Anda di halaman 1dari 22

PENATALAKSANAAN RADIASI

EKSTERNA KASUS KARSINOMA


NASOFARING DI RADIOTERAPI
MRCCC SILOAM HOSPITALS
SEMANGGI JAKARTA

WINDHI MEGA UTAMI


Jakarta, 22 September 2016

KARSINOMA NASOFARING
Karsinoma nasofaring merupakan
penyakit keganasan (kanker) sel yang
terbentuk di jaringan nasofaring, yang
merupakan bagian
ataspharynx(tengorokan), di belakang
hidung. Biasanya tumor ganas ini
tumbuh darifossa rosenmullerdan
dapat meluas ke hidung, tenggorok,
serta dasar tengkorak (Munir, 2010).

ANATOMI NASOFARING

PROSEDUR DIAGNOSTIK KARSINOMA NASOFARINGRUMAH


SAKIT MRCCC SILOAM SEMANGGI JAKARTA

Nashopharyngoskop
Pemeriksaan saraf kranial
CT-Scan
MRI
Chest X-Ray
Foto Cranium

STADIUM
STADIUM 1: Tumor yang terdapat pada satu sisi
dari nasofaring atau tumor yang tak dapat dilihat,
tetapi hanya dapat diketahui dari hasil biopsi
STADIUM 2: Tumor yang menyerang dua tempat,
yaitu dinding postero-superior dan dinding lateral.
STADIUM3: Perluasan tumor sampai ke dalam
rongga hidung atau orofaring
STADIUM 4: Tumor yang menjalar ke tengkorak
kepala atau menyerang saraf kranial (atau
keduanya)

PENGOBATAN KARSINOMA
NASOFARING
RADIOTERAPI
Radioterapi merupakan pengobatan dengan
melakukan penyinaran kedaerah yangterserang
kanker, dengan tujuan untuk merusak sel-sel
kanker
KEMOTERAPI
Kemoterapi adalah proses pemberian obatobatan anti kanker dalam bentuk pilcair, kapsul
atau infus yang bertujuan membunuh sel kanker
tidak hanya pada nasofaring tapi juga seluruh
tubuh

3. Operasi
Tindakan operasi pada penderita karsinoma
nasofaring berupa diseksi leher radikal.
Diseksi leher dilakukan jika masih ada sisa
kelenjar pasca radiasi atau adanya kelenjar
dengan syarat bahwa tumor primer sudah
dinyatakan bersih yang dibuktikan dengan
pemeriksaan radiologi
4. Imunoterapi
Dengan diketahuinya kemungkinan penyebab
dari karsinoma nasofaring adalah virus
Epstein-Barr, maka pada penderita karsinoma
nasofaring dapat diberikan imunoterapi.

ALUR PASIEN RADIOTERAPI MRCCC


SILOAM HOSPITAL SECARA UMUM :
Pasien/keluarga mendaftar di loket
pendaftaran radioterapi dengan
menyertakan surat rujukan dokter
Pasien diperiksa di poli radioterapi untuk di
cari tahu terapi apa yang optimal untuk
penyembuhan pasien
Pasien diperiksa di CT-simulator untuk
lokalisasi tumor dan pembuatan alat
bantu yang diperlukan selama proses
terapi berjalan

Hasil pada CT-simulator dikirim ke


TPS untuk dilakukan perencanaan
radiasi secara komputer
Hasil dari TPS akan digunakan oleh
radioterapis untuk melaksanakan
terapi pada pasien di pesawat LINAC

STUDI KASUS KARSINOMA


NASOFARING

IDENTITAS PASIEN

Nama
= Ny. SS
Jenis kelamin = Wanita
Usia = 24 tahun
Klinis
= Karsinoma Nasofaring
Oncologist = dr. Christine, Sp.OnkRad

ALAT DAN BAHAN


CT Simulator

LINAC

Lock bar

Head rest & bantal putih


ccccc

Water bath & masker

Traksi

ALUR PASIEN
Pasien datang ke rumah sakit.
Pasien membawa surat rujukan ke
dokter.
Pasien mendatangi meja registrasi
atau administrasi radioterapi dengan
membawa data penunjang
Pasien berkonsultasi ke dokter
spesialis onkologi radiasi

Jika sudah dari dokter, pasien


kembali ke meja registrasi untuk
diberitahukan rincian biaya dan
jadwal berikutnya.
Setelah itu,pasien dilakukan CTSimulator.

TEKNIK PEMERIKSAAN
1. Memanggil pasien dan identifikasi pasien
2. Mempersiapkan alat dan bahan
1.
2.
3.
4.
5.

Pasang head rest pada index H4


Letakkan tissue diatas Head rest
Pasang Bantal putih
Siapkan masker head and neck
Siapkan traksi

3. Posisi pasien
1. Pasien supine diatas head rest
2. Kedua tangan memegang traksi
3. Selimuti pasien

4. Posisikan couch sesuai set up yang


terdapat di monitor
5. Posisikan pasien agar sinar laser
tepat pada tanda di tubuh pasien jika
sudah tepat pasang masker
6. Memulai penyinaran, Jika pasien
pertama kali penyinaran maka
dilakukan verifikasi sebelum
penyinaran.

TERIMA KASIH