Anda di halaman 1dari 85

LAPORAN KASUS KEPANITERAAN ILMU

GERIATRI
-------------------------------------------------------------

PEMBIMBING:
DR. NOER SAELAN TADJUDIN, SP.KJ
Disusun oleh:
Gabriela Ellenzy
406152052
KEPANITERAAN ILMU GERIATRI
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA
PANTI WERDHA HANA, CIPUTAT
PERIODE 28 MARET 2015 – 30 APRIL 2015

Oma Iskandria Hartono
lahir di Temanggung pada
13 Juni 1935 (81 tahun)

IDENTITAS









Status perkawinan
Pendidikan
Pekerjaan terakhir
Alamat
Agama
Suku bangsa
Hobi
Tanggal masuk PWK Hana
Alat bantu jalan
Alasan masuk panti
dengan Tuhan di masa tua

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

Cerai meninggal
Sarjana Muda (B1) Keguruan
Pengajar di Sekolah Keguruan
Villa Melati Mas, BSD, Tangerang
Kristen Protestan
Jawa
Berkebun, membaca, menonton TV
18 September 1999
Standard cane
Tidak ingin merepotkan anak dan ingin lebih dekat

RIWAYAT MEDIS
Diperoleh dari autoanamnesa pada tanggal 30 Maret – 14 April 2016
Keluhan Utama: Nyeri kepala
Keluhan Tambahan
• Sering BAK dan perasaan tidak nyaman ketika BAK
• Mata kiri buram
• Nyeri pinggang terutama apabila berdiri atau berjalan terlalu lama
• Nyeri pada kedua lutut ketika berjalan jauh
• Nyeri pada punggung kanan

Sebelumnya tidak pernah ada trauma berat ataupun tumor pada kepala Oma. Oma sedang tidur dan Oma segera minum obat Celebrex (Celecoxib 100 mg). Oma diberikan obat Betahistin Mecylate (Histigo). biasanya nyeri tersebut hanya berlangsung paling lama satu hari. Namun. pada tanggal 31 April 2016. Sampai saat ini Oma merasa masih dapat menahan rasa nyerinya. Setelah itu nyeri kepala menghilang dan Oma kembali tidur. Nyeri kepala tersebut dirasakan Oma berpindah-pindah tempat. tetapi karena tidak ada perbaikan. Oma pernah merasa nyeri seperti ini sebelumnya apabila tekanan darahnya tinggi. Keesokan paginya nyeri kepala yang sama timbul kembali. . Saat pertama nyeri kepala itu muncul.RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG Oma Har mengeluhkan nyeri kepala sejak ±7 hari yang lalu. Oleh karena keluhan nyeri kepala tersebut. Oma merasakan nyerinya hampir setiap saat dan terasa mencengkeram. Oma memutuskan untuk menghentikan konsumsi obat tersebut. tetapi yang tersering di kepala bagian belakang terkadang menjalar sampai leher.

Tidak ada rasa sakit saat berkemih. tidak disertai darah/ lendir. Sebelumnya. . Cefixime sudah habis dikonsumsi oleh Oma. tetapi keluhan sering berkemih masih belum dapat tertangani. Frekuensi Oma buang air kecil sebanyak 6-7x/hari. Untuk keluhan sering BAK sekarang ini Oma mendapat terapi Urixin (Pipemidic acid trihydrate tab 400mg) 1-0-1 dan Cefixime 3x 100 mg selama lima hari.RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG Pada tanggal 23 Maret 2016 Oma mengeluhkan masalah sering buang air kecil. Oma pernah beberapa kali merasakan sering buang air kecil seperti ini dan didiagnosa menderita Infeksi Saluran Kemih (ISK). Saat tidur malam Oma terbangun karena harus ke toilet untuk buang air kecil sebanyak 2-3 kali. Urin berwarna kuning jernih. Untuk sekarang.

004% sebanyak satu tetes pada mata kirinya. Saat itu. pada tahun 2005.5% sebanyak satu tetes pada pagi dan sore hari untuk kedua matanya serta Travatan 0.RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG Mata kiri Oma buram sejak tahun 1999. Sekarang. Oma menggunakan tetes mata Timolol 0. Setelah masuk ke PWK Hana. . Oma sudah pergi ke dokter mata untuk keluhan mata buramnya ini. Oma mengeluhkan mata kanannya mulai buram. Oma pergi ke dokter mata dan sudah mendapat penanganan medis.

Oma berencana untuk membeli lumbar pillow setelah mendengarkan saran dari anak Oma untuk meringankan rasa sakit pada pinggang yang diderita Oma. .RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG Oma Har juga mengeluhkan sakit pinggang apabila berdiri atau berjalan terlalu lama. Kini. Oma Har telah dibawa ke dokter saraf untuk keluhan sakit pinggangnya ini. Oma Har menggunakan waistbrace dan tidur pada matras yang tidak terlalu lunak untuk meringankan rasa nyerinya. Keluhan ini telah dirasakan Oma semenjak tahun 2006.

Nyeri ini dirasakan Oma di bagian punggung kanan terutama ketika memakai bra. Oma telah merasakan nyeri tersebut semenjak tahun 2010.RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG Kedua lutut Oma juga terasa nyeri apabila dipakai untuk berjalan jauh. Nyeri lutut kini sudah tidak Oma rasakan semenjak Oma mengoleskan joint fit roller pada kedua lututnya setiap hari. Oleh karena itu. setiap kali memakai bra. . Oma Har juga merasakan rasa nyeri pada punggung. Oma menyiasatinya dengan menyelipkan kain lunak / tissue agar rasa nyerinya berkurang. Rasa nyeri ini dirasakan Oma semenjak November 2006 setelah didiagnosis terkena Herpes Zoster.

Oma Har juga menderita pengeroposan tulang. Oma menderita hipertensi grade I yang terkontrol obat Diltiazem 30 mg 2x sehari yang diminum pagi dan malam. Hipertensi didapatkan sejak tahun 2009. Hasil pemeriksaan BMD-Dexa tersebut menunjukan hasil osteoporosis pada tulang belakang dan pinggul Oma. Pada tahun 2009. . Selain itu. Oma pernah diperiksa EKG dan dikonsulkan ke dokter jantung karena penyakit hipertensi yang dideritanya ini. Oma Har ini telah pergi ke dokter orthopedi dan telah dilakukan pemeriksaan BMD-Dexa.RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG Selain keluhan-keluhan yang dirasakan Oma di atas.

.00). nyeri waktu BAK(-). warna coklat kekuningan. Nafsu makan baik. Oma minum cukup. frekuensi BAK Oma 2-3x/malam. 2x/hari. 11. lendir (-).Riwayat makan dan minum Makan 3x/hari (pukul 7. darah (-). Oma tidak begitu suka makan makanan yang pedas dan terlalu asin. ±2L/hari. frekuensi BAK 6-7x/hari waktu siang. makanan selingan 1-2x/hari. warna kuning jernih. darah (-). konsistensi lunak. Riwayat buang air kecil Lancar. nyeri ketika BAB (-). Oma jarang jajan makanan di luar. Saat tidur malam.30.30. 17. Riwayat buang air besar Teratur.

Riwayat Penyakit Dahulu • ISK (Oktober 2015. September 2014. hasil EKG abnormal (RBBB) • Appendisitis akut (2009) sudah dilakukan appendiktomi di RS Eka Hospital • Perdarahan lambung (2010) akibat efek samping obat Ascardia • Katarak matur OD (2010) sudah dioperasi di Jakarta Eye Centre • Glaukoma OS (1999) sudah dioperasi di Jogjakarta • Herpes zoster (2006) . April 2013. 2011) • TB pulmo. dari foto rontgen tahun 2009 didapatkan fibrokalsifikasi pada bagian apeks lapang paru kanan atas • Infark miocard (2009) riwayat nyeri dada dan sesak.

hasil baik • Operasi glaucoma OS (1999) di Jogjakarta .Riwayat Alergi • Udang Riwayat Operasi • Appendektomi (2009) di RS Eka Hospital • Operasi katarak OD (2010) di Jakarta Eye Centre.

Riwayat Penyakit Dalam Keluarga • Jantung : ayah • Diabetes mellitus : kakak • Hipertensi : kakak • Gastritis : disangkal • Asma : disangkal • Alergi obat : disangkal • Kanker : disangkal • Depresi : disangkal .

hal ini tidak membuat Oma Har menjadi kesepian. sebaliknya Oma dari masa kanak-kanak menjadi terbiasa untuk berpikir dewasa. PERINATAL. Oma merupakan anak ke-7 dari tujuh bersaudara. Oma Har mengakui bahwa ia seorang yang pendiam dan lebih banyak berpikir ketimbang mengobrol dengan kakak-kakaknya.RIWAYAT PRENATAL. Oma merasa sangat bahagia selama tinggal bersama dengan kedua orangtua dan kakak-kakaknya. Usia Oma terpaut jauh dengan kakakkakak Oma yang lain. . Namun. MASA KANAK-KANAK DAN REMAJA Oma lahir di Temanggung pada tanggal 13 Juni 1935.

Oma melanjutkan pekerjaannya sebagai pengajar di Sekolah Keguruan hingga tahun 1985 ketika suami Oma Har meninggal dunia dan setahun berikutnya Oma pindah ke Solo. Kala itu. Setelah lulus dari pendidikan B1 bagian Keguruan. . Irian baru saja merdeka dan membutuhkan banyak sekali tenaga pengajar dan menurut pengakuan Oma. pada saat itu pemerintah Indonesia akan memberikan gaji sebanyak dua kali lipat bagi yang bersedia mengabdi ke Irian.RIWAYAT MASA DEWASA a. sebelum akhirnya Oma mendapat tawaran untuk pindah ke Irian untuk mengajar. Oma mengajar di Purworejo selama lima tahun lamanya. Oma sempat ditugaskan di Jayapura dan Sorong selama berada di Irian. Riwayat pekerjaan Oma Har sudah mulai bekerja sebagai pengajar Bahasa Indonesia di tingkat SMP ketika Oma masih berkuliah di Sekolah Keguruan.

Perempuan: lahir tahun 1963. Oma dikaruniai empat orang anak. tinggal di Villa Melati Mas. BSD. Laki-laki: lahir tahun 1971. sudah menikah dan dikaruniai tiga orang anak. tinggal di Temanggung . Oma merasa sangat bahagia dengan pernikahannya. sudah menikah dan dikaruniai dua orang anak. suami Oma juga berprofesi seperti Oma. Oma bertemu dengan suami Oma ketika masa kuliah. Laki-laki: lahir tahun 1968. Dari pernikahannya. Tangerang 2. Sewaktu suaminya masih hidup. sudah menikah dan dikaruniai tiga orang anak. 1. Tangerang 4. sudah menikah dan dikaruniai dua orang anak.RIWAYAT MASA DEWASA b. tinggal di De Latinos. BSD. Riwayat Perkawinan Oma menikah pada 6 Juni 1960. Suami Oma meninggal pada tahun 1985 karena tumor kepala. Laki-laki: lahir tahun 1961. Oma menganggap suaminya sebagai sahabat dan pasangan hidup bagi Oma. Suami Oma merupakan teman yang satu jurusan dengan Oma Har. tinggal di Solo 3.

Oma bersyukur dengan segala yang telah diberikan Tuhan. Sekarang. . Oma sudah dapat menerimanya dan mampu menjalani hari-harinya dengan bahagia.RIWAYAT MASA DEWASA Ketika suami Oma meninggal. Oma merasa begitu sedih dan kecewa terhadap Tuhan. suami Oma meninggal ketika ke-empat anak Oma belum ada yang lulus dari perguruan tinggi. Sebab. Seiring berjalannya waktu. tetapi Oma tetap bekerja demi anak-anaknya. Selama tiga bulan lamanya Oma menolak untuk pergi ke gereja. kini.

Oma ingat sering didongengkan cerita tokoh-tokoh dalam Alkitab oleh Ibu Oma.RIWAYAT MASA DEWASA c. Riwayat Keluarga Dahulu semasa kanak-kanak. . Bahkan Oma sering dijemput untuk menginap ke rumah salah satu anaknya selama beberapa hari. Oma merasa ayah dan ibu Oma sangat menyayangi Oma. meskipun Oma telah ditinggal oleh ayahnya ketika Oma masih berusia 9 tahun. Memori itu tetap tinggal dalam diri Oma hingga kini. Oma begitu disayang oleh semua menantu dan cucu-cucunya. Dalam keluarga Oma sekarang ini. Oma merasa bahagia melihat keluarga anak-anak Oma semuanya rukun dan bahagia.

RIWAYAT MASA DEWASA d. Saat waktu istirahat siang. nyanyian gereja. Oma jarang menghabiskan waktunya untuk tidur. tepatnya di kamar nomor 2. acara-acara yang diselenggarakan dari tamu luar (gereja-gereja). Oma merasa senang dengan mengikuti hal-hal tersebut. Oma mengaku bahwa dirinya tidak suka ikut ber-gossip bersama oma-oma lainnya. Oma lebih suka membaca koran dan melakukan saat teduh di kamarnya sampai waktu tensi sore tiba. . Oma pun aktif mengikuti berbagai acara dan kegiatan di PWK Hana. seperti senam pagi. Riwayat Kehidupan Sosial Oma menempati asrama baru di PWK Hana. Oma pun tidak pernah berpikir hal yang negatif tentang Opa-Oma lainnya. Oma bertetangga dengan Oma Sintjie dan Oma Fransisca.

ingin berobat dekat dan dokter selalu melakukan kunjungan rutin. Oma juga merasa senang karena tidak lagi merepotkan anak-anaknya.RIWAYAT MASA DEWASA e. pakaian ada yang membereskan. Situasi Kehidupan Sekarang Selama tinggal di PWK Hana. dan dapat mengembangkan hobi yang dimilikinya selama tinggal di PWK Hana. bersosialisasi dengan Opa-Oma lainnya. dekat dengan Tuhan. makan sudah selalu tersedia. Dengan Oma tinggal di PWK Hana. Oma merasa senang karena Oma dapat hidup mandiri. Oma juga senang karena dekat dengan gereja. Oma bahkan menyarankan agar para lansia untuk mau tinggal di panti werdha karena dapat meningkatkan kualitas hidup semasa lansia. .

Selulusnya dari sana. Riwayat Pendidikan Oma sempat merasakan pendidikan Belanda selama satu tahun dan kemudian masuk ke sekolah Jepang untuk melanjutkan pendidikannya. Oma masuk ke Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama selama setahun. dan mengambil gelar B1 jurusan Bahasa Indonesia selama dua tahun. sesuai dengan citacitanya.RIWAYAT MASA DEWASA f. Oma Har kemudian berkesempatan untuk mengenyam pendidikan hingga menyelesaikan pendidikan menengah pertama. Oma melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Guru Atas. . Oma mengaku memiliki nilai yang memuaskan selama kuliah hingga tamat Sarjana Muda (B1) Keguruan. Selanjutnya.

RIWAYAT MASA DEWASA g. Riwayat Kerohanian Dari kecil. Oma rajin dan aktif mengikuti berbagai kegiatan kerohanian di PWK Hana. Sebelum masuk PWK Hana. bahkan Oma merupakan salah satu anggota koor di PWK Hana. . Hingga kini. Oma merasa senang dan mendapat ketenangan hati menjadi umat Kristiani. Oma merupakan anggota jemaat GKI Marthadinata. Oma beragama Kristen Protestan. Oma senang dapat menjadi bagian aktif di gereja.

61 kg/cm 2  BB lebih dengan risiko . reguler. kuat angkat : 18x/menit. isi cukup. reguler.STATUS INTERNIS • • • • • • • • Keadaan umum Kesadaran Tekanan darah Nadi Pernapasan Berat badan : baik : compos mentis : 130/80 mmHg : 80x/menit.54) 2 = 23. thorakoabdominal : 56 kg Tinggi badan IMT : 154 cm : 56/(1.

rambut beruban. .PEMERIKSAAN FISIK • Kepala : bentuk bulat. terdistribusi tidak merata. tidak mudah dicabut. tidak teraba benjolan. tidak tampak kelainan pada kulit kepala.

isokor.  3 mm Bulat. RCTL (+) IOL (+) IOL (-) Shadow test (-) Shadow test (-) Visus VOD 6/6 dgn koreksi kacamata bifokus VOS 3/60 Lapang pandang Normal Normal Retina Tidak dilakukan pemeriksaan Tidak dilakukan pemeriksaan Palpebra Konjungtiva Pupil Lensa . isokor.PEMERIKSAAN FISIK MATA OD OS Edema (-) Edema (-) Xantelasma (-) Xantelasma (-) Anemis (-) Anemis (-) Hiperemis (-) Hiperemis (-) Sklera Ikterik (-) Ikterik (-) Kornea Jernih Jernih Arcus senilis (+) Arcus senilis (+) Refleks kornea (+) Refleks kornea (+) Bulat.  3 mm RCL (+). RCTL (+) RCL (+).

warna putih seperti mutiara. refleks cahaya (+) refleks cahaya (+) 5m 5m . hiperemis. tidak hiperemis. tidak Utuh.PEMERIKSAAN FISIK TELINGA AD AS Bentuk Normotia Normotia Daun telinga Fistel preaurikuler (-) Fistel preaurikuler (-) Fistel retroaurikuler (-) Fistel retroaurikuler (-) Abses mastoiditis (-) Abses mastoiditis (-) Nyeri tekan tragus (-) Nyeri tekan tragus (-) Nyeri tarik aurikuler (-) Nyeri tarik aurikuler (-) Lapang Lapang Serumen (+) Serumen (+) Hiperemis (-) Hiperemis (-) Sekret (-) Sekret (-) Corpus alienum (-) Corpus alienum (-) Liang telinga Membran timpani Tes berbisik Utuh. warna putih seperti mutiara.

bibir tidak kering. tonsil T1 – T1. kebersihan mulut cukup. nafas cuping hidung -/-. letak uvula di tengah.PEMERIKSAAN FISIK • Hidung :bentuk normal. sianosis perioral(-). lidah tidak kotor. . tidak terdapat deviasi septum. faring tidak hiperemis. septum nasi di tengah. fungsi penciuman baik. sekret -/-. • • Mulut :bentuk normal.trakus faring simetris. • Leher :trakea di tengah. mukosa tidak hiperemis. pembesaran kelenjar tiroid (-). bruit (-).

PEMERIKSAAN FISIK EKSTREMITAS Superior Inferior Edema -/- -/- Krepitasi -/- -/- Clubbing finger -/- -/- Akral dingin -/- -/- Akral sianosis -/- -/- CRT < 2 detik < 2 detik Kuku Spoon nails - Spoon nails - .

ikterus (-). supraclavicula.PEMERIKSAAN FISIK • Gigi : M3M2M1P2P1C1I2I1 I1I2C1P1P2M1M2M3 M3M2M1P2P1C1I2I1 I1I2C1P1P2M1M2M3 • KGB : KGB submental. cervical. . dan inguinal tidak teraba membesar. axilla. sianosis (-). • Kulit : tampak normal. retroauriculer. warna kulit sawo matang. submandibula. kelembapan normal.

Batas kiri di ICS V 3cm lateral midclavicula line sinistra •Auskultasi : BJ I & II normal. batas paru-hepar pada ICS VI MCL dextra •Auskultasi : vesikuler.PEMERIKSAAN FISIK THORAKS Pulmo •Inspeksi : simetris dalam statis dan dinamis •Palpasi : stem fremitus kanan kiri depan belakang sama kuat •Perkusi : sonor pada kedua lapang paru. gallop (-) .Batas kanan di ICS V sternal line dextra . wheezing -/- Jantung •Inspeksi : pulsasi iktus cordis tidak tampak •Palpasi : pulsasi iktus cordis teraba di ICS V MCL sinistra •Perkusi : redup . ronkhi -/-. murmur (-). reguler.Batas atas di ICS II parasternal line sinistra .

jaringan parut (-) •Auskultasi : bising usus (+) normal •Palpasi : supel. (-). hepar dan lien tidak teraba membesar. nyeri suprapubik (-) •Perkusi : timpani pelebaran vena TULANG BELAKANG •Inspeksi : relatif tegak. kifosis (+). benjolan (-) •Perkusi : nyeri ketok (-) . skoliosis (+) dextro-convex. kontur cembung. nyeri ketok CVA (-). lordosis (-) •Palpasi : nyeri tekan (-).PEMERIKSAAN FISIK ABDOMEN •Inspeksi : abdomen simetris. striae (-). nyeri tekan (-).

Terdapat missing dental pada semua gigi bagian superior kecuali insisivus lateral sinistra dan caninus dextra. Pemeriksaan visus: 3/60 pada mata kiri. Pada bagian inferior terdapat missing dental pada gigi molar sinistra dan dextra serta insisivus lateral dextra. Mata dengan IOL (+) pada mata kanan dan arcus senilis pada kedua mata. Pada pemeriksaan batas jantung didapatkan batas jantung kiri terdapat pada ICS V 3 cm sebelah lateral dari midclavicular line sinistra. Telinga kanan dan kiri terdapat serumen dan pada tes berbisik + pada jarak 5m.PEMERIKSAAN FISIK Kesimpuan: • IMT: 23. .61 (BB lebih dengan risiko). Pemeriksaan status internis lainnya dalam batas normal. Pada tulang belakang terdapat kifosis dan skoliosis dextro-convex.

brudzinsky II : d. GCS (E=4. kaku kuduk : (-) b. brudzinsky I : (-) c. kernig: • Peningkatan TIK : • Pupil : reguler. Cranialis: baik +/+ . anisokor.STATUS NEUROLOGIS • Kesadaran : compos mentis. Ø 3mm.M=6.V=5) • Rangsang meningeal a. refleks cahaya • Nn. laseque : e.

STATUS NEUROLOGIS • Sistem motorik Pergerakan Superior Inferior +/+ +/+ Kekuatan 5555 5555 5555 5555 Tonus Normotonus Normotonus Trofi Eutrofi Eutrofi • Sensorik : baik • Sistem otonom : baik • Fungsi cerebellum & koordinasi a. tumit-lutut : baik • Fungsi luhur : baik . telunjuk-hidung : baik b.

achilles : (+/+) • Reflek patologis a. schaefer :e. klonus paha : j.STATUS NEUROLOGIS • Reflek fisiologis a. chaddock :d. babinski : (-/-) c. klonus kaki : • Tanda regresi & dementia : (-) • Tes Romberg : (-) Kesimpulan : status neurologis dalam batas normal. triceps : (+/+) c. oppenheim : i. gordon : f. patella : (+/+) d. hoffman tromner : (-/-) b. . biceps : (+/+) b.

STATUS MENTAL
1. Penampilan

Seorang Perempuan berusia 81 tahun, tampak sesuai usianya,
berperawakan sedang, rambut beruban tersebar tidak merata, tersisir
rapi, cara berpakaian rapi, kebersihan diri terjaga.
2. Psikomotor

Oma tidak begitu suka mengobrol dengan oma-oma lainnya, terlebih jika
ber-gossip. Oma paling sering mengobrol dengan Oma Sintjie dibanding
oma-oma lainnya. Oma lebih suka menghabiskan waktu di dalam
kamarnya dengan membaca buku atau bersaat teduh. Namun, ketika
ada kegiatan, Oma tidak keberatan untuk pergi mengikuti acara-acara di
gereja. Saat diwawancara, Oma menjawab pertanyaan dengan ramah,
kooperatif, dan terbuka.

STATUS MENTAL
3. Pembicaraan

Oma berbicara dengan suara wajar, lafal yang jelas, dan lancar.
Jawaban yang diberikan oleh Oma sesuai dengan pertanyaan yang
diutarakan. Oma mampu berbicara dalam bahasa Indonesia dengan
sangat baik.
4. Sikap terhadap Pemeriksa

Oma bersifat kooperatif dan dapat memberikan informasi secara jujur
dan apa adanya. Oma sangat ramah terhadap pemeriksa, tidak
menunjukkan sikap curiga atau bermusuhan.

STATUS MENTAL
5. Mood dan Afek
Mood
: eutimik
Afek
: luas
Keserasian : serasi
6. Pengendalian Motorik
Oma dapat mengontrol gerakannya dengan baik dan sesuai kehendak.
7. Kemampuan Baca Tulis
Baik, tidak ada kesulitan dalam hal membaca maupun menulis

STATUS MENTAL

8. Gangguan Persepsi dan Gangguan Kognitif
1. Halusinasi auditorik : tidak ada
2. Halusinasi visual : tidak ada
3. Ilusi
: tidak ada
4. Apraksia
: tidak ada
5. Agnosia
: tidak ada

Memori jangka sedang • beliau masuk PWK Hana • 6. Kemampuan baca dan tulis : baik • 9. Taraf Pendidikan • 2. Memori jangka pendek • sarapan dan makan siangnya • 5. Oma mampu mengingat kapan : baik. Fungsi Intelektual • 1. orang) : baik. • 4. Oma mampu mengingat masa kecil. Kemampuan berbahasa : baik : baik. Oma mampu mengingat mengingat : baik. Oma dapat mengulang dengan benar 3 dari 3 macam benda yang disebutkan oleh pemeriksa. Orientasi • 3. Memori segera • : sesuai dengan latar belakang pendidikan : baik (waktu.STATUS MENTAL 9. Kemampuan visuospasial : baik • 10. Memori jangka panjang • remaja. .Daya konsentrasi & kalkulasi : baik • 8. tempat. tanggal menikahnya • 7.

tidak ada gangguan .STATUS MENTAL 10. Tilikan dan Daya Nilai (discriminative insight dan judgment) • Baik. tidak ada gangguan (insight tingkat 6) • Daya nilai kritis.

STATUS MENTAL 11. Isi pikir  Fobia : tidak ada  Obsesi : tidak ada  Kompulsi : tidak ada  Ideas of reference : tidak ada  Waham : tidak ada . Arus pikir  Produktivitas : cukup  Kontinuitas pikiran : cukup  Hendaya dalam bahasa : tidak ada b. Pikiran a. Bentuk pikir  Asosiasi longgar : tidak ada  Ambivalensi : tidak ada  Flight of ideas : tidak ada  Inkoherensi : tidak ada  Verbigerasi : tidak ada  Perseverasi : tidak ada c.

daya konsentrasi dan kalkulasi baik. kontinuitas pikiran baik. dan jangka panjang baik. Tidak ada ambivalensi dan inkoherensi. . Status mental baik. produktivitas pikiran baik. jangka sedang.STATUS MENTAL Kesan Ditemukan mood eutimik. memori segera. jangka pendek. afek luas.

• Short Portable Mental Status Questioner (SPMSQ): skor 0 (fungsi intelektual utuh) • Pemeriksaan Mini Mental State Examination (MMSE): skor 30 (tidak ada gangguan kognitif ) • Clock Drawing Test (CDT): skor 4 (tidak ada gangguan kognitif) • Geriatric Depression Scale (GDS): skor 2 (tidak depresi) • Activities of Daily Living (Indeks ADL Barthel) : skor 20 (mandiri) • Instrumental Activities of Daily Living (IADL): skor 15 (mandiri/tidak perlu bantuan) .

PEMERIKSAAN PENUNJANG PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH Tanggal Pagi (mmHg) Sore (mmHg) 30/03/16 120/80 130/70 31/03/16 150/80 130/80 01/04/16 120/80 120/80 02/04/16 140/70 130/90 03/04/16 130/80 130/80 04/04/16 130/80 130/70 05/04/16 120/90 140/90 06/04/16 140/90 150/80 07/04/16 140/80 150/90 08/04/16 120/70 120/70 09/04/16 130/80 - 10/04/16 120/80 - 11/04/16 120/80 120/80 12/04/16 110/80 - 13/04/16 - - 14/04/16 - 110/70 15/04/16 120/70 120/80 .

PEMERIKSAAN PENUNJANG BMD-Dexa (24 Maret 2005) Kesimpulan : Densitas lumbalis dan femur saat ini dibawah normal bila dibandingkan dengan usia sehingga dibutuhkan pengobatan terhadap osteoporosis yang terjadi. .

PEMERIKSAAN PENUNJANG BMD-Dexa (30 Agustus 2005) Kesimpulan: • Densitas tulang V Lumbalis dan leher Femur saat ini sesuai dengan usia pasien namun sudah terjadi osteoporosis sehingga dibutuhkan pengobatan terhadap kehilangan masa tulang yang terjadi • Dibandingkan BMD Scan pada tanggal 04 Maret 2005 terdapat penurunan yang bermakna pada tulang lumbalis dan pada leher femur tidak ada perubahan • Pasien dianjurkan datang kembali untuk BMD Scan setelah 6 bulan kemudian pasca pengobatan .

PEMERIKSAAN PENUNJANG BMD-Dexa (28 Oktober 2008) Kesan: Osteoporosis pada VL. 4. 3. 2. dan collum femur .

• Tidak tampak listhesis.PEMERIKSAAN PENUNJANG Foto Rontgen Lumbal (30 Januari 2012) Lumbosacral AP. tampak scoliosis lumbalis ke kanan • Tidak tampak penyempitan discus intervertebralis • Fascies articularis kanan-kiri baik. . LAT & Oblique : • Tampak gambaran tulang osteoporotik corpus lumbalis intact • Alignment lumbosacral baik. tidak sclerotik • Kesan : Osteoporosis dengan spondylosis lumbalis.

PEMERIKSAAN PENUNJANG Pelvis: • Tidak tampak kelainan tulang pelvis. • Kesan : Tidak tampak kelainan foto pelvis . tidak tampak tanda dislokasi sela sendi. kedudukan sendi sacro iliac dan sendi coxae kanan kiri baik.

tampak fibrokalsifikasi pada apeks & lapang paru kanan atas • Diafragma dan sinus D/S normal • • Kesan: • cardiomegali (LVH) dengan atherosklerosis aorta • bekas TB paru lama.• Hasil Rontgen Thorax (30 Mei 2009) • Cor : Membesar ke lateral kiri. tampaknya tenang • hiperreaktif bronchus . CTR >50% • Aorta kalsifikasi (+) • Elongatio (-) • Pulmo : Hilli normal • Corakan bronkovaskuler bertambah • Tak tampak infiltrat. apeks dibawah diafragma kiri. pinggang jantung • mendatar.

PEMERIKSAAN PENUNJANG PROFIL LIPID 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 Kolesterol total 232 220 235 276 181 145 - HDL direk 57 60 48 57 54 54 - LDL direk 134 134 144 197 92 72 98 Trigliserida 163 138 167 187 99 95 138 satuan dalam mg/dl .

PEMERIKSAAN PENUNJANG .0 Leukosit esterase Negatif Negatif 25 (+1) Nitrit Negatif Negatif Negatif Albumin Negatif Negatif Negatif Glukosa Negatif Negatif Negatif Keton Negatif Negatif Negatif Urobilinogen Negatif Negatif Negatif Bilirubin Negatif Negatif Negatif Darah 10 (+1) 10 (+1) Negatif Bakteri Positif Negatif Negatif Eritrosit 2-3/LPB 1-2/LPB 0-1/LPB Leukosit 0-2/LPB 1-2/LPB 2-5/LPB .005 pH 7.0 7.010 1.010 1.URINALISA 2014 2015 2016 Warna Kuning Kuning tua Kuning muda Kejernihan Agak keruh Jernih Jernih Berat Jenis 1.0 7.

RESUME Telah diperiksa seorang perempuan usia 81 tahun pada tanggal 31 Maret – 14 April 2016. Oma minum obat Celebrex (Celecoxib 100 mg). Nyeri kepala tersebut dirasakan Oma berpindah-pindah tempat. Saat pertama nyeri kepala itu muncul. tetapi karena tidak ada perbaikan. Nyeri hampir setiap saat dan terasa mencengkeram. Didapatkan keluhan nyeri kepala sejak ± 7 hari yang lalu. tetapi yang tersering di kepala bagian belakang terkadang menjalar sampai leher. . Oma diberikan obat Betahistin Mecylate (Histigo). Oma memutuskan untuk menghentikan konsumsi obat tersebut.

Urin berwarna kuning jernih. Sebelumnya.RESUME Oma mengeluhkan masalah sering buang air kecil dengan frekuensi 6-7x/hari. tidak disertai darah/ lendir. Tidak ada rasa sakit saat berkemih. Saat tidur malam Oma terbangun karena harus ke toilet untuk buang air kecil sebanyak 2-3 kali. . Oma pernah beberapa kali merasakan sering buang air kecil seperti ini dan didiagnosa menderita Infeksi Saluran Kemih (ISK). Untuk keluhan sering BAK sekarang ini Oma mendapat terapi Urixin (Pipemidic acid trihydrate tab 400mg) 1-0-1 dan Cefixime 3x 100 mg selama lima hari.

Oma mengeluhkan mata kanannya mulai buram. .RESUME Mata kiri Oma buram sejak tahun 1999. Setelah masuk ke PWK Hana. Saat itu. Sekarang.004% sebanyak satu tetes pada mata kirinya.5% sebanyak satu tetes pada pagi dan sore hari untuk kedua matanya serta Travatan 0. Oma menggunakan tetes mata Timolol 0. Oma pergi ke dokter mata dan sudah mendapat penanganan medis. pada tahun 2005. Oma sudah pergi ke dokter mata untuk keluhan mata buramnya ini.

Kedua lutut Oma juga terasa nyeri apabila dipakai untuk berjalan jauh. . Oma telah merasakan nyeri tersebut semenjak tahun 2010. Nyeri lutut kini sudah tidak Oma rasakan semenjak Oma mengoleskan joint fit roller pada kedua lututnya setiap hari.RESUME Oma Har juga mengeluhkan sakit pinggang apabila berdiri atau berjalan terlalu lama. Keluhan ini telah dirasakan Oma semenjak tahun 2006.

. Pada tahun 2009. Selain keluhan-keluhan yang dirasakan Oma di atas. Oma Har ini telah pergi ke dokter orthopedi dan telah dilakukan pemeriksaan BMD-Dexa. Oma pernah diperiksa EKG dan dikonsulkan ke dokter jantung karena penyakit hipertensi yang dideritanya ini. Hasil pemeriksaan BMD-Dexa tersebut menunjukan hasil osteoporosis pada tulang belakang dan pinggul Oma. Hipertensi didapatkan sejak tahun 2009. Rasa nyeri ini dirasakan Oma semenjak November 2006 setelah didiagnosis terkena Herpes Zoster. Oma Har juga menderita pengeroposan tulang. Nyeri ini dirasakan Oma di bagian punggung kanan.RESUME Oma juga merasakan rasa nyeri pada punggung. Oma menderita hipertensi grade I yang terkontrol obat Diltiazem 30 mg 2x sehari pada pagi dan malam hari. Selain itu.

RESUME  Riwayat Penyakit Dahulu ISK (Oktober 2015. dari foto rontgen tahun 2009 didapatkan fibrokalsifikasi pada bagian apeks lapang paru kanan atas Infark miocard (2009) riwayat nyeri dada dan sesak. September 2014. hasil EKG abnormal (RBBB) Appendisitis akut (2009) sudah dilakukan appendiktomi di RS Eka Hospital Perdarahan lambung (2010) akibat efek samping obat Ascardia Katarak matur OD (2010) sudah dioperasi di Jakarta Eye Centre Glaukoma OS (1999) sudah dioperasi di Jogjakarta  Riwayat Alergi Udang  Riwayat Operasi Appendektomi (2009) di RS Eka Hospital Operasi katarak OD (2010) di Jakarta Eye Centre. April 2013. hasil baik Operasi glaucoma OS (1999) di Jogjakarta . 2011) TB pulmo.

54) 2 = 23.61 kg/cm 2  BB lebih dengan risiko . reguler.TANDA VITAL • • • • • • • • Keadaan umum Kesadaran Tekanan darah Nadi Pernapasan Berat badan : baik : compos mentis : 130/80 mmHg : 80x/menit. thorakoabdominal : 56 kg Tinggi badan IMT : 154 cm : 56/(1. isi cukup. reguler. kuat angkat : 18x/menit.

PEMERIKSAAN FISIK • Mata : IOL (+/-). pada bagian inferior terdapat missing dental pada gigi molar sinistra dan dextra serta insisivus lateral dextra • Tulang belakang : kifosis (+). arcus senilis (+/+) • Telinga : serumen (+/+). skoliosis (+) dextro-convex • Jantung : batas jantung kiri pada ICS V 3 cm sebelah lateral dari midclavicular line sinistra . tes berbisik (+5m/+5m) • Gigi : missing dental pada semua gigi bagian superior kecuali insisivus lateral sinistra dan caninus dextra.

• Status mentalis : Baik • Short Portable Mental Status Questioner (SPMSQ): skor 0 (fungsi intelektual utuh) • Pemeriksaan Mini Mental State Examination (MMSE): skor 30 (tidak ada gangguan kognitif ) • Clock Drawing Test (CDT): skor 4 (tidak ada gangguan kognitif) • Geriatric Depression Scale (GDS): skor 2 (tidak depresi) • Activities of Daily Living (Indeks ADL Barthel) : skor 20 (mandiri) • Instrumental Activities of Daily Living (IADL): skor 15 (mandiri/tidak perlu bantuan) .

PEMERIKSAAN PENUNJANG • BMD-Dexa (2008): osteoporosis pada VL.2 – L. dan collum femur • Rontgen Lumbosacral AP. Lat. 2. osteoporosis dengan spondylosis lumbalis • Urinalisa (12 April 2016): leukosit esterase = 25 (+1) .4. 4. Oblique (2012): skoliosis dextro-convex L. 3.

PERMASALAHAN Biologi • Nyeri kepala • Sering BAK dan perasaan tidak nyaman ketika BAK • Mata kiri buram • Nyeri pinggang terutama apabila berdiri atau berjalan terlalu lama • Nyeri pada kedua lutut ketika berjalan jauh • Nyeri pada punggung kanan Psikososial • Tidak ada masalah Lingkungan • Tidak ada masalah .

c DD: • Hipertensi grade I • Tension type headache • Migraine tanpa aura .DIAGNOSIS KERJA DIAGNOSA UTAMA • Nyeri kepala. e.

c DD: • Osteoarthritis lumbosacral • Spondylolithesis lumbosacral • Spondylitis ankylosa lumbosacral • Hernia Nukleus Pulposus (HNP) . e.c susp.: • Infeksi Saluran Kemih (ISK) • Mata kiri buram. e.c DD: • Glaukoma close angle • Hipertensi retinopati • Age-related macular degeneration • Nyeri pinggang terutama apabila berdiri atau berjalan terlalu lama. e.DIAGNOSIS KERJA DIAGNOSIS TAMBAHAN • Sering BAK dan perasaan tidak nyaman ketika BAK.

DIAGNOSIS KERJA • • Nyeri pada kedua lutut ketika berjalan jauh. e.c DD: • Neuralgia post herpetic • Nyeri psikogenik • Multiple sclerosis . e.c DD: • Osteoarthrits genu bilateral • Rheumatoid arthritis genu bilateral • Arthritis gout genu bilateral Nyeri pada punggung kanan.

c DD: • Presbiakusis • Tuli sensorik • Tuli konduktif • Dislipidemia terkontrol obat • Osteoporosis V. 3. e. 4 dan pelvis . L 2.DIAGNOSIS KERJA • Penurunan pendengaran.

TERAPI SAAT INI • • • • • Diltiazem 30 mg tab. (1-0-1) ISDN 5 mg tab. 3 dd 1 tab.f. 2 dd 1 tab.004% 1 gtt OS Urixin (Pipemidic acid trihydrate tab 400mg) 2 dd 1 tab. pulv da in caps 1 dd 1 caps (1-0-0) . v Travatan (Travoprost) 0. (1-0-1) Timolol 0. 1-0-1 selama tujuh hari • Cefixime 100 mg tab. 2 dd 1 tab. selama lima hari • Alovell (Alendronate Na) 10 mg tab 5mg m.5% 1 gtt ODS m et.

C 50 mg) 1 dd 1 tab. B6 (Pyridoxol Hydrochloride) 100 mg. E 1 mg) s. Kalsium fosfat 250 mg. Vitamin D3 2000 iu) 1 dd 1 tab.c. Zinc 5 mg. 1 dd 1 tab (0-0-1) p. Mangan 0. Vitamin K1 0. selang sehari .u. Vit. Mint concentrates 332 mg. B 12 5000 mcg) 1 dd 1 tab.e • Neurobion 5000 (Vit.1 mg. B1 (Thiamine Mononitrate) 100 mg. • Joint fit roll (Glucosamine 1 mg. • Hi Bone (Bonestein (Genistein) 15 mg. Magnesium 10 mg. Vit. Chondroitin sulfat 400 mg. Aloe vera 30 mg.• Osteo forte 500 (Glukosamin HCl 500 mg. Vit. Nano Vit.5 mg. selang sehari • Simvastatin 10 mg tab.

HDL. rasio albumin-kreatinin urin. ureum. Lumbalis dan Leher Femur • Konsultasi ke dokter spesialis orthopedi • Foto rontgen genu • • Profil lipid (LDL.PEMERIKSAAN YANG DIANJURKAN • Pemeriksaan tekanan darah setiap hari • CT-Scan kepala tanpa kontras • • Magnetic Resonance Angiography (MRA) kepala Pemeriksaan ekskresi mikro albumin urin. kolesterol total. laju filtrasi glomerulus • Audiometri • Urin lengkap • Konsultasi ke dokter spesialis mata • BMD-Dexa V. kreatinin serum. trigliserida) Konsultasi ke dokter spesialis rehabilitasi medik • Konsultasi ke dokter spesialis saraf .

RENCANA PENGELOLAAN DAN PROGNOSIS .

Hipertensi Grade I Terapi saat ini : • Non farmakologis • Usul: 1. 2 dd 1 tab.c susp.1. Nyeri kepala e. (1-0-1) . Non farmakologis • Hindari stress • Exercise • Istirahat yang cukup • • Menghindari makanan yang terlalu asin Pijat daerah kepala yang terasa nyeri • Perbanyak makan buah dan sayuran • Edukasi komplikasi hipertensi Farmakologis • Diltiazem 30 mg tab.

c. rasio albumin-kreatinin urin. p.2.r. (0-1-0) a.n nyeri 3. 1 dd 1 tab.5 mg tab. kreatinin serum. Farmakologis • Captopril 12. • Paracetamol 500 mg tab. laju filtrasi glomerulus Prognosis • Ad vitam : Dubia ad bonam • Ad functionam : Dubia ad bonam • Ad sanationam : Ad malam . ureum. Pemeriksaan • Pantau tekanan darah setiap hari • CT-scan kepala tanpa kontras • Magnetic Resonance Angiography kepala • Ekskresi mikro albumin urin.

c susp. 3 dd 1 tab. e. 1-0-1 • Cefixime 100 mg tab. Infeksi Saluran Kemih (ISK) Usul: • Non farmakologis Terapi saat ini: • Non farmakologis • • Belum ada yang dilakukan Farmakologis • Urixin (Pipemidic acid trihydrate tab 400mg) 2 dd 1 tab. selama lima hari • Minum air putih  1.perasaan tidak nyaman ketika BAK.5-2L/hari • Edukasi untuk tidak menahan BAK • Menjaga higenitas genitalia eksterna • Edukasi mengenai rekurensi penyakit • Farmakologis: - • Pemeriksaan: urine lengkap (mikroskopis & makroskopis) Prognosis • Ad vitam : Dubia ad bonam • Ad functionam : Dubia ad bonam • Ad sanationam : Dubia ad malam .

• Hindari melakukan aktivitas yang berat • Stretching • Konsultasi ke dokter spesialis rehabilitasi medik • Farmakologis : - • Pemeriksaan : - Prognosis • Ad vitam : Dubia ad bonam • Ad functionam : Dubia ad malam • Ad sanationam : Dubia ad malam . Zinc 5 mg.3. Magnesium 10 mg. Nyeri pinggang e. Mangan 0. Vit. Chondroitin sulfat 400 mg.c susp. C 50 mg) 1 dd 1 tab.5 mg. Osteoarthritis lumbosacral Usul: • Non farmakologis Terapi saat ini: • Non farmakologis • Memakai waist brace • Menggunakan matras tidur yang keras dan rata • Farmakologis : • Osteo forte 500 (Glukosamin HCl 500 mg.

Aloe vera 30 mg.5 mg. Osteoarthritis genu bilateral Terapi saat ini: • Non farmakologis: beristirahat apabila jalan terlalu jauh • Farmakologis : • Joint fit roll (Glucosamine 1 mg. Mangan 0. E 1 mg) s. Mint concentrates 332 mg. Usul: • Non farmakologis • Hindari melakukan aktivitas yang berat • Latihan fisik ringan untuk menguatkan otot • Konsultasi ke dokter spesialis rehabilitasi medik • Farmakologis : • Pemeriksaan : foto rontgen genu Prognosis • Ad vitam : Dubia ad bonam • Ad functionam : Dubia ad malam • Ad sanationam : Dubia ad malam .e • Osteo forte 500 (Glukosamin HCl 500 mg. C 50 mg) 1 dd 1 tab. Vit.u. Zinc 5 mg.c susp. Nyeri kedua lutut e. Magnesium 10 mg. Chondroitin sulfat 400 mg. Nano Vit.4.

B 12 5000 mcg) 1 dd 1 tab.r. Nyeri punggung kanan. selang sehari Usul • Non farmakologis • Terapi TENS (Transcuttaneous Electrical Nerve Stimulation) • Edukasi mengenai nyeri post herpetic • Farmakologis : Na diclofenac 50 mg tab. e. B6 (Pyridoxol Hydrochloride) 100 mg. B1 (Thiamine Mononitrate) 100 mg. Vit.5. p. Vit. Neuralgia post herpetic Terapi saat ini: • Non farmakologis: Menyelipkan kain halus / tissue setiap kali menggunakan bra • Farmakologis: Neurobion 5000 (Vit.c susp.n nyeri • Pemeriksaan: Konsultasi ke dokter spesialis saraf Prognosis • Ad vitam : Dubia ad bonam • Ad functionam : Dubia ad bonam • Ad sanationam : Dubia ad malam .

6.c susp. Mata kiri buram. Zn 10 mg. • Pemeriksaan : • Kontrol TIO berkala Terapi saat ini: • • Non farmakologis: tetes mata secara teratur Farmakologis: • Timolol 0.004% 1 gtt OS • Kontrol ke dokter mata secara berkala Prognosis • Ad vitam : Dubia ad bonam • Ad functionam : Dubia ad malam • Ad sanationam : Ad malam . Glaukoma close angle Usul: • Non farmakologis • Hindari membaca dan menonton TV terlalu lama • Kompres mata dengan air hangat apabila dirasakan terlalu lelah • Edukasi mengenai tanda bahaya apabila mata yang lainnya juga terkena • Farmakologis : Optimax (Lutein 3 mg. vit C 100 mg. β-carotene 6. e. v • Travatan (Travoprost) 0. lycopene 2 mg. vit E 25 mg.5% 1 gtt ODS m et. bilberry extr 80 mg) 1 dd 1 tab.000 IU.

Usul: • Non farmakologis • Diet tinggi serat (banyak konsumsi sayur dan buah) serta rendah lemak • Edukasi mengenai komplikasi yang dapat terjadi 7. 1 dd 1 tab (0-1-0) p.c. selang sehari Prognosis • Ad vitam : Dubia ad bonam • Ad functionam : Dubia ad bonam • Ad sanationam : Dubia ad bonam . Dislipidemia terkontrol oleh obat Terapi saat ini: • • Non farmakologis: • Makan obat teratur • Farmakologis : - • Olahraga teratur • Pemeriksaan : • Pemeriksaan profil lipid berkala Farmakologis: • Simvastatin 10 mg tab.

Kalsium fosfat 250 mg. pulv da in caps 1 dd 1 caps (1-0-0) • Hi Bone (Bonestein (Genistein) 15 mg. L 2.8. Vitamin D3 2000 iu) 1 dd 1 tab. Vitamin K1 0. Osteoporosis V.f.1 mg. 4 dan Collum Femur Usul: • • Terapi saat ini: • • Non farmakologis • Edukasi mengenai bahaya fraktur Memasang susuran pada kamar mandi untuk menghindari risiko jatuh Non farmakologis: • Farmakologis : - • • Pemeriksaan : • BMD-Dexa V. Prognosis • Ad vitam : Dubia ad bonam • Ad functionam : Dubia ad malam • Ad sanationam : Dubia ad malam . 3. Lumbalis dan Leher Femur • Konsultasi ke dokter spesialis orthopedi Menggunakan standard cane untuk jalan jarak jauh Farmakologis: • Alovell (Alendronate Na) 10 mg tab 5mg m.

Usul: • Terapi saat ini: Non farmakologis • Membatasi makan makanan/minuman manis. berlemak tinggi. berkalori tinggi • Konsumsi buah dan sayur • • 9. BB lebih dengan risiko • Non farmakologis: • Olaharaga teratur • Menghindari jajan Farmakologis: - Olahraga ringan/aerobik 23x/minggu selama ±30menit • Farmakologis : - • Pemeriksaan : • Timbang BB berkala Prognosis • Ad vitam : Dubia ad bonam • Ad functionam : Dubia ad bonam • Ad sanationam : Dubia ad malam .

c susp. presbiakusis Terapi saat ini: • Non farmakologis: - • Farmakologis: - Usul: • Non farmakologis • Hearing aids • Farmakologis : - • Pemeriksaan : • audiometri Prognosis • Ad vitam : Ad bonam • Ad functionam : Dubia ad malam • Ad sanationam : Dubia ad malam .10. Penurunan pendengaran e.

TERIMA KASIH -GABRIELA ELLENZY- .