Anda di halaman 1dari 24

Pre & Post Conference,

Operan & Ronde


Kuswantoro R.P
PRE & POST
CONFERENCE
Conference adalah diskusi kelompok
tentang beberapa aspek klinik dan
kegiatan konsultasi.
Pre conference adalah diskusi tentang
aspek klinik sebelum melaksanakan
asuhan keperawatan pada pasien .
Post conference adalah diskusi
tentang aspek klinik sesudah
melaksanakan asuhan keperawatan
pada pasien
Tujuan pre conference
Membantu untuk mengidentifikasi
masalah maslah pasien,
merencanakan asuhan dan
merencanakan evaluasi hasil.
Mempersiapkan hal hal yang akan
ditemui dilapangan.
Memberikan kesempatan untuk
berdiskusi tentang keadaan pasien.
Tujuan post conference
Untuk memberikan kesempatan
mendiskusikan penyelesaian masalah
dan membandingkan masalah yang
dijumpai
Syarat pelaksanaan
Pre conference dilaksanakan sebelum
pemberian asuhan keperawatan dan post
conference dilakukan setelah pemberian
asuhan keperawatan.
Waktu yang efektif yang diperlukan 10
atau 15 menit.
Topik yang dibicarakan harus dibatasi,
umumnya tentang keadaan pasien,
perencanaan tindakan dan data data
yang perlu ditambahkan.
Pedoman Pelaksanaan
Conference
Sebelum dimulai, tujuan conference harus
dijelaskan.
Diskusi harus mencerminkan proses dan
dinamika kelompok
Pemimpin mempunyai peran untuk
menjaga fokus diskusi tanpa mendominasi
dan memberi umpan balik.
Pemimpin harus merencanakan topik yang
penting secara periodik.
Pedoman Pelaksanaan conference
Ciptakan suasana diskusi yang mendukung
peran serta, keinginan mengambil
tanggung jawab dan menerima
pendekatan serta pendapat yang berbeda.
Ruang diskusi diatur sehingga dapat tatap
muka pada saat diskusi.
Pada saat menyimpulkan conference,
ringkasan diberikan oleh pemimpin dan
kesesuaiannya dengan situasi lapangan.
Operan
Operan merupakan suatu timbang
terima tugas dari shif satu ke shif
lain dengan waktu, isi dan strategi
yang telah ditentukan.
Operan mengkomunikasikan secara
tertulis dan lisan pada staf
keperawatan dan tim kesehatan lain
yang memerlukan data klien secara
teratur.
Isi Operan
Isi overan merupakan hal hal penting
tentang asuhan keperawatan
Klien baru dimulai dengan identitas,
diagnosa medik, riwayat kesehatan yang
lalu, keluhan saat ini, diagnosa
keperawatan yang muncul, rencana
tindakan yang akan / sudah dilakukan dan
seterusnya.
Klien lama sebaiknya gunakan format soap
untuk mengorganisir secara naratif dan
lengkap.
SKEMA SISTEMATIKA PELAPORAN
TIMBANG TERIMA SAAT PERGANTIAN DINAS
Klien/pasi
en

Diagnosa Diagnosa
medis keperawatan

Rencana
Tindakan

Yang Yang akan


dilakukan dilakukan

Evaluasi
perkembang
an
Beberapa hal yang perlu diperhatikan
agar operan efektif dan efisien :

Dilaksanakan tepat waktu pada saat


pergantian dinas yang telah
disepakati.
Dipimpin oleh perawat utama / katim
/ penanggung jawab shif.
Diikuti oleh semua perawat yang
akan dan telah selesai berdinas.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan :

Hal hal yang harus dilaporkan


harus sesuai kondisi klien.
Adanya unsur bimbingan dan
pengarahan dari penanggung jawab.
Klien yang dioperkan adalah klien
kelolaannya yang menjadi tanggung
jawabnya
Starategi operan :

Dikantor Perawat
Perawat utama (ketua Tim), mengoperkan
klien kelolaannya kepada perawat asosiet
sore, kemudian perawat asosiet sore
kepada perawat asosiet malam.
Klien dioperkan hanya klien yang menjadi
tanggung jawabnya.
Strategi operan :

Dihadapan klien
Setelah selesai operan dikantor perawat
kemudian dilanjutkan dengan keliling
memvalidasi keadaan klien satu persatu.
Timbang terima yang dilakukan didekat
klien menggunakan volume suara yang
pelan dan tegas (bukan berbisik) agar
klien disebelahnya tidak curiga dengan
apa yang perawat bicarakan tetapi tetap
menjaga privacy klien yang sedang diajak
bicara.
Ronde
Ronde Keperawatan
Suatu kegiatan yang bertujuan untuk
mengatasi masalah keperawatan klien
yang dilaksanakan oleh perawat,
disamping pasien dilibatkan untuk
membahas dan melaksanakan asuhan
keperawatan akan tetapi pada kasus
tertentu harus dilakukan oleh perawat
primer atau konsuler, kepala ruangan,
perawat assosiate yang perlu juga
melibatkan seluruh anggota tim.
Kegiatan melibatkan observasi, wawancara
dengan klien dilingkungannya dengan
diikuti diskusi klompok.
Melalui kunjungan yang aktual pada klien
tim dapat mengobservasi kondisi klien,
meninjau perawatan yang diberikan,
mengumpulkan informasi yang
komprehensif tentang klien, memberikan
kesempatan memperlihatkan intervensi
keperawatan tertentu, melibatkan
interaksi tim dan memberikan diskusi
mengenai perawatan individu.
Ronde keperawatan dimulai dengan
perkenalan, kontribusi klien dalam asuhan
keperawatan, diikuti observasi, diskusi dan
peragaan.
Diskusi mengenai hasil tanpa kehadiran klien.
Diskusi tim keperawatan mempertimbangkan
hasil observasi, data tambahan yang diperoleh
dalam ronde, memgusulkan intervensi
alternatif yang sesuai, menggunakan
pengetahuan untuk situasi khusus dan
menghubungkan hasil observasinya dengan
pasien lain.
Kesulitan utama ronde keperawatan
berkaitan penghargaan privacy klien
selama observasi dan wawancara dan
jaminan bahwa klien memang ingin
berpartisipasi.
Ijin dari klien harus diusahakan
sebelumnya dan klien haris memahami
haknya untuk berpartisipasi atau menolak,
klien harus didorong untuk berbicara saat
mereka tidak ingin lagi melanjutkan ronde
keperawatan.
Karakteristik
Klien dilibatkan secara langsung
Klien merupakan fokus kegiatan
Perawat assosiate, perawat primer dan
konsuler melakukan diskusi bersama
Konsuler menfasilitasi kreatifitas
Konsuler membantu mengembangkan
kemampuan perawat asosiate, perawat
primer untuk meningkatkan kemampuan
dalam mengatasi masalah
Tujuan :
Menumbuhkan cara pikir yang kritis
Menumbuhkan pemikiran tentang
tindakan keperawatan yang berasal dari
masalah klien
Meningkatkan validitas data klien
Menilai kemampuan justifikasi
Meningkatkan kemampuan dalam
menilai hasil kerja
Meningkatkan kemampuan untuk
memodifikasi rencana perawatan
Peran
Perawat primer dan perawat assosiate :
Menjelaskan keadaan dan data demografi

Menjelaskan masalah keperawatan utama

Menjelaskan intervensi yang belum dan

yang akan dilakukan


Menjelaskan tindakan selanjutnya

Menjelaskan alasan ilmiah tindakan yang

akan diambil
Peranan perawat primer lain dan atau
konsuler
Memberikan justifikasi
Memberikan reinforcement
Menilai kebenaran suatu masalah,
intervensi keperawatan serta tindakan
yang rasional
Mengarahkan dan koreksi
Mengintegrasikan teori dan konsep yang
telah dipelajari
Ronde Ruangan
a pre ward round where the patients are
reviewed using the record and the nurses
knowledge about the patients, and where
the main part of the medical decisions is
made;
a ward round where the physician and the
nurse attend to the patient;
a post ward round where the medical
decisions are documented and carried out.