Anda di halaman 1dari 14

Arsitektur vernakular adalah istilah yang

digunakan untuk mengkategorikan


metode konstruksi yang menggunkan
sumber daya lokal yang tersedia di suatu
lingkungan alam guna memenuhi
kebutuhan hidup masyarakatnya dimana
arsitektur vernakular mencerminkan
konteks budaya, lingkungan, sosial, dan
ekonomi, serta sejarah di mana dan pada
masa tinggalan arsitektur itu dibangun.

ADAPTSI IKLIM

Terletak di Lereng gunung Inirie

ADAPTSI IKLIM

Mata Pencaharian

BAHAN YANG DIGUNAKAN

BAMBU
KELEBIHAN

Fleksibel

Mudah dibelah

Mudah dibentuk

Menyerap sedikit
panas

DAMPAK TERHADAP LINGKUNGAN

Ramah lingkungan

Mengurangi global warming

Menangkap karbon dioksida

Mampu dapat mempertahankan


suhu

ROTAN
KELEBIHAN
KEKURANGAN
DAMPAK TERHADAP

Daya lentur kuat


Rentan terhadap serangga LINGKUNGAN

Tidak bisa terkena matahari

Umur yang panjang


Cepat rusak
terlalu lama

Mudah dibentuk
Perlu perawatan

Mampu menahan tekannan

Batangnya Langsing

IJUK
KELEBIHAN
DAMPAK TERHADAP
LINGKUNGAN

Terlihat alami

Bisa memberikan efek sejuk Ramah lingkungan

Tidak lapuk terhadap asam Mengurangi global warming

Mencegah rayap

KAYU
KELEBIHAN

Mudah Didapat

Alami ( bisa diperbaharui )

Memberikan Kehangatan

Serbaguna

DAMPAK TERHADAP
LINGKUNGAN

Ramah lingkungan

Mengurangi global warming

FUNGSI RUMAH ADAT BENA


(1) rumah tinggal untuk keluarga yang memiliki hubungan
kekerabatan,
(2) tempat segala aktifitas kehidupan sehari-hari maupun aktifitas
ritual adat,
(3) rumah produksi tenun dan obyek kunjungan pariwisata dan
penelitian.

PEMBAGIAN RUANG RUMAH ADAT BENA

Rumah adat terdiri dari dua bagian utama, yakni rumah tinggal
atau disebut one, dan bangunan serambi beranda atau disebut
teda.

STRUKTUR RUMAH ADAT BENA


(1) rumah tinggal untuk keluarga yang memiliki hubungan
kekerabatan,

Konsep konsep teoritis mengenai arsitektur vernakular dan kampung


Bena disimpulkan`dari pemahaman terhadap (1) sumbu imajiner dan
kosmos; (2) struktur ruang sao dan Erma Tsania,
struktur ruangan nua Bena; (3) tata nilai arsitektur vernakular Bena;
(4) gagasan, bentuk, norma, dan makna; serta (5) hierarki, simbol,
skala, dan dimensi tradisional.

KESIMPULAN

Dengan demikian, arsitektur vernakular dipahami oleh warga


adat kampung Bena secara sederhana sebagai karya seni
membangun rumah adat, bandungan adat, dan kampung adat,
yang dilaksanakan dari dan oleh warga kampung Bena, dengan
memanfaatkan material sumber daya lokal, untuk memenuhi
kebutuhan keluarga, klan, dan masyarakat adat kampung Bena
di masa kini dan masa yang akan datang.