Anda di halaman 1dari 6

TUGAS MATA KULIAH KUALITAS AIR Bentuk Bentuk Bakteri yang Hidup di Air

Oleh : Evie Yulia Rachman 240110097009

TEKNIK DAN MANAJEMEN INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2012

Bentuk Bakteri yang Hidup di Air Bentuk dasar bakteri terdiri atas bentuk bulat (kokus), batang (basil), dan spiral (spirilia) serta terdapat bentuk antara kokus dan basil yang disebut kokobasil. Berbagai macam bentuk bakteri yang hidup di air, yaitu : 1. Bakteri Kokus a. Monokokus, yaitu berupa sel bakteri kokus tunggal, contohnya Monococcus gonorhoe. b. Diplokokus, yaitu dua sel bakteri kokus berdempetan, misalnya Diplococcus pneumonia. c. Tetrakokus, yaitu empat sel bakteri kokus berdempetan berbentuk segi empat. d. Sarkina, yaitu delapan sel bakteri kokus berdempetan membentuk kubus, contohnya Sarcia sp. e. Streptokokus, yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan membentuk rantai. f. Stapilokokus, yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan seperti buah anggur.

Gambar 1. Bentuk-bentuk bakteri kokus

2. Bakteri Basil a. Monobasil, yaitu berupa sel bakteri basil tunggal, contohnya Escherchia coli dan Salmonella typi.

b. Diplobasil, yaitu berupa dua sel bakteri basil berdempetan. c. Streptobasil, yaitu beberapa sel bakteri basil berdempetan membentuk rantai, contohnya Streptobacillus moniliformis dan Azotobacter sp.

Gambar 2. Bentuk-bentuk bakteri basil

3. Bakteri Spirilia a. Spiral, yaitu bentuk sel bergelombang, contohnya Spirillium minor yang menyebabkan demam dengan perantara gigitan tikus atau hewan pengerat lainnya. b. Spiroseta, yaitu bentuk sel seperti sekrup, contohnya Treponema pallisum, penyebab penyakit sifilis. c. Vibrio, yaitu bentuk sel seperti tanda baca koma, contohnya Vibrio coma, penyebab penyakit kolera.

Gambar 3. Bentuk-bentuk bakteri spirilia

Berdasarkan cara hidupnya, bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri heterotrof dan autotrof.

Bakteri Heterotrof Bakteri kelompok ini tidak berklorofil, sangat bergantung pada bahan organik yang ada disekitar tubuhnya, karena bakteri tesbut tidak dapat mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik. Bakteri heterotrof di bedakan menjadi: 1. Bakteri Parasit Mendapatkan makanan dari organisme lain yang ditumpanginya (inang), contohnya family spirochaetaceae. 2. Bakteri Saprofit (Saprobakter) Bakteri saprofit adalah bakteri yang kebutuhan makanannya diperoleh dari sissa-sisa makanan organisme lain yang telah mati. Bakteri jenis ini merombak bahan organik menjadi bahan anorganik melalui fermentasi atau respirasi tak sempurna. Proses perombakan biasanya menghasilkan gas-gas CO2, H2, CH4 (metana), N2, H2S dan NH3. Contoh bakteri ini diantaranya adalah : a. Escherchia coli dalam keadaaan tertentu menguraikan asam semut (HCOOH) menjadi CO2 dan H2O. b. Methanobacterium omelanskii dan Methanobacterium ruminatum menguraikan asam cuka (CH3COOH) menjadi metana (CH4) dan CO2. c. Thiobacillus debitrificans menguraikan nitrat ataupun nitrit dan menghasilkan N2, sehingga menyebabkan tanah menjadi kurang subur. Proses ini dikenal sebagai proses denitrifikasi. d. Clostridium sporageus menguraikan asam amino menjadi ammonia (NH3). e. Desulfovibrio desulfuricans membusukkan bangkai serta menguraikan sulfat ditempat becek, hasilnya berupa hydrogen sulfide (H2S). 3. Bakteri Pathogen Bakteri pathogen adalah bakteri parasit yang menimbulkan penyakit hospes inang yang dihinggapi, contohnya sebagai berikut :

a. Parasit pada manusia o Salmonella thypi menyebabkan penyakit tifus. o Vibrio comma menyebabkan penyakit kolera. o Clostridium tetani menyebabkan penyakit tetanus. o Neisseria gonorrhoeae menyebabkan penyakit kelamin (kencing tanah). o Neisseria meningitides menyebabkan penyakit radang seplaput otak. o Pasteurella pestis menyebabkan penyakit pes (sampar). o Mycobacterium tubercolosis menyebabkan penyakit pneumonia (radang paru paru). o Mycobacterium leprae menyebabkan penyakit disentri. o Treponema pertenue menyebabkan penyakit patek (framboesia). b. Parasit pada tumbuhan o Pseudomonas cattleyeae penyebab penyakit pada anggrek. o P.solanacearum penykit pada pisang. o Bacterium papaya penyebab penyakit pada papaya. c. Parasit pada hewan ternak o Bacillus anthracis penyebab penykit pada ternak. o Mycobacterium bovis penyebab penyakit pada lembu. o M.avium penyebab penyakit pada unggas. 4. Bakteri Apatogen Bakteri apatogen adalah bakteri yang tidak menimbulkan penyakit pada hospes, contoh : Eschercihia coli dan Streptomyces greseus. Bakteri Autotrof Semua jenis bakteri autotrof mampu membuat makanan sendiri dengan Proses pengubahan dapat terjadi melalui dua cara, yaitu : 1. Foto Autotrof Energi yang digunakan untuk menyusun bahan anorganik menjadi bahan organik adalah sinar matahari/cahaya. Golongan fotoautotrof dibagi

menjadi dua, yaitu bakteri hijau dan bakteri ungu. Bakteri ijau memiliki pigmen hijau yang disebut bakteri oviridin dan bakterioklorofil. 2. Kemoautotrof. Bakteri ini memperoleh energi dari bahan bahan kimia untuk menyusun bahan organik dari bahan anorganik. Contoh : Nitrosomonas, Nitro socytis, Nitrospira dan Nitrosococcus.