Anda di halaman 1dari 22

PENENTUAN BERAT MOLEKUL BERDASARKAN

PERCOBAAN
2
PENGUKURAN MASSA

Kelompok 3
Ali Muad
(1403076015)
Miftahul Ulum
(1403076025)
Siti Zuhriyah
(1403076026)

I. TUJUAN
1. Menentukan Berat Molekul CHCL3 Berdasarkan Pengukuran
Massa Jenis Gas.
2. Menentukan Berat Molekul Senyawa Volatile Unknown
Berdasarkan Pengukuran Massa Jenis Gas.

II. DASAR TEORI


Gas merupakan kumpulan molekul-molekul dengan gerakan kacau balau, acak tetapi berkesinambungan dengan
kecepatan yang bertambah jika temperatur dinaikkan. Gas berbeda dengan cairan (yang molekul-molekulnya juga bergerak
secara acak) karena molekul-molekul gas terpisah jauh satu sama lain (Atkins, 1990).
Pada keadaan gas, partikel-partikel bergerak secara acak. Jarak antara partikel-partikel relatif jauh lebih besar dari pada
ukuran-ukuran partikel sehingga gaya tarik menarik antara partikel sangat kecil sehingga dapat diabaikan. Laju suatu
partikel selalu berubah-ubah, hal ini disebabkan terjadinya tumbukan antara partikel yang satu dengan yang lainnya ataupun
antara partikel dengan diding wadah. Berbeda dengan cairan atau padatan, gas mudah dimampatkan. Gas tidak mempunyai
bentuk dan volume yang tetap, gas akan selalu mengisi setiap ruang dimana gas tersebut dimampatkan. Gas selalu
dipengaruhi oleh perubahan teskanan dan suhu (Bird, 1987).
Persamaan keadaan atau gas ideal adalah persamaan termodinamika yang menggambarkan keadaan materi di bawah
seperangkat kondisi fisika. Persamaan gas ideal adalah sebuah persamaan konstitutif yang menyediakan hubungan
matematik antara dua atau lebih fungsi keadaan yang berhubungan dengan materi, seperti temperatur, tekanan, volume dan
energi dalam (Atkins, 1990).

II. DASAR TEORI


Gas ideal atau gas sempurna memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
1.

Molekul-molekul gas dianggap tidak memiliki volume;

2.

Gaya tarik menarik atau tolak menolak antar molekul dianggap 0 (nol);

3.

Tumbukan antar molekul dengan dinding bejana adalah lenting sempurna;

4.

Memenuhi hukum gas PV= nRT

Hukum-hukum Gas
5.

Hukum Boyle

(P1V1 = P2V2)

6.

Hukum Charles Gay-lussac

7.

Hukum Avogadro

(P2T1 = P1T2 ^ V2T1 = V1T2)

(V = n) (Atkins, 1990)

II. DASAR TEORI


Hukum Gas Ideal

PV = nRT

............... (1)

: Tekanan gas

PV = (m/BM) RT

............... (2)

: Volume gas

P(BM) = (m/V) RT

............... (3)

P(BM) = RT

: Suhu absolut

............... (4)

: Tetapan gas ideal (0,08206 L atm/mol K)

: Massa jenis

BM =

............... (5)

BM : Berat molekul

II. DASAR TEORI


Nilai BM hasil perhitungan akan mendekati nilai sebenarnya, tetapi masih mengandung kesalahan. Ketika
labu erlenmeyer kosong ditimbang, labu ini penuh dengan udara. Setelah pemanasan dan pendinginan dalam
desikator, tidak semua uap cairan kembali ke bentuk cairannya, sehingga akan mengurangi jumlah udara yang
masuk kembali ke dalam labu erlenmeyer. Jadi massa labu erlenmeyer dalam keadaan ini lebih kecil dari pada
massa labu erlenmeyer dalam keadaan semua uap cairan kembali kebentuk cairannya. Oleh karena itu massa
cairan X sebenarnya harus ditambahkan dengan massa udara yang tidak dapat masuk kembali ke dalam labu
erlenmeyer karena adanya uap cairan yang tidak mengembun. Massa udara tersebut dapat dihitung dengan
menganggap bahwa tekanan parsial udara yang tidak dapat masuk sama dengan tekanan uap cairan pada suhu
kamar. Nilai ini dapat diketahui dari literatur.
Dengan faktor koreksi:
Log P =
Dimana, P adalah tekana uap (mmHg) dan t adalah suhu kamar ( oC).

II. DASAR TEORI


Kelebihan

Kelebihan & Kekurangan

1.

Dengan menggunakan metode ini, kita dapat menentukan berat molekul suatu senyawa volatil dengan
peralatan yang lebih sederhana;

2.

Percobaan ini menggunakan penangas air sebagai pengatur suhu. Sehingga percobaan ini lebih cocok untuk
senyawa yang memiliki titik didih kurang dari 100oc;

3.

Dengan adanya faktor koreksi, maka dapat meminimalkan kesalahan perhitungan data hasil percobaan.

1.

Ketidaktepatan pengamatan pada saat cairan telah menguap semua atau belum dapat
mengakibatkan kesalahan dalam perhitungan baik perhitungan massa jenis gas maupun berat
molekul;

2.

Metode penentuan berat molekul berdasarkan massa jenis gas ini tidak cocok untuk senyawa
dengan titik didih di atas 100oc.

Kekurangan

III. ALAT DAN BAHAN


Alat
Alat

Ukur
an

Jumlah

Labu
Erlenmeyer

100
mL

2 buah

Gelas Kimia

500
mL

1 buah

Gelas Ukur

10 mL 1 buah

Pipet Tetes

Penjepit Tabung
Reaksi

Jarum

Termometer
100oC

Desikator

1 buah

Neraca Analitik

1buah

Statif dan Klem

1
pasang

Bahan
Bahan

Ukuran

2 buah

Cairan Volatile CHCL3

5 mL

1 buah

Cairan Volatile Unknown

5 mL

Akuades

100 mL

1 buah

Karet Gelang

4 buah

1 buah

Aluminium Foil

8x8 cm

IV. CARA KERJA

V. HASIL PENGAMATAN
1. CHCl3 (Kloroform)
Data

Hasil

Massa labu erlenmeyer + aluminium foil + karet gelang

51,90 gram

Massa labu erlenmeyer + aluminium foil + karet gelang + cairan volatil CHCl 3

58,71 gram

Massa cairan volatil

6,81 gram

Suhu air pada penangas air

85oC

Massa labu erlenmeyer + aluminium foil + karet gelang + uap cairan volatil CHCl 3 yang telah
mengembun

52,48 gram

Massa kloroform percobaan

0,58 gram

Massa labu erlenmeyer + air

176,25 gram

Massa labu erlenmeyer

51,18 gram

Suhu air dalam labu erlenmeyer

28,5oC

Massa air

125,07 gram

Tekanan (P) yang tercatat pada barometer

1 atm

V. HASIL PENGAMATAN
2. Cairan Volatil Unknown
Data

Hasil

Massa labu erlenmeyer + aluminium foil + karet gelang

51,24 gram

Massa labu erlenmeyer + aluminium foil + karet gelang + cairan volatil Unknown

55,17 gram

Massa cairan volatil

3,93 gram

Suhu air pada penangas air

85oC

Massa labu erlenmeyer + aluminium foil + karet gelang + uap cairan volatil Unknown yang
telah mengembun

51,66 gram

Massa kloroform percobaan

0,42 gram

Massa labu erlenmeyer + air

176,26 gram

Massa labu erlenmeyer

50,67 gram

Suhu air dalam labu erlenmeyer

28,5oC

Massa air

125,59 gram

Tekanan (P) yang tercatat pada barometer

1 atm

VI. ANALISIS DATA


PERHITUNGAN

LANJUTAN,,,
MASSA JENIS

LANJUTAN
CV

LANJUTAN...

LANJUTAN...

PERHITUNGAN UNKNOWN
V

LANJUTAN

VII. PEMBAHASAN
Penentuan berat molekul berdasarkan pengukuran massa bertujuan untuk menentukan berat molekul CHCl 3
dan senyawa volatil unknown berdasarkan pengukuran massa jenis gas
Dengan mengubah cairan CHCl3 dan cairan volatil unknown menjadi gas, maka sesuai dengan sifatnya yang
mudah berubah, (kerapatan) gas tersebut akan menempati seluruh ruang atau volume labu erlenmeyer dan
tekanan udara di luar erlenmeyer
Labu erlenmeyer ditutup dengan aluminum foil dan dikencangkan dengan karet agar CHCl 3 dan senyawa
volatil unknown tidak menguap keluar labu
Sebelum labu dimasukkan dalam penangas untuk diuapkan, diberi lubang kecil dengan jarum yang
berfungsi agar saat pemanasan, gas dapat keluar dan tidak terjadi perubahan tekanan dalam labu erlenmeyer
Setelah semua cairan dalam erlenmeyer menguap, erlenmeyer dimasukkan dalam desikator. Ini berfungsi
sebagai pendingin dimana gas dalam erlenmeyer akan berubah fase dari gas ke cair karena udara yang
masuk lewat lubang yang dibuat sebelumnya

VII. PEMBAHASAN
Massa labu erlenmeyer + aluminium foil + karet yang digunakan untuk tempat cairan CHCl 3 dan
cairan volatil unknown sebelum diisi masing-masing adalah 51,90 gram dan 51,24 gram.
Massa uap cairan CHCl3 dan cairan volatil unknown yang telah mengembun dalam labu
erlenmeyer ditimbang dan hasil penimbangan masing-masing adalah 52,48 gram dan 51,66 gram.
Massa uap cairan CHCl3 dan cairan volatil unknown yang telah mengembun masing-masing
adalah 0,58 gram dan 0,42 gram.
Massa jenis CHCl3 dan senyawa volatil unknown hasil percobaan masing-masing adalah 4,637
gr/L dan 3,34 gr/L.
Berat molekul CHCl3 dan senyawa volatil unknown hasil percobaan masing-masing adalah
136,22 gr/mol dan 98,1 gr/mol.
Kesalahan relatif (KR) berat molekul CHCl3 hasil percobaan dengan berat molekul CHCl3 secara
teoritis adalah 13,99%.

VIII. KESIMPULAN

1.

Berat molekul CHCl3 hasil percobaan adalah 136,22 gr/mol.

2.

Berat molekul Senyawa volatil unknown hasil percobaan adalah 98,1 gr/mol.

DAFTAR PUSTAKA
Atkins, P, W. 1990. Kimia Fisika Jilid 1. Jakarta: Erlangga
Bird, T.,. 1987. Kimia Fisika. Jakarta: Erlangga
Petrucci, Ralph.,. 1987. Kimia Dasar Prinsip Terapan Modern Jilid 2 Edisi Keempat. Jakarta:
Erlangga
Tim dosen kimia. 2016. Petunjuk Praktikum Kimia Fisika. Semarang: Laboratorium kimia UIN
Walisongo