Anda di halaman 1dari 104

Bambang Widjanarko

Bagian Obstetri Ginekologi


Fak.Kedokteran UMJ / RSI Jakarta Utara
Indonesia
2
Tujuan (1)
Pada akhir kehamilan, ibu hamil dalam
keadaan sehat atau bahkan lebih sehat
dibandingkan pada awal kehamilan atau
bahkan sebelum kehamilan

Deteksi dan terapi dini masalah
psikologik.

Pencegahan, deteksi dan terapi adekuat
secara dini terhadap komplikasi kehamilan

3
Tujuan (2)
Melahirkan bayi yang sehat
Membahas kecemasan dan ketakutan ibu
yang menyangkut kehamilan
Penyuluhan mengenai langkah prosedur
yang direncanakan dan alasannya serta
hasil yang diharapkan
Pasangan dipersiapkan dalam
menghadapi persalinan perawatan bayi
nutrisi mengasuh anak dan keluarga
berencana
4
Persiapan Psikologis untuk
motherhood
Sebagian besar wanita sangat perduli
mengenai kehamilan dan proses persalinan
Pada MINGGU AWAL kehamilan, ibu hamil
mencemaskan terjadinya abortus
Pada MINGGU AKHIR kehamilan, ibu hamil
mencemaskan terjadinya kelainan kongenital
atau kelainan pertumbuhan atau
membayangkan bahwa persalinan adalah
berbahaya dan disertai nyeri hebat.
5
Depresi Antenatal
5 10% wanita mengalami DEPRESI
pada satu waktu dalam kehamilannya
Ibu resiko tinggi :
Primigravida
Dukungan sosial buruk ( pasangan yang tidak
bekerja )
Ambivalensi dengan kehamilannya
Kecemasan terhadap kesehatan janinnya
Wanita yang bersangkutan kemungkinan
besar akan mengalami DEPRESI
POSTPARTUM
6
Nutrisi dalam Kehamilan
Apa yang harus dimakan ibu hamil?
Jenis makanan yang dikonsumsi
tergantung pada :
Latar belakang budaya setempat
Kebiasaan makan
Tingkat penghasilan
Prinsip umum : disarankan agar
Konsumsi buah dan sayuran yang lebih banyak
Kurangi makanan berlemak
Jenis makanan tidak berbeda dengan makanan
untuk anggauta keluarga lain
Ingat : REAKSI ATOPIK

7
Nutrien yang harus diperoleh (1)
Kilojoules 9000 kj (2200 kcal)
Protein 51 g
Calcium 1g
Iron 30mg
Vit. A 750g
Vit. D 10g
Thiamin 1mg
Riboflavin 1.5mg
Niacin 1.5mg
Vit. C 50mg
Folate 400g


Ikan / daging 120g & telur
Susu 500 ml atau keju 30 g
Jeruk, apel atau lainnya
Sayuran hijau segar
sekurang-kurangnya 3 kali
per minggu
8
REKOMENDASI : wanita yang menghendaki
kehamilan harus minum asam folat 0.5 mg
sebelum kehamilan sampai akhir 1
st

trimester kehamilan

Ibu yang hamil anak kembar harus
melanjutkan minum asam folat selama
kehamilannya

Nutrien yang harus diperoleh (2)
9
Konsumsi vitamin A berlebihan
(> 8000 IU/hari) yang diperoleh dari makanan
sehari-hari dapat menyebabkan
abnormalitas janin

Di negara berkembang, ibu hamil
membutuhkan suplemen zat besi dan
kalsium


Nutrien yang harus diperoleh (3)
10
11
12
Konsultasi Pra-Konsepsi (1)
Pembahasan mengenai riwayat
keluarga : DM HT dan Cacat Janin

Status imunologi :
ABO group dan
Rhesus factor, dan
Imunitas terhadap rubella dan terhadap
Hepatitis B dan C
13
Konsultasi Pra-Konsepsi (2)
Terdapat bukti bahwa pada ibu dengan
riwayat anak menderita spina bifida dan
anensepalus , kemungkinan selanjutnya
untuk melahirkan anak yang cacat
berkurang bila dia mengkonsumsi asam
folat beberapa minggu sebelum hamil
dan melanjutkannya sampai minggu ke
10
th
kehamilan
14
Konsultasi Pra-Konsepsi (3)
Asupan asam folat meningkat bila
ibu meningkatkan asupan sayuran
hijau segar mentah atau dimasak
setengah matang (asam folat
terlarut dalam air mendidih)
Sebaiknya anda menuliskan resep
asam folat 500 ug / perhari pada
masa pra-konsepsi
15
Skrining Antenatal
Untuk dapat melakukan deteksi kelainan
kehamilan yang berbahaya secara dini
ANTENATAL SCREENING

Bentuk paling sederhana : pengukuran
Tekanan Darah

Bentuk skrining lanjutan : skrining untuk
sindroma Down, NTDs dan single gene
defects , dengan menggunakan probes
DNA
16
Skrining Kelainan Genetik
Skrining sindroma Downs dan kelainan
genetik lain dilakukan dengan
menggunakan metode :
Chorionic villus sampling
Amniosentesis

Sebelum tindakan diatas, lakukan
pemeriksaan USG untuk menyingkirkan
kemungkinan adanya gross anomalie
17
Chorionic villus sampling
Jaringan chorionic diambil dari tepi plasenta
antara kehamilan minggu ke 9 - 11
transabdominal sampai mencapai tepi
plasenta dengan panduan USG
Dengan spuit dihisap sebanyak 20 mg
jaringan

Karitoping dlakukan dalam waktu 24 jam

18
Amniosentesis
Dilakukan sekitar minggu ke 15

Transabdominal kedalam kantung
amnion dengan panduan USG dan
diambil cairan amnion.
Dilakukan sentrifuge terhadap cairan
amnion dan dilakukan kultur dalam
waktu 3 minggu kemudian dilakukan
pemeriksaan kariotiping

19
Chorionic villus sampling
atau Amniosentesis ??

CVS dilakukan pada trimester
pertama dan kariotiping
diperoleh dalam 1 minggu

Kecemasan orang tua
menunggu hasil <
Hasil Karyotyping kurang
tepat
Resiko abortus >

Pada kehamilan lanjut sering
terjadi oligohidramnion atau
cacat janin.

Hasil kariotiping 3 minggu
pasca tindakan amniosentesis

Kecemasan orang tua
menunggu hasil >

Bila terdapat abnormalitas ,
pilihan terminasi kehamilan
lebih berbahaya dan
berdampak psikologis yang
lebih besar
Pilihan antara CVS dan A adalah controversial
20
Sindroma Downs
Saat ini skrining sindroma Down hanya
dikerjakan pada ibu hamil tertentu:
Usia > 35 tahun
Riwayat melahirkan janin cacat

Serum marker untuk sindroma Down
diukur antara minggu ke 8 14 :
-hCG Bebas
Pregnancy associated protein A [ PAPP-A ]

21
Sindroma Downs
Kadar yang rendah dari PAPP-A dan kadar yang tinggi
dari -hCG bebas, mengindikasikan kemungkinan
bahwa janin menderita Ds

Hasil pemeriksaan diatas yang dikombinasikan dengan
usia kehamilan akan memberikan angka deteksi
sebesar 63% (angka positif palsu sebesar 5%)

Bila hasil pemeriksaan menunjukkan hasil positif,
lanjutkan dengan pemeriksaan CVS atau
Amniosentesis
22
Alternatif untuk deteksi
sindroma Downs
Ukur ketebalan cairan di tengkuk
antara minggu ke 10 14 dengan
ultrasonografi
Bila tebal > 3 mm , resiko sindroma
Down meningkat kira-kira 1 : 250

23
Neural tube defects
NTDs terjadi dalam 2 5 per 1000
kehamilan
The Clinical Genetic Society in Britain
memberikan rekomendasi bahwa semua
pasien hamil harus menjalani pemeriksaan
kadar AFP-alfa fetoprotein pada minggu ke
16
Biaya dan efektivitas dari skrining ini
dipertanyakan
Bila kadar MS-AFP > 2.5 kali median maka
pemeriksaan harus diulang


24
Neural tube defects
Bila meningkat, lakukan pemeriksaan USG untuk :
Menentukan usia kehamilan
Menyingkirkan kemungkinan gemelli
Bila kemungkinan gemelli sudah disingkirkan,
dilakukan amniosentesis untuk menentukan kadar
AFP cairan amnion ; bila meningkat 3 kali lipat
median maka 99.5% janin menderita NTDs
Banyak unit kesehatan tidak lagi menggunakan
pemeriksaan AFP. Deteksi dini NTDs dilakukan
melalui pemeriksaan USG
25
Konseling Pasien
Prosedur skrining sangat traumatik bagi orang
tua oleh karena:
1. Merupakan prosedur invasif
2. Jeda waktu antara pengambilan sampel dan hasil
3. Sejumlah prosedur harus diulang sebelum
disimpulkan
4. Kemungkinan adanya hasil false positif

Dokter bertanggung jawab dalam menjelaskan
secara jelas alasan untuk melakukan investigasi
dan bagaimana prosedur dikerjakan sebelum
melakukan tidakan pemeriksaan diagnostik.
26
Konseling Pasien
Hasil abnormal : jelaskan
kemungkinan yang terjadi dan pilihan
terserah pada pasien
Kurangi kecemasan orang tua : beri
kesempatan untuk menerima dan
memahami informasi
Dokter harus memberikan informasi
tanpa mempengaruhi putusan yang
diambil pasien
28
Pemeriksaan Ultrasonografi
Perkembangan pencitraan
ultrasonografi dengan tehnologi:
real time ultrasound
Collor Doppler
3D dan 4D
Berdampak luas terhadap perawatan ibu
hamil
Peran Pemeriksaan USG dalam
OBSTETRI
0 10
minggu
Abortus iminen :
Abortus berulang :
Kehamilan ektopik :
Hyperemesis gravidarum : Mola Hidatidosa atau kehamilan mola
11 20
minggu
Perkiraan maturasi (usia kehamilan) janin
Deteksi gemelli,
Menyingkirkan kelainan kongenital ,
21 30
Minggu
Deteksi gemelli
Diagnosis IUFD
Antepartum haemorrhage
Hidramnion
31 40
week
Lokasi plasenta
Perdarahan atepartum
Diabetes Melitus
Kelainan letak,
Gemelli ,
29
30
Kontroversi
Pemeriksaan Ultrasonografi
Apakah USG harus selalu dikerjakan pada kehamilan
18 minggu?

Pendukung : banyak informasi yang dapat diperoleh
misalnya usia kehamilan dan ada tidaknya kelainan
kongenital

Penentang : Pemeriksaan yang mahal dan 10 30%
kelainan kongenital tidak terdeteksi (khususnya
kelainan jantung) konsekwensi tuntutan medis

31
Perawatan Ibu Hamil
Sebagian ibu datang pada dokter
untuk memastikan kehamilannya.
Pada kunjungan pertama tersebut
dokter harus :
Memastikan dan Menilai kehamilan saat
ini
Riwayat kehamilan sebelumnya
Riwayat keluarga,
Riwayat penyakit ( genital herpes dan HIV-
AIDs )
Dan melakukan pemeriksaan fisik
pada pasien (termasuk
pemeriksaan payudara)
32
2 Pemeriksaan Penting
Tekanan Darah
Berat Badan
33
Tekanan Darah
Kenaikan Tekanan Darah
Hipertensi Dalam Kehamilan ?

Pada kehamilan normal, TD cenderung
konstan sampai trimester akhir dan
kemudian meningkat sekitar 10 mmHg

HIPERTENSI : TDS > 140 mmHg dan
TDD > 90 mmHg


34
Kesalahan Pengukuran
Tekanan Darah
Bentuk tubuh wanita
Ukuran cuff
Akurasi sphygmomanometer
The time of day
Status emosional
35
Pengukuran Berat Badan
Kenaikan BB yang tidak memadai berkaitan dengan
IUGR ?
Kenaikan BB > 1 kg pada trimester 2
nd
: tanda dini
HDK?
Penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan
kenaikan BB memilki nilai klinis minimal
Wanita obese ( BMI > 30) pada kehamilan muda
memerlukan perhatian khusus :
Diabetes Gestasional dan
HDK dan
Persalinan sulit
36
Pemeriksaan Laboratorium
pada ANC pertama
Darah :
Kadar Haemoglobin (10.5 15.0 g/L)
Nilai Haematokrit (pvc) (>35 )
MCV and MCH **
ABO dan Rhesus group
VDRL atau RPR ( menyingkirkan syphilis )
HBsAG hepatitis B surface antigen
antibodi Antirubella
antibodi HIV??

37
Pemeriksaan Laboratorium
pada ANC pertama
Hapusan vagina :
Urine :
Urinalisis
Sediaan midstream untuk Biakan Bakteriuria
Protein
Glukosa

38
Kategori
Negative
Protein
Trace
Protein
1+
Protein
2+
Protein
3+
Protein
4+
Protein
Hasil
Dipstik
<15 mg/dL
15-29
mg/dL
30 mg/dL 100 mg/dl 300 mg/dl
>2000
mg/dL
Equivalent
Protein
24-jam
<150 mg
150-299
mg
300-999
mg
1000-2999
mg
3-20 g >20 g
Konversi Pemeriksaan Protein
dan Glukosa Urine
39
Pemeriksaan Laboratorium
Lanjutan
Pasien Rhesus-negative : tes rhesus
antibody pada minggu kehamilan ke 28 dan
36
Haemoglobin : Periksa ulang antara minggu
ke 32 dan 36 dan atau periksa serum ferritin
MCV = mean cell volume
There is some evidence that MCV may be the most useful
measure of anemia, as the MCV declines rapidly in iron
deficiency
MCH = mean cell haemoglobin
40
Frekuensi Kunjungan Antanatal
Sampai minggu ke 28 , tiap 4 minggu
Sampai minggu ke 36 , tiap 2 minggu
Sampai persalinan , tiap minggu

Atau

Primigravida diperiksa pertama kali pada minggu ke
10
th
, dan selanjutnya pada minggu ke 22
nd
dan
sekali lagi pada mingggu ke 30
th
?
41
Frekuensi Kunjungan Antanatal
Jadwal apapun yang digunakan, pada tiap kunjungan
ANC :
1. Bila pasien memiliki masalah, harus dibahas
2. Menanyakan gerakan janin
3. Melakukan pemeriksaan TD
4. Melakukan pemeriksaan Urine : protein dan
glukosa
5. Mengukur tinggi FU
6. Mendengarkan DJJ
7. Setelah minggu ke 28 : palpasi abdomen untuk
menentukan pertumbuhan, presentasi dan
posisi janin

42
Persiapan Laktasi
Tanyakan pada pasien mengenai niatnya untuk
memberikan ASI
Bila berniat untuk memberikan ASI maka hal
tersebut harus memperoleh dukungan
Manfaat pemberian ASI :
ASI adalah nutrisi ideal
Bagian sebagian besar wanita, laktasi memberikan rasa
puas dan kesenangan
Di Negara berkembang, ASI ekslusif berperan dalam
peningkatan kesehatan wanita dengan penjarangan
kehamilan
Laktasi menurunkan kemungkinan infeksi neonatus
khususnya infeksi GI tract

43
Persiapan Laktasi
Periksa payudara (protraktil puting,
pseudoprotraktil atau inversi)
Bersihkan puting dengar air setiap hari untuk
menghilangkan krustae dan berikan lanolin
anhidrous.
Jangan menimbulkan perasaan bersalah
pada mereka yang tidak menghendaki laktasi
tetapi beri penjelasan yang rasional
44
Payudara pada
trimester 1
kelenjar
Montgomery
45
46
Pertumbuhan Janin
Perkembangan dan
pertumbuhan janin
dapat ditentukan
secara praktis
dengan mengukur
jarak antara puncak
fundus uteri
dengan tepi atas
simfisis pubis

47
Mengukur TFU-Tepi Atas
Simfisis
48
49
Pertumbuhan Janin
Penilaian pertumbuhan dan berat janin lebih akurat
dengan menggunakan ultrasonografi
50
Setelah kehamilan 28 minggu, posisi kepala
janin terhadap panggul ibu menjadi penting
untuk diperhatikan dan harus diamati terus
menerus

Untuk kepentingan deskripitif, digunakan
beberapa istilah sebagai berikut :
Pertumbuhan Janin
51
Letak Janin : Hubungan antara sumbu
panjang ibu dengan sumbu panjang
janin
( longitudinal, tranversal, oblique )

Presentasi Janin : bagian terendah
janin yang menempati segmen bawah
uterus (presentasi kepala, presentasi
bokong atau presentasi lintang)

52
Sikap : Hubungan antara berbagai
bagian tubuh janin. Normal semua
persendian janin dalam keadaan fleksi

Posisi Presentasi : Hubungan antara
bagian tubuh janin tertentu
(denominator) dengan orientasi
panggul ibu.
53
Presentasi Janin
Presentasi Janin :
Letak Longitudinal
99%
Sepalik 95%
Bokong 4%

Letak Oblique
Letak Lintang
1%
54
56
Hiperpigmentasi Linea Nigra
57
Pasien berbaring dengan kandung
kemih kosong

Pemeriksaan menggunakan manouver
khusus seperti terlihat pada slide
berikut:
Hasil pemeriksaan dicatat dalam kartu
pemeriksaan
Palpasi Abdomen
58
Leopold I
Palpasi Fundus Uteri
Menentukan TFU dan
bagian tubuh janin
didaerah FU
59
60
LEOPOLD II
Palpasi Lateral
Kedua tangan
pemeriksa turun
kesamping kiri dan
kanan setinggi
umbilikus untuk
menentukan bagian
punggung janin dan
bagian kecil tubuh
janin
61
62
LEPOLD III
Pawlicks manouvres

Bagian terendah janin
dicekap antara ibu jari
dan telunjuk tangan
kanan untuk
menentukan apakah
yang menjadi bagian
terendah jani
(presentasi) dan apakah
sudah engage
63
64
LEOPOLD IV
Pelvic manoeuvre
Pemeriksa menghadap
kearah kaki pasien dan
menempatkan kedua
telapak tangannya di
bagian bawah uterus
dan melakukan tekanan
dari kedua sisi untuk
menentukan sampai
berapa jauh masukknya
bagian terendah janin
kedalam panggul

65
66
PEMERIKSAAN PALPASI LEOPOLD
Penilaian BENTUK
dan UKURAN
panggul
68
Penilaian BENTUK dan UKURAN
panggul
Pelaksanaan pada minggu ke 38:
1. Demi kenyamanan pasien
2. Presentasi janin sudah mengalami desensus

Pasien dalam posisi berbaring dengan
tungkai fleksi dan kandung kemih kosong
Pemeriksa mengenakan sarung tangan yang
diberi pelicin dan dilakukan pemerikaan
vagina.
Dicatat keadaan dinding vagina dan servik
Dicatat derajat penurunan bagian terendah
janin
69
Desensus Per Limaan
70
Penyebab tidak terjadinya
engagemen
1. Pembentukan SBR tidak adekuat
2. Kelainan letak
3. Talipusat pendek / lilitan talipusat
4. CPD atau panggul sempit
5. Tumor pelvis
6. Placenta praevia
7. Perkiraan usia kehamilan salah
71
Penilaian BENTUK dan UKURAN
panggul
Pada presentasi kepala
yang tidak terjadi
desensus dilakukan
pemeriksaan untuk
menentukan apakah
kepala dapat mengalami
desensus atau tidak.
(Muller-Kerr head
fittingtest).
Pemeriksaan ini
memperkirakan
kemampuan pelvis
untuk dilewati kepala
janin
72
Penilaian BENTUK dan UKURAN
panggul
Arsitektur pelvis diperiksa dengan jari telunjuk dan
tengah tangan kanan untuk menentukan apakah :
Promontrorium sacralis tercapai
Lengkungan sacrum
Derajat penonjolan spina ischiadica
Palpasi ligamentum sacrospinosum dan harus dapat
mengakomodasi 2 jari
Ditentukan jarak kedua tuber ischioadica denga
kepala tangan
73
74
75
76
Derajat penurunan kepala : station -1
[ 1 cm diatas spina ischiadica ]
77
USIA dan KINERJA
REPRODUKSI
79
Kehamilan Remaja
Wanita hamil usia < 18 tahun memiliki resiko
kehamilan dan persalinan yang tinggi
Pasien sering mengalami HDK anemia dan
BBLR oleh karena :
Status sosial ekonomi rendah
Pendidikan kurang
Nutrisi yang buruk
Akses pelayanan antenatal kurang
Penyalah guna obat
80
Kehamilan Pada Usia TUA
Primigravida Tua memiliki resiko
kehamilan dan persalinan tinggi oleh
karena :
Hipertensi esensial
Mengalami HDK,
Diabetes Gestasional dan
Perdarahan antepartum
Sindrome Downs
INFORMASI
ANTENATAL
82
Pecandu alkohol berat ( > 120g perhari ) :
IUGR ,
Hambatan perkembangan dan
Komplikasi neurologis pada anak

Pecandu alkohol sedang (100-120g perhari ) :
Kejadian abrotus spontan meningkat
Lingkaran kepala anak yang lebih kecil
Alkohol
83
Pakaian
Gunakan pakaian sesuai
selera dan nyaman digunakan

Pakaian tidak ketat dan
membatasi gerakan

Gangguan keseimbangan
pada kehamilan lanjut
menyebabkan pasien harus
berhati-hati dalam memilih
sepatu.

84
Perawatan Gigi
Kunjungan ke dokter
gigi dilakukan sedini
mungkin sehingga
dapat dilakukan
penambalan ringan
pada gigi.

Ekstraksi atau bedah
mulut sebaiknya bisa
ditunda sampai
setelah persalinan
85
Pekerjaan
Bila pasien tidak terlampau
lelah, perut yang besar bukan
halangan untuk bekerja
selama jenis pekerjaan sesuai
dengan kehamilan

Umumnya tenaga kerja wanita
memperoleh cuti 6 minggu
sebelum dan sesudah
persalinan
86
Medikasi Selama Kehamilan
Selama kehamilan sejumlah obat aman dan
sejumlah obat lain tidak aman untuk
dikonsumsi.
Sejumlah obat memerlukan dosis yang lebih
tinggi dan perubahan dosis ini sesuai dengan
bertambahnya usia kehamilan.
Dokter yang bertanggung jawab atas kesehatan
pasien harus waspada dengan berbagai obat
dan pembatasan penggunaannya.
Acetaminophen aman
Pseudoephedrine aman
Guaifenesin aman
Diphenhydramine aman
Anaesthesi lokal (Xylocaine) dapat digunakan dengan
aman, namun penambahan epinephrine merupakan
masalah. Epinephrine dapat menimbulkan efek
merugikan terhadap sistem kardiovaskular ibu yang tidak
dapat diramalkan sebelumnya (dan aliran darah pada
janin), sehingga penggunaan epinephrine secara
uimum harus dihindari
Aspirin dapat menyebabkan perdarahan janin
Codeine, Demerol, Morphine dan jenis narcotika lain
dapat digunakan sesuai usia kehamilan dengan
memperhatikan efek adiksi. Selain resiko sindroma
putus obat, sebagian besar pereda rasa sakit aman
digunakan selama kehamilan.
Penicillins aman

87
Cephalosporins aman
Erythromycin aman
Azithromycin aman
Metronidazole aman setelah minggu ke 14. Keamanan
sebelum minggu ke 14 belum diketahui.
Tetracyclines tidak aman
Aminoglycosides pada dasarnya aman , namun masalah
ototoksisitas dan gangguan ginjal merupakan masalah
yang potensial bila diberikan dalam dosis tinggi dan
berkepanjangan.
Clindamycin aman
Chloramphenicol mungkin aman bila diberikan sebelum
kehamilan minggu ke 28
Sulfa drugs aman bila diberikan sebelum kehamilan
minggu ke 34 . setelah minggu ke 34, kemungkinan dapat
terjadi ikterus neonaturum
Quinine hanya digunakan bila terjadi keadaan yang
bersifat life-threatening pada kasus infeksi P falciparum
yang resisten terhadap chloroquin.
88
89
Miconazole aman
Clotrimazole aman
Quinacrine mungkin aman selama kehamilan
Chloroquine mungkin menyebabkan cacat kongenital
bila digunakan dengan dosis tinggi dan jangka lama
Pyrimethamine aman setelah trimester
pertama.Tambahkan suplemen asam folat
Trimethoprim aman setelah trimester
pertama.Tambahkan suplemen asam folat
Primaquine dapat menyebabkan anemia hemolitik pada
kasus G6PD . Dapat diberikan bila sangat diperlukan .

90
Jangan Bekerja Dilingkungan
Dengan Suhu Tinggi
91
Jangan Bekerja Ditempat
Bising
Dinding
abdomen
hanya
mampu
meredam
sebesar
15 db
92
Ambang Kebisingan
Decibel Sumber
20 Suara berbisik
40 Perpustakaan
60 Bicara normal
70 Jalan Raya
75 Suara dalam mobil 55 mph
90 Pabrik
100 Sirena 10 m
115 Musik Rock
120 Ambang sakit telinga
140 Suara mesin jet 10 m
93
Olah Raga
Pasien boleh berjalan pagi
dan olah raga ringan
Berenang dapat dilakukan
Pada umumnya pasien tidak
perlu merubah pola olah raga
yang sudah biasa dilakukan
kcuali bila polanya sangat
berat dan berbahaya.
Olah raga hendaknya tidak
sampai meningkatkan suhu
tubuh berlebihan
94
Sex Selama Kehamilan
Sebagian wanita hamil mengalami penurunan hasrat
seksual terutama pada awal kehamilan dan setelah
minggu ke 30
Perlu disampaikan pada pasangan tersebut bahwa
tidak terdapat bukti yang menyatakan bahwa coitus,
cunnilingus, masturbasi [baik yang berakhir dengan
orgasmus atau tidak] merupakan hal yang berbahaya
bagi janin atau menginduksi persalinan preterm.
Kontraindikasi hubungan seksual selama kehamilan :
KPD
PlasentaPrevia

95
Merokok
Wanita hamil tidak boleh merokok
Perokok berat ( > 20 batang per hari ) :
Abortus
Berat anak 150 300 g kurang dari normal
Kematian perinatal sedikit meningkat
Cheilopalatoschizis


96
Travelling
Tidak ada larangan bagi wanita hamil
untuk melakukan perjalanan jauh ; kecuali
bila kehamilan sudah aterm.
97
SCIATICA
Keluhan pada wanita hamil yang ditanda
dengan rasa nyeri pada pinggang dan
bokong unilateral atau bilateral yang
menjalar ke paha bagian belakang.

Pada sisi yang terkena, terdapat
gangguan sensasi pada bagian anterior.
98
SCIATICA
Nervus ischiadicus ( gabungan dari
nervus tibialis dan peroneus communis)
yang berasal dari L4 dan S3
99
SCIATICA
Kehamilan menyebabkan lordosis spina
vertebralis bertambah
Kehamilan menyebabkan berat badan
bertambah
Kehamilan menyebabkan perlunakan tulang
rawan sendi sacro iliaca sehingga terjadi
destabilisasi arsitektur panggul dan
menambah regangan atau tekanan pada
saraf panggul.
100
Jangan berdiri terlampau lama
Posisi tidur menyerupai posisi janin dengan sendi
lutut fleksi dengan bantal diantara kdua lutut.
Bila sedang dalam posisi duduk, lutut sedikit
fleksi sehingga lutut berada setinggi atau sedikit
diatas ketinggian pinggang
Jangan tidur dengan satu tungkai lurus dan lutut
disisi lain dalam posisi diangkat oleh karena
punggung akan sedikit terpuntir.
Sebaiknya tidur dalam posisi miring dengan lutut
semifleksi dengan bantal diantaranya.
Posisi duduk harus diperhatikan
Advis
101
Posisi tidur yang disarankan
Posisi duduk yang SALAH Posisi duduk yang BENAR
102
103
Imunisasi Selama Kehamilan
Tetanus Booster Aman selama kehamilan
Diphtheria Toxoid Aman selama kehamilan
Vaksin Hepatitis B Aman bila diberikan selama kehamilan pada wanita yang ber
resiko tinggi
Immunisasi
Influenza atau
pneumococcal
Dapat diberikan pada wanita hamil yang beresiko tinggi
Vaksin Measles,
mumps dan
rubella
Jangan diberikan selama kehamilan
Yellow Fever Dapat dan harus diberikan pada wanita hamil yang memasuki
daerah endemik
Polio Dapat dan harus diberikan pada wanita hamil yang memasuki
daerah endemik
104
Terima Kasih
Bambang Widjanarko
Bagian Obstetri Ginekologi
Fak.Kedokteran UMJ / RSI Jakarta Utara
Indonesia
-mail : bwrko@yahoo.co.id