0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan4 halaman

IN1.2.4 - Kelompok 4 - Arman

Dokumen ini membahas prinsip-prinsip pembelajaran mendalam yang meliputi pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, serta memberikan karakteristik dan contoh aktivitas untuk masing-masing prinsip. Selain itu, terdapat contoh pengalaman belajar siswa terkait topik dampak sampah plastik terhadap lingkungan, yang mencakup pemahaman, aplikasi, dan refleksi. Tujuan dari pendekatan ini adalah untuk menciptakan proses belajar yang lebih bermakna, menyenangkan, dan relevan bagi siswa.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan4 halaman

IN1.2.4 - Kelompok 4 - Arman

Dokumen ini membahas prinsip-prinsip pembelajaran mendalam yang meliputi pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, serta memberikan karakteristik dan contoh aktivitas untuk masing-masing prinsip. Selain itu, terdapat contoh pengalaman belajar siswa terkait topik dampak sampah plastik terhadap lingkungan, yang mencakup pemahaman, aplikasi, dan refleksi. Tujuan dari pendekatan ini adalah untuk menciptakan proses belajar yang lebih bermakna, menyenangkan, dan relevan bagi siswa.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LEMBAR KERJA

PRINSIP PEMBELAJARAN MENDALAM

Kelompok :4
Anggota : Arman

Prinsip Pembelajaran
Berkesadaran
Definisi:
Pembelajaran berkesadaran adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada
kehadiran penuh (being present), kesadaran diri, serta perhatian yang utuh terhadap proses
belajar. Peserta didik diajak untuk lebih peka terhadap pikiran, perasaan, dan lingkungannya,
sehingga tercipta proses belajar yang lebih bermakna, tenang, dan reflektif.
Karakteristik:
 Kehadiran penuh (present moment awareness): Fokus pada saat ini, bukan pada masa
lalu atau masa depan.
 Reflektif: Memberikan ruang bagi siswa untuk merenung atas pengalaman belajar.
 Non-judgmental: Tidak menghakimi kesalahan, tetapi menggunakannya sebagai bagian
dari proses belajar.
 Empati dan welas asih: Menghargai diri sendiri, teman, dan guru dalam proses belajar.
 Ketenangan batin: Proses belajar dilakukan dalam suasana damai, tidak tergesa-gesa.
  Mengintegrasikan olah pikir, olah rasa, olah hati, dan olah raga.
Contoh Aktivitas Pembelajaran yang Mencerminkan Prinsip Berkesadaran:
 Latihan pernapasan singkat sebelum belajar – siswa diajak menarik napas dalam-dalam
dan fokus pada pernapasan agar lebih tenang.
 Jurnal reflektif – menuliskan perasaan, pengalaman, atau hal yang dipelajari hari ini.
 Mendengarkan secara penuh (active listening) – saat diskusi, siswa benar-benar
memperhatikan teman yang berbicara tanpa menyela.
 Mindful observation – mengamati fenomena alam atau objek sederhana dengan penuh
perhatian, lalu mendeskripsikannya.
 Silent reading dengan refleksi – membaca teks lalu merenungkan makna yang didapat,
bukan hanya menjawab pertanyaan faktual.
 Circle sharing (lingkaran berbagi) – siswa berbagi perasaan, pengalaman belajar, atau
insight dengan tenang dan penuh empati.
 Pembelajaran berbasis proyek dengan refleksi – setelah menyelesaikan tugas, siswa
tidak hanya menilai hasil, tetapi juga proses emosional dan pengalaman yang
dirasakan.
Prinsip Pembelajaran
Bermakna
Definisi:
Pembelajaran bermakna adalah proses belajar di mana peserta didik mengaitkan informasi atau
pengalaman baru dengan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang sudah dimiliki
sehingga membentuk pemahaman yang utuh, relevan, dan tahan lama.
Karakteristik:
 Keterkaitan dengan pengalaman nyata: Materi dihubungkan dengan kehidupan sehari-
hari siswa.
 Relevansi: Pengetahuan dianggap berguna dan bermanfaat oleh siswa.
 Keterlibatan aktif siswa: Siswa berpartisipasi dalam proses menemukan dan
membangun makna.
 Konstruktif: Pengetahuan tidak sekadar ditransfer, tetapi dikonstruksi oleh siswa
sendiri.
 Reflektif: Memberi kesempatan untuk berpikir kritis dan mengaitkan pengalaman lama
dengan baru.
 Kontekstual: Belajar tidak lepas dari situasi sosial, budaya, maupun lingkungan siswa.
Contoh Aktivitas Pembelajaran yang Mencerminkan Prinsip Bermakna:
 Problem Based Learning (PBL): siswa memecahkan masalah nyata, misalnya
pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.
 Project Based Learning: membuat produk seperti poster kampanye hemat energi atau
karya seni yang relevan dengan materi.
 Diskusi kontekstual: menghubungkan konsep matematika dengan perhitungan belanja
sehari-hari.
 Kunjungan lapangan (field trip): misalnya ke museum, pasar, atau alam untuk
mengaitkan konsep dengan pengalaman nyata.
 Studi kasus: menganalisis peristiwa sosial atau fenomena alam, lalu mengaitkannya
dengan teori di kelas.
 Refleksi pribadi: siswa menuliskan apa manfaat materi bagi kehidupannya sekarang
dan masa depan.
 Simulasi/role play: memerankan situasi kehidupan nyata, seperti sidang PBB atau jual-
beli di pasar.
Prinsip Pembelajaran
Menggembirakan
Definisi:
Pembelajaran menggembirakan adalah proses belajar yang dirancang agar menyenangkan,
penuh antusiasme, dan menghadirkan rasa bahagia, sehingga siswa termotivasi untuk belajar
dengan hati yang ringan tanpa tekanan.
Karakteristik:
 Suasana positif dan menyenangkan: Kelas penuh keceriaan, kehangatan, dan
dukungan.
 Motivasi intrinsik: Siswa terdorong belajar karena merasa senang, bukan karena
paksaan.
 Menggunakan variasi metode kreatif: Permainan, cerita, lagu, teknologi, atau media
interaktif.
 Interaksi yang hangat: Hubungan guru dan siswa, serta antar siswa, penuh rasa saling
menghargai.
 Menghargai keberagaman: Semua siswa merasa diterima dan nyaman.
 Mengurangi tekanan: Tidak menekankan pada hukuman atau ketakutan, tetapi pada
dorongan positif.
Contoh Aktivitas Pembelajaran yang Mencerminkan Prinsip Menggembirakan:
 Ice breaking atau energizer singkat sebelum pelajaran untuk menciptakan semangat.
 Game edukatif (misalnya kuis interaktif, teka-teki, atau permainan peran terkait
materi).
 Belajar melalui seni – menyanyi, menggambar, drama, atau menari sesuai tema
pelajaran.
  Outdoor learning – belajar di luar kelas untuk memberi suasana segar.

LEMBAR KERJA
PENGALAMAN BELAJAR PEMBELAJARAN MENDALAM

Kelompok :4
Anggota : Arman

Pilihlah salah satu topik pembelajaran, buatlah tiga contoh pengalaman belajar murid dalam
pembelajaran mendalam

Topik Pembelajaran:
Dampak Sampah Plastik terhadap Lingkungan

Memahami (Murid aktif mengkonstruksi pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam konsep atau
materi dari berbagai sumber dan konteks)
 Murid membaca artikel, menonton video edukasi, dan melakukan observasi langsung
di lingkungan sekolah untuk mengidentifikasi jenis-jenis sampah plastik.
 Murid berdiskusi dalam kelompok tentang bagaimana sampah plastik memengaruhi
tanah, air, dan kesehatan manusia.
 Murid membuat peta konsep yang menghubungkan antara kebiasaan penggunaan
plastik dengan dampaknya terhadap lingkungan.
Mengaplikasi (Murid mengaplikasi pengetahuan dalam kehidupan secara kontekstual. Murid
menghubungkan ide-ide, menganalisis, membangun solusi kreatif kreatif dan inovatif dalam pemecahan
masalah konkret, yang hasilnya dapat berupa produk/ unjuk kerja peserta didik.
 Murid merancang kampanye sekolah bebas plastik dengan membuat poster, video
singkat, atau slogan kreatif.
 Murid mencoba membuat produk sederhana dari sampah plastik (misalnya pot tanaman
dari botol bekas atau ecobrick).
 Murid menyusun laporan hasil observasi dan memberikan rekomendasi solusi
pengurangan sampah plastik di sekolah.

Merefleksi (Murid mengevaluasi dan memaknai pengalaman belajar, memperluas dan menerapkan ide atau
solusi baru)
 Murid menuliskan refleksi pribadi tentang bagaimana kebiasaan mereka sehari-hari
berkontribusi terhadap masalah sampah plastik.
 Murid berdiskusi dalam lingkaran refleksi tentang kesulitan dan keberhasilan dalam
menerapkan gaya hidup ramah lingkungan.
 Murid merancang rencana aksi pribadi atau kelompok (misalnya komitmen membawa
botol minum sendiri atau mengurangi penggunaan kantong plastik) dan memantau
keberlanjutannya.

Anda mungkin juga menyukai