0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
46 tayangan6 halaman

Tugas 2 PKN

Dokumen ini membahas pentingnya Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia, serta peranannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, dijelaskan tentang pendidikan hak asasi manusia (HAM) untuk anak-anak, hubungan antara UUD 1945 dengan hak dan kewajiban warga negara, serta kompetensi yang perlu dikembangkan oleh guru PKn dalam mengajarkan materi tersebut. Model pembelajaran yang efektif juga diusulkan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang Pancasila dan UUD 1945.

Diunggah oleh

Riski Nurcahyani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
46 tayangan6 halaman

Tugas 2 PKN

Dokumen ini membahas pentingnya Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia, serta peranannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, dijelaskan tentang pendidikan hak asasi manusia (HAM) untuk anak-anak, hubungan antara UUD 1945 dengan hak dan kewajiban warga negara, serta kompetensi yang perlu dikembangkan oleh guru PKn dalam mengajarkan materi tersebut. Model pembelajaran yang efektif juga diusulkan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang Pancasila dan UUD 1945.

Diunggah oleh

Riski Nurcahyani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS 2

UNIVERSITAS TERBUKA

Fakultas : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan


Program Studi : PGSD
Kode/Nama MK : PDGK4401/ Materi dan Pembelajaran PKn di SD

1. Jelaskan bagaimana sejarah perumusan Pancasila mencerminkan semangat


kebangsaan Indonesia, serta kaitannya dengan UUD 1945 sebagai dasar negara!

2. Bagaimana peran Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sebagai pandangan hidup


dan sebagai dasar negara? Berikan contoh penerapan nilai-nilai Pancasila dalam
kehidupan masyarakat!

3. Menurut Anda, mengapa penting bagi siswa untuk memahami dan menghormati hak
asasi manusia sejak dini? Jelaskan bagaimana pendidikan HAM dapat diterapkan di
sekolah-sekolah Indonesia!

4. Analisislah hubungan antara konstitusi (UUD 1945) dan pelaksanaan hak serta
kewajiban warga negara di Indonesia dan apa saja fleksibilitas yang terdapat dalam
UUD 1945 dalam menghadapi perkembangan zaman?

5. Berdasarkan pembelajaran PKn yang telah Anda pelajari, apa saja kompetensi yang
perlu dikembangkan oleh guru PKn dalam mengajarkan materi Pancasila dan UUD
1945? Jelaskan model pembelajaran yang dianggap paling efektif untuk materi
tersebut.
JAWAB
1. Para pendiri bangsa merumuskan dasar negara melalui proses yang panjang. Dasar
negara yang kemudian diresmikan dengan nama Pancasila, pertama kali diutarakan
oleh Soekarno pada 1 Juni 1945 dalam rangkaian sidang pertama BPUPKI. Dalam
proses perumusannya, lima asas yang terkandung dalam Pancasila mengalami
pengembangan dan penyempurnaan sehingga menjadi dasar negara yang dikenal saat
ini.
Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta. Pancasila terdiri atas dua suku kata, yaitu
panca dan sila. Panca artinya lima dan sila artinya dasar atau sendi. Jadi Pancasila
berarti lima dasar, lima sendi, atau lima unsur. Pancasila adalah lima dasar, lima
sendi, atau lima unsur yang dijadikan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Melalui Keppres Nomor 24 Tahun 2016, Pemerintah menetapkan tanggal 1 Juni 1945
sebagai Hari Lahir Pancasila sekaligus Hari Libur Nasional.
Selama dalam masa pendudukan Belanda dan Jepang, bangsa Indonesia gigih
memperjuangkan kemerdekaan. Para pejuang dan pendiri negara berupaya mencapai
kebebasan serta merumuskan dasar negara sebagai tumpuan untuk berdirinya suatu
negara.
Perumusan dasar negara harus menghadapi beragam hal yang kompleks dan rumit,
terlebih karena Indonesia merupakan negara yang terdiri dari berbagai pulau, suku,
dan ras. Namun, para pendiri negara tetap gigih mengurai dasar negara untuk dapat
memeluk berbagai kemajukan sehingga menjadi satu dalam Negara Kesatuan
Republik Indonesia. Kegigihan para pendiri negara berbuah manis.
Pada 1 Maret 1945, Pemerintah Jepang secara resmi membentuk Badan Penyelidik
Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). BPUPKI memiliki tugas
untuk mempelajari dan memeriksa hal-hal yang krusial dalam pembentukan negara
Indonesia yang Merdeka.
Kaitan Pancasila dengan Undang-Undang Dasar 1945 sangat erat, karena Pancasila
secara resmi ditetapkan sebagai dasar negara pada 18 Agustus 1945 oleh Panitia
Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dalam sidang pengesahan UUD 1945.
Rumusan Pancasila dimuat dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945, yang
menjadi pedoman utama dalam penyelenggaraan negara dan kehidupan berbangsa dan
bernegara di Indonesia.

2. Peran Pancasila dalam kehidupan sehari-hari


Pancasila merupakan pandangan hidup dan kepribadian bangsa Indonesia yang
memiliki lima sila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan
Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Khidmat dan
Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, dan Keadilan Sosial Bagi Seluruh
Rakyat Indonesia.Setiap sila memiliki nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari untuk menciptakan keadaan negara yang lebih baik, seperti
menjaga kerukun an antarumat beragama, memberi kebebasan dalam beribadah, tidak
membedakan orang dengan agama yang berbeda, menumbuhkan toleransi sosial,
mendahulukan kepentingan negara, dan membangun masyarakat yang adil dan
seimbang. Dengan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,
diharapkan dapat tercipta masyarakat Indonesia yang lebih baik dan maju.
Pancasila sebagai dasar negara
Sebagai dasar negara, Pancasila menjadi sumber dari segala sumber hukum di
Indonesia. Seluruh peraturan perundang-undangan, kebijakan, dan sistem
pemerintahan harus berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila. Pancasila juga berfungsi
sebagai pemersatu bangsa yang majemuk, pedoman etika dan moral, dasar demokrasi,
serta jaminan kebebasan beragama dan berkeyakinan. Pancasila mengarahkan
pembangunan nasional agar sesuai dengan cita-cita keadilan sosial, persatuan, dan
kedaulatan rakyat.

Contoh Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Masyarakat


1. Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa :
 Berdoa dan Bersyukur Setiap Hari
Sikap ini mencerminkan rasa syukur dan kesadaran akan keberadaan
Tuhan Yang Maha Esa. Dengan berdoa dan bersyukur, kita mengakui
keterbatasan diri dan meminta petunjuk-Nya dalam menjalani kehidupan.
 Toleransi Beragama
Menghargai dan menghormati agama dan kepercayaan orang lain
merupakan wujud sikap yang sesuai dengan sila pertama. Dengan
menghormati perbedaan keyakinan, kita dapat hidup berdampingan dengan
damai.
 Mengamalkan Ajaran Agama dalam Kehidupan Sehari-Har
Sikap yang menunjukkan komitmen untuk menjalankan ajaran agama atau
kepercayaan dengan tulus, mengedepankan nilai-nilai kebaikan, dan
berbuat baik kepada sesama.

2. Sila Kedua Kemanusiaan yang Adil dan Beradap :


 Menjunjung Tinggi Hak Asasi Manusia
Menghargai hak-hak asasi manusia setiap individu tanpa memandang
perbedaan ras, agama, gender, dan lain-lain adalah sikap yang
mencerminkan kesetaraan dan keadilan.
 Menjunjung Tinggi Hak Asasi Manusia
Menghargai hak-hak asasi manusia setiap individu tanpa memandang
perbedaan ras, agama, gender, dan lain-lain adalah sikap yang
mencerminkan kesetaraan dan keadilan.
 Menjunjung Tinggi Hak Asasi Manusia
Menghargai hak-hak asasi manusia setiap individu tanpa memandang
perbedaan ras, agama, gender, dan lain-lain adalah sikap yang
mencerminkan kesetaraan dan keadilan.
3. Sila Ketiga Persatuan Indonesia
 Menghargai Kebaragaman Budaya
Sikap menghargai dan mengenali keberagaman budaya di Indonesia
sebagai kekayaan bersama tanpa merasa lebih baik atau lebih rendah dari
budaya lain.
 Berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong
Gotong royong adalah sikap saling membantu dan bekerja sama dalam
kegiatan bersama untuk mencapai tujuan bersama.
 Menghormati lambang negara
Menghormati lambang negara, seperti Bendera Merah Putih, merupakan
bentuk penghormatan terhadap negara Indonesia dan rasa kebanggaan
sebagai warga negara.
4. Sila Keempat Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan perwakilan :
 Aktif Berpartisipasi dalam Musyawarah
Sikap aktif dalam musyawarah dan memberikan pendapat konstruktif
untuk mencapai keputusan bersama yang lebih baik.
 Menghargai dan Mendukung Demokrasi
Menghargai sistem demokrasi dan mendukung setiap proses pemilihan
serta menghormati hasil dari suatu pemilihan.
 Menjunjung Tinggi Keadilan dalam Berdemokrasi
Sikap yang mengajarkan untuk selalu berdemokrasi secara adil, tidak
melakukan kecurangan, dan menghormati hak suara setiap individu.

5. Sila Kelima Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia


 Mengutamakan Keadilan dan Kesetaraan
Memegang prinsip bahwa semua orang, tanpa memandang latar belakang
sosial, ekonomi, atau budaya, memiliki hak yang sama untuk merasakan
manfaat dari program dan kebijakan pemerintah.
 Menghargai Hak Asasi dan Kehormatan
Menghormati hak asasi setiap individu dan menghindari perlakuan
diskriminatif berdasarkan suku, agama, ras, gender, atau latar belakang
lainnya.
 Berperan Aktif dalam Kegiatan Sosial
Berpartisipasi dalam kegiatan sosial atau gerakan keadilan sosial yang
bertujuan untuk membantu masyarakat yang kurang beruntung dan
memperjuangkan hak-hak mereka.

3. Pendidikan HAM sejak dini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran dan


pemahaman anak-anak tentang hak-hak mereka serta hak-hak orang lain. Anak-anak
perlu diajarkan untuk menghargai perbedaan, menghormati orang lain, dan tidak
melakukan tindakan diskriminatif. Dengan memahami HAM, anak-anak akan tumbuh
menjadi individu yang bertanggung jawab, toleran, dan peduli terhadap sesama.
Pendidikan HAM dapat diintegrasikan dalam berbagai aspek kehidupan anak, baik di
lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Orang tua memiliki peran penting
dalam mengajarkan nilai-nilai HAM kepada anak-anak mereka. Orang tua dapat
menjadi teladan dengan menunjukkan sikap menghormati, jujur, dan adil dalam
kehidupan sehari-hari.
Pendidikan HAM sejak dini memiliki banyak manfaat, antara lain:
 Membentuk karakter anak yang beradab: Anak-anak akan tumbuh menjadi
individu yang menghargai hak-hak diri sendiri dan orang lain, toleran
terhadap perbedaan, dan bertanggung jawab atas tindakan mereka.
 Mencegah terjadinya pelanggaran HAM: Dengan memahami HAM, anak-
anak akan lebih peka terhadap tindakan-tindakan yang melanggar HAM
dan tidak mudah terprovokasi untuk melakukan tindakan diskriminatif atau
kekerasan.
 Mewujudkan masyarakat yang adil dan damai: Generasi yang memahami
dan menghormati HAM akan menjadi pondasi bagi terciptanya masyarakat
yang adil, damai, dan harmonis.
Di sekolah, pendidikan HAM dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum dan kegiatan
pembelajaran. Guru dapat menggunakan metode pembelajaran yang interaktif dan
menyenangkan, seperti bermain peran, bercerita, atau diskusi kelompok. Selain itu,
sekolah juga dapat menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler yang berkaitan dengan
HAM, seperti debat, simulasi sidang, atau kunjungan ke lembaga-lembaga HAM.
4. Hubungan antara konstitusi (UUD 1945) dan pelaksanaan hak serta kewajiban warga
negara di Indonesia sangat erat dan fundamental. UUD 1945 sebagai konstitusi
tertinggi negara berfungsi sebagai landasan hukum utama yang menjamin
perlindungan hak asasi manusia (HAM) dan mengatur kewajiban warga negara. Dalam
Pembukaan UUD 1945, ditegaskan bahwa tujuan negara adalah melindungi segenap
bangsa Indonesia dan memajukan kesejahteraan umum serta mencerdaskan kehidupan
bangsa, yang secara langsung berkaitan dengan pemenuhan hak dan kewajiban warga
negara.

Hubungan Konstitusi dengan Hak dan Kewajiban Warga Negara


 UUD 1945 mengatur secara eksplisit hak-hak dasar warga negara, terutama dalam
Pasal 28A sampai 28J yang menjamin hak atas kehidupan, kebebasan,
perlindungan hukum, dan hak-hak sipil, politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
 Negara berkewajiban melindungi hak-hak tersebut, sekaligus mengatur kewajiban
warga negara untuk berkontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,
yang mencakup partisipasi dalam pembangunan, menjaga ketertiban, dan
menghormati hak orang lain.
 Konstitusi juga menegaskan bahwa hak dan kewajiban ini harus seimbang untuk
menciptakan keadilan dan keberlanjutan sosial dalam Masyarakat.
Fleksibilitas UUD 1945 dalam Menghadapi Perkembangan Zaman
 UUD 1945 telah mengalami amandemen sebanyak empat kali (1999, 2000, 2001,
dan 2002) untuk menyesuaikan dengan tuntutan dan dinamika masyarakat
modern, termasuk penguatan demokrasi, hak asasi manusia, dan otonomi daerah.
 Fleksibilitas ini memungkinkan UUD 1945 beradaptasi terhadap perubahan sosial,
politik, dan teknologi, seperti isu privasi dan perkembangan teknologi informasi
yang semakin kompleks.
 Mekanisme amandemen dan peran lembaga negara seperti Mahkamah Konstitusi
dan Komnas HAM menjadi instrumen penting untuk memastikan konstitusi tetap
relevan dan mampu menjamin hak-hak warga negara secara efektif.
 Selain itu, UUD 1945 juga menyesuaikan kebijakan terkait kewarganegaraan di
era globalisasi yang menuntut kebijakan lebih inklusif dan responsif terhadap isu
kewarganegaraan ganda tanpa mengabaikan prinsip kedaulatan negara dan
perlindungan HAM.
5. Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKn) perlu mengembangkan
beberapa kompetensi utama dalam mengajarkan materi Pancasila dan UUD 1945, serta
menerapkan model pembelajaran yang efektif untuk mencapai tujuan pendidikan
karakter dan kewarganegaraan.
Kompetensi yang perlu dikembangkan oleh Guru PKn
1. Kompetensi pedagogik
Kemampuan mengelola pembelajaran dengan memahami landasan kependidikan,
karakteristik peserta didik, pengembangan kurikulum, perancangan dan
pelaksanaan pembelajaran yang dialogis dan mendidik.
2. Kompetensi professional
Penguasaan materi PPKn secara luas dan mendalam, termasuk konsep-konsep
Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar negara dan landasan konstitusional
kehidupan berbangsa dan bernegara.
3. Kompetensi kepribadian
Memiliki kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, bijaksana, stabil,
dewasa, dan menjadi teladan bagi peserta didik
4. Kompetensi Sosial
Mampu berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dengan peserta didik dan
masyarakat.
5. Kompetensi moral dan karakter
Memiliki misi pengokohan kebangsaan dan penggerak pendidikan karakter yang
bersumber pada nilai dan moral Pancasila.

Model Pembelajaran yang Paling Efektif untuk Materi Pancasila dan UUD 1945
 Penggunaan Teknik pengajaran yang imajinatif seperti bercerita, permainan, dan seni
dapat sangat membantu siswa dalam memahami prinsip-prinsip dasar Pancasila.
Teknik-teknik ini tidak hanya meningkatkan pengalaman belajar dan menjadikannya
lebih menyenangkan, tetapi juga membantu siswa memahami ajaran dengan
mendalam, meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah, serta
membentuk karakter mereka agar sesuai dengan prinsip-prinsip Pancasila.
Keefektifan penggunaan pendekatan pengajaran yang inovatif sangat bergantung pada
peran guru, dukungan anggota keluarga, dan suasana di sekolah. Oleh karena itu,
penting bagi berbagai pihak untuk bekerja sama dalam mengatasi hambatan dan
memanfaatkan potensi penuh pembelajaran kreatif dalam pendidikan Pancasila.
 Selain itu dengan Pembelajaran Kolaboratif: Model ini melibatkan siswa dalam
bekerja sama dalam kelompok untuk memecahkan masalah, mengumpulkan
informasi, dan berbagi pengetahuan tentang Pancasila dan UUD 1945. Ini membantu
siswa untuk belajar dari perspektif yang berbeda dan meningkatkan keterampilan
komunikasi serta kerja sama.
Sumber :

https://fahum.umsu.ac.id/info/contoh-sikap-sila-ke-1-sampai-5-dalam-kehidupan-sehari-
hari/www.kompasiana.com

Anda mungkin juga menyukai