Terlebih di era saat ini, di mana berbagai macam lapangan pekerjaan semakin
variatif sehingga kehati-hatian perlu diperkuat. Rasulullah telah mengingatkan
dalam haditsnya:
َلَيْأِتَيَّن َعَلى الَّناِس َز َماٌن َال ُيَباِلى اْلَمْر ُء ِبَما َأَخ َذ
ا َال َأ َأ، اْل اَل
َح
ْن َر ٍم ِم ْم ٍل َح ْن ِم َم
Artinya: “Akan datang suatu zaman di mana manusia tidak lagi peduli dari mana
mereka mendapatkan harta, apakah dari usaha yang halal atau yang haram.” (HR.
Bukhari)
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, Untuk menyadarkan kita semua, berikut
dipaparkan beberapa dampak makanan haram bagi diri dan kehidupan kita.
Pertama, memakan harta haram adalah perbuatan mendurhakai Allah dengan
mengikuti langkah-langkah setan yang merupakan musuh nyata bagi kita. Hal ini
termaktub dalam QS. Al-Baqarah: 168:
َيا َأ ُّي َها ال َّنا ُس ُك ُلوا ِم َّما ِفي ا ْل َأ ْر ِض َح َلا ًلا َط ِّي ًبا َوَلا َت َّت ِب ُعوا ُخ ُط َوا ِت ال َّش ْي َطا ِن ۚ ِإ َّن ُه َل ُك ْم َع ُد ٌّو
ُم ِبي ٌن
Artinya: “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang
terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena
sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” Kedua,
mengonsumsi makanan haram menjadikan kita tidak bersemangat dalam
beribadah. Sebagaimana firman Allah swt dalam QS. Al-Mu’minun ayat 51
: َيا َأ ُّي َها ال ُّر ُس ُل ُك ُلوا ِم َن ال َّط ِّي َبا ِت َوا ْع َم ُلوا َصا ِل ًحا ِإ ِّني ِب َما َت ْع َم ُلو َن َع ِلي ٌم
Artinya: “Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang thayyib (yang baik), dan
kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang
kamu kerjakan.” Perintah memakan makanan yang baik atau halal dalam ayat ini
dibarengkan dengan perintah ibadah. Firman Allah ini menyiratkan bahwa
makanan halal mampu menyemangati melakukan ibadah amal saleh. Ketiga,
tubuh yang di dalamnya mengalir darah dari makanan yang haram akan menjadi
hak api neraka untuk membakarnya. Rasulullah bersabda:
ِإ َّن ُه ل َا َي ْر ُبو َل ْح ٌم َن َب َت ِم ْن ُس ْح ٍت ِإل َّا َكا َن ِت ال َّنا ُر َأ ْو َلى ِب ِه
Artinya: “Sesungguhnya daging badan yang tumbuh berkembang dari sesuatu
yang haram akan berhak dibakar dalam api neraka.” (HR. Tirmidzi)
Keempat, makanan haram akan menjadikan doa sulit dikabulkan oleh Allah. Hal ini
ditegaskan Rasulullah:
َو َم ْط َع ُم ُه َح َرا ٌم َو َم ْل َب ُس ُه َح َرا ٌم َو ُغ ِذ َي ِبال َح َرا ِم َف َأ َّنى ُي ْس َت َجا ُب َله،َيا َر ِّب َيا َر ِّب
Artinya: “Wahai Rabbku, wahai Rabbku.’ Padahal makanannya haram,
minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia dikenyangkan dari yang haram,
bagaimana mungkin doanya bisa terkabul.” (HR. Muslim) Kelima, makan haram
dapat menjadikan tubuh kita mudah terserang penyakit. Kita perlu sadari bahwa
kesehatan mahal harganya. Harta yang banyak tidak mampu memberi manfaat
maksimal untuk beribadah jika penyakit bersemayam dalam tubuh kita. Kesehatan
akan benar-benar kita rasakan keberadaannya ketika kita sudah jatuh sakit. Oleh
karena itu, ma’asyiral muslimin rahimakumullah, Mari kita jauhi makanan-
makanan haram dari zatnya maupun dari cara memperolehnya. Mudah-mudahan
kita diberikan rezeki yang halal dan mampu menjalankan tugas utama kita dengan
baik di muka bumi ini yakni beribadah kepada Allah swt. Amin
ُح ِّر َم ْت َع َل ْي ُك ُم ا ْل َم ْي َت ُة َوال َّد ُم َو َل ْح ُم ا ْل ِخن ِزي ِر َو َما ُأ ِه َّل ِل َغ ْي ِر ال َّل ِه ِب ِه َوا ْل ُم ْن َخ ِن َق ُة َوا ْل َم ْو ُقو َذ ُة
َوا ْل ُم َت َر ِّد َي ُة َوال َّن ِطي َح ُة َو َما َأ َك َل ال َّس ُب ُع ِإ َّلا َما َذ َّك ْي ُت ْم َو َما ُذ ِب َح َع َلى ال ُّن ُص ِب َو َأن َت ْس َت ْق ِس ُموا
ۗ ِبا ْل َأ ْزَلا ِم ۚ َٰذ ِل ُك ْم ِف ْس ٌق
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang
disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang
ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu
menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan
(diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan
anak panah itu) adalah kefasikan.. . “ (Qs:5:3)