Anda di halaman 1dari 53

SOFT TISSUE TRAUMA

DEPARTEMEN DIVISI ORTOPEDI DAN


TRAUMATOLOGI
Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin
Makassar
Trauma Jaringan Lunak

Adalah trauma yang mengenai


struktur disekitar tulang seperti
saraf, tendon, vaskuler, kulit,
otot.
ANATOMI KULIT

a.Epidermis
b.Dermis
c.Sub Kutis
KLASIFIKASI LUKA
Luka terbuka
Cedera jaringan lunak disertai
kerusakan/terputusnya jaringan kulit
yaitu rusaknya kulit dan bisa disertai
jaringan di bawah kulit
Luka tertutup
Cedera jaringan lunak tanpa
kerusakan/terputusnya jaringan kulit
yang rusak hanya jaringan di bawah
kulit
Luka Superficial
LUKA ABRASI
Luka yang disebabkan oleh trauma
superfisial pada kulit karena gesekan
dan dapat sembuh spontan dengan
sedikit jaringan parut.
Luka abrasi

Akibat gesekan, sehinga


permukaan kulit (epidermis)
terkelupas, tampak titik
perdarahan.
Kadang sangat nyeri karena
ujung saraf juga cedera
karena terbuka.
Tepi luka tidak teratur.
LUKA INSISI
Luka insisi yang bersifat superfisial
biasanya tanpa kontaminasi. Harus
diperhatikan apakah luka insisi
hanya terbatas pada kulit atau lebih
dalam yang dapat mengenai tendo,
pembuluh darah atau saraf.
LUKA SAYAT/IRIS

Terjadi akibat kontak dengan


benda tajam.
Jaringan kulit dan lapisan
dibawahnya terputus
sampai kedalaman yang
bervariasi.
Tepi luka teratur.
LUKA LASERASI
Akibat benturan keras dengan
benda tumpul.
Karakteristik luka sama seperti luka
sayat, perbedaannya terletak pada
tepi luka yang tidak teratur.
Seperti luka lecet tetapi lebih dalam
dari luka lecet.
Robek/laserasi
LUKA TUSUK

Ciri khasnya adalah luka relatif lebih


dalam dibandingkan dengan
lebarnya
Bentuk luka hampir menyerupai
benda yang menusuk dengan
dalam luka lebih panjang dari lebar
luka.
AVULSI (SOBEK)
Sama dengan luka robek tetapi
jaringan tubuh tidak terlepas dan
masih menempel membentuk
lembaran gantung.
AMPUTASI
Luka terbuka dengan jaringan tubuh
terpisah.
avulsi
amputasi
LUKA TEMBAK
LUKA TEMBAK DENGAN KECEPATAN
RENDAH
Pada luka ini ditemukan adanya batas yang
jelas dengan kerusakan jaringan beberapa
milimeter di luar dari saluran luka. Luka
biasanya tidak serius kecuali kalau ada
kerusakan organ vital.
Pengobatan : eksisi jaringan yang mati
sampai jaringan yang sehat. Apabila luka
disertai dengan fraktur maka dapat dilakukan
pengobatan sesuai dengan pengobatan
standar. Luka dapat ditutup dengan beberapa
jahitan saja.
LUKA TEMBAK DENGAN KECEPATAN
TINGGI.
Biasanya luka yang kecil tetapi kerusakan
jaringan lunak yapeluru masuk dan
menimbulkan ng sangat luas dapat
menimbulkan kavitasi.
Pengobatan : dengan melakukan eksisi luka serta
jaringan mati yang luas dan sebaiknya luka
dibiarkan terbuka.
Pada setiap luka sebaiknya diberikan toksoid
antitetanus apabila sudah memperoleh imunisasi
dasar dan apabila tidak memperoleh imunisasi
dasar maka diberikan serum antitetanus
A B

Gambar 14.12. Gambar radiologis luka tembak. Luka tembak dengan


kecepatan rendah (A), luka tembak dengan kecepatan tinggi (B).
Trauma Ligamen

Trauma pada sendi juga dapat


menyebabkan kerusakan atau
robekan ligamen yang bersifat
total atau parsial. Robekan pada
ligamen yang bersifat parsial
disebut sebagai sprain atau strain.
Trauma Vaskuler

Trauma pada pembuluh darah dapat


dibagi dalam tiga kategori:
1. Vasospasme
2. Robekan parsial
3. Robekan total
Robekan parsial
Pengobatan yang sederhana.
Stadium akut dengan rasa nyeri yang hebat dapat
dilakukan imobilisasi dengan verban elastik serta
analgetik atau pemasangan gips
Dalam 24 jam pertama diatasi dengan pemberian
kompres es/air dingin secara berulang-ulang.
Penyembuhan biasanya setelah 2-3 minggu.
Robekan Total

Aposisi pada kedua ujung ligamen


dengan cara operasi, diikuti
imobilisasi daerah yang terkena
dengan pemasangan gips.
Waktu pemasangan gips 3-4
minggu dan kemudian dilakukan
rehabilitasi.
Robekan Tendo

Robekan pada tendo terutama


terjadi akibat trauma tajam dan
paling sering ditemukan pada
daerah pergelangan tangan atau
jari-jari.
Robekan dapat pula terjadi pada
tendo-tendo besar seperti tendo
Achilles karena cedera olah raga.
Lanjutan...
Pada luka yang bersih dapat
dilakukan penjahitan primer
Tendo yang mengalami luka
laserasi terbuka sebaiknya
diusahakan ditutup dengan full
thickness skin graft.
Setelah penjahitan dilakukan
pemasangan gips selama 3-6
minggu.

Komplikasi

Gangguan sirkulasi yang bersifat


sementara
Gangguan sirkulasi yang bersifat
permanen karena kerusakan
pembuluh darah atau trombosis
Aneurisma traumatik
Lokalisasi

Arteri brakialis
Arteri aksilaris
Arteri radialis
Pembuluh darah pelvik
Arteri femoralis
Gambaran Klinis
Perlu dibandingkan perabaan dan
denyutan arteri antara bagian
yang sakit dan yang sehat.
Bagian distal mengalami iskemi,
dingin serta membengkak.
Perlu diraba arteri radialis, arteri
dorsalis pedis/arteri tibialis
posterior.
Perlu juga diperiksa ritme kapiler
pada jari-jari.
Ganggren iskemik
Kelainan dimana terjadi kematian jaringan karena
kerusakan pembuluh darah.
Ganggren iskemik dapat disebabkan oleh:

Pemasangan verban yang ketat


Pemasangan turniket yang salah (terus menerus)
Kerusakan pembuluh darah bersama-sama fraktur
Fraktur terbuka disertai infeksi dan kerusakan
pembuluh darah
Pengobatan yang tidak adekuat atau reposisi
fraktur yang jelek (iatrogenik)
Gejala klinis

Warna kulit hitam kecoklatan, dingin dan


membengkak
Dapat terjadi pelepuhan pada kulit dan kulit
terkelupas
Gangguan fungsi dan sensasi kulit disertai bau
yang busuk
Hiperpireksia
Lanjutan

Penderita terlihat toksik dan mengalami


dehidrasi sampai syok
Infeksi dan pembusukan pada jaringan
Ditemukan krepitasi apabila ada gas
gangren
Takikardi dan penurunan tekanan darah
Pernapasan yang cepat
Pengobatan

Resusitasi penderita sesegera


mungkin
Nekrotomi yang luas atau bila
perlu dilakukan amputasi
Pemberian antibiotik yang adekuat
Trauma Vena

Trauma vena terutama vena besar


bersifat total atau tidak total yang
dapat disebabkan oleh tusukan
fragmen tulang pada fraktur yang
bergeser.
Trauma juga dapat pula terjadi
oleh karena luka tembak yang
menembus jaringan lunak dari luar.
Penanganan

Trauma pada vena besar harus


diperbaiki karena akan
menimbulkan komplikasi di
kemudian hari berupa kongesti
vena bagian distal.
Trauma Saraf Perifer

Saraf perifer adalah kumpulan


akson yang mengantarkan impuls-
impuls motorik (eferen) dari sel-sel
kornu anterior medula spinalis dan
impuls sensoris (aferen) reseptor
perifer melalui sel-sel ganglion
kornu posterior ke dalam sumsum
medula spinalis.
Etiologi
Trauma langsung : laserasi, luka tembak atau luka
tembus
Trauma tidak langsung : fraktur dan terjadi
tarikan/robekan pada saraf yang dapat terjadi
segera atau setelah beberapa waktu
Jenis Luka Tertutup
1. Memar
Gejala-Tanda:
Nyeri
Bengkak
Warna merah kebiruan (memar)
Nyeri tekan

2. Cedera karena himpitan kuat.

3. Pada keadaan yang hebat dapat terjadi


remuk pada jaringan tulang dan
kehancuran jaringan bawah kulit lainnya.
Penutup Luka dan Pembalut
PENUTUP LUKA
Bahan bersifat menyerap, menutupi
seluruh permukaan luka, relatif bersih.
Jangan menggunakan bahan atau bagian
dari bahan yang dapat tertinggal pada
luka (Tisue, kapas).
Berfungsi untuk mengendalikan
perdarahan, mencegah kontaminasi,
mempercepat penyembuhan, dan
mengurangi rasa nyeri.
Penutup oklusif (kedap)
Bahan kedap air dan udara yang
dipakai pada luka untuk mencegah
keluar masuknya udara dan menjaga
kelembaban organ dalam .
Penutup luka tebal / bulky
dressing
Setumpuk bahan penutup luka
setebal kurang lebih 2-3 cm.
PEMBALUT

FUNGSI
1. PENEKANAN MEMBANTU
MENGHENTIKAN PERDARAHAN
2. MEMPERTAHANKAN PENUTUP
LUKA PADA TEMPATANYA
3. MENJADI PENOPANG UNTUK
BAGIAN TUBUH YANG CEDERA
JENIS PEMBALUT

PEMBALUT PITA / GULUNG


PEMBALUT SEGITIGA (MITELA)
PEMBALUT TABUNG/TUBULER
PEMBALUT PENEKAN
Pedoman penutup luka
dan pembalutan :

Penutup luka
Penutup luka harus meliputi
seluruh permukaan luka.
Upayakan permukaan luka
sebersih mungkin sebelum
menutup luka.
Penggunaan penutup luka
penekan
Tempatkan beberapa penutup
luka kasa steril langsung atas
luka dan tekan.
Beri bantalan penutup luka.
Gunakan pembalut rekat,
menahan penutup luka.
Balut.
Periksa denyut nadi ujung
bawah daerah luka (distal).
Prinsip pembalutan (1)
Jangan memasang pembalut sampai
perdarahan berhenti, kecuali
pembalut penekanan untuk
menghentikan perdarahan.
Jangan membalut terlalu kencang
atau terlalu longgar.
Jangan biarkan ujung sisa terurai.
Bila membalut luka yang kecil
sebaiknya daerah yang dibalut agak
luas untuk daya tekanan diperluas
sehingga tidak merusak jaringan .
Jangan menutupi ujung jari.
Prinsip pembalutan
Balut dari arah(2)
dasar ke atas
mengarah ke arah jantung khusus
untuk anggota gerak.
Lakukan pembalutan dalam posisi
yang diinginkan, misalnya untuk
pembalutan sendi jangan berusaha
menekuk sendi bila dibalut dalam
keadaan lurus.
Kerapihan walau tidak merupakan
syarat utama namun baik untuk
menimbulkan kesan profesional.
Setelah dilakukan pembalutan,
Perawatan luka terbuka (1)
Lakukan penilaian dini, atasi
gangguan yang mengancam
nyawa.
Daerah yang luka di paparkan
seluas mungkin sehingga
terlihat jelas.
Atasi perdarahan terlebih
dahulu.
Cegah kontaminasi lanjut,
upayakan membersihkan luka
semampunya, tetapi jangan
berlebihan.
Perawatan luka terbuka
(2)
Jaga agar penderita dan
bagian yang luka dalam
keadaan istirahat.
Tenangkan.
Atasi syok bila terjadi.
Rujuk ke fasilitas kesehatan.
Perawatan luka
tertutup
Dengan akronim R I C E

R = Rest (istirahatkan bagian


luka)
I = Ice (beri es/kompres dingin)
C = Comprestion (balut penekan)
E = Elevasi (tinggikan)
Beberapa cedera yang perlu
mendapat perhatian:

Benda asing tertanam


Perawatan benda asing tertanam:
Stabilkan benda yang menancap
secara manual.
Jangan di cabut.
Bagian yang luka di buka
sehingga terlihat dengan jelas.
Kendalikan perdarahan, hati-hati
jangan sampai menekan benda
yang menancap.
Stabilkan benda asing
tersebut dengan
menggunakan penutup luka
tebal, atau berbagai variasi
misalnya pembuat donat,
pembalut gulung dll.
Atasi syok dan beri oksigen.
Jaga pasien tetap istirahat
dan tenang.
Transportasi segera.
Bahan Bacaan
Rasjad,Chairuddin.Pengantar
Ilmu Bedah Ortopedi.2015