Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN KASUS PSIKOTIK

IDENTITAS PASIEN Nama Jenis Kelamin Umur Agama Status Pendidikan Pekerjaan Alamat Masuk RSKD : Ny. M : Perempuan : 41 tahun : Islam : Menikah : SMP : IRT : Taneteriaja, Barru : Tanggal 11 Maret 2012 untuk pertama kalinya

LAPORAN PSIKIATRI I. RIWAYAT PENYAKIT A. Keluhan utama Menari-nari sendiri B. Riwayat gangguan sekarang Menari-nari sendiri dialami sejak 1 minggu yang lalu, namun memberat sejak dua hari terakhir. Pasien menari-nari sendiri, menirukan berbagai macam gerakan tari. Hal ini berlangsung hampir tiap hari, dan timbul secara tiba-tiba. Terkadang pasien berhenti menari sejenak, namun kemudian melanjutkan tariannya kembali. Saat menari-nari pasien tertawa dan terkadang menyanyi. Keluarga merasa pasien mulai terlihat aneh sejak bulan agustus 2011 lalu. Pasien mulai mengurung diri dan menjadi lebih pendiam. Hal ini terjadi karena dua hari sebelum lebaran Idul Fitri suaminya meninggal. Perubahan perilaku pasien hanya berlangsung sekitar dua bulan. Kemudian, pasien kembali beraktifitas seperti biasa seperti mengunjungi tetangga dan keluarga dekat di sekitar tempat tinggal pasien. Pertengahan bulan februari pasien tiba-tiba berteriak dan meneriaki setiap orang, termasuk keluarga dan tetangganya. Keluarganya tidak mengetahui apa yang diteriakkan pasien dan mengapa pasien berteriak. Hal ini dialami pasien setiap hari. Pasien juga membuang barang-barangnya terutama yang berwarna hitam. Pasien merasa tidak suka melihat barang tersebut. Karena hal itu, keluarga pasien sempat mengikat pasien. Hal ini membuat pasien tidak bisa tidur di malam hari. Pasien hanya berbicara, dan kadang tertawa
1

sendiri. Pasien diikat hanya sekitar satu hari dan kemudian dilepas kembali karena pasien sudah tidak mengamuk lagi. Sekitar seminggu yang lalu pasien kembali berteriak. Hal ini dialami pasien setelah paginya mendapat nasehat dari saudaranya agar tidak lagi melakukan hal-hal aneh karena pasien masih memiliki anak yang sebentar lagi bekerja. Pasien diminta untuk tidak lagi memikirkan suaminya. Malamnya, pasien tiba-tiba berteriak dan menangis. Gejala tersebut berlangsung terus-menerus dan berhenti ketika pasien tertidur pada paginya. Pasien masih bisa mandi sendiri serta makan dan minum sendiri. Terkadang pasien tidak makan karena bicara sendiri, tetapi saat dibujuk oleh anaknya pasien masih mau makan. Pasien terkadang tidur jam 9, juga terkadang tidak tidur seharian karena gejalagejala tersebut berlangsung hingga dini hari. Pasien biasa tertidur karena kelelahan.

1. Hendaya/Disfungsi: b. Hendaya sosial: (+) c. Hendaya pekerjaan: (+) d. Hendaya penggunaan waktu senggang: (+)

2. Faktor stressor psikososial: Suami pasien meninggal beberapa bulan yang lalu.

3. Hubungan gangguan sekarang dengan riwayat penyakit fisik dan psikis sebelumnya: Tidak Ada

C. Riwayat gangguan sebelumnya: Pasien sebelumnya tidak pernah mengalami hal yang sama, ini adalah pertama kalinya ia rasakan. Trauma (-), Infeksi (-), Alkohol (-), NAPZA (-), Kejang (-).

D. Riwayat Kehidupan Pribadi : 1. Riwayat Prenatal dan Natal Pasien lahir normal, cukup bulan, ditolong oleh dukun.

2. Riwayat Masa Kanak Awal (usia 1-3 tahun) Tidak banyak informasi yang diperoleh pada masa ini, namun menurut anak pasien pertumbuhan dan perkembangannya baik. Tidak ada masalah, dan pasien tumbuh normal seperti anak seusianya.

3. Riwayat Masa Kanak Pertengahan (usia 4-11 tahun) Menurut anaknya, pasien sering terkena sakit saat berada dalam masa ini. Sehingga menyebabkan pertumbuhan pasien agak terlambat. Badannya lebih kecil jika dibandingkan anak seusianya.

4. Riwayat Masa Kanak Akhir dan Remaja (usia 12-18 tahun) Tidak banyak informasi yang diperoleh pada masa ini. Menurut anaknya, ibunya tergolong anak yang sehat seperti anak lainnya. Tidak ada masalah keluarga, ataupun masalah psikologis lainnya yang dialami ibunya.

5. Riwayat Masa Dewasa a. Riwayat Pendidikan Pasien menamatkan pendidikan SD di Tanete Riaja, Barru. Kemudian, melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi yaitu SMP masih di daerah Tanete Riaja. Pasien kemudian tidak melanjutkan sekolahnya, dan memilih untuk menikah setelah menganggur selama dua tahun.

b. Riwayat Pekerjaan Pasien adalah ibu rumah tangga. Namun,terkadang pasien berjalan-jalan ke swah untuk melihat keluarganya yang bekerja di sana dan sesekali membantu keluarganya.

c. Riwayat Pernikahan Pasien menikah dua tahun setelah menyelesaikan pendidikannya di bangku SMP dengan laki-laki pilihannya. Pasien sangat menyayangi suaminya karena suaminya merupakan tipikal orang yang sabar. Terkadang pasien memarahi suaminya, namun suaminya lebih memilih untuk diam. Untuk itulah, rasa cinta pasien terhadap suaminya sangat besar. Pasien dikaruniai tiga orang anak yang kesemuanya adalah laki-laki.
3

d. Riwayat Kehidupan Spiritual Pasien memeluk agama islam

E. Riwayat kehidupan Keluarga Pasien merupakan anak pertama dari 3 bersaudara (, ,). Pasien memiliki orang tua yang menyayangi pasien dan saudara yang cukup mengerti akan keadaan pasien. Secara keseluruhan, pasien memiliki hubungan kekeluargaan yang baik dan tidak ada masalah.

F. Riwayat Kehidupan Sosial Pasien termasuk orang yang pendiam dan jarang bergaul. Tetapi, pasien adalah orang yang sabar. Pasien memiliki hubungan yang baik dengan tetangganya.

G. Situasi sekarang: Saat ini pasien tinggal serumah dengan 3 orang anaknya serta saudara laki-lakinya.

H. Persepsi pasien tentang diri sendiri dan kehidupannya: Pada saat ini pasien merasa dirinya sedang sehat dan tidak membutuhkan pengobatan. Pasien menganggap dirinya seorang penari, terkadang sebagai penyanyi. Pasien juga menyebut dirinya keturunan malaysia. Pasien menyebut dirinya sebagai seorang pedagang yang kebetulan sedang berlibur ke Indonesia.

AUTOANAMNESIS (11 Maret 2012) DM : Assalamualaikum bu, saya dwi (sambil mengulurkan tangan) dokter muda di sini. Nama Ibu siapa? P DM P DM P DM P DM : M (dengan nada panjang) : Ibu M tahu alasan ibu dibawa ke sini? : Nda tau : Baik, kalau begitu dengan siapa ibu ke sini? : Nda tau (membuang muka) : Ibu M kenal dengan orang itu? (menunjuk ke salah satu pengantar pasien) : Iya, anakku itu : Anak ibu? Siapa namanya?
4

P DM P DM P DM P DM P

: Ahmad : Ibu M punya berapa anak? : Tiga, anak pertamaku kerja, anak keduaku sekolah sama anak ketigaku juga sekolah. : Ibu M tinggal di mana? : Barru (tiba-tiba menari) : Ibu M, apa yang membuat ibu tiba-tiba menari? : Maujeka menari. Penarika saya : Oh, penari di mana ibu? Tarian apa saja yang ibu bisa lakukan? : Saya penari. Semua tarian bisa saya lakukan. Mau begini, atau begini? (Sambil

menirukan berbagai macam jenis tari). DM P DM : Ibu senang menari? : Saya senaaang. Saya juga bisa menyanyi. : Ibu menari apa karena mendengar sesuatu? Karena setau saya, jika orang menari

biasanya ada musik. P DM P DM P DM P DM P DM P DM P DM P DM P DM P DM : Ada. Saya dengar musik : Musik apa yang ibu dengar? : Dangdut. (Tiba-tiba menyanyikan lagu tidak jelas) : Ibu M, sejak kapan ibu mendengar musik tersebut? : Barusan ini, makanya saya menari : Sebelumnya ibu pernah mendengar musik yang sama? : Nda (berhenti menari dan menunjukkan ekspresi takut) : Lalu, apa yang ibu dengar? : Suara orang (membuang muka dan sedikit diam) : Seperti apa suara orang itu? Apakah dia berbicara? : Ia, dia mau bunuhka : Sejak saat kapan ibu mendengar hal itu? : Sudah lama. : Ibu M, sekarang ibu mendengar suara orang itu? : Ia : Suaranya laki-laki atau perempuan? Apa ibu M mengenalnya? : Tidak. Nda tauka siapa. Dia mau cekekka. : Ibu pernah melihat orang tersebut? : Nda. Suaranyaji saya dengar : Ibu mendengarnya setiap hari?
5

P DM P DM P

: Ia. Biarka menyapu biasa kudengarki.(tiba-tiba menari kembali) : Ibu M, ibu mendengar musik lagi? : Saya mau menyanyi. Mauki lagu apa? Cina, Malaysia, saya bisa semuanya. : Ibu M penyanyi di mana? : Di sini. Saya bisa menyanyi. Saya pernah tinggal di Malaysia. Saya orang Malaysia

(Sambil menggunakan dialek Melayu) DM P DM P DM P DM P DM P DM P DM P DM P DM P DM P DM P DM P DM P DM P : Sejak kapan ibu tinggal di sana? : Hah? : (Mengulang pertanyaan yang sama) : Ooh, saya sudah lama tinggal di sana. Orang tua saya ada di sana. : Lama itu berapa lama maksud ibu M? : Lamaaaa, saya menjual kain. Saya orang kaya : Saya kira ibu M tinggal di Barru? : Nda, saya hanya jalan-jalan di sini. : Sekarang, umur Ibu berapa? : saya kelahiran 71 : Kalau ibu kelahiran 71, jadi umur ibu kira-kira berapa? : Saya kelahiran 71. Hmm, 40 atau 41 mungkin. Eh, 41 di : Ibu ingat tanggal lahir ibu? : Hmm, 17....Agustus.....Tahun (tiba-tiba menyanyikan lagu 17 agustus) : Ibu M, itu hari kemerdekaan. Tanggal lahir ibu berapa? : 8x8, 9x9, 5x5 berapa? Hah? 5X5 berapa?! (menanyakan kepada saya) : Ibu kira-kira berapa? : 25. 9x9=81. 1000x1000=10.000 (dengan nada nyanyian) : Ibu pintar ya. Ibu M ingat nama saya? : Nda : Baik ibu M. Katanya ibu pernah membuang barang-barang ibu? : Ia. Jelek ku lihat itu semua barang : Jelek? Ada apa dengan barang itu? Apa sudah tua? : Nda. Nda bagusji kuliat. Takutka : Ada yang menyuruh ibu untuk membuangnya? : Nda : Ibu pernah melihat sesuatu yang menyuruh ibu menari atau membuang barang? : Nda
6

DM P DM P

: Ibu M, tau kita sekarang berada di mana? : Rumah sakit : Ibu M tau alasan ibu dibawa ke sini? : Nda. Nda tau juga kenapa saya dibawa. Saya sehat, nda pernahka sakit. Ini yang

pertama dibawaka ke dokter. DM P DM P DM P DM P DM P DM P DM P DM P : Ini bulan apa bu? : Maret : Ibu, ada apa dengan tangan kiri ibu? : Ndadapaji (mulai menunjukkan wajah ketakutan) : Kalau begitu, coba ibu keluarkan tangannya dari sarung : Jangan. Buntung ini tanganku. : Sejak kapan buntung tangannya ibu? : Nda tau, sudah lama tau baru-baru ini. : Sekarang coba ibu menari pakai dua tangan. Supaya lebih cantik tariannya : Yang ini? (mengeluarkan tangan kirinya) : Ia. : (Menari dengan kedua tangan) cantik tarianku to? (Kemudian mulai bersenandung) : Itu tangannya keliatan sehat. Tadi kata ibu tangannya buntung. : Siapa bilang? Ndaji : Ibu M, biasa tidur jam berapa? : Jam 9 atau 10. Haruski tidur cepat supaya sehat. Saya ini sehat. Biasaka menyapu di

rumah, supaya berkeringat. Nah, kalau berkeringatki itu sehatki DM P : Ibu M sukanya makan apa? : Saya suka makanan warung. Nda sukaka makan di rumah. Nda enak. Biasaka dulu

makan di restoran waktu di Malaysiaka DM P DM P DM P : Ibu M bisa menyebutkan arti panjang tangan? : Ini (mengulurkan tangannya) : Baik Ibu M. Terima kasih atas waktunya. Selamat beristirahat. : Ia. Saya menari lagi nah : Sebentar setelah minum obat baru ibu menari ya. : Ie

II. STATUS MENTAL (11 Maret 2012) A. Deskripsi Umum: 1. Penampilan: Tampak seorang wanita, wajah sesuai umur, kulit kecokelatan, rambut terikat, badan kurus mengenakan daster hijau dan sarung merah, memakai sendal jepit. Kesan kurang rapi.

2. Kesadaran: Berubah

3. Perilaku dan aktivitas psikomotor Pasien duduk dengan tenang, terkadang menari (dalam kondisi duduk) sendiri untuk beberapa saat. Saat diajak berkomunikasi pasien nampak beberapa kali mengalihkan perhatian dan menoleh kiri kanan.

4. Pembicaraan Spontan, lancar, intonasi agak meninggi.

5. Sikap terhadap pemeriksa Kurang Kooperatif karena saat dilakukan wawancara, pasien tiba-tiba menari-nari sendiri, terkadang menyanyi sendiri serta membuang muka terhadap pemeriksa.

B. i. ii. iii. iv.

Keadaan afektif (mood), perasaan dan empati: Mood Afek Empati Keserasian : Sulit dinilai : Labil : Tidak dapat dirabarasakan : Serasi

C.

Fungsi intelektual (kognitif) 1. Taraf pendidikan, pengetahuan umum dan kecerdasan : Sesuai taraf pendidikan 2. Daya konsentrasi: Baik 3. Orientasi (waktu,tempat dan orang) : Pasien dapat menyebutkan tempat dimana ia berada, juga dapat mengetahui bulan serta dapat menyebut nama orang yang

ditunjuk penderita (anak pasien), sehingga dapat diaktakan bahwa orientasi pasien adalah Baik 4. Daya ingat : a. Jangka panjang : Baik b. Jangka pendek : Baik c. Jangka segera : Kurang v. vi. vii. Pikiran abstrak : Terganggu Bakat kreatif : Tidak Ada Kemampuan menolong diri sendiri : Kurang

D. Gangguan persepsi: 1. Halusinasi Auditorik (Pasien sering mendengar suara musik) 2. Ilusi : Tidak ditemukan 3. Depersonalisasi : Pasien menganggap tangannya buntung 4. Derealisasi: Tidak ada

E. Proses berpikir A. Arus pikiran Produktivitas : Cukup Kontinuitas : Kadang relevan, Kadang irrelevan Hendaya berbahasa : Tidak ada

B. Isi pikiran Preokupasi : Pasien merasa dirinya seorang penari dan penyanyi. Gangguan isi pikiran : Waham Kebesaran ; Pasien merasa dirinya adalah orang Malaysia yang berdagang dan memiliki banyak harta. Waham Kejar ; Pasien merasa selalu ingin dibunuh oleh seseorang. Orang tersebut ingin mencekik leher pasien. Dan hal itu dirasakannya setiap hari.

F. Pengendalian impuls: Terganggu

G. Daya nilai 1. Norma sosial 2. Uji daya nilai 3. Penilaian realitas : Terganggu : Terganggu : Terganggu

H. Tilikan (insight) : Derajat 1 (keyakinan penuh bahwa dirinya tidak sakit)

I.

Taraf dapat dipercaya : Dapat dipercaya

III.

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK LEBIH LANJUT Pemeriksaan Fisik 1. Status Internus Tekanan darah :110/70 mmHg, Nadi : 60x/mnt, Suhu : 37C Frekuensi pernapasan : 24x/mnt.

2. Pemeriksaan Status Neurologis GCS 15 (E4 M6 V5) Tanda rangsang menings : kaku kuduk (-), kernig sign (-) Pupil bulat, isokor, 2,5 mm Refleks cahaya langsung dan tidak langsung dalam batas normal Tidak ditemukan reflex patologis Sistem saraf otonom dalam batas normal

IV.

IKTISAR PENEMUAN BERMAKNA Menari-nari sendiri dialami sejak 1 minggu yang lalu, namun memberat sejak dua

hari terakhir. Pasien mulai terlihat aneh sejak bulan agustus 2011 lalu. Hal ini terjadi karena dua hari sebelum lebaran Idul Fitri suaminya meninggal. Perubahan perilaku pasien hanya berlangsung sekitar dua bulan.

10

Pertengahan bulan februari pasien tiba-tiba berteriak dan meneriaki setiap orang, termasuk keluarga dan tetangganya. Pasien juga membuang barang-barangnya terutama yang berwarna hitam. Pasien merasa tidak suka melihat barang tersebut. Karena hal itu, keluarga pasien sempat mengikat pasien. Sekitar seminggu yang lalu pasien kembali berteriak.Pasien masih bisa mengurus dirinya sendiri,pasien masih bisa tidur di malam hari. Pada pemeriksaan status mental didapatkan penampilan pasien kurang rapi, aktivitas psikomotor tenang, kadang menari-nari, kesadaran berubah, verbalitas spontan, intonasi agak meninggi, afek labil, empati tidak dapat dirabarasakan, taraf pendidikan, pengetahuan umum dan kecerdasan sesuai dengan taraf pendidikan. Orientasi waktu, tempat, dan orang baik, kemampuan menolong diri sendiri kurang. Terdapat halusinasi auditorik berupa suara musik. Pada proses berfikir, produktivitas cukup, kontinuitas kadang relevan, kadang irrelevan. Didapatkan gangguan isi pikir berupa preokupasi yakni pasien merasa dirinya adalah seorang penyanyi dan penari, serta waham kebesaran berupa pasien menganggap dirinya adalah seorang pedagang malaysia yang kaya dan waham kejar berupa suara orang yang terus-menerus ingin mencelakai pasien. Pengendalian impuls terganggu, uji daya nilai terganggu dan penilaian realitas terganggu. Pasien merasa dirinya tidak sakit dan keseluruhan dapat dipercaya.

V.

EVALUASI MULTI AKSIAL Aksis I: Berdasarkan alloanamnesa dan autoanamnesa, didapatkan gejala klinik bermakna yaitu menari-nari sendiri. Keadaan ini menimbulkan penderitaan (distress) dan disability bagi pasien dan keluarganya sehingga disimpulkan sebagai Gangguan Jiwa. Pada pasien didapatkan adanya hendaya berat dalam menilai realita berupa halusinasi dan waham sehingga di golongkan ke dalam Gangguan Psikotik. Pada pemeriksaan status interna dan status neurologis tidak ditemukan adanya kelainan yang mengindikasikan gangguan medis umum yang menimbulkan gangguan fungsi otak sehingga penyebab organik dapat disingkirkan sehingga digolongkan sebagai Gangguan Psikotik non organik. Pada pasien ditemukan adanya halusinasi auditorik dan visual yang berlangsung terus menerus dan gangguan isi pikir berupa waham kebesaran dan waham kejaran yang perlangsungannya lebih dari 1 bulan serta arus pikiran yang terputus yang berakibat pembicaraan yang tidak relevan sehingga berdasarkan PPDGJ III, memenuhi 2 kriteria gejala skizofrenia maka didiagnosis sebagai Skizofrenia (F.20). Adanya halusinasi yang menonjol dan terdapat

11

waham kebesaran serta waham kejaran maka berdasarkan PPDGJ III diarahkan pada Schizofrenia Paranoid (20.0) Aksis II Ciri kepribadian tidak khas Aksis III Tidak ada diagnosis Aksis IV Suaminya meninggal beberapa bulan yang lalu Aksis V GAF Scale 50-41 terdapat gejala berat dan serius, disabilitas berat GAF Scale setahun terakhir adalah 80-71 gejala minimal dan dapat diatasi, disabilitas ringan dalam sosial, pekerjaan, sekolah, dll.

VI. DAFTAR PROBLEM 1. Organobiologik : Tidak ditemukan adanya kelainan fisik yang bermakna, tetapi di duga terdapat ketidakseimbangan neurotransmiter, maka pasien memerlukan psikofarmakologi. 2. Psikologik : Ditemukan adanya hendaya berat dalam menilai realita sehingga diperlukan terapi psikologi. 3. Sosiologik : Ditemukan hendaya dalam penggunaan waktu senggang sehingga pasien memerlukan sosioterapi.

VII.

PROGNOSIS Dubia et bonam Faktor pendukung : Pada pasien tidak ditemukan adanya gangguan organik serta pasien memiliki keluarga yang menyayangi pasien. Tidak ada riwayat penyakit yang sama pada keluarga, dan hal ini merupakan yang pertama bagi pasien.

VIII.

PEMBAHASAN/TINJAUAN PUSTAKA Berdasarkan PPDGJ-III, pedoman diagnostic untuk skizofrenia ditegakkan

berdasarkan : Harus ada sedikitnya satu gejala berikut ini yang amat jelas (dan biasanya dua gejala atau lebih bila gejala-gejala itu kurang tajam atau kurang jelas.

12

i. Thought Echo isi pikiran dirinya sendiri yang berulang atau bergema dalam kepalanya (tidak keras), dan isi pikiran ulangan, walaupun isinya sama, namun kualitasnya berbeda. ii. thought insertion or withdrawal isi pikiran yang asing dari luar masuk kedalam pikirannya (insertion) atau isi pikirannya diambil keluar oleh sesuatu dari luar dirinya (withdrawal). iii. Thought broadcasting isi pikirannya tersiar keluar sehingga orang lain atau umum mengetahuinya. iv. Delucion of control waham tentang dirinya dikendalikan oleh suatu kekuatan tertentu dari luar. v. Delucion of influence waham tentang dirinya tidak berdaya dan pasrah terhadap suatu kekuatan dari luar. vi. Delucion Perception pengalaman inderawi yang tak wajar, yang bermakna sangat khas bagi dirinya, biasanya bersifat mistik atau mukjizat. vii. Halusinasi auditorik : Suatu halusinasi yang berkomentar secara terus-menerus terhadap perilaku pasien atau Mendiskusikan perihal pasien diantara mereka sendiri (diantara berbagai suara yang berbicara) atau Jenis suara halusinasi lain yang berasal dari salah satu bagian tubuh. viii. Waham-waham menetap jenis lainnya, yang menurut budaya setempat dianggap tidak wajar dan sesuatu yang mustahil, misalnya perihalnya keyakinan agama atau politik tertentu atau kekuatan dan kemampuan diatas manusia biasa (misalnya mampu mengendalikan cuaca, atau berkomunikasi dengan makhluk asing dari dunia lain). Atau paling sedikit dua gejala dibawah ini yang harus selalu ada secara jelas : Halusinasi yang menetap dari panca indera apa saja, apabila disertai baik oleh waham yang mengambang maupun yang setengah berbentuk tanpa kandungan afektif yang jelas, maupun disertai oleh ide-ide berlebihan (over valued ideas) yang menetap apabila terjadi setiap hari selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan terus menerus. Arus pikiran yang terputus (break) atau yang mengalami sisipan (interpolation) yang berakibat inkoherensi atua pembicaraan yang tidak relevan atau neologisme. Perilaku katatonik, seperti keadaan gaduh gelisah (excitement), posisi tubuh tertentu atau flexibilitas cerea, negativisme, mutisme dan stupor.
13

Gejala-gejala negatif seperti sikap sangat apatis, bicara yang jarang, dan respon emosional yang menumpul atau tidak wajar, biasanya mengakibatkan penarikan diri dari pergaulan social dan menurunnya kinerja social tetapi harus jelas bahwa semua hal tersebut tidak disebabkan oleh depresi atau medikasi neuroleptika. Ada Gejala-gejala khas tersebut diatas telah berlangsung selama kurun waktu satu bulan atau lebih (tidak berlaku untuk fase non psikotik prodromal). Harus ada sesuatu perubahan yang konsisten dan bermakna dalam mutu keseluruhan (overail quality) dari beberapa aspek perilaku pribadi (personal behavior) dan bermanifestasi sebagai hilangnya minat hidup, hidup tak bertujuan tidak berbuat sesuatu, sikap larut dalam diri sendiri (self absorbed attitude) dan penarikan diri secara social. Skizofrenia merupakan salah sati dari kelompok psikotik yang di karakteristikkan dengan gejala positif dan negative dan sering dihubungkan dengan kemunduran penderita dalam menjalankan fungsinya sehari-hari. Skizofrenia merupakan suatu gangguan jiwa yang berat yang membebani masyarakat sepanjang hidup penderita, dikarakteristikkan dengan disorganisasi pikiran, perasaan dan perilaku.

IX.

RENCANA TERAPI Farmakoterapi : Risperidon 2mg, 2x1/2 tab Psikoterapi : I. Ventilasi : memberikan kesempatan kepada pasien untuk menceritakan keluhan dan isi hati pasien sehingga pasien menjadi lega. II. Konseling : memberikan pengertian kepada pasien tentang penyakitnya dan memahami kondisi dirinya lebih baik dan menganjurkan untuk berobat teratur.

III. Sosioterapi : pasien diberikan dorongan dan menciptakan lingkungan yang kondusif.

IV.

FOLLOW UP Membantu keadaan umum pasien dan menilai perkembangan penyakit serta menilai

efektivitas pengobatan yang diberikan dan kemungkinan timbulnya efek samping obat yang diberikan.

14