. Penjual mencatat dalam akun potongan penjualan (debit). 1. 220...dikembalikan oleh pembeli karena rusak. 200.000 Perusahaan dapat memberikan potongan penjualan dalam rangka untuk meningkatkan omset penjualan.(10% x Rp.yaitu retur penjualan ditambah dengan PPN-Keluaran. 200.

900.dan potongan yang diberikan sebesar 30%.000..000.670.705.670. Maka Jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut: (dalam rupiah) Jurnal Umum Hal: Tgl Keterangan Ref.100 (Piutang Dagang 1. Jadi penjual merupakan pemungut pajak yang pada saatnya harus menyetor hasil pungutannya kepada pemerintah. karena PPN-Keluaran telah PPN-keluaran terjadi akibat penjualan barang dagang 304 . 1. Potongan yang diberikan sebesar 2% x Rp.(Rp.-. dalam kasus potongan rabat ini.100.000.000. Debit Kredit 2006 27 Kas 5.-. Pada kasus penjualan senilai Rp. Kas yang diterima adalah piutang dikurangi dengan potongan yaitu sebesar Rp. 5.000. Saldo piutang dagang sebesar Rp.000 Menerima pembayaran piutang) b. PPN-Keluaran Bagi penjual merupakan utang pajak kepada pemerintah. 1.000) Potongan rabat terjadi jika penjual melakukan penjualan dalam jumlah besar (dalam rupiah) Jurnal Umum Hal: Tgl Keterangan Ref. pihak penjual tidak akan mencatat potongan rabat yang diberikan kepada pembeli. 34. 34.Rp. Potongan Rabat Berbeda dengan potongan tunai penjualan. 5. (yaitu Rp..-).000 Agust Piutang Dagang 5. Debit Kredit 2006 27 Kas 1.-)..705. 3... Maka harga jual yang dicatat bagi penjual adalah Rp.000 dikurangi 30%X5.000.000.000 (untuk mencatat penjualan dengan potongan rabat) 5.(karena dikurangi retur). transaksi penjualan juga akan dikenakan PPN-Keluaran.100.000.sebesar Rp. Jadi potongan rabat digunakan untuk menetapkan harga jual barang dagangan yang sesungguhnya. kemudian tanggal 27 Agustus menerima pembayaran piutang dagang. PPN ini sebenarnya yang menanggung adalah konsumen.000 Agust Potongan penjualan 34. Ini berarti perusahaan harus memberikan potongan karena menerima pembayaran piutang pada masa periode potongan.000. PPN-Keluaran Seperti halnya pembelian.705.500. 1. 200.000. 1.000.705.(Rp.

sebaliknya terjadi apabila PPN-Masukan Lebih kecil daripada PPN-Keluaran.-.- Jurnal yang dibuat apabila perusahaan membayar pajak tanggal 30 Agustus 2006 adalah dengan mendebit PPN-Kaluaran dan Mengkredit PPN-Masukan serta mencatat lebih atau kurang bayar.500.-) Rp.. 295.(yang sudah dibayar pada saat melakukan pembelian) dan PPN-Keluaran yang bersaldo Rp. (dalam rupiah) Jurnal Umum Tgl Keterangan Ref. yaitu fisik dan perpetual Pada saat transaksi pembelian perusahaan harus mencatat persediaan yang dibeli dan transaksi penjualan perusahaan 305 ..500 Hal: Kredit 147. 147. Lebih bayar terjadi bila PPN-Masukan bersaldo lebih besar daripada PPN-Keluaran. Sebagai ilustrasi. Metode pencatatan persediaan ada dua.500..(Rp. 2006 30 PPN-Keluaran Agust PPN-Masukan Kas (Membayar kekurangan pajak) Debit 442. misalkan perusahaan memiliki PPN-Masukan yang bersaldo Rp. Akuntansi Persediaan Seperti telah diketahui bahwa perbedaan utama perusahaan jasa dan dagang adalah terkait dengan adanya transaksi persediaan.500. Pada akhirnya setiap bulan penjual harus membayar utang pajak ke pemerintah.000 E. 147.000.500 295. Besar pajak yang terutang dan harus dibayar oleh perusahaan adalah sebesar selisih PPN-masukan (sudah dibayar pada saat melakukan pembelian) dikurangi dengan PPN-Keluaran (pajak yang dipungut pada saat penjualan). 295. Dalam kasus ini maka jumlah pajak terutang bagi perusahaan adalah sebesar : Rp.diterima penjual saat terjadi transaksi penjualan.500.000. 442.(pajak yang sudah diterima atau dipungut sehingga menjadi utang pajak). 442. yakni dengan perhitungan sebagai berikut: PPN-Keluaran PPN-Masukan Pajak yang terutang dan harus dibayar Rp. Trasaksi persediaan berhubungan dengan transaksi pembelian dan penjualan barang dagangan.

perusahaan tidak mencatat pada akun Persediaan Barang Dagangan. Berbeda dengan metode fisik. Metode fisik mutasi barang tidak diikuti Untuk dapat mengetahui saldo persediaan barang dagangan perusahaan harus melakukan perhitungan secara fisik barang (yang disebut juga dengan istilah stock of name). Perbedaan kedua metode tersebut pada saat pencatatan transaksi seperti berikut ini: No 1 2 3 4 Transaksi Pembelian barang dagangan Ongkos angkut pembelian Retur pembelian Potongan pembelian Fisik Pembelian barang dagang xx Kas/Utang dagang Ongkos angkut xx Kas Kas/utang dagang Retur pembelian Utang dagang xx xx xx xx xx Perpetual Persediaan Barang dagang xx Kas/Utang dagang Persediaan barang dagang xx xx Kas xx Kas/Utang dagang xx Persedian barang dagang xx Utang dagang xx 306 . Metode perpetual mutasi barang dicatat dalam akun persediaan barang dagang Pada akhir periode dengan metode perpetual perusahaan tidak perlu melakukan perhitungan secara fisik. Oleh sebab itu pada akhir periode harus dihitung dahulu barang dagangan yang ada untuk menentukan nilai persediaan akhir barang dagangan. Artinya apabila terjadi transaksi pembelian dan penjualan barang dagangan.harus mencatat barang dagangan yang dijual. Setiap terjadi penambahan barang dagangan maka (mutasi masuk) akun Persediaan Barang Dagangan didebit. namun tidak menutup kemungkinan dilakukan untuk mencocokkan antara jumlah fisik dan jumlah menurut catatan. sebaliknya jika terjadi pengurangan barang dagang (mutasi keluar) misalnya akun Persediaan di sebelah kredit. sehingga setiap saat bisa diketahui saldo persediaan barang dagangan. Dalam Metode Fisik. dalam metode perpetual mutasi barang dagangan yaitu pembelian dan penjualan barang dagangan selau dicatat dalam akun Persediaan Barang Dagangan. mutasi keluar masuk barang dagangan tidak dicatat. Sebagai gantinya perusahaan akan menggunakan akun Pembelian Barang dagangan untuk mencatat transaksi Pembelian dan Penjualan untuk mencatat transaksi penjualan barang dagangan. Hal ini berakibat saldo akun Persediaan Barang dagangan tidak bisa diketahui setiap sewaktu-waktu. Dalam mencatat mutasi keluar masuk persediaan ada dua metode yaitu yang digunakan yaitu : Metode Fisik atau Periodik dan Metode Perpetual.

307 .Dibeli barang dagangan seharga Rp.000. sebagian dikembalikan karena rusak.Dibayar beban pemasangan advertensi bulan Agustus2006 sebesar Rp. FOB shipping point Dibeli barang dagangan dari PT Trisna Airlangga seharga Rp. FOB shipping point.000.Dibayar utang atas transaksi pembelian tanggal 2 Agustus 2006 .5 Menjual barang dagang Potongan pembelian Kas Kas/piutang xx Penjualan xx xx xx Persediaan barang dagangan xx Kas xx Kas/piutang xx Penjualan HPP xx Persediaan barang dagang Retur penjualan xx Kas/Piutang dagang Persediaan barang dagang xx HPP Kas xx Potongan penjualan xx Piutang dagang xx xx xx xx 6 Retur penjualan Retur penjualan xx Kas/Piutang dagang xx 7 8 Potongan penjualan Akhir periode (penyesuaian) Kas Potongan penjual Piutang dagang HPP xx xx xx xx xx Pesediaan barang dagang xx HPP xx Pembelian barang dagang xx HPP xx Ongkos angkut xx Retur pembelian xx HPP xx Potongan pembelian xx HPP xx Persediaan barang dagang xx HPP xx Untuk memberikan iustrasi metode pencatatan persediaan ini.875.000. 1.000. berikut diberikan contoh ilustrasi transaksi.000. pajak pertambahan nilai 10 %. Dibayar beban angkut barang dagang yang dibeli dari PT Trisna Airlangga sebesar Rp. 125. Pajak penjualan 10 %.. 150.000.375.. 80. Purnama Sari melakukan transaksi selama bulan Agustus 2006 sebagai berikut: Tgl Agt 1 2 4 6 10 11 12 Transaksi Dijual barang dagangan secara tunai kepada Moroseneng seharga Rp.potongan yang diterma berdasarkan saldo utang.n/30 .-.secara tunai. Barang yang rusak senilai Rp.dengan syarat 2/10. UD. 2. Pajak pertambahan nilai 10% Dari barang dagangan yang dibeli tanggal 2 Agustus. 250.

17 19 21 27 30 30 30 Dijual barang dagangan secara secara kredit kepada CV Bahagia sebesar Rp.000 10 Pembelian barang dagangan PPN-masukan 308 .000.512.dengan syarat 2/10..000 6 80. Dibayar gaji untuk bulan Agustus 2006 Rp.500 Debit 3.000.500 1.000 287.Diterima pelunasan dari CV Bahagia atas penjualan tanggal 17 Agustus 2006.000. 1.- Apabila pada kasus UD.000 125.000. 900. 125. maka jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut: (dalam rupiah) Jurnal Umum Tgl Keterangan Reff 2006 1 Kas Agust Penjualan PPN-Keluaran (Menjual barang dagang tunai PPN 10%) 2 Pembelian barang dagangan PPN-masukan Utang dagang (Membeli barang dagang Kredit PPN 10%) Beban angkut Kas (Membayar ongkos angkut Syarat FOB shipping point) Beban Advertensi Kas (Membayar beban advertensi) Hal: 1 Kredit 2. potongan yang diberikan berdasarkan saldo piutang.000 137.000 250. 200.500 1. 100.162.000 80.Diterima kembali sebagian barng dagangan yang dijual tanggal 17 Agustus 2006 karena rusak senilai Rp. transaksi dicatat dengan menggunakan metode fisik.Perusahaan membayar hutang yang timbul di bulan lalu sebesar Rp.750.n/30 .875.000.Pemilik mengambil uang perusahaan untuk kperluan pribadi sebesar Rp. 50.375.Pajak penjualan 10 % Dibayar beban sewa kantor untuk bulan Agustus 2006 sebesar Rp.000.500 4 125.000 25. Purnama Sari tersebut di atas.

950 1.550 (dalam rupiah) Jurnal Umum Tgl Keterangan Ref 2006 17 Piutang dagang Agust Penjualan PPN-Keluaran (Menjual barang dagangan secara kredit PPN 10%) 19 Beban sewa Kas (Membayar beban sewa) Retur penjualan PPN-Keluaran Piutang dagang (Menerima barang dagang yang telah dijual) Kas Potongan penjualan Piutang dagang (Menerima pembayaran Piutang pada masa periode Potongan) Beban gaji Kas (Membayar gaji selama satu Debit 1.000 309 .100 1.750. PPN 10%) 11 Utang dagang PPN-masukan Retur pembelian (Mengembalikan sebagian barang yang telah dibeli karena rusak) Utang dagang Potongan pembelian Kas (Membayar utang pada masa periode potongan) 165.000 275.705.347.925.000 Hal: 2 Kredit 1.000 21 27 1.000 175.000 12 1.Kas (Membeli barang dagang tunai.500 26.000 20.000 900.320.000 220.900 34.000 15.000 100.670.000 200.000 100.000 30 900.000 150.

500 4 125.Bulan) 30 Prive Kas (Mengambil uang untuk keperluan pribadi) Utang dagang Kas (Membayar utang yang tim bul pada bulan lalu) 50.500 Hal: 1 Kredit 2.000 310 .000 30 125.000 125.375.000 1.000 1.000 Apabila pada kasus Purnama Sari tersebut di atas.512.000 50.725.875. transaksi dicatat dengan menggunakan metode perpetual.500 1.500 1.000 287.162.000 137.000 125.725. maka jurnal yang dibuat sebagai berikut: (Pada kasus ini diasumsikan Harga Pokok Penjualan adalah 60%) (dalam rupiah) Jurnal Umum Tgl Keterangan Reff 2006 1 Kas Agst Penjualan PPN-Keluaran (Menjual barang dagang Tunai PPN 10%) Harga Pokok Penjualan Persediaan barang dagang (Mencatat HPP barang Yang dijual 60% X Harga jual) 2 Peesediaan barang dagangan PPN-masukan Utang dagang (Membeli barang dagang Kredit PPN 10%) Persediaan Barang dagangan Kas (Membayar ongkos angkut Syarat FOB shipping point) Debit 3.

000 100.000 250.000 1.000 100.550 1.347.000 25.750.000 15.500 Hal: 2 Kredit 26.000 275.035.000 200.000 1.925.000 Debit 1.035.6 Beban Advertensi Kas (Membayar beban advertensi) 80.000 21 311 .000 175.320.000 80.950 1.000 220.000 20.000 1.000 150. PPN 10%) 11 Utang dagang PPN-masukan Persediaan barang dagang (Mengembalikan sebagian Barang yang telah dibeli Karena rusak) Jurnal Umum (dalam rupiah) Tgl Keterangan Reff 2006 12 Utang dagang Agust Persediaan barang dagang Kas (Membayar utang pada masa periode potongan) 17 Piutang dagang Penjualan PPN-Keluaran (Menjual barang dagangan Secara kredit PPN 10%) Harga Pokok Penjualan Persediaan barang dagang (Mencatat HPP barang yang dijual sebesar 60%) 19 Beban sewa Kas (Membayar beban sewa) Retur penjualan PPN-Keluaran Piutang dagang (Menerima barang dagang yang telah dijual) 165.000 10 Persediaan barang dagangan PPN-masukan Kas (Membeli barang dagang Tunai.

Persediaan barang dagangan Harga Pokok Penjualan (Mengurangi HPP barang yang dikembalikan pembeli sebesar 60%) 27 Kas Potongan penjualan Piutang dagang (Menerima pembayaran Piutang pada periode Potongan) Beban gaji Kas (Membayar gaji 120.000 120. Buku besar pembantu ada dua 312 .100 1.000 900.900 34. penyusunan sistem pencatatan yang mampu menjangkau dan mengawasi jalannya operasi sangat diperlukan. Buku besar akan memberikan informasi mengenai saldo-saldo akun di dalam perusahaan Karena kompleksitasnya maka buku besar dibagi dua yaitu: buku besar umum dan buku besar pembantu.000 F. Buku besar merupakan bagian siklus akuntansi yang harus dilakukan.000 Hal: 3 Kredit 50.705. sedang buku besar pembantu memuat rincian dari buku besar umum. Buku Besar dan Buku Pembantu Pada perusahaan skala besar dan transaksi yang sangat banyak.000 (dalam rupiah) Jurnal Umum Tgl Keterangan Reff 2006 30 Prive Agst Kas (Mengambil uang untuk Keperluan pribadi) 30 Utang dagang Kas (Membayar utang yang timbul pada bulan lalu) Debit 50.000 125. Buku besar umum akan memuat data-data akuntansi secara garis besar.670.000 30 30 900.000 125.000 1. Buku besar akan memberikan informasi mengenai saldo-saldo dari akun-akun di dalam perusahaan.

3. Toko Rahma sebesar Rp.000 313 .000. Ilustrasi 2. 500. 2. buku besar dan buku pembantu. Antara buku besar umum dan buku besar pembantu pada setiap bulan harus dicocokkan apakah keduanya menunjukkan saldo yang sama.000 Data Penerimaan Kas Tanggal 30 Juli menunjukkan data sebagai berikut: 1. Toko Anugrah sebesar Rp.000 2. Toko Berkah sebesar Rp.500.000. Terima pembayaran dari Toko Berkah sebesar Rp. Terima pembayaran dari Toko Anugrah sebesar Rp.000 3.yaitu: buku besar piutang dagang dan buku besar utang dagang. Saldo akun buku besar harus sama dengan saldo akun pembantunya. 2.000. 2. 1.000. Data penjualan kredit tanggal 27 Juli dari Dealer Rajawali tampak sebagai berikut: 1. Hubungan antara buku besar dengan buku pembantu sebagaimana dalam ilustrasi 2 pada halaman berikut. Jika ada perbedaan harus segera ditentukan saldo mana yang benar di antara keduanya.1: Hubungan antara Buku Besar Umum dan Buku Besar Pembantu Bukti Transaksi Buku Jurnal Buku Besar Piutang Dagang Buku Pembantu Piutang dagang Berikut ilustrasi hubungan antara Jurnal baik jurnal khusus maupun jurnal umum.

000 Jurnal Peneriaan Kas Ref Debit Keterangan Kas Toko.Berdasar pada data di atas.006 27 Penjualan Juli 30 Pembayaran 23 25 6.000.000 Buku besar yang terkait dengan jurnal tersebut meliputi: (dalam rupiah) Tanggal Keterangan Ref Piutang Dagang Saldo Debit (Rp) Kredit (Rp) Debit (Rp) Kredit (Rp) No. Anugrah 2. selanjutnya disusun jurnal khusus berikut ini: Dalam Rupiah Tanggal Juli 27 Keterangan Toko Berkah Toko Rahma Toko Anugrah Jumlah Dalam Rupiah Tanggal Juli 30 Jurnal Pejualan Ref Debit Kas Piutang 1.500.000 Selanjutnya berdasar pada data jurnal tersebut dapat disusun buku pembantu Piutang sebagai berikut: 314 .000.000 Jumlah 2. 14 2.000 Hal.500.000.000 Hal.500.000 6.006 Juli 27 Penjualan kredit 23 6.000 2.: 25 Kredit Akun Jumlah Piutang 2.000.000 (dalam rupiah) Tanggal Keterangan SePenjualan Saldo Ref Debit (Rp) Kredit (Rp) Debit (Rp) No.500.500.: 23 Kredit Penjualan 1.000.000 4.000.500.000 Toko Berkah 500.000 2.500.000 3.000 2.000 6.000 6.000 2.000 3.500.500.500.000. 44 Kredit (Rp) 2.000 6.000 Piutang 500.500.

000.000.006 27 Penjualan Juli 30 Terima 23 25 1.500.000. 2 Kredit (Rp) 2.000 2.000 3.006 27 Penjualan Juli 23 2.000 500. 1 Kredit (Rp) 2.000 500.000 2.000.006 Juli 27 Penjualan 30 Terima 23 25 3.000 1.000 1.500.000.000.000 (dalam rupiah) Tanggal Keterangan Ref SToko Rahma Saldo Debit (Rp) Kredit (Rp) Debit (Rp) No.(dalam rupiah) Tanggal Keterangan Ref SToko Berkah Saldo Debit (Rp) Kredit (Rp) Debit (Rp) No. 3 Kredit (Rp) 2.000 315 .000 (dalam rupiah) Tanggal Keterangan Ref SToko Anugrah Saldo Debit (Rp) Kredit (Rp) Debit (Rp) No.

Bila jurnal umum dua kolom. Pembayaran kas atas utang kepada kreditor d. Apabila jurnal umum digunakan untuk mencatat retur penjualan. Pembelian peralatan toko secara kredit e.I. Maka pengaruh transaksi ini terhadap kelompok akun di bawah ini adalah: No 1 2 3 4 Kelompok Akun Aset Pendapatan Beban/ Biaya Laba Bersih Pengaruh 316 . tetapkan jurnal mana yang digunakan untuk mencatat transaksi berikut: a. Pengkreditan atas akun debitur (langganan) dan pengkreditan atas akun lain dibukukan secara individual dari jurnal penerimaan kas seperti telah diterangkan pada bab ini. Pembayaran kas untuk perlengkapan kantor. PERTANYAAN 1. Apakah hal ini akan menyebabkan neraca saldo menjadi tidak seimbang? Jelaskan sebabnya! 6. Seorang pelanggan mengembalikan barang dagangan yang dibelinya beberapa waktu sebelumnya. Pembelian perlengkapan secara tunai b. 3. Mengapa kedua hal yang harus dikreditkan tersebut tidak ditempatkan pada satu kolom sehingga menghemat tempat dalam jurnal? 5. maka pengkreditan dari ayat jurnal tersebut harus dibukukan dua kali. Apa keunggulan utama dari penggunaan jurnal khusus? 2. Pembelian perlengkapan kantor secara kredit c. Transaksi ini dicatat dengan mendebit akun piutang dagang dan mengkreditkan akun retur penjualan. jurnal pembelian dan jurnal pembayaran kas. Mengapa transaksi penjualan kepada debitur dan penerimaan kas dari debitur harus dicatat dan dibukukan setiap hari? 4.

Pengaruh atas pencatatan transaksi ini terhadap kelompok akun di bawah ini sebagai berikut: No 1 2 3 4 Kelompok Akun Aset Harga Pokok Penjualan Pendapatan Laba Bersih Pengaruh 317 .7. Pengaruh atas pencatatan transaksi ini terhadap kelompok akun di bawah ini sebagai berikut: No 1 2 3 4 Kelompok Akun Aset Harga Pokok Penjualan Kewajiban Laba Bersih Pengaruh 10. Transaksi ini dicatat dengan mendebit akun retur dan potongan pembelian dan mengkredit akun utang dagang. Pengaruh atas pencatatan transaksi ini terhadap kelompok akun di bawah ini sebagai berikut: No 1 2 3 4 Kelompok Akun Aset Harga Pokok Penjualan Beban/ Biaya Laba Bersih Pengaruh 8. Pengaruh atas pencatatan transaksi ini terhadap kelompok akun di bawah ini sebagai berikut: No 1 2 3 4 Kelompok Akun Aset Harga Pokok Penjualan Kewajiban Laba Bersih Pengaruh 9. Transaksi ini dicatat dengan mendebit akun biaya angkut pembelian dan mengkredit rekening utang dagang. Diterima faktur untuk pembelian barang dagangan secara kredit. Transaksi ini dicatat dengan mendebit akun pembelian dan mengkredit akun utang dagang. Dikembalikan barang dagangan yang rusak kepada pemasok. Dibeli peralatan secara kredit. Transaksi ini dicatat dengan mendebit akun pembelian dan mengkredit akun utang dagang. Dibeli peralatan secara kredit.

000. Danu untuk mencatat transaksitransaksi di atas! Latihan 2. 160. 11 Diterima pembayaran secara penuh dari tuan Angga untuk penjualan barang pada tanggal 4 Agustus.000.dengan termin 2/10.-.000. 318 . Diterima pengembalian barang dagang yang dibeli oleh tuan Angga seharga Rp.Dibayar seluruh utang kepada PT Kartika untuk pembelian barang dagang yang dilakukan pada tanggal 1 Agustus. 600.kepada PT Purnomo dengan termin 2/10.000. 20..000. Agustus 1 2 4 4 8 8 Dibeli barang dagang secara kredit pada PT Kartika seharga Rp.000.II. 10. 11 Dibeli barang dagangan dari firma Sutrisna yaitu seharga Rp. 50. n/30. 80..800.000. n/30. dengan termin 5/10. Pada tanggal 8 Oktober 2006 PT Purnomo mengembalikan barang dagangan yang rusak seharga Rp.-. 15.000.000. Joko Rp.- Dijual brang dagangan ke Tuan Angga Rp.000. n/30 Dikembalikan barang yang dibeli pada tanggal 1 Agustus seharga Rp. 1.dengan termin 2/10.000. Disamping itu juga perusahaan memperoleh potongan pembelian sebesar 15%.000.2 Berikut ini transaksi-transaksi yang terjadi selama bulan Agustus 2007 pada UD Airlangga. Pada tanggal 14 Oktober 2006 PT Purnomo membayar seluruh utangya pada PTTrisno. LATIHAN Latihan 2. n/30. n/30 Dijual barang dagangan ke Tuan dengan termin 1/10.000. Pertanyaan: Buatlah jurnal dalam pembukuan PT.000.- 11 Diterima pembayaran secara penuh dari tuan Joko untuk barang dagang yang yang dijual pada tanggal 2 Agustus.1 Pada tanggal 5 Oktober 2006 PT Trisno menjual barang dagangan secara kredit seharga Rp.000.

000 ? 100.000 ? ? 70.000 6.000.000.000 ? 95.000 2. III.000.000 2005 2006 ? 130.000 75.000.000. n/30.000 ? ? ? 5.-.dengan termin 1/10.000.000.000.000 ? 71.000 ? ? 5.000.000.000. 6.1 Lengkapilah laporan laba rugi di bawah ini: (dalam rupiah) 2004 Penjualan Retur dan pot.000. SOAL Soal 2.000.000 4.000.000 1.24 Dibayarkan utang kepada firma Sutrisna untuk pembelian barang tanggal 12 Agustus Pertanyaan: Buatlah jurnal untuk mencatat transaksi-transaksi diatas.000.000.000 ? ? 12.000. penjualan Potongan tunai penjualan Penjualan bersih Persediaan awal Pembelian Retur dan pot.000.000 30.000. Pembelian Potongan tunai pembelian Pembelian bersih Harga pokok barang TUD Persediaan akhir Harga pokok penjualan Laba kotor Beban operasi Laba bersih operasi 110.000 ? 3. 60.000.000. n/30 20 Dijual barang dagang secara tunai seharga Rp.000.15 Dibeli perlengkapan kantor seharga Rp.000.000.000.000.000 86.000.000 ? ? 319 .000.000 ? 17. 40. dengan termin 2/10.000 16.000.000 2.000.000.000. 90.000 120.000 8. 15 Dibayar biaya pengangkutan untuk pembelian barang dagangan yang dilakukan 12 Agustus Rp.000 3. 18 Dijual barang dagang kepada Sari secara kredit yaitu sebesar Rp.000 ? 2.000.000 3.000.000 100.000.000 3.-.

000 “ 2.000.000.000 “ 1.Dijual barang dagangan secara kredit kepada tuan 4 5 320 .000.Pertanyaan: Susunlah laporan laba rugi yang menunjukan pendapatan harga pokok penjualan dan beban-beban operasi dalam susunan yang baik.000..dengan termin 2/10.3 PT Alvaron mencatat pembelian dan penjualan persedian barang dagangan. Gajaya mempunyai neraca saldo yang sudah disesuaikan dan informasi lain sebagai berikut : Beban Angkut Pembelian Beban Advertensi Penjualan Pembelian Retur dan Potongan Pembelian Beban Gaji Utang Wesel Potongan Tunai Penjualan Beban Sewa Retur Penjualan Piutang Dagang Potongan Tunai Pembelian Rp.000.000.2 Pada tanggal 31 desember 2006 PT. n/30 Dijual barang dagangan secara tunai yaitu seharga Rp.000.000. Harga Pokok Penjualan sebesar 60%. 940. Berikut ini adalah transaksi-transaksi yang terjadi selama bulan Agustus 2007.000 Hasil perhitungan barang dagangan memberikan inormasi sebagai berikut: Persediaan barang dagangan 1 Januari 2006 Rp.Persediaan barang dagangan 31 Desember 2006 Rp. 39.Soal 2.000 “ 224. Agustus 3 Dibeli barang dagangan secara kredit dari PT Cendekia sebesar Rp.048. 182.000 “ 220.000 “ 24.000 “ 35.000 “ 110.000.000.000.000.000 “ 470.000.000.000 “ 21.000.000.000 “ 70.000. Soal 2.000. 315.156.000. 214.000 “ 12.000.

000. 30.000.000.. n/30 Dibayar seluruh utang kepada PT Cendekia secara penuh. 650.-. Buatlah jurnal umum untuk mencatat transaksi-transaksi tersebut dengan metode fisik! 2.4 Transaksi berikut adalah sebagian dari transaksi diantara PT Kartika Sony dan PT Airlangga Bofy pada bulan Agustus 2007 321 . Dibayar biaya pengangkutan pembelian untuk barang dagangan yang dibeli dari PT Widya sebesar Rp. Diterima pengembalian barang dagangan yang dijual pada tanggal 5 Agustus seharga Rp.000.000. 50.000.000. 260.. Dijual barang dagangan secara tunai yaitu seharga Rp.000. 840.Jaka seharga Rp.Dikembalikan barang dagangan Rp..dengan termin 2/10.Dibayar seluruh utang kepada PT Widya Dijual barang dagangan secara kredit kepada PT Rahwana seharga Rp.000. n/30 8 9 Dibeli barang dagangan secara kredit dari PT Widya seharga Rp.dengan termin 2/10.000. 110.000. n/30. Buatlah jurnal umum untuk mencatat transaksi-transaksi tersebut dengan metode perpetual! Soal 2.000.000.yang dibeli dari PT Cendekia Diterima pembayaran dari tuan Jaka Darmawan atas transaksi penjualan tanggal 5 Agustus. 400. 10 11 15 16 17 20 21 Pertanyaan: 1.dengan termin2/10.000.

000.. Dibayarkan kepada PT Kartika untuk pembelian tanggal 8 Agustus dikurangi potongan dan retur tanggal 13 Agustus.000.untuk pembelian tanggal 21 Agustus. 8. 10. 1/15.500..000. 8 8 8 9 20 21 22 30 Pertanyaan: Buatlah ayat jurnal transaksi tersebut di atas untuk PT Kartika dan PT Airlangga dengan metode pencatatan persediaan adalah perpetual.000. 7.-.000.500.Dijual barang dagangan secara kredit kepada PT Airlangga seharga Rp. 10.. 14.000.000. PT Kartika membayar biaya transportasi sebesar Rp.. PT Kartika membayar biaya transportasi sebesar Rp. Dikembalikan barang dagangan yang dibeli secara kredit pada tanggal 8 Agustus dari PT Kartika Dibayarkan kepada PT Kartika untuk pembelian tanggal 8 Agustus dikurangi potongan. 2/10.000. Harga pokok penjualan adalah Rp.000. Harga pokok penjualan adalah Rp. PT Kartika menjual barang dagangan secara kredit kepada PT Airlangga seharga Rp.Agustus 2 Dijual barang dagangan secara kredit kepada PT Airlangga sebesar Rp.termin FOB destination.untuk pengiriman barang dagangan yang dijual kepad PT Airlangga pada tanggal 8 Agustus.. 322 . Harga pokok penjualan Rp.yang ditambahkan ke faktur. 350.termin FOB shiping point n/eom. PT Airlangga membayar biaya transportasi Rp.000.dengan termin FOB shipping point. n/30.000. 550. 12.000.-.000. 6.000. n/eom. PT Airlangga membayar PT Kartika atas utang dan pembelian tanggal 21 Agustus.

Menjelaskan pengertian dan kegunaan Neraca Saldo Perusahaan dagang 2.NERACA SALDO Tujuan mempelajari bab ini adalah: 1. Menyiapkan Neraca Saldo Perusahaan dagang 323 . Prosedur membuat Neraca Saldo Perusahaan dagang 3.

pengujian keseimbangan jumlah debit dan kredit Manfaat/ kegunaan neraca saldo baik perusahaan jasa maupun perusahaan dagang adalah sama yaitu: 1. laporan perubahan ekuitas dan neraca. dan dibuat akhir periode. sehingga dapat menjadi sumber informasi yang benar untuk menyusun laporan laba rugi. Prosedur membuat Neraca Saldo Perusahaan Dagang Prosedur menyiapkan neraca saldo di perusahaan dagang sama seperti di perusahaan jasa yang sudah dibahas pada buku satu. Saldo akun debit dipindah ke kolom debit dan saldo akun kredit dipindah ke kolom kredit. B.NERACA SALDO A. Untuk menunjukkan ringkasan akunakun buku besar.1 sebagaimana pada halaman berikut: 324 . Prosedur penyusunan neraca saldo dimulai dari memindahkan saldo-saldo disetiap akun di buku besar. perusahaan dagang juga membuat neraca saldo. Penyusunan neraca saldo merupakan salah satu tahapan siklus akuntansi seperti tampak pada ilustrasi 3. Neraca saldo merupakan kumpulan saldo-saldo dari buku besar yang merupakan hasil pemindahan dari jurnal ke buku besar. Untuk mengadakan pengujian keseimbangan jumlah debit dan kredit dalam buku besar dan ketepatan perhitungannya dalam pembukuan selama tahun berjalan. Pengertian dan Kegunaan Neraca Saldo Perusahaan Dagang Neraca saldo adalah daftar kumpulan saldo-saldo akun-akun yang ada di buku besar Seperti halnya perusahaan jasa. Neraca saldo berguna untuk meringkas akun-akun buku besar. 2.

Akun yang berkaitan Ada perbedaan dan kesamaan akun-akun di perusahaan dagang dan perusahaan jasa 325 .1: Tahapan Menyusun Neraca Saldo Transaksi terjadi dan informasi dibukukan pada dokumen sumber Informasi pada dokumen sumber dibukukan pada buku harian (Jurnal) Informasi transaksi dipindahbukukan dari buku harian (jurnal) ke buku besar (Posting) Laporan keuangan: • Laba Rugi • Perubahan Equitas • Neraca • Arus Kas • Catatan atas laporan keuangan Neraca saldo dibuat akhir periode berdasar saldo akun buku besar Jadi dapat disampaikan bahwa penyusunan neraca saldo dilakukan setelah menghitung saldo-saldo akun di buku besar.Ilustrasi 3. karena kegiatan perusahaan dagang juga berbeda dengan perusahaan jasa. maka akun–akun yang ada di neraca saldo perusahaan dagang juga akan berkaitan dengan hal tersebut. Beberapa akun yang ada di neraca saldo perusahaan dagang berbeda dengan perusahaan jasa. Kegiatan utama perusahaan dagang adalah membeli dan kemudian menjual barang dagangan.

dengan penjualan dan pembelian barang dagangan. Transaksi yang didukung oleh dokumen.030.000 326 .000 180.000 15. Retur Penjualan 4. Potongan pembelian 7. Neraca saldo dimulai dari transaksi. 2. Mengumpulkan saldo-saldo dalam neraca saldo. Pembelian 5. jurnal. Dicatat ke dalam jurnal. 3. Retur pembelian C.000 36. UD Purnama Sari Neraca Saldo setelah Penutupan Per 31 Juli 2006 (dalam rupiah) Keterangan Kas Piutang Usaha Persediaan barang dagangan Asuransi dibayar di muka Tanah Gedung Akumulasi penyusutan gedung Utang dagang Modal. posting ke buku besar dan neraca saldo Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas berikut ini diberikan contoh penyiapan neraca saldo pada perusahaan dagang Purnama Sari.000 Kredit 47.000 30. yang tidak terjadi pada perusahaan jasa adalah akun-akun berikut: 1. Diasumsikan laporan keuangan dibuat setiap bulan. yaitu: 1.000.000 47.000. Akun-akun yang ada di jurnal dimasukkan ke buku besar masingmasing.000 280. Menghitung saldo-saldo di buku besar. Beban angkut pembelian 6.000.000 200. Menyiapkan Neraca Saldo Perusahaan Dagang. Arjo Debit 570. Potongan Penjualan 3. Berikut adalah Neraca saldo per 31 Juli 2006. Untuk menyiapkan neraca saldo perusahaan dagang langkahlangkah yang dilakukan mengikuti siklus akuntansi. 5.000 10.000.830.000 1. Penjualan 2. 4.030.

50. Pajak pertambahan nilai 10% 11 Dari barang dagangan yang dibeli tanggal 2 Agustus. 30 Dibayar gaji untuk bulan Agustus 2006 Rp. pajak penjualan 10 % 19 Dibayar beban sewa kantor untuk bulan Agustus 2006 sebesar Rp. 250. 100.000.750. potongan yang diberikan berdasarkan saldo piutang. Berdasar pada transaksi tersebut.Selanjutnya transaksi-transaksi yang terjadi selama bulan Agustus 2006 tampak sebagai berikut: Tgl Transaksi Agt Dijual barang dagangan secara tunai kepada Moroseneng 1 seharga Rp.21 Diterima kembali sebagian barng dagangan yang dijual tanggal 17 Agustus 2006 karena rusak senilai Rp.875.6 Dibayar beban pemasangan advertensi bulan Agustus2006 sebesar Rp. Barang yang rusak senilai Rp. 4 Dibayar beban angkut barang dagang yang dibeli dari PT Jaya sebesar Rp. 150. 17 Dijual barang dagangan secara secara kredit kepada CV Bahagia sebesar Rp. berikutnya disusun Jurnal untuk mencatat transaksi-transaksi tersebut adalah (untuk lebih mudah diasumsikan jurnal yang disusun adalah jurnal umum): 327 .000.n/30.30 Pemilik perusahaan (Tn Jaka) mengambil uang untuk keperluan pribadi sebesar Rp.Pajak penjualan 10 %. FOB shipping point 2 Dibeli barang dagangan dari PT Jaya seharga Rp.000. 1. utang ini timbul pada bulan Juli 2006.10 Dibeli barang dagangan seharga Rp. FOB shipping point.-.secara tunai.000.000. 80. sebagian dikembalikan karena rusak. 200. 900.000. 2.12 Dibayar utang atas transaksi pembelian tanggal 2 Agustus 2006...000.dengan syarat 2/10. potongan yang diterima berdasarkan saldo utang. 1. pajak pertambahan nilai 10 %.30 Dibayar utang kepada kepada PT Airlangga Rp 125.000. 125.000.000.375.n/30.000.dengan syarat 2/10.000.27 Diterima pelunasan dari CV Bahagia atas penjualan tanggal 17 Agustus 2006.

000 1.347.000 250.162.950 1.875. PPN 10%) 11 Utang dagang PPN-masukan Retur pembelian (Mengembalikan sebagian barang yang telah dibeli karena rusak) 12 Utang dagang Potongan pembelian Kas (Membayar utang pada masa periode potongan) 165.375.000 25.000 6 80.512.500 4 125.550 328 .000 15.320.000 125.000 80.(dalam rupiah) Jurnal Umum Tgl Keterangan Ref 2006 1 Kas Agust Penjualan PPN-Keluaran (Menjual barang dagang tunai PPN 10%) 2 Pembelian barang dagangan PPN-masukan Utang dagang (Membeli barang dagang Kredit PPN 10%) Beban angkut Kas (Membayar ongkos angkut Syarat FOB shipping point) Beban Advertensi Kas (Membayar beban advertensi) Debit 3.500 Hal: 1 Kredit 2.000 275.000 137.500 1.000 150.000 287.500 26.000 10 Pembelian barang dagangan PPN-masukan Kas (Membeli barang dagang tunai.500 1.

000 Hal: 2 Kredit 1.000 900. maka langkah berikutnya adalah melakukan posting ke buku besar dengan memasukkan juga informasi saldo per 31 juli 2006.000 100.000 100.670.(dalam rupiah) Jurnal Umum Tgl Keterangan Ref 2006 17 Piutang dagang Agust Penjualan PPN-Keluaran (Menjual barang dagangan secara kredit PPN 10%) 19 Beban sewa Kas (Membayar beban sewa) Retur penjualan PPN-Keluaran Piutang dagang (Menerima barang dagang yang telah dijual) Kas Potongan penjualan Piutang dagang (Menerima pembayaran Piutang pada masa periode Potongan) Beban gaji Kas (Membayar gaji selama satu Bulan) Prive.000 50.705.000 21 27 1.100 1.000 200.000 175.900 34.750. 329 . Tn Jaka Kas (Mengambil uang untuk keperluan pribadi) Utang dagang Kas (Membayar utang yang timbul pada bulan lalu) Debit 1.000 30 125.000 220.000 30 50.000 30 900.925.000 125.000 20..000 Setelah jurnal dibuat.

000 1.670.705.000 (dalam rupiah) Tgl 31-Jul Asuransi Dibayar di Muka Reff Debit 180.000 1.925.205.000 275.000 (dalam rupiah) Tgl 31-Jul Persediaan Barang Dagangan Reff Debit 1.000 125.000 2.000.000 2.000 180.000.000 50.000.000 80.(dalam rupiah) Tgl 31-Jul Agt1 27 Kas Reff JU-1 JU-2 Keterangan Saldo Penjualan piutang dagang Debit 570.320.000 1.162.205.400 31 5.000 Keterangan Saldo Tgl Agt 31 Keterangan Reff Kredit saldo 180.000 900.550 100.000 Tgl agt 21 27 31 Keterangan dibayar dibayar saldo Reff JU-2 JU-2 Kredit 220.000 1.403.900 Tgl Agt4 6 10 12 19 30 Keterangan beban angkut beban advertensi pembelian membayar utang beban sewa beban gaji prive utang saldo Reff JU-1 JU-1 JU-1 JU-1 JU-2 JU-2 JU-2 Kredit 125.000 330 .403.000 2.400 (dalam rupiah) Tgl 31-Jul Agt 17 Piutang Dagang Reff JU-2 Keterangan Saldo Penjualan Debit 280.000 180.000 Keterangan Saldo Tgl Agt 31 Keterangan Reff Kredit saldo 1.427.000 280.000 3.850 5.000 1.500 1.000.

000 (dalam rupiah) Tgl agt 11 12 30 31 Utang Dagang Reff JU-1 JU-1 JU-2 Keterangan dibayar dibayar dibayar saldo Debit 165.000 Keterangan Saldo Tgl Agt 31 Keterangan Reff Kredit saldo 15.000.000.500 25.000 30.347.000.712.712.500 125.512.000 dalam rupiah) Tgl 31-Jul Gedung Reff Debit 30.000 31 saldo 10.000 15.500 331 .000 30.000.000.000 Keterangan Saldo Tgl Agt 31 Keterangan Reff Kredit saldo 30.500 (dalam rupiah) Tgl 1-Jul Tanah Reff Debit 15.000 15.500 Tgl 31Jul 2 Keterangan Saldo membeli Reff JU-1 Kredit 200.000.000 147.000.000.(dalam rupiah) Tgl Agt2 10 PPN-Masukan Reff JU-2 JU-2 Keterangan pembelian pembelian Debit 137.000 162.000 1.000.000.500 Tgl agt11 31 Keterangan retur saldo Reff JU-1 Kredit 15.000 10.000.000 1.000 1.500 1.500 162.000 (dalam rupiah) Tgl Keterangan Akumulasi Penyusutan Gedung Reff Debit Tgl 31Jul Keterangan Saldo Reff Kredit 10.000 10.000 75.000.

000 1.000 50.000 4.(dalam rupiah) Tgl agt21 Keterangan retur penjualan Reff PPN .500 175.830.100 332 .100 Tgl Keterangan Reff Kredit 31 34.100 34.000 31 saldo 4.Keluaran Debit 20.875.625.000 4.500 462.750.000 Tgl Keterangan Reff Kredit 31 50.100 saldo 34.830.000 PRIVE Tgl Agt 30 Keterangan Reff mengambil prive JU-2 Debit 50.000 36.000 31 Saldo 442.830.500 MODAL Tgl Keterangan Reff Debit Tgl 31Jul Keterangan Reff Kredit 36.000 Tgl Agt1 17 Keterangan penjualan penjualan Reff JU-1 JU-2 Kredit 287.000 agt 31 saldo 36.625.830.000 POTONGAN PENJUALAN Tgl Keterangan Reff Agt 27 piutang dibayar JU-2 Debit 34.000 saldo 50.500 462.000 36.000 PENJUALAN Tgl Keterangan Reff Debit Tgl Agt 1 17 Keterangan penjualan tunai penjualan kredit Reff JU-1 JU-1 Kredit 2.625.

000 1.625.000 Tgl Keterangan Reff Kredit 31 125.000 pembelian 10 barang JU-1 250.000 31 saldo 150.000 150.000 saldo 200.000 125.950 31 saldo 26.625.000 saldo 125.000 Tgl Keterangan Reff Kredit 31 200.RETUR PENJUALAN Tgl Keterangan menerima retur penjualan Agt 21 Reff JU-2 Debit 200.000 1.000 333 .950 26.000 BEBAN ANGKUT Tgl Keterangan Beban angkut Agt4 pembelian Reff JU-1 Debit 125.950 26.000 POTONGAN PEMBELIAN Tgl Keterangan Reff Debit Tgl Agt12 Keterangan mMenerima potongan Reff JU-1 Kredit 26.375.000 150.625.950 RETUR PEMBELIAN Tgl Keterangan Reff Debit Tgl Agt11 Keterangan mengembalikan barang yang telah dibeli Reff JU-1 Kredit 150.000 PEMBELIAN BARANG DAGANGAN Tgl Keterangan Reff Debit Agt pembelian 2 barang JU-1 1.000 Tgl Keterangan Reff Kredit 31 saldo 1.000 200.

427.000 1.000 Tgl Keterangan Reff Kredit 31 80.000 75.000 334 .830.000 147.000 4.000 Tgl Keterangan Reff Kredit 31 900.500 15.000 100.000 BEBAN ADVERTENSI Tgl Keterangan Reff Agt membayar 30 advertensi JU-2 saldo 100.000 saldo 900.000 442.Arjo Prive Penjualan 2.000 30.000 Tgl Keterangan Reff Kredit 31 100.000 BEBAN SEWA Tgl Keterangan Agt membayar 30 sewa Reff JU-2 Debit 100.000 50.500 36.000.000 80.850 280.000.000 900. maka langkah selanjutnya adalah membuat neraca saldo seperti yang ditunjukkan berikut ini: PERUSAHAAN DAGANG PURNAMA BARU NERACA SALDO 31 AGUSTUS 2006 Kas Piutang Dagang Persediaan Barang Dagangan Asuransi Dibayar di muka PPN-Masukan Tanah Gedung Akumulasi penyusutan gedung Utang Dagang PPN-Keluaran Modal.000.625.000 Debit 80.000 saldo 80.000 Setelah jurnal diposting dan dihitung saldonya.000.BEBAN GAJI Tgl Keterangan Agt membayar 30 gaji Reff JU-2 Debit 900.000 180.000 10.

950 900.000 80.450 Latihan untuk diskusi : 1.000 52.000. Apakah saldo nominal normal PPN-Masukan dan PPN-Keluaran ? 5.000 26.10. Mengapa dari Neraca Saldo belum bisa dibuat Laporan Keuangan ? 4.000.149. n/30.000.149. 9 Diterima pengembalian barang dagangan yang dibeli oleh Tuan Bramayanto seharga Rp. 13 Diterima pembayaran secara penuh dari Tuan Bramayanto untuk penjualan barang dagangan pada tanggal 4 Agustus. 11 Diterima pembayaran secara penuh dari Tuan Tarigan untuk barang dagangan yang dijual pada tanggal 2 Agustus. 12 Dibeli barang dagangan dari Firma Mandala seharga Rp.000 100.100 1. 8 Dibayar seluruh utang kepada PT.000 34.50.600. 4 Dikembalikan barang yang dibeli pada tanggal 1 Agustus seharga Rp.625.80.000 dengan dengan termin 5/10. n/30.20. 2 Dijual barang dagangan kepada Tuan tarigan senilai Rp.000 150.160. Bening untuk pembelian barang dagangan yang dilakukan pada tangga 1 Agustus. n/30. Bagaimana prosedur-prosedur membuat Neraca Saldo pada perusahaan dagang ? 3.000.Retur Penjualan Potongan Penjualan Pembelian Beban angkut Retur Pembelian Potongan pembelian Beban Gaji Beban Sewa Beban Advertensi 200. Disamping itu juga perusahaan memperoleh potongan pembelian senilasebesar 15%.000.000 dengan dengan termin 1/10.000.000 dengan dengan termin 2/10. 335 . Dan apa yang dimaksud dengan PPN-Masukan dan PPN-Keluaran ? Soal : Berikut ini transaksi-transaksi yang terjadi selama bulan Agustus 2006 pada UD Sahara : Agustus 1 Dibeli barang dagangan secara kredit dari PT Bening seharga Rp.000. 3 Dijual barang dagangan kepada Tuan Bramayanto senilai Rp. Apa kegunaan Neraca Saldo ? 2. n/30.000 125.450 52.000 dengan termin 2/10.000.

000.000 dengan termnin 2/10. 16 Dibayar biaya pengangkutan untuk pembelian barang dagangan yang dilakukan 12 Agustus sebesar Rp. Buatlah jurnal untuk mencatat transaksi-transaksi di atas. n/30.000. Diminta: a.000. Buatlah neraca saldo.90.40.000 dengan termin 2/10.15 Dibeli peralatan kantor seharga Rp. 20 Dijual barang dagagan secara tunai seharga Rp. Memposting ke buku besar.000 18 Dijual barang dagangan kepada CV Tiara secara kredit seharga Rp.000.000.60. n/30. 22 Dibayar utang kepada Firma Mandala untuk pembelian barang tanggal 12 Agustus. c.6. b. 336 .

Menjelaskan dan menentukan nilai persediaan dan harga pokok persediaan dengan menggunakan metode LIFO 3.PENILAIAN PERSEDIAAN dan PERHITUNGAN HARGA POKOK PENJUALAAN Tujuan mempelajari bab ini adalah: 1. Menjelaskan dan menentukan nilai persediaan dan harga pokok penjualan dengan metode Identifikasi khusus 337 . Menjelaskan dan menentukan nilai persediaan dan harga pokok penjualan dengan metode FIFO 2. Menjelaskan dan menentukan nilai persediaan dan harga pokok penjualan dengan metode Rata-Rata 4.

Nilai Persediaan Barang Dagangan Nilai persediaan ditentukan oleh kuantitas dan harga pokok Nilai persediaan barang dagangan ditentukan oleh dua faktor yaitu kuantitas dan harga pokoknya. Sedangkan pada perusahaan dagang hanya mempunyai satu persediaan yaitu persediaan barang dagangan. Penilaian persediaan dan perhitungan harga pokok penjualan dengan metode FIFO Persediaan barang dagangan (merchandise inventory) adalah barangbarang yang dimiliki perusahaan untuk dijual kembali. Pesediaan barang jadi. 338 . 1. Persediaan bahan baku.PENILAIAN PERSEDIAAN dan PERHITUNGAN HARGA POKOK PENJUALAN A. 2. karena persediaan diharapkan dapat diubah menjadi kas dalam waktu kurang satu tahun atau satu siklus akuntansi. Perusahaan industri memiliki tiga Persediaan adalah barang yang dimiliki perusahaan untuk dijual jenis persediaan yaitu: 1. Di samping itu persediaan akan dilaporkan pada dua laporan keuangan yaitu laporan laba rugi dan neraca. Persediaan barang dalam proses dan 3. Di dalam neraca persediaan dilaporkan dalam kelompok aset lancar. Persediaan barang dagang merupakan bagian yang cukup berarti dari seluruh total aset yang dimiliki perusahaan juga transakasi yang berhubungan dengan persediaan merupakan aktivitas yang sering terjadi.

Asumsi arus biaya: Metode dengan asumsi arus biaya menggunakan anggapan mengalirnya faktor-faktor biaya. Metode asumsi arus biaya ada tiga.1 menunjukkan penggunaan metode masuk pertama keluar pertama. barang dangang diperoleh melalui 339 .Out Metode masuk pertama keluar pertama beranggapan bahwa faktor-faktor biaya akan mengalir searah dengan urutan terjadinya biaya (masuk pertama keluar pertama). Ilustrasi 4. Metode ini terutama untuk barangbarang yang tidak tahan lama dan produk-produk yang modelnya cepat berubah. Untuk menetapkan besarnya harga perolehan persediaan barang dagang. yaitu: 1) Masuk Pertama Keluar Pertama (MPKP)/ First-In First. Harga pokok: Yaitu harga untuk memperoleh persediaan barang dagangan tersebut. akan tetapi kenyataannya dalam satu periode di dalam perusahaan ada beberapa unit barang dagangan bahkan beberapa jenis dan frekuensi pembelian dan penjualan cukup banyak maka akan mengalami kesulitan. meliputi: harga beli dan biaya yang terjadi sampai persediaan tersebut siap dijual seperti biaya angkut. Contoh: toko bahan makanan menyusun produk-produk susu dalam rak sesuai dengan tanggal kadaluwarsanya. 2. berikut ini metode yang biasa digunakan dalam penetapan harga pokok persediaan yaitu: a. Hal demikian ini akan berakibat perusahaan harus mencari caracara bagaimana harga perolehan tersebut dapat ditetapkan. maka harga perolehan tidak sulit untuk ditetapkan.a. Penggunaan ini karena unit-unit barang dagangan sulit untuk dipisahkan/ dibedakan satu sama lain. Metode Penetapan Harga Pokok Persediaan Apabila hanya ada satu unit barang dagangan. asuransi dan bea masuk dan potongan pembelian diperhitungkan ke harga pokok secara rata-rata. b. Kuantitas: Kuantitas persediaan perhitungan secara fisik.

Sisa 5 Barang X Rp.-/kotak Maret ‘06 Sisa 2 Barang X Rp.340.000.000.000.000. 320./kotak Sisa 1 Barang X Rp.3 menunjukkan penggunaan metode biaya rata-rata. 320. Ilustrasi 4.000.Ilustrasi 4.1: Metode Masuk Pertama Keluar Pertama Pembelian Membeli 10 Barang X Rp. 360.Sisa 8 Barang X Rp. Ilustrasi 4. 340.000.000.Dijual 5 dengan Harga Pokok Rp. 360. 3) Biaya Rata-Rata (Average Cost): Metode biaya rata-rata beranggapan bahwa arus biaya adalah rata-rata dari biaya yang terjadi. 320. 340. 320.Dijual 6 dengan perinician 2 dari Harga Pokok Rp.-/kotak dan 4 dari Harga Pokok Rp. 340 .Dijual 3 dengan Harga Pokok Rp. Rp.-/kotak Januari ‘06 Februari ‘06 Pembelian Sisa 7 Membeli Barang X 5 Barang X Rp. 320.2 menunjukkan penggunaan metode masuk terakhir keluar pertama. 320.000.000. 340.000.000.- 2) Masuk Terakhir Keluar Pertama (MTKP)/ Last-In First Out (LIFO): Metode masuk terakhir keluar pertama beranggapan bahwa arus biaya memiliki arah terbalik dengan urutan terjadinya biaya (masuk terakhir keluar pertama).000.- Pembelian Membeli 8 Barang X Rp.

Barang yang dibeli harus diberi identitas secara jelas. Metode Identifikasi Khusus Metode ini biasa digunakan untuk perusahaan dagang yang mempunyai persediaan yang mudah dikenali atau diidentifikasikan untuk setiap jenis barang dagangnya.000.Dijual 5 dengan Harga Pokok Rp. sehingga perhitungan di gudang akan mudah. Rp.Ilustrasi 4.000. 320.Dijual 3 dengan Harga Pokok Rp. 360.000. 320.000. 320. sepeda.-/kotak Sisa 7 Barang X Rp.000. 320.000. Contoh: toko sepatu.-/kotak Januari ‘06 Februari ‘06 Pembelian Sisa 7 Membeli Barang X 5 Barang X Rp. dealer sepeda motor. 320.360. 341 .000. Rp.000.-/kotak Maret ‘06 Pembelian Sisa 7 Membeli Barang X 8 Barang X Rp.Sisa 2 Barang X Rp. 360. 340. mobil.000.340.- b.2: Metode Masuk Terakhir Keluar Pertama Pembelian Membeli 10 Barang X Rp.Dijual 6 dengan Harga Pokok Rp.000.

Dijual 5 dengan Harga Pokok Rp.000.360.000.-/kotak Januari ‘06 Februari ‘06 Pembelian Membeli 5 Barang X Rp.000.-/kotak Sisa 9 Barang X Rp.Ilustrasi 4. Contoh: selama bulan Januari 2006 perusahaan dagang Trisno Purnomo melakukan transaksi yang berkaitan dengan persediaan barang dagangan sebagai berikut: 342 . 340. 320. 345. 345.3: Metode Biaya Rata-rata Pembelian Membeli 10 Barang X Rp.000.000.000.Dijual 6 dengan Harga Pokok Rp.000.Dijual 3 dengan Harga Pokok Rp. 330. Perhitungan Penentuan dan Pencatatan Persediaan Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas berikut ini contoh mengenai persediaan barang dagangan dan pembelian pembelian dan penjualan dari suatu perusahaan.-/kotak Maret ‘06 Pembelian Sisa 7 Membeli Barang X 8 Barang X Rp.000. 320.- 3. 330. Rp.

“ 3.100.- Penggunaan metode masuk pertama berasumsi bahwa barang yang masuk (pembelian) pertama harus keluar (dijual) pertama.= Rp. Perusahaan melakukan perhitungan fisik barang dagangan pada tanggal 31 Januari 2006 sebesar 300 unit. 3.“ 400.000. maka yang terjual adalah 700 unit. 700.000. Barang yang terjual akan membentuk Harga Pokok Penjualan Sedangkan harga pokok penjualan barang dagangan (barang dagangan yang sudah terjual sebanyak 700 unit) ditentukan sebagai berikut : 343 .000.150.100.dan barang yang dibeli tanggal 30 Januari 2006.500. Hal ini berasal dari sisa penjulan dari barang dagangan yang dibeli tanggal 25 Januari 2006 sebanyak 200 unit @ Rp. Fifo yaitu pembelian pertama harus dijual dahulu Nilai persediaan barang dagangan dan harga pokok penjualan barang dagangan sebagai berikut: Nilai persedian barang dagangan 31 Januari 2006 (barang dagangan yang belum terjual sebesar 300 unit) adalah: 25 Januari 30 Januari 200 unit @ Rp.000. 4. 4.“ 1.100 unit @ Rp.Rp. Karena barang dagangan yang siap dijual sebesar 1.000. yaitu sebanyak 100 unit @ Rp.200.000.000. 1.- Total Biaya Rp.000.050.000. Sehingga. 400.000 Harga Beli/ Unit Rp..500.000. 1. 500.-.000 unit dan sisa barang dagangan pada tanggal 31 Januari 2006 sebesar 300 unit.- a.500.-.500. 3..+ Rp.000.“ 4. 3.“‘ 3. 2.000. nilai persediaan barang dagangan pada tanggal 31 Januari 2006 sebanyak 300 unit sebesar Rp. Metode FIFO (Fisik) Perusahaan Trisno Purnomo dalam penetapan persediaan menggunakan metode FIFO dan pencatatannya menggunakan metode fisik. dengan demikian persediaan barang dagangan akhir adalah sisa dari barang yang telah terjual.300 unit = Rp.“ 1.000.Tanggal Keterangan 2006 1 Persediaan Januari 10 Pembelian 25 Pembelian 30 Pembelian Tersedia untuk dijual Unit 200 400 300 100 1.

Rp. 344 .100.500. maka harga pokok penjualan sebesar: HPP = Rp.400 unit @ Rp.- Dengan demikian.500.1 Januari 10Januari 25Januari 200 unit @ Rp. Saldo barang dagangan setiap saat bisa diketahui di dalam kartu persediaan. 2.000.000 3... pembelian 25 Januari sebesar 100 unit @ Rp 3. 500. berasal dari barang dagangan siap dijual dikurang persediaan barang dagangan akhir atau sebesar (1. 2.= Rp.000.100 unit @ Rp. maka perhitungan fisik tidak begitu diperlukan.Karena yang masuk (pembelian) pertama harus keluar (dijual) pertama maka barang yang dijual 700 unit.maka barang dagangan yang dijual adalah: 1.700 Rp.000.= Rp.+ Rp. 2. persediaan awal 1 Januari 2006 200 unit @ 2.. Metode FIFO (Perpetual) Apabila perusahaan menggunkan metode pencatatan secara perpetual dan mutasi barang dagangan (pembelian dan penjualan) dicatat dengan rapi.000.000..050.000.200.650. pembelian 10 Januari 2006 400 unit @ Rp 3.000. 350..000. 3.= Rp. 1. 2. 1. 2.000. 3. harga pokok penjualan dari barang dagang dapat ditentukan sebagai berikut: Persediaan Awal Harga Pokok Penjualan = (+) (-) Persediaan Akhir Pembelian Bersih Dengan cara di atas.= Rp.000 unit – 300 unit = 700 unit)..500.500 b.050. 500.

000.000 1. Selama bulan Januari 2006 terjadi penjualan 700 unit dengan harga jual Rp.000 1.800.800.500 3.000 3.000 345 .000 500.000 200 100 3.050.500 1. 1.500 = Rp1. maka ayat jurnal untuk metode FIFO .000 600.000 300 3.050.100.500 500.200. Apabila selama bulan Januari semua pembelian dilakukan secara tunai dan penjualan dilakukan secara kredit.000 600.500 4.500 700.000) 15 Piutang dagang Penjualan (400 x Rp 4.000) 25 Pembelian barang dagangan Kas (300 x Rp 3.000 15 25 28 30 100 4.050.000 3.200.000 1.500 500.000 600.000 400.000 3.000 3.. Hal demikian ini tidak akan sama untuk metode LIFO dan Biaya Rata-rata.000 Hal: Kredit 1.000 1.fisik sebagai berikut: Jurnal umum Tanggal Keterangan Reff Januari 10 Pembelian barang dagangan Kas (400 x Rp 3.500 = Rp 1.050.000 10 400 3.800.000 1.000 HPP Persediaan akhir Penetapan persediaan barang dagangan akhir dengan metode FIFO dan dicatat dengan metode fisik maupun metode perpetual sama yaitu sebesar Rp.000 400.000 700.per unit sebagai berikut: Tanggal 15 Januari terjual 400 unit Tanggal 28 Januari terjual 300 unit Berikut ini kartu persediaan untuk bulan Januari 2006 Kartu Persediaan: Barang AA PEMBELIAN PENJUALAN Tanggal Kuantitas Harga Harga Kuantitas Harga Harga per unit total per unit total 1 Januari 200 2.500 500.500 600.000 2.000.000 200 200 2.-.Dalam kasus perusahaan Abadi di atas untuk memberi gambaran dari metode pencatatan perpetual data yang dibutuhkan adalah tanggal dan unit yang terjual.500 1.000 3.200.000 Kuantitas 200 200 400 200 200 300 200 200 100 SISA Harga Harga per unit total 2. 2.000 1.000 Debit 1.-.000 350.500.050.200.000 3. dengan demikian harga pokok penjualan juga sama yaitu sebesar Rp. 4.000 3.200.000 = Rp 1.050.

200.500 = Rp 1.28 Piutang dagang Penjualan (300 x Rp 4.350.100.000 1.000 1.000 1.350.800.100.000 Sedangkan ayat jurnal dengan menggunakan metode FIFO – perpetual sebagai berikut: Jurnal umum Tanggal Keterangan Reff Januari 10 Persediaan Barang Dagangan Kas (400 x Rp 3.000 = Rp 400.000) (200 x Rp 3.000) Harga Pokok Penjualan Persediaan Barang Dagangan (200 x Rp 3.800.050.500 = Rp1.000 = Rp 600.000 400.500 = Rp1.000 Hal: Kredit 1.200.000 950.000 346 .000 1.000) 30 Pembelian barang dagangan Kas (100 x Rp 4.000) Harga Pokok Penjualan Persediaan Barang Dagangan (200 x Rp 2.000) 28 Piutang Dagang Penjualan (300 x Rp 4.000 = Rp 400.800.500 = Rp1.500 = Rp 350.200.500 = Rp 500.000 400.000 1.050.000) (100 x Rp 3.000 = Rp 600.000 400.000 1.350.000) 30 Persediaan Barang Dagangan Kas (100 x Rp 4.000 1.000 15 Piutang Dagang Penjualan (400 x Rp 4.000 950.000) 25 Persediaan Barang Dagangan Kas (300 x Rp 3.350.350.350.000 1.000) Debit 1.000 = Rp 1.000 1.000 400.050.000 1.

- Karena yang masuk (pembelian ) pertama harus keluar (dijual) terakhir maka persediaan barang dagangan akhir adalah sisa dari penjualan.= “ 1.10 Januari 100 unit @ Rp.= Rp.-.000...000.500. Nilai persediaan barang dagangan dan harga pokok penjualan barang dagangan sebagai berikut: Nilai persediaan barang dagangan 31 Januari 2006 (barang dagangan yang belum terjual sebesar 300 unit) adalah: 1 Januari 200 unit @ Rp. 4.= “ 900. Karena barang dagangan yang siap dijual sebesar 1. 400. 3. 3. Metode LIFO (Perpetual) Apabila perusahaan menggunkan metode pencatatan secara perpetual dan mutasi barang dagangan (pembelian dan penjualan) dicatat dengan rapi.000.300 = Rp. 3.000. Hal ini berasal dari sisa penjulan dari barang dagangan saldo awal tanggal 1 Januari 2006 sebanyak 200 unit @ Rp.10 Februari sebanyak 300 unit @ Rp..B. 300. Menentukan Nilai Persediaan dan Harga Pokok Penjualan dengan Metode LIFO 1. 3. Saldo barang dagangan setiap saat bisa diketahui di dalam kartu persediaan. dan jika berdasarkan hasil perhitungan fisik barang dagangan pada tanggal 31 Januari 2006 sebesar 300 unit.000. Metode LIFO (Fisik) Apabila perusahaan Trisno Purnomo dalam penetapan persediaan menggunakan LIFO Fisik metode LIFO dan pencatatan menggunakan metode fisik.25 Januari sebanyak 300 unit @ Rp.000. maka perhitungan fisik tidak begitu diperlukan. 800. 800.000.-.700 unit Rp. 2. Sedangkan harga pokok penjualan sebesar 700 unit terdiri dari harga perolehan yang berasal dari pembelian sebagai berikut: 30 Januari sebanyak 100 unit @ Rp.000.000 unit dan sisa barang dagangan pada tanggal 31 Januari 2006 sebesar 300 unit. 2. 2.dan pembelian tanggal 10 Januari 2006 sebanyak 100 unit @ Rp.500. 500.000.000. 347 .Dengan demikian maka nilai persediaan barang dagangan pada tanggal 31 Januari 2006 sebanyak 300 unit sebesar Rp.= Rp.350..000.2.500. maka yang terjual adalah sebanyak 700 unit.000.050..+ Rp.

050.500 500.000 1.000 2.200.000 3500 1.000 Kuantitas 200 200 400 200 200 300 200 200 100 SISA Harga Harga per unit total 2.500.000 3.000 2.000) 25 Pembelian barang dagangan Kas (300 x Rp 3. maka ayat jurnal untuk metode LIFO .500 500.000 2.500 500.000.fisik sebagai berikut: (dalam rupiah) Jurnal umum Tanggal Keterangan Januari 10 Pembelian barang dagangan Kas (400 x Rp 3.500 500.050.000 10 400 3.000.000 300 4.000 1.200.000 2.000 1.000 3.000 1.250.200.000 1.000 400.per unit sebagai berikut: Tanggal 15 Januari terjual 400 unit Tanggal 28 Januari terjual 300 unit Berikut ini kartu persediaan untuk bulan Januari 2006: Kartu Persediaan: Barang AA PEMBELIAN PENJUALAN Tanggal Kuantitas Harga Harga Kuantitas Harga Harga per unit total per unit total 1 Januari 200 2.000 348 ..000 Reff Debit 1.000 Hal: Kredit 1.800.Apabila selama bulan Januari semua pembelian dilakukan secara tunai dan penjualan dilakukan secara kredit.800.500 = Rp1.Dalam kasus perusahaan Abadi di atas untuk memberi gambaran dari metode pencatatan perpetual data yang dibutuhkan adalah tanggal dan unit yang terjual.200.4.500 500.500 500.000 3.000 4.050.dan harga pokok penjualan sebesar Rp.800.000 1.000 15 25 28 30 400 300 100 3.050.500 1.000) 15 Piutang dagang Penjualan (400 x Rp 4.000 HPP Persediaan akhir Penetapan persediaan barang dagangan akhir dengan metode LIFO dan dicatat dengan metode perpetual sebesar Rp.200. Selama bulan Januari 2006 terjadi penjualan 700 unit dengan harga jual Rp.500 500.000 400.200.000 2.500 1.050.500 = Rp 1.. 900.050.000 = Rp 1. 2.000 1.

800.000 400.000 400.350.000 1.000 = Rp 400.050.500 = Rp1.000 1.000) 28 Piutang Dagang Penjualan (300 x Rp 4.000 400.28 Piutang dagang Penjualan (300 x Rp 4.800.000) Hal: Kredit 1.050.000 349 .000 1.350.000 1.000 1.050.000 1.500 = Rp 1.500 = Rp1.000) Harga Pokok Penjualan Persediaan Barang Dagangan (400 x Rp 3.000 = Rp 1.000) 30 Persediaan Barang Dagangan Kas (100 x Rp 4.000) Harga Pokok Penjualan Persediaan Barang Dagangan (300 x Rp 3.000 1.000) 30 Pembelian barang dagangan Kas (100 x Rp 4.500 = Rp1.000 1.200.350.050.200.350.050.000 1.000 1.050.000 Debit 1.000 = Rp 400.000 Sedangkan ayat jurnal dengan menggunakan metode LIFO – perpetual sebagai berikut: (dalam rupiah) Jurnal Umum Tanggal Keterangan Reff Januari 10 Persediaan Barang Dagangan Kas (400 x Rp 3.000 15 Piutang Dagang Penjualan (400 x Rp 4.200.350.000) 25 Persediaan Barang Dagangan Kas (300 x Rp 3.000 1.200.000 = Rp 1.000 1.200.200.800.350.500 = Rp 1.000 400.

32 969.000 15 400 2.000.Harga pokok penjualan adalah: 700 unit x Rp.000 Harga Beli/ unit Rp. 500.664 3.Berikut adalah kartu persediaan dengan menggunakan metode biaya rata-rata – perpetual: Kartu Persediaan: Barang AA PEMBELIAN PENJUALAN SISA Tanggal Kuantitas Harga Harga Kuantitas Harga Harga Kuantitas Harga Harga per unit total per unit total per unit total 1 Januari 200 2.000 300 4.000.050.000.Rp..133.000.996 500 200 300 3.000 600 2.700. Pada kasus perusahaan Trisno Purnomo persediaan dan perhitungan harga pokok penjualan dapat ditentukan sebagai berikut: Unit 200 400 300 100 1.150.600 3.000 10 400 3.150. 3.200.“ 4.000.000 400.488.“ 400.000 200 2.32 646.000 = Rp.205.3 1.046.000 3.“ 3.500.000.500 500.“ 1.233.000..per unit. 3.32 1. Menentukan Nilai Persediaan dan Perhitungan Harga Pokok Penjualan dengan Metode Biaya Rata-Rata Menurut metode ini kuantitas persediaan yang ada dinilai berdasarkan rata-rata dari harga pembelian per unit barang dagangan tersebut.3 566.000 1.116.660 25 28 30 300 100 3. 3.320 200 2.= Rp.233.9 1.000.= Rp.833.500 1. 3. 2.150.500 500.150. Nilai persediaan akhir adalah: 300 unit x Rp..833.C.: 1.833.500.- Metode biaya rata-rata Tanggal Keterangan 2006 1 Persediaan Januari 10 Pembelian 25 Pembelian 30 Pembelian Tersedia untuk dijual Harga Rata-Rata per unit = Total biaya unit = Rp. 2.050.000..“ 3.Total Biaya Rp. 945. 3.3 1.233.200.150.“ 1.664 HPP Persediaan akhir Pada metode biaya rata-rata untuk menentukan harga per unit adalah jumlah rupiah yang ada di saldo pada tanggal tertentu ditambah 350 .000.

664.000 1.350. Menentukan Nilai Persediaan dan Harga Pokok Penjualan dengan Metode Identifikasi Khusus.000 1. 1.050.050.000 = Rp 1.000) 25 Pembelian barang dagangan Kas (300 x Rp 3.500 = Rp1. 2. D.316.050. Apabila selama bulan Januari 2006.000 Sedangkan ayat jurnal dengan menggunakan metode biaya ratarata . Dengan demikian nilai persediaan barang dagangan dengan metode biaya rata-rata .103.000 1.000 Hal: Kredit 1.800.fisik sebagai berikut: (dalam rupiah) Jurnal umum Tanggal Keterangan Reff Januari 10 Pembelian barang dagangan Kas (400 x Rp 3.000 28 Piutang dagang Penjualan (300 x Rp 4.-.000 Debit 1.200. 351 .350.046. Metode ini digunakan dengan cara memisahkan setiap barang berdasarkan kelompok-kelompok pembeliannya dan setiap kelompok diberi kartu-kartu yang menyebut jumlah dan harganya.200.perpetual adalah Rp.perpetual sebagaimana dalam halaman berikut.000 1.000) 30 Pembelian barang dagangan Kas (100 x Rp 4.000 = Rp 400.000 400.800..dengan total rupiah pembelian dibagi dengan unit yang ada pada kolom saldo dan unit pembelian.500 = Rp 1. maka ayat jurnal untuk metode biaya rata-rata .200.000) 15 Piutang dagang Penjualan (400 x Rp 4.dan harga pokok penjualan sebesar Rp.000 1.800.000 1.000 400.500 = Rp1. semua pembelian dilakukan secara tunai dan penjualan dilakukan secara kredit.350. Dengan cara ini setiap penjualan barang dapat langsung diketahui harga pokoknya.

000) Harga Pokok Penjualan Persediaan Barang Dagangan (300 x Rp 3.320 1.320 1.500 = Rp 1.996 969.000 1.350.000 352 .233.200.050.3 = Rp 1.350.350.200.000 1.000) 28 Piutang Dagang Penjualan (300 x Rp 4.000) Harga Pokok Penjualan Persediaan Barang Dagangan (400 x Rp 2.000 15 Piutang Dagang Penjualan (400 x Rp 4.996) 30 Persediaan Barang Dagangan Kas (100 x Rp 4.000 = Rp 400.833.000) Reff Debit 1.320) 25 Persediaan Barang Dagangan Kas (300 x Rp 3.800.000 1.996 400.000 = Rp 1.500 = Rp1.800.050.000 1.800.(dalam rupiah) Jurnal umum Tanggal Keterangan Januari 10 Persediaan Barang Dagangan Kas (400 x Rp 3.133.500 = Rp1.000 969.000 400.133.000 Hal: Kredit 1.133.200.050.000 1.32 = Rp 969.000 1.

(b) biaya persediaan paling rendah. (d) laba kotor paling rendah. Sistem pencatatan persediaan apakah yang menyediakan cara paling efektif untuk mengendalikan persediaan (perpetual atau periodik)? Mengapa? 2.” ” 530. Jika persediaan barang dagang dinilai pada harga pokok dan tingkat harga terus meningkat. pembelian dan penjualan portbale CD players adalah sebagai berikut : Tanggal 2006 April 1 5 11 21 28 30 Keterangan Persediaan Penjualan Pembelian Penjualan Penjualan Pembelian Jumlah (Unit) 35 26 15 12 4 7 Harga per Unit Rp.000. Apakah istilah FIFO dan LIFO mengacu pada teknik yang digunakan untuk menentukan kuantitas dari berbagai kelas persediaan yang masih ada ? Jelaskan ! 4. Apakah istilah last-in (masuk terakhir) dalam metode LIFO berarti bahwa barang-barang dalam persediaan diasumsikan dari pembelian yang paling akhir ? Jelaskan ! 5.540. Mengapa perhitungan fisik persediaan penting dilakukan secara periodik jika perusahaan menggunakan sistem persediaan perpetual? 3. LATIHAN Latihan 4. II. PERTANYAAN 1.1 Data persediaan awal.000.I. LIFO atau biaya rata-rata yang akan menghasilkan (a) biaya persediaan paling tinggi. (c) laba kotor paling tinggi. mana dari ketiga metode perhitungan biaya FIFO. 500.- 353 .000.

Perusahaan menerapkan sistem persediaan perpetual dan memakai metode perhitungan biaya FIFO. Tentukanlah harga pokok penjualan bagi masing-masing penjualan dan saldo persediaan setelah setiap penjualan. Sajikan data dalam format yang telah diilustrasikan.

Latihan 4.2
Asumsikan bahwa perusahaan yang menerapkan sistem persediaan perpetual dalam soal 1 menggunakan metode perhitungan biaya LIFO, bukan FIFO. Tentukanlah harga pokok penjualan bagi masing-masing penjualan dan saldo persediaan setelah setiap penjualan. Sajikan data dalam format yang telah diilustrasikan.

Latihan 4.3
Berikut ini adalah data dari barang-barang khusus yang tersedia untuk dijual sepanjang tahun berjalan : Persediaan awal Penjualan Pembelian pertama Penjualan Pembelian kedua Penjualan 20 unit 15 unit 31 unit 17 unit 40 unit 35 unit @ @ @ @ @ @ Rp. 450.000,Rp. 800.000,Rp. 470.000,Rp. 800.000,Rp. 500.000,Rp. 800.000,-

Perusahaan menggunakan sistem persediaan perpetual dan terdapat 14 unit barang di gudang pada akhir tahun. Berapa total biaya atau harga pokok persediaan akhir menurut (a) FIFO, (b) LIFO.

Latihan 4.4
Unit-unit dari barang yang tersedia untuk dijual selama tahun berjalan adalah sebagai berikut : 1 Jan 4 Feb 20 Jul 30 Des Persediaan Pembelian Pembelian Pembelian 6 unit 12 unit 14 unit 8 unit @ @ @ @ Rp. 280.000,Rp. 300.000,Rp. 320.000,Rp. 330.000,-

Terdapat 11 unit barang dalam persediaan fisik per 31 Desember. Perusahaan menggunakan sistem persediaan periodik. Tentukanlah biaya atau harga pokok persediaan menurut (a) metode FIFO, (b) metode LIFO, (c) metode biaya rata-rata.

354

Latihan 4.5
Asumsikan sebuah perusahaan secara terpisah menentukan persediannya berdasarkan FIFO dan LIFO dan kemudian perusahaan tersebut ingin membandingkan hasilnya. Anda diminta untuk membantu perusahaan tersebut dalam melakukan perbandingan. a. Dalam setiap isian yang disediakan dibawah ini, berilah tanda yang tepat [kurang dari (<), lebih dari (>) atau sama (=)] untuk setiap perbandingan, asumsikan bahwa terjadi kenaikan harga. Persediaan LIFO HPP LIFO Laba bersih LIFO Pajak penghasilan LIFO ........... ........... ........... ........... Persediaan FIFO HPP FIFO Laba bersih FIFO Pajak penghasilan FIFO LIFO

b. Mengapa manajemen lebih memilih menggunakan dibandingkan FIFO dalam periode kenaikan harga ?

III. SOAL
Soal 4.1
Persediaan awal sepeda balap dari perusahaan Holanda, dan data-data pembelian serta penjualan untuk periode 3 bulan adalah sebagai berikut : Tanggal Agustus 1 8 11 22 September 3 10 21 30 Oktober 5 13 21 28 Transaksi Pembelian Pembelian Penjualan Penjualan Pembelian Penjualan Penjualan Pembelian Penjualan Penjualan Pembelian Penjualan Jumlah (Unit) 22 18 12 11 16 10 5 20 20 12 30 15 Harga/ Unit (Rp) 2.200.000 2.250.000 4.800.000 4.800.000 2.300.000 5.000.000 5.000.000 2.350.000 5.250.000 5.250.000 2.400.000 5.400.000 Total Harga (Rp) 48.400.000 40.500.000 57.500.000 52.800.000 36.800.000 50.000.000 25.000.000 47.000.000 105.000.000 63.000.000 72.000.000 81.000.000

355

Pertanyaan: a. Catatlah data-data persediaan, pembelian dan harga pokok penjualan dalam kartu persediaan perpetual yang serupa dengan yang diilustrasikan dengan menggunakan metode first-in, first-out (FIFO). b. Tentukanlah total penjualan dan harga pokok penjualan sepeda balap untuk periode berjalan. Buatlah ayat jurnal untuk mencatat transaksi tersebut. Asumsikan semua penjualan dilakukan secara kredit. c. Tentukanlah laba kotor dari penjualan sepeda balap untuk periode tersebut. d. Tentukanlah harga pokok persediaan akhir.

356

5. Menyiapkan ayat Jurnal Penyesuaian Menyusun Neraca Lajur Menyusun Laporan Keuangan Membuat Jurnal Penutup Menyiapkan Neraca Saldo setelah Penutup 357 . 2.PENYELESAIAN SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG Tujuan mempelajari bab ini adalah: 1. 3. 4.

Jurnal Penyesuaian Pada akhir periode baik perusahaan jasa maupun perusahaan dagang harus membuat jurnal penyesuaian. karena ada beberapa hal yang pada akhir periode belum dicatat. Untuk mengetahui jumlah persediaan barang dagangan pada akhir periode harus dilakukan dengan perhitungan secara fisik. oleh karena itu dalam metode ini tidak menyediakan informasi mengenai 2 (dua) hal. tidak bisa memberikan informasi mngenai harga pokok barang yang sudah dijual (HPP). Metode pencatatan persediaan secara fisik biasanya digunakan oleh perusahaan dagang yang menjual dan membeli barang dagangannya dalam frekuensi yang cukup banyak tetapi dalam jumlah yang kecil. Metode pencatatan persediaan secara fisik banyak ditemui pada perusahaan dagangyang transaksi jual belinya dalam jumlah kecil.PENYELESAIAN SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG A. Beberapa akun perlu disesuaikan agar menunjukkan kondisi yang sebenarnya Pada perusahaan dagang yang pencatatan persediaannya menggunakan metode fisik/ periodik. Hal ini disebabkan oleh mutasi barang dagangan baik masuk (pembelian/ penambahan) ataupun mutasi keluar (penjualan/ pengurangan) tidak menggunakan akun persediaan barang dagangan. 358 . yaitu: 1. beberapa di antara akun membutuhkan penyesuaian. tidak bisa memberikan informasi setiap saat untuk persediaan dan 2. Oleh karena itu dengan dibuatnya jurnal penyesuaian laporan keuangan akan menunjukkan kondisi yang sebenarnya. dan hal ini tidak dijumpai pada perusahaan jasa. Seperti toko-toko pengecer. seperti pengecer Metode periodik/ fisik sangat sederhana.

625.000 1.000 (dalam rupiah) Tgl Keterangan Reff JU 1 Potongan Penjualan Debit 34.000 1.000 200.100 Tgl Keterangan Reff Kredit 31 34.625.100 34.000.750.000 250.000.000 (dalam rupiah) Tgl Agt 31 Keterangan Reff Penjualan Debit Tgl Agt 1 17 Keterangan Reff JU 1 JU 2 Kredit 2.100 (dalam rupiah) Tgl Keterangan Reff Retur Penjualan Debit 200.000 4.000 359 .000 (dalam rupiah) Tgl Keterangan Pembelian Barang Dagang Reff Debit 1.000.000 saldo 4.000 Tgl Agt 31 1.375.625.000.875.000 Keterangan Reff Kredit saldo 200.000 Tgl Keterangan Reff Kredit 31 saldo 1.000 4.625.000 Keterangan Reff Kredit saldo 1.100 saldo 34. pembelian dan penjualan milik perusahaan Purnama Sari sebagai berikut: (dalam rupiah) Tgl Jul 31 Keterangan Saldo Persediaan Barang Dagang Reff Debit 1.625.625.000 1.Agar menjelaskan hal tersebut.000 Tgl Agt 31 200. marilah kita tinjau kembali akunakun buku besar persediaan barang dagangan.000 1.

360 .(dalam rupiah) Tgl Keterangan Reff Beban Angkut Debit 125.950 (dalam rupiah) Tgl Keterangan Reff Retur Pembelian Debit Tgl Agt Keterangan Reff Kredit 150.950 31 saldo 26.000 31 saldo 150. 2.000 125.000 Akun persediaan hanya terisi persediaan awal barang dagangan yang ada di neraca saldo sebelum disesuaikan. retur pembelian dan potongan pembelian.000 saldo 125. Akun persediaan barang dagangan tidak bisa memberikan informasi mengenai saldo setiap waktu.000 (dalam rupiah) Tgl Keterangan Reff Potongan Pembelian Debit Tgl Agt Keterangan Reff Kredit 26. pengurangan akibat adanya penjualan juga tidak dimasukkan ke persediaan tetapi menggunakan akun sendiri yaitu akun penjualan dan hanya mencatat sebesar hasil penjualan tanpa menentukan harga pokok penjualan. Hal demikian disebabkan oleh: 1.000 Saldo 150.000 Tgl Keterangan Reff Kredit 31 125. adanya pertambahan barang dagangan akibat pembelian dicatat dalam akun pembelian dan akun-akun yang berhubungan dengan pembelian seperti ongkos angkut.950 Saldo 26.000 150.950 26.

Adanya jurnal penyesuaian akan memberikan informasi untuk nilai persediaan akhir dan sekaligus harga pokok penjualan selama satu periode.Oleh karena hal tersebut di atas maka informasi untuk persediaan barang dagangan dan harga pokok penjualan yang diberikan akan tertunda sampai dengan akhir periode. maka nilai persediaan barang dagangan secara fisik harus dimasukkan ke buku besar persediaan barang dagangan. sementara akun persediaan barang dagangan masih terisi persediaan awal barang dagangan. Proses memasukkan hasil perhitungan fisik persediaan barang dagangan pada akhir periode disebut dengan jurnal penyesuaian. Untuk mengetahui jumlah persediaan barang dagangan pada akhir periode dengan metode fisik perusahaan harus menghitung secara fisik jumlah barang yang ada di gudang pada akhir suatu periode. kemudian dikalikan dengan harga per unit maka jumlah tersebut merupakan nilai secara total persediaan akhir barang dagangan. agar menunjukkan kondisi yang sebenarnya pada akhir periode. dapat ditunjukkan beberapa hal berikut ini: Persediaan awal Pembelian Persediaan akhir menambah HPP menambah HPP mengurangi HPP Jurnal penyesuaian (metode fisik) yang harus dibuat untuk persediaan barang dagang pada akhir periode sebagai berikut: 361 . Dari jumlah fisik yang ada. Jurnal penyesuaian untuk barang dagangmerupakan proses memasukkan hasil perhitungan fisik Untuk membuat jurnal penyesuaian kita ingat kembali rumus harga pokok penjualan sebagai berikut: Harga Pokok Penjualan = Persediaan Awal + Pembelian – Persediaan Akhir Dari rumus di atas. Informasi ini diperoleh dari luar pembukuan.

Tanggal

Jurnal Umum Keterangan Reff Harga pokok penjualan Persediaan barang dagangan (Untuk memindahkan/ menutup persediaan awal ke dalam akun HPP) Harga pokok penjualan Pembelian (Untuk memindahkan/ menutup pembelian ke dalam akun HPP) Persediaan barang dagangan Harga pokok penjualan (mencatat saldo persediaan akhir)

Debit xxx

Hal: Kredit xxx

xxx xxx

xxx xxx

Jika terdapat akun ongkos angkut pembelian, retur pembelian dan potongan pembelian maka perlu disesuaikan juga. Jurnal penyesuaiannya sebagaimana pada halaman berikut. Apabila akun-akun yang terdapat dalam jurnal penyesuaian tersebut diposting ke buku besar masing-masing maka akun persediaan barang dagangan akan menunjukkan jumlah persediaan barang dagangan pada akhir periode dan jumlah harga pokok penjualan. Dalam kasus perusahaan dagang Purnama Sari pada akhir bulan Agustus 2006 data-data untuk disesuaikan adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Persediaan barang dagang per 31 Agustus 2006 Rp. 250.000,Penyusutan gedung 2.5 % per tahun. Asuransi dibayar di muka sebesar Rp. 60.000,Gaji pegawai yang harus dibayar sebesar Rp. 45.000,Beban advertensi yang telah menjadi beban sebesar Rp. 50.000,-. Sewa yang masih harus dibayar Rp. 20.000,-

Atas dasar informasi tersebut maka jurnal penyesuaian yang dibuat 31 Agustus 2006 sebagaimana pada halaman berikut.

362

Tanggal

Jurnal Umum Keterangan Reff Harga pokok penjualan Ongkos angkut pembelian (Untuk memindahkan/ menutup saldo akun ongkos angkut ke dalam akun HPP) Retur pembelian Harga pokok penjualan (Untuk memindahkan/ menutup saldo retur pembelian ke dalam akun HPP) Potongan pembelian Harga pokok penjualan (Untuk memindahkan/ menutup saldo potongan pembelian ke akun HPP)

Debit xxx

Hal: Kredit xxx

xxx xxx

xxx xxx

B. Menyiapkan Neraca Lajur Setelah perusahaan dagang menyiapkan jurnal penyesuaian, langkah berikutnya dalam siklus akuntansi sama seperti pada perusahaan jasa. Proses akuntansi berikutnya adalah menyiapkan neraca lajur atau kertas kerja. Bentuk neraca lajur bisa 10 (sepuluh) kolom bisa juga 12 (dua belas) kolom. Proses penyusunan neraca lajurpun sama seperti pada perusahaan jasa. Pada halaman berikut adalah neraca lajur yang telah disiapkan oleh UD Purnama Sari UD Purnama Sari (dalam rupiah) Jurnal Umum Tanggal Keterangan Reff Agt 31 Harga pokok penjualan Persediaan barang dagangan Harga pokok penjualan Pembelian Harga pokok penjualan Debet 1.000.000 1.000.000 1.625.000 1.625.000 125.000 Hal: Kredit

363

Beban angkut Retur pembelian Harga pokok penjualan Potongan pembelian Harga pokok penjualan Persediaan barang dagangan Harga pokok penjualan 31 31 31 31 31 Beban penyusutan gedung Akumulasi penyusutan gedung Beban asuransi Asuransi dibayar di muka Beban gaji Utang gaji advertensi dibayar di muka Beban advertensi Beban sewa Utang sewa 150.000

125.000 150.000 26.950 26.950 250.000 250.000 750.000 750.000 120.000 120.000 45.000 45.000 30.000 30.000 20.000 20.000

364

(dalam rupiah) Neraca saldo Debit Kredit 1 2 Kas Piutang usaha Persediaan Barang dagangan Asuransi dibayar dimuka PPN-Masukan Tanah Gedung Akumulasi peny.450 45000 30000 20000 82.5 15.5 36.000 75 442.149.141.450 UD Purnama Sari Neraca Lajur Periode 1 Agustus – 31 Agustus 2006 Neraca Saldo Laporan Laba Setelah Penyesuaian Penyesuaian Rugi Debit Kredit Debit Kredit Debit Kredit 3 4 5 6 7 8 250000 1.750.000 1.000 4.000.427.141.000 125 750 120 30 4.862.427.000 50000 4625000 200000 34100 1.5 15.625.000 125000 150000 26950 900000 100 80 52.000 75 442.050 750 120 45 945 120 50 2323050 750000 120000 200000 34100 4625000 - Perubahan Modal Kredit Debit 10 9 Neraca Debit Kredit 11 12 2.000.5 750 36.323.950 20 4.850 280 250 60 147.850 280 250 60 147.Arjo Prive Penjualan Retur penjualan Potongan penjualan Pembelian Beban angkut Retur pembelian Potongan pembelian Beban gaji Beban sewa Beban advertensi Harga pokok penjualan Beban penyusutan gedung Beban asuransi Utang gaji Advertensi dibayar dimuka Utang sewa Laba Bersih Modal Akhir 2.862.625.950 150 26.000 30000000 10.95 250 45 30 52.000.195.5 15.000 50000 4625000 200000 34100 1625000 125000 150 26.195.850 48.350 365 .625.000.000.830.500 20 52.830.000 120 2.850 48.5 36.912.000 75 442.912.427.350 36.95 45 20000 30000 1.85 36.500 82.787.750.000 50000 52.830.000 180 147.787. Gedung Utang dagang PPN-Keluaran Modal.625.149.000 30000000 10.000.850 36.850 36.000.850 280 1.000 30000000 10.000 945 120 50 2.85 4.

850 366 .900 1.850 36.573.323.000.000) 82.000 82.985. 31 Juli 2006 Laba Bersih Prive.000 125. UD Purnama Sari Laporan Laba Rugi Untuk Periode yang Berakhir 31 Agustus 2006 (dalam rupiah) Penjualan Retur Penjualan Potongan Penjualan Penjualan Bersih Beban Harga Pokok Penjualan Persediaan Awal Pembelian Beban Angkut Retur Pembelian Pot Pembelian Pembelian Bersih Persediaan Akhir Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Beban Operasi Beban Gaji Beban Sewa Beban Iklan Beban Penyusutan Beban Asuransi Laba Bersih 4.000) 50.000) 32.862.000) ( 34. 31 Agustus 2006 36.950) 1. Menyusun Laporan Keuangan Setelah neraca lajur selesai maka laporan keuangan bisa disiapkan. yaitu laporan laba rugi. Jenis laporan keuangan yang dibuat sama seperti jenis laporan keuangan yang ada di perusahaan jasa.000) 120.000 ( 150.000) 750.050) 2.000 1.625. Tn Jaka Kenaikan Laba Modal.C.390. Berikut ini laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan dagang Purnama Sari.067.000) ( 26.050 ( 250.850 (50.100) 4.000) ( 2.850 ( ( ( ( ( 945.000) ( 1.850 UD Purnama Sari Laporan Perubahan Ekuitas Untuk Periode yang Berakhir 31 Agustus 2006 (dalam rupiah) Modal. laporan perubahan ekuitas dan neraca.100) ( 234.000 (200.625.830.000) 120.

000 250. potongan pembelian dan akun beban lainnya.000 60.000. 367 .UD Purnama Sari Neraca Per 31 Agustus 2006 (dalam rupiah) Aset Kas Piutang Dagang Persediaan Barang Dagang Asuransi Dibayar di Muka Advertensi Dibayar di Muka PPN – Masukan Tanah Gedung Akumulasi Penyusutan Gedung Total Aset Kewajiban dan Ekuitas Utang Dagang PPN – Keluaran Utang Gaji Utang Sewa Total Utang Modal.000 37.850 37.000 147.500 36.000 442.850 280.350 D.427.500 20.000. kemudian akun penjualan dipindahkan ke akun laba-rugi. Penutupan buku bertujuan untuk menutup semua saldo akun nominal (akun dari laporan laba rugi) dan akun prive. Langkah-langkah dalam proses penutupan buku sebagai berikut: 1. Jurnal Penutup Siklus akuntansi pada perusahaan dagang selanjutnya sama seperti pada perusahaan jasa.862.000) 19.250.445.000 582.500 45.350 75. Tn Jaka Total Kewajiban dan Ekuitas 2. retur penjualan. Jurnal penutup yang dibuat tidak berbeda dengan jurnal penutup yang dilakukan pada perusahaan jasa. yaitu melakukan penutupan buku.445.000 30.750. Menutup akun-akun pengurang penjualan ke akun penjualan. retur pembelian.000 30.000 (10. Jurnal penutup untuk akun-akun mominal meliputi akun penjualan. potongan penjualan.500 15. pembelian ongkos angkut pembelian.

maka jurnal penutup sebagai berikut : Jurnal Umum Keterangan Ref. Pendapatan sewa Laba Rugi Hal: Kredit xxx Tanggal Agt ’06 Debit xxx 2. Menutup akun-akun beban ke akun laba rugi Tanggal Agt ’06 Jurnal Umum Keterangan Ref. Penjualan Lasa Rugi Hal: Kredit xxx Tanggal Agt ’06 Debit xxx (untuk memindahkan saldo akun penjualan ke akun laba rugi) Apabila perusahaan memiliki pendapatan lain selain penjualan. contoh pendapatan sewa.Tanggal Agt ’06 Jurnal Umum Keterangan Ref. Penjualan Retur penjualan Potongan penjualan Debit xxx Hal: Kredit xxx xxx (untuk memindahkan saldo akun retur penjualan dan potongan penjualan ke akun penjualan) Jurnal Umum Keterangan Ref. Laba Rugi Beban Gaji Beban Depriasi Beban Sewa Beban Asuransi Harga Pokok Penjualan Debit xxx xxx xxx xxx xxx xxx Hal: Kredit 368 .

Agt ’06 31 Penjualan Potongan penjualan Retur penjualan Penjualan Laba Rugi Hal: Kredit 200.000 34.900 Debit 234.390. Menutup akun laba rugi ke akun modal Setelah akun penjualan dan beban ditutup. Tn Jaka Prive.390. Tn Jaka Debit xxx xxx Hal: Kredit Pada kasus UD Purnama Sari. Jurnal Umum Keterangan Ref. Akun laba rugi selanjutnya ditutup ke akun modal. Modal.100 4.3. Dengan melakukan posting. Menutup saldo akun prive ke akun modal Tanggal Agt ’06 Jurnal Umum Keterangan Ref. Tn Jaka Hal: Kredit xxx Tanggal Agt ’06 Debit xxx 4. maka semua saldo akun nominal berpindah ke akun laba rugi. penyusunan jurnal penutup akan nampak sebagai berikut: 1. Menutup penjualan dan akun-akun pengurangnya (dalam rupiah) Jurnal Umum Tanggal Keterangan Ref.100 369 . Laba Rugi Modal. maka akun-akun tersebut tidak memiliki saldo lagi.900 4.

850 Langkah selanjutnya setelah membuat jurnal penutup dalam satu siklus akuntansi adalah menyusun neraca saldo setelah penutupan.323.000 50. Tn Jaka E.000 120. Neraca saldo setelah penutupan merupakan saldo-saldo dari akun-akun riil.000 120. Debit Agt ’06 31 Laba Rugi 4.000 50. Agt ’06 31 Modal.000 2. Menutup akun laba rugi ke akun modal (dalam rupiah) Jurnal Umum Tanggal Keterangan Ref. Menutup prive ke akun modal (dalam rupiah) Jurnal Umum Tanggal Keterangan Ref. Neraca Saldo Setelah Penutup Debit 50. Neraca saldo setelah penutupan per 31 Agustus 2006 untuk UD Purnama Sari nampak sebagaimana dalam halaman berikut.308. yaitu akun yang ada pada neraca akhir periode akuntansi.000 3. Tn Jaka Prive.000 Hal: Kredit Hal: Kredit 82. Menutup akun beban-beban ke akun laba rugi (dalam rupiah) Jurnal Umum Tanggal Keterangan Ref. Agt ’06 31 Laba Rugi Modal.050 Beban Gaji Beban Sewa Beban Advertensi Harga Pokok Penjualan Beban penyusutan gedung Beban Asuransi Hal: Kredit 945.850 Debit 82. Tn Jaka 4.2.050 750. 370 .

UD Purnama Sari Neraca Saldo setelah Penutupan Per 31 Agustus 2006 (dalam rupiah) Kode Akun Nama Akun Kas Piutang Dagang Persediaan Barang Dagang Asuransi Dibayar di Muka Advertensi Dibayar di Muka PPN – Masukan Tanah Gedung Akumulasi Penyusutan Gedung Utang Dagang PPN – Keluaran Utang Gaji Utang Sewa Modal.500 15. Tn Jaka Total Debit Kredit 2.427.000 442.750.862.000 30.000 36.000.350 48.000 250.195.500 20.000.350 371 .195.850 280.000 10.850 48.000 30.000 147.500 45.000 60.000 75.

1 Perusahaan Pertiwi menggunakan catatan persediaan perpetual yang antara lain menunjukkan bahwa perusahaan seharusnya memiliki persediaan sebesar Rp. 382. LATIHAN Latihan 5. f. c. Latihan 5.800. Perhitungan fisik persediaan menunjukkan bahwa persediaan yang dimilikinya hanya Rp.I. Mengapa pada metode pencatatan persediaan dengan metode fisik perlu dilakukan penyesuaian untuk akun persediaan barang dagang? 2. Akun-akun apa saja yang perlu ditutup dalam perusahaan dagang? 3. Bagaimana menentukan harga pokok penjualan untuk perusahaan dagang? 5. e.pada tanggal 31 Maret 2006. PERTANYAAN 1. 371. Buatlah ayat jurnal penyesuaian untuk mencatat penyesuaian persediaan perusahaan Pertiwi untuk tahun yang berakhir 31 Maret 2006. Mengapa jurnal penyesuaian untuk metode pencatatan perpetual tidak perlu dilakukan! 4. g. b.250. Harga pokok penjualan Persediaan barang dagang Penjualan Diskon penjualan Retur dan potongan penjualan Biaya transportasi keluar 372 . Apa yang dimaksud dengan neraca saldo setelah penutupan! II..-.2 Apa saldo nornal untuk akun-akun berikut : a. d.

1 Akun-akun dan saldonya yang terdapat pada buku besar perusahaan Cendekia Airlangga. 000.III.200 86.000 Penjualan Retur & potongan penjualan Diskon penjualan Harga pokok penjualan Beban gaji penjualan Beban iklan Beban penyusutan peralatan kantor Beban perlengkapan kantor Beban penjualan ruparupa Beban gaji kantor Beban sewa Beban asuransi Beban penyusutan peralatan kantor Beban peralatan kantor Beban administrasi ruprupa Pendapatan sewa Beban bunga 847. 000.650 12.000 282.100 40.400 29. SOAL Soal 5.-) Kas Piutang usaha Persediaan barang dagang Asuransi dibayar dimuka Perlengkapan toko Perlengkapan kantor Peralatan toko Akumulasi penyusutan toko Peralatan kantor Akumulasi penyusutan peralatan kantor Utang usaha Utang gaji Sewa diterima dimuka Wesel bayar (jatuh tempo tahun 2016) Modal .885 60.300 72.100 235.000 17.600 3.500 373 .000 30. pada tanggal 31 Desember 2006 adalah sebagai berikut: (dalam Rp.750 1.500 15.200 185. Tn Trisno Prive.200 56.700 225.600 5.500 6.200 900 8.000 1.700 1.000 40.450 1.000 10. Tn Trisno Ikhtisar rugi laba 11.000 1.600 Data yang diperlukan untuk penyesuian akhir tahun per 31 Desember adalah sebagai berikut: (dalam Rp.165 86.000 501.-) Persediaan berdasarkan perhitungan fisik 31 Desember Asuransi yang terpakai sepanjang tahun Perlengkaopan yang ada pada tanggal 31 Dsember Perlengkapn toko Perlengkapn kantor Penyusutan selama satu tahun Peralatan toko 228.

480 1. Buatlah ayat jurnal penutup.000 4. untuk tahun fiskal yang berakhir 31 Juli 2006. (dalam Rp. Buatlah laporan rugi laba bertahap.320 25.000 Retur & potongan penjualan Diskon penjualan Harga pokok penjualan Beban gaji penjualan Beban iklan Beban penyusutan peralatan toko Beban penjualan ruparupa Beban gaji kantor Beban sewa Beban penyusutan peralatan kantor Beban asuransi Beban perlengkapan kantor Beban administrasi ruparupa Beban bunga 18.360 44.800 376. Siapkan neraca lajur untuk fiskal yang berakhir 31 Desember 2006. Buatlah ayat jurnal penyesuaian. f. Buatlah laporan ekuitas pemilik.040 5.200 400 Pertanyaan: a.600 28.280 4.000 138. Siapkan neraca bentuk laporan dengan asumsi bahwabagian lancar dari wesel bayar adalah Rp25.120 1. Cantumkan semua akun berdasarkan urutan yang diberikan.000.000 96.400 27. e.520 620.720 68.920 44. b. Tn Alva Prive. c.Peralatan toko Utang gaji 31 Desember Gaji penjualan Gaji kantor Sewa diterima di muka per 31 Desember 4.240 122.480 17. 000.450 750 2. d.040 1.800 140.280 67.500 1.480 2.000 374 .028.-) Kas Piutang usaha Persediaan barang dagang Perlengkapan kantor Asuransi dibayar dimuka Peralatan kantor Akumulasi penyusutan peralatan kantor Peralatan toko Akumulasi penyusutan peralatan toko Utang usaha Utang gaji Wesel bayar (jatuh tempo tahun 2016) Modal. Soal 5.560 35.2 Berikut ini sebagian dari akun dan saldo normalnya sebagaimana terdapat pada buku besar Perusahaan Alvaron. Tn Alva Penjualan 123.000 10.160 3.120 1.080 10.000 1.

Buatlah laporan ekuitas pemilik. Buatlah laporan rugi laba bertahap.Pertanyaan: a. b.-. Jelaskan secara singkat (1) perbedaan antara laporan laba rugi bertahap dan bentuk langsung. d. (2) perbedaan antara neraca bentuk laporan dan bentuk akun. 6. Siapkan neraca bentuk laporan dengan asumsi bahwabagian lancar dari wesel bayar adalah Rp.000. c. 375 .

PRAKTEK SIKLUS AKUNTANSI Tujuan mempelajari bab ini adalah: 1. 2. Menyiapkan ayat Jurnal Penyesuaian Menyusun Neraca Lajur Menyusun Laporan Keuangan Membuat Jurnal Penutup Menyiapkan Neraca Saldo setelah Penutup 376 . 5. 3. 4.

500 18. dilakukan transaksi sebagai berikut.PRAKTIK SIKLUS AKUNTANSI Perusahaan Kartika Jaya.000 2.160 34. bulan terakhir dari tahun fiskal. 000.800 20. Tn Trisno 1 Sept.500 74. adalah sebagai berikut: (dalam Rp.600 1.650 Selama bulan Agustus.800 40.600 13.000 715. Tn Trisno Penjualan Retur & potongan penjualan Diskon penjualan Harga pokok penjualan Beban gaji penjualan Beban iklan Beban penyusutan Beban penjualan perlengkapan toko Beban penjualan rupa-rupa Beban gaji kantor Beban sewa Beban asuransi Beban administrasi rupa-rupa 14. pada tanggal 1 Agustus 2006 (kecuali dinyatakan lain). Saldo-saldo akun untuk Kartika Jaya.400 18. 2006 Prive.220 133.750 2. (dalam ribuan) 377 .600 21.-) 110 112 115 116 117 123 124 210 211 310 311 410 411 412 510 520 521 522 523 529 530 531 532 539 Kas Piutang usaha Persediaan barang dagang Asuransi dibayar dimuka Perlengkapan toko Peralatan toko Akumulasi penyusutan peralatan toko Utang usaha Utang gaji Modal.280 10.300 12.450 103.550 104.200 360.900 3. adalah sebuah perusahaan dagang.

Membeli barang dagang secara tunai. untuk pembayaran utang usahanya tanpa diskon. n/30.-. Menjual barang dagang secaa kredit kepada Perusahaan Widya Kencana.000. Untuk memudahkan bagi pelanggan.-. 9. Membayar Rp. untuk melunasi utang usahanya tanpa diskon.15.Agustus 1 3 Membayar sewa selama Agustus Rp... harga pokok penjualan adalah Rp.dari pembelian barang dagang tanggal 21 Agustus dan diterima memo kredit dari penjual. 5. untuk 4 6 7 10 13 14 15 16 19 19 20 21 21 21 24 Membeli barang dagang secara kredit dari Perusahaan Armada. n/30. Membayar biaya transportasi untuk pembelian tanggal 3 Agustus sebesar Rp.-. 1. harga pokok penjualan Rp.000. 378 .-.kepada perusahaan Cendekia. membayar biaya pengiriman untuk penjualan 20 Agustus.Mengembalikan Rp.100. 11.500. FOB Destination Rp.000. 1.-. n/30. 15. Menerima kembali barang dagang yang dibeli pada tanggal 6 Agustus. Menerima kas Rp. 7.-.Membeli barang dagang secara kredit dari Perusahaan Purnama. Membayar barang dagang yang dibeli pada tanggal 3 Agustus dikurangi diskon.-. Menjual barang dagang secara kredit kepada Perusahaan Airlangga. 600. pembayaran utang usaha. Menerima uang sebesar Rp.750. n/30.dari Herdy. syarat 1/10.500. 8. Menerima kas dari penjualan tanggal 6 Agustus.100..500. Rp. 6. FOB Shipping Point senilai Rp. Rp. 8. 400.dari Perusahaan Sutrisna. Membayar beban iklan untuk setengah bulan terakhir Agustus.600. Menjual barang dagang yang dibeli pada tanggal 3 Agustus dikurangi diskon.-.000. 3. Rp. 16. syarat 1/10. Rp.600. FOB Shipping Point Rp.500.1.000. dikurangi retur tanggal 14 Agustus dan diskon. syarat 2/10. tanpa diskon.-. FOB Shipping Point Rp. syarat 2/10..

950.-. 124.26 Mengembalian uang dari penjualan tunai. c.115. n/30.“ 7. 380.750. Siapkan laporan laba rugi bertahap. Persediaan barang dagang 31 Agustus 2.- “ 530.000. b. ditambah biaya transportasi yang dibayar pada tanggal 21 Agustus. 18.-. dikurangi retur 24 Agustus dan diskon. Rp.000.000.000.-.“ 180.000. 720.750. 550. Gaji terutang tanggal 31 Desember : Gaji penjualan Gaji kantor Rp. 379 . Harga pokok penjualan adalah sebesar Rp. 1.-. Harga pokok barang dagang yang dikembalikan adalah Rp. Membayar pembelian tanggal 21 Agustus. Membayar gaji penjualan sebesar Rp. Penyusutan untuk tahun berjalan 5.- e.000.“ 1. d. Buatlah ayat jurnal untuk transaksi bulan Agustus.-.400. anda tidak perlu memutakhirkan atau melakukan posting ke buku besar pembantu piutang usaha dan utang usaha.000. teruskan saldo akhir bulan ke kolom saldo yang tepat setelah semua pemostingan dilakukan. Perlengkapan toko yang masih tersisa 4.250. Dalam soal ini.250. Menjual barang dagang secara kredit kepada perusahaan Martina. Postinglah ayat jurnal ke buku besar umum. FOB Shipping Point Rp. Membeli perlengkapan toko secara tunai Rp.Rp.dan gaji kantor sebesar Rp. syarat 2/10. 350. laporan ekuitas pemilik dan neraca bentuk laporan.“ 975.. 28 29 30 30 31 Pertanyaan: a. Masukkan saldo dari masing-masing akun ke kolom saldo yang tepat pada akun empat kolom. Buat dan postinglah ayat-ayat jurnal penyesuaian dengan menggunakan data penyesuaian berikut : 1. 11. Menerima kas dari penjualan tanggal 20 Agustus dikurangi diskon. Asuransi yang terpakai sepanjang tahun 3.-. Tuliskan saldo pada bagian uraian dan bubuhkan tanda tik (√) pada kolom referensi posting.

Perlengkapan toko yang masih tersisa 4.000. Siapkan laporan laba rugi bertahap.000. Siapkan neraca saldo setelah penutup.“ 7. teruskan saldo akhir bulan ke kolom saldo yang tepat setelah semua proses posting dilakukan. Dalam soal ini. Buat dan postinglah ayat jurnal penutup. Siapkan neraca saldo pasca-penutupan. Persediaan barang dagang 31 Agustus 2.“ 975. Siapkan neraca saldo per 31 Agustus pada neraca lajur sepuluh kolom denan mencantumkan semua akun berdasarkan urutan yang diberikan dalam buku besar.400.115. Tandai akun yang ditutup dengan membubuhkan satu garis pada kedua kolom saldo di sebelah ayat jurnal penutup. Buat dan postinglah ayat jurnal penyesuaian. Tuliskan saldo pada bagian uraian dan bubuhkan tanda tik (√) pada kolom referensi posting. g. Asuransi yang terpakai sepanjang tahun 3. Postinglah ayat jurnal ke buku besar umum.000. g.Rp. dengan menggunakan data penyesuaian berikut: 1.- e. 380 . Masukkan saldo dari masing-masing akun ke kolom saldo yang tepat pada akun empat kolom.- “ 530.000.“ 1.250. h.000. b. f.“ 180. c. anda tidak perlu memutakhirkan atau melakukan posting ke buku besar pembantu piutang usaha dan utang usaha. Buatlah ayat jurnal untuk transaksi bulan Agustus.f. Perintah Alternatif : a.000. Cantumkan saldo baru pada akun modal pemilik. Cantumkan saldo baru pada akun modal pemilik. 124. 350. laporan ekuitas pemilik dan neraca bentuk laporan. d. Penyusutan untuk tahun berjalan 5. Gaji terutang tanggal 31 Desember : Gaji penjualan Gaji kantor Rp. Buatlah dan posting ayat jurnal penutup.000. Tandai akun yang ditutup dengan membubuhkan satu garis pada kedua kolom saldo di sebelah ayat jurnal penutup. Lengkapi neraca lajur untuk tahun fiskal yang berakhir 31 Agustus.

A DAFTAR PUSTAKA Al. Donald E. Jeffry J.. 1995.LAMPIRAN. Karl S. Inc. Weygandt. Ohio: South-Western College Publishing. Donald E. James M. New York: John Wiley & Sons. Don R. Marianne M.. 1996.. 2002.. Walter G. Reeve. Standar Akuntansi Keuangan. Dasar-dasar Akuntansi Edisi 6. Yogyakarta: Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN. Kell. Jakarta: Salemba Empat. 2007.. Kieso. Englewood Cliffs. 1979. Ronald J. Accounting 20th Edition.. Mowen. . Ikatan Akuntan Indonesia. Haryono Jusup. Intermediate Accounting 9th Edition. Hansen.. Fess. Accounting Principles 2nd Edition. Jerry J. United States: Thomson Learning. Inc. Inc. Warren. New York: John Wiley & Sons. Kieso. Inc. Philip E. Accounting Principles 4th Edition. New Jersey: Prentice-Hall. Thacker. Weygant.. 1998. 2003. Cost Management: Accounting and Control.

B ISTILAH-ISTILAH PENTING Akuntan Publik Bersertifikat (Certified Public Accountace CPA) Akrual (Accruals) Aktiva Tetap (Fixed Assets) Akumulasi Penyusutan (Accumulated Depreciation) Akun Aset (Asset Accounts) Akun Beban (Expense Accounts) Akun Ekuitas (Equity Accounts) Akun Kewajiban (Liability Accounts) Akun Kontra (Contra Accounts) Akun Modal Pemilik (Owner's Equity Account) Akun Nominal/ Akun Laba-Rugi (Nominal Accounts) Akun Penarikan Modal Pemilik/ Prive (Owner's Withdrawal Account) Akun Pendapatan (Revenue Accounts) Akun Permanen (Permanent Accounts) Akun Riil/ Akun Neraca (Real Accounts) Akun Sementara (Temporary Accounts) Akun/ Rekening (Accounts) Akuntansi (Accounting) Akuntansi Anggaran (Budgetary Accounting) Akuntansi Biaya (Cost Accounting) Akuntansi Intern (Internal Accounting) Akuntansi Keuangan/ Akuntansi Umum (Financial Accounting/ General Accounting) Akuntansi Manajemen (Management Accounting) Akuntansi Pemeriksaan (Auditing) Akuntansi Pemerintahan (Governmental Accounting) Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting) Akuntansi Publik (Public Accounting) Aset (Assets) Aset Tak Berwujud (Intangible Assets) Asuransi Dibayar di Muka (Prepaid Insurance) Auntan Industri/ Akuntan Biaya (Cost Accountance) Ayat Jurnal (Journal Entry) Ayat Jurnal Koreksi (Correction Entries) Ayat Jurnal Pembalik (Reversing Entries) Ayat Jurnal Penutup (Closing Entries) Ayat Jurnal Penyesuaian (Adjusting Entry) Bahasa Bisnis (Business Language) Beban (Expenses) Beban Gaji (Salary Expens e) Beban Iklan (Advertising Expense) Beban Listrik.LAMPIRAN. Air/ Beban Utilitas (Utilities Expenses) Beban Operasi (Operasional Expenses) Beban Penyusutan (Depreciation Expense) Beban Sewa (Rent Expense) Bentuk Akun (Account Form) Bentuk Akun Skontro/ Bentuk Horizontal/ Bentuk Akun T (T Account Form) Bentuk Akun Stafel (Balance Column Accounts) Bentuk Bertahap (Multiple Step Form) Bentuk Langsung (Single Step Form) Buku Besar (General Ledger) . Telepon.

ISTILAH-ISTILAH PENTING Catatan atas Laporan Keuangan (Notes of Financial Statements) Controller Dasar Akrual (Accrual Basis) Dasar Tunai/ Dasar Kas (Cash Basis) Debit (Debit) Dokumen Sumber (Source Document) Ekuitas Pemilik (Owner's Equity) Ikatan Akuntan Indonesia .IAI Ikhtisa Laba-Rugi (Income Statement Summary) Investasi Jangka Panjang (Longterm Investment) Investor Jurnal Dua Kolom (Two Column Journal) Jurnal Khusus (Special Journal) Jurnal Penyesuaian (Adjustment Journal) Jurnal/ Buku Harian (Journal) Karyawan Kas (Cash) Keluaran (Barang atau Jasa = Output) Kewajiban (Liabilities) Kewajiban Akrual (Accrued Liabilities) Kewajiban Jangka Panjang (Longterm Debts) Kewajiban Lain-lain (Other Liabilities) Kewajiban Lancar (Current Liabilities) Konsep Penandingan (Matching Concept) Konsep Pengakuan Pendapatan (Revenue Recognition Concept) Kredit (Credit) Kreditor (Creditur) Laba (Profit) Laba Bersih sebelum Pajak (Net Income before Taxes) Laba Bersih setelah Pajak (Net Income after Taxes) Laba Operasi Laporan Arus Kas (Statement of Cash Flow) Laporan Ekuitas Pemilik (Statement of Owner's Equity) Laporan Keuangan (Financial Statement) Laporan Laba-Rugi (Income Statement) Manajer (Manager) Neraca (Balance Sheet) Neraca Lajur/ Kertas Kerja (Worksheet) Neraca Saldo (Trial Balance) Neraca Saldo (Trial Balance) Neraca Saldo setelah Penutupan (Post Closing Trial Balance) Neraca Saldo yang Disesuaikan (Adjusted Trial Balace) Organisasi Nirlaba (Non-profit Oriented Organization) Pelanggan (Customer) Pemegang Buku (Book Keeper) Pemeriksa Intern (Internal Auditor) Pemilik Perusahaan (Owner) Pemindah Bukuan (Posting) Penangguhan (Deferrals) Pendapatan Diterima di Muka (Unearned Revenue) Pendapatan Jasa (Service Revenue) Penjurnalan (Journalizing) Peralatan Kantor (Office Equipment) Periode Akuntansi (Accounting Periode) .

ISTILAH-ISTILAH PENTING Perlengkapan (Supplies) Persamaan Dasar Akuntansi (Accounting Equation) Perusahaan Dagang (Merchandising) Perusahaan Jasa (Service Company) Perusahaan Manufaktur (Manufacturing) Perusahaan Persekutuan (Partnership) Perusahaan Perseorangan (Proprietorship) Perusahaan Perseroan (Corporation) Piutang Usaha (Accounts Receivable) Porsekot/ Premi (Prepaid) Proses Akuntansi (Accounting Process) Proses Penyesuaian (Adjusting Process) Rugi (Loss) Saldo (Balance) Saldo Normal Akun (Normal Balance of Accounts) Seimbang (Balance) Sewa Dibayar di Muka (Prepaid Rent Expense) Siklus Akuntansi (Accounting Cycle) Sistem Akuntansi Berpasangan (Double Entry System) Sumber Daya (Input) Tanah (Land) Transaksi Bisnis (Business Transaction) Transaksi Eksternal (External Transaction) Transaksi Internal (Internal Transaction) Utang Beban/ Beban Akrual (Accrued Expenses) Utang Usaha (Accounts Payable) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful