Modul Ajar Deep Learning Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA)
Berpikir Komputasional
Nama Guru : Safrudin, S.Pd.I.
Mata Pelajaran : Koding dan Kecerdasan Artifisial
Nama Sekolah : SMKS Nurul Hikmah
Fase/Kelas/Semester : E / X / Ganjil
Waktu : 24 JP (24 x 45 menit)
1. Identifikasi
a. Mengidentifikasi Kesiapan Peserta Didik Mayoritas peserta didik belum
memiliki pemahaman dasar tentang Koding dan Kecerdasan Artifisial dan
berasal dari daerah pedesaan, sehingga pembelajaran perlu dikaitkan dengan
konteks dan permasalahan yang relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari,
seperti masalah pertanian, manajemen sumber daya alam, atau kerajinan lokal.
b. Memahami Karakteristik Materi Pelajaran Materi ini dirancang untuk
relevan dengan kehidupan nyata peserta didik, dengan fokus pada penerapan
berpikir komputasional untuk memecahkan masalah praktis.
c. Menentukan Dimensi Profil Lulusan
Penalaran Kritis: Menganalisis dan mengevaluasi informasi dari berbagai
sumber untuk memecahkan masalah.
Kemandirian: Mengambil inisiatif dan bertanggung jawab atas proses
belajar mereka sendiri.
Kolaborasi: Bekerja sama secara efektif dalam kelompok untuk mencapai
tujuan bersama.
2. Desain Pembelajaran
a. Menentukan Capaian Pembelajaran Peserta didik mampu menerapkan
berpikir komputasional untuk memecahkan permasalahan sehari-hari yang
kompleks.
b. Menentukan Topik Pembelajaran yang Kontekstual dan Relevan
Membuat solusi digital sederhana untuk permasalahan di lingkungan
pedesaan, seperti sistem pendataan hasil panen atau jadwal penyiraman
tanaman otomatis.
c. Mengintegrasikan Lintas Disiplin Ilmu yang Relevan dengan Topik
Matematika: Logika, aljabar Boolean, perhitungan data.
IPA/Biologi: Proses pertumbuhan tanaman, siklus air.
Seni Budaya: Desain antarmuka yang ramah pengguna (UI/UX) untuk
aplikasi sederhana.
d. Menentukan Tujuan Pembelajaran
1) Memahami Konsep Dasar Berpikir Komputasional
2) Menerapkan Dekomposisi dan Pengenalan Pola
3) Melakukan Abstraksi dan Perancangan Algoritma
4) Mengintegrasikan Koding dengan Berpikir Komputasional
5) Menerapkan Berpikir Komputasional untuk Permasalahan Kompleks
e. Menentukan Kerangka Pembelajaran
Praktis Pedagogis: Project-Based Learning (PBL). Model ini mendorong
siswa untuk bekerja dalam tim, merancang, dan membuat solusi nyata untuk
masalah yang relevan, sehingga mengintegrasikan Penalaran Kritis,
Kemandirian, dan Kolaborasi.
Kemitraan Pembelajaran:
o Lingkungan sekolah: Kolaborasi dengan guru mata pelajaran lain
(misalnya, guru IPA atau Matematika) untuk mengidentifikasi masalah
kontekstual.
o Lingkungan luar sekolah/masyarakat: Mengundang petani atau
pengusaha lokal sebagai narasumber untuk memaparkan tantangan yang
mereka hadapi, sehingga siswa memiliki data permasalahan nyata yang
harus dipecahkan.
Pemanfaatan Digital:
o Google Workspace: Untuk kolaborasi real-time dalam dokumen dan
presentasi.
o Wayground: Untuk asesmen formatif yang interaktif dan
menyenangkan.
o Platform Koding Daring: Menggunakan block-based coding (seperti
Scratch atau Tynker) di awal, lalu beralih ke Python untuk aplikasi
sederhana.
3. Pengalaman Belajar
Pertemuan 1 (2 JP): Memahami Konsep Dasar Berpikir Komputasional
Awal:
o Guru menyapa peserta didik dengan hangat dan mengajak mereka
melakukan peregangan ringan (Joyful Learning).
o Guru memotivasi peserta didik dengan menunjukkan video singkat tentang
teknologi sederhana yang membantu petani di daerah pedesaan, memicu
pertanyaan (Meaningful Learning).
Inti:
o Memahami: Guru memandu diskusi tentang apa itu berpikir komputasional.
Peserta didik secara aktif berdiskusi dan mencatat definisi serta empat pilar
utamanya (dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma).
o Mengaplikasikan: Peserta didik secara individu atau berpasangan diminta
untuk memilih satu masalah sederhana dari kehidupan sehari-hari (misalnya,
cara membuat segelas teh) dan mengidentifikasi keempat pilar tersebut di
dalam masalah tersebut.
o Merefleksikan: Peserta didik diminta untuk mempresentasikan hasil
identifikasi mereka di depan kelas. Guru memberikan umpan balik dan
penguatan konsep.
Penutup:
o Guru menyimpulkan kembali konsep dasar berpikir komputasional dan
menugaskan peserta didik untuk mencari satu contoh masalah di lingkungan
rumah yang dapat dipecahkan menggunakan pendekatan ini.
Pertemuan 2 & 3 (4 JP): Menerapkan Dekomposisi dan Pengenalan Pola
Awal:
o Guru melakukan apersepsi dengan meninjau kembali tugas dari pertemuan
sebelumnya.
Inti:
o Memahami: Guru menjelaskan secara mendalam tentang teknik dekomposisi
dan pengenalan pola. Peserta didik diberikan studi kasus: "Merencanakan
acara lomba 17 Agustus di desa".
o Mengaplikasikan: Secara berkelompok, peserta didik memecah masalah
"Merencanakan acara lomba 17 Agustus" menjadi tugas-tugas kecil
(dekomposisi). Mereka kemudian mengidentifikasi pola atau kesamaan dari
tugas-tugas tersebut (misalnya, "persiapan konsumsi" akan menjadi pola yang
berulang).
o Merefleksikan: Setiap kelompok mempresentasikan hasil dekomposisi dan
pengenalan pola mereka di depan kelas. Guru dan kelompok lain memberikan
masukan dan saran.
Penutup:
o Guru mengarahkan peserta didik untuk memikirkan informasi penting apa
saja yang dibutuhkan untuk tugas tersebut, sebagai persiapan untuk
pertemuan berikutnya.
Pertemuan 4 & 5 (4 JP): Melakukan Abstraksi dan Perancangan Algoritma
Awal:
o Guru mengulas kembali hasil dekomposisi dari studi kasus sebelumnya.
Inti:
o Memahami: Guru menjelaskan konsep abstraksi dan algoritma. Guru
menunjukkan contoh penyusunan algoritma dalam bentuk flowchart
sederhana.
o Mengaplikasikan: Dengan studi kasus yang sama, peserta didik dalam
kelompok yang sama melakukan abstraksi, yaitu menyederhanakan masalah
dengan hanya fokus pada informasi penting. Kemudian, mereka merancang
algoritma atau langkah-langkah penyelesaian dalam bentuk teks atau
flowchart.
o Merefleksikan: Setiap kelompok memamerkan flowchart yang mereka buat.
Guru meminta kelompok lain untuk mencoba membaca dan mengevaluasi
apakah algoritma tersebut mudah dipahami dan logis.
Penutup:
o Guru memberikan umpan balik dan mengaitkan algoritma dengan langkah
awal dalam membuat sebuah program.
Pertemuan 6 - 8 (6 JP): Mengintegrasikan Koding dengan Berpikir Komputasional
Awal:
o Guru melakukan asesmen formatif menggunakan Wayground untuk
mengevaluasi pemahaman peserta didik tentang algoritma.
Inti:
o Memahami: Guru mengenalkan bahasa pemrograman sederhana (misalnya,
block-based coding atau Python) dan menjelaskan hubungan antara algoritma
dengan kode.
o Mengaplikasikan: Peserta didik diberikan tantangan koding sederhana:
membuat program untuk menghitung luas bangun datar atau membuat chatbot
sederhana. Mereka harus menerjemahkan algoritma yang mereka rancang ke
dalam kode program.
o Merefleksikan: Peserta didik mempresentasikan program yang mereka buat dan
menjelaskan bagaimana mereka menerapkan algoritma tersebut ke dalam kode.
Guru dan teman sekelas memberikan komentar dan saran.
Penutup:
o Guru memberikan apresiasi atas program yang berhasil dibuat dan memberikan
motivasi untuk tantangan yang lebih besar di pertemuan selanjutnya.
Pertemuan 9 - 12 (8 JP): Menerapkan Berpikir Komputasional untuk Permasalahan
Kompleks
Awal:
o Guru memandu diskusi tentang proyek akhir yang akan dikerjakan, yaitu
membuat solusi digital sederhana untuk masalah di pedesaan.
Inti:
o Memahami: Peserta didik dalam kelompok berkolaborasi untuk memilih satu
masalah kompleks dari lingkungan sekitar, seperti "sistem pendataan hasil
panen" atau "jadwal penyiraman tanaman otomatis". Mereka menganalisis
masalah tersebut menggunakan semua pilar berpikir komputasional secara
terpadu.
o Mengaplikasikan: Kelompok merancang flowchart yang lebih kompleks dan
mulai membuat prototipe sederhana dari solusi mereka. Prototipe ini bisa
berupa sketsa antarmuka pengguna (UI) atau kode dasar yang menerapkan
algoritma yang mereka buat.
o Merefleksikan: Setiap kelompok mempresentasikan proyek akhir mereka di
depan kelas. Guru dan kelompok lain bertindak sebagai juri, memberikan
evaluasi terhadap solusi yang ditawarkan, baik dari segi ide maupun
implementasi.
Penutup:
o Guru memberikan umpan balik menyeluruh, menyimpulkan seluruh
pembelajaran, dan mengapresiasi kerja keras semua peserta didik.
o Guru mengajak peserta didik untuk merencanakan langkah selanjutnya, seperti
mengembangkan proyek mereka lebih lanjut.
4. Asesmen
a. Asesmen Awal Pembelajaran (Diagnostik)
1) Menurutmu, apa itu "berpikir komputasional"?
2) Ceritakan satu kegiatan yang kamu lakukan sehari-hari (misalnya,
memasak atau membersihkan rumah). Bagaimana kamu memecah
kegiatan itu menjadi langkah-langkah kecil?
3) Pernahkah kamu menemukan suatu pola atau kesamaan saat melakukan
pekerjaan tertentu? Berikan contohnya.
b. Asesmen pada Proses Pembelajaran (Format Instrumen Catatan
Anekdotal)
Nama Siswa:
Tanggal:
Perilaku yang Diamati: [Contoh: Memimpin diskusi kelompok,
menawarkan ide solusi, menghadapi tantangan saat coding, membantu
teman yang kesulitan.]
Analisis: [Contoh: Siswa A menunjukkan inisiatif tinggi dalam dekomposisi
masalah. Siswa B kesulitan dalam merancang algoritma, perlu bimbingan
lebih lanjut.]
Tindak Lanjut: [Contoh: Memberikan tantangan dekomposisi yang lebih
sederhana untuk Siswa B.]
c. Asesmen pada Akhir Pembelajaran (10 Soal Pilihan Ganda)
Petunjuk: Pilihlah jawaban yang paling tepat.
1. Proses memecah masalah yang kompleks menjadi bagian-bagian yang
lebih kecil dan mudah dikelola disebut...
a. Pengenalan Pola
b. Algoritma
c. Abstraksi
d. Dekomposisi
e. Sintesis
2. Dalam berpikir komputasional, tindakan mengabaikan detail-detail yang
tidak relevan dan fokus pada aspek-aspek penting dari suatu masalah
disebut...
a. Dekomposisi
b. Abstraksi
c. Pengenalan Pola
d. Algoritma
e. Koding
3. Jika kita melihat bahwa langkah-langkah untuk membuat kopi, teh, dan
susu coklat memiliki kesamaan (misalnya, memanaskan air), maka kita
sedang melakukan...
a. Algoritma
b. Abstraksi
c. Dekomposisi
d. Pengenalan Pola
e. Iterasi
4. Serangkaian instruksi yang terurut dan logis untuk menyelesaikan suatu
tugas disebut...
a. Dekomposisi
b. Abstraksi
c. Algoritma
d. Flowchart
e. Program
5. Membuat denah rumah yang menyederhanakan lokasi dan ukuran ruangan
tanpa memperhitungkan warna cat dan perabotan adalah contoh dari...
a. Pengenalan Pola
b. Dekomposisi
c. Abstraksi
d. Algoritma
e. Implementasi
6. Manakah dari pernyataan berikut yang paling menggambarkan hubungan
antara algoritma dan koding?
a. Algoritma adalah hasil koding.
b. Koding adalah serangkaian langkah, sedangkan algoritma adalah bahasa
pemrograman.
c. Koding adalah proses menerjemahkan algoritma ke dalam bahasa yang
dimengerti komputer.
d. Algoritma dan koding adalah dua hal yang sama.
e. Algoritma dan koding tidak memiliki hubungan.
7. Sebuah program untuk menjadwalkan penyiraman tanaman secara
otomatis di kebun adalah contoh penerapan berpikir komputasional.
Langkah pertama yang tepat adalah...
a. Menulis kodenya secara langsung.
b. Menentukan warna pot yang paling bagus.
c. Memecah masalah menjadi langkah-langkah kecil, seperti "cek
kelembaban tanah" dan "buka keran air".
d. Meminta robot untuk menyirami tanaman.
e. Mengabaikan jenis tanaman yang berbeda.
8. Jika seorang siswa berhasil membuat program yang mengenali wajah
manusia dari gambar, keterampilan berpikir komputasional yang paling
menonjol pada proyek ini adalah...
a. Dekomposisi dan Abstraksi
b. Algoritma dan Koding
c. Pengenalan Pola dan Abstraksi
d. Semua jawaban di atas benar
e. Semua jawaban di atas salah
9. Berikut ini adalah contoh algoritma sederhana untuk menyeberang jalan.
Apa yang menjadi langkah pertama yang tepat?
a. Berlari secepat mungkin.
b. Melihat ke kanan dan ke kiri.
c. Menunggu ada yang menyeberang duluan.
d. Meminta bantuan polisi.
e. Menghidupkan lampu senter.
10. Ketika kita merancang sebuah aplikasi sederhana untuk membantu petani
mencatat data panen, kita harus fokus pada informasi penting seperti "jenis
panen," "jumlah," dan "tanggal." Tindakan ini adalah contoh dari...
a. Pengenalan Pola
b. Abstraksi
c. Dekomposisi
d. Algoritma
e. Implementasi
Kunci Jawaban: 1. D, 2. B, 3. D, 4. C, 5. C, 6. C, 7. C, 8. D, 9. B, 10. B
Analisis Soal:
o Soal 1-4: Menguji pemahaman konsep dasar (pengetahuan esensial).
o Soal 5-7: Menguji kemampuan menerapkan konsep dalam konteks
(pengetahuan aplikatif).
o Soal 8-10: Menguji pemahaman yang lebih mendalam dan hubungan antar
konsep (pengetahuan nilai dan karakter).
Rubrik Penilaian:
o Skor Benar: 1
o Skor Salah: 0
o Nilai Akhir: Jumlah Jawaban Benar x 1
Jonggol. 6 Juli 2025
Kepala SMKS Nurul Hikmah Guru Mata Pelajaran
Iwan Ridwan Safrudin, S.Pd.I