Anda di halaman 1dari 6

Asking Opinion in Formal Situation

Ungkapan meminta pendapat jenis ini berlaku saat kamu berada dalam situasi formal. Misal
seperti saat meeting bisnis bersama kolega, bertanya mengenai tanggapan dari guru atau
dosen, and so on

Would you give me your opinion on …?


(Maukah Anda memberi saya pendapat Anda tentang …?)

 What are your views on …?


(Apa pandangan Anda tentang …?)
 Do you have any idea …?
(Apakah kamu punya ide …?)
 What is your feeling about …?
(Apa perasaan Anda tentang …?)
 Have you got any comments on …?
(Apakah Anda punya komentar tentang …?)
 Could you tell me your opinion about ..?
(Bisakah Anda memberitahu saya pendapat Anda tentang ..?)
 Please give me your thoughts on …?
(Tolong beri saya pemikiran Anda tentang …?)
 I’d like to know your views on …?
(Saya ingin tahu pandangan Anda tentang …?)
 Do you have an opinion about …?
(Apakah Anda memiliki pendapat tentang …?)
 What is your view on …?
(Apa pandangan Anda tentang …?)

Expression of Asking Opinion in Informal Situation

contoh asking opinion berikut ini:

 What do you think about …?


(Apa yang kamu pikirkan …?)
 Any comments?
(Ada komentar?)
 How do you feel about …?
(Bagaimana perasaanmu tentang …?)
 I need your opinion about …
(Aku butuh pendapat kamu tentang…)
 What is your opinion?
(Apa pendapat kamu?)
 What do you think of …?
(Apa pendapat kamu tentang …?)
 Please tell me your opinion on …
(Tolong beri tahu aku pendapatmu tentang…)
 In your honest opinion …?
(Menurut pendapat jujur kamu …?)
 What’s your reaction to that?
(Apa reaksi kamu terhadap itu?)
 How about ..?
(Bagaimana tentang ..?)
Formal:

 Would you give me your opinion on the marketing team’s strategic plan to prepare for the
new school’s academic year?
(Maukah Anda memberi saya pendapat Anda tentang rencana strategis tim pemasaran
sebagai persiapan untuk tahun ajaran baru?)
 Please give me your thoughts on the material about managerial finance in our class
tonight.
(Tolong beri saya pendapat Anda tentang materi keuangan di kelas kita malam ini)
 Have you got any comments on the presidential debate last night?
(Apakah Anda memiliki komentar tentang debat presiden tadi malam?)

Informal:

 Sinta, any comments for my makeup look today?


(Sinta, ada komentar untuk makeup look aku hari ini?)
 What do you think about Rara’s outfit of the day?
(Apa pendapat kamu tentang pakaian Rara hari ini?)
 How about our new neighbor?
(Bagaimana dengan tetangga baru kita?)

Giving for Opinion in a Formal Situation

Tentunya giving opinion in formal situation bisa diaplikasikan kalau kamu ingin
memberikan pendapat, ide, atau tanggapan pada situasi formal, entah itu untuk orang
yang lebih tua atau orang-orang yang kita hormati dan segani. Contoh ekspresi giving
opinion:

 May I make a comment on that?


(Bolehkah saya berkomentar tentang itu?)
 In my point of view …
(Dalam pandangan saya …)
 My opinion about …
(Pendapat saya tentang… )
 Feel that we should …
(Merasa bahwa kita harus…)
 I personally consider …
(Saya pribadi menganggap…)
 My own view of the matter is…
(Pandangan saya sendiri tentang masalah ini adalah…)
 If I had my view, I would…
(Jika saya memiliki pandangan saya, saya akan…)
 I personally believe…
(Saya pribadi percaya…)
 In my personal opinion …
(Menurut saya pribadi…)
 In my mind …
(Dalam pikiran saya …)

Giving for Opinion in an Informal Situation

Ungkapan giving for opinion ini bisa jadi pilihan yang tepat saat kamu ingin memberikan
komentar terhadap pertanyaan asking opinion dari teman sebaya, sahabat, atau orang
tertentu yang memang sudah dekat denganmu. Berikut ini contoh ekspresinya:

 As for me…
(Adapun aku …)
 From my point of view, …
(Dari sudut pandang saya, …)
 I think that…
(Aku pikir itu …)
 Not everyone will agree with me, but …
(Tidak semua orang akan setuju denganku, tapi…)
 In my opinion, ..
(Menurut pendapatku …)
 I think …
(Aku pikir …)
 I believe …
(Aku percaya …)
 As far as I know
(Sejauh yang aku tahu)
 I reckon that …
(Aku rasa itu …)
 Well, I think …
(Ya, aku pikir …)

Contoh Giving Opinion dalam Kalimat Bahasa Inggris

Karena giving opinion sifatnya merupakan “balasan” dari asking opinion, maka secara
umum jenis kalimat dalam giving opinion termasuk ke dalam declarative sentence. Berikut
ini beberapa contoh kalimatnya:

Formal:

 In my point of view, this business pitch does not explain the company’s goals for the
next 5 years.
(Dalam pandangan saya, bisnis pitch ini tidak menjelaskan tujuan perusahaan untuk 5
tahun ke depan.)
 I feel that we should be looking for influencers who reflect that education is very
important.
(Merasa bahwa kita harus mencari influencer yang mencerminkan bahwa pendidikan
sangat penting.)
 I personally believe that the best way to lose weight is with a calorie deficit.
(Saya pribadi percaya bahwa cara terbaik untuk menurunkan berat badan adalah
dengan defisit kalori.)

Informal:

 Not everyone will agree with me, but Siwon Choi is not as handsome as people say.
(Tidak semua orang akan setuju denganku, tetapi Siwon Choi tidak setampan yang
orang katakan.)
 I think that your spaghetti is too salty.
(Saya pikir spaghetti kamu terlalu asin.)
 As far as I know, brown rice has good fiber and is better than white rice.
(Sejauh yang aku tahu, beras merah memiliki serat yang baik dan lebih baik daripada
beras putih.)

Contoh Percakapan Sehari-hari Menggunakan Common Expression


Asking and Giving Opinion

Dialog 1:

Practice Dialogue: Resti bought a new dress.

Resti: Mom, look! I bought a beautiful dress!


Resti: Mama, coba lihat deh, aku habis beli gaun yang cantik!

Mom: Hmm, how much does it cost?


Mom: Hmm, berapa harganya?

Resti: It’s not expensive, really. It’s only one million. Do you have any ideas?
Resti: Nggak mahal, kok. Harganya cuma satu juta. Gimana menurutmu?

Mom: It’s beautiful, but in my personal opinion, it’s too expensive for a dress.
Mom: Cantik sih, tapi menurut mama ini terlalu mahal untuk sebuah dress.

Resti: But in my mind, it’s really worth it, because the material is good and it’s from a
popular fashion brand.
Resti: Tapi menurutku ini sangat layak, soalnya bahannya bagus dan dia dari brand
terkenal.

Mom: Next, I reckon that you should be wiser in spending money. There are many
dresses that are much cheaper with good quality.
Mom: Ke depannya, mama pikir kamu harus lebih bijak dalam menghabiskan uang. Kan
banyak dress yang harganya jauh lebih murah tapi kualitasnya bagus.
Resti: Yes, but I don’t think there’s anything wrong with buying expensive clothes once in
a while.
Resti: Iya sih, tapi aku pikir nggak ada salahnya juga sesekali membeli baju mahal.

Mom: Well, how do you feel when you wear the dress? Are you happy and feel
confident?
Mom: Ya sudah, bagaimana perasaanmu saat memakainya? Apakah kamu senang dan
merasa percaya diri?

Rest: Of course! It makes me feel more beautiful and elegant.


Resti: Tentu saja! Ini membuatku merasa lebih cantik dan elegan.

Mom: I believe you’ll look more beautiful if you match the dress with a brown hijab.
Mom: Mama percaya kamu akan terlihat lebih cantik kalau memasangkan baju ini
dengan hijab warna coklat.

Resti: Okay mom, I will do it. Thank you!


Resti: Oke ma, aku akan melakukannya. Thank you!

Dialog 2:

Practice Dialogue: Asking and giving opinions over the telephone.

Alfi: Hi Intan, thanks for picking up my call. I’m confused, Intan.


Alfi: Hai Intan, makasih ya udah angkat telepon aku. Aku lagi bingung nih, Intan.

Intan: Are you having problems? Just let me know.


Intan: Kamu lagi ada masalah? Sini cerita.

Alfi: So, I really want to continue my master’s degree with a scholarship, but I’m not sure
where to start. I need your opinion about it.
Alfi: Jadi aku tuh pengen lanjut sekolah S2 pakai beasiswa, tapi bingung harus mulai dari
mana. Aku butuh pendapatmu.

Intan: From my point of view, you should make a scholarship plan, starting from
deciding the major and what category of scholarship you want.
Intan: Aku pikir kamu harus bikin scholarship planning, mulai dari nentuin jurusan apa,
sampai kategori beasiswa apa yang kamu pengen.

Alfi: I think I’ll take public policy, this major is absolutely in line with my previous
bachelor’s degree. Any comments?
Alfi: Aku pengen ambil jurusan kebijakan politik biar sesuai sama jurusanku sebelumnya.
Ada komen?

Intan: As far as I know, you can choose Sweden, there are several campuses that offer
this course.
Intan: Menurutku, kamu bisa coba pilih di Swedia, di sana ada beberapa kampus yang
menyediakan jurusan tersebut.

Alfi: Wow, that’s great. I really want to study in a Scandinavian country. Do you have any
scholarship info?
Alfi: Wah, bagus tuh. Kebetulan aku pengen banget kuliah di negara skandinavia. Kamu
punya info beasiswanya?

Intan: Of course, I have heard of a full scholarship called the Sweden Scholarship. You
can search more on Google.
Intan: Oh ya, aku pernah dengar ada beasiswa full namanya Sweden Scholarship.
Coba deh kamu browsing.

Alfi: But, fist I have to take an English certification, right?


Alfi: Tapi, aku pasti harus punya dulu sertifikat bahasa Inggris, kan?

Intan: Of course. You can take a course first at the English Academy by Ruangguru,
they use the Cambridge curriculum as an international standard.
Intan: Tentu. Kamu bisa ambil kursus terlebih dahulu di English Academy by
Ruangguru, di sana kurikulumnya sudah berstandar internasional.

Alfi: Alright, how long will it take to prepare all of the documents?
Alfi: Kira-kira butuh waktu berapa lama untuk mempersiapkannya?

Intan: I think 1 year is enough, as long as you have to be really focused and serious.
Intan: Kayaknya 1 tahun cukup, asal kamu harus benar-benar fokus dan serius.

Alfi: Okay, Intan, feel that I should make the plan correctly. Thank you, Intan. I’ll call you
back when the plan is done, I need your opinion.
Alfi: Oke deh Intan, aku rasa aku harus membuat plannya dengan benar. Terima kasih
intan. Aku akan menelponmu kembali jika plannya sudah selesai, aku butuh pendapatmu.

Intan: Sure, you can call me anytime.


Intan: Sure, kamu bisa telpon aku kapanpun.

Alfi: Thanks Intan, bye!


Alfi: Makasih Intan, dadah!

Intan: With my pleasure, Alfi. Bye!


Intan: Dengan senang hati, Alfi. Dadah!

Anda mungkin juga menyukai