Anda di halaman 1dari 7

PENGKAJIAN a. Anamnesa 1) Identitas Nama Usia : Nn.

R : 17 tahun

Jenis kelamin : Perempuan Suku bangsa : -

2) Keluhan utama

:-

3) Riwayat kesehatan sekarang : 4) Riwayat kesehatan masa lalu : Sebelum masuk rumah sakit, pasien mengalami hipovolemia, perdarahan dari mulut, hidung dan gusi, sering muntah dengan atau tanpa darah, kulit nampak pucat dan dingin. 5) Riwayat kesehatan keluarga : 6) Riwayat Psikososial Selama sakit klien hanya ditunggui teman kuliahnya secara bergantian, keluarganya belum ada yang datang karena tempat tinggal yang jauh. 7) Data spiritual Selama sakit klien merasa tidak mampu untuk melakukan ibadah ritualnya.

b. Pemeriksaan fisik o TTV TD RR S : 100/50 mmHg : 26x/menit :39 C

Pada hari ke 6 TD RR S : 90/50 mmHg : 38x/menit : 41 C

Pada hari ke 8 TD N R S : 100/70 mmHg : 85x/menit : 24x/menit : 37,5 C

o Pemeriksaan fisik Inspeksi Palpasi Auskultasi Perkusi : wajah memerah, gelisah, berkeringat, petechiae, ekimosis : kulit dingin ::-

c. Pemeriksaan Diagnostik Obat antipiretik 500 mg

ANALISA DATA No 1 Data Fokus DO : S : 39O C S : 41OC Kadang-kadang klien mengalami kejang DS : Nampak wajah memerah karena demam Etiologi Arbovirus Beredar dalam aliran darah Infeksi virus dengue dan demam,hiperemi di tenggorokan Termostrat di hipotalamus Set point temperatur naik Demam Hipertermi Peningkatan reabsorpsi Na & H20 Masalah Keperawatan Hipertermi

DS : Riwayat sebelum masuk RS, pasien

Perdarahan

mengalami hipovolemia, perdarahan dari mulut, hidung dan gusi, sering muntah dengan atu tanpa darah. Pada hari ke 5 nampak petechiae dan ekimosis DO : 3 DO : DS : -

Permeabilitas membran meningkat Agregasi trombosit Trombositopeni Perdarahan

DO : DS : Perawat J melihat adanya tanda-tanda kegagalan sirkulasi

Peningkatan reabsorpsi Na & H2O Permeabilitas membran Agregasi trombosit Trombositopeni Perdarahan Resiko perfusi jaringan tidak efektif Permeabilitas membran meningkat Kebocoran plasma Isi pembuluh darah berkurang Syok hipovolemik

Resiko perfusi jaringan tidak efektif

Syok hipovolemik

DO : Sering muntah DS : -

Permeabilitas membran meningkat Kebocoran plasma Kekurangan volume cairan

Kekurangan volume cairan

DO : DS : -

DO : DS : -

Kebocoran plasma Ke ekstravaskuler Paru-paru Efusi pleura Resiko pola nafas tidak efektif Ke ekstra vaskuler Hepar Abdomen Hepatomegali Asites Mual, muntah Resiko nutrisi kurang dari kebutuhan

Resiko pola nafas tidak efektif

Resiko nutrisi kurang dari kebutuhan

DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Hipetermia berhubungan dengan proses infeksi virus dengue ditandai dengan demam, suhu 39 0C. Tujuan : Setelah dilakukan perawatan selama 2 x 24 jam suhu tubuh normal. Kriteria : suhu tubuh antara 36 oC 37.5oC. No. INTERVENSI 1. Kaji suhu tubuh pasien RASIONAL Mengetahui peningkatan suhu,

memudahkan intervensi 2. Beri kompres air dingin Menurunkan demam

3.

Berikan pasien untuk banyak Mengganti cairan tubuh yang hilang minum 1500 cc 2000 cc akibat evaporasi setiap hari (sesuai toleransi)

4.

Anjurkan

pasien

untuk Memberi rasa nyaman dan menyerap

menggunakan pasien tipis dan keringat mudah menyerap keringat. 5. Observasi intake dan output, Mendeteksi penurunan cairan TTV 6. Kolaborasi : pemberian cairan Sangat penting untuk pasien intravena dan beri obat sesuai program.

2. Shock hipovolemik berhubungan dengan perdarahan berlebihan Tujuan : Setelah 2 x 24 jam tidak terjadi hipovolemik. Kriteria : TTV dalam batas normal. No. INTERVENSI 1. RASIONAL

Monitor keadaan umum Mengetahui keadaan pasien. pasien.

2.

Observasi TTV setiap 3 Mengetahui keadaan pasien. jam atau lebih

3.

Jelaskan pada pasien dan Antisipasi perdarahan. keluarga tentang tanda tanda laporkan terjadi. perdarahan segera dan jika

4.

Kolaborasi cairan

pemberian Dibutuhkan pasien.

intravena,pemeriksaan Hb, PCV, dan trombosit.

3. Perdarahan berhubunga dengan trombositopenia

Tujuan : Setelah 2 x 24 jam tidak terjadi perdarahan. Kriteria : TD = 100/60 mmHg, N = 80- 100 x per menit regular. No. INTERVENSI 1. RASIONAL tanda kebocoran

Monitor tanda tanda penurunan Merupakan trombosit yang disertai tanda klinis darah

2. 3.

Anjurkan pasien banyak bedrest Beri penjelasan jika ada tanda Antisipasi perdarahan perdarahan klien harus melapor

4.

Kolaborasi : monitor trombosit setiap hari

4. Risiko pemenuhan nutrisi No. INTERVENSI 1. Observasi dan catat RASIONAL masukan Mengetahui intake gizi pasien

makanan pasien 2. 3. 4. Timbang berat badan setiap hari Beri makanan sedikit, tapi sering Monitor asupan gizi klien Mempertahankan nutrisi klien intake makanan

Observasi dan catat kejadian mual, Mengetahui muntah. klien

5.

Pertahankan higine mulut yang Meningkatkan nafsu makan baik.

6.

Kolaborasi dengan ahli gizi

Dibutuhkan pasien

5. Intoleransi aktivitas berdasarkan penurunan suplai oksigen Kriteria : penurunan tanda fisiologis intoleransi No. INTERVENSI 1. Kaji kemampuan pasien RASIONAL

beraktivitas. 2. Awasi TTv selama dan sesudah

beraktivitas. 3. Catat respon terhadap tingkat

aktivitas. 4. 5. 6. 7. Beri lingkungan tenang Pertahankan tirah baring Beri bantuan dalam beraktiviatas Rencanakan dengan klien 8. Gerakan teknik hemat energi, Menurunkan jumlah energi kemajuan aktivitas Memudahkan klien

misalnya mandi dengan duduk

klien yang keluar