Anda di halaman 1dari 32

Anatomi Sistem Respirasi

Kelompok IX
Tutor : dr. Harry PAK

Sistem Respirasi
Sistem respirasi terdiri dari:

Bagian konduksi merupakan saluran


dimana udara dapat mengalir ke dan dari
paru-paru dan juga memelihara udara
yang dihirup

Bagian respirasi merupakan tempat


dimana terjadinya pertukaran gas (O2
dan CO2) antara udara dan darah

Lanjutan..
Zona Konduksi
Nasal cavity
Pharynx
Larynx
Trachea
Bronchi
Bronchioles
Terminal bronchioles

Zona Respirasi
Bronchioles respiratorius
Alveolar ducts
Alveolar sac
Alveoli

Nasal cavity
Nasal cavity terletak di dalam Nares dan

berhubungan dengan Pharynx


Bagian :
External nares or Nostrils
Internal nares or Conchae
Vestibule
Nasal septum

Bagian posterior bone


Bagian anterior Nasal cartilage

Olfactory epithelium sense of smell


Hard palate

Nasal cavity - 2
Nasal cavity dilapisi oleh membran mukosa

berupa pseudostratified ciliated columnar


epithelium with goblet cells
Fungsi membran mukosa:
1.
2.
3.

Menyaring udara
Melembabkan udara
Menghangatkan udara

Sinus paranasal
Rongga berisi udara yang terdapat dalam

tulang tengkorak dan berhubungan dengan


Nasal cavity
Terdapat 4 sinus, yaitu :
Maxillary
Frontal
Ethmoidal
Sphenoidal

Pharynx
Terbagi 3, yaitu :

1. Nasopharynx
Perluasan dari external nares ke uvula
Terdapat Auditory tubes / Eustachii tube
Pharyngeal tonsil permukaan posterior
2. Oropharynx
Perluasan uvula ke epiglottis
3. Laryngopharynx

Larynx
Terdiri dari 9 cartilages, yang dihubungkan oleh

muscles dan ligaments


Bagian :
thyroid cartilage or Adam's Apple
cricoid cartilage
Epiglottis
Arytenoid cartilages
Corniculate cartilages
Cuneiform cartilages
false vocal cords
true vocal cords

Trachea / Windpipe
Panjangnya 10-12 cm dan lebar 2,5 cm
Berupa otot polos yang diperkuat oleh 16-20

cartilago berbentuk huruf C (tapal kuda)


Dilapisi membran mukosa pseudostratified
ciliated columnar epithelium with goblet cells
Secara histologis :
Tunika mukosa

Lamina epithelialis
Lamina propia

Tunika submukosa
Tunika adventisia

Bronchi
Dibagi menjadi dua yaitu right dan left

primary bronchi, dimana right primary


bronchi lebih pendek, lebar, dan vertikal

Bronchus
principalis

Bronchus
lobaris

Bronchus
segmental

Bronchioles
Mempunyai diameter 1 mm dan yang paling

kecil memiliki diameter 0,5 mm Terminal


bronchioles
Secara histologis :
Tunika mukosa

Lamina epithelialis
Lamina propia

Tunika adventisia

Zona respirasi

Alveoli
Tempat pertukaran O2 dan CO2
Memiliki diameter 0,1-0,2 mm dan dikelilingi

oleh kapiler
Paru manusia memiliki 300 juta alveoli,
yang jika dibentangkan memiliki luas sekitar
70 m2
Terdiri dari sel type I, sel type II
(surfactant), sel endotel, macrophage,
respiratory membrane

Paru
Berbentuk kerucut
Terbagi dua, yaitu :

Right lung, lebih besar dari left lung, terdiri dari


3 lobus dan 10 lobulus
Left lung, terdiri dari 2 lobus dan 9 lobulus

Dibungkus oleh pleura, yang terdiri dari :

Pleura visceralis
Cavitas pleura
Pleura parietalis

Pendarahan Paru
Pulmo diperdarahi oleh Aa. & Vv. Bronchiales
Sedangkan faal pernafasan diperdarahi oleh

A. & V. pulmonalis, yang masuk ke paru


melalui hilus paru

Persarafan Paru
Dilakukan oleh :

Saraf parasimpatis (N. vagus)


Serabut simpatikus dari trunkus simpatikus
(Th III, IV, dan V)
Keduanya membentuk plexus pulmonalis

Efek simpatis relaksasi bronchus


Efek parasimpatis kontraksi bronchus

Otot-otot respirasi
Inspirasi

M. intercostalis externus (elevasi iga)


Diaphragm
Otot tambahan seperti :
M. sternocleidomastoideus, M. scaleneus
anterior, medius dan posterior

Ekspirasi gerakan pasif

M. intercostalis internus

M. rectus abdominis