Anda di halaman 1dari 8

FRAKTUR

OLEH : ABRAHAM B. RUMAYARA, S.Kep.,


Ns

1. Pengertian
Fraktur

cruris
adalah
terputusnya
kontinuitas tulang dan ditentukan sesuai
jenis dan luasnya, terjadi pada tulang tibia
dan fibula. Fraktur terjadi jika tulang
dikenao stress yang lebih besar dari yang
dapat diabsorbsinya. (Brunner & Suddart,
2000)

2. Etiologi
Trauma
Gerakan pintir mendadak
Kontraksi otot ekstem

Keadaan patologis : osteoporosis,

neoplasma

3. Manifestasi Klinis
Nyeri terus menerus dan bertambah beratnya

samapi fragmen tulang diimobilisasi, hematoma,


dan edema
Deformitas karena adanya pergeseran fragmen
tulang yang patah
Terjadi pemendekan tulang yang sebenarnya karena
kontraksi otot yang melekat diatas dan dibawah
tempat fraktur
Krepitasi akibat gesekan antara fragmen satu
dengan lainnya
Pembengkakan dan perubahan warna lokal pada
kulit

4. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan foto radiologi dari fraktur :

menentukan lokasi, luasnya


Pemeriksaan jumlah darah lengkap
Arteriografi : dilakukan bila kerusakan
vaskuler dicurigai
Kreatinin : trauma otot meningkatkanbeban

kreatinin untuk klirens ginjal

5. Penatalaksanaan
Reduksi fraktur terbuka atau tertutup :

tindakan manipulasi fragmen-fragmen tulang


yang patah sedapat mungkin untuk kembali
seperti letak semula.
Imobilisasi fraktur

Dapat dilakukan dengan fiksasi eksterna


atau interna

Mempertahankan dan mengembalikan fungsi


Reduksi dan imobilisasi harus dipertahankan sesuai
kebutuhan
Pemberian analgetik untuk mengerangi nyeri
Status neurovaskuler (misal: peredarandarah, nyeri,
perabaan gerakan) dipantau

Latihan isometrik dan setting otot

diusahakan untuk meminimalakan atrofi


disuse dan meningkatkan peredaran darah

Daftar Pustaka
o Tucker,Susan Martin (1993). Standar
Perawatan Pasien, Edisi V, Vol 3. Jakarta. EGC
o Donges Marilynn, E. (1993). Rencana Asuhan
Keperawatan, Edisi 3, Jakarta. EGC
o Smeltzer Suzanne, C (1997). Buku Ajar
Medikal Bedah, Brunner & Suddart. Edisi
8. Vol 3. Jakarta. EGC
o Price Sylvia, A (1994), Patofisiologi: Konsep
Klinis Proses-Proses Penyakit. Jilid 2 . Edisi
4. Jakarta. EGC