100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
538 tayangan12 halaman

Modul Ajar Seni Rupa Kelas IX Nengah Ari Astika

Diunggah oleh

isuastawa61
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
538 tayangan12 halaman

Modul Ajar Seni Rupa Kelas IX Nengah Ari Astika

Diunggah oleh

isuastawa61
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama Penyusun : I Nengah Ari Astika, S.

Sn Institusi : SMP Negeri 2 Negara


Tahun Pelajaran : 2024/2025 Mata Pelajaran : SENI RUPA
Jenjang : SMP Kelas : IX
Kode : Fase : Fase D
Tema : UNIT 1 MENGGAMBAR

Materi Pokok : Subunit 2 Menggambar atau Melukis dengan Medium Pilihan

Alokasi Waktu : 1 Pertemuan ( 3 x 45 Menit)

Capaian Rasional Mata Pelajaran Seni Rupa


Pembelajaran Setiap manusia memiliki kemampuan untuk melihat, merasakan dan
mengalami sebuah keindahan. Kepekaan terhadap keindahan membantu
manusia untuk dapat memaknai hidupnya dan menjalani hidupnya dengan
optimal. Diharapkan melalui pembelajaran seni rupa, kepekaan tersebut dapat
dibangun sejak dini.
Semenjak zaman prehistorik, bahasa rupa merupakan citra yang memiliki
daya dan dampak luar biasa dalam menyampaikan pesan, menghibur,
melestarikan, menghancurkan dan menginspirasi hingga kurun waktu tak
terhingga.
Pembelajaran seni rupa mendorong terbentuknya Profil Pelajar
Pancasila. Melalui seni rupa, peserta didik dibiasakan dapat berpikir terbuka,
kreatif, apresiatif, empatik, serta menghargai perbedaan dan keberagaman.
Selain itu, peserta didik juga memperoleh pengalaman mengamati dan
menikmati keindahan serta mengalami proses perenungan dari dalam maupun
luar diri mereka untuk diekspresikan pada karya seni rupa yang berdampak
pada diri, lingkungan maupun masyarakat.
Melalui pembelajaran seni rupa, peserta didik menyadari bahwa seni rupa
dapat membentuk sejarah, budaya dan peradaban sebuah bangsa maupun
seluruh dunia. Peserta didik menghargai dan melestarikan budaya Indonesia
yang menjunjung tinggi kearifan lokal, kebinnekaan global, dan
perkembangan teknologi.
Dengan demikian, peserta didik diharapkan memiliki kemampuan
mengembangkan nilai-nilai estetika, logika dan etika dalam dirinya untuk
mewujudkan Profil Pelajar Pancasila sesuai tujuan pendidikan nasional.

Elemen Pemahaman Seni rupa :


1. Pembelajaran seni rupa bertujuan mengembangkan kreativitas dan
kepekaan terhadap estetika, logika dan etika untuk membantu
2. peserta didik meningkatkan kualitas hidupnya. Di samping itu,
3. kemampuan peserta didik dalam mengamati, mengenal, merasakan,
memahami dan mengalami nilai-nilai keindahan, semakin terasa dalam
merespon sebuah gagasan, peluang dan tantangan.
Mengalami Pada akhir fase D, peserta didik mampu
(Experiencing) mengamati, mengenal, merekam danmenuangkan pengalaman dan
pengamatannyaterhadap lingkungan, perasaan atau empatinyasecara visual
dengan menggunakan proporsi,gestur dan ruang.
Peserta didik terbiasa menggunakan alat, bahandan prosedur dasar yang
tepat dalammenggambar, mewarnai, membentuk,memotong, dan merekat.

Menciptakan Pada akhir fase D, peserta didik mampu menciptakan karya seni dengan
(Making/Creating) menggunakan dan menggabungkan pengetahuan elemen seni rupa atau
prinsip desain dan keterampilan yang telah dipelajari sebelumnya, dalam
konteks ekspresi pribadi atau sesuai topik tertentu.

Merefleksikan Pada akhir fase D, peserta didik mampumengevaluasi dan menganalisa


(Reflecting) efektivitaspesan dan penggunaan medium sebuah karyapribadi maupun
orang lain, serta menggunakaninformasi tersebut untuk
merencanakanlangkah pembelajaran selanjutnya.
Berpikir dan Pada akhir fase D, peserta didik mampu berkarya dan mengapresiasi
Bekerja
berdasarkan perasaan, empati dan penilaian pada karya seni secara ekspresif,
Artistik (Thinking
and produktif, inventif dan inovatif. Peserta didik mampu menggunakan
Working kreativitasnya, mengajukan pertanyaan yang bermakna dan
Artistically) mengembangkan gagasan untuk memecahkan masalah, menjawab tantangan
dan peluang yang ada di lingkungan sekitarnya.
Peserta didik mampu melihat hubungan dengan bidang keilmuan lainnya.
Peserta didik mampu mencari alternatif alat, dan bahan untuk membuat
karya, berdasarkan ketersediaan sumber daya di sekitarnya

Kompetensi Awal (Prasyarat Pengetahuan/Keterampilan)


Menggambar adalah kegiatan mengekspresikan perasaan, pemahaman, dan pengalaman siswa
ke dalam sebuah media. Semakin banyak mengamati, mengalami, dan berlatih menuangkan
perasaan, pemahaman, dan pengalaman ke dalam gambar maka semakin mudah siswa
mengekspresikan diri.
Profil Pelajar Pancasila
• Beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa: Pelajar diharapkan memiliki keyakinan
dan sikap yang mencerminkan rasa hormat kepada Tuhan dalam proses pembelajaran. Mereka
harus bersikap rendah hati dan bersyukur atas keajaiban kehidupan dan kompleksitas proses
biokimia yang dipelajari.
• Bernalar Kritis: Pelajar diharapkan mampu menganalisis mekanisme kerja enzim dengan kritis,
mengajukan pertanyaan, dan mencari pemahaman yang mendalam. Mereka perlu dapat
mengidentifikasi dan mengatasi kebingungan atau ketidakpahaman mereka terhadap materi
pembelajaran.
• Kreatif dan Inovatif: Pelajar diharapkan dapat menunjukkan kreativitas dalam mencari cara-
cara untuk memahami dan mengilustrasikan konsep-konsep kompleks dalam biokimia. Mereka
juga diharapkan dapat menghasilkan ide-ide inovatif dalam melakukan eksperimen atau analisis
faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim.

Sarana dan Prasarana (Materi ajar, Alat dan bahan)


Materi Pokok
Menggambar atau Melukis dengan Medium Pilihan
Media :
1. Kertas lukis berkualitas tinggi atau kanvas (sebaiknya dalam berbagai ukuran).
2. Medium pilihan (cat air, pensil warna, pastel, cat minyak, tinta, dll.).
3. Kuas dan peralatan menggambar seperti pensil, spidol, dan penghapus.
4. Palet atau wadah untuk mencampur cat jika diperlukan.
5. Media untuk membersihkan kuas, seperti air (untuk cat air) atau pelarut (untuk cat minyak).
6. Piring atau wadah kecil untuk mencampur cat jika diperlukan.
7. Pelindung meja atau kain untuk melindungi permukaan kerja.
8. Model atau objek yang akan digambar (jika diperlukan).
9. Tempat untuk meletakkan karya seni yang sedang dikerjakan.
10. Sumber cahaya alami atau lampu yang cukup untuk memberikan iluminasi yang baik.
Sumber Belajar:
1. Buku panduan atau buku seni rujukan.
2. Materi pembelajaran online, video tutorial, atau kursus seni yang relevan.
3. Contoh-contoh karya seni yang menggunakan medium pilihan untuk memberikan inspirasi.
4. Instruktur atau guru seni yang dapat memberikan panduan dan bimbingan.
5. Galeri seni atau museum yang dapat dikunjungi untuk melihat karya seni dengan medium
pilihan.
6. Situs web seni dan komunitas seni online untuk berbagi ide dan pengalaman dengan seniman
lain.
Sumber Belajar Lain yang relevan
1. Buku Teks: Buku-buku teks yang berkaitan dengan antropologi sosial dan budaya.
2. Jurnal Akademis: Jurnal-jurnal antropologi sosial dan budaya yang dapat diakses secara daring
atau cetak.
3. Video Pembelajaran: Video-video pendek yang menjelaskan konsep-konsep dalam antropologi
sosial dan budaya.
4. Situs Web Pendidikan: Situs web yang menyediakan informasi tambahan dan sumber belajar
terkait dengan materi.
Target Peserta Didik
1. Peserta didik reguler/tipikal
2. Peserta didik dengan pencapaian tinggi
3. Peserta didik dengan kesulitan belajar

Jumlah siswa
• Maksimum 25 - 35 Siswa

Model/Metode Pembelajaran
• Membuat presentasi individual
• Bermain peran
• Refleksi

KEGIATAN INTI
Tujuan Pembelajaran
Tujuan Pembelajaran pekan pertama:
Pada akhir materi, siswa mampu:
1. Menemukan referensi yang sesuai dengan karya yang ingin dibuat.
2. Membuat perencanaan karya akhir secara mandiri.
Pemahaman Bermakna
1. Ekspresi Diri: Menggambar atau melukis dengan medium pilihan memberi kita kesempatan
untuk mengekspresikan diri kita dengan cara yang unik. Setiap medium memiliki karakteristik
dan teknik khusus, sehingga kita dapat mengekspresikan perasaan, ide, dan pandangan dunia
kita melalui karya seni kita.
2. Eksplorasi Kreatif: Materi ini mendorong kita untuk menjelajahi beragam medium, seperti
cat air, pensil warna, cat minyak, atau bahkan medium digital. Ini membuka pintu bagi
eksplorasi kreatif yang tak terbatas. Kita dapat menemukan medium yang paling cocok dengan
gaya dan minat pribadi kita.
3. Kesabaran dan Ketelitian: Menggambar atau melukis memerlukan kesabaran dan ketelitian.
Dalam proses ini, kita belajar untuk fokus pada detail, mengembangkan ketelitian, dan melatih
ketelatenan kita. Ini adalah keterampilan penting yang dapat diterapkan dalam banyak aspek
kehidupan.
4. Koneksi dengan Seni: Melalui penggunaan medium berbeda, kita dapat lebih mendalam
memahami seni dalam berbagai bentuknya. Kita bisa memahami sejarah seni, gaya seni yang
berbeda, dan peran seni dalam budaya kita. Ini dapat meningkatkan pemahaman kita tentang
nilai seni dalam masyarakat.
5. Pengembangan Keterampilan Teknis: Melalui latihan yang konsisten, kita dapat
meningkatkan keterampilan teknis kita dalam menggambar dan melukis. Kita belajar tentang
penggunaan alat-alat, teknik-teknik pewarnaan, dan bagaimana mengatur komposisi dalam
sebuah karya seni.
6. Rasa Prestasi: Ketika kita menyelesaikan sebuah karya seni yang kita ciptakan dengan usaha
dan kreativitas kita sendiri, kita merasakan rasa prestasi yang kuat. Kita belajar untuk
menghargai hasil karya kita, bahkan jika itu bukan yang "sempurna," karena setiap karya seni
memiliki nilai tersendiri.
7. Menghadapi Tantangan: Proses menggambar atau melukis bisa menjadi tantangan, terutama
ketika kita mencoba medium baru. Namun, ini juga mengajarkan kita untuk menghadapi
tantangan, belajar dari kegagalan, dan terus berkembang.
8. Penghargaan Terhadap Seni Lain: Melalui pengalaman ini, kita dapat lebih menghargai
karya seni orang lain. Kita akan memahami betapa sulitnya menciptakan karya seni yang
memukau, dan kita akan lebih cenderung menghargai seni dalam berbagai bentuknya.
Persiapan Pembelajaran
• Membuat karya secara mandiri sesuai dengan gambar yang ingin mereka
kembangkan tekniknya, dan
• melakukan refleksi terhadap karya yang dibuat.
Apersepsi

Pertanyaan Pemantik

1. Mengapa penting bagi seniman untuk memiliki pilihan medium saat menggambar atau
melukis? Bagaimana pemilihan medium dapat memengaruhi hasil akhir karya seni?
2. Apa perbedaan antara menggambar dan melukis dalam konteks seni? Apakah ada medium
tertentu yang lebih cocok untuk menggambar daripada melukis, atau sebaliknya?
3. Apa itu medium seni dan apa saja contoh medium yang dapat digunakan oleh seniman dalam
karya seni mereka?
4. Bagaimana Anda memilih medium yang sesuai untuk sebuah ide atau konsep tertentu dalam
seni Anda? Apakah ada panduan khusus yang Anda ikuti?
5. Apakah Anda memiliki medium favorit untuk menggambar atau melukis? Mengapa Anda
memilih medium tersebut, dan bagaimana medium tersebut memungkinkan Anda untuk
mengekspresikan diri?
6. Bagaimana eksperimen dengan medium yang berbeda dapat membantu seniman dalam
pengembangan keterampilan dan penciptaan karya seni yang lebih beragam?
7. Bisakah Anda berbagi pengalaman Anda dalam menggunakan medium yang tidak biasa atau
tidak konvensional dalam seni Anda? Bagaimana hal ini memengaruhi pandangan Anda
terhadap seni?
8. Apa jenis karya seni yang ingin Anda ciptakan dengan menggunakan medium pilihan Anda?
Bagaimana Anda berencana untuk mewujudkannya?
9. Apakah medium seni tertentu dapat digunakan untuk menyampaikan pesan atau emosi tertentu
dengan lebih baik daripada yang lain? Contohnya?
10. Bagaimana proses eksplorasi medium seni dapat menjadi bagian yang kreatif dan memuaskan
dari pengalaman seni Anda?

Kegiatan Pembelajaran

Alokasi
Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 ( 2 x 45 Menit )
Waktu
Kegiatan Pendahuluan
❖ Pada minggu sebelumnya, mintalah setiap siswa melihat ulang karya yang
dibuatnya pada saat kelas 7 dan 8. Minta mereka mencatat karya apa yang 10
menyenangkan untuk dibuat dan menjelaskan alasannya. Karya apa yang menit
menantang tetapi mereka menyukainya, serta karya apa yang tidak mereka
sukai dan alasannya.

Kegiatan Inti
Kegiatan Inti 70 menit
• Kegiatan membuat karya memperhatikan aspek lingkungan sekitar. Untuk
daerah yang kesulitan dalam mencari alat melukis dapat mencari bahan
alternatif seperti spons, sikat gigi bekas sebagai pengganti kuas. Pewarna
bisa menggunakan alternatif pewarna seperti bubuk kopi yang diberi
sedikit air, pewarna makanan, pewarna dari rebusan kulit buah atau
tanaman (kunyit, daun suji, kulit manggis, mengkudu, secang, dan lain
sebagainya).
• Jika kegiatan melukis sulit untuk dilakukan, siswa dapat mengumpulkan
bahan-bahan bekas di sekitarnya dan mengaturnya sehingga memberikan
kesan estetis dan bermakna.
Opsi Pembelajaran Berdiferensiasi:

• Melaksanakan evaluasi proses pembelajaran.


• Menyimpulkan materi pembelajaran seni kriya terapan dan penegasan
kembali tentang proyek peserta didik.
• Tindak lanjut.
Catatan : Selama pembelajaran berlangsung, guru mengamati sikap siswa dalam pembelajaran
yang meliputi sikap: disiplin, rasa percaya diri, berperilaku jujur, tangguh menghadapi masalah
tanggung jawab, rasa ingin tahu, peduli lingkungan)
Kegiatan Penutup
• Untuk mengakhiri pembelajaran ini dengan baik dan memastikan siswa telah
memahami konsep struktur dan sifat enzim, berikut adalah beberapa kegiatan
penutup yang dapat dijalankan:
• Kuis Singkat: Berikan kepada siswa beberapa pertanyaan singkat tentang
materi yang telah dipelajari. Ini bisa menjadi kuis lisan atau tertulis. Kuis ini
akan membantu mengukur pemahaman mereka tentang materi.
• Diskusi Grup: Pisahkan siswa ke dalam kelompok kecil dan minta mereka
berdiskusi tentang satu aspek penting dari struktur dan sifat enzim yang mereka
temukan paling menarik atau penting. Mereka kemudian dapat berbagi temuan
mereka dengan kelas.
• Presentasi Siswa: Minta siswa untuk menyiapkan presentasi singkat (3-5 menit)
tentang suatu enzim atau aplikasi penting dari pengetahuan tentang enzim
dalam kehidupan sehari-hari. Ini akan memungkinkan mereka untuk
mengaplikasikan pengetahuan mereka.
• Permainan Konseptual: Buat permainan konseptual yang melibatkan siswa
10
untuk mengidentifikasi struktur enzim atau menghubungkan enzim dengan
Menit
fungsi dan substratnya. Ini dapat berupa permainan papan atau permainan
interaktif.
• Ulasan Materi: Berikan rangkuman singkat tentang materi yang telah dipelajari
dan ajak siswa untuk mengajukan pertanyaan terakhir tentang topik tersebut.
Ini adalah kesempatan terakhir bagi mereka untuk mengklarifikasi pemahaman
mereka.
• Tugas Rumah: Berikan tugas rumah yang melibatkan penelitian lanjutan
tentang enzim atau mengajak siswa untuk mencari artikel ilmiah terkait dengan
topik ini. Mereka dapat berbagi hasil penelitian mereka di kelas berikutnya.
• Kegiatan penutup ini akan membantu siswa mengkonsolidasikan pemahaman
mereka tentang struktur dan sifat enzim, serta memungkinkan mereka untuk
berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Selain itu, ini juga memberikan
kesempatan untuk mereview dan memperdalam pemahaman sebelum
melanjutkan ke materi berikutnya.
• Penutup: Pembelajaran diakhiri dengan doa bersama dan salam kepada semua
peserta didik.

ASESMEN/ PENILAIAN
Judul: Kegiatan Seni Lukis Lingkungan
A. B. Tujuan Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengembangkan kreativitas siswa dalam seni
lukis sambil meningkatkan kesadaran mereka terhadap lingkungan sekitar.
B. Teknik Teknik yang akan digunakan adalah "Proyek."
C. Rubrik Penilaian
Penilaian Keterampilan (Proyek Seni Lukis Lingkungan):
Kriteria Skala Nilai (1-5)
Kreativitas
Penggunaan Bahan
Ekspresi Dalam Lukisan
Kesadaran Lingkungan
Penilaian Sikap (Observasi Kelas):
Kriteria Skala Nilai (1-5)
Kerja Sama
Kriteria Skala Nilai (1-5)
Kedisiplinan
Tanggung Jawab
Kepedulian
Penilaian Pengetahuan (Diskusi Kelompok):
Kriteria Skala Nilai (1-5)
Pemahaman Konsep
Partisipasi dalam Diskusi
Penerapan dalam Lukisan
F. Refleksi Guru dan Siswa
1. Refleksi Guru:
• Bagaimana hasil dari proyek seni lukis lingkungan ini menggambarkan pemahaman
siswa tentang isu lingkungan?
• Apa yang bisa saya lakukan untuk lebih memotivasi siswa dalam kegiatan seni di
masa depan?
2. Refleksi Siswa:
• Apa yang saya pelajari tentang lingkungan selama kegiatan seni lukis ini?
• Bagaimana saya bisa meningkatkan kreativitas saya dalam proyek seni berikutnya?
• Bagaimana sikap saya terhadap lingkungan telah berubah setelah menyelesaikan
proyek ini?
Tes Tertulis

Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jelas !

Soal 1: Jelaskan perbedaan antara menggambar dan melukis. Bagaimana pemilihan medium (media)
dapat memengaruhi hasil akhir dari karya seni?
Soal 2: Pilih salah satu medium pilihan yang Anda sukai untuk menggambar atau melukis, dan berikan
deskripsi detail tentang medium tersebut. Apa yang membuat medium tersebut unik? Bagaimana Anda
menggunakannya dalam karya seni Anda?
Soal 3: Apakah penting bagi seorang seniman untuk menggunakan medium yang berkelanjutan dan
ramah lingkungan dalam karya seninya? Jelaskan pandangan Anda dan berikan contoh medium yang
sesuai dengan nilai-nilai keberlanjutan.
Soal 4: Ketika Anda membuat karya seni dengan medium pilihan Anda, bagaimana Anda menciptakan
ekspresi dan emosi dalam karya Anda? Berikan contoh konkret dari salah satu karya seni Anda atau
seniman yang Anda kagumi.
Kunci Jawaban:
Soal 1: Menggambar adalah proses menciptakan gambar dengan menggunakan garis, titik, dan bentuk
tanpa warna, sementara melukis adalah proses menciptakan gambar dengan menggunakan warna.
Pemilihan medium (media) seperti pensil, cat air, atau cat minyak dapat memengaruhi hasil akhir karya
seni dalam hal tekstur, warna, dan efek visual. Medium yang berbeda dapat menghasilkan karakteristik
yang unik dalam karya seni.
Soal 2: Medium pilihan seseorang dapat bervariasi, tetapi dalam deskripsi medium yang dipilih, siswa
harus memberikan informasi yang spesifik tentang medium tersebut, seperti jenis medium (misalnya
cat air), cara menggunakannya, dan karakteristiknya yang unik. Kunci jawaban akan bervariasi
tergantung pada medium yang dipilih oleh siswa.
Soal 3: Siswa diharapkan untuk memberikan pandangan pribadi tentang pentingnya keberlanjutan
dalam seni dan memberikan contoh medium yang sesuai, seperti cat air berbasis air yang lebih ramah
lingkungan dibandingkan dengan cat minyak yang menggunakan bahan kimia berbahaya.
Soal 4: Siswa diharapkan untuk menjelaskan bagaimana mereka atau seniman yang mereka kagumi
menciptakan ekspresi dan emosi dalam karya seni mereka melalui penggunaan medium tertentu.
Mereka dapat memberikan contoh konkretnya dan menjelaskan bagaimana penggunaan warna, teknik,
atau elemen desain lainnya membantu dalam mengungkapkan emosi dalam karya seni. Kunci jawaban
akan bervariasi tergantung pada contoh yang diberikan oleh siswa.

RENCANA TINDAK LANJUT


• Pengayaan: Mengubah Energi yang Dihasilkan Tumbuhan menjadi Listrik
• Kini, peneliti sedang terus mengembangkan cara menghasilkan listrik dalam skala kecil dari
energi yang dihasilkan oleh fotosintesis. Pada kenyataannya, tumbuhan menghasilkan energi
lebih besar dari yang mereka butuhkan dan mereka mengeluarkan energi berlebih tersebut.
Energi berlebih inilah yang dikumpulkan, lalu diubah menjadi listrik. Meskipun tumbuhan
tidak menghasilkan listrik dalam satuan megawatt, namun potensi yang dimiliki tidak dapat
kita pandang sebelah mata. Para peneliti di Universitas Wageningen pertama kali mematenkan
listrik bertenaga tumbuhan pada tahun 2007. Kini, hak paten ini dimiliki oleh perusahaan milik
Belanda yang bernama Plant-E, yang terus mengembangkan penelitiannya.
• Bagaimanakah energi fotosintesis digunakan untuk menghasilkan listrik? Seperti yang kalian
telah pelajari, tumbuhan menyerap energi sinar matahari, lalu mereaksikannya dengan air dan
karbon dioksida sehingga terbentuklah gula. Menariknya, tumbuhan menghasilkan gula lebih
banyak dari yang mereka butuhkan, hampir setengah dari gula yang dihasilkan menyebar di
tanah. Di dalam tanah, gula tersebut diuraikan oleh bakteri dengan menghasilkan proton dan
elektron sebagai produk sampingan.
• Ide yang dimiliki Plant-e, yaitu memasukkan konduktor ke dalam tanah untuk mengumpulkan
elektron, lalu mengubahnya menjadi listrik. Perusahaan tersebut mengklaim bahwa proses ini
tidak mengganggu pertumbuhan tanaman. Selain itu, energi yang dihasilkan dapat terus
diperbaharui. Satu- satunya masalah, yaitu proses ini tidak dapat terjadi ketika tanah turut
membeku selama musim dingin.
• Berapakah energi listrik yang dapat dihasilkan tumbuhan? Plant-E mengklaim bahwa tiap meter
persegi kebun menghasilkan 28 KWH per tahun. Berdasarkan perhitungan ini, untuk memenuhi
kebutuhan listrik sebuah rumah berukuran 150 meter persegi diperlukan beberapa ribu meter
persegi kebun. Meskipun tidak praktis, namun masih sangat banyak orang yang tinggal di
dalam rumah yang berukuran jauh lebih kecil. Selain itu, terdapat 1,4 juta jiwa tidak memiliki
akses listrik dan sebagian besar dari mereka bekerja sebagai petani. Selain itu, Plant-e telah
memperhitungkan potensi hutan mangrove, delta sungai, dan sawah yang dapat menghasilkan
listrik skala kecil, misalnya untuk Wi-Fi hotspots, pengisi daya ponsel, dan lampu sebagai
penerangan di malam hari bagi warga miskin. Bagi warga perkotaan, Plant-E tengah menguji
sistem atap hijau, di mana listrik yang dihasilkan oleh tiap 15 meter persegi atap hijau tersebut
cukup untuk mengisi daya sebuah ponsel.
• Setelah membaca uraian di atas, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
• 1. Menurut kalian, apakah pemanfaatan fotosintesis untuk menghasilkan energi dapat
diaplikasikan di Indonesia? Jelaskan!
• 2. Apakah kelebihan Indonesia dibanding Belanda yang menyebabkan produksi listrik dari
fotosintesis di Indonesia dapat lebih dioptimalkan.
• 3. Lakukan studi literatur lanjutan, lalu buktikan bahwa buah yang juga merupakan hasil
fotosintesis dapat menghasilkan listrik!
Refleksi Guru dan Siswa:
1. Apakah saya sudah cukup baik membimbing siswa untuk menemukan keindahan yang ada di
lingkungannya dan menuangkannya ke dalam sebuah lukisan?
2. Apakah saya dapat memandu siswa untuk menemukan bahan alternatif?
3. Apakah saya sudah cukup membebaskan siswa menghasilkan karyanya dan tidak mengarahkan
ke satu sudut pandang keindahan menurut versi saya?

LAMPIRAN

LEMBAR PESERTA DIDIK

Judul: Kegiatan Membuat Karya Seni Berbasis Lingkungan

Pendahuluan: Kegiatan ini bertujuan untuk menggali kreativitas peserta didik sambil memperhatikan
aspek lingkungan sekitar. Dalam kegiatan ini, kita akan menggunakan bahan alternatif dan alat yang
mudah ditemukan di sekitar kita untuk membuat karya seni yang indah dan bermakna.

Bahan/Alat/Sumber:

1. Bahan alternatif lukis seperti spons, sikat gigi bekas.

2. Pewarna alternatif seperti bubuk kopi yang diberi sedikit air, pewarna makanan, pewarna dari
rebusan kulit buah atau tanaman (kunyit, daun suji, kulit manggis, mengkudu, secang, dan
lain sebagainya).

3. Bahan-bahan bekas yang dapat digunakan dalam karya seni (botol bekas, kertas bekas, dll.).

4. Lembaran kertas atau kanvas untuk membuat karya seni.

Tujuan:

1. Meningkatkan kesadaran peserta didik tentang pentingnya lingkungan.

2. Mengasah kreativitas peserta didik dalam membuat karya seni.

3. Mendorong penggunaan bahan alternatif dan daur ulang dalam seni.

Langkah-langkah:

1. Persiapkan semua bahan dan alat yang diperlukan.

2. Pilih tema atau ide untuk karya seni Anda.

3. Mulailah membuat sketsa atau rancangan karya seni Anda.

4. Gunakan bahan alternatif dan alat yang telah disiapkan untuk mewujudkan karya seni sesuai
dengan rancangan Anda.

5. Jika Anda kesulitan dalam melukis, Anda dapat mengumpulkan bahan-bahan bekas di sekitar
Anda dan mengaturnya sehingga memberikan kesan estetis dan bermakna dalam karya seni
Anda.

6. Setelah selesai, tinjau kembali karya seni Anda dan lihat apakah ada yang perlu diperbaiki.
7. Apresiasi hasil karya seni Anda dan diskusikan pesan lingkungan yang ingin Anda sampaikan
melalui karya tersebut.

Pertanyaan:

1. Apa yang Anda pelajari tentang lingkungan dari kegiatan ini?

2. Bagaimana penggunaan bahan alternatif dan daur ulang dapat mendukung upaya pelestarian
lingkungan?

3. Bagaimana Anda merasa ketika berhasil membuat karya seni dengan menggunakan bahan-
bahan alternatif?

4. Apa pesan atau cerita yang ingin Anda sampaikan melalui karya seni Anda?

5. Apakah Anda merasa lebih terhubung dengan lingkungan sekitar setelah melakukan kegiatan
ini? Mengapa?

BAHAN BACAAN GURU DAN SISWA

Informasi Umum

Tanjung, MR (2016). Fotografi Ponsel (Smartphone) Sebagai Sarana Media Dalam


Perkembangan Masyarakat Modern. PROPORSI: Jurnal Desain, Multimedia …, e-
journal.potensi-utama.ac.id, https://www.e-journal.potensi-
utama.ac.id/ojs/index.php/PROPORSI/article/view/527

Ramadhani, MY (2020). Analisis Perbandingan Bentuk Gaya Mural Surabaya Dan Gaya Mural
Yogyakarta., repository.unipasby.ac.id, https://repository.unipasby.ac.id/id/eprint/3971/

Haq, BN, & Rachmawaty, M (2023). Strategi Pembelajaran Melukis dengan Teknik Mix-Media
untuk Siswa Usia 4-7 Tahun. Jurnal Multidisiplin West …, wnj.westscience-press.com,
https://wnj.westscience-press.com/index.php/jmws/article/view/189

Binsa, UHB, & Diyanah, SD (2022). UPAYA MENINGKATKAN KECERDASAN VISUAL


SPASIAL MELALUI KEGIATAN MELUKIS PADA MEDIA TALENAN KELOMPOK B TK
PGRI 3 NGAWI DESA …. Kurikula: Jurnal Pendidikan, ejournal.iaingawi.ac.id,
http://ejournal.iaingawi.ac.id/index.php/kurikula/article/view/701

Pamadhi, H (2008). Ruang Lingkup Seni Rupa Anak. Universitas Terbuka. Jakarta,
pustaka.ut.ac.id, https://pustaka.ut.ac.id/lib/wp-content/uploads/pdfmk/PAUD4403-M1.pdf

Ramadhan, A, Rivaldin, IL, & Roniek, J (2023). Pelatihan Melukis Helm Sebagai Metode
Penerapan Menggambar Pada Bidang 3 Dimensi Untuk Lulusan SMA. Jurnal Altifani Penelitian
dan …, altifani.org, http://altifani.org/index.php/altifani/article/view/405

PUTRA, NS (2019). PROSES PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS KUBISME DENGAN


MENGGUNAKAN TEKNIK SCREEN PRINTING SEBAGAI BAGIAN DARI PENGEMBANGAN
…., repository.unipasby.ac.id, https://repository.unipasby.ac.id/id/eprint/1751/
DESTYANI, A (2020). KEGIATAN BERMAIN PADA ANAK USIA DINI SEBAGAI SUMBER
INSPIRASI PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS., repository.isi-ska.ac.id, http://repository.isi-
ska.ac.id/id/eprint/4513

Sari, DAPL, & Putra, IGNG (2019). Biografi Ni Nyoman Sani; Perupa Wanita Dengan Lukisan
Bergaya Ilustrasi Fashion. Segara Widya: Jurnal Penelitian Seni, jurnal.isi-dps.ac.id,
http://jurnal.isi-dps.ac.id/index.php/segarawidya/article/view/672

Ulfadhilah, K (2021). Upaya Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini Melalui Finger Painting.
… EduKids: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, journal.uinmataram.ac.id,
https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/IEK/article/view/4676

GLOSARIUM

1. Medium Seni: Medium seni merujuk pada bahan atau alat yang digunakan dalam proses
menggambar atau melukis. Contohnya adalah pensil, spidol, cat air, cat minyak, pastel,
dan banyak lagi.

2. Teknik Lukis: Teknik lukis adalah cara atau metode tertentu yang digunakan dalam
proses menciptakan karya seni. Beberapa contoh teknik melukis adalah teknik potret,
teknik realisme, teknik impresionisme, dan teknik abstrak.

3. Komposisi: Komposisi merujuk pada cara pengaturan elemen-elemen visual dalam karya
seni, seperti garis, warna, bentuk, dan ruang. Komposisi yang baik dapat memengaruhi
cara pesan atau emosi disampaikan melalui karya seni.

4. Palet Warna: Palet warna adalah daftar atau kumpulan warna yang tersedia untuk
digunakan dalam menggambar atau melukis. Palet warna dapat beragam tergantung
pada medium seni yang digunakan.

5. Perspektif: Perspektif adalah teknik yang digunakan untuk menciptakan ilusi kedalaman
dalam karya seni. Ini mencakup perspektif linear (garis konvergen) dan perspektif
atmosfer (penggunaan warna dan nilai untuk menciptakan kedalaman).

6. Imajinasi dan Ekspresi: Imajinasi adalah kemampuan untuk membuat gambar atau
konsep yang tidak ada dalam dunia nyata. Ekspresi adalah cara seniman menyampaikan
emosi, pemikiran, atau pesan mereka melalui karya seni.

7. Lukisan Abstrak: Lukisan abstrak adalah karya seni yang tidak menggambarkan objek
atau subjek yang jelas. Sebaliknya, ini lebih fokus pada ekspresi visual, bentuk, dan
warna.

8. Teknik Lapisan (Layering): Teknik lapisan adalah proses menggambar atau melukis
dengan menumpuk lapisan warna atau elemen visual untuk mencapai efek yang
diinginkan. Ini umumnya digunakan dalam cat minyak dan cat air.

9. Karya Seni Visual: Karya seni visual adalah karya yang memanfaatkan elemen-elemen
visual seperti warna, bentuk, garis, dan tekstur untuk menyampaikan pesan atau ekspresi
seniman.
10. Konsep Kreatif: Konsep kreatif adalah ide dasar atau tema yang mengilhami karya seni.
Ini adalah landasan ide yang menjadi dasar untuk karya seni yang akan dibuat.

11. Eksperimen: Eksperimen adalah upaya untuk mencoba hal-hal baru dalam seni, seperti
teknik baru, media baru, atau pendekatan yang berbeda untuk mencapai hasil yang
menarik.

12. Teknik Tekstur: Teknik tekstur adalah penggunaan berbagai metode untuk menciptakan
efek atau sensasi tekstur pada karya seni, misalnya, dengan menggosokkan cat atau
menggunakan bahan tekstur.

13. Kanvas: Kanvas adalah permukaan atau media yang digunakan dalam melukis. Ini bisa
berupa kain yang ditempeli pada bingkai kayu atau permukaan lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

Amalia, Ila. 2021. “Representasi Praktek Perbudakan Dan Penindasan

Dalam Puisi ‘Negro’ Karya Langston Hughes: Sebuah Kajian

Poskolonial.” Diksi 29 (1): 51–59. https://doi.org/10.21831/diksi.

v29i1.33250.

Barker, Chris. 2004. The Sage Dictionary of Cultural Studies. London:

Sage Publication.

Fatonah, Khusnul. 2018. “Ideologi Narator Dalam Novel Malaikat

Lereng Tidar Karangan Remy Sylado (Kajian Poskolonialisme).”

Eduscience: Jurnal Ilmu Pendidikan 3 (2): 86–101.

Lazuardi, I Nyoman Fizal Tri, I Ketut Putra Erawan, and Muh. Ali

Azhar. 2021. “KOMODIFIKASI TRADISI OMED-OMEDAN.”

Jurnal Nawala Politika; Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Ilmu Politik

2021, January. https://ojs.unud.ac.id/index.php/politika/article/

view/70054.

Anda mungkin juga menyukai