Anda di halaman 1dari 21

BALANCED

SCORECAR
D
IKHWAN IZZATURRAHMAN

UNIVERSITAS WINAYA MUKTI


KONSEP BALANCED SCORECARD
Kemunculan gagasan balanced scorecard berawal dari temuan Robert S.
Kaplan dan David P. Norton yang menuangkannya dalam artikel Balance
d Scorecard Measures that Drive Performance.
Konsep awal balanced scorecard tersebut berdasarkan riset yang ditulis p
ada tahun 1992 di majalah prestisius Harvard Business Review.
Istilah balanced scorecard terdiri dari 2 kata yaitu balanced (berimbang) d
an scorecard (kartu skor).
KONSEP BALANCED SCORECARD
Kata berimbang (balanced) dapat diartikan dengan kinerja yan
g diukur secara berimbang dari 2 sisi yaitu sisi keuangan dan n
on keuangan, mencakup jangka pendek dan jangka panjang s
erta melibatkan bagian internal dan eksternal.
Kata kartu skor (scorecard) adalah suatu kartu yang digunakan
untuk mencatat skor hasil kinerja baik untuk kondisi sekarang
ataupun untuk perencanaan di masa yang akan datang.
KONSEP BALANCED SCORECARD
Balanced scorecard secara singkat adalah suatu sistem manajeme
n untuk mengelola implementasi strategi, mengukur kinerja secar
a utuh, mengkomunikasikan visi, strategi dan sasaran kepada stak
eholders.
Kata balanced dalam balanced scorecard merujuk pada konsep ke
seimbangan antara berbagai perspektif, jangka waktu (pendek da
n panjang), lingkup perhatian (intern dan ekstern).
KONSEP BALANCED SCORECARD

Keempat proses balanced scorecard adalah sebagai berikut :

1. Menterjemahkan visi dan misi perusahaan


2. Mengkomunikasikan dan mengaitkan berbagai tujuan da
n ukuran strategis balanced scorecard
3. Merencanakan, menetapkan sasaran, menyelaraskan ber
bagai inisiatif rencana bisnis
4. Meningkatkan umpan balik dan pembelajaran strategis
EMPAT PERSPEKTIF DALAM
BALANCED SCORECARD
Terdapat empat perspektif balanced scorecard yang dikaitkan
dengan visi dan strategi perusahaan yaitu:
(1) Perspektif Keuangan (Financial)
(2) Perspektif Pelanggan (Customer)
(3) Perspektif Proses Bisnis Internal (Internal Business Process)
(4) Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan karyawan, ma
najemen, dan organisasi (Learning and Growth)
EMPAT PERSPEKTIF DALAM BALANCED SCORECARD

Balanced Scorecard menggunakan tolok ukur kinerja keua

1 ngan, seperti laba bersih dan ROI (Return on Investment), kar


P ena tolok ukur tersebut secara umum digunakan dalam organ
E K
R E isasi yang mencari keuntungan / profit. Orang-orang yang me
S U
A
nyediakan dana untuk perusahaan, seperti lembaga keuanga
P
E N n dan pemegang saham, sangat mengandalkan tolok ukur kin
K G
T A erja keuangan dalam memutuskan hal yang berhubungan de
I N
ngan dana.
F
EMPAT PERSPEKTIF DALAM BALANCED SCORECARD

"Take care of your employee and they take care of your cu


2 stomer. - Bill Mariot
P
P
E Perspektif pelanggan berfokus pada bagaimana organisasi
E
R
L memperhatikan pelanggannya agar berhasil. Mengetahui pel
S
A
P anggan dan harapan mereka tidaklah cukup, suatu organisasi
N
E
G
K juga harus memberikan insentif kepada manajer dan karyawa
G
T
A n yang dapat memenuhi harapan pelanggan.
I
N
F
EMPAT PERSPEKTIF DALAM BALANCED SCORECARD

Hubungan dengan pemasok sangat krusial untuk keberha


silan, khususnya dalam usaha eceran dan perakitan manufact
3 uring.
P
E I Perusahaan dapat mengirimkan barang dan jasa tepat pa
R P B N
S R I T da waktunya, dengan harga yang rendah dan dengan mutu y
P O S E
ang tinggi itu sangat bergantung kepada pemasok.
E S N R
K E I N Perusahaan dapat berhenti berproduksi apabila terjadi pro
T S S A
I L blema dengan pemasok.
F
EMPAT PERSPEKTIF DALAM BALANCED SCORECARD

Untuk tujuan insentif, perspektif pembelajaran dan pertumbuh

4 an berfokus pada kemampuan manusia. Manajer bertanggung

P P jawab untuk mengembangkan kemampuan karyawan. Tolak u


P E
E kur kunci untuk menilai kinerja manajer adalah kepuasan karya
E M
R
R B
T wan, retensi karyawan, dan produktivitas karyawan.
S E
U
P L Kepuasaan karyawan sangatlah penting, karena dapat memper
M
E A
B
K J baiki dan meningkatkan produktivitas, mutu, kepuasan pelang
U
T A
H gan, dan ketanggapan terhadap situasi.
I R
A
F A
N
N
Manfaat Balanced Scorecard

Manfaat Balanced Scorecard bagi perusahaan menurut Kaplan dan Norto


n (2000:122) adalah sebagai berikut:
Balanced Scorecard mengintegrasikan strategi dan visi perusahaan unt
uk mencapai tujuan jangka pendek dan jangka panjang.
Balanced Scorecard memungkinkan manajer untuk melihat bisnis dala
m perspektif keuangan dan non keuangan (pelanggan, proses bisnis int
ernal, dan belajar dan bertumbuh)
Manfaat Balanced Scorecard

Manfaat Balanced Scorecard bagi perusahaan menurut Kapla


n dan Norton (2000:122) adalah sebagai berikut:
Balanced Scorecard memungkinkan manajer menilai apa ya
ng telah mereka investasikan dalam pengembangan sumbe
r daya manusia, sistem dan prosedur demi perbaikan kinerj
a perusahaan dimasa mendatang.
Keunggulan Balanced Scorecard
Balance Scorecard sebagai inti sistem manajemen strategik me
miliki empat keunggulan:
memotivasi personel untuk berfikir dan bertindak strategik d
alam membawa perusahaan menuju ke masa depan
menghasilkan total business plan yang komprehensif

menghasilkan total business plan yang koheren

menghasilkan sasaran-sasaran strategik yang terukur


Kelemahan Balanced Scorecard
perangkat yang lebih secara efektif mengukur implementasi strat
egi daripada mengukur penentuan strategi
Meski berperan penting dalam memperkuat hubungan antara ini
siatif perbaikan pelanggan dan strategi organisasi, namun tidak
mengindikasikan bagaimana pelanggan baru dan pasar baru dap
at diidentifikasi.
Secara umum BSC menyediakan pada pihak eksekutif bentuk ker
angka kerja komprehensif untuk menerjemahkan visi dan strategi
organisasi kedalam bentuk set ukuran kinerja.
Kriteria Balance Scorecard
Balanced Scorecard yang baik harus memenuhi beberapa kriteria antara lai
n:

1. Dapat mendefinisikan tujuan strategi jangka panjang dari masing-masin


g perspektif (outcomes) dan mekanisme untuk mencapai tujuan tersebu
t (performance driver).

2. Setiap ukuran kinerja harus merupakan elemen dalam suatu hubungan s


ebab akibat (cause and effect relationship).

3. Terkait dengan keuangan, artinya strategi perbaikan seperti peningkatan


kualitas, pemenuhan kepuasan pelanggan, atau inovasi yang dilakukan
Implementasi Balanced Scorecard

Organisasi sangat membutuhkan untuk menerapkan Balanced S


orecard, hal ini mencerminkan kebutuhan untuk mengukur semua
bidang kinerja yang penting bagi keberhasilan organisasi.

Balanced Scorecard sekarang banyak digunakan sebagai untuk


pengembangan strategi dan sebagai alat eksekusi yang dikembangk
an dalam lingkungan operasional
Implementasi Balanced Scorecard

Balanced Scorecard menerjemahkan visi dan misi serta strategi


perusahaan ke dalam seperangkat ukuran kinerja yang dimengerti
(indikator), sehingga strategi dapat dipahami, dikomunikasikan da
n diukur, dengan demikian, berfungsi untuk semua kegiatan. Pene
rapannya adalah dengan berfokus pada empat perspektif Balanced
Scorecard
Implementasi Balanced Scorecard
Pembahasan mengenai Balanced Scorecard lebih sering dilakukan dal
am konteks penerapannya pada perusahaan atau organisasi yang bertujua
n mencari laba (profit-seeking organisations).

Jarang sekali ada pembahasan penerapan Balanced Scorecard pada or


ganisasi nirlaba (not-for-profit) atau organisasi dengan karakteristik khusu
s seperti koperasi, yang ditandai relational contracting, yakni saat owner d
an consumer adalah orang yang sama, serta di mana mutual benefit angg
ota menjadi prioritasnya yang utama (Merchant, 1998).
KESIMPULAN
Manfaat utama menggunakan Balanced Scorecard meliputi :

1. Perencanaan strategis yang lebih baik

2. Strategi komunikasi dan peningkatan eksekusi

3. Manajemen informasi yang lebih baik

4. Peningkatan Kinerja Pelaporan

5. Menyelaraskan strategi lebih baik

6. Menyelaraskan organisasi lebih baik


KESIMPULAN
Balanced scorecard merupakan alat ukur kinerja organisasi yang baik ya
ng melalui empat prespektif yaitu prespektif finansial, customer, proses
bisnis internal dan pertumbuhan serta pembelajaran.
Organisasi harus mengembangkan Balanced scorecard sesuai dengan k
ebutuhan mereka. Tantangan besar terjadi ketika mengembangkan alat
ukur, menyederhanakan proses, penanganan resistensi terhadap perub
ahan, kelemahan berkomunikasi organisasi, mengumpulkan data, men
gadaptasi teknologi untuk proses brenchmarking.
NUHUN