Anda di halaman 1dari 3

Adenomiosis adalah suatu keadaan dimana jaringan endometrium yang merupakan lapi san bagian dalam rahim, ada

dan tumbuh di dalam dinding (otot) rahim. Biasanya t erjadi di akhir2 masa usai subur dan pada wanita yang telah melahirkan. Adenomiosis tidak sama dengan endometriosis (suatu kondisi dimana endometrium tu mbuh di luar rahim, namun wanita dengan adenomiosis sering juga ada endometriosi s. Penyebab adenomiosis masih belum diketahui pasti, hormon estrogen mempengaruh i pertumbuhannya dan kelainan ini akan hilang setelah menopause. Pengobatan utam anya adalah histerektomi (operasi pengangkatan rahim). Pada sebagian kecil wanita, adenomiosis tidak menimbulkan gejala atau hanya geja la nyeri ringan. Gejalanya berupa: * * * * * * Haid yang banyak dan lama. Nyeri haid(dismenorrhea)rasanya seperti di tusuk2. Kram rahim saat haid Nyeri saat ML Perdarahan diantara 2 siklus haid Haid dengan bekuan darah

Ukuran rahim membesar 2 atau 3 kali lipat ukuran normal. Penyebab tidak diketahui pasti, ada beberapa teori diduga sebagai penyebabnya: 1.Jaringan endometrium yang menyusup ke dinding rahim. Ini terjadi contohnya saat dilakukan operasi cesar, sel endometrium menyusup ke dinding rahim, lalu tumbuh dan berkembang disana. 2. Teori Pertumbuhan. Diyakini sejak awal, jaringan endometrium ini memang sudah ada saat janin mulai tumbuh. 3. Peradangan rahim akibat proses persalinan. Teori ini menyatakan ada hubungan antara adenomiosis dan proses persalinan. Pros es deklamasi endometrium pada periode paska persalinan bisa menyebabkan pecahnya /putusya ikatan sel pada endometrium. Dari teori diatas, kita bisa menarik kesimpulan bahwa faktor risiko terkena aden omiosis adalah persalinan baik cesar maupun normal. Walaupun tidak berbahaya, nyeri dan perdarahan berlebihan yang ditimbulkannya bi sa menggangu aktifitas sehari-hari. Bahkan jika nyeri berulang@ dapat menyebabka n gangguan psikologi pada penderita seperti depresi, sensi, gelisah, marah dan r asa tidak berdaya. Dalam hal2 seperti ini perlu segera cari pertolongan dokter. Perdarahan yang banyak dalam waktu yang lama akan menyebabkan anemia Diagnosis adenomiosis didasarkan pada gejala dan tanda yang timbul, pemeriksaan panggul, dan pemeriksaan penunjang seperti MRI (Magnetic Resonance Imaging) Kadang juga dilakukan biopsi (pengambilan sampel) endometrium guna menyingkirkan hal-hal serius sebagai penyebab perdarahan seperti adanya keganasan (terutama j ika usia sudah 40 tahun keatas). Memastikan diagnosis hanya bisa dilakukan denga n pemeriksaan di bawah mikroskop pada jaringan rahim yang sudah diangkat melalui operasi histerektomi. Ada beberapa kondisi atau penyakit yang gejalanya mirip adenomiosis seperti miom a rahim, endometriosis dan polyp endometrium. Adenomiosis biasanya sembuh sendiri saat menopause, sehingga pilihan pengobatan tergantung masih lama tidaknya menopasue. Pilihan pengobatan: 1. Obat2 anti-peradangan (anti-inflamasi). Jika usia mendekati menopause, maka bisa saja pengobatannya berupa obat2 anti-in

flamasi yang disamping menghilangkan nyeri juga memiliki efek anti-perdarahan se perti sama mefenamat, ibuprofen dll. Obat dimakan 2-3 hari menjelang haid muncul dan dilanjutkan sampai haid selesai. 2.Pengobatan Hormon. Bisa dengan memakai pil kombinasi estrogen-progestin daat mengurangi perdarahan dan nyeri yang timbul. Dengan Progestin saja seperti suntik 3 bulan atau IUS yan g mengandung progestin akan sering akan menyebabkan tidak datang haid (amenorhea , sehingga otomatis tidak akan ada nyeri dan darah. 3.Pengangkatan rahim (Histerektomi). Jika nyerinya luar biasa hebat dan perdarahannya banyak, serta usia menopause ma sih lama, maka bisa dipilih histerektomi. Read more: http://www.drdidispog.com/2011/02/adenomiosis.html#ixzz1dKZhXuBP ADENOMYOSIS Adenomyoisis vs. Normal Uterus Adenomyosis adalah satu keadaan dimana terdapat kelenjar dan stroma endometrium yang masih berfungsi didalam miometrium. PATOLOGI : * Sel-sel melakukan infiltrasi otot miometrium berawal dari bagian basal * Bagian basal endometrium relatif tidak sensitive terhadap rangsangan hormo nal sehingga nodule adenomiotik biasanya kecil dan berisi sedikit darah namun da pat merangsang reaksi stroma jaringan. * Lesi yang terjadi merangsang proliferasi miometrium sehingga pertumbuhan t umor berjalan lambat. * Secara klinis adenomiosis tidak dapat dibedakan dengan mioma uteri intramu ral dan seringkali terdapat bersamaan. * Pertumbuhan adenomioma sangat perlahan, adenomiosis klinis cenderung untuk terjadi pada akhir masa reproduksi , kadang-kadang pada multipara yang anak ter akhirnya sudah dewasa. GAMBARAN KLINIK * Uterus membesar secara menyeluruh. * 1/3 pasien tidak menunjukkan gejala. * Sisanya dapat menunjukkan gejala : o Rasa nyeri yang berlangsung secara progresif, kadang-kadang berhubun gan dengan haid. Pada kasus ini, nyeri meningkat selama menstruasi dan mencapai puncak pada akhir masa haid o Siklus menstruasi tidak teratur terutama menorrhagia KOMPLIKASI * Anemia kronis * Perubahan keganasan menjadi adenokarsinoma primer PENATALAKSANAAN Pada pemeriksaan bimanual teraba uterus membesar dan tegang , kadang-kadang dapa t dirasakan adanya adenomiomata yang sulit dibedakan dengan mioma uteri biasa. Pada kasus asymtomatik dan tidak teraba tumor yang besar maka tak perlu diberika n terapi khusus. Pada kasus dengan gejala dan teraba tumor yang besar, sebaiknya dilakukan hister ektomi oleh karena terapi hormonal tidak memberi manfaat.