Anda di halaman 1dari 2

Jika Karyawan Anda Berulah

Kita selalu dikelilingi berbagai jenis tipe kepribadian manusia di setiap aspek kehidupan, tidak
terkecuali di tempat kerja. Tentunya, dalam perjalanan karir Anda dalam memimpin sebuah tim
kerja di sebuah perusahaan, kemungkinan besar akan menjumpai tipe-tipe pekerja yang
bermacam-macam karakternya. Beberapa rekan kerja bisa bersikap kooperatif dan responsive
sedangkan sebagian lainnya menjadi rekan kerja yang bandel.

Bagaimana jika orang tersebut adalah bawahan Anda yang setiap hari Anda harus
berhubungan langsung dengannya. Mengatur orang banyak tentunya berbeda dengan
mengatur diri sendiri dan pekerjaan yang menumpuk. Setiap orang memiliki karakternya sendiri-
sendiri. Semua tipe orang pun tak bisa 100 persen sesuai dengan keinginan dan kemauan
Anda, bukan?

Setiap hari Anda dipaksa untuk berhadapan dengan bawahan yang mengeluh dengan
tugasnya, banyak mengkritik tanpa memberikan solusi. Sebagai atasan, Anda dituntut tak saja
profesional menyelesaikan tugas-tugas yang menjadi kewajiban di kantor. Namun, Anda juga
harus memiliki integritas jiwa seorang pemimpin yang baik dan handal dalam mengatur tim di
divisi Anda. Berikut beberapa cara untuk mengatasi bawahan yang membandel:

1. Bersikap empati.

Tempatkan diri Anda seakan-akan Anda berada di posisinya. Apa alasan utama bawahan Anda
bersikap demikian? Kumpulkan informasi sebanyak mungkin dalam rangka untuk menganalisis
masalah yang sebenarnya.

2. Bersikap objektif.

Nilailah bawahan Anda dari semua sudut. Kita semua memiliki kekurangan baik Anda maupun
bawahan Anda, jangan karena hanya bawahan Anda membuat sedikit kesalahan lalu Anda
menilai mereka tidak pantas menempati posisi mereka saat ini. Fokuslah pada hal yang lebih
besar daripada hal yang kecil.

3. Bicarakan baik - baik.

Bila salah satu staf Anda mulai membandel dan malas-malasan datang ke kantor, banyak izin,
sering mangkir dari tugas, ini merupakan lampu kuning bagi Anda. Ajak Ia duduk bersama
untuk membicarakan persoalan ini. Katakan padanya bahwa ini bukanlah masalah personal
Anda dan dia, namun sudah menjadi persoalan perusahaan. Terutama bila Ia tak bisa
memenuhi target-target yang diberikan perusahaan kepadanya.

4. Selalu ada kesempatan kedua.

Tenangkan diri Anda, jangan terlalu cepat ambil keputusan terhadap bawahan Anda. Setiap
orang berhak mendapatkan kesempatan kedua, bukan? Dan, tak ada pekerja yang sempurna,
termasuk kinerja bawahan Anda. Bisa saja ia sedang dalam keadaan tidak termotivasi. Atau,
telah merasa jenuh dengan rutinitas yang itu-itu saja dan dirasa tidak menantang lagi untuknya.
Kemungkinan ada juga pekerja menjadi malas karena tahu, sehebat apapun ia mengerjakan
suatu tugas yang diberikan perusahaan, takkan ada promosi karir yang lebih baik baginya di
masa depan. Hal ini menjadikannya malas dan berulah. Jadi, cobalah untuk memberikan
kesempatan mendapatkan promosi yang layak dalam karirnya.

Remember! Seorang pemimpin dikatakan hebat ketika Ia bisa menginspirasi dan merubah
orang yang mengikutinya dengan pendekatan-pendekatan

Anda mungkin juga menyukai