Anda di halaman 1dari 46

Medulla spinalis merupakan bagian dari susunan saraf pusat, lanjutan dari medulla oblongata yang menembus foramen magnum, dikelilingi dan dilindungi oleh tulang belakang (vertebrae). Terbentang dari foramen magnum sampai dengan lumba 1 atau 2 dan dibungkus oleh tiga lapisan meningen : - duramater - arachnoid - piamater

 Piamater berlanjut ke caudal dari puncak conus medullaris sebagai filum terminalis sampai ke segmen pertama vertebrae coccygeus .

SUBSTANSI ALBA MEDULA SPINALIS SUBSTANSI GRISEA .

.

GANGLION SPINAL DAN RADIKS Tiap saraf spinal mempunyai : RADIKS DORSALIS RADIKS VENTRALIS .

 Radiks Dorsalis (Sensorik) Terdiri dari serabut aferen/sensorik yang meneruskan rangsang (input) dari reseptor sensorik dalam tubuh ke medulla spinalis  Radiks ventralis (motorik) Terdiri dari serabut saraf eferen (motorik) yang badan selnya terletak didalam subst. .grisea melalui radiks motorik dan saraf spinal menuju otot dan kelenjar tubuh.

Akar dorsal pada tiap saraf spinal adalah yang mengurus persarafan sensorik pada segmen tubuh DERMATOM .

.

sakralis Arteri tsb berjalan bersama saraf spinal menyusup melalui duramater membagi menjadi a.radikular ventral. a. a.vertebralis. .Sirkulasi Darah Pada Medulla Spinalis Medulla spinalis mendapat darah dari arteri dari sejumlah arteri spinalis kecil yang merupakan cabang dari : a. a. cervicalis ascendens.cervicalis interna.radikular dorsal dan a.intercostalis.lumbalis dan a. a.

bisa bersifat jinak maupun ganas .Tumor medula spinalis massa dari pertumbuhan jaringan yang abnormal didalam medula spinalis.

Ependimoma lebih sering didapatkan pada orang dewasa pada usia pertengahan (30-39 tahun) dan jarang terjadi pada usia anak-anak. dan meningioma. Tumor intradural ekstramedular yang tersering adalah schwanoma. jumlah penderita tumor medula spinalis belum diketahui secara pasti. Meningioma menempati kira-kira 25% dari semua tumor spinal. Di Indonesia.7%) dengan insidensi laki-laki lebih sering dari pada perempuan. Insidensi ependidoma kira-kira sama dengan astrositoma. astrositoma dan hemangioblastoma. Tumor intradural intramedular yang tersering adalah ependymoma.   . pada usia 40-60 tahun dan tersering pada daerah lumbal. Schwanoma merupakan jenis yang tersering (53.

dll .ASAL DAN SIFAT SEL PRIMER • Jinak : Neurinoma. Kanker paru-paru.ependimoma • Ganas : Astrositoma SEKUNDER • Hampir selalu bersifat ganas • Berasal dari metastasis kanker lain. seperti kanker payudara.

LOKASI TUMOR EKSTRADURAL LOKASI TUMOR INTRADURAL INTRADRAL EKSTRAMEDULA R INTRADURAL INTRAMEDULAR .

(B) Tumor intraduralekstramedular.(A) Tumor intradural-intramedular. dan (C) Tumor Ekstradural .

  Pada umumnya berasal dari kolumna vertebralis Metastasis dari lesi primer seperti kanker payudara. kankr prostat. kanker tiroid. dll .

a) Neurofibroma b) Meningioma Intradural-intramedular berasal dari medula spinalis itu sendiri. Intradural-ekstramedular terletak diantara dura dan medulla spinalis. a) Ependimoma b) Astrositoma c) Hemangioblastoma 2. .1.

geneti ataupun paparan dari zat-zat kimia yang bersifat karsinogenik.  Tumor . namu dalam penelitian penyebabnya mungkin virus. Etiologi dari tumor medula spinalis sampai saat ini belum diketahui. sekunder disebabkan oleh sel-sel kanker yang menyebar dari bagian tubuh lain.

 Kondisi patofisiologi akibat tumor medula spinalis disebabkan oleh kerusakan dan infiltrasi. Sebagian besar diakibatkan adanya kompresi yang menekan radiks saraf sehingga gejala yang timbul sesuai dengan persarafan yang terkena. pergeseran dan kompresi medula spinalis dan terhentinya suplai darah atau cairan serebrospinal.  .

perjalanan penyakit tumor medula spinalis terbagi dalam tiga tahapan. yaitu: • Ditemukannya nyeri radikuler unilateral dalam jangka waktu yang lama • Sindroma Brown Sequard • Kompresi total medula spinalis atau paralisis bilateral .Menurut Cassiere.

Lokasi tumor tersebut antara lain : 1. kelemahan N. disartria. Foramen Magnum      Nyeri diaerah servikal yang disertai dengan hipersetesia di dermatom C2 Setiap aktivitas yang meningkatkan TIK dapat meningkatkan nyeri Biasanya disertai dengan gangguan sensorik dan motorik pada tangan pasien Nyeri kepala.Untuk manifestasi klinis yang muncul cukup bervariasi tergantung dari letak tumor di sepanjang medula spinalis. disfagia Temuan neurologi lainnya : (tidak selalu timbul) Hiperrefleksia. Biasanya gejala tampak pada bagian tubuh yang selevel dengan letak lesi atau dibawah lesi tersebut. gaya berjalan spastik. rigiditas nuchal.IX dan XI .

2. . Servikal Menimbulkan tanda-tanda sensorik dan motorik mirip lesi radikular yang melibatkan bahu dan lengan dan mungkin juga menyerang tangan. dan lesi C7 menyebabkan hilangnya sensorik jari telunjuk dan jari tengah. Defisit sensorik membentang sepanjang tepi radial lengan bawah dan ibu jari pada kompresi C6. C6.triseps). Tumor servikalis yang lebih rendah (C5. C7) dapat menyebabkan hilangnya refleks tendon ekstremitas atas (biseps. Pada umumnya terdapat kelemahan dan atrofi gelang bahu dan lengan. melibatkan jari tengah dan jari telunjuk pada lesi C7.

3. kemudian mengalami parestesia. Dada dan perut terasa tertekan Refleks dinding perut (-) Tanda beevor (-) . Thorakal  Kelemahan spatik timbul perlahan pada ekstremitas    bawah.

4. Lumbosakral  Reflek kremaster (-)      Dapat terjadi kelemahan fleksi panggul Spastisitas tungkai bawah Kehilangan reflek patela Tanda babinski bilateral Tanda khas tumor pada sakral bag. dan dapat terjadi gangguan pada kandung kemih.bawah: hilangnya sensasi didaerah perianal dan genital. .

Kauda equina    Nyeri tumpul pada sakrum Rasa nyeri menjalar sampai ke tungkai Terjadi paralisis flaksid yang terjadi sesuai dengan radiks saraf yang terkena dan terkadang asimetris .5.

dan sering bertambah dengan perkusi ringan pada vertebrae. yang mulanya hilang dengan istirahat. Nyeri pada tumor metastase ini dapat terjadi spontan. walaupun terdapat gejala yang berhubungan dengan tumor primer. yang  Nyeri radikuler dapat merupakan gejala awal pada 30% penderita tetapi kemudian setelah beberapa hari. tetapi semakin lama semakin menetap/persisten. minggu/bulan diikuti dengan gejala mielopati. nyeri demikian lebih dikenal dengan nyeri vertebrae. Nyeri biasanya lebih dari 1 radiks. menyebabkan kompresi pada medula spinalis. sehingga dapat merupakan gejala utama.   .TUMOR EKSTRADURAL  Sebagian besar merupakan tumor metastase.

. • Defisit sensorik • Parestesia • Ataksia • Jika tumor terletak anterior dapat menyebabkan defisit sensorik ringan serta gangguan motorik yang hebat. dan jenis yang terbanyak adalah neurinoma pada laki-laki dan meningioma pada wanita.INTRADURAL EKSTRAMEDULAR Tumor ini tumbuh di radiks dan menyebabkan nyeri radikuler kronik progresif. Kejadiannya ± 70% dari tumor intradural. bersin atau mengedan dan paling bera terjadi pada malam hari. • Nyeri diperberat oleh gerakan. batuk. Gejala Ekstramedular antara lain adalah : • Nyeri mula-mula di punggung dan kemudian disepanjang radiks spinal.

biasanya pada satu sisi dan dialami dalam beberapa bulan sampai tahun. sedangkan gejala lanjut terdapat tanda traktus piramidalis • 39% lokasinya disegmen thorakal Meningioma Memiliki ciri-ciri sebagai berikut: • ± 80% terletak di regio thorakalis dan ±60% pada wanita usia pertengahan • Pertumbuhan lambat • Pada ± 25% kasus terdapat nyeri radikuler. dan sifat nyeri radikuler biasanya bilateral dengan jarak waktu timbul gejala lain lebih pendek .Neurinoma (Schwannoma) Memiliki karakteristik sebagai berikut: • Berasal dari radiks dorsalis • Kejadiannya ± 30% dari tumor ekstramedular • 2/3 kasus keluhan pertamanya berupa nyeri radikuler. tetapi lebih sering dengan gejala traktus piramidalis dibawah lesi.

posisi dan getar. • Kelemahan yang disertai atrofi dan fasikulasi • Nyeri tumpul. Gejala Intramedular antara lain adalah : • Hilangnya sensasi nyeri dan suhu bilateral yang meluas diseluruh segmen yang terkena • Bila lesinya besar terjadi sensasi raba. impotensi pada pria dan gangguan spinter pada kedua jenis kelamin. • Defisit sensasi nyeri dan suhu.INTRADURAL INTRAMEDULAR Lebih sering menyebabkan nyeri funikuler yang bersifat difus seperti rasa terbakar dan menusuk. kadang-kadang bertambah dengan rangsangan ringan seperti electric shock like pain (Lhermitte sign). . gerak.

pria lebih dominan Astrositoma Memiliki ciri-ciri sebagai berikut: • Prevalensi pria sama dengan wanita • Nyeri terlokalisir pada tulang belakang • Nyeri bertambah saat malam hari • Parestesia (sensasi abnormal) .Ependimoma Memiliki karakteristik sebagai berikut: • Rata-rata penderita berumur di atas 40 tahun • Wanita lebih dominan • Nyeri terlokalisir di tulang belakang • Nyeri meningkat saat malam hari atau saat bangun • Nyeri disestetik (nyeri terbakar) • Menunjukkan gejala kronis • Jenis miksopapilari rata-rata pada usia 21 tahun.

• Nyeri punggung terlokalisir di sekitar lesi .Hemangioblastoma Memiliki karakter sebagai berikut: • Gejala muncul pertama kali saat memasuki usia 40 tahun • Penyakit herediter (misal. Von Hippel-Lindau Syndrome) tampak pada 1/3 dari jumlah pasien keseluruhan.

.ANAMNESIS Melakukan anamnesis sesuai dengan gejala dan manifestasi klinis yang ada pada tumor medula spinalis.

Pemeriksaan Sensoris • Raba halus • Nyeri • Suhu • Propriosepsi (posisi) • Getar 3. Pemeriksaan refleks fisiologis terkait 5.PEMERIKSAAN FISIK 1. Pemeriksaan saraf kranial terkait . Pemeriksaan Motorik 4. Pemeriksaan reflek patologis terkait 6. Pemeriksaan kesadaran (GCS) 2.

Ca prostat. fraktur kompresi patologis. . Kemungkinan ditemukan erosi pedikel (defek menyerupai “mata burung hantu” pada tulang belakang lumbosakral AP) atau pelebaran. scalloping badan vertebra. Dalam mengambil dan memperoleh cairan spinal dari pasien dengan tumor medula spinalis harus berhati-hati karena blok sebagian dapat berubah menjadi blok komplit cairan spinal dan menyebabkan paralisis yang komplit. dan biasanya Ca payudara. sklerosis.PEMERIKSAAN PENUNJANG Laboratorium Cairan spinal (CSF) dapat menunjukkan peningkatan protein dan xantokhrom. dan kadang-kadang ditemukan sel keganasan. perubahan osteoblastik (mungkin terajdi mieloma. Foto Polos Vertebrae Foto polos seluruh tulang belakang 67-85% abnormal. hodgkin.

tumor intradural-ekstramedular memberikan gambaran filling defect yang berbentuk bulat pada pemeriksaan myelogram. Lesi intramedular menyebabkan pelebaran fokal pada bayangan medula spinalis. . • CT-scan juga dapat membantu dokter mengevaluasi hasil terapi dan melihat progresifitas tumor.CT-scan • CT-scan dapat memberikan informasi mengenai lokasi tumor. • Mielografi selalu digabungkan dengan pemeriksaan CT. bahkan terkadang dapat memberikan informasi mengenai tipe tumor. perdarahan dan keadaan lain yang berhubungan. Pemeriksaan ini juga dapat membantu dokter mendeteksi adanya edema.

MRI Pemeriksaan ini dapat membedakan jaringan sehat dan jaringan yang mengalami kelainan secara akurat. MRI juga dapat memperlihatkan gambar tumor yang letaknya berada di dekat tulang lebih jelas dibandingkan dengan CT-scan. .

  Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) Brown-Sequard Syndrome .

mungkin juga menghasilkan perbaikan neurologis). lakukan bedah atau radiasi (biasanya 3000-4000 cGy pada 10x perawatan dengan perluasan dua level di atas dan di bawah lesi). . radiasi biasanya seefektif seperti laminektomi dengan komplikasi yang lebih sedikit. Penatalaksanaan berdasar evaluasi radiografik • Bila tidak ada massa epidural: rawat tumor primer (misalnya dengan sistemik kemoterapi). • Bila ada lesi epidural. b. analgesik untuk nyeri.a. Deksamethason: 100 mg (mengurangi nyeri pada 85 % kasus. terapi radiasi lokal pada lesi bertulang.

diturunkan (tappering) selama perawatan sesuai toleransi.c. lalu diturunkan (tappering) selama radiasi. Penatalaksanaan darurat (pembedahan/ radiasi) berdasarkan derajat blok dan kecepatan deteriorasi • bila > 80 % blok komplit atau perburukan yang cepat: penatalaksanaan sesegera mungkin (bila merawat dengan radiasi. Radiasi Terapi radiasi direkomendasikan untuk tumor intramedular yang tidak dapat diangkat dengan sempurna. selama 2 minggu. • bila < 80 % blok: perawatan rutin (untuk radiasi. d. teruskan deksamethason keesokan harinya dengan 24 mg IV setiap 6 jam selama 2 hari. lanjutkan deksamethason 4 mg selama 6 jam. Dosisnya antara 45 dan 54 Gy. .

kecuali signifikan atau terdapat deteriorasi yang cepat). Indikasi pembedahan: • Tumor dan jaringan tidak dapat didiagnosis (pertimbangkan biopsi bila lesi dapat dijangkau). .e. • Medula spinalis yang tidak stabil (unstable spinal). Pembedahan Tumor biasanya diangkat dengan sedikit jaringan sekelilingnya dengan teknik myelotomy. Catatan: lesi seperti abses epidural dapat terjadi pada pasien dengan riwayat tumor dan dapat disalahartikan sebagai metastase. laser. • Kegagalan radiasi (percobaan radiasi biasanya selama 48 jam. Aspirasi ultrasonik. dan mikroskop digunakan pada pembedahan tumor medula spinalis. • Rekurensi (kekambuhan kembali) setelah radiasi maksimal. biasanya terjadi dengan tumor yang radioresisten seperti karsinoma sel ginjal atau melanoma.

• Setelah pembedahan tumor medula spinalis pada servikal. . dapat terjadi obstruksi foramen Luschka sehingga menyebabkan hidrosefalus. Komplikasi yang mungkin pada tumor medula spinalis antara lain: • Paraplegia • Quadriplegia • Infeksi saluran kemih  Komplikasi yang muncul akibat pembedahan adalah: • Deformitas pada tulang belakang post operasi lebih sering terjadi pada anak-anak dibanding orang dewasa. Deformitas pada tulang belakang tersebut dapat menyebabkan kompresi medula spinalis.

. Pengangkatan total dapat menyembuhkan atau setidaknya pasien dapat terkontrol dalam waktu yang lama.Tumor dengan gambaran histopatologi dan klinik yang agresif mempunyai prognosis yang buruk terhadap terapi. Pembedahan radikal mungkin dilakukan pada kasus-kasus ini. Fungsi neurologis setelah pembedahan sangat bergantung pada status pre operatif pasien. Prognosis semakin buruk seiring meningkatnya umur (>60 tahun).