JURNAL PELAJARANKU
MODUL 3
PENGANTAR PENDIDIKAN ANAK
BERKEBUTUHAN KHUSUS
Nama : Ramot Siagian, S.Pd
Bidang study PPG : Pendidikan Guru Sekolah Dasar
LPTK : Universitas Negeri Padang
NIM : 24406631
NO. UKG : 201901035347
1. Pengertian Pendidikan inklusif
Pendidikan Inklusif adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan yang terbuka bagi siapa
saja, dengan latar belakang berbeda, serta kondisi yang berbeda. Jadi pendidikan inklusif ini juga
bisa diperuntukan bagi anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus atau keterbatasan.
2. Tujuan Pendidikan Inklusif
Pendidikan inklusif ini sebenarnya sudah tercantum dalam undang-undang terkait dengan sistem
pendidikan nasional. Jadi tujuan pendidikan inklusif antara lain:
1. Memenuhi hak asasi manusia untuk mendapatkan pendidikan yang setara.
2. Meningkatkan kepercayaan diri anak-anak, baik itu berkebutuhan khusus maupun tidak.
3. Menumbuhkan rasa toleransi terhadap perbedaan terhadap anak-anak.
4. Semua peserta didik dapat membaur menjadi satu sehingga tercipta interaksi aktif.
5. Bagi pendidik, para pendidik akan mendapatkan pengetahuan mengenai pembelajaran
kepada siswa dengan latar belakang Indonesia.
6. Mampu memberikan pendidikan terhadap seluruh siswa dengan latar belakang yang
berbeda.
7. Dapat mengembangkan gagasan baru agar bisa diaplikasikan ke lingkungan masyarakat.
3. Prinsip Pembelajaran Inklusif
Ada dua prinsip pembelajaran inklusif yang diterapkan, yakni prinsip umum dan prinsip khusus.
a. Prinsip Umum
Prinsip Konteks
Prinsip Motivasi
Prinsip Keterarahan
Prinsip Hubungan Sosial
Prinsip Pemecahan Masalah
Prinsip Individualisasi
Prinsip Belajar Sambil Bekerja
Prinsip Menemukan
b. Prinsip Khusus
Tunarungu
Tunanetra
CIBI
Tunagrahita
Tuna Daksa
Tunalaras
4. Alur Pelaksanaan Pembelajaran Inklusif
Alur Pelaksanaan Pendidikan Inklusif dapat diuraikan sebagai berikut:
Identifikasi siswa yang memerlukan layanan inklusif
Tahap awal dalam pelaksanaan pendidikan inklusif adalah mengidentifikasi siswa yang
memerlukan layanan inklusif. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai asesmen dan
evaluasi untuk menentukan kebutuhan pendidikan dan dukungan yang dibuthkan oleh siswa
dengan kebutuhan khusus.
Penentuan strategi pendidikan inklusif
Setelah identifikasi siswa yang memerlukan layanan inklusif dilakukan, alur/langkah
selanjutnya adalah menentukan strategi pendidikan inklusif yang akan dilaksanakan.
Strategi ini harus mempertimbangkan kebutuhan individu siswa serta memastikan bahwa
lingkungan pendidikan yang inklusif telah dibangun.
Pengembangan rencana pembelajaran individual
Rencana pembelajaran individual (RPI) merupakan dokumen yang merinci kebutuhan
pendidikan dan dukungan yang dibutuhkan oleh siswa dengan kebutuhan khusus. RPI harus
disusun secara kolaboratif dengan melibatkan semua pemangku kepentingan, termasuk
siswa, guru, dan orang tua.
Penyediaan sumber daya dan dukungan
Untuk mendukung pelaksanaan pendidikan inklusif, sumber daya dan dukungan yang tepat
harus disediakan. Ini dapat mencakup pelatihan guru, fasilitas dan peralatan, dukungan
psikologis, dan dukungan orang tua.
Implementasi dan pemantauan
Setelah RPI disusun, strategi pendidikan inklusif ditentukan, dan sumber daya dan dukungan
disediakan, implementasi pendidikan inklusif dapat dimulai. Selama implementasi,
pemantauan terus dilakukan untuk memastikan bahwa semua kebutuhan siswa terpenuhi dan
strategi pendidikan inklusif terus ditingkatkan.
Evaluasi
Evaluasi dilakukan secara berkala untuk mengevaluasi efektivitas pelaksanaan pendidikan
inklusif dan memastikan bahwa siswa dengan kebutuhan khusus terus berkembang dan
mencapai tujuan pembelajaran mereka.
Penyesuaian dan perbaikan
Selama evaluasi, penyesuaian dan perbaikan dilakukan jika diperlukan untuk memastikan
bahwa pendidikan inklusif terus ditingkatkan dan siswa dengan kebutuhan khusus terus
berkembang secara optimal.
5. Manajemen Pelakasaaan Pembelajaran Inklusif
Manajemen pendidikan inklusi adalah suatu proses perencanaan (planning), pengorganisasian
(organizing), penggerakan (actuating), dan pengawasan (controlling) dalam penyelenggaraan
sistem pendidikan inklusi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Bahri, 2022).
Perencanaan
Perencanaan pendidikan inklusif merupakan kegiatan menentukan tujuan serta merumuskan
pendayagunaan manusia, keuangan, metode, peralatan serta seluruh sumber daya yang ada
untuk efektifitas pencapaian tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
Pengorganisasian
Pengorganisasian pendidikan inklusif menyangkut pembagian tugas untuk diselesaikan setiap
anggota dalam upaya pencapaian tujuan yang telah direncanakan.
Pengelolaan
Pengelolaan pendidikan inklusif meliputi kepemimpinan, pelaksanaan supervisi, serta
pengelolaan hubungan sekolah dan masyarakat sehingga tujuan sekolah inklusif dapat
tercapai.
Evaluasi
Evaluasi pendidikan inklusif dilakukan untuk menilai apakah segala kegiatan yang telah
dilakukan telah mencapai tujuan yang ditetapkan. Evaluasi dalam pendidikan inklusi harus
bersifat fleksibel, ada dua model jenis evaluasi tanpa tes dan dengan sistem tes.
REFLEKSI
Setelah mempelajari konsep pembelajaran pendidikan inklusif pemahaman yang saya
dapatkan pentingnya adaptasi pembelajaran yang fleksibel untuk dapat memenuhi
kebutuhan peserta didik yang memiliki keterbatasan, dalam pendidikan inklusif peran
masyarakat sangat diperlukan untuk adanya keterbukaan dalam menerima setiap individu
yang memiliki latar belakang atau kekurangan dari individu yang lainya dan perlu
manajemen pembelajaran dan sumber daya manusia dalam membimbing secara khusus agar
peserta didik dapat dengan mudah menemukan jati dirinya secara utuh.
Dokumentasi Kegiatan
Umpan Balik Dari tema Sejawat