Anda di halaman 1dari 41

ANATOMI DAN FISIOLOGI KULIT

Lisa Yuniati

FAKULTAS KEDOKTERAN-UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA


MAKASSAR
2014
Pendahuluan

Mengetahui patologi gangguan pada kulit.


Perlindungan organ terhadap lingkungan
sekitar.
Kulit : kompleks,elastis dan sensitif.
Variasi tergantung : iklim, umur, jenis
kelamin, ras dan tergantung lokasi di tubuh.
Karakter kulit : lembut, keras, tipis, tebal,
perlekatan dengan dasar yg tidak sama
Pendahuluan

Kulit yang elastis dan longgar ; palpebra,


bibir dan preputium
Kulit dapat bergerak dan meregang
tergantung dari :
Tebal dan lipatannya, elastisitas.
Kulit melekat pada jaringan dibawahnya
Kulit tebal dan tidak meregang telapak
tangan dan kaki orang dewasa.
Kulit tipis wajah, yang lembut leher
dan badan, kasar kepala
EMBRIOLOGI KULIT
1. Ektoderm : Epidermis
2. Mesoderm :
Dermis corium cutis
Subkutis
ADNEKSA KULIT
Kelenjar dalam kulit
Apokrin
Ekrin
Sebasea
Rambut
Otot
Saraf, pembuluh darah, pembuluh
limfe
Anatomi Kulit

Berdasarkan histoPA, kulit tdd 3 lapisan, yaitu


1. Lapisan epidermis / kutikel
2. Lapisan epidermis / korium
3. Lapisan subkutis (hipodermis)
LAPISAN EPIDERMIS
Lapisan terluar kulit
Jaringan epitelial
o Sedikit pembuluh darah dan syaraf
o Keratinized stratified squamous cells
Terdiri dari 5 sel yang berbeda (stem cell,
keratinosit, melanosit, sel merkel, sel
langerhaens)
Ketebalan yang bervariasi, secara umum tdd 5
lapisan
1.1.Stratum
StratumKorneum
Korneum

sel gepeng tdk mempunyai


inti, protoplasma berubah
menjadi keratin
desquamatio insensibilis.
keratinisasi( str.korneum )
2.2.Stratum
StratumLucidum
Lucidum

2 3 Lapis Sel Gepeng


tidak berinti
Perubahan protoplasma
Protein Eleidin
Jelas pada telapak tangan
dan telapak kaki
3.3.Stratum
StratumGranulosum
Granulosum

2-3 lapis sel gepeng


Granula sitoplasma, ada
inti terdiri atas
Keratohyalin
Jelas ditelapak tangan dan
kaki
4.4.Stratum
StratumSpinosum
Spinosum
Bentuk poligonal : besarnya berbeda-beda
Proses mitosis
Protoplasma jernih,inti ditengah
Terdapat jembatan antar sel (inter cellular
bridges)
Diantara sel spinosum tdpt sel langerhans
5.5.Stratum
StratumBasal
Basal
Sel kubus tersusun vertikal
(palisade/pagar)
Sel-sel basal mitosis dan
fungsi reproduksi
Lapisan terdiri atas 2 :
1. Sel-sel kolumner
2. Melanosit = clear sel : sel
berwarna muda,
sitoplasma basofilik berinti
gelap dan mempunyai
melanosom
Epidermis : tidak ada
pembuluh darah dan limfe
LAPISAN DERMIS
Lapisan elastis dan fibrosa dengan elemen selular
dan folikel rambut terdiri atas 2 bagian :
A. Pars papillare menonjol ke epidermis
mengandung pembuluh darah dan
pembuluh saraf
B. Pars retikulare menonjol ke subkutis,
lebih tebal dan jar. penyambung
LAPISAN SUBKUTIS
1. Kelenjar kulit

A. Glandula sudorifera (kelenjar keringat) :


Kelenjar ekrin
tbntk 28 mgg kehamilan dan berfungsi 40
mgg stlh kelahiran.
sal. bntk spiral dan bermuara lgs di
permukaan kulit
Tdpt dislrh pmukaan kulit terbnyk di
telapak tangan, kaki,dahi dan aksila
Dipengaruhi kolinergik,stres dan emosional
Kelenjar apokrin
Dipengaruhi saraf adrenergik
Tdpt di aksila,areola mammae,pubis,labia
minora dan sal.telinga luar

Keringat mengandung : air,elektrolit,asam laktat


dan glukosa, pH sktr 4-6,8
B. Glandula sebasea (kelenjar palit)

Terletak seluruh permukaan kulit kec telapak tgn dan


kaki.
Disbt jg kel holokrin krn tdk berlumen
Tdpt disamping akar rambut
Muara terdapat di akar rambut/folikel rambut
Sebum mengandung trigriserida,asam lemak
bebas,skualen,wax,ester dan kolesterol.
Dipengaruhi hormon adrogen
Pd anak2 sdkt pubertas menjadi lbh bsr,banyak
dan berfungsi aktif
2. Rambut
Terdiri dr akar rmbt dan batang rmbt
2 tipe rmbt yaitu :
Lanugo : rmbt halus,tdk mengandung pigmen,tu
pada bayi
Terminal : rambut yg lbh kasar,bnyk pigmen,
mempunyai medula,pd org dewasa
Dipengaruhi hormon adrogen
Siklus rambut yaitu:
1. Anagen/ptmbhan : 2-6 thn,kecepatan tumbuh
0,35 mm/hr
2. Katagen/involusi temporer
3. Telogen/istirahat
. Komposisi rambut yaitu : karbon 50,60 %, Hidrogen
6,36 %,Nitrogen 17,14 %, Sulfur 5,0 %,oksigen
20,80 %
3. Kuku

Bagian terminal lap tanduk/str.korneum


Nail root : bag kuku yg terbenam dlm kulit jari
Nail plate : bag yg terbuka diatas dsr jar lunak
kulit pd ujung jari tersebut
Nail groove : sisi kulit agak mencekung mbntk alur
kulit
Eponikium : kulit tipis yg menutupi kuku proksimal
Hiponikium : kulit yg ditutupi bag kuku bebas
EPIDERMIS: Cell types

dead

Keratinocytes Melanocyte to
make & transfer
alive pigment

Langerhans Merkel cell


APC cell sensory
immunity

Nerve cell
represented by its
axon
EPIDERMIS: Layers & events

}
STRATUM CORNEUM of dead, but
attached, hardened & wrapped cells , will
slough off

}
S. GRANULOSUM multiple syntheses
to make cornified cells
S. SPINOSUM upward migration
of keratinocytes, while keratins IFs
increase & change
S. BASALE mitosis of stem cells

Keratinocyte
differentiation
THICK, HAIRLESS SKIN

loop
Meissners
capillary corpuscle
}
}
EPIDERMIS

DERMIS
Papillary layer

}
duct
DERMIS
Reticular layer

Sweat gland

Pacinian
corpuscle } HYPODERMIS
Fat cells
THICK, HAIRLESS SKIN

}
sweat gland opens at top of ridge

EPIDERMIS
capillary no hair follicles
loop no
sebaceous
glands
dermal papilla

dense thick
collagen fibers
+ elastic fibers
coiled duct of
sweat gland &
Pacinian
corpuscle secretory profiles
of coiled tubule
THIN HAIRY SKIN Hair shaft Sebaceous gland

Epidermis
D
E
R
Root M
sheath
I

Matrix S
H
Y
P
Sweat gland O
Papilla of Hair follicle Arrector pili muscle D
E
R
M
I
S
THIN HAIRY SKIN: Innervation

Epidermis

D
E
R
M
I
Arrector pili muscle
S

pilomotor Sweat gland Vessel


Sensory sudomotor
Autonomic motor
vasomotor
MOLECULAR EPIDERMIS *
CORNEUM glycolipid
CELLS cadherin-P
T-transglutaminase 1

keratins
BASAL CELL
hemidesmosomal proteins
HEMIDESMOSOMES integrin a6b4

LAMINA LUCIDA
anchoring { epiligrin
BM 600

{
filaments laminin
LAMINA DENSA type IV collagen

ANCHORING
FIBRILS
type VII collagen

Clinical significance: genetic defects in, or autoimmune attack on, a


particular kind of molecule may cause dysfunction. For instance, trouble
with collagen VII allows the epidermis to separate from the dermis - a
blister or bullous state genetic form is dystrophic epidermolysis bullosa
HAIR FOLLICLE: LAYERS at one cross-section
1 HAIR SHAFT

Medulla
Cortex

4 Cuticle
CT sheath

Hair
bulb
3 OUTER ROOT
SHEATH Cuticle
Huxleys layer
Henles layer
Before getting lost in the layering, note the 4 main 2 INNER ROOT SHEATH
parts. For the matrix & dermal papilla, see next
HAIR FOLLICLE: LAYERS longitudinal
3 OUTER ROOT HAIR SHAFT 1
SHEATH Medulla
HAIR SHAFT
Cortex
Medulla
Cuticle
4 Cortex

CT sheath Cuticle
CT sheath

OUTER ROOT
SHEATH Cuticle
Huxleys layer
Cuticle
Henles layer
Huxleys layer INNER ROOT SHEATH
Henles layer
INNER ROOT SHEATH 2

5 MATRIX grows 1
& 2
6 DERMAL PAPILLA nourishes & controls the matrix
HAIR FOLLICLE 4
3 OUTER ROOT HAIR SHAFT 1
SHEATH Medulla
HAIR SHAFT
Cortex
Medulla
Cuticle
4 Cortex

CT sheath Cuticle
OUTER ROOT
SHEATH
is continuous with
the epidermis Cuticle
Huxleys layer
Henles layer
2 INNER ROOT SHEATH

5 There are two cuticles, so that


includes the hairs can separate from the
MATRIX pigment cells follicles for the hair to move &
for hair color be coated with greasy sebum
6 DERMAL PAPILLA
CYCLE OF HAIR GROWTH

Rate CATAGEN
of ANAGEN
growth
Time
TELOGEN
ANAGEN

shedding

ANAGEN TELOGEN (end)


ANAGEN
growth quiescence
regrowth of matrix
CATAGEN & papilla, then hair
breakdown
Fisiologi Kulit
Fungsi utama :
1. Proteksi
menjaga bag dlm tbh terhdp ggn
fisis/mekanis,ggn kimiawi,ggn yg bersifat pns
2. Persepsi
mengandung ujung saraf sensorik didermis
dan subkutis
Pns (bdn rufini),Dingin (bdn krause),
Rabaan (bdn meissner),Tekanan (bdn vater
paccini)
3. Pengaturan suhu tubuh
Dgn cara mengeluarkan keringat dan
mengerutkan/kontraksi pemb drh kulit.
Tonus vaskuler dipengaruhi saraf
simpatis/asetilkolin

4. Absorpsi
Dipengaruhi tebal tipis kulit, hidrasi,
kelembaban, metabolisme dan jns vehikulum
5. Ekskresi
oleh kel kulit utk mengeluarkan zat-zat
yg tdk berguna spt NaCl, urea,as urat,
amonia

6. Pembentukan pigmen
Diperankan oleh sel melanosit
Wrn kulit dipengaruhi oleh pigmen
kulit, tebal tipisnya kulit, reduksi Hb, oksi
Hb, karoten
7. Fungsi keratinisasi
Proses keratinisasi : mulai dr sel basal
berubah keatas menjadi spinosum,mkn keatas
mkn gepeng,mkn lm inti sel
menghilang.Keratinosit menjadi sel tanduk yg
amorf
8. Fungsi Pembentukan vit.D
Mengubah 7 dehidroksi kolesterol dgn
pertolongan snr matahari.
SKIN or INTEGUMENT: Roles - Correlations
PROTECTION chemical- keratin, melanin, sebum
mechanical thick epithelium , hair,
water loss, bugs dermal papillae
immune Langerhans cells
SENSORY dermal lymphocytes

THERMOREGULATION sensory receptors & fibers

METABOLISM vitamin D blood flow, sweat gands, hair, fat


fat storage keratinocytes
COMMUNICATION adipocytes

MECHANICAL blood flow, pigment, hair, facial skin

fingerprint ridges, sweat glands, nails