Anda di halaman 1dari 24

VERTIGO

Pembimbing

Dr.Nurlina.M.Rauf,Sp.THT,Kl
Disusun oleh :

Beatrice Marietta
406138016

ANATOMI TELINGA DALAM

FISIOLOGI

DEFINISI

Vertigo :berasal dari bahas layin vertere (sensasi


berputar) halusinasi gerakan lingkungan sekitar
serasa berputar mengelilingi pasien / pasien
serasa berputar mengelilingi lingkungan sekitar.

EPIDEMIOLOGI

Pada sebuah studi mengemukakan vertigo lebih


banyak ditemukan pada wanita : pria (2:1),
sekitar 88% pasien mengalami episode rekuren.

ETIOLOGI
Vertigo suatu gejala
penyebabnya antara lain akibat kecelakaan,
stres, gangguan pada telinga bagian dalam, obatobatan, terlalu sedikit atau banyak aliran darah
ke otak.
Tubuh merasakan posisi dan mengendalikan
keseimbangan melalui organ keseimbangan yang
terdapat di telinga bagian dalam.

PENYEBAB UMUM DARI VERTIGO:

Keadaan lingkungan : mabuk darat, mabuk laut.


Obat-obatan : alkohol, gentamisin.
Kelainan telinga : endapan kalsium pada salah satu kanalis
semisirkularis di dalam telinga bagian dalam yang
menyebabkan benign paroxysmal positional
infeksi telinga bagian dalam karena bakteri, labirintis, penyakit
maniere,peradangan saraf vestibuler.
Kelainan Neurologis : Tumor otak, tumor yang menekan saraf
vestibularis, sklerosis multipel, dan patah tulang otak yang
disertai cedera pada labirin, persyarafannya atau keduanya.
Kelainan sirkularis : Gangguan fungsi otak sementara karena
berkurangnya aliran darah ke salah satu bagian otak
(transient ischemic attack) pada arteri vertebral dan arteri basiler.

KLASIFIKASI

KLASIFIKASI
1.fisiologis:mabuk udara, ketinggian
2.Patologis : -sentralbatang otak dan cerebelum
-perifertelinga dalam dan n.VIII
-medical vertigopenurunan tekanan darah

Ciri-ciri

Vertigo perifer

Vertigo sentral

Lesi

Sistem vestibuler (telinga dalam, saraf


perifer)

Sistem vertebrobasiler dan


gangguan
vaskular (otak, batang otak, serebelum)

Penyebab

Vertigo posisional paroksismal jinak


(BPPV), penyakit maniere, neuronitis
vestibuler, labirintis, neuroma akustik,
trauma

iskemik batang otak, vertebrobasiler


insufisiensi, neoplasma, migren basiler

Gejala gangguan
SSP

Tidak ada

Diantaranya :diplopia, parestesi, gangguan


sensibilitas dan fungsi motorik, disartria,
gangguan serebelar

Masa laten

3-40 detik

Tidak ada

Habituasi

Ya

Tidak

Intensitas vertigo

Berat

Ringan

Telinga
berdenging
atau tuli

Kadang-kadang

Tidak ada

Nistagmus
spontan

dan

TABEL KLINIS
VERTIGO VESTIBULAR, PERIFER DAN
SENTRAL

Perifer

Sentral

Derajat

Berat

Ringan

vertigo
Pengaruh

(+)

(-)

Gejala

(++)

(-)

otonom
Gangguan

(+)

(-)

Bangkitan

Mendadak

Lambat

vertigo

gerakan
kepala

pendengara
n

PATOFISIOLOGI
Teori rangsang berlebihan (overstimulation)
Teori konflik sensorik
Teori neural mismatch
Teori neurohumoral

GEJALA KLINIS
Oscilopsia
Ataksia
Tinitus
Mual,sakit kepala,sensivitas visual

PEMERIKSAAN
Pemeriksaan Neurologik
pemeriksaan nervus cranialis untuk mencari tanda
paralisis nervus, tuli sensorineural, nistagmus.
Nistagmus vertical 80% sensitive untuk lesi
nucleus vestibular atau vermis cerebellar.
Nistagmus horizontal yang spontan dengan atau
tanpa nistagmus rotator konsisten dengan acute
vestibular neuronitis.

PEMERIKSAAN
1.Rombergs sign

2.Stepping step
3.Uji tunjuk barany

PEMERIKSAAN
Tes Vertigo
(Dix hallpike
Mhnuever)

Tes kalori

Elektronistagmogram

Posturografi

Tes pendengaran

Terapi
Medikasi

Antihistamin

(dimenhidrinat, difenhidramin, meksilin, siklisin)


Betahistin
Senyawa Betahistin (suatu analog histamin) yang
dapat meningkatkan sirkulasi di telinga dalam,
dapat diberikan untuk mengatasi gejala vertigo.
Es: gangguan di lambung, rasa enek, dan
sesekali rash di kulit.

TERAPI
Dimenhidrinat (Dramamine)
Lama kerja obat ini ialah 4 6 jam. Dapat diberi
per oral atau parenteral
(suntikan
intramuscular dan intravena). Dapat diberikan
dengan dosis 25 mg 50 mg (1 tablet), 4 kali
sehari. Efek samping ialah mengantuk.
DifhenhidraminHcl (Benadryl)
Lama aktivitas obat ini ialah 4 6 jam,
diberikan dengan dosis 25 mg (1 kapsul) 50 mg,
4 kali sehari per oral. Obat ini dapat juga
diberikan parenteral. Efek samping mengantuk.

ANTAGONIS KALSIUM
Cinnarizine (Stugerone)
Mempunyai khasiat menekan fungsi vestibular.
Dapat mengurangi respons terhadap akselerasi
angular dan linier. Dosis biasanya ialah 15 30
mg, 3 kali sehari atau 1 x 75 mg sehari. Efek
samping ialah rasa mengantuk (sedasi), rasa
cape, diare atau konstipasi, mulut rasa kering
dan rash di kulit.

FENOTIAZINE
Promethazine (Phenergan)
golongan Fenotiazine yang paling efektif mengobati vertigo.
Lama aktivitas obat ini ialah 4 6 jam.
dosis 12,5 mg 25 mg (1 draze), 4 kali.
Efek samping yang sering dijumpai ialah sedasi
(mengantuk),
sedangkan efek samping ekstrapiramidal lebih sedikit
disbanding obat Fenotiazine lainnya.
Khlorpromazine (Largactil)
serangan vertigo yang berat dan akut. Dosis yang lazim
ialah 25 mg (1 tablet) 50 mg, 3 4 kali sehari. Efek
samping ialah sedasi (mengantuk).

TERAPI FISIK
Melatih gerakan kepala yang mencetuskan
vertigo atau disekuilibrium untuk meningkatkan
kemampuan mengatasinya secara lambat laun.
Melatih gerakan bola mata, latihan fiksasi
pandangan mata.
Melatih meningkatkan kemampuan
keseimbangan

Terapi Fisik Brand-Darrof