0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
397 tayangan27 halaman

Pemrograman Tingkat Lanjut

Makalah ini membahas tentang pemrograman tingkat lanjut menggunakan bahasa Python. Topik yang dibahas antara lain variabel dan tipe data Python, pernyataan kondisi (if else), looping (while dan for), serta Flask micro-framework."

Diunggah oleh

rivaldo totononu
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
397 tayangan27 halaman

Pemrograman Tingkat Lanjut

Makalah ini membahas tentang pemrograman tingkat lanjut menggunakan bahasa Python. Topik yang dibahas antara lain variabel dan tipe data Python, pernyataan kondisi (if else), looping (while dan for), serta Flask micro-framework."

Diunggah oleh

rivaldo totononu
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH PEMROGRAMAN TINGKAT LANJUT

“ PYTHON ”

NAMA : GILBERT PABLO TOTONONU


NIM : 1920201074

FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDY ELEKTRO
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN INDONESIA MANADO
2023
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya ucapkan ke hadirat TUHAN atas segala Rahmatnya sehingga makalah ini dapat tersusun
sampai selesai .
Saya sangat berharap semogah makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi pembaca,
bahkan saya berharap lebih jauh lagi agar makalah ini bisa pembaca praktekkan dalam keperluan tertentu.

Bagi saya penyusun merasa masih banyak kekurangan dalam penyusunan Makalah ini,karna keterbatasan
pengetahuan dan pengalaman saya.
Untuk itu saya sangat mengharapkan kritikan dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan
MAKALAH ini.

MANADO, januari 2023

GILBERT PABLO TOTONONU


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................................................2
DAFTAR ISI............................................................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................................................4
1. Latar Belakang.............................................................................................................................4
2. Rumusan Masalah........................................................................................................................4
3. Tujuan..........................................................................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN......................................................................................................................5
A. Variabel Dan Tipe Data Python...................................................................................................5
B. Condotional Statement (IF ELSE)...............................................................................................8
C. Loop (WHILE & FOR)..............................................................................................................13
D. Flask Micro-Framework............................................................................................................19
BAB III PENUTUP.........................................................................................................................27
KESIMPULAN..................................................................................................................................27
BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Maraknya penggunaan komputer di berbagai bidang kehidupan manusia, menuntut
setiap orang untuk mengetahui dan mempelajari berbagai macam software pendukung
yang dapat beroperasi pada komputer tersebut. Bahasa pemrograman atau sering
diistilahkan juga dengan bahasa komputer adalah teknik komando/instruksi untuk
memerintahkan komputer. Bahasa pemrograman ini merupakan suatu himpunan dari
aturan sintaks dan semantic yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer.
Bahasa pemrograman python adalah bahasa pemrograman tinggi yang dapat
melakukan eksekusi sejumlah intruksi multiguna secara langsung (interpretatif)
dengan metode orientasi objek.
Bahasa pemrograman saat ini jumlahnya sangat banyak. Python merupakan salah satu
bahasa pemrograman populer yang digunakan oleh banyak developer. Menurut survei
bahasa pemrograman, Python berada diperingkat ke-3 pada tahun 2020. Selain itu,
Python juga bisa digunakan untuk enterprise. Dalam tingkatan bahasa pemrograman,
Python termasuk high level language. Python menjadi salah satu Bahasa
pemrograman yang dapat digunakan untuk membangun aplikasi, baik itu berbasis
desktop, web ataupun berbasis mobile.
Python adalah bahasa pemrograman model skrip (scripting language) yang
berorientasi obyek. Python dapat digunakan untuk berbagai keperluan pengembangan
perangkat lunak dan dapat berjalan di berbagai platform system operasi. Python
merupakan bahasa pemrograman yang freeware atau perangkat bebas dalam arti
sebenarnya, tidak ada batasan dalam penyalinannya atau mendistribusikannya. Bahasa
pemrograman python ini telah banyak dipakai salah satunya untuk melakukan image
processing. Dengan semakin canggihnya teknologi bahasa pemrograman python ini
pun semakin dikembangkan, sehingga dapat digunakan untuk melakukan image
processing.

2. Rumusan Masalah
Dari penjelasan di atas, penulis merumuskan beberapa masalah sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan variabel & tipe data python?
2. Apa itu Conditional statement?
3. Pengertian loop.
4. Pengertian flask micro-framework.

3. Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah
Pemrograman Tingkat Lanjut sekaligus untuk menambah pengetahuan menegenai
Python.
BAB II PEMBAHASAN

A. Variabel Dan Tipe Data Python


Variabel merupakan tempat menyimpan data, sedangkan tipe data adalah jenis data
yang terseimpan dalam variabel.

Variabel bersifat mutable, artinya nilainya bisa berubah-ubah.

1. Membuat variabel di Phyton


Variabel di python dapat dibuat dengan format seperti ini:
nama_variabel = <nilai>
Contoh :
variabel_ku = "ini isi variabel"
variabel2 = 20

Kemudian untuk melihat isi variabel, kita dapat menggunakan fungsi print.

print variabel_ku
print variabel2

 Aturan penulisan variable


1. Nama variabel boleh diawali menggunakan huruf atau garis bawah
(_), contoh: nama, _nama, namaKu, nama_variabel.
2. Karakter selanjutnya dapat berupa huruf, garis bawah (_) atau
angka, contoh: nama, n2, nilai1.
3. Karakter pada nama variabel bersifat sensitif (case-sensitif).
Artinya huruf besar dan kecil dibedakan. Misalnya, variabel_Ku
dan variabel_ku, keduanya adalah variabel yang berbeda.
4. Nama variabel tidak boleh menggunakan kata kunci yang
sudah ada dalam python seperti if, while, for, dsb.

 Menghapus Variabel
Ketika sebuah variabel tidak dibutuhkan lagi, maka kita bisa
menghapusnya dengan fungsi del().
Contoh :
>>> nama = "petanikode"
>>> print nama
petanikode
>>> del(nama)
>>> print nama
Traceback (most recent call last):
File "<stdin>", line 1, in <module>
NameError: name 'nama' is not defined
>>>
Pada perintah terakhir, kita akan mandapatkan NameError. Artinya variabel
tidak ada di dalam memori alias sudah dihapus.

2. Tipe Data
Cara mengisi nilai variabel ditentukan dengan jenis datanya, misalkan untuk tipe
data teks (string) maka harus diapit dengan tanda petik ("..."). Sedangkan untuk
angka (integer) dan boolean tidak perlu diapit dengan tanda petik.
Contoh:
nama_ku = "Petani Kode"
umur = 20
tinggi = 183.22

Python akan seara otomatis mengenali jenis data atau tipe data yang tersimpan
dalam sebuah variabel.

Untuk memeriksa tipe data pada suatu variabel, kita bisa menggunakan fungsi
type().

Contoh:

>>> usia = 20
>>> type(usia)
<type 'int'>
>>> usia = "20"
>>> type(usia)
<type 'str'>
>>> usia = '20'
>>> type(usia)
<type 'str'>
>>> usia = 20.5
>>> type(usia)
<type 'float'>
>>> usia = true
Traceback (most recent call last):
File "<stdin>", line 1, in <module>
NameError: name 'true' is not defined
>>> usia = True
>>> type(usia)
<type 'bool'>

Jenis-jenis tipe data


Secara umum, tipe data primitif dalam python dibagi menjadi tiga jenis:
1. Tipe data angka
Tipe data angka dibagi menjadi beberapa jenis lagi:
 int (Integer): bilangan bulat, contoh 32, 22, 12, 10, dsb.
 float: bilangan pecahan, contoh 1.3, 4.2, 22.3, dsb.\
Contoh:
harga = 12000 #tipe int
berat = 23.12 #float
jarak = 3e3 #float 3000.0, huruf e artinya eksponen 10

2. Tipe data teks


Tipe data teks dibagi menjadi dua jenis lagi:
 Char: Karakter, contoh 'R'.
 String: Kumpulan karakter, contoh "aku lagi makan".

Penulisan tipe data teks harus diapit dengan tanda petik. Bisa
menggunakan petik tunggal ('...'), ganda ("..."), dan tiga ('''...'''
atau """...""").
Contoh:
nama = "Ivan"
jenis_kelamin = 'L'
alamat = """
Jl. Suka Karya, No 32. RT Kode,
Kelurahan Mawar, Jakarta
"""
agama = 'islam'

3. Tipe data boolean


Tipe data boolean adalah tipe data yang hanya memiliki dua nilai yaitu
True dan False atau 0 dan 1.
Penulisan True dan False, huruf pertamnya harus kapital dan tanpa tanda
petik.

Contoh:
bergerak = True
nyala = 1 #sebenarnya tipenya int, tapi bisa juga menjadi
bool

3. Contoh program dengan menggunakan variabel dan tipe data


Berikut ini contoh sederhana penerapan variabel dalam program.
# Program bio data penduduk desa X
# membuat variabel beserta isinya (nilainya)
nama = "Hartono"
alamat = 'Mataram'
umur = 19
tinggi = 170.5
menikah = False
# mencetak isi variabel
print "Nama : ", nama
print "Alamat : ", alamat
print "Umur : ", umur
print "Tinggi : ", tinggi
if(menikah):
print "Status: menikah"
else:
print "Status: belum menikah"

4. Konfersi tipe data


Meskipun Python telah otomatis mendeteksi tipe data yang tersimpan dalam
variabel, tapi ada kalanya kita perlu melakukan konversi tipe data. Misalkan, pada
contoh berikut ini:
a = 10
b = 3
c = a / b

print c #output: 3
Pembagian nilai a dan b menghasilkan 3 (integer). Mengapa demikian?

Karena nilai a dan b bertipe integer, maka hasilnya pun berupa integer.

Bagaimana agar hasilnya ada komanya?

Tentu kita harus merubah tipe variabel a dan b menjadi bilangan pecahan (float) dulu,
baru setelah itu dibagi.

a = 10
b = 3
c = float(a) / float(b) #output: 3.3333333333333335

print c

Fungsi float() akan mengubah nilai a menjadi 10.0 dan b menjadi 3.0.

B. Condotional Statement (IF ELSE)


1. Kondisi python dan pernyataan if
Python mendukung kondisi logis yang biasa dari matematika:

Sama dengan : a ==b


Tidak Sama dengan : a!= b
Kurang dari: a < b
Kurang dari atau sama dengan : a <= b
Lebih besar dari: a > b
Lebih besar dari atau sama dengan: a >= b
Kondisi ini dapat digunakan dalam beberapa cara, paling umum dalam
"pernyataan if" dan loop. Sebuah "pernyataan if" ditulis dengan
menggunakan kata kunci if.

a = 33

b = 200

if b > a:

print("b lebih besar dari a")

Dalam contoh ini menggunakan dua variabel, a dan b, yang digunakan sebagai
bagian dari pernyataan if untuk menguji apakah b lebih besar dari a. Karena a
adalah 33, dan b adalah 200,Dapat diketahui bahwa 200 lebih besar dari 33, jadi
tercetak ke layar bahwa "b lebih besar daria".

Identation

Python bergantung pada identation (spasi di awal baris) untuk menentukan ruang
lingkup dalam kode. Bahasa pemrograman lain sering menggunakan kurung
kurawal untuk tujuan ini.

Contoh: Jika pernyataan, tanpa identation (akan menimbulkan kesalahan):

a = 33

b = 200

if b > a:

print("b lebih besar dari a") # kita akan menemui error program

2. Elif
Kata kunci elif adalah cara python untuk mengatakan "jika kondisi sebelumnya

a = 33

b = 33

if b > a:
tidak benar,maka coba kondisi ini".
Dalam contoh ini a sama dengan b, jadi kondisi pertama tidak benar, tetapi
kondisi elif benar,jadi kami mencetak ke layar bahwa "a dan b sama".

3. Else
Kata kunci else memproses apa pun yang tidak diproses oleh kondisi sebelumnya.

a = 200

b = 33

if b > a:

print("b lebih

besar dari a")elif a

== b:

print("a dan b bernilai

sama")else:

Dalam contoh ini a lebih besar dari b, jadi kondisi pertama tidak benar, juga
kondisi elif tidak benar, jadi kita pergi ke kondisi lain dan mencetak ke layar
bahwa "a lebih besar dari b". Programmer juga dapat memiliki yang lain tanpa
elif

a = 200

b = 33

if b > a:

print("b lebih besar

dari a")else:
print("b tidak lebih besar dari a")
4. If pendek
Jika programmer hanya memiliki satu pernyataan untuk dieksekusi, programmer
dapatmeletakkannya di baris yang sama dengan pernyataan if.

Contoh Satu baris pernyataan if:

a = 200

b = 33

if a > b: print("a lebih besar dari b")

5. If… else pendek


Jika Programmer hanya memiliki satu pernyataan untuk dieksekusi, satu untuk
jika, dan satu untuk yang lain, Programmer dapat meletakkan semuanya di baris
yang sama:

Contoh Pernyataan if… else satu baris:

a=2

b = 330

print("A") if a > b else print("B")

Teknik ini dikenal sebagai Operator Ternary, atau Ekspresi Bersyarat.


Programmer juga dapatmemiliki beberapa pernyataan lain pada baris yang

Contoh Pernyataan if… else satu baris dengan 3 kondisi:

sama:

a = 330

b = 330

print("A") if a > b else print("=") if a == b else


print("B")
6. And
Kata kunci and adalah operator logika, dan digunakan untuk menggabungkan
pernyataanbersyarat:

a = 200

b =a.

33Or c =

500

if a > b and c > a:

Kata kunci or adalah operator logika, dan digunakan untuk


menggabungkan pernyataanbersyarat:

a = 200

b = 33

c = 500

if a > b or a > c:

print("Sedikitnya satu kondisi terpenuhi")

7. If Bersarang (nested if)


Programmer dapat memiliki pernyataan if di dalam pernyataan if, ini disebut
pernyataan ifbersarang.

x = 41

if x > 10:

print("Nilai di atas 10,")

if x > 20:

print("Dan juga di
atas 20!")else:
print("Tapi tidak di atas 20.")
8. Pernyataan pass
Pernyataan if tidak boleh kosong, tetapi jika Programmer dikarenakan alasan
tertentu memiliki pernyataan if tanpa konten, programmer dapat memasukkan
pernyataan pass untukmenghindari kesalahan program.
a = 33

b = 200

if b > a:
pass

C. Loop (WHILE & FOR)


Python memiliki dua perintah perulangan primitive yaitu Perulangan while
dan Perulangan for. Dengan perulangan while kita dapat mengeksekusi satu
set pernyataan selama kondisinya benar.

Contoh Cetak i selama i kurang dari 6:

i=1

while i <

6:
print(i)
i += 1
Catatan: Ingat untuk menambah i, atau loop akan berjalan selamanya.
Perulangan while membutuhkan variabel yang relevan dan tersedia, dalam contoh ini
programmer perlu mendefinisikan variabel pengindeksan, i, yang ditentukan sebagai
nilai ke 1.

1. Pernyataan break
Dengan pernyataan break kita dapat menghentikan perulangan meskipun
kondisi while benar:

Contoh Keluar dari loop ketika i adalah 3:


i =1

while i < 6:print(i)

if i == 3:

break

i += 1

2. Pernyataan continue
Dengan pernyataan continue programmer dapat menghentikan iterasi saat ini,
dan melanjutkandengan yang berikutnya:

Contoh Lanjutkan ke iterasi berikutnya jika i adalah 3:

i=0

while i <

6:i += 1

if i == 3:

continue
print(i)

3. Pernyataan else
Dengan pernyataan else programmer dapat menjalankan blok kode satu kali
ketika kondisinyatidak lagi benar:

Contoh Cetak pesan setelah kondisinya salah:

i =1

while i < 6:

print(i)
i += 1

else:

print("i tidak lagi kurang dari 6")


4. Perulangan for
Perulangan for digunakan untuk mengulangi urutan (yaitu daftar, tupel, kamus,
set, atau string). Kurang lebih ini seperti perintah perulangan for dalam bahasa
pemrograman lain, dan bekerjalebih seperti metode iterator (iterasi) seperti yang
ditemukan dalam bahasa pemrograman berorientasi objek lainnya. Dengan
perulangan for programmer dapat mengeksekusi satu set pernyataan, sekali
untuksetiap item dalam list, tuple, set dll.

Contoh Cetak setiap buah dalam daftar buah:

fruits=["apel","pisang",c eri"]

for x in fruits:
print(x)

Perulangan for tidak memerlukan variabel pengindeksan untuk


disetel sebelumnya.

5. Perulangan melulai string


Bahkan string adalah objek yang dapat diubah, mereka berisi urutan karakter:

6. Pernyataan break
Dengan pernyataan break kita dapat menghentikan loop sebelum loop melewati
semua item:

Contoh Keluar dari loop ketika x adalah "pisang":


buah = ["apel",

"pisang", "ceri"]for x in

buah:

print(x)

if x ==
"pisang":
break

Contoh Keluar dari loop ketika x adalah "pisang", tetapi kali ini jeda muncul sebelum cetakan:

fruits = ["apple", "banana", "cherry"] for x in fruits:


if x == "banana": break
print(x)

7. Pernyataan continue
Dengan pernyataan continue kita dapat menghentikan iterasi loop saat ini, dan
melanjutkan dengan yang berikutnya:

Contoh Jangan mencetak pisang:

fruits = ["apple", "banana",

"cherry"]for x in fruits:

if x ==

"banana": continue
print(x)

8. Fungsi range ()
Untuk mengulang satu set kode beberapa kali, kita dapat menggunakan fungsi
range(), Fungsi range() mengembalikan urutan angka, mulai dari 0 secara
default, dan bertambah 1 (secara default), dan berakhir pada angka yang
ditentukan.

Contoh Menggunakan fungsi range():

for x in range(6):

print(x)

Perhatikan bahwa range(6) bukanlah nilai 0 hingga 6, tetapi nilai 0 hingga 5.

Fungsi range() default ke 0 sebagai nilai awal, namun dimungkinkan untuk


menentukan nilai awal dengan menambahkan parameter: range(2, 6), yang berarti
nilai dari 2 hingga 6 (tetapi tidak termasuk 6):

Contoh Menggunakan parameter mulai:

for x in range(2, 6):

print(x)

Fungsi range() default untuk menambah urutan sebesar 1, namun


dimungkinkan untuk menentukan nilai kenaikan dengan menambahkan
parameter ketiga: range(2, 30, 3):

Contoh Tingkatkan urutan dengan 3 (default adalah 1):

for x in range(2, 30, 3):

print(x)

9. Else di Perulangan For


Kata kunci else dalam perulangan for menentukan blok kode yang akan
dieksekusi ketika perulangan selesai:

Contoh Cetak semua angka dari 0 hingga 5, dan cetak pesan saat loop telah berakhir:
for x in range(6):

print(x)
else:

print("Finally finished!")

Catatan: Blok else TIDAK akan dieksekusi jika loop dihentikan oleh pernyataan break.

Contoh Putuskan loop ketika x adalah 3, dan lihat apa yang terjadi dengan blok else:

for x in range(6):

if x == 3: break

print(x)
else:

print("Finally finished!")

10. Perulangan bersarang


Perulangan bersarang adalah perulangan di dalam perulangan. "Perulangan
dalam" akandieksekusi satu kali untuk setiap iterasi dari "perulangan luar":

Contoh Cetak setiap kata sifat untuk setiap buah:

adj = ["red", "big", "tasty"]

fruits = ["apple", "banana", "cherry"]

for x in adj:

for y in fruits:

print(x, y)

11. Pernyataan Pass


Perulangan loop tidak boleh kosong, tetapi jika programmer karena alasan
tertentu memilikiperulangan for tanpa konten, masukkan pernyataan pass untuk
menghindari kesalahan.
Contoh

for x in [0, 1, 2]:

pass

D. Flask Micro-Framework
1. Pengertian Flask
Flask adalah kerangka kerja aplikasi web bersifat kerangka kerja mikro yang
ditulis dalam bahasa pemrograman Python dan menggunakan dependensi
Werkzeug dan Jinja2. Aplikasi yang menggunakan Flask antara lain adalah
Pinterest, LinkedIn, dan halaman web komunitas situs Flask itu sendiri.

Flask berfungsi sebagai framework aplikasi dan tampilan sebuah website. dengan
enggunakan Flask dan bahasa Python, pengembangan dapat membuat sebuat web
yang terstruktur dan dapat mengatur behaviour suatu web dengan lebih mudah.
sebagian besar berfungsi dan komponen umum seperti validasi form, database,
dan sebagainya tidak terpasang secara default di Flask.

Flask disebut kerangka kerja mikro karena tidak membutuhkan alat-alat tertentu
atau pustaka. hal ini dikarenakan fungsi komponen - komponen tersebut sudah
disediakan oleh pihak ketiga dan flask dapat menggunakan ekstensi yang
membuat fitur dan komponen - komponen tersebut seakan diimplementasikan
oleh flask sendiri.Selain itu, meskipun Flask disebut sebagai microframework
disini berarti bahwa Flask bermaksud untuk membuat core dari aplikasi ini
sesederhana mungkin tapi tetap dapat dengan mudah di tambahkan. dengan begitu
fleksibilitas serta skalabilitas dari flask dapat dikatakan cukup tinggi dibandingkan
dengan framework lainnya.

Contoh :
Kode berikut menunjukkan aplikasi web sederhana yang mencetak "Hello
World!":

Kelebihan Flask
Jika dibandingkan dengan framework Python lainnya seperti Django, framework
ini memiliki beberapa kelebihan khusus. Tak heran jika Flask adalah salah satu
framework terbaik yang harus Anda pelajari. Berikut ini beberapa kelebihan yang
bisa anda rasakan:
 Framework Super Ringan
Kelebihan pertama yang bisa Anda rasakan, adalah performa penggunaan
framework. Flask adalah sebuah framework web development yang
sangat ringan, hal ini bisa terjadi karena core dengan desain modular yang
super simpel.

 Friendly untuk pemula


Framework ini menggunakan bahasa yang sangat friendly untuk pemula,
sehingga akan lebih mudah mempelajari Python dengan framework ini.
Namun untuk mempelajari Flask, akan lebih baik jika Anda mempelajari
Python terlebih dahulu.

 Support Extensi Pihak Ketiga


Flask memiliki fungsi dasar yang support pada penambahan library,
module, hingga plugin lain sebagai extensi tambahan. Dengan kelebihan
ini, akan memungkinkan pengguna membangun web development super
kompleks.

 Flask adalah framework yang free penggunaan


Pada dasarnya framework ini menggunakan Python sebagai bahasa
pemrograman. Dengan sifat open source dan dukungan sistem dari Flask,
pengguna bisa menggunakannya secara gratis. Bahkan Anda bisa
membuat sebuah website untuk kebutuhan komersil.

 Flask adalah framework yang fleksibel


Microframework ini memungkinkan Anda membangun web development,
yang mencakup pengembangan front end dan back end. Sehingga Anda
lebih leluasa untuk mengembangkan web, dalam satu framework saja.

 Fitur bawaan yang menarik


Dengan menggunakan framework ini, Anda bisa menikmati berbagai fitur
bawaan yang menarik. Sebut saja pengembangan server dan pewaktuan,
dukungan integrasi pada pengujian unit, Secure Cookies, ReSTful Request
dispatching, dan berbagai fitur menarik lainnya.

Kekurangan Flask
 Sumber tunggal
Sumber tunggal yang dimiliki oleh Flask ini, berarti Flask akan
menangani setiap pemerintahan secara bergilir, satu persatu. Hal ini
menyebabkan, anda harus melayani lebih dari satu permintaan, sehingga
membutuhkan lebih banyak waktu. dengan lebih sedikit alat yang dapat
anda gunakan, anda mungkin perlu menginstal lebih banyak modul. ini
dapat dikurangi dengan menggunakan hosting khusus Python.

 Penggunaan modul
Menggunakan lebih banyak modul dipandang sebagai keterlibatan pihak
ketiga yang dapat menyebabkan masalah besar dalam keamanan. proses
dan pengembangan tidak lagi antara web framework dan developer,
karena adanya keterlibatan modul lain. itu dapat meningkatkan resiko
keamanan jika modul berbahaya di sertakan.

2. Perbedaan Atau Keunikan Flask dengan Fraework Lainnya


Berikut adalah perbedaan framework Flask dan Framework Django:
1. Flask adalah framework yang ringan dengan fitur minimalis. Sementara
Django adalah framework web yang bersifat full-stack.
2. Developer dapat mengeksplor dan menjaga kontrol dari inti aplikasi jika
menggunakan Flask. Sementara pada Django, developer sudah memiliki akses
pada banyak fitur umum sehingga pengembangan web pun menjadi lebih
cepat.
3. Flask tidak memiliki banyak fitur untuk menangani tugas-tugas administrasi.
Sementara Django hadir dengan admin framework yang siap digunakan serta
dapat dikustomisasi.
4. Template Flask Jinja 2 didasari oleh template Django. Sementara Django hadir
dengan template built-in yang dapat menghemat banyak waktu
pengembangan.
5. Setiap proyek pada Flask dapat menjadi sebuah single application
bagaimanapun beragam model dan tampilan dapat ditambahkan pada single
application. Sementara pada Django, memungkinkan pengguna membagi satu
proyek menjadi beberapa aplikasi kecil yang membuatnya mudah untuk
dikembangkan.
6. Menggunakan Flask, developer dapat menggunakan database yang berbeda
dengan sistem ORM untuk Python dan SQLAlchemy sebagai SQL toolkit.
Kueri SQL harus ditulis untuk tugas umum. Sementara pada Django, sistem
built-in ORM memungkinkan developer untuk menggunakan berbagai
database dan melakukan tugas DB umum tanpa harus menulis kueri yang
panjang.
7. Pada Flask aplikasi sederhana nantinya dapat diubah untuk menambah
fungsionalitas dan membuatnya kompleks sehingga memberi fleksibilitas
untuk memperluas aplikasi dengan cepat. Sementara Django cocok untuk
project yang membutuhkan perubahan dinamis.
8. Django cocok untuk proyek besar yang membutuhkan banyak fungsi. Untuk
proyek yang lebih sederhana, fiturnya mungkin berlebihan. Sementara Flask
adalah aplikasi sederhana dapat dibangun dengan mudah dan tidak
memerlukan terlalu banyak coding.
9. Django memastikan pengembang menggunakan praktik terbaik karena
semuanya memiliki template. Sementara Flask lebih terbuka dan pengembang
mungkin mengikuti atau tidak mengikuti praktik terbaik.
10. Untuk fungsionalitas yang sama, Django membutuhkan lebih dari 2 kali lebih
banyak baris kode daripada Flask. Sementara, Flask membutuhkan lebih
sedikit baris kode untuk tugas sederhana.

3. Cara Kerja Flask (Backend & Frontend)


a. Frontend Developer
Front end Developer adalah pekerjaan dalam bentuk pemrograman yang
mengelola dan mengembangkan tampilan sebuah aplikasi atau website.
Adapun hal yang biasa dilakukan oleh front end developer yaitu
mengkombinasikan teknik desain, teknologi, dan pemrograman untuk
menghasilkan tampilan situs web yang menarik, interaktif, serta menangani
debugging (masalah) yang terjadi.

front end memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa pengunjung


dapat dengan mudah mengakses dan menggunakan sebuah aplikasi atau situs
web. Contohnya, setiap kali kamu mengunjungi situs web, apa pun yang kamu
lihat, klik, atau gunakan adalah pekerjaan front end. Mulai dari desain/tata
letak, konten, tombol, gambar, navigasi, dan tautan internal.

Dalam aktivitasnya, front end developer akan sering bekerja menggunakan


HTML, CSS, dan JavaScript untuk mengembangkan situs web atau aplikasi
web. Sehingga pengguna dapat melihat dan berinteraksi dengan produk
tersebut secara langsung.

Di samping itu, umumnya front end tidak bekerja sendirian. Mereka juga
berkolaborasi dengan berbagai tim, mulai dari back end, UI/UX, hingga
dengan marketing. Misalnya, ketika mengerjakan tampilan sebuah website.
Front end akan bekerja sama dengan UI/UX terkait desain website yang
diinginkan.

Tim UI/UX akan mendesain tampilan dari website dan kemudian mereka akan
memberikan desain tersebut ke front end. Selanjutnya tim front end akan
mengubah gambar desain dari UI/UX ke kode yang akan menghasilkan
elemen visual pada tampilan website. Singkatnya, seorang front end developer
mengaktifkan desain dan tombol-tombol pada sebuah web/aplikasi yang telah
dirancang oleh UI/UX.

Tugas dan tanggung jawab front end developer :


 Memastikan kelayakan teknis desain dari UI/UX
 Mengoptimalkan kecepatan dari website/aplikasi
 Menerapkan elemen visual situs web atau aplikasi
 Menggunakan desain responsif dalam pembuatan antarmuka pengguna
situs web atau aplikasi
 Menguji situs web atau aplikasi untuk kegunaan
 Memecahkan masalah kode apa pun yang tidak berfungsi
 Meningkatkan arsitektur visual situs web atau aplikasi
 Memastikan bahwa semua kelayakan dari tampilan website sebelum
mengirimkannya ke tim back end
 Berkolaborasi tim lainnya

b. Backend Developer
Jika front end lebih banyak berurusan dengan tampilan situs web dan
berorientasi dengan kenyamanan pengunjung, maka back end developer lebih
banyak bekerja dengan hal-hal yang terkait server dari sebuah aplikasi atau
situs web. Dikutip dari indeed.com, back end developer adalah pekerjaan yang
bertugas mengembankan, menyimpan data, dan komunikasi antara database
situs web atau aplikasi. Tiga komponen utama dari pekerjaan back end
developer yaitu server, aplikasi, dan database. Sehingga back end developer
juga memiliki peran penting dalam kinerja situs web atau aplikasi.

Pada praktiknya, front end developer menggunakan berbagai jenis alat, bahasa
pemrograman, dan kerangka kerja untuk menyelesaikan pekerjaannya. Untuk
melakukan hal tersebut, mereka menggunakan berbagai jenis program mulai
dari Java, .NET, PHP, Ruby, NodeJS, dan Python.

Selain itu, back end juga bekerja sama dengan tim lainnya, khususnya tim
front end. Hal ini karena Mereka akan saling mengirim dan menerima
informasi dalam proses mengembangkan sebuah situs web.

Dikutip dari indeed, salah satu contoh hasil kerja back end developer yaitu
ketika kamu membeli kemeja secara online. Back end developer akan
bertanggung jawab untuk menyimpan informasi kartu kredit, ukuran kemeja
yang kamu pesan, dan informasi lain terkait pembelian yang kamu lakukan.
Singkatnya, kamu berinteraksi dengan front end untuk melakukan pembelian
dan back end menyimpan semua informasi kamu di database server.

Tugas dan tanggung jawab back end developer :


 Mengelola dan mengembangkan sumber daya API (Application
Programming Interface) yang berfungsi di seluruh perangkat
 Membuat sistem pemrosesan pembayaran yang menyimpan data yang
diperlukan dengan aman
 Selalu perbarui aplikasi web, aman, dan cepat
 Memantau status server
 Menerapkan algoritma dan memecahkan masalah yang terkait dengan
sistem server atau data base
 Mengembangkan CMS (Content Management System);
 Mendukung pengembangan frontend dengan komunikasi yang jelas dan
dokumentasi yang baik
 Menyimpan dan mengelola data secara efektif
4. Database Yang Dapat Digunakan dengan Flask
Mungkin anda tahu sebelumnya bahwa Flask tidak memiliki fitur database
bawaan. Database merupakan salah satu area dimana kita diberikan kebebasan
untuk memilih database apa yang cocok dengan aplikasi kita daripada dipaksa
untuk menggunakan satu solusi saja.

Ada banyak pilihan database untuk Python yang bagus, kebanyaka mereka
memiliki ekstensi Flask sehingga membuat proses integrasi ke aplikasi menjadi
lebih baik. Database dapat dibagi menjadi dua grup yaitu grup yang mengikuti
model relasi dan grup yang tidak mengikuti model relasi. Grup yang dikedua
sering disebut NoSQL yang mengindikasikan bahwa mereka tidak
mengimplementasi SQL. Meski ada banyak produk database yang bagus di kedua
grup tersebut, penulis merasa bahwa database relasiional lebih cocok untuk
aplikasi yang memiliki struktur data seperti daftar user, blog, post, dll. sementara
NoSQL cocok untuk data yang kurang terstruktur. Aplikasi yang akan kita buat
dapat diimplementasi menggunakan database manapun, namun karena alasan
yang sebelumnya sudah penulis kemukakan, maka kita hanya akan menggunakan
database relasional.

Anda dapat membuat database SQL menggunakan Python, tetapi itu tidak wajib.
Jika Anda sudah memiliki database, yang perlu Anda khawatirkan hanyalah
bagaimana menghubungkannya. Jika Anda menggunakan Python untuk membuat
database SQL (dan itu adalah "jika", bukan keharusan), Anda hanya akan
melakukannya sekali. Anda tidak membuat database yang sama berulang kali. Ya,
ini sepertinya tidak perlu dipikirkan — tetapi Anda perlu memikirkan tentang apa
yang dilakukan kode Anda.

Anda akan menghubungkan aplikasi Flask ke database SQL yang sudah ada.
Menghubungkan akan memerlukan nama pengguna database dan kata sandi
database Anda sendiri, kecuali jika menggunakan SQLite.

Database Anda mungkin memiliki satu tabel, atau lebih dari satu tabel. Itu
tergantung pada apa yang Anda butuhkan, atau struktur database SQL yang ada.
Anda harus mengetahui nama tabelnya. Anda harus mengetahui nama bidang
(judul kolom) di setiap tabel.

Aplikasi Anda mungkin hanya membaca dari database SQL Anda. Anda dapat
menulis kueri SQL untuk melakukannya — menggunakan perintah Flask-
SQLAlchemy untuk melakukannya. Perhatikan bahwa Anda tidak akan menulis
kueri SQL langsung. Berikut adalah contoh sintaks Flask-SQLAlchemy :

Pernyataan Flask-SQLAlchemy di sebelah kanan tanda sama dengan, di atas,


setara dengan pernyataan SQL standar ini:
Diasumsikan Anda sudah terbiasa dengan cara menulis kueri SQL dasar.

5. Fungsi Library Flask


a. Render-teplete
Operasi yang mengubah sebuah template menjadi halaman HTML utuh
disebut dengan rendering. Untuk me-render template kita harus mengimpor
sebauh fungsi Flask bernama render_template(). Fungsi ini meminta nama file
template dan daftar variabel untuk diisi ke dalam placeholder yang ada di
dalam template tersebut.

Fungsi render_template() memanggil template engine bernama Jinja2 yang


sudah ada bersama dengan framework Flask. Jinja2 mengganti blok {{ ...
}} menjadi nilai yang diinginkan menggunakan argumen yang kita tulis di
pemanggilanrender_template().

b. Redirect dan Uri-for


Bagaimana fungsi class redirect dan url_for pada module flask ? bagaimana
menggunakannya dalam pembuatan aplikasi flask?

Berbeda dengan render_template, bila render_template mengambil file html


yang akan di tampilkan pada sebuha route , sdangkan redirect adalah
mengalihkan satu halaman route ke route yang lain . Terdapat dua bentuk
redirect dalam flask contoh script dibawah ini
perhatikan pada bagian route '/satu' proses redirect secara langsung kebagian
route '/' sedangkan pada route '/dua' proses redirect secralangsung namun yang
dipanggil adalah definisi route.
Jadi penggunaan antara redirect dengan redirect(for_url()) berbeda , kalo
redirect() memanggil isi route , sedangkan redirect(url_for()) adalah
memanggil defini dari route.

c. SQLAIchemy
Filosofi SQLAlchemy yang banyak digunakan untuk pemrosesan database
pada pemrograman python dibangun dan dibuat dengan sederhana “Basis data
SQL berperilaku kurang seperti koleksi objek, semakin banyak ukuran dan
kinerja pada basis data mulai menjadi masalah, SQLAlchemy bertujuan untuk
mengakomodasi kedua prinsip”.

SQLAlchemy adalah bagian yang paling terpenting dari proses CRUD pada
pemrograman web python untuk memudahkan dan tentu saja mempercepat
proses query yang dilakukan oleh sebuah database karena proses yang
dilakukan para koleksi objek pada sqlalchemy membantu proses data yang
cepat apalagi data yang memiliki cukup besar dan banyak.

SQLAlchemy melihat database sebagai mesin aljabar relasional bukan hanya


sebagai tabel. Anda dapat memilih baris tidak hanya tabel tapi juga dari
gabungan dan penyataan pilih lainnya. salah satu dari unit ini dapat diatur ke
dalam struktur yang lebih besar. Bahasa ekspresi SQLAlchemy dibangun
berdasarkan konsep ini dari awal, sehingga. semakin kita memudahkan kita
memahami bagaimana cara kerja SQLAlchemy saat menyiapkan,
menyambungkan dan bekerja dengan database.

Pada filosofi ke dua ini pemahaman kita tentang proses SQL-Alchemy yang
bekerja dengan konsep ORM semakin memudahkan dalam proses query yang
diinginkan kita sebagai pengembang.

Pendekatan seluruhan SQLAlchemy untuk masalah ini sangat berbeda dari


kebanyakan alat SQL / ORM lainnya, berakar pada apa yang disebut
pendekatan berorientasi pujian dengan alih menyembunyikan SQL dan detail
relasional objek dibalik dinding otomatis semua proses diekspos sepenuhnya
alat yang dapat digunakan dan transparan. Pustaka mengambil tugas untuk
mengotomatiskan tugas-tugas yang berlebihan sementara pengembang tetap
mengendalikan bagaimana database dan bagaimana SQL dibangun.
Filosofi terakhir, Kita dapat mengetahui bahwa proses ORM yang dilakukan
oleh SQLAlchemy berbeda dengan alat ORM lainnya. Seluruh query tetap
menjadi kebebasan pengembang dalam suatu proses pengaturannya.
BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

Python adalah bahasa pemrograman interpretatif multiguna dengan filosofi perancangan yang
berfokus pada tingkat keterbacaan kode. Python diklaim sebagai bahasa yang
menggabungkan kapabilitas, kemampuan, dengan sintaksis kode yang sangat jelas, dan
dilengkapi dengan fungsionalitas pustaka standar yang besar serta komprehensif.
Python mendukung multi paradigma pemrograman, utamanya; namun tidak dibatasi; pada
pemrograman berorientasi objek, pemrograman imperatif, dan pemrograman fungsional.
Salah satu fitur yang tersedia pada python adalah sebagai bahasa pemrograman dinamis yang
dilengkapi dengan manajemen memori otomatis. Seperti halnya pada bahasa pemrograman
dinamis lainnya, python umumnya digunakan sebagai bahasa skrip meski pada praktiknya
penggunaan bahasa ini lebih luas mencakup konteks pemanfaatan yang umumnya tidak
dilakukan dengan menggunakan bahasa skrip. Python dapat digunakan untuk berbagai
keperluan pengembangan perangkat lunak dan dapat berjalan di berbagai platform sistem
operasi.
Serta dari pembahasan ini bisa ditarik kesimpulan bahwa Flask adalah sebuah micro
framework bawaan Python, yang memiliki fungsi untuk mengembangkan web development.
framework ini memiliki sifat fleksibel, yang mendukung pengembangan front end maupun
back end.
Flask merupakan micro framework yang menggunakan dependensi Wurzburg dan Jinja2.
Walaupun memiliki core dengan module super simpel, Anda harus memahami penggunaan
Python terlebih dahulu.
Dengan menggunakan framework ini, pengguna bisa mengeksplorasi developing web pada
bidang yang sangat luas. Berbagai produk bisa Anda buat, seperti contoh situs web, machine
learning web, marketplace, game dan berbagai produk web lainnya.

Anda mungkin juga menyukai