Anda di halaman 1dari 25

PERSEROAN

TERBATAS (P.T.)
Disusun oleh:

Della Fitri Anisadewi ( 072 )


Fikri Abdillah ( 074 )
Faizal Aga Hamanda ( 075 )
Firman Hafiz Nugraha ( 115 )

PERSEROAN TERBATAS
(P.T.)

Definisi:
PT adalah badan hukum yang merupakan
persekutuan modal, didirikan berdasarkan
perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan
modal dasar yang seluruhnya terbagi
dalam saham, dan memenuhi persyaratan
yang ditetapkan dalam undang-undang ini
serta peraturan pelaksanaannya.
Dasar Hukum
- UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan
Terbatas.
- Berlaku sejak diundangkan, yaitu tanggal 16
Agustus 2007.

PERSEROAN TERBATAS (P.T.)


SEBAGAI BADAN HUKUM

P.T. mempunyai harta kekayaan


sendiri.
P.T. mempunyai tanggung jawab
sendiri.
P.T. tidak dapat bertindak sendiri:
* P.T. terdiri dari organ-organ yang
akan
bertindak mewakili P.T. tersebut
* Organ-organ tersebut terdiri dari
orang

PENDIRIAN
PERSEROAN TERBATAS (P.T.)

P.T. mempunyai nama dan tempat


kedudukan dalam wilayah negara R.I.
yang ditentukan dalam Anggaran Dasar
P.T. mempunyai alamat
lengkap
sesuai dengan tempat kedudukannya
P.T. didirikan oleh 2 orang atau lebih
dengan Akta Notaris yang dibuat dalam
Bahasa Indonesia
Setiap pendiri P.T. wajib mengambil bagian
saham pada saat P.T. didirikan
Akta Pendirian harus disahkan oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I

PENDIRIAN
PERSEROAN TERBATAS (P.T.)

Perbuatan hukum yang berkaitan


dengan kepemilikan saham dan
penyetorannya yang dilakukan oleh
calon pendiri sebelum P.T. didirikan, harus
dicantumkan dalam Akta Pendirian P.T.
Akta Pendirian yang telah disahkan
tersebut didaftarkan dalam Daftar
Perseroan yang diselenggarakan oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I
Akta Pendirian yang telah disahkan
dan didaftarkan tersebut selanjutnya
diumumkan dalam Tambahan Berita
Negara R.I.

PENDIRIAN
PERSEROAN TERBATAS (P.T.)

Selama pengesahan belum diperoleh, P.T. dalam pendirian


masih belum merupakan suatu badan hukum, para pendiri
diwajibkan untuk mengajukan permohonan pengesahan
kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I
Perbuatan hukum atas nama P.T. yang belum memperoleh
status badan hukum, hanya boleh dilakukan oleh semua
anggota Direksi bersama-sama semua pendiri serta
semua anggota Dewan Komisaris P.T. dan mereka
semua bertanggung jawab secara tanggung renteng
atas perbuatan hukum tersebut. Perbuatan hukum
tersebut karena hukum menjadi tanggung jawab P.T.
setelah P.T. menjadi badan hukum
Perbuatan hukum yang dilakukan oleh pendiri atas nama
P.T. yang belum memperoleh status badan hukum menjadi
tanggung jawab pendiri yang bersangkutan dan tidak
mengikat P.T. Perbuatan hukum tersebut hanya mengikat
dan menjadi tanggung jawab P.T. setelah perbuatan
hukum tersebut disetujui oleh semua pemegang saham
dalam RUPS (pertama) yang dihadiri oleh semua
pemegang saham P.T. yang diselenggarakan paling

PENGUMUMAN
PERSEROAN TERBATAS (P.T.)
Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia
R.I. mengumumkan Akta Pendirian P.T. beserta
Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia R.I. mengenai pengesahan badan
hukum P.T. dalam Tambahan
Berita Negara R.I.
- Pengumuman tersebut dilakukan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I. dalam waktu
paling lambat 14 hari terhitung sejak tanggal
diterbitkannya Keputusan Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia R.I. mengenai pengesahan
badan hukum P.T. atau sejak diterimanya
pemberitahuan oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia R.I.

AKTA PENDIRIAN
PERSEROAN TERBATAS (P.T.)
Akta pendirian P.T. harus memuat Anggaran Dasar dan keterangan
lain yang
berkaitan dengan pendirian P.T. Keterangan lain tersebut memuat
sekurangnya:

Nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, pekerjaan, tempat


tinggal dan kewarganegaraan pendiri perseorangan; atau
nama, tempat kedudukan
dan alamat lengkap serta nomor dan tanggal Keputusan Menteri
mengenai pengesahan badan hukum dari pendiri P.T.

Nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, pekerjaan, tempat


tinggal dan kewarganegaraan anggota Direksi yang pertama kali
diangkat.

Nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, pekerjaan, tempat


tinggal dan kewarganegaraan anggota Dewan Komisaris yang
pertama kali diangkat.

Nama pemegang saham yang telah mengambil bagian


saham, rincian
jumlah saham dan nilai nominal saham yang telah ditempatkan
dan disetor.

ANGGARAN DASAR
PERSEROAN TERBATAS (P.T.)
Anggaran Dasar memuat sekurangnya:
Nama PT, Tempat kedudukan PT, Maksud &
Tujuan PT, Kegiatan usaha PT, Jangka waktu
berdirinya PT.
Modal dasar, modal ditempatkan dan
modal disetor P.T.
Jumlah saham, klasifikasi saham, hak-hak
yang melekat pada tiap-tiap klasifikasi dan
jumlah nominal masing-masing.
Nama jabatan dan jumlah anggota Direksi,
Dewan Komisaris.
Penetapan tempat dan tata cara
penyelenggaraan RUPS.
Tata cara penggunaan laba dan pembagian

ANGGARAN DASAR
PERSEROAN TERBATAS (P.T.)
Anggaran Dasar P.T. tidak boleh
memuat:
Ketentuan mengenai penerimaan
bunga tetap atas saham.
Ketentuan mengenai pemberian
manfaat pribadi kepada pendiri atau
pihak lain.

PERUBAHAN
ANGGARAN DASAR P.T.
Perubahan Anggaran Dasar P.T. Ditetapkan oleh RUPS
dan harus dinyatakan dalam Akta Notaris yang dibuat
dalam Bahasa Indonesia. Perubahan Anggaran Dasar
tertentu yang harus mendapat persetujuan dari Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I. meliputi:

Nama P.T. dan/atau tempat kedudukan P.T.

Maksud dan tujuan serta kegiatan usaha P.T.

Jangka waktu berdirinya P.T.

Besarnya modal dasar.

Pengurangan modal ditempatkan dan disetor.

Status P.T. Tertutup menjadi P.T. Terbuka atau


sebaliknya.
Perubahan Anggaran Dasar selain sebagaimana tersebut
di atas, cukup diberitahukan kepada Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia
R.I.

NAMA
PERSEROAN TERBATAS (P.T.)
P.T. tidak boleh memakai nama yang:

Telah dipakai secara sah oleh P.T. lain atau sama pada
pokoknya dengan nama P.T. lain.

Bertentangan dengan ketertiban umum dan/atau


kesusilaan.

Sama atau mirip dengan nama lembaga negara,


lembaga pemerintah atau lembaga internasional kecuali
mendapat izin dari yang bersangkutan.

Tidak sesuai dengan maksud dan tujuan serta


kegiatan usaha atau menunjukkan maksud dan tujuan
P.T. saja tanpa nama diri.

Terdiri atas angka atau rangkaian angka, huruf atau


rangkaian huruf yang tidak membentuk kata.

Mempunyai arti sebagai Perseroan, badan hukum atau


persekutuan perdata.
Nama P.T. harus didahului dengan frase Perseroan
Terbatas atau disingkat P.T dan jika merupakan P.T.

MODAL
PERSEROAN TERBATAS (P.T.)

Modal dasar P.T. terdiri atas seluruh nilai nominal


saham.
Modal dasar P.T.paling sedikit Rp. 50.000.000,-.
Paling sedikit 25 % dari modal dasar harus
ditempatkan dan disetor penuh.
Modal ditempatkan dan disetor penuh dibuktikan
dengan bukti penyetoran yang sah.
Setiap saham wajib memiliki nilai nominal.
Setiap saham mewakili 1 suara dalam RUPS.
Setiap saham harus diterbitkan atas nama.
Pengeluaran saham lebih lanjut yang dilakukan
setiap kali untuk menambah modal yang
ditempatkan harus disetor penuh.
Penyetoran atas modal saham dapat dilakukan
dalam bentuk uang dan/atau dalam bentuk
lainnya.

SAHAM
PERSEROAN TERBATAS (P.T.)

Saham P.T. dikeluarkan atas nama pemiliknya.


Nilai saham harus dicantumkan dalam mata uang rupiah.
Saham tanpa nilai nominal tidak dapat dikeluarkan.
Direksi P.T. wajib mengadakan dan menyimpan daftar
pemegang saham.
Pemegang saham diberi bukti pemilikan saham untuk
saham yang dimilikinya
Pemegang saham P.T. tidak bertanggung jawab secara
pribadi atas perikatan yang dibuat atas nama P.T. dan tidak
bertanggung jawab atas kerugian P.T. melebihi saham yang
dimiliki.
Saham memberikan hak kepada pemiliknya untuk:
- Menghadiri dan mengeluarkan suara dalam RUPS,
Menerima pembayaran dividen dan sisa kekayaan hasil
likuidasi, Menjalankan hak lainnya berdasarkan UU No.
40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Pengalihan hak atas saham:
- Memerlukan RUPS, Diperlukan akta yang bertujuan untuk
mengalihkan hak atas saham, Dilaporkan kepada Menteri

ORGAN
PERSEROAN TERBATAS (P.T.)

RUPS (Rapat Umum Pemegang


Saham).

RUPS adalah organ P.T. yang mempunyai


wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi
atau Dewan Komisaris dalam batas yang
ditentukan dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang
Perseroan Terbatas dan/atau Anggaran Dasar.

Direksi

Direksi adalah organ P.T yang berwenang dan


bertanggung jawab atas pengurusan P.T untuk
kepentingan P.T sesuai dengan maksud dan tujuan
P.T serta mewakili P.T, baik di dalam maupun di luar

Dewan Komisaris
Dewan Komisaris adalah organ P.T yang
bertugas melakukan pengawasan secara
umum dan atau khusus sesuai dengan
Anggaran Dasar serta memberi nasihat
kepada Direksi. Untuk pertama kali
pengangkatan anggota Dewan Komisaris
dilakukan oleh pendiri dalam Akta Pendirian.
Untuk selanjutnya anggota Dewan
Komisaris diangkat oleh RUPS. Dewan
Komisaris terdiri atas 1 orang anggota atau
lebih.

PEMBUBARAN, LIKUIDASI DAN BERAKHIRNYA


STATUS BADAN HUKUM P.T.
Pembubaran P.T. terjadi:

Berdasarkan keputusan RUPS.

Karena jangka waktu berdirinya yang ditetapkan


dalam Anggaran Dasar telah berakhir.

Berdasarkan penetapan pengadilan.

Dengan dicabutnya kepailitan berdasarkan


putusan pengadilan niaga yang telah mempunyai
kekuatan hukum tetap, harta pailit P.T. tidak cukup
untuk membayar biaya kepailitan.

Karena harta pailit P.T. yang telah dinyatakan pailit


berada dalam keadaan insolvensi sebagaimana
diatur dalam Undang-undang tentang Kepailitan
dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang.

Karena dicabutnya izin usaha P.T. sehingga


mewajibkan P.T. melakukan likuidasi sesuai
dengan ketentuan peraturan perundangundangan.

PEMBUBARAN, LIKUIDASI DAN BERAKHIRNYA


STATUS BADAN HUKUM P.T.

Pengadilan Negeri dapat membubarkan P.T. atas:


* Permohonan kejaksaan berdasarkan alasan
P.T.
melanggar kepentingan umum atau P.T.
melakukan
perbuatan yang melanggar peraturan
perundangundangan.
* Permohonan pihak yang berkepentingan
berdasarkan
alasan adanya cacat hukum dalam Akta
Pendirian.
* Permohonan pemegang saham, Direksi atau
Dewan
Komisaris berdasarkan alasan P.T. tidak
mungkin

PEMBUBARAN, LIKUIDASI DAN BERAKHIRNYA


STATUS BADAN HUKUM P.T.

Pembubaran P.T. tidak


mengakibatkan P.T. kehilangan
status badan hukum sampai
dengan selesainya likuidasi dan
pertanggungjawaban likuidator
diterima oleh RUPS atau pengadilan.
Sejak saat pembubaran, pada setiap
surat keluar P.T. dicantumkan
kata dalam likuidasi di belakang
nama P.T.

PEMBUBARAN, LIKUIDASI DAN BERAKHIRNYA


STATUS BADAN HUKUM P.T.
Kewajiban likuidator dalam melakukan pemberesan
harta
kekayaan P.T. dalam proses likuidasi meliputi
pelaksanaan:
Pencatatan dan pengumpulan kekayaan dan
utang P.T.
Pengumuman dalam surat kabar dan Berita
Negara R.I. mengenai rencana pembagian
kekayaan hasil likuidasi.
Pembayaran kepada para kreditor.
Pembayaran sisa kekayaan hasil likuidasi
kepada pemegang saham.
Tindakan lain yang perlu dilakukan dalam

PEMBUBARAN, LIKUIDASI DAN BERAKHIRNYA


STATUS BADAN HUKUM P.T.

Pemberitahuan dan pengumuman


pengakhiran status badan hukum P.T.
tersebut dilakukan dalam jangka waktu
paling lambat 30 hari terhitung
sejak tanggal pertanggungjawaban
likuidator diterima oleh RUPS atau
pengadilan.
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
R.I. mengumumkan berakhirnya
status
badan hukum P.T. dalam Berita
Negara R.I.

MACAM-MACAM P.T.
P.T. yang ada di Indonesia dapat dibedakan ke dalam 2
bentuk,yaitu:

P.T. Tertutup.
Yang dimaksud dengan P.T Tertutup adalah suatu P.T.
Yang saham-sahamnya masih dipegang oleh beberapa
orang perusahaan saja, sehingga jual beli sahamnya
dilakukan dengan cara-cara yang ditentukan oleh
Anggaran Dasar P.T , yang pada umumnya diserahkan
kepada kebijaksanaan pemegang saham yang
bersangkutan.
- P.T. Terbuka.
Yang dimaksud dengan P.T. Terbuka adalah suatu P.T.
Yang modal dan sahamnya telah memenuhi syaratsyarat tertentu, dimana saham-sahamnya dipegang oleh
banyak orang/ banyak perusahaan, yang penawaran
sahamnya dilakukan kepada publik/ masyarakat
sehingga jual beli sahamnya dilakukan melalui pasar
modal.

KELEBIHAN P.T.

Pemilik P.T. memiliki tanggung jawab terbatas.


Ada pemisahan antara pemilik P.T. dengan
pengurus P.T. sehingga RUPS dapat memilih
pengurus yang mampu menjalankan P.T.
sehingga dapat dicapai efisiensi.
Dengan dilakukannya pemilihan pengurus P.T.
atas dasar kemampuan, maka kontinuitas P.T.
lebih terjamin.
Modal dapat diperoleh dengan menjual
saham, me- nerbitkan obligasi atau
memperoleh pinjaman dari lembaga keuangan.
Pemilik P.T. dapat diganti tanpa membubarkan P.T.

KELEMAHAN P.T.

Biaya organisasi besar dan pengorganisasiannya


rumit.
Pajak Penghasilan dikenakan terhadap P.T. dan
dividen para pemegang saham.
Pendirian P.T. relatif lebih rumit dibandingkan
dengan bentuk usaha lainnya.
Bidang usaha P.T. sulit diubah karena selain sulit
untuk mengubah Akta Pendirian, juga sulit
untuk mengubah investasi yang telah
ditanamkan.
Semakin besar suatu P.T.,
ada
kecenderungan hubungan antar personal
menjadi terlalu formal, selain itu ada perbedaan
motif antara pemilik P.T. dengan pengurus P.T.

TERIMA KASIH