Anda di halaman 1dari 9

REFERAT

MANIFESTASI KLINIS DIABETIC RETINOPATHY

Oleh:

DENUNA ENJANA H1A 007 012

DALAM RANGKA MENGIKUTI KEPANITERAAN KLINIK MADYA BAGIAN / SMF ILMU PENYAKIT MATA RUMAH SAKIT UMUM PROVINSI NTB FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MATARAM 2011

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG B. TUJUAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. DEFINISI
Diabetic retinopathy (DR) adalah disfungsi progresif dari pembuluh darah retina yang disebabkan oleh hiperglikemia kronis.1

B. EPIDEMIOLOGI
Diabetic retinopathy adalah salah satu penyebab utama kebutaan, terutama di antara individu usia produktif.(19) Pada tahun 2007, Amos2 mengestimasikan 124 juta orang di dunia menderita diabetes, 97% merupakan non-insulin-dependent diabetes mellitus (NIDDM), dan pada tahun 2010 jumlah penderita dengan diabetes diproyeksi mencapai 221 juta orang. Wilayah yang memiliki potensi besar untuk meningkat adalah Asia dan Afrika, dimana diabetes rate mencapai 2 sampai 3 kali dibanding tahun 2007. Pada tahun 2000, laporan Sorensen3 bahwa WHO telah menyadari terdapat epidemik global obesitas dan prevalensi diabetes tipe 2 meningkat secara paralel. Federasi internasional diabetes mengestimasi prevalensi diabetes pada tahun 2003 ke dalam kelompok usia 20-70 dan diproyeksi estimasinya hingga tahun 2025.4 Faktor resiko utama dari diabetic retinopathy (DR) adalah durasi dari diabetes. Retinopathy sangat jarang pada 5 tahun dari onset diabetes, dan meningkat secara bertahap setelahnya. Hubungan antara DR dengan durasi diabetes merupakan implikasi dari hiperglikemia kronis sebagai faktor kritis untuk DR.5

Gambar. Prevalensi diabetic retinopathy (DR) dan proliferatif DR.

C. KLASIFIKASI
Diabetic retinopathy dapat digolongkan ke dalam nonproliferative diabetic retinopathy (NPDR) dan proliferative diabetic retinopathy (PDR).(20)

D. MANIFESTASI KLINIS
Nonproliferative diabetic retinopathy (NPDR) Tidak ada retinopathy

Tidak ada retinal lesions Ringan (Mild) microaneurysms dan perdarahan intraretinal ringan Sedang (Moderate) microaneurysms dan perdarahan intraretinal sedang

Gambar. Moderate NPDR dengan mikroaneurisma dan cotton-wool spots

Berat (Severe) Terdapat salah satu tanda (4:2:1 rule): 1. Perdarahan intraretinal berat pada 4 quadrants 2. Venous beading pada 2 atau lebih quadrants 3. Moderate IRMA pada 1 quadrant

Gambar. (A) Using the 421 rule, the presence of hemorrhages and microaneurysms in at least four midperipheral fields, equaling or exceeding this standard photograph, would qualify as severe nonproliferative diabetic retinopathy. (B) This standard photograph shows both venous beading and intraretinal microvascular abnormalities (IRMA). If there is venous beading in at least two quadrants or if there is IRMA in at least one quadrant, the patient has severe nonproliferative diabetic retinopathy according to the 421 rule.

Gambar. Two prominent cotton-wool spots (soft exudates) are noted on the left side with a large blot hemorrhage between them. Venous beading is present where the superior branch of the superotemporal vein passes by the upper exudate. On the right are two faint soft exudates (arrows) and many intraretinal microvascular abnormalities. Sangat Berat (Very Severe) Terdapat 2 atau lebih tanda pada nonproliferative diabetic retinopathy berat. (16)

Nonproliferative diabetic retinopathy (NPDR) Pada progress NPDR, capillary dropout retina terjadi sebagai hasil hipoksia dan iskemi retina yang progresif. Iskemi dan hipoksia memerankan hal yang penting dalam transisi dari nonproliferatif menjadi proliferative diabetic retinopathy. Iskemia dan hipoksia terjadi akibat
6

dari meningkatnya regulasi dari berbagai molekul yang memicu angiogenesis, termasuk proangiogenik growth factor. Secara spesifik, sel retina yang iskemik mensekresi vasoproliferative growth factors yang menginduksi pembentukan pembuluh darah baru di retina atau iris. Neovaskularisasi ini menjadi tanda penting pada proliferative diabetic retinopathy. Pembuluh darah baru tumbuh sepanjang permukaan retina dan lipatan vitreous dari hyaloids vitrous posterior. Pembuluh darah baru ini rapuh dan sering berdarah, menghasilkan perdarahan preretinal dan juga vitreous. Pembuluh darah baru yang terbentuk bersama jaringan glial dapat berkontraksi menghasilkan traksi pada retina, dan memicu terjadinya retinal detachment. Perdarah vitreous dan traksi retinal merupakan penyebab langsung dari keseluruhan kasus hilangnya penglihatan yang parah pada diabetic retinopathy.16 Proliferative diabetic retinopathy (PDR) ditandai satu atau lebih dari neovaskularisasi, atau perdarahan vitreous preretinal.

Gambar.

Proliferatif

diabetic

retinopathy

dengan neovaskularisasi dan mikroaneurisma.

Gambar. proliferatif diabetic retinopathy dengan neovaskularisasi pada diskus optikus.

Diabetic Macular Edema (DME) Capillary dropout telah lama diketahui menjadi pemicu terjadinya hipoksia retina dan autoregulasi dilatasi dari arteriol yang menghasilkan peningkatan tekanan hidrostatik kapiler yang dapat memicu terjadinya edema. Seiring berjalannya waktu, pembuluh raha kemudian mulai bocor di pusat retina, menghasilkan pembekakan pada macula. Kerusakan bloodretinal barier lebih lanjut memperparah keadaan.13 Merupakan manifestasi klinis dari nonproliferative diabetic retinopathy (NPDR) atau proliferative diabetic retinopathy (PDR). Clinically significant macular edema (CSME) digambarkan sebagai berikut : Penebalan retina dalam radius 500 m (sepertiga diameter diskus) fovea sentralis Hard eksudate dalam radius 500 m dari fovea sentralis, jika berasosiasi dengan penebalan dari retina yang berdekatan Penebalan retina lebih dari satu area diskus.6

Gambar. NPDR dengan CSME

Gambar. CSME & Cotton wool spots


8

E. DIFERENSIAL DIAGNOSIS
Central retinal vein occlusion (CRVO): diskus optikus membengkak, vena lebih berdilatasi dan berliku, hard eksudat biasanya tidak ditemukan, perdarahan selalu didekat lapisan serat saraf (splinter hermorrhages). CRVO umumnya unilateral.(6) Branch retinal vein occlusion (BRVO): perdaraha terdistribusi sepannjang vana, dan tidak melewati raphe horizontal. Ocular ischemic syndrome: perdarahan terutama di midperifer dan besar. Tidak ada eksudat. Biasanya disertai dengan nyeri, reaksi bilik anterior ringan, edema kornea, kongestif vaskular episklera, neovaskulariasi iris. Hypertensive retinopathy: perdarahan sedikit dan khas bentukan api, mikroanurisma jarang, dan arteriol yang menyempit.