0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5K tayangan6 halaman

Jawaban LK 2.3 OK

Dokumen ini menjelaskan konsep berpikir komputasional, termasuk langkah-langkah seperti dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan perancangan algoritma. Berpikir komputasional dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk memecahkan masalah dengan cara yang logis dan sistematis, tidak terbatas pada penggunaan komputer. Selain itu, dokumen juga menyoroti pentingnya keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi.

Diunggah oleh

sulaeman tl96
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5K tayangan6 halaman

Jawaban LK 2.3 OK

Dokumen ini menjelaskan konsep berpikir komputasional, termasuk langkah-langkah seperti dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan perancangan algoritma. Berpikir komputasional dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk memecahkan masalah dengan cara yang logis dan sistematis, tidak terbatas pada penggunaan komputer. Selain itu, dokumen juga menyoroti pentingnya keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi.

Diunggah oleh

sulaeman tl96
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KELOMPOK 5

LOKUS SUKABUMI 4
1. Jalaludin
2. Sulaeman
3. Deni Ramdani
4. Tria Novita Apriliani
5. Siti Silvia Ahmad S
6. Taofiq Khimas
7. Asep Saipudin
Lembar Kerja 2.3

1. Jawaban: B
Berpikir Secara logis dan sistematis
Penjelasan:
Berpikir komputasional melibatkan kemampuan untuk memecahkan masalah secara logis dan
sistematis, mirip dengan cara komputer memproses informasi. Ini melibatkan kemampuan untuk
merinci masalah menjadi langkah-langkah terpisah, mengidentifikasi pola atau aturan, dan melakukan
analisis yang terstruktur. Meskipun kemampuan ini dapat diterapkan dalam pemrograman dan
penggunaan perangkat komputer, intinya adalah tentang cara berpikir yang terorganisir dan logis.
2. Jawaban B
Berpikir komputasional dalam artian lain juga berarti pemecahan masalah melalui pemodelan dan
simulasi.

Penjelasan:
 Berpikir komputasional: adalah pendekatan pemecahan masalah yang terinspirasi dari cara
kerja komputer.
 Ini melibatkan beberapa langkah utama:
o Dekomposisi: Memecah masalah kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil
dan mudah dikelola.
o Pengenalan Pola: Mengidentifikasi pola atau kesamaan dalam data atau masalah.
o Abstraksi: Fokus pada informasi penting dan mengabaikan detail yang tidak relevan.
oPerancangan Algoritma: Membuat langkah-langkah sistematis untuk menyelesaikan
masalah.
 Pemodelan dan simulasi: adalah bagian penting dari berpikir komputasional, di mana kita
membuat representasi dari sistem atau masalah dan mengujinya dengan berbagai skenario.
 Oleh karena itu, pilihan yang paling tepat adalah B. Pemecahan masalah melalui pemodelan
dan simulasi.
Pilihan lain salah karena:

A. Menghafal urutan kode pemrograman:


Menghafal kode adalah bagian dari pemrograman, bukan berpikir komputasional secara
keseluruhan.
C. Mengerjakan soal matematika secara manual:
Berpikir komputasional lebih dari sekadar mengerjakan soal matematika manual, melibatkan
pemecahan masalah yang kompleks dan penerapan konsep ilmu komputer.
D. Mengandalkan komputer dalam setiap penyelesaian masalah:
Meskipun komputer sering digunakan dalam berpikir komputasional, proses berpikir itu sendiri
melibatkan kemampuan manusia untuk memecahkan masalah secara sistematis, bukan hanya
mengandalkan komputer.

3. Jawabannya C

Empat C keterampilan abad ke-21 adalah:

1. Berpikir kritis
2. Kreativitas
3. Kolaborasi
4. Komunikasi

4. Jawaban yang paling tepat adalah B. Berpikir komputasional dapat digunakan dalam kehidupan
sehari-hari untuk menyelesaikan masalah.
Penjelasan:
Berpikir komputasional (Computational Thinking) adalah cara berpikir yang melibatkan
pemecahan masalah dengan cara yang sama seperti komputer memproses informasi.
Ini melibatkan penguraian masalah menjadi langkah-langkah yang lebih kecil, mengenali pola,
membuat abstraksi (mengabaikan detail yang tidak penting), dan merancang solusi dalam
bentuk algoritma.
Berpikir komputasional tidak terbatas pada penggunaan komputer.
Meskipun konsep ini berasal dari ilmu komputer, prinsip-prinsipnya dapat diterapkan dalam
berbagai situasi di kehidupan sehari-hari, seperti merencanakan liburan, memasak, atau
bahkan mendeteksi penipuan.
Pilihan lain yang salah:
A. Berpikir komputasional hanya digunakan saat menggunakan komputer:
Salah, karena berpikir komputasional adalah cara berpikir yang dapat diterapkan pada
berbagai aspek kehidupan, tidak hanya saat menggunakan komputer.
C. Semua orang harus belajar koding agar bisa berpikir komputasional:
Salah, meskipun belajar koding dapat membantu memahami konsep berpikir
komputasional, bukan berarti semua orang harus belajar koding untuk bisa berpikir
komputasional.
D. Berpikir komputasional tidak penting untuk anak sekolah dasar:
Salah, berpikir komputasional penting untuk semua usia, termasuk anak sekolah dasar,
karena dapat membantu mereka mengembangkan keterampilan pemecahan masalah yang
penting untuk masa depan.
Jadi, jawaban yang paling tepat adalah B.
5. Konsep berpikir komputasional yang tepat adalah A. Decomposition, Pattern Recognition,
Abstraction, Algorithmic Thinking.
Penjelasan:
 Decomposition (Dekomposisi):
Memecah masalah kompleks menjadi bagian-bagian lebih kecil dan mudah dikelola.
 Pattern Recognition (Pengenalan Pola):
Mengidentifikasi pola, tren, dan kesamaan dalam data atau masalah untuk memahami lebih
baik dan mencari solusi.
 Abstraction (Abstraksi):
Memfokuskan pada informasi penting dan mengabaikan detail yang tidak relevan untuk
menyederhanakan masalah.
 Algorithmic Thinking (Berpikir Algoritmik):
Mengembangkan langkah-langkah sistematis dan terstruktur (algoritma) untuk memecahkan
masalah.
Mengapa pilihan lain salah:
B. Algoritma, Logika, Analisis, Simulasi:
Meskipun algoritma, logika, dan analisis adalah bagian dari berpikir komputasional, simulasi
bukan merupakan konsep dasar. Simulasi lebih merupakan alat atau teknik yang digunakan
dalam proses berpikir komputasional.
C. Input, Proses, Output, Visualisasi:
Ini adalah konsep dasar dalam pemrosesan informasi, tetapi tidak mencakup seluruh
konsep berpikir komputasional. Visualisasi juga merupakan alat atau teknik dalam proses
ini.
D. Urutan, Cabang, Perulangan, Debugging:
Ini adalah konsep dasar dalam pemrograman, tetapi bukan konsep dasar dari berpikir
komputasional. Urutan, cabang, dan perulangan adalah elemen dalam algoritma,
sementara debugging adalah proses mencari dan memperbaiki kesalahan.
5. Jawaban yang tepat adalah C.
Menghafal soal tanpa memahami konsep. Berpikir komputasional melibatkan pemecahan masalah
dengan cara yang sistematis dan logis, seperti yang dicontohkan pada pilihan A, B, dan D. Pilihan
C, yaitu menghafal soal tanpa memahami konsep, justru bertentangan dengan prinsip berpikir
komputasional yang menekankan pada pemahaman dan pemecahan masalah secara terstruktur.
Penjelasan:
A. Mengatur jadwal belajar menggunakan aplikasi:
Ini adalah contoh berpikir komputasional karena melibatkan dekomposisi (memecah jadwal
menjadi bagian-bagian kecil), algoritma (urutan langkah untuk mengatur jadwal), dan
abstraksi (fokus pada informasi yang relevan untuk jadwal).
B. Membuat langkah-langkah memasak mie instan:
Ini juga contoh berpikir komputasional karena melibatkan dekomposisi (memecah proses
memasak menjadi langkah-langkah), algoritma (urutan langkah memasak), dan abstraksi
(fokus pada informasi penting dalam resep).
C. Menghafal soal tanpa memahami konsep:
Ini bukan contoh berpikir komputasional. Menghafal adalah proses mengingat informasi
tanpa pemahaman mendalam. Berpikir komputasional menekankan pada pemecahan
masalah melalui pemahaman dan penerapan konsep, bukan sekadar menghafal.
D. Menentukan rute tercepat menggunakan Google Maps:
Ini adalah contoh berpikir komputasional karena melibatkan dekomposisi (memecah rute
menjadi bagian-bagian kecil), algoritma (pencarian rute tercepat), dan abstraksi (fokus pada
informasi yang relevan untuk rute).
7. Jawaban yang benar adalah C. Input - Proses - Output. Urutan ini mencerminkan bagaimana
komputer bekerja: pertama data dimasukkan, kemudian diproses, dan akhirnya menghasilkan
keluaran.
Penjelasan:
 Input:
Data mentah dimasukkan ke komputer melalui perangkat input seperti keyboard, mouse, atau
pemindai.
 Proses:
Data yang telah diinput kemudian diproses oleh CPU (Central Processing Unit) dan komponen
lainnya, seperti RAM, untuk diolah menjadi informasi yang berguna.
 Output:
Hasil dari pemrosesan tersebut kemudian ditampilkan atau disajikan kepada pengguna melalui
perangkat output seperti monitor, speaker, atau printer.

8. Jawabannya B.
Dalam pembelajaran unplugged, peserta didik…
A. Harus selalu menggunakan laptop atau tablet
B. Belajar konsep komputasional tanpa menggunakan perangkat digital
C. Menonton video pembelajaran di rumah
D. Membuat koding menggunakan robot canggih
9. Jawaban yang tepat adalah B. Mengambil informasi penting dan mengabaikan yang tidak relevan.
Penjelasan:
Abstraksi dalam berpikir komputasional adalah proses menyederhanakan masalah dengan cara
mengidentifikasi informasi penting dan mengabaikan detail yang tidak relevan. Ini memungkinkan kita
untuk fokus pada aspek-aspek kunci dari masalah dan mencari solusi yang lebih efisien.
Mengapa pilihan lain salah:
A. Mengulang langkah secara terus-menerus:
Ini lebih mengacu pada konsep perulangan (looping) dalam pemrograman, bukan abstraksi.
C. Membagi masalah ke dalam langkah-langkah kecil:
Ini adalah deskripsi dari dekomposisi, bukan abstraksi. Dekomposisi adalah memecah
masalah besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
D. Mengenali pola dalam permainan:
Ini adalah konsep pengenalan pola (pattern recognition), yang merupakan bagian dari
berpikir komputasional, tetapi bukan abstraksi.

10. Jawabnya C.
Contoh logika percabangan (branching) dalam kehidupan nyata adalah saat mengambil keputusan
berdasarkan kondisi tertentu. Misalnya, jika kamu ingin membuat kopi, kamu akan memeriksa
ketersediaan air. Jika ada air, kamu akan merebusnya. Jika tidak ada air, kamu perlu mengisi ulang
dulu. Begitu juga dalam pemrograman, percabangan digunakan untuk menjalankan blok kode tertentu
berdasarkan kondisi yang terpenuhi.
Berikut beberapa contoh lainnya:
 Memilih rute perjalanan:
Saat bepergian, kamu mungkin menghadapi percabangan jalan. Kamu perlu memilih rute
berdasarkan tujuan dan kondisi jalan (misalnya, macet atau tidak).
 Memutuskan belanja:
Saat berbelanja, kamu mungkin memiliki anggaran tertentu. Kamu perlu memutuskan barang
apa yang akan dibeli berdasarkan anggaran dan ketersediaan barang.
 Menentukan tindakan saat sakit:
Jika merasa tidak enak badan, kamu perlu memutuskan apakah perlu istirahat, periksa ke
dokter, atau minum obat. Keputusan ini didasarkan pada tingkat keparahan gejala yang
dirasakan.

 Menggunakan ATM:
Saat menggunakan mesin ATM, kamu akan dihadapkan pada berbagai pilihan menu. Pilihan
yang kamu ambil akan menentukan tindakan selanjutnya, seperti penarikan tunai, transfer
uang, atau melihat saldo.
 Membalas pesan:
Saat menerima pesan, kamu akan memutuskan apakah perlu membalas, mengabaikan, atau
menghapusnya. Keputusan ini didasarkan pada isi pesan dan konteksnya.
Dalam semua contoh ini, ada kondisi yang perlu diperiksa, dan tindakan yang diambil akan
berbeda tergantung pada hasil pemeriksaan kondisi tersebut. Ini adalah contoh-contoh
percabangan dalam kehidupan sehari-hari yang mirip dengan cara kerja percabangan dalam
pemrograman.

Anda mungkin juga menyukai