Anda di halaman 1dari 24

TUGAS INDIVIDU

PERANAN KEPALA LAB SEKOLAH

TERHADAP KARIER GURU


Disampaikan sebagai salah satu tugas Bimbingan Teknis
Kepala Laboratorium yang
diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Indonesia

IDA HALIMAH, M.Pd/31013


MAN 1 GARUT
KABUPATEN GARUT

BIMTEK KEPALA LABORATORIUM

GELOMBANG KE – 31
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
11 Juni sd 18 Juni 2022
1. Peta konsep/ bagan konsep tentang kualifikasi dan kompetensi yang wajib dimiliki teknisi dan
laboran laboratorium sekolah/ madrasah
2. Analisis Kompetensi kepala Laboratorium MAN 1 Garut

ANALISIS KOMPOTENSI KEPALA


LABORATORIUM MAN1Garut

Dimensi Kompetensi Sub Kompetensi Keterla


Kompetensi ksanaan
Ya
1. Kompetensi 1.1 Menampilkan diri a) Bertindak secara
Kepribadian sebagai pribadi yang konsisten sesuai
dewasa, mantap, dan dengan norma agama,

berakhlak mulia hukum, sosial, dan
budaya nasional
Indonesia
b) Berperilaku arif 
c) Berperilaku jujur 
d) Menunjukkan

kemandirian
Dimensi Kompetensi Sub Kompetensi Keterla
Kompetensi ksanaan
Ya
e) Menunjukkan rasa

percaya diri
f) Berupaya
meningkatkan 
kemampuan diri
1.2 Menunjukkan a) Berperilaku disiplin 
komitmen b) Beretos kerja yang
terhadap tugas 
tinggi
c) Bertanggung jawab

terhadap tugas
d) Tekun, teliti, dan hati-
hati dalam 
melaksanakan tugas
e) Kreatif dalam
memecahkan
masalah yang 
berkaitan dengan
tugas profesinya
f) Berorientasi padakualitas

2. Kompetensi 2.1Bekerja sama dalam a) Menyadari kekuatandan
Sosial pelaksanaan tugas kelemahan baik diri 
maupun stafnya
b) Memiliki wawasan
tentang pihak lain

yang dapat diajak
kerja sama
c) Bekerjasama dengan
berbagai pihak secara 
efektif
2.2 Berkomunikasi a) Berkomunikasi dengan
secara lisan dan berbagai pihak secara

tulisan santun,
empatik, dan efektif
b) Memanfaatkan
berbagai peralatan
teknologi informasidan 
komunikasi (TIK)

3. Kompetensi 3.1 Merencanakan a) Menyusun rencana


Manajerial kegiatan dan pengembangan -
pengembangan laboratorium
Dimensi Kompetensi Sub Kompetensi Keterla
Kompetensi ksanaan
Ya
laboratorium b) Merencanakan
sekolah/madrasah pengelolaan -
laboratorium
c) Mengembangkan
sistem administrasi 
laboratorium
d) Menyusun prosedur
operasi standar (POS) -
kerja laboratorium
3.2 Mengelola kegiatan a) Mengkoordinasikan
laboratorium kegiatan praktikum -
sekolah/madrasah dengan guru
b) Menyusun jadwal
kegiatan -
laboratorium
c) Memantau pelaksanaan
kegiatanlaboratorium -

d) Mengevaluasi
kegiatan -
laboratorium
e) Menyusun laporan
kegiatan laboratorium -

3.3Membagi tugas a) Merumuskan rincian


teknisi dan laboran tugas teknisi dan -
laboratorium sekolah/ laboran
madrasah b) Menentukan jadwal
kerja teknisi dan -
laboran
c) Mensupervisi teknisidan
-
laboran
d) Membuat laporan
-
secara periodik
3.4 Memantau saranadan a) Memantau kondisi dan
prasarana keamanan bahanserta

laboratorium alat laboratorium
sekolah/madrasah
b) Memantau kondisidan
keamanan bangunan
laboratorium 

c) Membuat laporan
-
bulanan dan tahunan
Dimensi Kompetensi Sub Kompetensi Keterla
Kompetensi ksanaan
Ya
tentang kondisi dan
pemanfaatan
laboratorium
3.5 Mengevaluasi kinerja a) Menilai kinerja teknisi
teknisi danlaboran dan laboran -
serta kegiatan laboratorium
laboratorium b) Menilai hasil kerja
-
sekolah/madrasah teknisi dan laboran
c) Menilai kegiatan
-
laboratorium
d) Mengevaluasi
program

laboratorium untuk
perbaikan selanjutnya
4. Kompetensi 4.1 Menerapkan a) Mengikuti perkembangan
Profesional gagasan, teori, dan pemikiran tentang
prinsip kegiatan pemanfaatan kegiatan
-
laboratorium laboratorium sebagai
sekolah/madrasah wahana pendidikan

b) Menerapkan hasil
inovasi atau kajian -
laboratorium
4.2 Memanfaatkan a) Menyusun
laboratorium untuk panduan/penuntun -
kepentingan (manual) praktikum
pendidikan dan b) Merancang kegiatan
penelitian di laboratorium untuk
-
sekolah/madrasah pendidikan dan
penelitian
c) Melaksanakan kegiatan
laboratorium untuk
kepentingan
-
pendidikan dan
penelitian

d) Mempublikasikan
karya tulis ilmiah hasil -
kajian/inovasi
4.3Menjaga kesehatan a) Menetapkan ketentuan
dan keselamatan mengenaikesehatan dan
keselamatan kerja 
kerja

Dimensi Kompetensi Sub Kompetensi Keterla


Kompetensi ksanaan
Ya
di laboratorium b) Menerapkan ketentuan
sekolah/ madrasah mengenaikesehatan dan
keselamatan kerja 

c) Menerapkan prosedur
penanganan bahan

berbahaya dan beracun

d) Memantau bahan
berbahaya dan
beracun, serta 
peralatan
keselamatan kerja
Sumber: Permendiknas No. 26 tahun 2008
3. Laporan pengembangan diri dari Diklat Kepala Laboratorium
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan, Pemerintah telah menetapkan delapan standar nasional pendidikan yaitu;
standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan,
standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian.
Standar-standar tersebut menjadi acuan dan sebagai kriteria dalam menetapkan keberhasilan
penyelenggaraan pendidikan.
Salah satu standar yang memegang peranan penting dalam pelaksanaan pendidikan di satuan
pendidikan adalah standar pendidik dan tenaga kependidikan. Kepala Laboratorium merupakan
salah satu tenaga kependidikan yang memegang peran penting dalam meningkatkan
profesionalisme guru dan mutu pendidikan di satuan pendidikan.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.26 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga
Laboratorium Sekolah/Madrasah menyatakan bahwa Kepala Laboratorium merupakan unsur
terpenting dalam laboratorium yang harus memiliki kualifikasi berdasarkan standar yang sudah
ditetapkan. Adapaun kualifikasi kepala laboratorium sesuai dengan Permendiknas No. 26 Tahun
2008 adalah sebagai berikut :
a. Jalur guru
1) Pendidikan minimal sarjana (S1);
2) Berpengalaman minimal 3 tahun sebagai pengelola praktikum;
3) Memiliki sertifikat kepala laboratorium sekolah/madrasah dari perguruan tinggi atau
lembaga lain yang ditetapkan oleh pemerintah.
b. Jalur laboran/teknisi
1) Pendidikan minimal diploma tiga (D3);
2) Berpengalaman minimal 5 tahun sebagai laboran atau teknisi;
3) Memiliki sertifikat kepala laboratorium sekolah/madrasah dari perguruan tinggi atau
lembaga lain yang ditetapkan oleh pemerintah.
Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kepala laboratorium yang memiliki kualifikasi sesuai
standar yang sudah ditetapkan tersebut, maka diperlukan suatu kegiatan pengembangan diri berupa
Bimbingan Teknis Kepala Laboratorium yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi atau lembaga
lain yang ditetapkan oleh pemerintah yang selanjutnya berhak memberikan sertifikat kepala
laboratorium, sehingga tenaga laboratorium yang berasal dari guru atau teknisi dan laboran bisa
memenuhi standar kualifikasi yang sesuai.

B. Tujuan

Tujuan dari kegiatan pengembangan diri adalah untuk meningkatkan kompetensi dan
kualifikasi kepala laboratorium sesuai dengan Permendiknas No. 26 Tahun 2008.

C. Manfaat

Manfaat yang diharapkan dari kegiatan pengembangan diri ini antara lain adalah sebagai
berikut:
1.C.1) Peserta secara umum dapat memahami dan Kebijakan Pemerintah tentang
laboratoriumdan administrasi laboratorium.
1.C.2) Peserta secara umum dapat memahami Peranan Kepala Lab Sekolah
terhadap KarierGuru
1.C.3) Peserta dapat mengetahui dan memahami secara teori dan teknis tentang
Manajemendan Program Kerja Laboratorium Sekolah
1.C.4) Peserta dapat mengetahui dan memahami secara teori dan teknis tentang
AsesmenKompetensi Minimum Online Assessment Tools
1.C.5) Peserta dapat mengetahui dan memahami secara teori dan teknis tentang
K3LH, TataTertib, dan SOP Laboratorium.
1.C.6) Peserta dapat mengetahui dan memahami secara teori dan teknis tentang
PenyusunanPanduan Praktikum.
1.C.7) Peserta dapat mengetahui dan memahami secara teori dan teknis tentang
PembuatanVideo Pembelajaran
1.C.8) Peserta dapat mengetahui dan memahami secara teori dan teknis tentang
Manajemen& Optimalisasi Alat Lab Kimia
1.C.9) Peserta dapat mengetahui dan memahami secara teori dan teknis tentang
Manajemen& Digitalisasi Lab Kimia
1.C.10) Peserta dapat mengetahui dan memahami secara teori dan teknis tentang
Manajemendan Inovasi pembelajaran laboratorium Bahasa
1.C.11) Peserta dapat mengetahui dan memahami secara teori dan teknis tentang
Manajemendan Optimalisasi Lab Komputer
1.C.12) Peserta dapat mengetahui dan memahami secara teori dan teknis tentang
Pembelajaranberbasis STEM
1.C.13) Peserta dapat mengetahui dan memahami secara teori dan teknis tentang
Manajemen& Optimalisasi Alat KIT Lab Fisika
1.C.14) Peserta dapat mengetahui dan memahami secara teori dan teknis tentang
PermainanSains Virtual Lab & Local materials
1.C.15) Peserta dapat mengetahui dan memahami secara teori dan teknis tentang
Manajemen& Optimalisasi Lab Biologi dan proses pengawetan
1.C.16) Peserta dapat mengetahui dan memahami secara teori dan teknis tentang
PenyusunanRencana Tindak Lanjut
BAB II

PELAKSANAAN PENGEMBANGAN DIRI

1.C.16.A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan

Waktu : 11 Juni – 10 Juli 2022


Tempat : Hotel Cherry
Bandung

Penyelenggara : Universitas
Pendidikan Indonesia

1.C.16.B. Jenis Kegiatan

Bimbingan Teknis Kepala Laboratorium.

1.C.16.C. Tujuan Pengembangan Diri

Adapun tujuan diadakannya kegiatan bimtek Kepala Laboratorium


adalah sebagai berikut:
1.C.16.C.1. Meningkatkan kompetensi Guru, Laboran atau Teknisi
dalam mengelolaLaboratorium.
1.C.16.C.2. Melatih dan membantu Guru, Laboran atau Teknisi
dalam memahamitupoksi kepala laboratorium
1.C.16.C.3. Melatih dan membantu Guru, Laboran atau Teknisi
dalam menumbuhkan rasa cinta dan bangga sebagai penyandang profesi
kepalalaboratorium
1.C.16.C.4. Melatih dan membimbing para Guru, Laboran
atau Teknisi dalampengembangan karir yang bersangkutan.
1.C.16.D. Uraian Materi Kegiatan
No Uraian Materi Bimtek Alokasi
Waktu
1 Kebijakan Pemerintah tentang lab dan administrasi lab 192 Jam
2 Peranan Kepala Lab Sekolah terhadap Karier Guru
3 Manajemen dan Program Kerja Laboratorium Sekolah
4 Asesmen Kompetensi Minimum
5 Online Assessment Tools
6 K3LH, Tata Tertib, dan SOP
7 Penyusunan Panduan Praktikum
8 Pembuatan Video Pembelajaran
9 Laboratorium Kimia 1
(Manajemen & Optimalisasi Alat Lab Kimia)
10 Laboratorium Kimia 2
(Manajemen & Digitalisasi Lab Kimia)
11 Praktikum bahan kimia dapur/local
12 Laboratorium Bahasa 1
(Manajemen Lab Bahasa)
13 Inovasi pembelajaran laboratorium
14 Laboratorium Bahasa 2
(Optimalisasi Lab Bahasa)
15 Laboratorium Komputer 1
(Optimalisasi Lab Komputer)
16 Laboratorium Komputer 2
(Manajemen Lab Komputer)
17 Pembelajaran berbasis STEM
18 Laboratorium Fisika 1
(Manajemen & Optimalisasi Alat KIT Lab Fisika
19 Laboratorium Fisika 2
20 Permainan Sains
21 Virtual Lab & Local materials
22 Laboratorium Biologi 1
(Pengawetan)
23 Penyusunan Rencana Tindak Lanjut

1.C.16.E. Tindak lanjut

Tindak lanjut yang dilakukan setelah mengikuti kegiatan ini adalah sebagai berikut:
1.C.16.E.1. Mempelajari lebih lanjut tentang optimalisasi
dan manajemenLaboratorium
1.C.16.E.2. Merencanakan penyusunan administrasi laboratorium yang
sesuai denganstandar.
1.C.16.E.3. Menerapkan rencana administrasi di setiap
laboratorium yang ada disekolah.
1.C.16.E.4. Mengembangkan laboratorium sekolah yang tertib
adminitrasi danmemenuhi standar.

1.C.16.F. Dampak setelah mengikuti diklat

Adapun dampak yang dirasakan setelah menerapkan diklat ini antara lain
adalah sebagai berikut:
1.C.16.F.1. Meningkatnya pemahaman terkait optimalisasi
dan manajemenLaboratorium
1.C.16.F.2. Meningkatnya pemahaman tentang penyusunan
administrasi laboratoriumyang sesuai dengan standar.
1.C.16.F.3. Meningkatnya motivasi dalam mengembangkan
laboratorium sekolahyang tertib administrasi dan memenuhi standar
1.C.16.F.4. Meningkatnya proses pembelajaran yang efektif dan menyenangkan.
BAB III
PENUTUP
Pelaksanaan bimtek Kepala Laboratorium ini sangat membantu guru,
teknisi dan laboran dalam meningkatkan kompetensi manajerial dan profesional
terutama dalam pengelolaan laboratorium sekolah yang sesuai standar. Dengan
diselenggarakannya bimtek Kalab ini, pemahaman dan wawasan guru, teknisi dan
laboran, dalam hal optimalisasi dan penyusunan administrasi laboratororium
semakin meningkat. Dengan diraihnya sertifikat kepala laboratorium melalui
kegiatan bimtek ini, diharapkan guru, teknisi dan laboran dapat memenuhi
kualifikasi kepala laboratorium sesuai Permendiknas No.26 Tahun 2008, dan
menunjang terhadap karier yang bersangkutan.
Penulis juga berharap agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara
berkala mengingat bimtek Kepala Laboratorium ini sangat diperlukan oleh guru,
teknisi dan laboran dalam rangka meningkatkan kompetensi baik manajerial
maupun profesional seorang kepala Laboratorium.
Lampiran 1

Rekapitulasi Kegiatan Pengembangan Diri

Penyeleng- Tempat Waktu Jum


Nama Diklat lah Fasilitator Kom
gara Kegiatan
peten
Jam
si
Bimbingan Universita Hotel 11 Juni – 10 Juli 2022 192 Instruktur UPI  Kebijakan
jam
Teknis Kepala s Cherry Bandung Pemerintah
Laboratorium Pendidika tentang lab
n dan
Indonesia. administrasi
lab
 Peranan
Kepala Lab
Sekolah
terhadap
Karier
Guru
 Manajeme
n dan
Program
Kerja
Laboratori
um
Sekolah
 Ase
sme
n
Ko
mpe
tens
i
Min
imu
m
 Online
Assessment
Tools
 K3LH, Tata
Tertib, dan
SOP
 Pen
yus
una
n
Pan
dua
n
Pra
ktik
um
 P
e
m
b
u
a
t
a
n
V
i
d
e
o
P
e
m
b
e
l
a
j
a
r
a
n
 Laboratoriu
m Kimia 1
(Manajem
en &
Optimalisa
siAlat Lab
Kimia)
 Laborator
ium
Kimia 2
(Manaje
men &
Digitalisa
siLab
Kimia)
 Prakti
kum
bahan
kimia
dapur
/local
 Laborat
orium
Bahasa
1
(Manaje
men
Lab
Bahasa)
 Ino
vasi
pe
mb
elaj
ara
n
lab
orat
oriu
m
 Laborato
rium
Bahasa 2
(Optimal
isasi Lab
Bahasa)
 Laboratoriu
m
Komputer 1
(Optimalisa
si Lab
Komputer)
 Laboratori
um
Komputer
2
(Manajeme
n Lab
Komputer)
 Pembelajara
n berbasis
STEM
 Laboratoriu
m Fisika 1
Diterima Laporan : 2 0 J u n i 2 0 2 2

Kepala MAN 1 Garut Pelaksana Perintah

Drs, WAWAN SOFYAN IDA HALIMAH, M.Pd

Anda mungkin juga menyukai