Anda di halaman 1dari 12

KONSEP SPESIES

11/30/16

Retno Peni/biodiversitas

Banyak definisi tentang spesies yang saling bertentangan. Berdasarkan teori para ahli dalam hal asal mula
keragaman yang berasal dari Genesis sampai Darwin
dan DNA. Pada dasarnya debat antara proses evolusi
dalam dichotomi antara neutralisme dan seleksionisme,
sehingga baik teori maupun prakteknya konsep spesies
adalah heterogenous.
Aspek mendasarnya karena adanya variasi individu
(phenon -- phena). Setiap kelompok tumbuhan dan hewan
menunjukkan adanya variasi. Karenanya sulit menentukan
apakah:
allopatrik ataukah subspesies
sympatrik atau spesies yang berbeda
11/30/16

Retno Peni/biodiversitas

Terjadinya variasi di dalam suatu populasi dapat


bersifat:
a.
b.
c.
d.
e.

continue, berlanjut (tinggi, berat dst)


discontinue atau berhenti (misal jenis kelamin)
karena lingkungan asal (bahasa)
karena genetik (golongan darah dan karakter lain).
Variasi tersebut juga dapat dilihat dari aspek ruang
(allopatrik, variasi geografi: clines, demes, race dan
subspesies) dan waktu (antar generasi, musiman).

11/30/16

Retno Peni/biodiversitas

Konsep spesies modern


Terbagi dalam 2 paham, yaitu:
a. Konsep yang memperhatikan proses (segregasi, isolasi dan faktor pengaruh diferensiasi dan kohesivitas
populasi)
b. Konsep yang memperhatikan pola, melihat hasil dari
proses diferensiasi

11/30/16

Retno Peni/biodiversitas

Beberapa konsep awal spesies


Istilah spesies berarti bentuk yang dapat dilihat.
Awal ilmu bumi (abad 17 18) memahami adanya
keragaman, sehingga ada 2 pandangan filosofis:
esensialisme dan nominalisme.
Tetapi keduanya menjadi tdk terlalu berarti karena
ada-nya pengetahuan empiris tentang daur hidup
dan cara bereproduksi.

11/30/16

Retno Peni/biodiversitas

Konsep esensialisme, menempatkan setiap organisme


berhubungan dengan rencana ideal (arah evolusi??) ke
arah desain atau tipe --- Konsep spesies typologi.
Para ahli taksonomi terlibat dalam pengenalan desain,
deskripsi, pengenalan, dan pencarian ciri esensial dari
desain atau tipe.
Secara praktis, pandangan ini terbantahkan karena ada
Tumbuhan atau hewan yang berbeda kelompok mempunyai ciri ideal yang sama (terutama tumbuhan tinggi).
Konsep nominalis menekankan bahwa hanya individual
ada di alam, sehingga mereka membuat pengelompokan
yang berdasarkan taksonomik
11/30/16

Retno Peni/biodiversitas

Teori evolusi dan spesies polytipik


Dengan adanya teori evolusi oleh Darwin (1860 an),
meskipun belum cukup penjelasan rasional dalam hal
asal dan keturunan variasinya, maka mulailah ada
pemikiran sifat taksa secara khusus.

Spesies polytipik
Pemahaman terhadap konsep populasi dalam
taksonomi maka konsep taksa yang luas
pada tingkat spesies menunjukkan lebih
kurang ada variasi geografik yang
discontinue, yang dideskripsikan sebagai
nama ketiga sebagai tingkat sub-spesies.
11/30/16
Retno Peni/biodiversitas
Sebelumnya dikenal dengan varietas atau

Konsep spesies biologi


Didukung oleh Julian Huxley, Theodorus Dobzhansky, dan
Ernst Mayr (1969). Mereka memandang bahwa konsep
spesies adalah suatu proses, proses dalam sistem
perkawinan di dalam suatu komunitas reproduksi tertutup.

E. Mayr mendefinisikan spesies:


Kelompok individu yang saling kawin sesama (atau
secara potensial dapat kawin) dan secara alami reproduk
sinya terisolasi terhadap kelompok yang lain.
Ide dasar konsep spesies biologi adalah adanya sumber
gen (gene pool) yang dapat terjadi rekombinasi melalui
reproduksi seksual. Karenanya timbul konsep spesies
evolutif --- spesies sbg unit evolusi
11/30/16

Retno Peni/biodiversitas

Konsep spesies biologi dapat diterima oleh para biolog,


meski ada beberapa variasi/phena.
Akhir-akhir ini, ada 2 pemahaman yang mendukung adanya perbedaan spesies, yaitu:
a. Perbedaan dimulai dan terpelihara melalui mekanisme
seleksi dan isolasi (konsep isolasi)
b. Peran sistem pengenalan pasangan kawin secara
internal yang lebih berpengaruh (konsep pengenalan)
Debat antara keduanya mengarah timbulnya usulan terhadap
konsep kohesi, yang menurut Templeton (1989) species
adalah: suatu populasi tertutup dengan individu2 yang
memiliki potensi kohesi phenotypik melalui mekanisme
kohesi intrinsik (berhubungan dengan gene flow dan
aspek ekologi)
11/30/16

Retno Peni/biodiversitas

Superspesies dan syngameons


Pemikiran untuk mengelompokkan populasi allopatrik (secara
geografik tidak overlapping), kelompok ras yang terdiferensiasi moderat, dan kelompok subspesies menjadi satu kelompok spesies polytipik.
Sistem ini memasukkan konsep lebih lanjut, yaitu superspesies: termasuk di dalamnya adalah populasi yg terdiferensiasi kuat atau semispesies (secara geografik tidak overlapping, variasi kontinyu dan ada pertukaran gen). Karena
memuat aspek ekologik ekivalen sehingga tidak mungkin
koeksis untuk stabil.

Syngameons: istilah di botani utk kelompok sympatrik


(secara geografik overlapping), semi-spesies yg
koeksis
11/30/16

Retno Peni/biodiversitas

Tokogenetik dan hubungan phylogenetik


Dengan pemahaman spesies, maka dapat mengakomodasikan:
a. Keperluan taksonomi (ditemukannya data empiris)
b. Keperluan biologi populasi (formulasi teori proses)
Dari kedua hal tersebut maka dapat diketahui hubungan
genetik antar individu (tokogenetik), dan hubungan antar
taksa karena hubungan sejarah nenek moyang
(phylogenetik)

11/30/16

Retno Peni/biodiversitas

Konsep spesies phylogenetik


Nixon dan Wheeler (1990)

11/30/16

Retno Peni/biodiversitas