Pemrograman Tingkat Lanjut
Pemrograman Tingkat Lanjut
“ PYTHON ”
FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDY ELEKTRO
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN INDONESIA MANADO
2023
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya ucapkan ke hadirat TUHAN atas segala Rahmatnya sehingga makalah ini dapat tersusun
sampai selesai .
Saya sangat berharap semogah makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi pembaca,
bahkan saya berharap lebih jauh lagi agar makalah ini bisa pembaca praktekkan dalam keperluan tertentu.
Bagi saya penyusun merasa masih banyak kekurangan dalam penyusunan Makalah ini,karna keterbatasan
pengetahuan dan pengalaman saya.
Untuk itu saya sangat mengharapkan kritikan dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan
MAKALAH ini.
KATA PENGANTAR.............................................................................................................................2
DAFTAR ISI............................................................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................................................4
1. Latar Belakang.............................................................................................................................4
2. Rumusan Masalah........................................................................................................................4
3. Tujuan..........................................................................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN......................................................................................................................5
A. Variabel Dan Tipe Data Python...................................................................................................5
B. Condotional Statement (IF ELSE)...............................................................................................8
C. Loop (WHILE & FOR)..............................................................................................................13
D. Flask Micro-Framework............................................................................................................19
BAB III PENUTUP.........................................................................................................................27
KESIMPULAN..................................................................................................................................27
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Maraknya penggunaan komputer di berbagai bidang kehidupan manusia, menuntut
setiap orang untuk mengetahui dan mempelajari berbagai macam software pendukung
yang dapat beroperasi pada komputer tersebut. Bahasa pemrograman atau sering
diistilahkan juga dengan bahasa komputer adalah teknik komando/instruksi untuk
memerintahkan komputer. Bahasa pemrograman ini merupakan suatu himpunan dari
aturan sintaks dan semantic yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer.
Bahasa pemrograman python adalah bahasa pemrograman tinggi yang dapat
melakukan eksekusi sejumlah intruksi multiguna secara langsung (interpretatif)
dengan metode orientasi objek.
Bahasa pemrograman saat ini jumlahnya sangat banyak. Python merupakan salah satu
bahasa pemrograman populer yang digunakan oleh banyak developer. Menurut survei
bahasa pemrograman, Python berada diperingkat ke-3 pada tahun 2020. Selain itu,
Python juga bisa digunakan untuk enterprise. Dalam tingkatan bahasa pemrograman,
Python termasuk high level language. Python menjadi salah satu Bahasa
pemrograman yang dapat digunakan untuk membangun aplikasi, baik itu berbasis
desktop, web ataupun berbasis mobile.
Python adalah bahasa pemrograman model skrip (scripting language) yang
berorientasi obyek. Python dapat digunakan untuk berbagai keperluan pengembangan
perangkat lunak dan dapat berjalan di berbagai platform system operasi. Python
merupakan bahasa pemrograman yang freeware atau perangkat bebas dalam arti
sebenarnya, tidak ada batasan dalam penyalinannya atau mendistribusikannya. Bahasa
pemrograman python ini telah banyak dipakai salah satunya untuk melakukan image
processing. Dengan semakin canggihnya teknologi bahasa pemrograman python ini
pun semakin dikembangkan, sehingga dapat digunakan untuk melakukan image
processing.
2. Rumusan Masalah
Dari penjelasan di atas, penulis merumuskan beberapa masalah sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan variabel & tipe data python?
2. Apa itu Conditional statement?
3. Pengertian loop.
4. Pengertian flask micro-framework.
3. Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah
Pemrograman Tingkat Lanjut sekaligus untuk menambah pengetahuan menegenai
Python.
BAB II PEMBAHASAN
Kemudian untuk melihat isi variabel, kita dapat menggunakan fungsi print.
print variabel_ku
print variabel2
Menghapus Variabel
Ketika sebuah variabel tidak dibutuhkan lagi, maka kita bisa
menghapusnya dengan fungsi del().
Contoh :
>>> nama = "petanikode"
>>> print nama
petanikode
>>> del(nama)
>>> print nama
Traceback (most recent call last):
File "<stdin>", line 1, in <module>
NameError: name 'nama' is not defined
>>>
Pada perintah terakhir, kita akan mandapatkan NameError. Artinya variabel
tidak ada di dalam memori alias sudah dihapus.
2. Tipe Data
Cara mengisi nilai variabel ditentukan dengan jenis datanya, misalkan untuk tipe
data teks (string) maka harus diapit dengan tanda petik ("..."). Sedangkan untuk
angka (integer) dan boolean tidak perlu diapit dengan tanda petik.
Contoh:
nama_ku = "Petani Kode"
umur = 20
tinggi = 183.22
Python akan seara otomatis mengenali jenis data atau tipe data yang tersimpan
dalam sebuah variabel.
Untuk memeriksa tipe data pada suatu variabel, kita bisa menggunakan fungsi
type().
Contoh:
>>> usia = 20
>>> type(usia)
<type 'int'>
>>> usia = "20"
>>> type(usia)
<type 'str'>
>>> usia = '20'
>>> type(usia)
<type 'str'>
>>> usia = 20.5
>>> type(usia)
<type 'float'>
>>> usia = true
Traceback (most recent call last):
File "<stdin>", line 1, in <module>
NameError: name 'true' is not defined
>>> usia = True
>>> type(usia)
<type 'bool'>
Penulisan tipe data teks harus diapit dengan tanda petik. Bisa
menggunakan petik tunggal ('...'), ganda ("..."), dan tiga ('''...'''
atau """...""").
Contoh:
nama = "Ivan"
jenis_kelamin = 'L'
alamat = """
Jl. Suka Karya, No 32. RT Kode,
Kelurahan Mawar, Jakarta
"""
agama = 'islam'
Contoh:
bergerak = True
nyala = 1 #sebenarnya tipenya int, tapi bisa juga menjadi
bool
print c #output: 3
Pembagian nilai a dan b menghasilkan 3 (integer). Mengapa demikian?
Karena nilai a dan b bertipe integer, maka hasilnya pun berupa integer.
Tentu kita harus merubah tipe variabel a dan b menjadi bilangan pecahan (float) dulu,
baru setelah itu dibagi.
a = 10
b = 3
c = float(a) / float(b) #output: 3.3333333333333335
print c
Fungsi float() akan mengubah nilai a menjadi 10.0 dan b menjadi 3.0.
a = 33
b = 200
if b > a:
Dalam contoh ini menggunakan dua variabel, a dan b, yang digunakan sebagai
bagian dari pernyataan if untuk menguji apakah b lebih besar dari a. Karena a
adalah 33, dan b adalah 200,Dapat diketahui bahwa 200 lebih besar dari 33, jadi
tercetak ke layar bahwa "b lebih besar daria".
Identation
Python bergantung pada identation (spasi di awal baris) untuk menentukan ruang
lingkup dalam kode. Bahasa pemrograman lain sering menggunakan kurung
kurawal untuk tujuan ini.
a = 33
b = 200
if b > a:
print("b lebih besar dari a") # kita akan menemui error program
2. Elif
Kata kunci elif adalah cara python untuk mengatakan "jika kondisi sebelumnya
a = 33
b = 33
if b > a:
tidak benar,maka coba kondisi ini".
Dalam contoh ini a sama dengan b, jadi kondisi pertama tidak benar, tetapi
kondisi elif benar,jadi kami mencetak ke layar bahwa "a dan b sama".
3. Else
Kata kunci else memproses apa pun yang tidak diproses oleh kondisi sebelumnya.
a = 200
b = 33
if b > a:
print("b lebih
== b:
sama")else:
Dalam contoh ini a lebih besar dari b, jadi kondisi pertama tidak benar, juga
kondisi elif tidak benar, jadi kita pergi ke kondisi lain dan mencetak ke layar
bahwa "a lebih besar dari b". Programmer juga dapat memiliki yang lain tanpa
elif
a = 200
b = 33
if b > a:
dari a")else:
print("b tidak lebih besar dari a")
4. If pendek
Jika programmer hanya memiliki satu pernyataan untuk dieksekusi, programmer
dapatmeletakkannya di baris yang sama dengan pernyataan if.
a = 200
b = 33
a=2
b = 330
sama:
a = 330
b = 330
a = 200
b =a.
33Or c =
500
a = 200
b = 33
c = 500
if a > b or a > c:
x = 41
if x > 10:
if x > 20:
print("Dan juga di
atas 20!")else:
print("Tapi tidak di atas 20.")
8. Pernyataan pass
Pernyataan if tidak boleh kosong, tetapi jika Programmer dikarenakan alasan
tertentu memiliki pernyataan if tanpa konten, programmer dapat memasukkan
pernyataan pass untukmenghindari kesalahan program.
a = 33
b = 200
if b > a:
pass
i=1
while i <
6:
print(i)
i += 1
Catatan: Ingat untuk menambah i, atau loop akan berjalan selamanya.
Perulangan while membutuhkan variabel yang relevan dan tersedia, dalam contoh ini
programmer perlu mendefinisikan variabel pengindeksan, i, yang ditentukan sebagai
nilai ke 1.
1. Pernyataan break
Dengan pernyataan break kita dapat menghentikan perulangan meskipun
kondisi while benar:
if i == 3:
break
i += 1
2. Pernyataan continue
Dengan pernyataan continue programmer dapat menghentikan iterasi saat ini,
dan melanjutkandengan yang berikutnya:
i=0
while i <
6:i += 1
if i == 3:
continue
print(i)
3. Pernyataan else
Dengan pernyataan else programmer dapat menjalankan blok kode satu kali
ketika kondisinyatidak lagi benar:
i =1
while i < 6:
print(i)
i += 1
else:
fruits=["apel","pisang",c eri"]
for x in fruits:
print(x)
6. Pernyataan break
Dengan pernyataan break kita dapat menghentikan loop sebelum loop melewati
semua item:
"pisang", "ceri"]for x in
buah:
print(x)
if x ==
"pisang":
break
Contoh Keluar dari loop ketika x adalah "pisang", tetapi kali ini jeda muncul sebelum cetakan:
7. Pernyataan continue
Dengan pernyataan continue kita dapat menghentikan iterasi loop saat ini, dan
melanjutkan dengan yang berikutnya:
"cherry"]for x in fruits:
if x ==
"banana": continue
print(x)
8. Fungsi range ()
Untuk mengulang satu set kode beberapa kali, kita dapat menggunakan fungsi
range(), Fungsi range() mengembalikan urutan angka, mulai dari 0 secara
default, dan bertambah 1 (secara default), dan berakhir pada angka yang
ditentukan.
for x in range(6):
print(x)
print(x)
print(x)
Contoh Cetak semua angka dari 0 hingga 5, dan cetak pesan saat loop telah berakhir:
for x in range(6):
print(x)
else:
print("Finally finished!")
Catatan: Blok else TIDAK akan dieksekusi jika loop dihentikan oleh pernyataan break.
Contoh Putuskan loop ketika x adalah 3, dan lihat apa yang terjadi dengan blok else:
for x in range(6):
if x == 3: break
print(x)
else:
print("Finally finished!")
for x in adj:
for y in fruits:
print(x, y)
pass
D. Flask Micro-Framework
1. Pengertian Flask
Flask adalah kerangka kerja aplikasi web bersifat kerangka kerja mikro yang
ditulis dalam bahasa pemrograman Python dan menggunakan dependensi
Werkzeug dan Jinja2. Aplikasi yang menggunakan Flask antara lain adalah
Pinterest, LinkedIn, dan halaman web komunitas situs Flask itu sendiri.
Flask berfungsi sebagai framework aplikasi dan tampilan sebuah website. dengan
enggunakan Flask dan bahasa Python, pengembangan dapat membuat sebuat web
yang terstruktur dan dapat mengatur behaviour suatu web dengan lebih mudah.
sebagian besar berfungsi dan komponen umum seperti validasi form, database,
dan sebagainya tidak terpasang secara default di Flask.
Flask disebut kerangka kerja mikro karena tidak membutuhkan alat-alat tertentu
atau pustaka. hal ini dikarenakan fungsi komponen - komponen tersebut sudah
disediakan oleh pihak ketiga dan flask dapat menggunakan ekstensi yang
membuat fitur dan komponen - komponen tersebut seakan diimplementasikan
oleh flask sendiri.Selain itu, meskipun Flask disebut sebagai microframework
disini berarti bahwa Flask bermaksud untuk membuat core dari aplikasi ini
sesederhana mungkin tapi tetap dapat dengan mudah di tambahkan. dengan begitu
fleksibilitas serta skalabilitas dari flask dapat dikatakan cukup tinggi dibandingkan
dengan framework lainnya.
Contoh :
Kode berikut menunjukkan aplikasi web sederhana yang mencetak "Hello
World!":
Kelebihan Flask
Jika dibandingkan dengan framework Python lainnya seperti Django, framework
ini memiliki beberapa kelebihan khusus. Tak heran jika Flask adalah salah satu
framework terbaik yang harus Anda pelajari. Berikut ini beberapa kelebihan yang
bisa anda rasakan:
Framework Super Ringan
Kelebihan pertama yang bisa Anda rasakan, adalah performa penggunaan
framework. Flask adalah sebuah framework web development yang
sangat ringan, hal ini bisa terjadi karena core dengan desain modular yang
super simpel.
Kekurangan Flask
Sumber tunggal
Sumber tunggal yang dimiliki oleh Flask ini, berarti Flask akan
menangani setiap pemerintahan secara bergilir, satu persatu. Hal ini
menyebabkan, anda harus melayani lebih dari satu permintaan, sehingga
membutuhkan lebih banyak waktu. dengan lebih sedikit alat yang dapat
anda gunakan, anda mungkin perlu menginstal lebih banyak modul. ini
dapat dikurangi dengan menggunakan hosting khusus Python.
Penggunaan modul
Menggunakan lebih banyak modul dipandang sebagai keterlibatan pihak
ketiga yang dapat menyebabkan masalah besar dalam keamanan. proses
dan pengembangan tidak lagi antara web framework dan developer,
karena adanya keterlibatan modul lain. itu dapat meningkatkan resiko
keamanan jika modul berbahaya di sertakan.
Di samping itu, umumnya front end tidak bekerja sendirian. Mereka juga
berkolaborasi dengan berbagai tim, mulai dari back end, UI/UX, hingga
dengan marketing. Misalnya, ketika mengerjakan tampilan sebuah website.
Front end akan bekerja sama dengan UI/UX terkait desain website yang
diinginkan.
Tim UI/UX akan mendesain tampilan dari website dan kemudian mereka akan
memberikan desain tersebut ke front end. Selanjutnya tim front end akan
mengubah gambar desain dari UI/UX ke kode yang akan menghasilkan
elemen visual pada tampilan website. Singkatnya, seorang front end developer
mengaktifkan desain dan tombol-tombol pada sebuah web/aplikasi yang telah
dirancang oleh UI/UX.
b. Backend Developer
Jika front end lebih banyak berurusan dengan tampilan situs web dan
berorientasi dengan kenyamanan pengunjung, maka back end developer lebih
banyak bekerja dengan hal-hal yang terkait server dari sebuah aplikasi atau
situs web. Dikutip dari indeed.com, back end developer adalah pekerjaan yang
bertugas mengembankan, menyimpan data, dan komunikasi antara database
situs web atau aplikasi. Tiga komponen utama dari pekerjaan back end
developer yaitu server, aplikasi, dan database. Sehingga back end developer
juga memiliki peran penting dalam kinerja situs web atau aplikasi.
Pada praktiknya, front end developer menggunakan berbagai jenis alat, bahasa
pemrograman, dan kerangka kerja untuk menyelesaikan pekerjaannya. Untuk
melakukan hal tersebut, mereka menggunakan berbagai jenis program mulai
dari Java, .NET, PHP, Ruby, NodeJS, dan Python.
Selain itu, back end juga bekerja sama dengan tim lainnya, khususnya tim
front end. Hal ini karena Mereka akan saling mengirim dan menerima
informasi dalam proses mengembangkan sebuah situs web.
Dikutip dari indeed, salah satu contoh hasil kerja back end developer yaitu
ketika kamu membeli kemeja secara online. Back end developer akan
bertanggung jawab untuk menyimpan informasi kartu kredit, ukuran kemeja
yang kamu pesan, dan informasi lain terkait pembelian yang kamu lakukan.
Singkatnya, kamu berinteraksi dengan front end untuk melakukan pembelian
dan back end menyimpan semua informasi kamu di database server.
Ada banyak pilihan database untuk Python yang bagus, kebanyaka mereka
memiliki ekstensi Flask sehingga membuat proses integrasi ke aplikasi menjadi
lebih baik. Database dapat dibagi menjadi dua grup yaitu grup yang mengikuti
model relasi dan grup yang tidak mengikuti model relasi. Grup yang dikedua
sering disebut NoSQL yang mengindikasikan bahwa mereka tidak
mengimplementasi SQL. Meski ada banyak produk database yang bagus di kedua
grup tersebut, penulis merasa bahwa database relasiional lebih cocok untuk
aplikasi yang memiliki struktur data seperti daftar user, blog, post, dll. sementara
NoSQL cocok untuk data yang kurang terstruktur. Aplikasi yang akan kita buat
dapat diimplementasi menggunakan database manapun, namun karena alasan
yang sebelumnya sudah penulis kemukakan, maka kita hanya akan menggunakan
database relasional.
Anda dapat membuat database SQL menggunakan Python, tetapi itu tidak wajib.
Jika Anda sudah memiliki database, yang perlu Anda khawatirkan hanyalah
bagaimana menghubungkannya. Jika Anda menggunakan Python untuk membuat
database SQL (dan itu adalah "jika", bukan keharusan), Anda hanya akan
melakukannya sekali. Anda tidak membuat database yang sama berulang kali. Ya,
ini sepertinya tidak perlu dipikirkan — tetapi Anda perlu memikirkan tentang apa
yang dilakukan kode Anda.
Anda akan menghubungkan aplikasi Flask ke database SQL yang sudah ada.
Menghubungkan akan memerlukan nama pengguna database dan kata sandi
database Anda sendiri, kecuali jika menggunakan SQLite.
Database Anda mungkin memiliki satu tabel, atau lebih dari satu tabel. Itu
tergantung pada apa yang Anda butuhkan, atau struktur database SQL yang ada.
Anda harus mengetahui nama tabelnya. Anda harus mengetahui nama bidang
(judul kolom) di setiap tabel.
Aplikasi Anda mungkin hanya membaca dari database SQL Anda. Anda dapat
menulis kueri SQL untuk melakukannya — menggunakan perintah Flask-
SQLAlchemy untuk melakukannya. Perhatikan bahwa Anda tidak akan menulis
kueri SQL langsung. Berikut adalah contoh sintaks Flask-SQLAlchemy :
c. SQLAIchemy
Filosofi SQLAlchemy yang banyak digunakan untuk pemrosesan database
pada pemrograman python dibangun dan dibuat dengan sederhana “Basis data
SQL berperilaku kurang seperti koleksi objek, semakin banyak ukuran dan
kinerja pada basis data mulai menjadi masalah, SQLAlchemy bertujuan untuk
mengakomodasi kedua prinsip”.
SQLAlchemy adalah bagian yang paling terpenting dari proses CRUD pada
pemrograman web python untuk memudahkan dan tentu saja mempercepat
proses query yang dilakukan oleh sebuah database karena proses yang
dilakukan para koleksi objek pada sqlalchemy membantu proses data yang
cepat apalagi data yang memiliki cukup besar dan banyak.
Pada filosofi ke dua ini pemahaman kita tentang proses SQL-Alchemy yang
bekerja dengan konsep ORM semakin memudahkan dalam proses query yang
diinginkan kita sebagai pengembang.
KESIMPULAN
Python adalah bahasa pemrograman interpretatif multiguna dengan filosofi perancangan yang
berfokus pada tingkat keterbacaan kode. Python diklaim sebagai bahasa yang
menggabungkan kapabilitas, kemampuan, dengan sintaksis kode yang sangat jelas, dan
dilengkapi dengan fungsionalitas pustaka standar yang besar serta komprehensif.
Python mendukung multi paradigma pemrograman, utamanya; namun tidak dibatasi; pada
pemrograman berorientasi objek, pemrograman imperatif, dan pemrograman fungsional.
Salah satu fitur yang tersedia pada python adalah sebagai bahasa pemrograman dinamis yang
dilengkapi dengan manajemen memori otomatis. Seperti halnya pada bahasa pemrograman
dinamis lainnya, python umumnya digunakan sebagai bahasa skrip meski pada praktiknya
penggunaan bahasa ini lebih luas mencakup konteks pemanfaatan yang umumnya tidak
dilakukan dengan menggunakan bahasa skrip. Python dapat digunakan untuk berbagai
keperluan pengembangan perangkat lunak dan dapat berjalan di berbagai platform sistem
operasi.
Serta dari pembahasan ini bisa ditarik kesimpulan bahwa Flask adalah sebuah micro
framework bawaan Python, yang memiliki fungsi untuk mengembangkan web development.
framework ini memiliki sifat fleksibel, yang mendukung pengembangan front end maupun
back end.
Flask merupakan micro framework yang menggunakan dependensi Wurzburg dan Jinja2.
Walaupun memiliki core dengan module super simpel, Anda harus memahami penggunaan
Python terlebih dahulu.
Dengan menggunakan framework ini, pengguna bisa mengeksplorasi developing web pada
bidang yang sangat luas. Berbagai produk bisa Anda buat, seperti contoh situs web, machine
learning web, marketplace, game dan berbagai produk web lainnya.