Anda di halaman 1dari 57

TRADITION (Edward Shild)

Diterjemahkan oleh : Team Lima : Katarina Indah S, Turyati, Joko Prakoso, Hasnah, Mamik Widyastuti

BAB I
DALAM GENGGAMAN MASA LAMPAU

Masa Lampau Di Masa Kini


Jika kita dapat membayangkan sebuah masyarakat yang di dalamnya setiap generasi menciptakan segala sesuatu yang mereka gunakan, renungkan, nikmati, dan yang mereka derita, kita akan membayangkan sebuah masyarakat yang sama sekali berbeda dengan masyarakat manapun yang pernah ada. Masyarakat tersebut akan menjadi sebuah masyarakat yang dibentuk oleh keadaan alam. Ia mestinya akan menjadi sebuah masyarakat tanpa satupun masa lampau yang perlu dijadikan pedoman untuk membimbing perjalanannya di masa kini.

Manusia yang hidup pada setiap zaman sangat jarang yang bisa melebihi tiga generasi berjauhan dari anggota yang lain dari garis keturunan mereka sendiri yang hidup pada masa yang sama. Tingkat hubungan langsung mereka, baik secara fisik atau simbolik, dengan benda-benda, perbuatan, kata-kata, dan cara melakukannya, yang diciptakan di masa lampau, jauh lebih luas dan menjangkau lebih jauh ke masa lampau. Mereka hidup di masa kini dengan hal-hal dari masa lampau. Banyak yang mereka lakukan, pikirkan dan yang mereka inginkan, dengan mengabaikan perbedaan idiosinkratik1, adalah merupakan pernyataan ulang dari apa yang telah mereka lakukan, dan mereka fikirkan dalam waktu yang lama, jauh sebelum siapapun yang masih hidup saat itu dilahirkan. Kaum philistin2 juste milieu yang sudah menyesuaikan diri, yang di rendahkan oleh seniman antiborjuis dan pemuja kaum genius/intelek, dihadapkan dengan kaum philistin yang belum menyesuaikan diri tapi yang mengakui apa yang telah mereka terima. Dua kaum philistin ini sering menguatkan satu sama lain. Akan tetapi bahkan mereka merubah dan memulai dari kebiasaan yang telah ditunjukkan pada mereka. Kaum philistin yang bergabung dengan tradisi dan yang menguatkan ketaatan pada tradisi dengan kaum philistin lain yang hidup semasa dengan mereka saling menyerupai satu sama lain dalam rasa hormat terhadap kaum intelek dan pemberontak yang dengan bebas melarikan diri dari tradisi tersebut. Pada kenyataannya keduanya mendukung bermacam-macam kombinasi kebiasaan yang diwarisi dari masa lampau dan pola tentang perkembangan terakhir, tentang identitas dan penyimpangan dari kebiasaan-kebiasaan yang
1 suatu tingkah laku, cara berfikir, atau perasaan yang aneh, unik, menyimpang dari suatu kebiasaan individu atau kelompok masyarakat 2 orang-orang materialis yang tidak tertarik dengan seni dan nilai intelektual

dihadirkan dari masa lampau; cita-cita mereka berbeda tetapi masing-masing dari mereka sama dalam menjaga kepercayaan dan perbuatan mereka dari masa lampau. Kepercayaan dan kebiasaan tersebut yang tidak identik dengan kepercayaan dan kebiasaan masa lampau ada bersama-sama dengan yang lain yang lebih dekat dengan kepercayaan dan kebiasaan masa lampau. Keberadaan ini tidak hanya hubungan kesejajaran tapi merupakan hubungan saling

ketergantungan yang jauh lebih khas. Lebih lanjut, hal-hal yang baru tersebut memiliki bentuk dan hakikat yang besar terhadap hal-hal yang pernah ada dan yang darinya mereka mengambil titik permulaan dan arah mereka. Segala sesuatu yang baru bergabung dengan sesuatu yang mendahuluinya, meskipun hal itu merupakan sebuah langkah pada sebuah jalan yang akan menuntun dari masa lampau di masa kini. Masa lampau muncul di masa kini dan melawan kesulitan yang ditimbulkan oleh kematian dan kelahiran. Mereka yang mengeluarkan sesuatu dari masa lampau dengan diri mereka sendiri mati dan masa lampaupun tertinggal tanpa seorangpun memilikinya kecuali jika lahir yang baru yang tidak mengawali dengan memilikinya, tertarik untuk menjaganya. Pergantian generasi ini adalah pergerakan biologis yang mana masa lampau tetap bertahan di masa kini atau memudar sebagaimana generasi pemiliknya berganti dan mati.

Generasi-generasi Telah banyak dilakukan perubahan dalam kebudayaan dan organisasi

sosial yang bisa dimungkinkan dengan adanya pergantian generasi. Setiap generasi menerima tugasnya dengan fikiran segar, tanpa dibebani dengan kepercayaan dan pandangan-pandangan yang tertanam dalam benak generasi pendahulunya. Tentu saja ada kebenaran dalam hal ini, terutama di masa modern, ketika sebuah generasi tiba pada suatu permulaan yang baru, setiap ide baru tersebar dalam masyarakat melalui adopsi dan keaktifan generasi baru tersebut yang selalu berhubungan antar individu-individu di dalamnya. Akan tetapi tidak ada satupun manusia yang dilahirkan dengan sesuatu dari masa lampau kecuali faktor genetik dan biologis yang diwarisi dalam dirinya dari masa lampau. Setiap generasi baru kelihatannya selalu mempunyai kesempatan untuk memulai lagi, untuk memberhentikan campur tangan masa lampau pada masa kini, dan untuk membangun masyarakatnya sekali lagi. Generasi tersebut menderita karena rintangan yang ditimbulkan oleh kelemahan, keterasingan dan ketidak-berdayaan melihat banyak generasi-generasi yang lain yang sudah terjatuh dalam genggaman masa lampau. Batas-batas untuk suatu generasi begitu samar karena tidak ada batasan alami. Di mana suatu generasi bermula dan yang lain berakhir? Tidak ada jawaban yang memuaskan untuk pertanyaan ini. Selalu ada irama kelahiran dan kematian sepanjang tahun dan abad, ada kelompok-kelompok usia yang ditentukan secara acak untuk tujuan presentasi statistika. Ada perbedaan-perbedaan dalam kerentanan, penerimaan, kepercayaan dan perbedaan dalam pelaksanaan yang berhubungan dengan perbedaan usia. Selain itu juga ada perasaan dekat, yang dirasakan oleh orang-orang yang secara kasar jatuh pada kelas usia yang

ditentukan untuk mereka, dengan

orang lain dari kelas yang sama. Mereka

mempunyai perasaan bahwa mereka berbeda dengan orang dari kelas lain, yang tidak lebih kurang membatasi kelas-kelas usia. Mereka melihat bahwa masa lampau lebih nyata, lebih tampak pada kaum tua daripada yang mereka lihat ada pada diri mereka sendiri. Mereka mempunyai perasaan dekat dengan masa lampau yang kurang terhadap masa hidup mereka seperti yang mereka lihat nampak dalam benda-benda, bayangan-bayangan, dan orang-orang. Sebuah generasi yang sadar dengan dirinya sendiri menegaskan dirinya tapi bukan berarti generasi tersebut mencakup semua teman yang sebaya dengannya, bahkan mereka yang lahir pada tahun yang sama. Banyak dari teman sebaya ini tidak begitu dianggap sebagai mereka yang berbicara untuk generasi mereka; beberapa dari mereka terlalu kuno. Orang-orang Jahrgnge hidup saling berdampingan, saling melengkapi satu sama lain secara kronologis, dan pada waktu tertentu, mereka yang sedikit lebih tua membawa lebih banyak budaya daripada mereka sendiri dan orang-orang yang lebih muda dari mereka dengan kira-kira sejumlah tahun yang sama. Hal itu menimbulkan suatu polemik untuk menciptakan sebuah generasi di luar garis paralel ini, yang saling melengkapi secara trottoirs roulant pada sebuah lorong waktu. Semua masyarakat menyadari adanya perbedaan kecenderungan dan kemampuan sehubungan dengan perbedaan tingkat kehidupan. Banyak

masyarakat yang menyusun rencana dengan mempertimbangkan perbedaan ini dengan tujuan atau harapan bahwa mereka yang melewati rencana tersebut akan terus mengasimilasi budaya yang diwariskan. Hanya dunia modern yang telah

menganugerahkan pada generasi muda tanggung jawab historis untuk menemukan dan mewujudkan kemampuan-kemampuan yang telah diabaikan atau tinggalkan oleh generasi tua. Bila generasi baru mau menarik dirinya sedikit ke masa lampau, mereka mempunyai kesempatan untuk bisa terbebas dari genggaman masa lampau dan untuk membuat suatu langkah besar ke depan. Mereka tidak melakukan yang demikian, meskipun pada abad ke-19 dan abad ke-20 beberapa anggota dari generasi muda telah membuat deklarasi besar tentang hal itu. Dunia modern dianggap sebagai generasi yang lebih bersemangat daripada kebanyakan generasi yang lain karena kiprah kaum muda yang patut dipertimbangkan. Masa muda menjadi sebuah legitimasi untuk meminta perlakuan khusus dan pembebasan dari melakukan pola-pola masa lampau. Sebuah generasi terutama generasi muda, telah membentuk suatu formasi untuk berperang melawan beberapa kepercayaan dan perbuatan kaum tua dari masyarakat yang lebih dikuasai masa lampau.

Generasi muda tersebut tidak berhasil dalam membangun dunia kembali tetapi mereka berhasil membuat beberapa perubahan. Mereka menciptakan inovasi yang mampu mempersempit ruang lingkup warisan masa lampau atau merubah dan menggantinya secara tidak langsung. Ada banyak cara untuk menggantinya tanpa paksaan oleh generasi tunggal manapun yang aktif untuk mengganti segala sesuatu yang telah dimulai.

Rangkaian Generasi-generasi Jika kita mengikuti definisi kuno dan memperkirakan secara kasar bahwa

ada tiga atau empat generasi yang aktif dalam satu abad, karena hal ini timbul cara kalkulasi yang problematik antara tiga atau empat ratus generasi dalam konteks sejarah peradaban manusia yang telah mengembangkan pertanian dan peternakan. Ada sekitar seratus dua puluh generasi dalam konteks sejarah peradaban masyarakat Barat dan Timur Tengah di mana kepercayaan penting dan kebiasaan tertentu telah berkembang. Generasi-generasi ini mugkin tidak sama dalam jumlah dan ruang lingkup inovasi yang telah mereka ciptakan. Beberapa dari mereka telah hidup dan mati dalam lingkungan di mana kebanyakan dari mereka dulu juga dilahirkan, sedangkan yang lain menemukan banyak perubahan dalam kepercayaan, perbuatan, institusi dan jenis peralatan teknologi. Akan tetapi nampaknya masuk akal untuk mengatakan bahwa banyak dari kepercayaankepercayaan dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat barat satu abad lalu yang sekarang masih exis dan tak kalah pentingnya dengan yang lebih mutakhir. Masyarakat barat masa kini dihubungkan dengan masyarakat barat seabad yang lalu melalui kedekatan identitas dalam kehidupan politik, organisasi universitas, jenis institusi keagamaan, kepercayaan dan ritual serta sistem hukum. Terkadang dikatakan bahwa masyarakat kita telah menjelma secara total dari abad yang lalu, tapi ini terlalu berlebihan. Mereka memang telah berubah tapi mereka juga berubah mengikuti garis yang ditetapkan dari keadaan mereka sebelumnya, dan ada beberapa ciri yang tidak berubah sebesar yang lainnya. Masyarakat barat modern menempati tingkat diferensiasi yang belum pernah ada sebelumnya; mereka menunjukkan pada anggotanya tugas-tugas yang sama sekali baru yang membutuhkan pemikiran, adaptasi dan penyesuaian.

Masyarakat ini, lebih dari masyarakat satu atau dua abad yang lalu, telah menjaga institusi dan profesi yang sebenarnya telah menemukan dan mencapai inovasi di bidang ekonomi, sosial dan organisasi politik serta di bidang teknologi dan ilmu pengetahuan. Mereka mempunyai perbendaharaan yang luas dalam hal pengetahuan dan peraturan-peraturan praktis, yang relatif baru diciptakan, yang beberapa bagiannya terdapat dalam karya tertulis, yang lain ada dalam memori; mereka memiliki perbendaharaan yang sangat besar dalam hal pekerjaan, teknologi dan seni, yang telah diciptakan oleh generasi yang masih hidup. Dari kreasi mereka sendiri, mereka mempunyai perbendaharaan yang besar sekali dalam hal karya intelektualfilosofi, theologi, etika, ilmu pengetahuan dan keilmiahandan kepercayaan tentang realitas yang mereka ketahui. Masyarakat mereka dibangun oleh susunan yang unik dalam kekhususan kongkrit. Mereka mewujudkan hal besar yang tentunya tidak identik dengan apa yang dimiliki oleh nenek moyang teritorial atau nenek moyang biologis mereka. Mereka memiliki karya lukis, musik dan sastra dengan corak dan gaya yang unik. Pemerintah mereka melakukan banyak hal penting yang belum pernah dilakukan pada abad sebelumnya. Institusi ekonomi dan teknologi mereka memproduksi barang-barang dalam jenis dan kuantitas yang belum pernah diproduksi sebelumnya. Meskipun demikian, dengan mengabaikan perbedaan yang tak perlu dipertanyakan tersebut, tidak ada satupun generasi, bahkan yang hidup di masa kini dengan terputusnya tradisi yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang benar-benar menciptakan kepercayaan mereka sendiri, aparat mereka, pola pelaksanaan dan institusi mereka sendiri. Hal ini benar pada generasi sekarang

yang masih hidup, dan masyarakat barat sekarang ini sebagai keseluruhan. Tidak peduli betapa berbakatnya, betapa penuh imajinasi dan kaya inovasi, betapa sembrono ataupun betapa taatnya generasi tersebut, mereka hanya menciptakan sebagian kecil apa yang mereka gunakan dan apa yang membangun mereka. Tidak ada alasan untuk mempercayai bahwa tingkat dan penyebaran warisan genetik dalam suatu generasi berbeda secara nyata daripada pendahulu mereka; hal ini seharusnya dapat menciptakan keajegan dalam kapasitas dan penyusunan untuk menggantikan hal-hal dari masa lampau. Ukuran generasi dan sederetan kejadian dalam lingkungan sekitar dapat membuat perubahan. Beberapa generasi mampu menciptakan karya yang lebih indah dan lebih banyak ide-ide baru daripada pendahulunya; beberapa generasi yang lain menciptakan lebih banyak penemuan-penemuan ilmiah; dan yang lain membuat inovasi teknologi yang lebih berpengaruh. Generasi-generasi yang lebih kreatif ini hidup dengan lebih sedikit ketergantungan, senang atau tidak, terhadap warisan yang mereka dapatkan dari generasi sebelumnya dibanding dengan generasi-generasi lain yang kurang aktif. Meskipun demikian tidak hanya ada kontinuitas, tapi ada banyak identitas yang memiliki kepentingan besar. Sejumlah besar kejeniusan, dan sederetan kejadian produktif dalam lingkungan masyarakat menghasilkan banyak hal yang baru; kesulitan-kesulitan seperti perang dan bencana kelaparan atau perubahan drastis pada hal-hal dan susunan-susunan yang pernah ada, kecerobohan, pengabaian, dan sejumlah kehancuran terhadap banyak kegagalan hal-hal kuno untuk bisa cukup lama bertahan dan mencapai masa kini. Meskipun demikian, kontribusi kreatif,

pengabaian dan kemusnahan dari suatu generasi tunggal masih banyak yang belum bisa diketahui, baik atau buruk, pada warisan yang diterima dari generasi sebelumnya.

Kebersamaan Hal-hal Dari Masa Yang Berbeda Karl Manheim berpendapat bahwa krisis pada masyarakat Barat yang ia lihat pada tahun 1930-an merupakan akibat dari kenyataan bahwa gagasangagasan baru yang muncul bertentangan dengan gagasan-gagasan lama, konflik yang lebih dalam terdapat pada kenyataan bahwa hal-hal dari masa yang berbeda ada secara berbarengan. Keberadaan sifat-sifat masyarakat barat masa lampau (penerapan prinsip laizzez faire3 dalam ekonomi dan kebijakan sosial) yang berbarengan dengan kelahiran masa depan (perencanaan sosial dan ekonomi) menurut pendapatnya merupakan penyebab kekacauan tersebut. Mannheim mengisyaratkan bahwa jika sebuah masyarakat konsisten dalam penerapan prinsip-prinsip temporer yang homogen, semuanya akan berjalan dengan baik. Konsepsi William Ogburn tentang ketertinggalan budaya sebagai penyebab dari kesulitan-kesulitan yang dialami masyarakat barat senada dengan pandangan Mannheim bahwa masalah tersebut akan timbul dalam masyarakat di mana halhal dari masa lampau dan masa kini ada secara berbarengan. Diisyaratkan dari hal ini bahwa gagasan dan pola yang berasal dari masa yang sama adalah konsisten satu sama lain; sementara gagasan dan pola yang berasal dari masa yang berbeda akan bertentangan satu sama lain.
3 prinsip yang menyatakan bahwa dunia ekonomi/sosial akan bekerja dengan baik jika industri/pihak-pihak swasta tidak banyak diatur dan jika diberlakukan pasar bebas

Terpisah dari pandangan yang menarik bahwa sebuah gagasan yang diterima di masa lampau di anggap sebagai suatu yang salah, berlawanan dengan gagasan yang baru saja tersebar luas, dan bahwa hubungan yang sama antara kebaikan dan keburukan memperoleh pengakuan, Mannheim menyatakan bahwa mesti ada suatu masyarakat yang benar-benar up-to-date dengan pengertian bahwa segala sesuatu berasal dari masa yang paling akhir dan dari masa yang sebanding. Siapa yang akan menciptakan suatu masyarakat dengan keseluruhan budaya yang semasa dan dengan keseluruhan kebiasaan dari masa yang sama? Manusia yang bagaimana yang mempunyai kecerdasan dan imajinasi yang luar biasa, yang tidak mempunyai pengalaman, serta tidak sedikitpun terpengaruh dari budaya masa lampau yang mampu menciptakan kebudayaan yang benar-benar baru tanpa terpengaruh oleh masa lampau dan untuk berbuat dengan kebiasaan baru yang jauh dari masa lampau? Mungkin akan lebih bijaksana bila Mannheim tidak mempertimbangkan keberadaan dari masa yang berbeda di tengah masa yang sama sebagai suatu penyimpangan; akan menjadi lebih baik baginya untuk memahami hal ini sebagai sifat yang tidak bisa dihindarkan dari semua masyarakat. Lalu bagaimana yang lebih baik? Bahkan jika kita menerima bahwa setiap generasi merubah kepercayaan dan kebiasaan yang diwariskan oleh pendahulunya, akan selalu ada pluralitas antara kepercayaan masa lampau dengan kepercayaan yang sedang dianut, dan antara kebiasaan masa lampau dengan kebiasaan yang sedang berlaku yang ada secara berbarengan dan dalam pola tertentu yang tidak asli lagi. Bahkan dalam kelompok yang semasa yang menyatakan diri mereka

sebagai sebuah generasi dan membangun cita-cita mereka sendiri, mereka yang mendukung gagasan-gagasan baru tidak semuanya generasi baru. Mereka mengambil dan memperluas kepercayaan-kepercayaan yang telah ada sebelum merekamungkin kepercayaan-kepercayaan dari generasi muda sebelumnya menjadi gagasan baru mereka. Akan tetapi gagasan-gagasan baru mereka tersebut tidak diterapkan secara merata pada keseluruhan aktivitas dan kepercayaan mereka. Apa yang terlihat, bagi mereka yang telah bergabung dengan sebuah kelompok avant-garde4, sebagai keseluruhan program baru adalah tidak pernah benar-benar baru secara menyeluruh seperti yang mereka bayangkan. Futuris5 yang mengklaim dirinya sebagai perombak/pembaharu dalam bidang seni dan dalam berbagai bidang yang lain terkadang menyimpang menjadi agak lebih ke tipe tradisional radikal dan kasar. Mereka yang membenci masyarakat masa ini dan yang menyatakan bahwa mereka ingin mengakhirinya sering bergabung dengan masyarakat tradisional yang mereka katakan mereka membencinya dan pemberontakan mereka sering terbatas ruang lingkupnya; yang juga tidak berlangsung lama. Banyak orang yang menyambut perombakan atau inovasi drastis lain pada waktu mereka masih muda menemukan kebaikan pada tradisi masyarakat mereka ketika mereka semakin tua. Untuk mendukung suatu gagasan yang relatif baru tidak berarti bahwa semua gagasan-gagasan sebagai penjabaran inovasi digunakan untuk merubah masa lampau. Gagasan-gagasan Newton sebagai seorang fisikawan dan ahli
4 seniman dengan metode-metode dan gagasan-gagasan baru: penulis, seniman, pembuat film, atau musisi yang memiliki karya-karya yang inovatif, eksperimental dan tidak konvensional 5 pendukung futurism: kepercayaan tentang pentingnya untuk menyambut masa depan daripada memikirkan masa lampau, didukung dengan optimisme bahwa kesejahteraan personal dan social terletak di masa depan

matematika berubah arah dan juga pendapatnya tentang alam semesta akan tetapi studi tentang injilnya tetap menjadi obyek perhatian selama kurun waktu yang lama serta sikap yang tetap terhadapnya. Mungkin dinyatakan bahwa masyarakat dapat menjadi lebih baik jika semua gagasan-gagasan yang mengaturnya berasal dari masa yang sama, meskipun tidak ada alasan unuk menerima pendapat tersebut. Pendapat tersebut dalam hal apapun akan sia-sia. Masyarakat semacam itu tidak akan bisa bertahan bahkan meskipun jika di bawah pemerintahan yang diktator yang tak segan-segan menyingkirkan siapapun yang tidak setuju dengan kebijaksanaannya. Sudah pasti bahwa bukanlah sifat alami masyarakat untuk membuang semua bagian masa lampau dengan tingkat yang seragam.

Keseragaman Alamiah dan Tradisional Tidak semua identitas yang terus berlanjut melewati setiap generasi digambarkan sebagai bukti kehadiran masa lampau. Beberapa di antaranya tidak diragukan lagi merupakan hasil dari kemiripan neurophysiological6 pada manusia sepanjang periode waktu yang sangat lama dan dari kemiripan jenis dasar pada keadaan ekologi di mana manusia hidup. Tingkah laku berdasarkan jenis kelamin memerlukan kegiatan-kegiatan yang diatur dalam keluarga, ketidak mampuan bayi untuk berbicara dan dari sisi intelektualitas menyebabkan didirikannya sekolah-sekolah atau yang sejenis. Kemiskinan sumber daya alam menyebabkan penghematan dalam penggunaan sumber daya alam. Akan tetapi keseragaman

6 fungsi sistem syaraf dan fisiologis

biologis dan ekologis ini adalah sangat umum; sementara keseragaman yang ditimbulkan oleh tradisi lebih bisa dibedakan. Trasidi tentang kepercayaan dan perbuatan muncul karena kebutuhan dasar keberadaan manusia yang berasal dari hakekat makhluk hidup, pemikiran dan alam semesta. Tradisi-tradisi tersebut dibangkitkan dan dipelihara karena kehidupan manusia dalam alam semesta menimbulkan masalah-masalah yang harus dijawab dengan pemikiran. Semua yang dilakukan manusia adalah dilakukan terbatas pada yang dimiliki oleh neurofisiologis mereka dan keadaan ekologi, akan tetapi ada banyak tempat untuk dapat beranekaragam dalam batasan ini. Keanekaragaman tersebut sudah tertentu yaitu; suatu ragam tertentu, sekali dibangun, dan menjadi relatif seragam sepanjang waktu. Keseragaman pelaksanaan sepanjang waktu dapat berfungsi sebagai keajegan dalam otoritas, keajegan dalam kondisi di mana individu-individu menyesuaikan diri mereka, dan keajegan dalam keinginan dan cita rasa mereka. Banyak dari keajegan-keajegan ini yang merupakan hasil langsung dari tradisi, sementara yang lain merupakan hasil dari orientasi pada pemenuhan kebutuhan. Akan tetapi kebutuhan-kebutuhan tersebut dapat dibawa langsung ke tujuan akhir, yang tujuan akhir itu sendiri adalah tradisional.

Fungsi Penentu Masa Lampau Sudah menjadi hal yang umum di antara para sejarawan untuk menyebut kepercayaan-kepercayaan dan kebiasaan-kebiasaan tertentu sebagai sebuah tradisi populis7 atau tradisi sosialis atau tradisi revolusioner; seringnya
7 pendukung hak-hak dan kepentingan-kepentingan masyarakat awam.

mereka tidak memaksudkan apapun lebih dari sekedar sejumlah penulis perseorangan pada sekelebatan waku yang memiliki kepercayaan yang sama tentang hal-hal tertentu seperti nilai kebaikan moral orang-orang miskin atau ketidak adilan institusi kepemilikan pribadi atau perlunya tindak kekerasan untuk memperkenalkan kemajuan baru dalam masyarakat. Terkadang, para sejarawan tersebut berkata seolah-olah gagasan-gagasan, sekali diciptakan dan diwujudkan, memerlukan pengabdi dan pendukung karena gagasan-gagasan yang tersedia dan terwujud tersebut membebani mereka dengan bujukan-bujukan mereka; terkadang mereka menyebutnya sebagai seperangkat solusi untuk masalah-masalah yang terjadi yang kelihatan mirip satu sama lain karena situasi yang mereka maksudkan tetap seragam melalui periode waktu yang luas. Rujukan pada isi gagasan-gagasan sebagai tradisi seharusnya berarti lebih dari sekedar penegasan bahwa telah ada sederetan penganut kepercayaan dan cita-cita hampir yang sama. Pandangan tentang tradisi ini, sebagai sederetan pola kepercayaan atau kebiasaan yang hampir seragam mempunyai kebaikan tersendiri akan tetapi pandangan ini mengaburkan pengaruh yang berkembang dari kepercayaankepercayaan tertentu, sebagaimana mereka ada pada waktu tertentu, pada apapun yang selanjutnya dipandang tentang obyek-obyek yang kepercayaan dirujuk padanya. Seseorang yang saat ini bukan sosialis kemudian menjadi sosialis bukanlah karena dia telah merencanakan semuanya untuk dirinya sendiri tapi karena, setelah memiliki kecenderungan pemikiran tertentu, misalnya, kebencian pada kemiskinan atau pada hedonisme yang egois atau pada kekuatan yang

berhubungan dengan kepemilikan pribadi, pikirannya cenderung atau ditujukan ke arah yang diatur oleh pengalaman dan perasaannya, terhadap kepercayaankepercayaan umum yang diperoleh dari tradisi. Jika dia harus merencanakan semuanya untuk dirinya sendiri pandangannya tentang bagaimana untuk meningkatkan tatanan ekonomi pada masyarakat Barat, sebagaimana keadaan mereka pada akhir abad ke 19, dia mungkin tidak akan pernah menjadi seorang sosialis atau dia akan menjadi seorang sosialis dari jenis yang jauh berbeda dari sosialis yang dia anut sekarang ini. Akan tetapi sekali masuk dalam tujuan dari keinginan untuk menghapus atau mengurangi kepemilikan, kekuatan pribadi dan egoisme, dia akan diatur oleh gagasan-gagasan yang telah dipikirkan oleh orang lain sebelum dia sehingga dia akan mewarisi milik mereka. Tak ada maksud sensasional ataupun misterius dari hal ini. Akan tetapi semua yang dimaksudkan di sini adalah bahwa ketika suatu kecenderungan muncul dan terbentukdalam kerangka yang diatur oleh beberapa persepsi yang didapatkan, yang sebelumnya telah ada, dan penilaian tentang ciri-ciri tertentu suatu masyarakat atau alam seseorang dengan kecenderungan besar menemukan dirinya siap untuk memegang gambaran dan rencana-rencana yang sudah dalam pelaksanaan, yang lebih bisa dibedakan. Gambaran dan rencana ini adalah tradisi intelektual. Dia akan menjadi seorang pemilik tradisi, sebagaimana pemilik-pemilik terdahulu. Jika dia punya rasa ingin tahu yang besar, penuh imajinasi, sangat rasional, dan rajin belajar, dia akan memperbaiki gambaran dan rencana tersebut sesuai dengan kecerdasannya sendiri yang lebih unik, dan kekuatan moralnya. Jika kecerdasannya lemah, dia akan menerima apa adanya, sesuai dengan tingkat yang dia bisa mencernanya; dia

tidak akan menambah apapun, dia bahkan akan menyederhanakan dan melemahkan tradisi gagasan-gagasan atau kerumitan gagasan-gagasan yang ia terima. Sebagaimana halnya keadaan di mana gagasan-gagasan yang merujuk padanya berubah, gagasan-gagasan juga dapat berubah, gagasan-gagasan berubah sebagaimana pemiliknya ingin meningkatkannya dengan membuatnya lebih konsisten, dengan mempertimbangkan akhir daripada, misalnya, menghapus kepemilikan, atau dengan mengoreksi asumsi faktual tentang bagian terprogram dari gagasan tersebut. Pada setiap titik waktu yang berturut-turut, gagasan yang telah ada, memberikan bentukdan isipada kecenderungan yang belum terbentuk dari penganut-penganut baru; hal ini memberi bentuk pada dorongan

sebelumnya yang potensial untuk berbagai kondisi. Beberapa dari potensialpotensial ini tertutup dengan munculnya gagasan yang belum ada sebelumnya; jalan yang tepa membentang bagi mereka yang cenderung untuk bergerak dengan arah umum tertentu. Pada suatu waktu akan nampak bahwa hubungan antara gagasan yang ada dengan calon gagasan serapan yang masih dalam pencarian merupakan proses yang singkat, yang tidak lebih lama dari waktu yang dihabiskan untuk menemukan gagasan yang telah ada dan untuk menyerapnya. Akan tetapi yang seperti ini terlalu sederhana; hal ini menyembunyikan kehadiran masa lampau di mana gagasan yang muncul berpindah ke bentuk yang nampak pada waktu pengenalannnya. Tradisi sesuatu yang dihadirkan sebagaimana ia nampak pada waktu pengenalannya merupakan gambaran singkat dan ringkas yang darinya

sejarah riwayat masa lampaunya telah hilang. Mata kepala manusia hanya mampu melihatnya sebagai saat di sini dan sekarang ini; mata manusia tidak melihat lapisan-lapisan pengalaman dan pemahaman masa lampau, dan cerminan masa lampau yang terbentuk dan terbentuk kembali sepanjang sejarah. Gambaran saat itu adalah lapisan atau susunan yang terdiri dari banyak pengenalan-pengenalan, dan pemikiran serta pengenalan kembali yang berurutan sepanjang waktu. Individu yang mendapatkan gagasan menempatkan salah stau posisi dari rangkaian orang-orang yang pemikirannya diambil dari orang-orang sebelum mereka.

Otonomi Individu yang Terbatas Persepsi individu-individu lain sering bertentangan dengan masa lampau di masa kini. Kadang kita mengatakan bahwa pandangan seseorang adalah sangat kuno atau kita mengatakan bahwa pandangan begini dan begitu adalah ajaran dari sekolah ekonomi ini dan itu. Pada pembahasan sebelumnya, sebuah waktu asal mula terkait dengan pandangan dari orang kuno; digambarkan bahwa pandangannya telah diterima dari masa lampau. Beberapa waktu kemudian, pandangan ahli ekonomi dimasukkan dalam tradisi pemikiran ekonomi yang tidak harus merupakan penciptaan baru. Bahkan jika kelampauan asal mula atau hubungan dengan kelampauan tidak begitu jelas ditunjukkan, sifat dan tingkah laku yang dimiliki oleh individu dapat distratifikasi secara temporal semua ciriciri dari sebuah individu ada, dan tentu, di sini dan sekarang ini; akan tetapi banyak dari ciri-ciri ini merupakan keadaan terakhir sebuah tradisi yang telah

bergerak melalui berbagai jarak dari masa lampau dengan berbagai tingkat perubahan. Seperti sebuah kota yang terdiri dari bangunan-banguanan tua dan bangunan-bangunan baru, begitu juga manusia melaksanakan kebiasaan dan memegang kepercayaan yang beberapa diantaranya ada yang tua dan beberapa yang lain lebih baru. Seperti itulah, masuk akal untuk mengabaikan umur ketika menggambarkan kondisi, ukuran, dan bentuk bangunan-bangunan yang ada dalam kota, maka sangat masuk akal untuk mensifati seorang individu sebagaimana adanya waktu itu. Akan tetapi pandangan dalam kedua permasalahan ini cukup dangkal jika mereka mengabaikan dengan radikal umur bangunan atau mengabaikan umur tindakan dan kepercayaan pokok dari seorang individu. Setiap tindakan dan kepercayaan manusia menyimpan riwayat

dibelakangnya, hal ini merupakan tahap akhir sesaat dari serangkaian transmisi dan perubahan dan adaptasi mereka pada lingkungan saat itu. Meskipun setiap orang melahirkan sejumlah besar prestasi masa lampau dalam tindakan dan kepercayaan merweka, ada begitu banyak orang yang gagal untuk

menyaksikannya. Merupakan suatu prestasi yang luar biasa dalam segi moral dan filsafat politik untuk menerima keberadaan hakikat diri manusia sebagai sebuah penentu diri dalam hal kebulatan moral yang lepas dari dosa asal dan dari kerja keras warisan masa lampau yang gelap. Yang paling baik adalah dengan menghapus dari manusia semua yang datang dari masa lampau dan yang merintangi mereka untuk menyelesaikan ekspresi dan peraturan diri secara sempurna. Merupakan

suatu prestasi yang luar biasa dari masyarakat modern untuki mencoba menilai manusia denan mempertimbangkan tindakan dan watak mereka sendiri dan tidak hanya sebagai perwakilan dari garis keturunan biologis maupun sosial. Banyak kemajuan yang telah dicapai dalam hal ini. Akan tetapi hal tersebut mempunyai batasannya sendiri. Tidak diragukan lagi ada banyak orang yang melihat masa lampaunya hanya sebagai permulaan kelahiran mereka sendiri. Mereka mepercayai bahwa itu terletak dalam kekuatan mereka untuk emngatur keseluruhan keberadaan mereka dengan keputusan mereka sendiri dan keputusan mereka dari kalangan rekan-rekan semasa. Mereka ini adalah orangorang yang organ atau perasaan terhadap masa lampaunya benar-benar kosong, dan mereka ini tentu saja salah.

Tradisi Sebagai Titik Permulaan Dan Penyusun Kepercayaan Serta Kebiasaan Baru
Isi tradisi yang berlaku dalam masyarakat yang berbeda-beda merupakan sesuatu yang sangat beraneka ragam. Tanggapan-tanggapan terhadap tradisi ini juga beragam (selektif). Bahkan apa yang nampak sebagai suatu untaian tunggal yang serasi juga merupakan subyek untuk sebuah tanggapan selektif. Kepastian suatu tradisi merupakan hal yang lebih rumit daripada kelihatannya. Setiap tradisi, bagaimanapun sempit dan luasnya, memberikan kemungkinan untuk berbagai tanggapan. Setiap tradisi, meskipun sangat pasti, membuka kemungkinan untuk suatu keaneka ragaman tanggapan.

Penolakan Selektif dari Tradisi Hanya tradisi yang berhenti untuk dimiliki yang dipandang dengan pengabaian. Pengabaian pada tradisi yang dihadapi ini sangat jarang, jika pengenalannya cukup tersebar luas dan jika mereka yang memperkenalkan tradisi tersebut berada pada posisi untuk memaksa masyarakat agar memperhatikannya, bahkan jika mereka tidak dapat memaksa masyarakat untuk menerimanya. Penolakan yang dilakukan dengan berusaha untuk menemukan sebuah tradisi yang pembanding atau tradisi alternatif, biasanya terbatas pada keluarga yang sama dari tradisi tersebut. Pelepasan diri dari genggaman tradisi moral di jaman Victoria dibantu dengan keberadaan tradisi individualisme romantis. Tradisi moralitas di jaman Victoria, sebagaimana ia berkembang dalam ruang lingkup dan ketaatan menjadi terlalu lemah bagi seorang yang peka untuk mengembannya, tradisi tersebut tidak lagi dapat diemban. Hal itu nampak sebagai kehidupan yang sudah sangat jenuh dengan semacam tingkat yang tidak memberikan ruang untuk pemuda yang peka dan punya semangat yang lembut, serta bagi orang yang lebih tua juga, untuk mengungkapkan apa yang menggerakkan mereka. Kehancuran ini disebabkan oleh kesombongan idealismenya dan Protestanism yang keras, juga oleh tradisi romantisme alternatif yang berasal dari keuarga tradisi yang sama, yaitu tradisi individualisme. Sebuah tradisi biasanya tidak sampai pada titik jenuh setinggi tingkat kejenuhan moralitas Victorian ketika dihadapkan pada penerima aktual dan persepektifnya. Meskipun demikian, tradisi tersebut datang sebagaiman ia datang dan menjadi perhatian generasi penerima yang dimaksudkan, di belakang tradisi

ada sebuah proses akumulasi perbaikan dan argumen otoritas yang tidak pernah kehabisan kemungkinan untuk kenekaragam penafsiran. Pada setiap titik waktu dalam konteks perkembangannya, sebuah tradisi atau kepercayaan atau aturanaturan perbuatan merupakan sebuah campuran dari unsur-unsur yang terusmenerus ada dan kenaikan serta inovasi yang semuanya menjadi bagian perkembangan tersebut. Campuran tersebut adalah campuran di mana hal-hal yang relatif yang telah ditentukan di dalamnya adalah tidak dapat dibedakan dari unsur-unsur yang telah berlangsung lebih lama. Pengamat eksternal dengan ketajaman yang cukup mungkin akan secara retrospektif (berhubungan masa lampau) melihatnya sebagai sesuatu yang tidak seleseai dan tidak lengkap dan oleh karena itu membuka perluasan dan elaborasi akan tetapi bagi penerima yang berpandangan ke depan itu mungkin kelihatan sebagai sesuatu yang tunggal dan utuh. Pada kenyataannya tidak ada sesuatupun yang disebut sebagai tradisi merupakan sesuatu yang tunggal; masing-masing unsurnya terbuka untuk penerimaan, perbaikan atau penolakan. Tanggapan terhadap suatu tradisi dapat saja selektif. Bahkan mereka yang meyakini bahwa mereka sedang emnerima atau menolak keseluruhan hal, melakukannya dnegan selektif. Bahkan mereka yang menolaknya (dengan pura-pura), mereka masih berpegang pada sebagian besar dari tradisi tersebut. Genggaman masa lampau merupakan peristiwa yang menjadi bukti dalam revolusi yang menuntut untuk melepaskan diri sepenuhnya dari masa lampau masyarakat mereka sendiri.

Kesinambungan di Tengah Inovasi

Sebuah tradisi, sebagai sebuah penafsiran tertentu atau cara dalam menafsirkan sebuah teks sakral, sebuah corak tertentu lukisan atau bentuk novel tertentu, sekali dibangun dan diperkenalkan melalui kewenangan dapat dimiliki selama-lamanya. Meskipun demikian, dalam kategori-kategori kegiatan manusia yang menarik minat seseorang yang mempunyai kecerdasan dan imajinasi yang kuat, nampaknya tradisi tersebut tidak begitu alma di pegang dalam pola yang sama seperti ai dulu diterima. Bahkan sebuah teks sakral atau catatan-catatan yang kuang sakral yang diingat dalam memori dan didukung dnegan versi terteulis, tidak dapat sepenuhnya tetap tanpa perubahan. Sebuah ritual mungkin dapat bertahan sepenuhnya tanpa berubah melewati banyak generasi, akan tetapis sebuah tradisi sebagai prestasi intelektual tidak bisa seperti itu. Mungkin merupakan ekinginan penerima untuk taat sepenuhnya pada ketentuanketentuan yang telah mereka terima tapi sepenuhnya tiu sendiri menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab dan perlu dijawab. Jika itu merupakan sebuah kode resmi atau kode moral, atau sebuah sistem filsafat, kecenderunagn yang sangat besar dengan pemikiran yang kuat untuk memahaminya dengan lebih baik akan memerlukan ketajaman utnuk melihat masalah-masalah yang tidak terlihat hingga saat ini yang akan emmerlukan formulasi baru, hal ini akan memerlukan berbagai tingkat perubahan. Kecenderungan untuk membuatnya dapat diterapkan pada kondisi tertentu juga akan meperkuat perubahan. Perubahan pada penerimaan semacam itu terjadi bahkan ketika tradisi dianggap sebagai suatu yang sakral dan sang pencetus mungkin berada dalam kesadaran penuh bahwa dia sedang mentatati tradisi

sebagaimana ia menerimanya. Tradisi dalam bentuk dan karya sastra sedikit kurang sakral, meskipun telah ada jangka waktu ketika mereka mendekati status inipersyaratan tentang tiga kebulatan dalam struktur karya drama akan tetapi ada peraturan warisan dalam penciptaan karya sastra dan karya seni yang menekan unsur minimal dari sesuatu yang benar-benar baru. Sebuah lukisan hasil reproduksi lukisan lain hanya merupakan sebuah sebuah tiruan dan terpisah sari sejarah perdagangan dan tatakrama, akan tetapi tidak terpisah dari sejarah dunia seni lukis. Sebuah novel yang merupakan reproduksi yang persis sama dari novel aslinya dengan nama pengarang yang berbeda bukanlah sebuah tiruan, tapi merupakan plagiarisme dan hal semacam itu tercatat dalam sejarah sebagai kejahatan dan kegilaan yang sangat buruk yang tidak masuk dalam sejarah dunia sastra. Dalam dunia sastra tradisi-tradisi dapat berkembang dan tidak hanya menjadi titik permulaan bagi karya-karya lain yang, walaupun mirip dalam beberapa hal dalam bentuk dan mungkin dalam isinya, harus berisi sebuah unsur penting untuk dikatakan suatu hal yang baru. (Hal ini tidak menghalangi adanya unsur yang identik yang juga penting). Hasrat untuk menciptakan, untuk menemukan suatu hal yang baru ditentukan oleh konsepsi tentang keaslian, nilai keaslian dalam dunia sastra dan seni serta kewajiban untuk menemukan sesuatu yang benar-benar baru yang sesuai dengan peraturan dalam kegiatan keilmuan membuatnya tak terelakkan bahwa tradisi di bidang kegiatan ini harus diperlakukan tidak lebih sebagai sebuah titik permulaan. Pernyataan ini membawa pada pemahaman yang terbatas tentang ciri tradisi akan tetapi mesti diperhitungkan sehubungan dengan nasib tradisi.

Tidak semua tradisi dikacaukan oleh kepentingan keaslian, tidak juga tradisi moral begitu menekan sehingga menimbulkan pemberontakan. Bahkan tradisi yang telah disepakati harus diperbaiki sebagai akibat dari perubahan di mana tradisi tersebut berlaku. Pelaksanaan yang ditentukan oleh tradisi mungkin menjadi tidak mudah di bawah perubahan kondisi ekologi; apa yang mudah bagi seorang petani mungkin tidak mudah bagi seorang pekerja pabrik di perkotaan. Cara pelaksanaan, berada dalam kompetisi dengan cara pelaksanaan yang lain, mungkin ditekan oleh perubahan keadaan pasar. Individu dan institusi harus bertindak dan mempercayai dengan cara yang berbeda dari cara yang mereka gunakan sebelumnya. Tidaklah selalu merupakan imajiansi bebas yang membangkitkan pola-pola baru; tapi sering merupakan kebutuhan untuk menyesuaikan diri. Ada tradisi tertentu yang ditujukan untuk menjadi sesuatu yang lain dari tradisi itu sebenarnya bahkan bagi mereka yang bertahan dalam melakukan dan meyakini dalam kaitannya dengan pola yang ditawarkan kepada mereka dari kepemilikan yang gabungkan oleh mereka yang pergi sebelum mereka. Bagi para pendahulu, tradisi tidak hanya merupakan hak milik tapi juga merupakan titik permulaan untuk tindakan-tindakan baru dan merupakan unsur pokok dalam tindakan-tindakan baru ini.

Perbedaan Kedalaman Tradisi Pada Setiap Individu


Pergerakan tradisi sepanjang waktu mungkin seperti ketahanan monumen sejarah yang kira-kira dibangun pada waktu yang sama, atau seperti sebuah bangunan tua, yang dihuni dan digunakan dan diperbaiki sepanjang tahun, tetap

sama seperti pertama kalinya dibangun dan tetap dianggap sebagai bangunan yang sama. Sektor kebudayaan lebih cenderung seperti yang terakhir kali diubah daripada seperti sebelumnya. Karl Mannheim, dan sebelumnya, Willhelm Pinder mengatakan perhatian pada fakta penting bahwa pada suatu masyarakat modern, beberapa orang (yang memperthatikan keberdaan generasi) menerima

kepercayaan dan melaksanakan kebiasaan yang lebih tua daripada kepercayaan dan kebiasaan yang diterima oleh orang lain. Keanekaragaman ini yang berada pada masa berlakunya ciri-ciri kepercayaan dan kebiasaan pada bagian-bagian masyarakat yang berbeda juga merupakan ciri kepercayaan dan kebiasaan individu. Dalam kategori perbuatan atau kepercayaan apapaun, seorang individu memiliki kebudayaan di mana elemen yang menyusunnya berasal dari masa yang berbeda. Beberapa dari kepercayaannya, khususnya yag didapatkan dari penelitian ilmiah, mungkin saja relatif baru (suatu kepercayaan tentang bagaimana untuk mengurangi kemungkinan untuk menjadi arterioclerotic8) berdasarkan

pengetahuan yang baru saja ditemukan. Bahwa seorang yang sama mungkin saja merupakan anggota Gereja Inggris yang taat, berdoa sesuai dengan buku doa tahun 1962 dan dia mungkin mengenakan pakaian dengan corak kain seperti yang banyak digunakan 50 tahun yang lalu. Dia mungkin juga seorang pelukis dengan corak lukisan yang berkembang pada tahun 1950-an dan mengenakan pakaian model Bohemian9 yang mulai di ciptakan pada tahun 1830-an.
8 Yang berhubungan dengan penyakit nadi/arterial: atherosclerosis yaitu suatu penyakit arterial umum di mana terjadi peningkatan daerah lapisan degenerasi dan kolesterol yang membentuk permukaan dalam (lapisan kecil) arteri. Hal ini menyebabkan terhalanginya aliran darah ketika darah menggumpal pada permukaan dalam arteri yang kasar. 9 Seseorang, biasanya penulis atau seniman yang hidup dengan gaya yang menyelisihi kebiasaan masyarakat.

Jika kita mengambil sebuah kalimat atau paragraf tunggal yang ditulis atau diucapkan oleh seorang kontemporer (yang hidup semasa), kata-kata yang menyusun kalimat atau paragraf tersebut mempunyai sejarah jangka waktu dengan panjang yang berbeda dan sangat sedikit dari kata-kata tersebut yang telah diciptakan dalam generasi pembicara atau penulis sendiri. Hampir tidak ada satupun yang diciptakan oleh seseorang yang mengucapkan atau yang menulis kalimat ata paragraf. Kata-kata mendapatkan makna, pengucapan dan pelafalan aktualnya pada berbagai waktu di masa lampau, dan banyak dari kata-kata tersebut sudah berumur paling tidak beberapa abad. Dan di luar bentuk dan makna khusus yang telah ditunjukkan oleh kata-kata tersebut, kata-kata tersebut biasanya ada sebelumnya dalam jangka waktu yang lama dalam bahasa sebelumnya. Kepercayaan politik kita adalah sedikit berbeda; kepercayaan yang baru saja didapatkan pada kenyataannya mungkin telah lama ada sebelum individu tertentu merubahnya; yang lain mungkin juga telah baru saja mempertimbangkannya tapi sebelum individu tersebut menemukannya. Kebijakan tentang ketenaga-kerjaan penuh yang digabungkan dengan gagasan kemanusian pada abad ke-18 tentang ketakutan pada kemiskinan, gagasan tentang hak upah pekerja yang

dikembangkan oleh kaum sosialis pada abad ke-19, dan gagasan Keynesian10 yang berkembang pada tahun 1920-an dan 1930-an, serta gagasan kaum monetaris telah berkembang jauh sebelumnya dan sejak saat itu.

Individu Ditentukan oleh Tradisi


10 Dicetuskan oleh John Maynard Keynes (18831946), seorang ahli ekonomi Inggris yang mencetuskan teori yang kemudian sangat berpengaruh bahwa pengeluaran pemerintah harus mengimbangi investasi bisnis yang tidak mencukupi pada masa resesi.

Pengertian masa lampau. Pada suatu waktu, seorang manusia menjadi sesuatu yang diberikan, tidak hanya untuk orang lain tapi juga untuk dirinya sendiri. Karakternya dengan semua kontradiksinya telah terbentuk,

kepercayaannya dengan semua ambiguitasnya telah terbentuk, kemampuan mental dan fisiknya juga telah terbentuk. Karakter, kepercayaan dan kemampuannya mungkin tidak tetap dan mungkin kemudian mengalami perubahan; karakter, kepercayaan dan kemampuan tersebut juga mungkin hanya merupakan penerimaan yang samar-samar dan keliru oleh individu itu sendiri dan oleh orang lain. Meskipun demikian, tiga hal tersebut tampak seperti apa adanya pada waktu dipermasalahkan. Mereka telah tebentuk pada pondasi warisan genetik asli individu lewat proses pengendapan dari pengalaman dan penerimaan tradisi pada suatu waktu tertentu di mana kepercayaan dan kebiasaan tertentu berlaku. Perubahan apapun dalam karakter dan kepercayaannya mungkin kemudian di alami di masa depan, karaketr dan kepercayaannya pada suatu waktu tertentu merupakan apa yang telah terbentuk dan dia peroleh sebelumnya. Beberapa individu lebih labil dari yang lainnya, tetapi, baik dia labil atau kaku, perubahan apapun dapat menjadi pembatalan beberapa pengaruh dari masa lampau. Karakter yang stabil dan terbentuk dengan baik bukanlah merupakan ciptaan individu itu sendiri, bagaimanapun ketatnya penerapan kedisiplinan diri yang diusakan oleh individu tersebut. Kemantapannya tersebut merupakan daerah pengaruh yang tidak tergoyahkan dari pola yang diperoleh dari masa lampau. Bahkan individuindividu yang mempunyai karakter tidak stabil dengan kepercayaan yang bertentangan dan kontradiksi tetap berada dalam genggaman tradisi yang berlaku

di mana mereka hidup; hal ini bukanlah konflik batin asli utama yang mengganggu mereka. Untuk membebaskan sesorang dari pengendapan

kepercayaan yang telah diterima dna dikembangkan paling tidak sama sulitnya dengan mengekang kecenderungan hati. Pada kebanyakan bagian, individuindividu menerima dalam berbagai tingkat apa yang ada pada mereka, yang tidak selalu dengan gembira. Jika mereka berhasil merubah diri mereka sendiri, melarikan diri dari apa yang ada pada diri mereka dan dari keadaan yang mendukung mereka tetap dalam keadaan seperti itu, mereka mendapatkan untuk diri mereka sendiri warisan masa lampau selain dari apa yang sebelumnya ada pada mereka. Mereka biasanya masuk pada daerah yang telah mempunyai peraturan-peraturan, tuntutan-tuntutan dan urgensi-urgensinya sendiri. Mereka mendapatkan sebuah masa lampau yang bukan merupakan masa lampau mereka sendiri. Manusia berkembang dan berubah dalam hal kematangan biologis dan sistem syarafnya dan di bawah tekanan keadaan serta tradisi yang ditunjukkan kepada mereka. Kebanyakan dari mereka seperti mengapung dalam aliran sungai yang bergerak secara konstan dengan sedikit melakukan perlawanan, dan mereka berubah tanpa disadar sebagai respon pada kejadian-kejadian yang mereka temui di sepanjang aliran sungai tersebut. Kejadian-kejadian tersebut mengatur tugastugas dan menawarkan kesempatan-kesempatan, kedua hal ini tentukan oleh tradisi dengan cara yang berbeda. Tugas-tugas tersebut merupakan harapanharapan normatif dan kognitif yang secara luas terbetuk dalam tradisi. Kesempatan-kesempatan tersebut adalah dalam hal sumber daya, fisik, sosial dan

kebudayaam, yang disediakan dengan kriteria tradisi; kesempatan tersebut juga merupakan kesempatan untuk berhubungan dengan tradisi dari jenis tertentu. Dalam konteks tanggapan mereka pada tuntutan dan kesempatan ini, individu memperoleh cita rasa dan keahlian yang sama sekali baru bagi mereka akan tetapi tidak laggi beru bagi kebudayaan di mana mereka masuki. Kepercayaan agama dan perubahan tingkah laku politik mereka, yang berarti bahwa, dalam tradisi yang memberikan kepercayaan dan tingkah lakumereka sebelumnya, mereka bergabung dengan tradisi lain atau menarik kembali cakupan dan isi pemikiran mereka.

Masa lampau sebagai sebuah Komponen. Hampir semua manusia, meskipun mereka cukup banyak berubah, biasanya masih tetap dapat dikenali ketika dilihat setelah selang bertahun-tahun lamanya. Terpisah dari kemiripan penampilan fisik dan postur tubuh, mereka dapat tetap dikenali karena kualitas karakter dan kepercayaan yang berkembang dan diterima di masa lampau terulang di masa kini dengan pola yang mencerminkan pola di masa lampau tersebut. Mungkin mereka berubah dalam sifat dan temepramen. Bagi seseorang untuk merubah dirinya dengan sengaja dengan bantuan psikoanalisis11 merupakan suatu yang sangat berat, dan memang sangat menyakitkan, dan bahkan jika relatif berhasil dalam membebaskan seseorang dari gambaran tertentu masa lampaunya dan atribut-atibut tertentu pada gambaran tersebut, dia tetap dapat dikenali oleh

11 Psychoanalysis: sebuah teori psikologi dan metode terapi yang dikembangkan oleh Sigmund Freud, berdasarkan gagasan bahwa fungsi kehidupan mental pada tingkat sadar dan tidak sadar dan peristiwa-peristiwa di masa kecil semuanya mempunyai pengaruh psikologi yang kuat sepanjang hidup.

dirinya sendiri dan orang lain, yang berarti bahw aia tetap seperti yang dulu. Jika dia berhasil melepaskan diri dari kebiasaan di masa lampaunya sendiri dan masa lampau di mana dia tumbuh, dia menggantikannya dengan kebiasaan yang rasional berhubungan dengan idealisme yang biasanya didapatkan dari tradisi kuno. Melewati perjalanan waktu yang panjang, individu-individu hidup dalam dasar fisik mereka yang dapat dikenali, dan terus-menerus ada, dan mereka sadar akan hal ini. Mereka tidak melihat perubahan dalam diri mereka kecuali ingatan mereka saat itu dan masa lampau mereka adalah bukti keberadaan mereka. Mereka biasanya memiliki nama yang sama. Banyak ciri-ciri fisik mereka yang tidak dapat dikenali sebagai orang yang sama bagi orang lain setelah selang waktu yang panjang. Orang lain yang berhubungan dengan mereka menganggap mereka tetap sama seperti mereka sebelumnya dan hal ini membuat lebih sulit bagi individu untuk melarikan diri dari kesan identitasnya dengan keadaan masa lampaunya. Orang-orang yang pernah mengetahuinya di masa lampau akan mengingatnya seperti apa adanya dia di masa lampau dan mereka menempatkan apa yang mereka lihat saat itu pada kebiasaan masa lampaunya dalam perbuatan dan pemikiran. Ingatan-ingatan ini secara paksa memasukkan individu yang diketahui dalam berbagai kejadian masa lampau pada kesatuan fisik yang ada di masa kini secara bersamaan; mereka membawa masa lampaunya menuju masa kini. Seorang individu mempunyai kesan tentang dirinya sebagai kesatuan fisik yang ada secara terus menerus yang pada hakekatnya kurang lebih sama

sepanjang waktu; pada dasarnya dia melihat dirinya sebagaimana sebelumnya. Dia mengingat kejadian-kejadian teretntu dimana dia terlibat di dalamnya dan dia mengingat pengalaman-pengalaman itu sebagaimana terjadi secara berurutan terhadap dirinya. Citra dirinya, gambaran tentang identitas diri, yang nampak pada orang lain dengan beraneka ragam, dalam semua perwujudannya yang berbeda, adalah tidak selalu pada urutan terdepan dalam pemikirannya; pentingnya citra ini bergerak naik turun dalam pemikirannya, akan tetapi karakter, ingatan dan temperamennya yang merupakan rekaman samar-samar bekerja secara lebih terusmenerus. Kesan dan citra tentang identitas dirinya sendiri ini bukan hanya sebuah produk kejadian-kejadian masa lampau, tapi di dalamnya juga berisis rujukanrujukan kepada masa lampau. Jika seorang berfikir tentang dirinya, tidak hanya tentang keinginannya tapi tentang dirinya dia akan sering berfikir tentang jenis kelaminnya, usianya, keluarganya, etniknya, negaranya dan hubungan agamisnya, tempat-tempat di mana dia dibesarkan dan dididik serta profesi atau pekerjaannya. Banyak dar ciri-ciri ini ditetapkan sesuai sejarah. Jika dia berfikir tentang keluarganya dia akan berfikir tentang orang tuanya dan mungkin juga tentang kakek dan neneknya; hubungan etnisnya juga ditentukan oleh nenek moyangnya. Jika dia beragama kristen, kejadian bersejarah tertentu akan sesekali masuk dalam fikirannya, yang semuanya tentang kehidupan Yesus. Jika dia berfikir tentang kenegaraan, dia akan berfikir tidak hanya tentang lokasi dan gambaran geografis tapi juga tentang perubahan-perubahan bersejarah salam negaranya. Jika dia seorang pekerja yang sadar akan kelasnya dia akan berfikir tidak hanya tentang konflik-konflik yang timbul saat itu, tapi juga tentang konflik

kepentingan jangak panjang. Jika dia bekerja di suatu bidang dalam pendidikan, dia akaa berfikir tentang beberapa tokoh penting yang membangun bidang yang digelutinya dan yang menandai hierarki penghargaan yang dengannya ia menilai tentang dirinya sendiri. Apa yang dianggap individu sebagai masa kini, yang berbeda dari masa lampau, adalah, tentunya tidak hanya sekedar masa kini. Yaitu hanya sesaat yang berlalu dengan cepat. Masa kini selalu mencakup paling tidak sedikit dari bagian lalu; batasan pada dua masa ini benar-benar sangat tipis san seperti bayangan. Sebagaimana abad ini telah berjalan maju, masa lampau kelihatannya dipersingkat sehingga hanya meliputi beberapa tahun saja; di akhir abad lalu dan di awal abad ini, masa kini seseorang nampaknya telah mencakup orang-orang yang ditandai di dalam ingatannya dengan keterlibatan orang-orang tersebut pada peristiwa-peristiwa yang terjadi melewati waktu yang lebih panjang dalam konteks kehidupannya sendiri, meskipun demikian, masa lampaunya belum hilang sepenuhnya dari citranya terhadap dirinya sendiri.

Memori: Rekaman Masa Lampau. Memori (ingatan) adalah suatu tempat yang menyimpan di masa kini rekaman peristiwa-peristiwa yang dialami di masa lampau dan pengetahuan yang diperoleh dengan merekam dan mengingat pengalaman orang lain baik yang masih hidup atau yang sudah mati. Citra (gambaran) seseorang tentang dirinya ditentukan oleh apa yang telah ia simpan dalam memorinya dari pengalaman-pengalamannya sendiri tentang tindakan orang lain yang berhubungan dengan dirinya dan pemutaran imajinasinya di masa

lampau. Stabilitas karakter seseorang, bagi pengamat luar dan bagi dirinya sendiri, adalah mungkin hanya dengan penyimpanan dalam memori tentang apa yang ia yakini sebelumnya, tentang apa yang ia alami sebelumnya. Semua hal ini yang disimpan dalam memori merupakan bagian penting dari apa yang ia pikir tentang dirinya. Kesannya tentang identitas dirinya sendiri merupakan sebagian persepsi sekarang tentang masa lampaunya. Individu seperti yang ia pikir tentang dirinya, mencakup hal-hal yang tidak dibatasi oleh pengalaman-pengalamannya sendiri; tidak juga persepsinya dibatasi oleh rentangan hidupnya sendiri. Citra tentang diri sampai masa lampau di luar apa yang terkandung dalam raga seseorang pada saat membayangkan, untuk bergabung, sebagai bagian dari potret diri dan karakter, ciri-ciri orang lain di masa lampau, dari keluarga yang sama, atau jenis kelamin yang sama, atau dari usia yang sama, kelompok warna kulit atau etnis yang sama, atau tempat tinggal yang sama, dari kepercayaan agama yang sama, atau hubungan institusional. Memori dilengkapi tidak hanya dengan ingatan tentang kejadian-kejadian yang dialami oleh individu sendiri tapi juga dari memori orang lain yang lebih tua yang pernah berhubungan dengannya. Dari memori mereka tentang pengalaman mereka sendiri yang sering dialami lebih dulu daripada pengalaman individu tersebut, dan dari karya tertulis dengan berbagai perubahannya, gambarannya tentang diri yang lebih luas membuatnya memasukkan peristiwa-peristiwa yang terjadi baru saja atau yang sudah lama terjadi, di luar pengalamannya. Yaitu, pengetahuannya tentang masa lampau yang dilengkapi dengan sejarah keluarganya, lingkungan tempat tinggalnya, kotanya, komunitas agamanya,

kelompok etnisnya, kewarganegaraannya, sejarah negaranya dan sejarah kebudayaan yang lebih luas yang telah dia terima. Pandangan yang menganggap masa lampau seseorang hanya sebagai pertemuan genetik yang signifikan, memang, mendapatkan banyak tentangan; pengertian masa lampau tidak akan terbatas pada ruang sesempit itu. Kebanyakan manusia bahkan pada masyarakat modern, memiliki sebuah keinginan untuk bisa membangun dan mengetahui masa lampau prenatalnya (sebelum kelahirannya). Yang seperti itu adalah perasaan yang biasanya berisi ketepatan dengan ukuran yang sangat kecil mewajibkan adanya obyek di masa lampau, bagaimanapun samar-samar dan terpisah-pisah persepsi tentang obyek tersebut. Tidak juga kesan tentang masa lampau tertinggal di sebuah masyarakat yang luas dengan mengisi masa lampau lewat penyusunan garis keturunan biologis. Pengertian tersebut menjangkau lebih jauh ke masa lampauseperti ia menjangkau jauh di luar masa kiniterhadap definisi diri yang yang mencakup pekerjaan, kelas sosial, agama, etnis, dan kewarganegaraan sebagai istilah-istilah yang digunakan untuk menggambarkan masa lampaunya. Gambaran individu tentang pekerjaannya sendiri dan pekerjaan leluhurnya, tentang kelas sosial dan agamanya sendiri juga kelas sosial dan agama leluhurnya, disampaikan oleh orang tuanya kepadanya; bahkan gambaran tentang etnis dan kewarganegaraannya pertama kali sampai kepadanya dari orang tuanya dan dari orang lain yang menyampaikan tradisi ini. Jika dia berganti pekerjaan, sudah ada sebuah tradisi yang mengatur gambarannya tentang pekerjaan baru tersebut. Seorang manusia pasti sadar akan dirinya, bahkan kadang-kadang bangga

dengan dirinya, tentang masa lampaunya yang luas dan tidak hanya masa lampaunya sendiri yang dibentuk oleh aktivitas-aktivitasnya selama masa hidupnya. Dia jarang sekali mengabaikan perasaannya tentang masa lampau tersebut; atau bila dia tampak mengabaikan hal ini mungkin akibat dari masa lampau yang timbul berkenaan dengan status tertentu leluhurnya dan masyarakat leluhurnya. Pengalaman-pengalaman individu tentang leluhur-leluhurnya leluhur biologisnya dan leluhurnya yang pertama kali menjadi anggota kelompok atau perkumpulan di mana ia menjadi salah satu anggotanyabiasanya menempati posisi yang kurang penting dalam memorinya daripada pengalaman-pengalaman yang dialami seorang individu dalam masa hidupnya sendiri. Meskipun demikian, perasaan terhadap hal-hal di masa lampau dan, yang lebih dalam, kategori masa lampau, tertanam dalam pikirannya dengan semua sejarah yang tertulis atau yang tidak tertulis yang ditunjukkan pada orang-orang yang tumbuh dalam masyarakatnya. Kesan (pengertian) tentang masa lampau merupakan sebuah organ dalam pikiran manusia. Pengetahuan tentang masa lampau, rasa hormat terhadap masa lampau, hal-hal yang terkait dengan masa lampau, imitasi ke masa lampau, rasa benci terhadap masa lampau, tidak akan pernah ada tanpa organ semacam itu yang membuka diri untuk menerimanya. Organ di mana kesan tentang masa lampau terbentuk di dalamnya seperti rasionalitas atau sisiabilitas, sebuah kategori yang muncul tentang aktivitas mental manusia. Mengingat dan menerima memori merupakan aktivitas yang dengannya kesan tentang masa lampau didapatkan. Hasrat untuk mengetahui masa lampau,

untuk menempatkan diri masa kini dalam sebuah setting masa lampau walau hanya sementara, unuk berpikir tentang asal mula seseorang disajikan oleh memori seseorang, orang-orang yang lebih tua darinya, atau dengan penemuan historiografi (penulisan sejarah)tentang apa yang telah terlupakan atau apa yang belum pernah diketahui. Selain itu juga disajikan oleh imajinasi, yang mendukung atau menggantikan memori bila memori tersebut gagal. Seorang individu dapat menerima tradisi meskipun ia hanya mempunyai kesan yang sangat lemah tentang masa lampau. Individu beraneka ragam dalam hal kekuatan, kejelasan, dan kekhususan kesannya tentang masa lampau sebelum kelahiran mereka. Keinginan untuk mengetahui masa lampau tersebar secara tidak merata di antara manusia. Pada beberapa individu, bagian atau jenis masyarakat keinginan tersebut sangat kecil. Para leluhur juga dikenang dengan tingkat yang beraneka ragam terutama di masyarakat perkotaan modern. Pengetahuan tentang masa lampau akan memperkuat kesan terhadap masa lampau dengan membangkitkan kenangan tentang tokoh-tokoh, obyek-obyek, peristiwa-peristiwa dan kepercayaan-

kepercayaan masa lampau. Sementara itu, kepedulian untuk mengetahui masa lampau lahir dari kesan terhadap masa lampau

Hidup Di Masa Lampau. Pengetahuan dan kepekaan terhadap masa lampau membawa gambaran masa lampau kepada masa kini. Pengetahuan dan kepekaan tersebut tidak perlu membuat gambaran tersebut menjadi pedoman tingkah laku di msa sekarang. Gambaran-gambaran masa lampau meupakan

tradisi tapi tidak sama seperti cara-cara tradisional dalam menilai kejadiankejadian masa kini atau cara-cara tradisional untuk bertindak ataupun tujuantujuan tradisional. Keduanya adalah dua tradisi dalam dua pengertian: mereka membawa masa lampau sebagai suatu gambaran menuju masa sekang dan mereka membawa gambaran masa lampau, di masa lampau, menuju masa kini. Mereka menjadikan gambaran-gambaran masa lampau tersedia sebagai obyek pelengkap masa kini, mereka meningkatkan kesempatan bahwa kekuatan normatif hal-hal dari masa lampau akan menjadi efektif. Tapi mereka tidak menjamin bahwa mereka akan membantu pemenuhan kekuatan-kekuatan normatif tersebut. Sebuah masyarakat yang dipenuhhi dengan lembaran-lembaran masa lampaunya tidak mengharuskan bahwa masyarakat tersebut menyukainya. Studi ilmiah tentang masa lampau yang panjang mungkin dikembangkan dengan penuh perhatian dalam masyarakat di mana penduduknya hanya mengetahui sedikit tentang masa lampaunya, dan di mana bahkan para siswa di sekolah-sekolah tidak mempunyai rasa hormat atau kecintaan sedikitpun terhadap masa lampau. Meskipun demikian, masa lampau tidak hanya sekedar sebuah obyek ilmu pengetahuan faktual atau memori, tidak juga masa lampau hanya sekedar masa lampau sesorang atau leluhurnya, atau masa lampau masyarakat yang sangat jauh dalam ruang dan waktu. Memiliki kesan tentang masa lampau dan penerimaan pengethauan tentang mas alalu tidak selalu membangkitkan rasa penghargaan pada unsur-unsur sejarah yang jauh dari dirinya, tidak juga dengan memiliki sebuah gambaran dirinya di masa kini akan membuatnya bahagia karenanya. Seseorang mungkin keliru

menjadi anggota perkumpulan gereja atau perkumpulan yahudi atau perkumpulan orang-orang Ukraina di masa lampaunya dan ingin memperbaikinya dnegna merubah afiliasi keagamaannya dan juga prakteknya atau dengan merubah nama keluarganya. Pengertian semacam ini tentunya tidak terlalu menimbulkan keinginan untuk menghidupkan masa lampaunya sehingga masa kini dan masa depannya akan seperti masa lampau yang ia inginkan. Untuk menghidupkan kesan tantang masa lampau tidak membutuhkan hal semacam itu. Kadang-kadang pemilik-pemilik gambaran masa lampau ini membanggakan dirinya dan kadangkadang mereka tidak punya perasaan yang kuat, atau juga terkadang mereka menolaknya dnegan keras. Rekaman tentang masa lampau memberikan kekuatan untuk membangkitkan kedekatan; rekaman ini menyajikan obyek-obyek yang ada yang dengannya kedekatan tersebut dapat ditimbulkan melalui peristiwa-peristiwa tertentu karena obyek-obyek tersebut mempunyai hubungan dengan peristiwaperistiwa di masa lampau yang terekam dalam gambaran diri seseorang. Misalnya, seseorang yang menganggap dirinya sebagai seorang Yahudi-Amerika mungkin akan dibangkitkan oleh kejadian-kejadian di Timur tengah, atau sebagai IrlandiaAmerika yang akan dibangkitkan dengan kejadian-kejadian di Republik Irlandia, karena mereka mempunyai kesan tentang masa lampau leluhur mereka di Timur tengah dan Irlandia, meskipun baik orang Yahudi atau Irlandia tersebut tidak pernah sekalipun mengunjungi tempat yang menjadi bagian daerah atau negara yang mereka yakini bahwa leluhur mereka pernah tinggal di daerah atau negara tersebut. Manusia kadang-kadang dapat melepaskan dirinya sepenuhnya dari perasaan sentimen pada gambaran masa kini terhadap masa lampaunya. Jika

mereka dapat terlepas dari keluarga atau garis keturunan mereka, mereka akan tergabung dalam kelompok etnisnya, suku atau kewarganegaraan, ras ataupun komunitas bahasanya dan hal ini membuat mereka menganggap bahwa masa lampau kelompok-kelompok ini sebagai masa lampau mereka sendiri. Gambaran tentang masa lampau merupakan gudang yang penuh dengan obyek-obyek penguat timbulnya kedekatan terhadap masa lampau. Kesan tentang masa lampau menemukan obyek-obyeknya yang ditempatkan oleh sejarah, kesan tersebut membangun batasan-batasan yang ditentukan oeh apa yang diyakini oleh leluhurnya. Batasan-batasan yang dibentuk oleh gambaran tentang masa lampau ini kadang-kadang menekan tingkah manusia. Kepekaan terhadap masa lampau tersebut sangat selektif dalam memilih di antara pengalaman-pengalaman masa lampau seseorang, tingkah laku,

kepercayaan dan adat istiadat (kebiasaan), dan hal ini sangat bervariasi dalam bentuknya. Kewajiban-kewajiban yang dituntut oleh masa lampau yang harus diterima kadang-kadang merupakan kewajiban untuk mengenang, memperingati dan menghormati; kadang-kadang kewajiban untuk meniru atau menyamai. Kemungkinan akan muncul perbuatan yang sangat tidak jelas, sangat umum dan berlebih-lebihan dalam usaha untuk menyamai pada waktu peringatan tersebut. Pola usaha yang dilakukan untuk menyamai ini terkadang lebih umum dari peristiwa, gerakan atau tokoh masa lampau yang sedang diperingati. Pola ini dilaksanakan secara berlebih-lebihan dan sambil lalu. Kedekatan dengan bayangan masa lampau, dengan masa lampau yang sudah tertanam dalam memori lewat buku-buku, bangunan-bangunan, tugu-tugu

peringatan dan gambar-gambar memerlukan sebuah langkah ke masa lampau tersebut. Dengan melibatkan terputusnya tradisi berkesinambungan yang datang di ambang masa kini, dapat membangun kedekatan dengan masa lampau. Humanisme pada masa Renaissance (kebangkitan kembali) Italia merupakan sebuah usaha untuk hidup di masa lampau, neoclassicism12 di Jerman, medievalism13 pada abad ke -19 di Perancis, pre-Raphaelitism14 dan pergerakan dalam dunia seni lain, serta ukiran-ukiran juga merupakan usaha untuk hidup di masa lampau. Begitu juga drama dengan simbolisme Republik Romawi di Perancis di bawah pemerintahan para Jacobin15. Ada juga jejak-jejak yang

berceceran dari keinginan semacam itu pada waktu munculnya Fascist16 di Italia di mana simbol-simbol Kekaisaran Rumawi ditunjukkan. Usaha untuk membangun kembali pola kehidupan masa lampau ini dan untuk hidup di dalamnya, untuk menggunakannya sebagia sebuah model untuk rekostruksi khusus sebuah lingkungan aktivitas-aktivitas masa sekarng

mempunyai kesempatan untuk berhasil yang sangat terbatas, jika kesempatan itu memang benar-benar ada. Karena sesuatu hal, snagat sedikit orang-orang yang mencintai masa lampau dengan begitu bergairah sehingga mereka berharap dapat mengorbankan, bahkan seandainya mereka mampu, semua yang mereka terima
12Kebangkitan kembali dalam dunia seni dan arsitektur pada abad ke-18 dan ke-19 yaitu untuk menghidupkan kembali karya seni dan arsitektur dengan corak simetris sederhana dari Yunani dan Romawi kuno. 13 Adat istiadat, kebiasaan dan kepercayaan yang berlaku di Eropa pada abad pertengahan. 14 Dari nama seorang pelukis besar Italia (1483-1520) dia terkenal dengan lukisan-lukisan religiusnya. Nama aslinya Raffaello Sanzio 15 anggota kelompok ekstrim sayap kiri yang didirikan selama Revolusi Perancis. Pada tahun 1793 mereka menggulingkan pemerintahan pendukung republik yang lebih moderat, Girondist, hal ini memungkinkan Robespierre pemimpin kelompok tersebut untuk memulai Pemerintahan yang penuh dengan terror dan untuk menerapkan undang-undang revolusioner 16 pemerintahan yang ditandai dengan kediktatoran, kontrol sentral usaha perorangan/swasta, penekanan pada semua oposisi, dan nasionalisme ekstrim di Italia (antara tahun 1922-1943). Tokoh: Benito Mussolini

dari masyarakat di jamannya sendiri. Sebagai tambahan dalam hal sulitnya untuk bisa melepaskan diri dari kegembiraan atau tekanan dari dunia masa kini, mereka tidak akan bisa melarikan diri dari tradisi yang telah tertanam dalam diri mereka, dalam benak mereka. Mereka adalah seperti apa adanya diri mereka karena mereka telah dibentuk oleh tradisi yang telah mereka terima, dan oleh lingkungan masa kini di mana mereka telah berinteraksi di dalamnya. Untuk hidup di sebuah lingkungan yang merupakan tiruan masa lampau sebagai sebuah model dan untuk melakukan hal seperti itu sebagai seseorang yang tumbuh di masa kini adalah sangat jauh berbeda dengan hidup dalam keadaan yang dibentuk oleh interaksi dari tradisi yang berlaku dan kepentingan-kepentingan yang tidak dapat dihindari, dan untuk melakukan hal seperti itu sebagai seseorang yang dibentuk oleh tradisi dan kepentingan tersebut. Hidup di masa lampau yang paling baik adalah pada keadaan yang sangat selektif dan parsial. Karena, lebih baik atau lebih buruk, tradisi yang berkesinambungan dan kepentingan sekarang memberikan sebuah lingkungan bagi individu di mana ia tidak akan pernah bisa melarikan diri sepenuhnya darinya. Hal ini tidak menyangkal bahwa suatu situasi masa lampau dapat digunakan sebagai ukuran untuk menilai masa kini. Tidak juga hal ini menyangkal bahwa gambaran masa lampau dapat menjangkau melalui campurtangan waktu dan menjadikan masa lampau sebagai suatu model dalam banyak aspek kehidupan, seperti yang telah terjadi beberapa kali yang tercatat dalam sejarah dunia seni dan berkali-kali dalam sejarah filosofi dan adakalanya dalam seni dekorasi. Sama sekali tidak disangkal bahwa masa lampau dapat dicintai, dengan penuh kegembiraan dipelajari dan juga dirindukan.

Kesan Masa lampau dan Historiografi17

Asimilasi kepercayaan, kebiasaan dan artifak-artifak dari masa lampau berbeda dengan pembentukan gambaran tentang masa lampau. Tradisi memberikan pada masakini hal-hal yang diciptakan dan dilakukan di masa lampau; hal ini mencakup kpercayaanpengetahuan ilmiah dan keilmuan, keyakinan keagamaan, konsepsi tentang tatanan yang benar dalam masyarakat, norma-norma tingkah laku dalam kehidupan pribadi dan umum, gambaran-gambaran tentang masa lampau mesyarakat seseorang, masa lampau masyarakat yang lain, dan masa lampau manusia secara keseluruhan juga merupakan tradisi. Dalam hal ini, tradisi dan historiografi sangat dekat satu sama lain. Pendirian dan pengembangan gambaran tentang masa lampau adalah tugas historiografi. Yaitu historiografi tersebut menciptakan gambaran transmisi sebagai tradisi. Historiografi kritis atau ilmiah membahas tentang gambaran tradisional, atau yang diterima dari masa lampau dan bertujuan untuk mengkritiknya atau memperbaikinya. Baik historiografi analitik, moralisme atau ilmiah masing-masing mempunyai tradisi yang tepat untuk gambaran-gambarann tersebut. Setiap kecenderungan pemikiran manusia yang menuntun pada penciptaan dan praktik universal historiografi berkerabat dengan kevenderungan-kecenderungan yang menuntun manusia untuk membayangkan asal mula mereka dan perkembangan mereka sebelumnya, untuk memeproleh legitimasi dari kelampaun sesuatu, untuk menanamkan popularitas tokoh

17 penulisan sejarah berdasarkan disiplin ilmiah seperti analisis dan evaluasi materi sumber.

(pahlawan) masa lampau dan untuk menempatkan model tingkah laku dan organisasi masyarakat di masa lampau. Dalam kesan masa lampau itu sendiri tidak punya isi tapi kesan tersebut mencari isi dari masa masa lampau yang baru saja berlalu atau yang sudah lama berlalu. Pada masyarakat Barat kuno, sejarawan yang paling terpandang mengkaji tentang masa lampau yang baru saja berlalu. Kesan masa lampau menemukan masa lampau dalam sejarah garis keturunan atau grup etnis dan bangsa. Kesan tersebut menemukan masa lampau di luar batasan-batasan yang ada dalam rekaman peradaban masa lampau yang darinya kepercayaan, pola kebiasaan, dan pekerjaan telah diwariskan. Banyak tradita (tradisi) dan proses transmisinya seringkali hanya mempunyai sedikit rujukan temporal; mereka hanya datang dari masa lampau tapi tidak selalu berbicara tentang masa lampau. Tradita ditawarkan oleh historiografi dan peningkatan serta perbaikan yang dilakukan olehnya di dalamnya adalah secara eksplisit temporal dalam rujukannya.

Historiografi Kritis atau Ilmiah Historiografi merupakan suatu cara untuk membangun atau memperbaiki sebuah gambaran tentang apa yang terjadi di masa lampau. Historiografi modern telah mengoreksi tradisi yang membawa gambaran tentang masa lampau menjadi milik generasi masa kini. Hal itu telah dilakukan dengan perkembangan dan penggunaan teknik untuk mempelajari sumber-sumber kontemporer dengan peristiwa-peristiwa yang digambarkan atau dirujuk oleh sumber-sumber tersebut.

Juga, melalui arkeologi, epigraphy18, numismatics19, dan dokumen tertulis diambil sebagai sumber informasi yang sebelumnya belum digunakan oleh sejarawan. Historiografi sistematik, kritis atau ilmiah yang mengkaji tentang sumbersumber dan pencarian kontradiksi serta ketidaksamaan menawarkan suatu pemikiran yang diakui kebenarannya. Historiografi tersebut berbeda dengan tradisi dalam artian historiografi yang belum diteliti kebenarannya berdasarkan laporan-laporan lisan atau tertulis yang tidak berdasarkan bukti yang dapat di teliti secara independen oleh sejarawan yang masih hidup. Historiografi kritis modern tidak berhubungan dengan tradisi lisan atau tertulis, baik tradisi tersebut merupakan dongeng tanpa diketahui pengarangnya atau karya besar seperti Thucydides dan Herodotus yang tidak mengutip dokumen lain yang dapat diperiksa oleh sejarawan lain. Dipertimbangkan untuk membangun kebenaran atau kepalsuan dari laporan historiografi yang diwarisi dengan kritik terhadap teks tertulis dan dengan membandingkannya sumber-sumber yang lain yang dilahirkan dari kejadian yang sama. Penelitian tentang Kitab Injil pada waktu yang lama hanya merupakan satu kasus analisis ekstrim dari tradisi yang hampir tidak didukung oleh bukti-bukti independen. Perumusan kriteria internal yang cukup untuk menentukan keautentikan teks merupakan satu-satunya cara untuk menjawab keragu-raguan tentang ketidak hadiran sumber-sumber dokumen independen dengan sejumlah besar bahan-bahan kajian epigraphic dan arkeologi. Buku-buku sejarah tentang Perjanjian Lama merupakan contoh terpenting dari historiografi semacam itu.
18 Studi yang membahas tentang prasasti-prasasti masa lampau. 19 studi yang mempelajari dan mengumpulkan koin (mata uang) dan medali

Dalam buku-buku tersebut tidak satupun dikutip tentang sumber-sumber yang dapat digunakan untuk emmeriksa keautentikannya; tanggal-tanggal dan nomornomor diabaikan atau dicantumkan dengan cara yang sembarangan. Meskipun demikian, hingga perkembangan arkeologi keinjilan dan arkeologi Timur Tengah modern, buku-buku sejarah tentang Perjanjian Lama merupakan satu-satunya sumber referensi sejarah masyarakat Yahudi hingga jaman Helenistik20. Keunggulan terbesar dalam hal penafsiran dan koreksi diselesaikan dengan pemisahan berbagai jenis buku-buku sejarah tentang Perjanjian Lama yang resmi, menurut undang-undang gereja. Masalah yang serupa juga dihadapi berhubungan dengan konstruksi dan validasi catatan-catatan tentang awal mula agama Kristen dalam Perjanjian Baru. Salah satu hasil dari kemajuan ini adalah tradisi yang lebih akurat, yaitu gambaran tentang jaman patriarkal21, persinggahan di Mesir, keluar dari Mesir, masa pengembaraan, penaklukan Palestina, dan masa gebirim, hakim dan pejuang yang kharismatik, kerajaan yang bersatu dan terpisahnya menjadi dua kerajaan, dll. Kaum yahudi digambarkan dengan pengetahuan yang lebih baru dan lebih beradab tentang leluhur-leluhur mereka, etnis, dan agama mereka. Kaum kristen diberi gambaran pengetahuan yang lebih tepat tentang salah satu tradisi utama yang telah memasuki dan memberi kontribusi pada konstitusi agama dan peradaban manusia. Tugas-tugas yang berhubungan erat kerjakam dalam penelitian jaman

20 ciri-ciri/sifat-sifat yang berhubungan dengan kebudayaan dan peradaban Yunani kuno, khususnya pada masa pemerintaha Alexander the great yang menyebar hingga ke Mediterania, Timur Tengah, dan Afrika Utara (akhir abad ke-4 hingga abad ke -1 S. M.) 21 Masa di mana umat kristen diperintah oleh seorang uskup (katolik roma)

kuno klasik. Sebanding dengan teks sejarah tentang Injil, adalah sejarah besar tentang Rumawi dan Yunani; juga ada informasi yang banyak sekali tentang karya-karya sastra, orasi, biografi-biografi, dan karya-karya geografi. Seperangkat disiplin-disiplin ilmu yang mendukung dibangun untuk membahas tentang sejumlah besar penemuan prasasti-prasasti, koin-koin mata uang kuno, dan penyingkapan arkeologi. Ada lebih banyak kebebasan untuk menafsirkan kembali gambaran tradisional daripada untuk menafsirkan kembali kitab Injil. Meskipun demikian, baik dalam sejarah suci atau sekuler tentang abad ke sembilan belas merupakan saat di untuk menerapkan secara intensif historiografi teknis dan kritis. Isi tradisi yang mewakili gambaran tentang dunia kuno klasik dan dunia klasik perinjilan berubah seiring dengan dibangunnya tradisi metodologikal tentang historiografi ilmiah atau kritis. Abad ke-enambelas dan ke-tujuhbelas merupakan masa dicapainya satu langkah besar ke depan dalam hal tradisi metodologikal dan historiografi kritis. Pengumpulan dan penanggalan manuskrip, penyusunan daftar-daftar secara kronologis, dan analisis kristis tentang riwayat teks yang telah membawa tradisi, kerja antiquarian22 dalam hal pencarian, pencatatan, dan klasifikasi koinkoin mata uang, medali, dan prasasti-prasasti, juga dalam penjelasan tentang monumen-monumen dan artifak-artifak yang lain. Unsur-unsur Yahudi dan pokok historiografi ilmiah modern ini menjadi, tradisi yang fleksibel, mau menerima, sama seperti otoritas tradisi Yahudi dan Perjanjian Lama Yunani serta Kitab Injil. Pertumbuhan dan diferensiasi tradisi baru terjadi pada banyak cabang ilmu pengetahuan. Yaitu dengan dikembangkan melalui inisiatif yang berhubungan,
22 yang membahas/tentang hal-hal kuno, seperti buku-buku tua/kuno

produksi berbagai karya penelitian klasik, philology23, ilmu keagamaan, etnografi, paleontologi24, sejarah resmi, dan studi tentang kerajaan-kerajaan Timur Tengah; setiap karya baru diterima dalam tradisinya sendiri, diteliti, digabungkan atau dipindahlan sehingga tradisi menjadi lebih kaya dan juga lebih khusus. Seiring dengan tradisi yang emnjadi lebih khusus, tradisi tersebut makin sedikit mempunyai pengaruh pada gambaran-diri kolektif. Bagaimanapun juga, karyakarya tiruan sering sampai di luar lingkaran ilmiah, menciptakan sebuah gambaran tentang masa lampau yang jauh lebih tajam dan lebih beraneka ragam. Kemajuan terbaru belum memberikan pengaruh yang besar dalam gambaran masa lampau yang telah diterima secara umum. Transformasi tradisi hirtoriografik pada masa abad ke sembilanbelas, telah merubah gambaran-diri kolektif dari banyak individu-individu terdidik dan kemudian sampai pada tingkat yang lebih rendah, yang kurang terdidik. Transformasi tersebut merubah isi kesan masa lampau dan dalam artian bahwa tradisi normatif dasar atau teologikal dilegitimasi oleh tradisi dengan rujukan temporal, tradisi-tradisi tersebut juga ikut terpengaruh. Bagi umat kristen, yahudi, dan umat kristen serta yahudi terdahulu, tradisi digantikan oleh tradisi yang lebih tepat, yang memerlukan otoritas tradisi dan yang dapat diterima dalam hubungannya dengan standar yang diakui sebagai ilmiah. Riwayat tradisi keinjilan, mencakup baik fase tradisional yang lebih awal dan transformasinya menuju historiografi ilmiah sementara memelihara dan memperbaiki banyak tradisi terdahulu, merupakan salah satu dari yang terpanjang dalam sejarah. Ada rangkaian-rangkaian tradisi yang sama panjangnya atau yang
23 studi dan analisis tentang teks-teks kuno, khususnya sebagai satu pendekatan kepada sejarah kebudayaan pada masa tertentu atau oleh masyarakat tertentu. 24 Studi tentang kehidupan pada jaman prasejarah dengan menggunakan bukti-bukti fosil.

lebih panjang dari yang lain. Transformasi tradisi leluhur masyarakat Barat pre-Kristen dan pada awal-awal penyebaran agama Kristen merupakan hasil dari pertemuan sejumlah tradisi-tradisi historiografik yang berasal dari atau paling banyak berkembang di masyarakat Barat. Salah satu dari tradisi-tradisi tersebut adalah tradisi historiografi ilmiah kritis yang, meskipun, kebanyakan karya-karya awalnya berdasarkan atas tradisi yang menjadi dasar dan terkhusus bagi peradaban Barat, menjadi sebuah tradisi dengan haknya sendiri, berwenang untuk membahas segala hal dari masa lampau. Historiografi lokal berawal dari rekaman-rekaman tentang negara kota Yunani dan dari karya antiquarisme Yunani. Diadaptasikan di Roma untuk penulisan sejarah nasional dan kemudian memudar setelah keruntuhan Roma, tradisi sejarah nasional mulai bangkit di masa modern. Sebagian besar bersamaan dengan beberapa karya tentang sejarah kuno klasik dan tentang Kitab Injil, historiografi ilmiah modernpaling tidak beberapa darinyamenjadikan

kepercayaan tradisional tentang masa lampau nasional sebagai salah satu pembahasan utamanya. Studi tentang dokumen-dokumen biara dan piagampiagam pemerintahan lokal merupakan salah satu bagian dari kemajuan besar untuk meletakkan sejarah kuno secara urutuntuk mengidentifikasikan, mengklasifikasikan, dan mencatat bahan-bahan yang diperlukan untuk

mempelajari kebiasaan-kebiasaan masyarakat kuno. Sebagian besar kebudayaan dunia di luar kebudayaan Barat kurang begitu siap untuk menjadikan masa lampaunya sebagai pokok pembahasan dalam

penelitian kritis yang sama seperti yang dilakukan dalam kebudayaan Barat sebagai prasyarat penafsiran. Sebagai contoh, India sebelum masa pemerintahan dinasti Moghul (Mongol) tidak menghasilkan satupun karya historiografi. Kepercayaan pada keunggulan validitas teori empiris dan rasional belum dapat diterima dalam masyarakat-masyarakat ini tanpa historiografi pada tingkat di mana mereka cenderung untuk mempercayakan gambaran masa lampaunya pada ilmuwan profesional. Dalam masyarakat-masyarakat lain, kesan masa masa lampau telah diperkenankan untuk diisi dengan laporan-laporan sakral yang diperbaiki menjadi teks sakral, dengan kabar angin, dan dengan imajinasi yang tidak dikontrol dengan penelitian metodik. Ilmuwan sejarah pada masyarakat Barat telah berhasil untuk melepaskan gambaran-gambaran yang dipengaruhi oleh keinginan-keinginan politis, keagamaan dan keinginan-keinginan lain yang berasal dari pemikiran masa lampau mereka. Banyaknya aktivitas historiografi pada abad ke sembilan belas mendorong kemajuan dalam pengajaran sejarah di Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas. Penyediaan proporsi yang patut dipertimbangkan dalam hal penelitian sejarah berdasarkan teori merupakan tugas dari guru-guru sejarah yang mengajar para siswa yang nanti pada gilirannya juga akan menjadi guru-guru sejarah; secara luas yaitu sejarah nasional mereka dan sejarah peradaban masyarakat mereka; beberapa siswa akan menjadi arkhivaris (juru arsip), paleografer, yang akan mencari catatan-catatan tentang negara mereka sendiri dan peradaban masyarakat mereka. Penelitian sejarah dan kepedulian akan catatancatatan sejarah yang darinya penelitian tersebut ditulis nampaknya, bagi

pelakunya pada abad ke-sembilan belas, diperlukan dan dibenarkan oleh keyakinan bahwa masyarakat nasional akan dilegitimasi dan diperkuat dengan asimilasi pengetahuan tentang masa lampaunya oleh generasi yang akan datang. Masyarakat nasional dengan kedaulatan umum yang semakin tinggi seperti yang tertata dengan baik dalam masyarakat Eropa pada abad ke-sembilan belas dan bangsa yang tidak memiliki kedaulatan mempunyai kebutuhan yang emndesak dan penting akan kesan masa lampau. Mereka percaya bahwa legitimasi kedaulatan mereka atau aspirasi mereka terhadap kedaulatan memerlukan tarikan dari masa lampau kolektif mereka. Para anggota Dewan (parlemen), pejabat pemerintahan, para guru dan wartawan percaya bahwa masyarakat nasional hanya akan bisa dibangun atau dijaga sebagai sebuah masyarakat jika masing-masing anggotanya menganggap satu sama lain lahir dari masa lampau yang sama dan karena jasa masa lampau. Sejarah masa lampau dijadikan sebagai salah satu bagian penting silabus di sekolah-sekolah, para anggota dewan dan pegawai negeri sipil yang bersedia dengan senang hati untuk menghabiskan dana umum untuk membiayai pelatihan dan memperkerjakan guru sejarah nasional dan untuk mendukung penelitian ilmiah di bidang tersebut. Semua iotu juga diterima oelh orang tua siswa yang menganggapnya wajra dan amsuk akal bahwa putra-putrinya harus mempelajari sejarah mereka sendiri. Promosi kepercayaan dengan kesinambungan dan identitasnya dengan masa lampau nasional, penghormatan kepada pahlawan-pahlawan nasional, peringatan kepada peristiwa besar nasional, dan yang lebih besar, peringatan kepada peristiwa-peristiwa yang berhubungan dengan pendirian negara seperti revolusi dan kemerdekaan, merupakan di antara

tugas-tugas yang diemban oleh pengajaran sejarah nasional. Banyak sejarawan besar nasional pada abad ke-sembilan belas di Eropa dan Amerika yang yakin bahwa mereka harus memenuhi kebutuhan masyarakat nasionalnya untuk memperhatikan dan menjunjung tinggi nilai-nilai masa lampau mereka sendiri dan pada waktu yang sama sekaligus juga dengan ketat melaksanakan kewajiban-kewajiban yang dibebankan kepada mereka oleh tradisi historiografi ilmiah, kritis, yang mereka berkeinginan utnuk menelitinya. Mereka kadang-kadang gagal dalam melaksanakan dualisme tugas ini. Teknik-teknik dan metode-metode baru yang telah diterapkan pada studi tentang Kitab Injil dan sejarah kuno masyarakat Barat menjadi terpisah dari mata kuliah tertentu dari studi tersebut yang darinya metode dan teknik tersebut dibentuk. Teknik-teknik historiografi kristis meulai diterapkan dalam studi tentang masyarakat Asia, Afrika Utara, dan yang paling akhir masyarakat Afrika kulit hitam, oleh ilmuwan-ilmuwan di luar peradaban tersebut. Konstruksi historiografi tentang gambaran masa lampau untuk diwariskan kepada generasi yang masih hidup sebuah tradisi tentang catatan-catatan yang lebih benar mengenai leluhur mereka tidak merupakan bidang studi tersendiri. Penelitian tentang kitab Injil menemui banyak perlawanan dari pendukung tradisi. Akan tetapi, historiografi ilmiah kritis saat itu memenangkan pertentangan melawan pendukung tradisi penafsiran Injil tersebut secara tradisional. Permintaan akan historiografi ilmiah kristis pada para praktisinya sangatlah tinggi dan dukungan yang diterima dari pengabdian yang serupa dan secara bersamaan terhadap ilmu pengetahuan dalam universitas-universitas dan

dalam beberapa instasi publik dan pemerintahsebagaimana halnya kepastian yang terombang-ambing tentang keberadaan para pendeta dalam tubuh pemerintahan gereja-gereja tertentumemungkinkan tradisi ilmu pengetahuan baru, historiografi kritis, untuk maju selangkah ke depan. Gereja Katolik Roma kurang begitu mudah terpengaruh; gereja tersebut tidak setuju dengan keinginan bahwa tradisi historiografi kritis ilmiah memerlukan modifikasi dalam tradisinya. Nasib Alfred Loisy adalah akibat dari konflik semacam itu antara pendukung tradisi dan mereka yang, sementara menerima banyak dari tradisi tersebut, ingin mengoreksi dan memurnikannya dengan menjadikannya sebagai pokok

pembahasan dari teknik-teknik historiografi ilmiah. Dorongan yang diterima oleh historiografi kritis dari kesan kebangsaan tidak selamanya tidak ambigu. Kepentingan untuk membangun bangsa dan gambaran masa lampau nasional menimbulkan pertentangan dengan keinginan untuk membuat tradisi yang lebih benar. Kadangkala hasrat untuk membersihkan tradisi kebangsaan menguasai kepentingan untuk mengikuti tradisi historiografi kritis sebagai alat untuk memurnikan tradisi, untuk membuatnya benar dengan sesungguhnya. Cakupan tradisi kebangsaan tidak selalu dapat dilepaskan oleh disiplin ilmu pengetahuan yang ditentukan oleh kedekatan dengan tradisi historiografi kritis. Genggaman tradisi kebangsaan dipererat dengan keterlibatan dalam konflik politik. Jenis perangkat politik yang lain mempunyai pengaruh yang membahayakan, meskipun kadang-kadang perangkat tersebut juga membantu untuk memfokuskan perhatian pada mata kuliah tertentu. Untuk melihat sejarah dari sudut pandang kelas tertentu adalah sama berbahayanya

dengan melihatnya dari sudut pandang kebangsaan seseorang atau generasi seseorang atau desa seseorang. Semakin rumit kepercayaan politik yang dan semakin jelas komitmennya pada pandangan sejarah tertentu yang telah menjadi tradisi dan memang merupakan unsur pokok validitasnya, maka semakin banyak penentangannya pada tradisi historiografi kritis. Ada sebuah paradoks dalam hal ini. Historiografi kristis ilmiah memiliki beberapa energinya, dukungan dan semangat pada sisi sejarah pemikiran dari pergerakan politik modern. Meskipun demikian, sisi sejarah pemikiran ini, sisi pemikiran yang menganggap bahwa sejarah kolektivitas sebagai sesuatu yang esensial bagi legitimasinya, sering bertentangan dengan praktek historiografi kritis ilmiah. Mengabaikan tekanan-tekanan pada praktek historiografi kritis ini dalam membersihkan semak-semak dalam sejarah yang tumbuh dari desas-desus dan kabar angin, pandangan sejarah berjaya pada abad tersebut (ke-19) yang sebaliknya melakukan banyak hal untuk mengesampingkan begitu banyak kepercayaan lain dari masa lampau. Sejarawan menjadi raca, semua kebudayaan patuh pada keputusannya, sejarah menentukan dengan cara bagaimana Iliad25 harus dibaca; sejarah menentukan bagaimana sebuah bangsa diartikan sesuai dengan batasan-batasan sejarahnya, musuh bebuyutannya, misi tradisinya....Di bawah pengaruh gabungan dari idealisme dan positivisme, gagasan tentang kemajuan ditentukan oleh dirinya sebagai sebuah kategori fundamental (kaum kristen dibuat ketinggalan jaman, umat kristen ditekan hingga sampai ke tingkat

25 Epik Yunani tentang penyerangan Troy: sebuah puisi epik Yunani kuno yang menceritakan tentang penyerangan dan penangkapan Troy, disandarkan kepada Homer sebagai penulisnya, dan mungkin juga dirilis melalui tradisi dongeng yang turun temurun berabad-abad lamanya sebelum tahun ke 700 S.M.

minoritas yang penuh dengan ketakutan....Pemikiran modern menjadi kedaulatan). Dengan suatu hentakan, sejarawan menggantikan kedudukan filsuf sebagai penasehat atau konselor. Pemilik rahasia-rahasia masa lampau, sejarawan, seperti seorang genealogis26, memberikan untuk kemanusiaan kemuliaannya dan mengikuti jejak kemenangan evolusinya. Hanya sejarah yang berada pada posisi untuk menganugerahkan sebuah dasar yang masuk akal tentang sebuah negara impian (utopia) untuk ditelusuri dan, dengan pengertian, telah berada dalam proses pertumbuhan di masa lampau. Mungkin otoritas historiografi dicapai dengan pengorbanan yang lebih banyak berbeda dengan warisan lain yang pernah diturunkan dari masa lampau. Historiografi menjadi pemisah antara apa yang disebut sebagai masa lampau yang diperbolehkan. Karena alasan ini, konflik antara tradisi dan tradisi yang diciptakan melalui historiografi ilmiah umumnya menjadi kurang begitu bergejolak dalam bidang sejarah nasional di negara-negara Barat. Petugas utama penjaga tradisi sejarah nasional adalah para sejarawan, kecuali di masa perang tidak ada penentuan dogmatik atau yang terbatas tentang sejarah nasional dengan adanya tradisi kuno di gereja katolik Roma. Sejarawan membangkitkan pengertian secara merata ketika mereka mulai bekerja berhubungan dengan tradisi tua sejarah nasional. Kebonafitan mereka sebagai patriot pada umumnya diterima oleh kaum awam. Hubungan-hubungan yang ada tidak begitu bisa terlepas dari konflik dalam masyarakat di mana nasionalisme sangat kuat. Bahkan di sana, krisis yang ada relatif jarang.
26 ilmuwan yang mempelajari tentang sejarah keluarga dan garis keturunan dari leluhurleluhurnya, sejak generasi pertama.

Pada negara-negara yang baru berdaulat di benua Afrika dan di negaranegara komunis, historiografi ilmiah kritis berada di bawah tekanan yang lebih hebat dari penganut tradisi politik yang mendominasi di antara banyak ilmuwan dan politikus. Masyarakat-masyarakat Afrika tidak mempunyai tradisi umum tentang karya kebudayaan atau sebuah sejarah nasional, akan tetapi banyak dari pendiri negara-negara tersebut dan pemimpin-pemimpinnya mempunyai kesan yang mendalam tentang masa lampau, dan mereka berharap kesan tersebut cukup, untuk diisi dengan tradisi yang memberikan kesaksian pada ketinggian nilai kebudayaan nasional mereka di mata dunia. Sejarawan dalam masyarakatmasyarakat ini, yang banyak dari mereka yang telah dilatih tentang teknik-teknik historiografi ilmiah, kadang-kadang berada di bawah tekanan ketika mereka berikir bahwa mereka harus memberikan pada rekan setanah airnya, pada bangsanya, sebuah gambaran masa lampau nasional yang kreatif dan penuh dengan perjuangan. Keinginan untuk memperkuat sebuah tradisi yang membuktikan eksistensi nasional yang panjang dan prestasi yang membanggakan, dan sekaligus keinginan untuk setia pada tradisi historiografi ilmiah, kadangkala saling bertentangan satu sama lain. Konflik ini pada tingkat tertentu akan diselesaikan dengan memilih topik tertentu yang dapat diterapkan dalam cara ilmiah dan sekaligus menyajikan gambaran yang memuaskan tentang peristiwa masa masa lampau yang terjasi pada suatu daerah yang sekarang menjadi bagian dari negara nasional. Konflik antara historiografi ilmiah kritis dan semangat untuk menguatkan tradisi yang baru dibangun dengan membuatnya nampak kuno, dan dengan cara

demikian melegitimasi negara nasional baru, diselesaikan dengan lebih cenderung pada yang kedua melalui pernyataan tentang masa keemasan rekayasa, suatu masa kejayaan dan kemakmuran sebelum kedatangan penjajah asing. Dalam situasi semacam itu, kesan masa lampau berhasil melawan disiplin teori ilmiah kritis; kesan tersebut menentukan maknanya untuk membangun tatanan masa kini dengan menunjukkannya sebagai warisan dan kelanjutan masa lampau yang dilegitimasi, yang telah terkubur karena nasib buruk dan kejahatan waktu yang turut campur. Penemuan historiografi khayalan tentang masa keemasan ini meningkatkan penghargaan diri pada pembawa tradisi tua ini tentang prestasi gemilang negaranya di hadapan tradisi luar. Hal ini membangkitkan sebuah tradisi baru yang, dikenal sebagai tradisi asli atau tradisi tua, akan menjadi sebuah kendaraan yang akan mengantarkan masa lampau asli menuju kehidupan di masa kini.