,

",'"

4'"

,

"

8ab XIV Sistem Akuntansi Biaya

Dalam sistem ini akan dibahas sub-sub sistem sebagai berikut: 14.1. 14.2. 14.2.1. 14.2.2. 14.2.3. 14.3. 14.4. Sistem pengawasan produksi. Sistem akuntansi biaya, yang dibagi ke dalam: Sistem permintaan bahan baku/penolong. Sistem penggunaan tenaga kerja. Sistem pembebanan dan pencatatan biaya overhead pabrik, biaya pemasaran, dan biaya administrasi/umum. Sistem pencatatan produk selesai. Sistem persediaan.
PRODUKSI

14.1. SISTEM PENGAWASAN

Sistem pengawasn produksi berhubungan dengan sifat usaha produksi, apakah (1) perusahaan berproduksi atas dasar pesanan (job order), atau (2) perusahaan berproduksi secara mas a (process). Sistem pengawasan produksi dilaksanakan dengan menyiapkan sejumlah dokumen-dokumen sedemikian rupa sehingga pengawasan dapat terjamin. 14.1.1. Sistem Pengawasan Produksi Pada Perusahaan yang Berproduksi Atas

Dasar Pesanan
Dokumen yang digunakan untuk pengawasan produksi pada perusahaan yang berproduksi atas dasar pesanan, meliputi: (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Pesanan dari pelanggan. Rencana kebutuhan bahan (material requisition). Daftar urutan produksi (operations list). Perintah produksi. Bukti permintaan bahan. Kartu jam kerja. Laporan produk selesai.

Contoh yang banyak dikenal untuk perusahaan yang berproduksi atas dasar pesanan adalah perusahaan konstruksi bangunan. Oleh karena itu di dalam buku ini akan dibahas mekanisme pengawasan produksi pada perusahaan kontruksi bangunan, yang skala usahanya relatif kecil.
82

Misalkan ada calon pelanggan yang ingin minta bantuan perusahaan untuk dibangunkan sebuah rumah, prosedur yang dilalui pada umumnya: (a) Calon pelanggan diminta mengisi formulir pesanan, seperti pada Gb. 14-1. (b) Dilakukan diskusi antara calon pelanggan dan arsitek perusahaan, mengenai spesifikasi rumah yang dikehendaki, seperti ukuran rumah, model, bahan, jumlah ruangan, dan sebagainya. (b) Arsitek membuat rancangan denah rumah, denah didiskusikan lagi, bila calon setuju, diminta menanda tang ani denah. (c) Dibuat gambar tampak dari rumah tersebut (kadang dibuat maketnya), gambar didiskusikan, bila calon pelanggan setuju, diminta menanda tang ani gambar tampak. (d) Dibuat rencana anggaran biaya (lihat Gb. 14-2), dan syarat pembayaran, kemudian didiskusikan, bila calon pelanggan setuju, diminta menanda tang ani rencana anggaran. (e) Bila anggaran biaya sudah disetujui, mulailah bangunan dikerjakan. Rencana anggaran biaya tersebut di atas sekaligus berfungsi sebagai: rencanakebutuhan bahan, daftar urutan produksi, dan perintah produksi. Apabila pembangunan dilaksanakan, maka tahap demi tahap pasti dibutuhkan bahan, kemudian untuk setiap kali terjadi permintaan bahan hams dibuat bukti permintaan bahan (lihat Gb. 14-3). Untuk pengerjaan masingmasing tahap diperlukan tenaga kerja, berapa banyak tenaga yang digunakan dapat diawasi dari daftar absensi. Pada saatnya, bila pekerjaan selesai hams dibuat laporan produk selesai (lihat Gb. 14-4). TANDA PEMESANAN Yang bertanda tang an di bawah ini, Nama Alamat Pekerjaan menyatakan, minta kepada PT KALP AT AR U J1.Lenteng Agung No.12J akarta Selatan, untuk membangunkan sebuah rumah, Lokasi Luas tanah : Ukuran Demikian, untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Jakarta, Pemesan
( )

Gb. 14-1 Pesanan Langganan
83

Pemesan ) Gb.NO JENIS PEKERJAAN JADUAL VOLUME HARGA SATUAN JUMLAH I 1 2 3 4 II 1 Pekerjaan Persiapan Uitzet & bouwplank Penerangan Pagar pengaman Gudang Pekerjaan Pondasi Galian tanah Urugan tanah Pasangan batu Pekerjaan Beton Beton slof Beton kolom Beton tangga Pekerjaan Pasangan Pasangan bata Plesteran dinding dst Jumlah Jasa pemborong 2 3 III 1 2 3 IV 1 2 Total Pemborong ( ) ( Jakarta. 14-2 Rencana Anggaran Biaya 84 .

Dokumen tersebut juga dapat berfungsi sebagai daftar kegiatan produksi karena jenis kegiatan produksi dicantumkan secara berurutan sesuai proses pengerjaannya. Apabila pekerjaan pemborongan bangunan selesai sepenuhnya.2. (4) Laporan produk selesai.Bila diperhatikan. makakemudian berfungsi sebagai laporan produk selesai. 85 . sekaligus perintah produksi. 14-3 Bukti Permintaan Bahan 14. (2) Bukti permintaan bahan. (3) Kartujam kerja. dokumen-dokumen gambar teknis dan spesifikasi teknis ditandatangani penanggungjawab pelaksana. serta spesifikasi teknis dari tiap-tiap proses pengerjaan. Gb. Anggaran produksi yang dibuat dapat disusun sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi sebagai daftar kebutuhan bahan. NO KODE JENIS BARANG SATUAN DIMINTA DISERAHKAN HARGA SATUAN JUMLAH * * Bagian gudang Petugas yang meminta barang ( ) ( Disetujui oleh ) ( ) * Disi oleh Bagian Akuntansi Gb. dokumen ini berfungsi sebagai perintah produksi. Di samping itu. Sistem Pengawasan Produksi Pada Perusahaan yang Berproduksi Masa Dokumen yang digunakan dalam sistem ini meliputi: (1) Anggaran produksi. hanya saja perlu ditambah gambar teknis.1. 14-2 di atas dapat berfungsi pula sebagai daftar kebutuhan bahan karena dokumen tersebut mencantumkan jenis-jenis bahan yang dibutuhkan berikut kuantitasl volumenya. daftar urutan poduksi. yaitu dengan memperhatikan jadual pelaksanaanya yang dapat disepakati sekaligus sebagai perintah produksi.

1.2. dan Biaya Adminlstrasi/umum 14. Biaya Pemasaran. Sistem Penggunaan Tenaga Kerja 14.1. SISTEM AKUNTANSI BIAYA Suatu sistem akuntansi biaya. merninta pengesahan.2.2.2.2.2.1.2.2.14. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya (untuk biaya tenaga kerja tidak langsung).1. Sebagaimana dikatakan di atas. Catatan: Voucher register.2. hendaknya dirancang sedernikian rupa. rekening buku besar: Barang Dalam Proses Biaya Bahan. 14. dan mencatat ke dalam voucher register Membayar gaji 14. Sistem Permintaan Bahan BakuIPenolong 14.3. dan Persediaan Bahan Baku. Dokumen dan Catatan Akuntansi Yang Digunakan Dokumen: Bukti Perrnintaan Bahan Catatan: Jumal Pemakaian Bahan (lihat Gb. sistem akuntansi biaya dapat dibagi ke dalam sub-sub sistem yang akan dibahas berikut ini. dan Voucher. Bagian/Petugas Bagian/Petugas Petugas produksi Kabag produksi Bagian Gudang Bagian akuntansi Terkait Fungsi Meminta bahan yang dibutuhkan Menyetujui perrnintaan bahan Menyerahkan bahan Mencatat transaksi 14.2.2. Dokumen dan Catatan Akuntansi Yang Digunakan Dokumen: Kartu Jam Hadir/Kartu Jam Kerja.2.2. dan Pembebanan Biaya Overhead Pabrik.3. rekening buku besar Barang Dalam Proses Biaya Tenaga Kerja (untuk biaya tenaga kerja langsung). Dokumen dan Catatan Akuntansi Yang Digunakan Pencatatan biaya overhead pabrik 86 .3. serta buku pembantu berupa kartu persediaan masing-masing jenis barang.1. 14.1. Sistem Pencatatan. 14. sehingga di dalarnnya terdapat unsur pengawasan. Bagian/Petugas Bagian/Petugas Mandor/pengawas Pembuat daftar gaji Bagian voucher Pembayar gaji Terkait Fungsi Mengawasi pencatatan absensi.). dan membuat rekap waktu kerja Membuat daftar gaji Menyiapkan voucher gaji. Dengan dernikian sistem pengawasan produksi di atas dapat dimanfaatkan dalam sistem akuntansi biaya. Utang Voucher.

biaya asuransi gedung pabrik. Di samping itu. rekening buku besarterkait seperti Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya. dan lain-lain Bon Kas Kecil Bukti Memorial Catatan Akuntansi: Voucher Register.Bahan Baku. dan menyerahkan barang-barang yang telah selesai diproduksi ke gudang. dan laporan penerimaan barang. Menerima barang yang selesai diproduksi. menyimpan barang.1.6. dan rekening pembantu biaya Pembebanan biaya overhead pabrik Dokumen: Bukti Memorial Catatan: Jumal Umum.2. rekening buku besar terkait. 14. mencatat ke buku jumal umum. Sistem Pencatatan Produk Selesai 14. 87 . serta mengisi kartu gudang. SISTEM PERHITUNGAN PISIK PERSEDIAAN Persediaan pada perusahaan dagang adalah persediaan barang yang diperjual belikan.3. Barang Dalam Proses Biaya Overhead Pabrik Dibebankan. Persediaan pada perusahaan manufaktur. terdiri dari persediaan bahan baku dan penolong. rekening buku besar seperti Barang Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik 14.Dokumen Voucher Untuk merekam Gaji/upah tenagakerja tidaklangsung. rekening buku besar terkait seperti rekening Barang Dalam Proses. yaitu ke kartu persediaan masing-masing jenis produk yang dihasilkan. biaya pemeliharaan mesin dan dedung pabrik Berbagai biaya seperti konsumsi lembur mandor Alokasi-alokasi biaya seperti alokasi biaya listrik. Jumal Umum. membuat laporang penerimaan barang. Terkait Fungsi Membuat laporang produk selesai. Barang Dalam Proses Biaya Tenaga Kerja. transaksi juga dicatat ke rekening buku pembantu.3.3. dan Persediaan Barang Jadi. BagianIPetugas BagianIPetugas Bagian produksi Bagian gudang Bagian akuntansi 14. dan ke kartu persediaan masing-masing jenis barang. depresiasi. Atas dasar laporan produk selesai. Dokumen dan Catatan Akuntansi Yang Digunakan Dokumen: Catatan : Bukti Memorial Jumal Umum.

14. dan pada umumnya persediaan merupakan komponen terbesar dari aktiva lancar. Sub-bab ini kan membicarakan sistem perhitungan pisik persediaan. oleh: Penghitung Kedua ----------------------------~ NomorKartu : Nomor Persediaan Nama Persediaan Perhitungan Kedua Pada Tgl. 14-4.persediaan barang dalam proses. tangan Gb. oleh: Penghitung Pertama Pada tgl. Dokumen Yang Dipergunakan (1) Kartu Perhitungan Persediaan. Jumlah Petugas Satuan T. Contoh dokumen seperti terlihat pada Gb. dan persediaan barang jadi. Kartu ini dibagi menjadi tiga bagian yang dipisahkan dengan perforasi.6.1. Sekurang-kurangnya sekali dalam satu tahun harus dilakukan perhitungan pisik persediaan. untuk menjamin adanya suatu sistem pengendalian yang baik terhadap persediaan. Nilai rupiah persediaan pada umumnya cukup tinggi. Nomor Kartu Nomor Persediaan Nama Persediaan TELAH DIHITUNG Pada tgl. Jum1ah Petugas Satuan T. 14-4 Kartu Perhitungan Persediaan 88 . tangan: () () --------~--------------------~ Nomor Kartu : Nomor Persediaan Nama Persediaan Perhitungan Pertama Pada Tgl.

Setelah perhitungan persediaan.Blanko kartu tersebut diletakkan atau digantungkan pada kemasan barang yang akan dihitung. Dengan demikian bila pada barang tertentu tergantung bagian kartu yang pertama. maka dibuatlah rekapitulasi persediaan dengan dasar kartu-kartu perhitungan persediaan. dan harns dicek perhitungannya. berarti barang bersangkutan belum dihitung. Bila blanko yang ada tinggal dua bagian. Apabila penghitung kedua sudah selesai melakukan perhitungan. (2) Rekapitulasi Perhitungan Persediaan. maka berarti barang bersangkutan telah dihitung dan dihitung ulang. maka dia harus mengisi bagian perhitungan kedua. 14-3 Bukti Permintaan Bahan 89 . dan tidak dijumpai perbedaan yang material. No KPP No Persed Jenis Persed Kuantas Satuan Harga Pokok Satuan Jumlah Harga Pokok * * Koordinator Perhitungan ( ) * Disi oleh Bagian Akuntansi Gb. dan pengecekan perhitungan selesai dilakukan. dan menyerahkan kepada koordinator perhitungan. Apabila penghitung pertama selesai menghitung barang. Contoh dokumen ini tampak pada Gb. menyobek dan menyerahkan kepada koordinator perhitungan. apabila padakemasan barang tertentu terdapatkartu perhitungan persediaan yang masih lengkap. maka petugas tersebut harus mengisi bagian perhitungan pertama. berarti barang sudah dihitung satu kali. menyobeknya. Jadi.

Catatan Akuntansi Catatan akuntansi yang sigunakan adalah: (1) Jurnal Umum (2) Rekening buku besar Persediaan. dan menyerahkannya kepada koordinator perhitungan persediaan. dan menyerahkan kepada koordinator perhitungan persediaan. ntuk U mengurangi saldo persediaan dikarenakan penyesuaian seperti tersebut di atas. sementara itu dari perhitungan persediaan maupun pengecekannya menunjukkan angka 900 ton. dan buku pembantu berupakartu-kartu jenis barang 14.OO. Petugas penghitung Petugas pengecek 90 .000. mengisi kartu perhitungan persediaan bagian pertama.2.(3) Bukti Memorial.OOO.OOsarna dengan RplOO. Bukti ini digunakan untuk penyesuaian persediaan.00. Melakukan pengecekan perhitungan secara independen. Dalam hal ini jumlah persediaan menurut perhitungan pisik yang digunakan. Dengan demikian pembukuan persediaan harus dikurangi sebesar 100 ton dikalikan RplOOO. bagianJpetugas lain yang terkait adalah: (4) Pemegang kartu-kartu persediaan (5) Bagian gudang Dengan demikian petugas dn fungsinya masing. 14. Misalkan kuantitas persediaan menurut kartu persediaan di bagian akuntansi sebesar 1000 ton dengan harga pokok total Rp1. Bagian/Petugas Terkait Dalam Perhitungan Persediaan persediaan tiap Bagian atau petugas yang ditunjuk biasanya bersifat sementara. mengingat perhitungan pisik persediaan umumnya dilakukan sekali dalam satu tahun. Melakukan perhitungan pertama. dan memutuskan apakah perlu perhitungan ulang atau tidak. serta membuat rekapitulasi perhitungan persediaan. membandingkan.3. digunakan bukti memorial.000.6. Biasanya dibentuk panitia perhitungan persediaan yang terdiri dari: (1) Koordinator perhitungan (2) Petugas penghitung (3) Petugas pengecek Di samping panitia di atas. mengisi kartu perhitungan persediaan bagian kedua.6.masing dapat diringkas sebagai berikut: Bagian/Petugas Koordinator perhitungan Fungsi Menerima bagian kartu perhitungan persediaan dari penghitung dan pengecek.

91 . 14. (3) Pelaksanaan tugas penghitungan dan pengecekan harus benar-benar dijamin independensinya.5.6. (2) Semua penyesuaian persediaan hendaknya dicatat dengan benar. Bagar Alir Arus Dokumen Dalam Sistem Perhitungan Persediaan Bagan alir arus dokumen dalam sistem perhitungan persediaan. Interen Pada Perhitungan Persediaan Bagian gudang 14. Aspek Otorisasi dan Prosedur Pencatatan (1) Rekapitulasi perhitungan persediaan harus diotorisasi oleh koordinator perhitungan persediaan. Aspek Praktik yang Sehat (1) Kartu perhitungan persediaan bemomor urut tercetak. (2) Peralatan seperti alat untuk menimbang atau untukmengukur harus terjamin ketelitiannya. 14.2. atau pemegang kartu persediaan. Sistem Pengendalian 14.4. Aspek Organisasi (1) Panitia perhitungan persediaan harus ditunjuk dari antara petugas selain petugas gudang.6.1.6.3.6.4. dapat dilihat di halaman berikut.4.6.4.Pemegang kartu-kartu Menyesuaikan data persediaan bila persediaan temyata ada perbedaan yang dianggap material antara jumlah persediaan secara pisik dengan jumlah yang tercantum dalam kartu persediaan. Menyesuaikan data persediaan bila temyata ada perbedaan yang dianggap material antara jumlah persediaan secara pisik dengan jumlah yang tercantum dalam kartu gudang. 14.

TUNGPD BARANG Gb. Mengapa diperlukan: (a) Daftar kebutuhan bahan? (b) Daftar kegiatan produksi? pengawasan 92 . Sebutkan jenis. DIGAN. ~.TUNGPD BARANG ~-~ DIGAN-.jenis dokumen yang digunakan padamasing-masingjenis produksi di atas. -.. ."~~' . 14-6 Sistem Perhitungan Persediaan SOAL-SOAL BAB XIV 14-1 14-2 14-3 Sebutkan jenis-jenis pengawasan produksi. SETELAH MENGHITUNG SELESAI MENGHlTUNG 1 ~.

Sebuah toko serba ada rnerniliki 120. Masalahnya apakah perlu bagi perusahaan untuk rnengadakan perhitungan persediaan untuk sernuajenis barang yang ada? Jelaskan. Sebutkan jenis dokurnen dan catatan akuntansi dalarn sistern penggunaan tenaga kerja.000 jenis barang dagangan. Sebutkan jenis dokurnen dan catatan akuntansi dalam sistern perhitungan persediaan. 93 . Sebutkan jenis dokurnen dan catatan akuntansi dalarn sistern pencatatan dan pernbebanan biaya-biaya.PEMEQANQ KARTU PBRSEDIAAN TUNGAN REKAP PERHI- Gb. 14-7 Sistern Perhitungan Persediaan (lanjutan) 14-4 14-5 14-6 14-7 14-8 14-9 Sebutkan jenis dokurnen dan catatan akuntansi dalarn sistern permintaan bahan. Sebutkan jenis dokurnen dan catatan akuntansi dalam sistern pencatatan produk selesai.

100 25.' .'.800 6. Jawaban atas soal yang bersifat diskriptif. Dikatakan demikian karena memang tidak ada jawaban yang seragam untuk problematika yang muncul di dunia sistem akuntansi.200 3. Sementara itu jawaban atas soal yang bersifat problematik. " . yaitu: 1. juga bersifat diskriptif artinya hanya menguraikan mirip. Dalam buku ini Jawaban atas soal yang bersifat diskriptif tidak diberikan.400 6.100 6.600 3.100 13. " .lU~LAN {dalaui rlbuan rupiah REF PIUTANG DAGANG (dbt) ' . Sementara itu jawaban atas soal yang bersifat problematik akan dibuat sebagai saran pemecahan (suggetested answer).200 94 . . 55 Jakarta Pusat " " " .600 3.600 3. Apabila lupa dapat membuka naskah teori yang relevan. Hal: 1 . ~ ~~ PEN.200 3. berdasar landasan teori yang ada. JAWABAN SOAL-SOAL BAB IX 9-6 PT AKASIA RAYA JI.200 3. atau mungkin bahkan persis dengan apa yang ada pada naskah teori.100 6. Soal yang bersifat diskriptif.200 3. PENJUALAN (kredit) Astjja Dawala Dahana TGL KETERANGAN 1993 Jan 3 8 15 20 25 29 2 Astrajingga 1 Dawala 1 Dahana 2 Astrajingga 1 Dawala 1 Dahana Jumlah 6.600 3.USULAN JAWABAN ATAS SOAL-SOAL (SUGGESTED ANSWER) Soal-soal yang diberikan pada akhir tiap-tiap bab dalam buku ini dapat digolongkan ke dalam dua jenis soal. Mahasiswa dapat pula mengembangkan kreativitasnya sendiri. Cempaka hUh No.200 6. Mahasiswa diharap dapat menjawab sendiri. dan Soal yang bersifat problematik. tidak dapat persis sama dengan teorinya. > ' '>I. 2. Kadang-kadang dibutuhkan asumsi tambahan agar soal dapat dikerjakan dengan lebih baik.

Ilustrasi Di tiap-tiap Agen TGL KETERANGAN GJ45 GJ90 GJ25R GJ50R GJ10Z Jumlah Atas dasar daftarberkolom tersebut di atas setiap bulan Agen harus mengisi laporan penjualan bulanan ke Kantor Pusat yang rancangannya dapat dibuat sebagai berikut: . Metode distribusi penjualan untuk Agen Utama. 2. yaitu memanfaatkan laporan penjualan bulanan dari tiap bulan.})Id:' .r GJ45 GJ90 GJ25R GJ50R GJ10Z JUMLAH BIn. .9-7 1. sebaiknya menggunakan metode daftar berkolom. AGEN. . Metode ini diusulkan karena jenis klasifikasi barang yang dijual ada lima buah. \ :' PTq~HAYA'. Agen dapat membuat laporan penjualan per jenis barang setiap bulan.. Atas dasar daftar berkolom tersebut._ Rp Rp Rp Rp Rp Rp 95 . Bila menggunakan jurnal berkolom agak kesulitan mengingat banyaknya kolom.JL Gajah Mada 1$3"" '" Jakarta Pusat'" <'. Sementara itu untuk Kantor Pusat dapat menggunakan metode summary strip. " .

:0" .' ' ..<~:/~. ~.'.JL • .~ Jakarta Pusat Mada'153 . :Bm~...Di Kantor Pusat Atas dasar laporan penjualan bulanan yang diterima tiap bulan dari tiap agen.' . .' " AGENPKI ' Agen~. . BIn'~" Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp GJ45 GJ90 GJ25R GJ50R GJ10Z JUMLAH 96 .. s. . ":.. kantor pusat tinggal menyusun laporan tiap agen dalam summary strip sebagai berikut: PiGAlAB JAYA .' .<:~ >.

." .'... "".. JAWABAN SOAL-SOAL BAB X 10-16 Bagan Alir Arus Dokumen Dalam Sistem Penerimaan Kas di Perguruan Tinggi XX 97 . '..~ {-' " ...

<'. \. Bagan Alir Arus Dokumen Dalam Sistem Penerimaan Kas di Perguruan Tinggi XX (lanjutan) JURNAL PENERIMAAN KAS ~4----- 3 98 .

JAWABAN SOAL-SOAL BAB XI 11-8 Bagan alir arus dokumen dalam sistem pembelian PT ABC UNTUK DAFTAR PEMASOK PEMASOK UNTUK PEMASOK UNTUK 99 .

maka sdr. Yuli seeara pribadi."". Tuti). Tuti harus menanda tangani bon tersebut sebagai bukti bahwa ia sudah menerima uang. Apabila betul-betul diminta oleh pegawai lain (dalam hal ini sdr. . ' Bagan alir arus dokumen dalam sistem pembelian PT ABC (lanjutan) JAWABAN SOAL-SOAL BAB XII 12-8 Kelemahan-kelemahan yang ada adalah sebagai berikut: 1.YO/. Pada bon pengeluaran kas kecil nomor 13. Hal ini harus diteliti apakah bon tersebut tidak jadi dipakai karena salah tulis misalnya? Bila demikian agar tidak 100 . Yuli yaitu pemegang dana kas kecil. Bon pengeluaran kas keeil nomor 14 tidak ada. Hal ini dapat menimbulkan keeurigaan jangan jangan dipakai oleh sdr. 2. ' . hanya ditanda tangani oleh sdr.

serta rekening pembantu utang pada masing.00. meskipun batal.000).93 TgI2-2-93 1.000-14.000 UDREJEKI F . harus ada dalam arsip.000 CVTANIMAJU F .000-9.100. maka ia harus menggantinya. 12-9 a.200.15 . Oleh karena itu PT Akasia Jaya sebagai pembeli tidak dapat menuntut agar nomor fakturnya harus urut.00 (Rp300. Apabila bon nomor 14 memang ada maka harus dieari sampai ketemu. Saatjumlah dalam faktur dibayar. (4) Membukukan jumlah yang tereantum dalam jurnal pengeluaran kas ke dalam rekening buku besar terkait. 4. menimbulkan keeurigaan bon tersebut. maka prosedur ini dapat divisualisasikan sebagai berikut: CVTANIMAJU F .000 101 .000. (2) Membukukanjumlah yang tereantum dalamjurnal pembelian ke rekening buku besar.00033. Mekanisme administrasi utang seeara konvensional adalah sebagai berikut: b. Dengan asumsi bahwa bon nomor 14 rusak dan tidakjadi dipakai. (1) Meneatat faktur ke dalam jurnal pembelian. Bon nomor 15 tidak jelas penggunaannya.3. untuk apa bon tersebut dibuat. Saat faktur dari pemasok disetujui untuk dibayar. bukannya Rp 171.09 .masing pemasok. Dari data dalam soal. (3) Membukukan pembayaran ke jurnal pengeluaran kas.000. serta membukukan ke rekening pembantu utang pada masing -masing pemasok. maka sisa uang kas keeil seharusnya adalah Rp201.000-43. Sementara itu bukti kas keluar (BKK) dibuat interen oleh PT Akasia Jaya sehingga logisnyajustru harus urut.11 .93 Tgll-2-93 900.93 TgI2-2-93 1. bila tidak dapat meneari. karenanya harus dieari informasi dan dituliskan pada bon. Nomor faktur (yaitu faktur pembelian) dalam soal tidak urut karena faktur tersebut diterima dari pihak luar yaitu pemasok. Dalam hal ini pemegang dana kas keeil harus meneari dimana kekurangannya.

000 '-' trrANG'D~G~ TGL 1 5 DEBIT .200.000 1.. TGL 2 DEBIT KREDIT 1.UTAN~.. .000 1.:'.000 PADA .1EKI'."> " SALDO 900..000 . CV TANIl\fAJV ' KREDIT 900..:~.200. .DAGANG' .: ' . ..000 ('.000 F-15-93 1.' " s .200.'.~'~~' UTANG DAGANG"P4bA ..100.".100.' " " SALDO 1.000 1.100. " ~ .100.'+ '::e ' " :jU~' .( "+>l:. " TGL 1-5 DEBIT KREDIT 3.' .200..000 3.000 " '0 .000 F-09-93 1.000 2.200.TGL KETERANGAN REF PEMBELIAN (debit) UTANG DAGANG (kredit) Feb 93 1 2 5 1000 kg beras cianjur dari CV Tani Maju @900 200 kg beras pandan wangi dari UD Rejeki @ 550 1500 kg beras cisendane dari CV Tani Makmur @800 F-1l-93 900.100. ..000 102 ..000 900.200. " / (~t . '7 "". .".<~y>. <-l>.'.~' " PADA UJ)"f$.200.000 3.000 SALDO 3.

dan buku pembantu di atas. Cara ini sering disebut sistem voucher atas dasar tunai (cash basis). dan bukukan pula ke rekening buku besar. kemudian dicatat dalam jurnal pengeluaran kas. akan tampak sebagai berikut: Tanggal Pembelian Faktur dikumpulkan (tidak dicatat) Tanggal Jatuh Tempo Dibuat voucher. Gambar pada ilustrasi di atas tidak lengkap. dibuatkan cek. atau pengakuan utang secara formal. dibuat voucher. sebagai contoh bentuk faktur dari pemasok tidak lengkap. hal ini disengaja untuk mengejar format yaitu agar ilustrasi tampak secara utuh dalam satu gambar. Coba masukkan data pembayaran utang berikut ke dalam buku jurnal pengeluaran kas yang tersedia. bentuk rekening buku besar maupun buku pembantu juga tidak lengkap. Faktur-faktur dari pemasok diarsip menunggu tanggaljatuh tempo. TGL KETERANGAN REF UTANG DAGANG Debit lain REK KAS Jumlah (Kredit) 12-10 Mekanisme sistem voucher dasar tunai. 2. tidak ada pencatatan. voucher disetujui untuk dibayar. dapat diilustrasikan sebagai berikut: 103 . Dengan cara ini.Catatan: 1. Bila diganbarkan dalam garis waktu. Dicatat dalam jurnal pengeluaran kas Dari data soalI2-10. pada saatjatuh tempo. Saat jumlah dalam faktur dibayar. Dibuat cek.

faktur dati pemasok di atas hanya dikumpulkan tidak dicatat baik ke buku jurnal maupun ke buku besar/pembantu Pada saat jatuh tempo.000 1.200.CEK PEMB. dan dicatat dalarn jurnal pengeluaran kas sebagai berikut: TGL KET.100.000 VCH 02/02/93 TglI2-2-93 1. NO. (debit) Debit Lain REK Jumlah KAS (Krdt) Feb 93 11 12 CVTani Maju UD Rejeki VCH 0112/93 VCH 02/2/93 Dn 101-L-71 Dn 102-L-71 900.09 .000 CVTANIMAJU F .000 UDREJEKI F .000 900.CVTANIMAJU F .11 .000 kemudian dibuat cek.93 Tg12-2-93 1.93 Tg12-2-93 1.100.93 Tgll-2-93 900.000 Faktur.100. dibuat voucher sebagai berikut: VCH 01102/93 Tglll-2-93 900. VCH NO.000 1.000 12-11 Mekanisme sistem voucher penuh (full fledge voucher) Tanggal Pembelian Tanggal Jatuh Tempo 104 .15 .100.

000 Saat jatuh tempo dibuatkan cek kemudian dicatat di dalam cek register PT AKASIA ItAYA DAFTARCEK Tanggal No.000 1.200.000 1.000 900. Cek No.200.100.000 1.000 VCH 03/02/93 Tgl2-2-93 1. Jml Feb 93 1 2 5 Tani Maju Rejeki Tani Maju 0112/93 02/2/93 03/2/93 900. cek Utang Voucher Pembelian (Debit) " Debit Lain Rek. DAFTAR VOJJCHER Dibayar Tgl No.000 1.000 900.100.Dibuat cek Faktur diterima Dicatat dalam Dibuat voucher Dicatat dalam cek register voucher register Bila data dari soal divisualisasikan.000 105 . No Vch . Voucher Utang Voucher (Debit) Kas (Kredit) Feb 93 11 12 Dn 101-L-71 Dn 102-L-71 0112/93 02/2/93 900.000 VCH 01/02/93 Tgll1-2-93 1.200.000 Voucher kemudian dicatat ke dalam voucher register (daftar voucher) PT AKASIA RAYA ' .000 1. akan tampak sebagai berikut: Saat pembelian terjadi dibuat voucher: VCH 01102/93 Tglll-2-93 900.000 1.100.100.100. Tgl Ket.

Coba saudara isi sendiri. Dalam sistern ini arsip voucher yang belurn dibayar sesungguhnya dapat berfungsi pula sebagai buku "buku pernbatu utang" (ledgerless bookeeping untuk utang dagang). rnaka kolorn tanggal. Petugas/bagian yang terlibat dalam sistern penggajian di dalam soal ini adalah: PetugaslBagian Pengabsen Bagian Keuangan Mengabsen kehadiran Dosen dan Mahasiswa Mernbuat daftar gaji. Pada soal-soal terdahulu. dan nornor cek pada daftar voucher juga harus diisi.K. Namun dernikian dapat saja rekening pernbantu utang tetap diselenggarakan bila rnernang diinginkan. sernentara itu pada soal ini tidak. rnernbuat bukti transfer bank.Catatan: 1. petugas/ bagian yang terlibat ditunjukkan dengan jelas. Pada saat rnernbuat cek. 2. JAWABAN SOAL-SOAL BAB XIII 13-8 Untuk membuat bagan alir arus dokurnen pada soal ini pertama-tama harus diidentifikasi petugas/bagian yang terlibat. dan rnernbuat perincian gaji Dosen Mengotorisasi daftar gaji Mernbayar gaji Mernbukukan transaksi penggajian P.II Bank Bagian Akuntansi Bagan alir arus dokurnen dalarn sistern dan prosedur penggajian dapat dilihat di halaman berikut: 106 .

Bagan alir arus dokumen dalam sistem dan prosedur penggajian 2 PERINCIAN GAJI 3 UNTUK DOSEN 107 .

Dengan metode sample terentu dipilih jenis barang yang akan dihitung.500. 108 .000.Rp1. Sample yang digunakan biasanya adalah sample yang bersifat stratified (bertingkat). Misalkan dalam sebuah toko terdapat barang-barang sebagai berikut: Jenls Barang Jam Rolex ProdukAA Produk kebutuhan sehari-hari Volume 20 buah 50 Harga Satuan Rp2. Semen tara itu untuk berbagai produk lain yang harganya kurang lebih sarna dan relatif kecil.000 +/. ditentukan secara sample mana yang akan dihitung.000 Untuk jam Rolex dan berbagai produk Aitene Aigner (AA). dihitung semua karena volume sedikit dan harga tinggi.Bagan alir arus dokumen dalam sistem dan prosedur penggajian (lanjutan) . Tingkat-tingkat yang perlu diperhatikan adalah harga satuan dan volume persediaan tiap jenis barang. BAGIAN~ ' DAFTAR GAJI MEMINDAH BUKUKAN KEREKING TABUNGAN JAWABAN SOAL-SOAL BAB XIV 14-9 Perhitungan pisik persediaan pada toko serba ada biasanya dilakukan secara sample.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful